Anda di halaman 1dari 39

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL Ny.

D G3 P2 A0 USIA

KEHAMILAN 35 MINGGU DENGAN DX PLASENTA PREVIA DI

RUANG/POLIKLINIK BURANGRANG RS. ABDUL MOELOK

TANGGAL 28 NOVEMBER 2020

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pkk Online Maternitas

Disusun oleh :

Dinda Nur Aprillyani

18.069

Kelompok 2

2B

AKADEMI KEPERAWATAN RUMAH SAKIT DUSTIRA

CIMAHI

2020
AKADEMI KEPERAWATAN RS. DUSTIRA
+ + Jl. Dustira No. 1Cimahi Telp / Fax. (022) 6632358
Em@il akper_rs_dustira@yahoo.co.id
D

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL Ny. D G3 P2 A0 USIA

KEHAMILAN 35 MINGGU DENGAN DX PLASENTA PREVIA DI

RUANG/POLIKLINIK BURANGRANG RS. ABDUL MOELOK

TANGGAL 28 NOVEMBER 2014

I. PENGKAJIAN

A. Identitas

1. Identitas Klien

Nama : Ny.D

Umur : 36 tahun

Jenis Kelamin : perempuan

Pendidikan : SMA/sederajat

Agama : Islam

Status Marital : menikah

Suku Bangsa : sunda

Pekerjaan : guru

Alamat : Sumber Sari Indah Rt 01 Rw 11 Blok F4


Golongan darah : AB

Diagnosa Medis : Plasenta Previa

Nomor Registrasi : 23568910456

Tanggal Masuk : 28 november 2014 Jam 12.00

Tanggal Pengkajian : 28november 2014 Jam 12.15

2. Identitas Penanggung Jawab

Nama : Tn. A

Umur : 38 tahun

Hubungan dgn klien : suami

Jenis Kelamin : laki-laki

Pendidikan : S1

Pekerjaan : PNS

Alamat : Sumber Sari Indah Rt 01 Rw 11 Blok F4

Golongan darah : AB

B. Status Kesehatan

1. Datang pada tanggal : 28 november 2014

2. Alasan kunjungan ini : Ada keluhan perdarahan pervagina

3. Keluhan-keluhan : Keluar darah merah segar

pervagina tanpa nyeri


4. Riwayat kehamilan dan persalinan

Tgl / Anak
Tempat Jenis Usia Penyulit
Tahun KET
No persalina persalina kehamila Penolong persalina TB/B Umu
persalina JK
n n n n B r
n
1 22 april Rslimija Normal 39 Dokter - 50cm 15 P -

1. 2005 ti minggu /3500 Tah

2. 2 gr un

2 14 maret Normal 40 Bidan - 48

2010 RS minggu cm/3 10 L -

dustira 300 tahu

gr n

5. Riwayat Menstruasi

a. Menarche umur : 13 tahun

b. Siklus :28 hari, teratur/tidak

c. Lamanya : 4 hari

d. Keluhan dismenorrhoe : tidak ada

e. Banyaknya : normal

f. Keputihan : putih

g. Sifat darah : cair


6. Imunisasi TT :

a. Imunisasi TT I tanggal 29 januari 2020

b. Imunisasi TT II tanggal 27 februari 2020

7. Kontrasepsi yang pernah digunakan : kondom

8. Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita : Tidak ada

9. Riwayat penyakit keluarga : pasien tidak

memiliki riwayat penyakit keluarga seperti hipertensi, diabetes, atau

penyakit menular seperti HIV/AIDA dan Hepatitis B

10. Riwayat sosial

a. Kehamilan ini : direncanakan / tidak

b. Perasaan tentang kehamilan ini : senang

c. Status perkawinan :kawin 1 kali

d. Kawin I : Umur 20 tahun

11. Riwayat kehamilan ini :

a. HPHT : 28 september 2019

b. Ramalan Persalinan : 18 juni 2020

c. Keluhan-keluhan :

- Trimester I : pusing , mual , mengidam


- Trimester II : kram pada kaki, sakit pada bagian punggung

- Trimester III : pendarahan pervagina tidak disertai nyeri, letak

bayi sungsang , mulas menjalar ke pinggang hilang timbul

semakin lama semakin kuat, keluar air dari vagina.

Saat dilakukan pemeriksaan leopod I tidak teraba bagian


janin pada fundus uteri, pada leopod II letak melintang teraba
balotemen kepala pada salah satu fosa iliakan\ dan bokong
pada fosa iliaka yang lain, leopod III dan IV tidak teraba bagian
janin pada bawah uteri.

d. Pergerakan anak : ada

kapan : 3 jam yang lalu

Berapa kali : 3 kali

12. Keluhan utama (Keluhan saat dikaji)

Pasien mengatakan mengalami pendarahan yang keluar dari vagina

berwarna merah segar tidak disertai nyeri, mulas menjalar ke pinggang

hilang timbul semakin lama semakin kuat, keluar air dari vagina

13. Riwayat keluhan sekarang (PQRST)

Pasien mengatakan mengalami mulas rasanya seperti ditusuk-tusuk

yang menjalar ke pinggang dengan skala nyeri 4 hilang timbul semakin

lama semakin kuat.


C. Keadaan Kehamilan Saat Ini

1. Pola kebutuhan sehari-hari (Data Biologis)

No Pola Aktivitas sehari- Di Rumah Dirumah sakit

hari (saat dikaji)


1. Pola makan dan

minum

a. Makan

Frekuensi 2 kali sehari 3 kali sehari

Jumlah 1 porsi 1 porsi

Jenis Nasi lauk Nasi lauk , buah

Pantangan sayuran -

Keluhan - -

b. Minum
± 1500 cc
Jumlah ± 2000 cc
Air mineral, susu
Jenis Air mineral
-

Keluhan -
2. Pola eliminasi

a. BAB

Frekuensi 1 kali sehari 1 kali sehari

Konsistensi Lembek Lembek

Warna Kuning khas Kuning khas


Keluhan - -

b. BAK

Frekuensi 4-5kali 4-5 kali

Konsistensi ± 1000 ± 1000

Warna Kuning jernih Kuning jernih

Keluhan - -

3. Istirahat Tidur

a. Siang

Kuantitas - -

Kualitas Nyenyak Nyenyak

Keluhan - -

b. Malam

Kuantitas 6-7 jam 7-8 jam

Kualitas Nyenyak Nyenyak

Keluhan - -
4 Pola kebersihan

Mandi 2 kali sehari 1 kali sehari

Gosok gigi 2 kali sehari 2 kali sehari

Cuci Rambut 1 kali sehari 2 hari sekali

Gunting kuku 1 kali seminggu -

Ganti pakaian 2 kali sehari 2 kali sehari


5. Aktivitas

Mandiri

Dibantu sebagian
Tergantung penuh

Keluhan Tidak ada Tidak ada


6. Pola Seksual

Frekuensi 1/ minggu

Keluhan -

2. Pemeriksaan Fisik

1) Keadaan Umum
Penampilan : Pasien nampak lemah, wajahnya tampak
cemas dan tidak bersemngat
GCS : composmentis E:4 M:6 V:5 = 15
Antopometri : TB 162cm
BB 55 kg
BB hamil 61kg
TTV : TD : 120/80 mmHG
N : 80x/menit
S : 37°C
R : 20x/menit

2) Sistem Pernapasan

penciuman baik dapat membedakan mentol dan


kopi,bentuk hidung simetris sejajar dengan nasolabia,tidak
ada pernafasan cuping hidung ,tidak terdapat bersin-
bersin,tidak ada defromitas warna mukosa hidung normal
berwarna merah muda tidak ada edema tidak terdapat
pendahran dihidung,dan tidak terdapat nyeri tekan
dibagian ,sinus maksiralis,sinus prontalis,sinus zigomatikus
trakea tampak berada ditengah ukuran dada normal
1:2 bentuk dada normal simetris kanan dan kiri tidak ada
deformitas pada bagian dada tidak terdapat nyeri. Tidak
terjadi pelebaran intercostal. Terasa getaran seimbang
anatara dada kanan dan dada kiri , ketika dilakukan vocal
premitus , ekspansi paru seimbang antara dada kanan dan
kiriterdengar bunyi resonan pada area paru ICS 1 sampai 5
kanan dan ICS 1dan 2 dikiri terdengar suara nafas bronchial
frekuensi nafas 20x/menit keteraturan napas normal
kedalaman polas nafas normal tidak ada nafas tambahan
kemudahan pola nafas normal tidak terlihat adanya
penggunaan otot nafas tambahan tidak terdapat cianosis dan
clubbing.

3) Sistem kardiovaskular
Konjungtiva anemis tampak pucat terjadi sianosis CRT> 2
detik, tidak ada peningkatan vena jugularis letak ictus cordis
berada di sela sela iga denyut nadi 80x/menit teratur teakanan
darah 120/80 mmHg terdapat suara dulnes pada ICS 3 sampai 5
bunyi jantung terdengar normal lub dan dub tidak ada suara
nafas tambahan seperti mur-mur dan bruith

4) Sistem pencernaan
Bentuk mulut pasien simetris, bau mulut tercium,tidak ada
nyeri pada bagian mulut dan tenggorokan kemampuan bicara
normal, normal pada saat mengigit mengunyah dan menelan
,rasa kecap pada lidah normal padap membedakan asin,
pedas,manis, asam ukuran dan bentuk lidah
normal,kelembaban warna normal merah muda tidak ada
ulserasi pembekakan. Warna gusi merah mudah, tidak ada
edema tidak terdapat pendarahan , tidak ada nyeri pada
gusi,jumlah gigi geligi 32, tidak ada karies tidak sensitive
terhadap dingin dan panas,tidak terdapat suara serak, tidak ada
batuk dan hemaptoe . ukuran abdomen normal , warna
abdomen sawo matang merata bentuk abdomen berbentuk
cembung tidak terdapat rash dan distensi , nyeri pada bagian
ulu hati, tidak ada massa dan pilsasi abnormal,bising usus 8x/
menit terdengar bunyi timpani saat dilakukan perkusi tidak
terdapat hemoroid
`
5) Sistem perkemihan
Tidak adaacsites dan edema palpebral jumlah urine dan
warna urin kuning jernih khas frekuensi urine normal 6-8x/
hari,tidak ada urgensi, tidak ada nyeri saat membuang air
kecil,tidak merasa terbakar/ panas saat BAK tidak terdapat
inkontensia, tidak ada perubahan pancaran urine,unuresis dan
distensi blandder. Tidak ada nyeri tekan pada ginjal kiri dan
kanan.

6) Sistem reproduksi
Bentuk payudara tampak simetris antara kanan dan kiri
putting susu meninjol areola berbawarna coklat,tidak ada
hipergigmentasi, tidak ada nyeri tekan pada bagian payudara,
tidak terdapat massa konsintasi bersih tidak ada striae atau
kelainan pada payudara, kebersihan putting bersih
Tidak ada Striae, tidak ada luka operasi , TFU 30cm, tafsiran
enyut jantung 145 denyut /menit , tidak ada konsitensi uterus
dan massa. Vulva vagina tampak baik dan bersih, konsistensi
pada vulva normal ,memakai pembalut karna tidak mengalami
pendarahan , tidak ada nodul, tidak ada massa dan tidak ada
pruritus. Pemeriksaan dalam inspeksi portio livide, ostrium
uterus ekstema tertutup dan fluxus (-) , tidak dilakukan colok
vagina.
Saat dilakukan pemeriksaan leopod I tidak teraba bagian
janin pada fundus uteri, pada leopod II letak melintang teraba
balotemen kepala pada salah satu fosa iliakan\ dan bokong
pada fosa iliaka yang lain, leopod III dan IV tidak teraba bagian
janin pada bawah uteri.

7) Sistem musculoskeletal
Ukuran normal bentuk sama kanan dan kiri simetris kanan
dan kiri , temper\ature normal, warna pigmentasi merata,akral
hangat, tidak ada hematom,uncerasi,turgor kulit kembali 2
detik, tidak ada parieses atau pembengkakan tidak ada fraktur
dan tandab homman. Reflek normal
Sendi simetris,tidak ada deformitas atau kekakuan tidak ada
fiksasi , massa dan tidak adanya pembengkakan, tidak ada
krpitasi dan nyeri. Otot simetris kanan dan kiri seimbang
ukuran otot normal, bentuk simetris, tidak ada kelemahan pada
otot kanan dan kiri dapat menahan beban , tidak aada
kram,,spasme, rigiditas dan tremor . tiak terdapat skar, tidak
adanya edema sacral,tidak ada abnormalitastulang belakang
normal.

8) Sistem integument
Warna kulit sawo matang,tidak terdapat pola
pigmentasi,keadaan normal,tidak ada penyumbatan pembuluh
darah, temperature normal, tekstur elastis ,turgor kemabli 2
detik tidak ada lesi ,tipe kulit lembut,sawo matang, distribusi
rambut merata , tidak bersisik,tidak ada pendarahan,tidak ada
jaringan skar,tidak ada edema dan kekeringan/massa, , tidak
ada petechie,pruritus, dan edema .
9) Sistem neurologic
1) Tingkat kesadaran :
Kulitas : Compos Mentis
Kuantitas : Nilai GCS E:4 M:6 V:5 = 15
2) Fungsi nervus cranial
a. Nervus I (Olfaktorius)
Pasien dapat membedakan bau minyak kayu putih
b. Nervus II (Optikus)
Pasien tidak menggunakan kaca mata dan dapat
membaca papan nama perawat dengan benar dengan
jara -/+ 30cm
c. Nervus III ,IV,VI (Okulomotorius,
Throclearis,Abduven)
Pasien dapat mengikuti pergerakan bola mata
kesegala arah , ukuran pupil isokor,reflek pupil
miosis padaa saat terkena cahaya , serta dapat
membuka dan menutup mata dengan baik tanpa
bantuan
d. Nervus V (Trigeminus)
Pasien dapat mengunyah dengan baik
e. Nervus VII ( Facialis)
Pasien mampu menggerakan alis,tersenyum, pasien
mampu membedakan rasa manis dan asin
f. Nervus VIII ( Auditorius)
Pasien dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa
alat bantu
g. Nervus IX ( Glosofaringeus)
Reflek muntah baik
h. Nervus X ( Vagus)
Reflek menelan baik, ovula berada di tengah , dan
bergetar ketika mengucapkan “aaaa”
i. Nervus XI Assesorius)
Pasien mampu menahan tekanan saat menoleh ke
samping kanan dan kiri serta kemampuan menelan
ketika bahu diberi tahanan
j. Nervus XII (Hipoglosus)
Pasien mampu menggerakan lidahnya ke
kanan,kiri,atas dan bawah

3. Data Psikologis

a. Status emosi

Stabil dan tampak tenang

b. Kecemasan

Pasien tampak sedikit cemas

c. Pola koping

pasien menerima keadaan dengan mengikuti pengobatan yang


diberikan perawat
d. Gaya komunikasi

Pasien berkomunikasi dengan lancer dapat menjawab pertanyaan


dan memberikan umpan balik
e. Konsep diri
1. Gambaran diri
Klien terlihat tenang dan sabar dalam menghadapi
penyakitnya
2. Harga diri
Klien tidak merasa dirinya rendah
3. Peran
Klien masih berperan sangat baik dirumah tangga maupun
dimasyarakat
4. Identitas diri
Klie merasa identitas dirinya sangat jelas
5. Ideal diri
Klien merasa dirinya ideal

4. Data Sosial

Pasien dengan keluarga dan lingkungan sangat baik terlihat klien


berbincang akrab dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya . komunikasi
klien dnegan perawat dan dokter sangat baik

5. Data Spiritual

Pasien adalah seorang penganut agama islam yang selalu berusaha


menjalankan ibadah sesuai dnegan ajaran agama yang dianutnya, selama
dirawat klien mengatakan selalu menjalankan ibadahnya melalui doa, dan
yakin untuk slalu melakukan solat 5 waktu.

6. Data pengetahuan

Klien mengatakan kurang mengetahui tanda bahaya kehamilan


klien mengatakan tidak ada keluhan pada saat melakukan hubungan
seksual dengan suami,klien mengatakan asupan nutrisinya slalu dijaga
Karena pasien ingin memberikan yang terbaik untuk janinnya ,Klien
mengatakan tahu untuk mengatur pola kebersihan diri dan perawatan
diri klien slalu melakukan senam hamil untuk kebugaran janin dan ibu
nya
Tetapi klien blum terlalu memahami tentang keluarga berencana
dan apa saja alat kontrasepsi yang harus digunakan
7. Data Penunjang

Test lab :

BIO KIMIA HASIL LAB NILAI KETERANGAN

RUJUKAN
HEMOGLOBIN 7,8 g/Dl 12-16 g/dL Rendah
LEUKIMIA 8.800/uL 3.200- Normal

10.000/uL
HEMATOKRIT 25 % 35-45% Rendah

D. Analisa Data

N DATA ETIOLOGI MASALAH

O
1 DS : Plasennta previa Resiko

 Pasien mengatakan ↓ perdarahan

mengeluarkan darah Pertambahan usia

dari kemaluan 3x ganti kehamilan

pembalut dalam 6 jam (trimester 3)

DO : ↓

 Darah keluar berwarna Uterus mengalami

merah segar tidak perubahan

disertai nyeri ↓

 Kadar Hb 7,6 g/Dl Terjadi

 Kadar Hct 25 % pembentukan


segmen bawah

rahim dan

pembukaan ostium

interna

Plasenta menempel

di segmen bawah

rahim/ plasenta

lepas dari dinding

rahim

Sinus

robek/rupture

Resiko

perdarahan
2 DS : Plasennta previa ansietas

 Pasien merasa tidak ↓

nyaman Pertambahan usia

 Pasien mengatakan kehamilan

pernah diurut pada (trimester 3)

bagian perut ↓

sebelumnya Uterus mengalami

DO : perubahan
 Posisi bayi sungsang ↓

 Terjadi perdarahan Terjadi

pervagina pembentukan

segmen bawah

rahim dan

pembukaan ostium

interna

Plasenta menempel

di segmen bawah

rahim/ plasenta

lepas dari dinding

rahim

Sinus

robek/rupture

Resiko perdarahan

Ansietas
3 DS : Plasennta previa Resiko

 ↓ gangguan

DO : Pertambahan usia hubungan ibu

 Mulas menjalar pada kehamilan dan janin


bagian pinggang (trimester 3)

 Gerakan janin dapat ↓

dirasakan Uterus mengalami

 Keluar air-air dari perubahan

kemaluan ↓

Terjadi

pembentukan

segmen bawah

rahim dan

pembukaan ostium

interna

Plasenta menempel

di segmen bawah

rahim/ plasenta

lepas dari dinding

rahim

Sinus

robek/rupture

Resiko perdarahan


HbO2 dalam darah

menurun

O2 ke jaringan

fetus menurun

Resiko gangguan

hubungan ibu

dan janin

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Resiko perdarahan b.d keluar darah pervaginam

2. ansietas b.d perubahan status kesehatan

3. Resiko gangguan hubungan ibu dan janin b.d kelainan letak

plasenta

4. PERENCANAAN

Resiko perdarahan b.d keluar darah pervaginam

Definisi rentan mengalami penurunan volume darah, yang dapat mengganggu kesehatan

Domain 11 keamanan / perlindungan


Kelas 2 cedera fisik
Tujuan Intervensi Rasional Paraf
Setelah dilakukan Pengurangan perdarahan 1. Mempermudah

tindakan tindakan
1. Identifikasi penyebab
keperawatan keperawatan
pendarahan
selama 3x24 jam 2. Melihat
diharapkan resiko perkembangan
2. Monitor pasien akan
perdarahan pat yang terjadi
perdarahan secara ketat
teratasi dengan membaik atau
nkriteria hasil : memburuk
Keparahan
3. Mempermudah
kehilanngan darah 3. Monitor jumlah dan
dalam dokumentasi
Indikator A T sifat kehilangan darah
Perdarah 3 4 dan melakukan

an tindakan yang

pervagin sesuai

a 4. Agar termonitor hb
Penuruna 3 4
dan hct
n 4. Perhatikan kadar

haemogl haemoglobin dan

obin hematokrit sebelum dan

(Hgb) sesudah kehilangan


5. Untuk mengurangi
Penuruna 3 4
darah
resiko terjadinya
n
5. Instruksikan pasien hal yang
hematokr
akan pembatasan memperparah
it (Hct)
aktifitas status kesehatan

Keterangan Pecegahan syok 6. Untuk melakukan


1 : berat dan mencegah
6. Monitor terhadap
2 : cukup berat terjadinya syok
adanya respon
3 : sedang
kompensasi awal
4 : ringan
syok ( misalnya t
5 : tidak ada
ekanan darah normal,

tekanan nadi

melema, hipotensi

ortostatikringan15 –

25 mmHg,

perlambatan

pengisian kapiler,

pucat/dinginpada

kulit dan atau

kemerahan, takipnea

ringan, ,ual dan

muntah, peningkatan

rasa haus

dankelemahan)

7. Berikan cairan melalui


7. Mengganti cairan
IV atau oral, sesuai
yangkeluar agar
kebutuhan cairan dalam tubuh

seimbang

( moorhead,

johnson, maas,
( bulechek, buther,
swanson,2016 )
dochterman, ( doengoes, 2012 )

wagner, 2016 )

Ansietas b.d perubahan status kesehatan

Definisi perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai responotonom

(sumber sering sekali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu),perasaan takut yang

disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Hal ini merupakan adanya bahaya dan

memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman

Domain 9 koping/toleransi stres

Kelas 2 respon koping


Tujuan Intervensi Rasional Paraf
Setelah dilakukan Tingkat kecemasan

tindakan keperawatan 1. Gunakan 1. Agar pasien


selama 3x24 jam pendekatan yang merasa nyaman
diharapkan ansietas menyenangkan 2. Pasien mengerti
dapat teratasi dengan 2. Jelaskan semua dan paham akan
nkriteria hasil : prosedur dan apa pengobatan yang
Tingkat kecemasan yang dirasakan diberikan
Indikator A T selama prosedur 3. Hubungan
Perasaan 3 4
keluarga akan
gelisah
Serangan 3 4 3. Libatkan keluarga membantu

panik untuk mendampingi mempercepat


Fatigue 3 4
klien kesembuhan dan

Keterangan menggurangi

1 : berat kecemasan yang

2 : cukup berat dirasakan

3 : sedang 4. Mengurangi rasa

4 : ringan cemas

5 : tidak ada 4. Instruksikan pada

pasien untuk

menggunakan teknik

relaksasi 5. Mempermudah

5. Identifikasi tingkat tindakan

kecemasan keperawatan
( moorhead, johnson,
untuk mengurangi
maas, swanson,2016 )
tingkay

kecemasan

6. Mtmpermudah

6. Bantu pasien dalam pengobatan

mengenal situasi
yang menimbulkan 7. Mengurangi

kecemasan kecemasan yang

terjadi

7. Dorong pasien untuk

mengungkapkan

perasaan, ketakuta,

persepsi

( doengoes, 2012 )

( bulechek,

buther,

dochterman,

wagner, 2016 )

Resiko gangguan hubungan ibu dan janin b.d kelainan letak plasenta

Definisi rentan terhadap diskontinuitas hubungan simbiotik ibu-janin sebagai akibat kondisi

komorbid atau terkait kehamilan, yang dapat mengganggu kesehatan

Domain 8 seksualitas
Kelas 3 reproduksi
Tujuan Intervensi Rasional Paraf
Setelah dilakukan Pengurangan

tindakan keperawatan peredarahan : uterus

selama 3x24 jam antepartum

diharapkan resiko 1. Tinjau faktor-faktor


1. Mengetahui
gangguan hubungan risiko yang
penyebab dan
ibu dan anindapat berhubungan
pengobatan yang
teratasi dengan dengan pendarahan
sesuai dengan status
nkriteria hasil : pada kehamilan
kesehatan sekarang
Status maternal : ( misalnya abrupsio
inpartum plasenta, meroko,
Indikator A T penggunaan kokain,
Perdarahan 3 4
hipertensi akibat
di vagina
Sakit 3 4 ehamilan, plasenta
punggung previa)
Nyeri 3 4 2. Mempermudah dan
dengan 2. Monitor tanda-
mencegah terjadi hal
kontraksi tanda vital sesuai
yang tidak
Keterangan
dengan keburuhan
diinginkian
1 : berat berdasarkan jumlah
3. Mempercepat
2 : besar kehilangan darah
pengobatan dan
3 :sedang 3. Mulai prosedur-
menggati cairan
prosedur darurat
4 : ringan yang keluar
5 : tidak ada untuk perdarahan

antepartum drngan

cara yang tepat

( misal terapi
4. Membuat nyaman
oksigen, terapi IV,
dan aman agar
dan jenis
terhindar dari KTD
lintas/cross)

5. Untuk memonitor
4. Mulai tindakan-
perubahan yang
tindakan keamanan
terjadi selama
(misal bedrest,
pengobatan
posisi lateral)

5. Instruksi pasien

untuk melapor

peningkatan

perdarahan

vagina( misal

menyembur,
6. Mengetahui
menetes,
penyebab apakah
pembekuan)
berhubungan
Perawatan
dengan penyakit
kehamilan resiko
sbelumnya tau tidak
tinggi
7. Pasien mengetahui
6. Kaji riwayat dan menambah

kehamila dan wawasan agar

persalinan yang pasien bisa

berhubungan melakukan

dengan faktor pencegahan

resiko

kehamilan

7. Berikan materi

( moorhead, johnson, pendidikan

maas, swanson,2016 ) kesehatan yang

mebahas faktor

resiko, ( doengoes, 2012 )

pemeriksaan

surveillans dan

tindakan yang

biasa dilakukan.

( bulechek,

buther,

dochterman,

wagner, 2016 )
5. INTERVENSI

D Tangga Implementasi Evaluasi Paraf

X l/jam
1 28 1. mengidentifikasi S :pasien mengatakan

novemb penyebab darah yang keluar dari

er pendarahanyang ter jadi vagina berkurang

2014/ O:
R/ pendarahan yang
14.00 Hb 12 g/dl
keluar banyak dan 3 kali
Hct 30%
ganti pembalut / 6 jam
Leukosit 8.900/uL

2. Memonitor perdarahan
Indikator T A
secara ketat Perdarah 4 4

an
R/ pendarahan terjadi
pervagin
terus menerus
a
Penuruna 4 4

16.00 n
3. Monitor jumlah dan sifat
haemogl
kehilangan darah
obin
R/ jumlah darah yang
(Hgb)
keluar ± 30 cc perhari , Penuruna 4 4

cair dan berwarna merah n


segar hematokr

17.00 it (Hct)
4. Perhatikan kadar

haemoglobin dan
A : masalah teratasi
hematokrit sebelum dan
P : intervensi dihentikan
sesudah kehilangan

darah

R/ hb saat di periksa 7,8

g/dl dan hematokrit 25%

keterangan rendah

5. Meninstruksikan pasien

akan pembatasan

aktifitas

R/ pasien mengikuti

anjuran danhanya

beraktifitas di atas kasur

19.00 6. Memonitor terhadap

adanya respon

kompensasi awal syok

( misalnya t ekanan

darah normal, tekanan

nadi melema, hipotensi

ortostatikringan15 – 25
mmHg, perlambatan

pengisian kapiler,

pucat/dinginpada kulit

dan atau kemerahan,

takipnea ringan, ,ual dan

muntah, peningkatan

rasa haus dankelemahan)

R/ td 120/80 mmHg,

nadi 80 x/mnt, respirasi

20x/mnt, dan suhu 37ºC

7. memerikan cairan
20.00
melalui IV sesuai

kebutuhan

R/ pasien diberikan

cairan RL untuk

mengganti cairan yang

2 hilang

8. Gunakan pendekatan

yang menyenangkan

R/ pasien tampak S : Pasien mengatakan

nyaman dan merespon sudah tidak cemas

dengan baik O:
9. Jelaskan semua prosedur Indikator T A
Perasaan 4 4
dan apa yang dirasakan
gelisah
selama prosedur Serangan 4 4

R/ pasien mengerti dan panik


Fatigue 4 4
paham

29 10. melibatkan keluarga untuk A : ansietas teratasi

novemb mendampingi klien P : intervensi dihentikan

er R/ keluarga tampak

2014/ antusias dalam membantu

08.00 proses penyembuhan

pasien

11. meninstruksikan pada

pasien untuk

menggunakan teknik

relaksasi

R/ pasien tampak rileks

saat melakukan relaksasi

12. mengidentifikasi tingkat

kecemasan

R/ pasien nampak cemas

karena darah yang keluar

banyak

13. membantu pasien


mengenal situasi yang

menimbulkan kecemasan

R/ pasien nampak paham

dan mengerti apa yang

membuat cemas dan

bagaimana cara

mengatasinya

13.00 14. mendukung pasien untuk

mengungkapkan perasaan,

ketakuta, persepsi

R/ pasien merasa lega

karena bia meluapkan apa

yang menbuatnya merasa

cemas

3 17.00 15. meninjau faktor apa saja S:

risiko yang berhubungan O:

dengan pendarahan pada Indikator T A


Perdarahan 4 4
kehamilan nya saat ini
di vagina
R/ pasien mengalami Sakit 4 4

plasenta previa dengan punggung


Nyeri 4 4
keadaan janin letak
dengan
sungsang djj 145x/menit kontraksi

16. Memonitor tanda-tanda

vital sesuai

R/ pendarahan terjadi

±20cc dengan td 120/80

mmHg

17. Memulai prosedur-

prosedur darurat untuk


19.00
perdarahan antepartum

dengan cara yang tepat

( misal terapi oksigen,

terapi IV, dan jenis

lintas/cross)

R/ pasien diberikan terapi

RL dan pemberian asam

21.00 traneksamat

untukmengurangi

perdarahan

18. Memulai tindakan-

tindakan keamanan (misal

bedrest, posisi lateral)

R/ pasien bed rest


19. meinnstruksi pasien untuk

melapor peningkatan

perdarahan vagina( misal

menyembur, menetes,

pembekuan)

R/ darah yang keluar


1 menetes
desemb
20. mengkaji riwayat
er
kehamilan dan
2014/0
persalinan yang
7.00
berhubungan dengan

faktor resiko kehamilan

R/ terjadi perdarahan

pervagina pada trimester

ke 3 keluar darah merah

segar

21. memberikan materi

pendidikan kesehatan

yang mebahas faktor

resiko, pemeriksaan

surveillans dan tindakan

yang biasa dilakukan.


R/ pasien paham dan

mengatakan bahwa ini

menambah wawasannya

tentang tandabahaya

kehamilan

22. EVALUASI (SOAP)

Resiko 1 desember S : pasien

perdarahan b.d 2014/ 09.00 mengatakan

pendarahan yang

terjadi berkurang

O : Hb 12 g/dl

Hct 35%

Leukosit 9000/uL

A : maslah

teratasi

P : intervensi

dihentikan pasien

dipulangkan
Ansietas b.d 1 desember S : pasien

penurunan status 2014/09.00 mengatakn tidak

kesehatan cemas lagi karena


sudah

mendapatkan

pengobatan yang

baik

O : pasien tampak

tenang,

perdarahan

berkurang

A : masalah

teratasi

P : intervensi

dihentikan pasien

dipulangkan
Resiko gangguan 1 desember S : pasien

hubungan ibu 2014/09.00 mengatakan

dan janin b.d mulas disetai

nyeri berkurang

O : pasien

nampak lebih

baik dari

sbelumnya , air

yang keluar

melalui vagina

berkurang,
A : masalah

teratasi

P : intervensi

dihentikan pasien

dipulangkan

DAFTAR PUSTAKA

Nanda International. (2018). Diagnosa keperawatan: definisi danklasifikasi 2018-

2020. Jakarta: EGC

Bulechek, G., Butcher, H., Docterman, J., & Wagner , C. (2016). Nursing

Interventions Classification (NIC). Oxford:Elsevier.

Moorhead., S., Johnson, M., Maas, M. L., & Swanson, E. (Eds).(2016). Nursing

Outcomes Classification (NOC). Indonesia: Elseveir


Manuaba, Ida bagus Gde, (2005). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan

Keluarga berencana unuk Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta.

Doengoes, M. E.(2000). Rencana Asuhan Keperawatan:Pedoman Untuk

Perencanaan dan Pendokumentasian Pasien. Alih bahasa: I Made

K.,Nimade S.Jakarta:EGC

http://eprints.ums.ac.id/16768/2/BAB_I.pdf