Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN

PRAKTIKUM MIKROPALENOTOLOGI

ALBUM FORAMINIFERA BESAR

Disususn oleh :

Irene Austin A. Berhitu

410018056

Kelas 01

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

DEPARTEMEN TEKNIK

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA

2020
FORAMINIFERA BESAR

1. Assilina Camerinidae

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Filum : Protozoa

Kelas : Sarcodina

Ordo : Foraminifera

Sub Ordo : Rotalina

Family : Camerinida

Sub Family : Camerininae

Genus : Assilina

Spesies : Camerinidae

Deskripsi :

Fosil foraminifera ini memiliki jumlah kamar cangkang yang pipih, bentuk test
evolute, dengan atau tanpa pilar. kamarnya terputar secara spiral dan umumnya lebih
dari 4 putaran.
2. Numulites Camerinidae

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Filum : Protozoa

Kelas : Sarcodina

Ordo : Foraminifera

Sub-Ordo : Fusulina

Famili : Camerinidae

Sub Famili : Camerininae

Genus : Nummulites

Spesies : Camerinidae

Deskripsi :

Fosil foraminifera ini memiliki jumlah kamar yang banyak (Multy Chamber) dengan
perputaran kamar yang Menganan bentuk melensa, kamarnya terdiri dari initial chamber
dan Chamber (kenampakan vertikal dan zorizontal terlihat initial chamber). Komposisi
dinding test berupa Calcareous Microgranular ( Cushman, 1928 ).
3. Lepidocyclina sp. Marginata

Kingdom : Protista

Filum : Protozoa

Kelas : Sarcodina

Ordo : Foraminifera

Sub-Ordo : Rotalina

Super Famili : Orbitoilinae

Famili : Orbitoilinae

Genus : Lepidocyclina

Deskripsi :

Fosil foraminifera ini memiliki jumlah kamar yang banyak (Multy Chamber) dengan
bentuk melensa. Tampak vertikal : kamarnya terdiri dari chamber (Lateral Chamber,
dan Chamber wall) dan bidang ekuatorial dan pada tampak horizontal : Lateral
Chamber, dan Chamber wall, initial chamber dan bidang ekuatorial dan komposisi
dinding test berupa hyaline dan juga terlihat seperti adanya septa.
4. Alveolinella sp( d’Orbigny, 1826 )

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Phylum : Protozoa

Class : Miliolata

Order : Soritida

Family : Alveolinidae

Genus : Alveolinella

Spesies : Alveolina sp

Umur : Miosen

Occurrence : Semarang, North Central Java, Indonesia

Deskripsi :

Genus ini merupakan genus yang punah, foraminifera dengan bentuk elips atau bulat.
Fosil ini memiliki cangkang gampingan hyaline, bentuk kamar bulat, susunan kamar
terputar, monothalamus, planispiral, memiliki bentuk aperture bulat, posisi aperture
terminal dan sifat primer, fosil ini memilicxki hiasan smooth.
5. Miogypsinoides sp.

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Phylum : Protozoa

Class : Rotaliata

Order : Rotaliida

Family : Migypsinidae

Genus : Miogypsinoides

Spesies : Migypsian

Umur : Miosen

Occurrence : Prupuh, Java, Indonesia

Deskripsi :

Foraminifera besar ini memiliki kenampakan luar terbentuk segitiga, lonjong dan kulit
luarnya datar.
6. Miogypsina Formosensis ( Yabe and Hanzawa, 1928 )

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Filum : Protozoa

Kelas : Rotaliata

Ordo : Rotaliida

Famili : Miogypsinidae

Genus : Miogypsinoides

Spesies : Migypsian

Deskripsi :

Fosil ini berumur oligosen – paleosen, kenampakan luar berbentuk segitiga, lonjong
hingga bulat, kadang seperti bintang/pligonal, permukaan papilliate, sering di jumpai
tongkak.
7. Milliolina sp.

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Filum : Protozoa

Kelas : Sarcodina

Ordo : Foraminifera

Sub Ordo : Milliolina

Super Famili : Millioliniae

Famili : Milliolinidae

Spesies : Milliolina Sp

Deskripsi :
Fosil ini memiliki jumlah kamar yang banyak (Multy Chamber) dengan perputaran
kamar yang milioline pigmoidal bentuk melensa, kamarnya terdiri dari initial chamber
dan Chamber. Komposisi dinding test berupa Calcareous Imperforate (Porcelain). Fosil
ini berumur Tersier dan lingkungan pengendapannya neritic (0-200 m).
8. Operculina Anmonoides ( 1971 )

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Filum : Foraminifera

Kelas : Rotaliata

Ordo : Numulitidae

Sub Ordo : Nummulitida

Super Famili : Nummulitidea

Famili : Nummulitidae

Genus : Operculina

Spesies : Complanata

Deskripsi Fosil : Merupakan fosil yang memiliki komposisi dinding hyaline sehingga
nampak bening, agak transparan, jumlah kamar polythalamus, susunan kamar planispiral
involute, putaran ke kanan, bentuk test spiral, cakram, posisi aperture terminal, bentuk
aperture membulat, terdapat ornamen berupa limbat suture dimana bentuk seperti garis
radial yang memanjang dari pusat kamar ke ujung. Pada bagian luar suture agak menebal
disebut dengan keel dan ke ujung suture mengalami liukan ke kanan disebut sigmoidal
septal filament. Kamar involute karena body whorl menjadi jalan masuk bagi kamar
selanjutnya. Fosil ini berumur oligosen-pliosen dan lingkungan hidupnya neritik.
9. Cycloclypeus carpentari ( Brady, 1881 )

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Filum : Protozoa

Kelas : Rotaliata

Ordo : Nummulitida

Famili : Nummilitidae

Genus : Cycloclypeus

Spesies : Carpentari

Deskripsi :

Fosil ini berumur Resen – Holosen. kenampakan luar da fosil Cycloclypeus seperti
lensa dan memiliki kamar sekunder yang siku – siku terlihat dari luar.
10. Heterostegina sp. ( d'Orbign )

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Super Filum : Rhyzaria

Filum : Foraminifera

Kelas : Polythalamea

Ordo : Rotaliida

Famili : Nummulitidae

Genus : Heterostegina

Spesies : Heterostegina Depressa

Deskripsi :

Fosil ini memiliki cangkang gampingan hyaline, bentuk kamar bulat, susunan kamar
terputar, polythalamus, discoid, memiliki bentuk aperture bulat, posisi aperture
terminal, dan sifat primer, fosil ini memiliki hiasan smooth.
11. Discocyclina sp. Gumbel

Super Kingdom : Eukaryota

Kingdom : Protista

Filum : Rizaria

Kelas : Foraminifera

Ordo : Rotaliida

Sub Ordo : Rotaliina

Super Famili : Nummulitoidea

Famili : Discocyclinidae

Genus : Discocyclina

Spesies : Discocyclina sp.

Deskripsi :
Fosil foraminifera ini memiliki jumlah kamar yang banyak (Multy Chamber) dengan
bentuk melensa, Tampak Vertikal (initial chamber, Lateral Chamber, dan Chamber wall)
dan bidang ekuatorial. Komposisi dinding test berupa hyaline.. Fosil ini memiliki umur
tersier dan lingkungan pengendapannya neritic (0-200 m).
DAFTAR PUSTAKA

• Ramadhan, G 2016, “Album Foraminifera Besar”, Yogyakarta

• Fajar, A 2015, “Album Mikrofosil Foraminifera”, Yogyakarta

• Ahmad, A 2012, “Foraminifera”, Jakarta

• Ardiansyah, R, M 2016, “Album Mikropaleontologi Plangtonik dan Benthonik”


LAPORAN

PRAKTIKUM MIKROPALENOTOLOGI

DESKRIPSI FORAMINIFERA BENTHONIK

Disususn oleh :
Irene Austin A. Berhitu

410018056
Kelas 01

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


DEPARTEMEN TEKNIK
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA
2020