Anda di halaman 1dari 50

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Bpk.

A DI
LANUD ADISUTJIPTO RT 008 BANGUNTAPAN BANTUL
YOGYAKARTA

Disusun oleh:
Prillia Dirgantari
1910206013

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2020
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan ke : 1

Tanggal : Jumat, 8 Mei 2020

Materi : Bina Hubungan Saling Percaya (BHSP)

A. Latar Belakang
Proses keperawatan merupakan suatu proses pemecahan masalah yang sistematis
yang digunakan baik pada individu, keluarga, kelompok dan komunitas. Pada
keperawatan keluarga perawat dapat mengkonseptualisasikan keluarga sebagai unit
pelayanan dan keluarga sebagai unit atau sistem, maka fokusnya adalah keluarga.
Pelayanan keperawatan keluarga merupakan salah satu area pelayanan keperawatan yang
dapat dijalankan dimasyarakat (Riasmani dkk, 2017).
Keperawatan keluarga adalah roses pemberian pelayanan kesehatan yang sesuai
dengan kebutuhan keluarga. Pelayanan keperawatan ini merupakan pelayanan holistik
yang menempatkan keluarga sebagai fokus pelayanan. Keluarga akan berperan aktif
dalam tahap pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi tindakan keperawatan
dengan menggunakan sumber-sumber pelayanan kesehatan yang ada dikeluarga.
Termasuk sumber-sumber dari profesi lain yang memberikan pelayanan kesehatan
dikomunitas. Upaya pemberian pelayanan ini termasuk didalamnya pencegahan primer,
sekunder dan tersier (Depkes 2008, dalam Riasmani 2017).
Menurut Friedman, Bowden, dan Jones (2003 dalam Riasmani, 2017), keluarga
sebagai unit terkecil dalam masyarakat akan sangat berpengaruh terhapa derajat
kesehatan. Keluarga bertangguang jawab terhadap pemenuhan kebutuhan dan tuntutan
anggota keluarganya termasuk dibidang kesehatan. perawat dalam hal ini akan
menunjang keterlibatan setiap anggota keluarga dalam pengkajian, perencanaan,
pengambilan keputusan, dan perawatan.
Maka dari itu yang terenting dalam keperawatan keluarga adalah terciptanya rasa
salaing percaya anatara anggota keluarga dengan perawat. Tahap perkenalan atau bina
hubungan saling percaya merupakan hal yang penting dalam tahap awal untuk memulai
suatu kegiatan, terutama dalam proses keperawatan keluarga sebagai langkah awal
menjalin trust dan pengambilan informasi yang berkelanjutan pada keluarga binaan
sebelum dilakukannya pengkajian lebih lanjut.
B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa
Belum dapat ditegakkan
2. Tujuan umum
Setelah dilakukan kegiatan BHSP diharapkan tercipta hubungan saling percaya antara
keluarga dengan mahasiswa
3. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x20 menit diharapkan keluarga
dapat:
a. Membina hubungan saling percaya antara keluarga dengan mahasiswa
b. Mahasiswa dapat menyampaikan tujuan kedatangan
c. Mahasiswa melakukan kontrak waktu untuk kegiatan selanjutnya dengan keluarga
C. Rencana Kegiatan
1. Metode
Metode yang digunakan ialah wawancara dan diskusi dengan seluruh anggota
keluarga
2. Media dan Alat
Media yang digunakan alat tulis serta format pengkajian keluarga
3. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Jumat, 8 Mei 2020
Waktu : 16.00 WIB
Alamat : Perumahan TNI AU Lanud Adi Sutjipto Blok L-10 Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta
4. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) Membuat laporan pendahuluan yang sudah disiapkan sehari sebelum
kunjungan
2) Melakukan BHSP terhadap keluarga, dan melakukan pengkajian awal untuk
mencari data tentang masalah yang ada di keluarga
b. Evaluasi Proses
1) Terjalin BHSP yang baik
2) Anggota keluarga kooperatif selama proses wawancara
3) Terciptanya kesepakatan untuk pertemuan selanjutnya
c. Evaluasi Hasil
1) Mahasiswa mampu berinteraksi dengan keluarga
2) Mahasiswa mampu membina hubungan saling percaya dengan keluarga
3) Keluarga dan mahasiswa menyepakati kontrak waktu untuk petemuan
berikutnya terkait pengkajian lanjutan
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN

Pertemuan ke : 1

Tanggal : Jumat, 8 Mei 2020

Materi : Bina Hubungan Saling Percaya (BHSP)

A. Evaluasi Proses
1. Pelaksanaan
Pertemuan pertama pada hari Jumat, 8 Mei 2020 jam 16.00 WIB. Maksud dan tujuan
dari pertemuan pertama yaitu untuk membina hubungan saling percaya antara
keluarga Bapak A dan mahasiswa serta kontrak waktu pertemuan selanjutnya.
2. Komunikasi
Mahasiswa menggunakan komunikasi terapeutik dengan berbahasa Indonesia.
Keluarga kooperatif menanggapi perbincangan dengan mahasiswa.
3. Respon Keluarga
Respon keluarga baik, keluarga menerima kehadiran mahasiswa dengan baik,
keluarga bersedia menjadi keluarga binaan dari mahasiswa.
B. Hasil Kegiatan BHSP
Keluarga Bapak A menyepakati kontrak waktu berikutnya. Keluarga akan bertemu setiap
hari pada jam 16.00-17.00 WIB.
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan ke : 2

Tanggal : Sabtu, 9 Mei 2020

Materi : Pengkajian Tahap I

A. Latar Belakang
Praktik keperawatan keluarga adalah bagian dari pelayanan keperawatan yang
ditujukan kepada keluarga dan anggota keluarga dalam keadaan sehat atau sakit
(Friedman et.al, 2003 dalam Riasmani 2017). Tujuannya adalah untuk membantu
keluarga dan membantu dirinya sendiri untuk mencapai tingkat tertinggi dalam fungsi
atau kesejahteraan dalam keadaan sehat atau sakit, dalam konteks tujuan utama mereka,
aspirasi, dan kemampuannya. Sebelum didapatkan hasil diagnosa keperawatan maka
perawat harus melakukan pengkajian terhadap keluarga.
Menurut Maglaya (2009, dalam Riasmani 2017), pengkajian adalah tahapan perawat
mencari dan mengambil informasi secara terus menerus terhadap keluarga yang
dibinanya. Pengkajian yang merupakan syarat utama guna mengidentifikasi masalah
suatu keluarga. Data yang dikumulkan haruslah sistematis, bisa menggunakan observasi,
wawancara, serta pemeriksaan fisik. Pengkajian keluarga terdiri dari dua tahapan yaitu
tahap satu yang berfokus pada masalah kesehatan keluarga, dan tahap dua yang berfokus
pada kemampuan keluarga dalam melakukan lima tugas kesehatan keluarga.
Pada pertemuan ini mahasiswa akan melakukan pengkajian tahap satu yang
memfokuskan data pada masalah kesehatan keluarga.

B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa
Belum dapat ditegakan
2. Tujuan Umum
Mahasiswa dan keluarga bersama melakukan pengkajian keluarga untuk lebih
mengetahui masalah yang dialami
3. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dan keluarga membina hubungan saling percaya
b. Mahasiswa dan keluarga mendapat informasi tentang permasalahan kesehatan
yang terjadi di keluarga Bapak A
c. Mahasiswa dan keluarga dapat bersama-sama menyimpulkan permasalahan
kesehatan keluarga yang terjadi dan mampu mengatasi permasalahan yang ada.
C. Rencana Kegiatan
1. Metode
Metode yang dipakai adalah wawancara dan diskusi
2. Media dan Alat
Media dalam pertemuan kali ini adalah alat tulis dan format pengkajian keluarga,
serta nursing kit.
3. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Sabtu, 9 Mei 2020
Waktu : 16.00 WIB
Alamat : Perumahan TNI AU Lanud Adi Sutjipto Blok L-10 Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta
4. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
Persiapan menuju keluarga membawa format pengkajian, alat tulis, nursing kit.
Melakukan pengkajian keluarga Bapak A.
b. Evaluasi Proses
1) Pengkajian tahap I pada keluarga Bapak A berjalan dengan baik
2) Keluarga kooeratif dengan mengutarakan semua permasalahan kesehatan yang
ada pada keluarga.
c. Evaluasi Hasil
1) Mahasiswa mampu berinteraksi dengan baik terhadap keluarga
2) Mahasiswa dan keluarga mampu menemukan permasalahan kesehatan yang
terjadi
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN

Pertemuan ke : 2

Tanggal : Sabtu, 9 Mei 2020

Materi : Pengkajian Tahap I

A. Evaluasi Proses
1. Pelaksanaan
a. Mahasiswa menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan keluarga yang kedua,
adalah untuk bersama-sama berdiskusi dan menggali permasalahan kesehatan
yang dialami oleh keluarga Bapak A.
b. Kontrak waktu lamanya pertemuan pada hari ini kurang lebih selama 30 menit.
c. Lebih membina hubungan saling percaya bahwa dengan adanya keluarga binaan,
sehingga hubungan antara mahasiswa dan keluarga dapat lebih erat.
d. Meyakinkan keluarga bahwa segala informasi tentang keluarga yang diberikan
kepada Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta adalah merupakan rahasia
kedua belah pihak, sehingga keluarga tidak perlu sungkan atau bahkan khawatir
jika informasi kesehatannya akan diketahui oleh orang lain.
e. Melakukan diskusi bersama dengan anggota keluarga untuk menggali
permasalahan kesehatan yang terjadi pada keluarga Bapak A.
f. Melakukan kontrak waktu yang telah disepakati untuk pertemuan selanjutnya dan
diusahakan waktu tersebut tidak mengganggu dari kegiatan (acara keluarga).
2. Komunikasi
Mahasiswa menggunakan komunikasi terapeutik dengan berbahasa Indonesia.
Keluarga kooperatif menanggapi perbincangan dengan mahasiswa.
3. Respon Keluarga
Keluarga merespon dengan baik seluruh pertanyaan mahasiswa, dan menjelaskan
dengan rinci terkait permasalahan kesehatan yang ada dikeluarga
B. Hasil Kegiatan
Terpenuhinya pengkajian keluarga tahap I dengan hasil sebagai berikut:
PENGKAJIAN KELUARGA

PENGKAJIAN TAHAP I

A. Data Umum
1. Nama Keluarga (KK) : Bapak A
2. Alamat dan Telpon : Lanud Adi Sutjipto Blok L-10, Banguntapan
3. Komposisi Keluarga :

No Nama Jenis Hub dg KK TTL/Umur Pendidikan


Kelamin
1 Bpk A L Suami Kutoarjo, 29-04- SMA
1973/ 47 th
2 Ibu S P Istri Malang, 05-07- SMA
1973/ 47 th
3 Anak P P Anak Bandung, 13-04- S1
1997/ 23 th
4 Anak M L Anak Yogyakarta, 06- SMP
02-2006/ 14 th

Genogram (3 Generasi)

Keterangan:

: Laki-laki : Perempuan : Pasien

: Hubungan Darah : Keluarga Binaan


Ket:

Tipe Keluarga : keluarga kecil (nuclear family). Keluarga bapak


A hanya tinggal bersama istri yaitu Ibu S dan
kedua anaknya yaitu P dan M.

Suku : Jawa. Ibu S mengatakan keluarga tidak memiliki


kebiasaan khusus dalam keluarga yang
mempengaruhi status kesehatan. Ibu S
mengatakan ia diajarkan untuk merawat keluarga
dengan penuh kasih saying, namun tidak
berlebihan sehingga memanjakan anak-anaknya.

Agama : Islam. Kegiatan keagamaan keluarga bapak A


sholat 5 waktu baik berjamaah di masjid maupun
di rumah. Selain itu keluarga bapak A juga
membaca Al-Quran dirumah. Keluarga Bapak A
aktif dalam setiap kegiatan keagamaan yang
diadakan dimasjid, seperti panitia Qurban,
maupun menjadi penyumbang takjil setiap bulan
puasa.

Status sosek Keluarga : Bapak A bekerja sebagai anggota TNI AU aktif


di Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Baik Bapak A
dan Ibu S aktif berinteraksi dengan warga
disekitar perumahan, setiap bulan bapak A dan Ibu
S juga mengikuti arisan. Selain itu Ibu S aktif
dalam tim voli RT diperumahan. Ibu S bekerja
sebagai PNS TNI AU di Lanudi Adisutjipto
Yogyakarta. Penghasilan bualanan cukup untuk
memenuhi kebutuhan keluarga bapak A.

Aktivitas Relaksasi Keluarga : keluarga tidak menyiapkan waktu khusus untuk


berekreai namun jika ada waktu senggang
keluarga pergi ke tempat rekreasi seperti pantai
dll. Selain itu untuk mengurangi beban pikiran
keluarga bapak A menghabiskan waktu dengan
memonton tv dan bermain handphone.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga bapak A berada pada tahap ke VI yaitu keluarga dengan anak dewasa.
Bapak A dan Ibu S sudah menikah selama 24 tahun dan memiliki anak berusia 23
tahun dan 14 tahun.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap VII belum terenuhi.
3. Riwayat keluarga inti (ayah, ibu, dan anak atau keluarga extended)
Ibu S menderita darah rendah, sedangkan bapak A dan kedua anaknya sehat, tidak
memiliki riwayat penyakit serius.
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Pada keluarga bapak A memiliki riwayat gangguan pada penglihatan khususnya
anak laki-laki, seperti buta warna, miopi, silinder.
C. Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Rumah terletak di perumahan tentara dan milik Negara. Rumah permanen
dengan luas 6x9 m bangunan pokok dengan 2 kamar tidur, dengan bangunan
tambahan dibelakang bangunan pokok. Bangunan pokok terdiri dari 1 ruang tamu
dan ruang keluarga dibatasi lemari. Luas kamar 1 yaitu 3x4 m, sedangkan kamar 2
3x4m dan masing-masing memiliki jendela. Sedangkan bangunan tambahan
terdiri dari dapur, 2 kamar mandi, 1 kamar, serta garasi mobil.
Cahaya masuk rumah karena jendela dan pintu sering dibuka, ventilasi udara
baik sehingga ruangan tidak lembab, selain itu rumah dikelilingi banyak pohon
sehingga rimbun. Terdapat 2 kamar mandi dan WC. Sumber air minum berasal
dari sumur pompa yang berjarak >10m dari septitank. Air limbah rumah tangga
dialirkan ke septitank samping rumah dan dibelakang rumah. Penerangan dirumah
berasal dari listrik.
Ibu S memasak menggunakan kompor gas. Ruangan terlihat bersih, lantai
kering dan bersih serta terbuat dari keramik. Ibu S mengatakan membersihkan
rumah dengan menyapu setiap hari, mengepel 2 hari sekali dan mengelap
perabotan setidaknya 2 minggu sekali. Rumah memiliki teras dan halaman yang
cukup luas untuk menanam tanaman.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Rumah keluarga A terpisah dengan rumah tetangganya dengan jarak 1-2m dari
tetangga disamping maupun didepan. Dengan tetangga belakang terpisah satu
mushola dan lapangan voli. Jalan didepan rumah merupakan jalan akses utama
diperumahan tersebut. Diperumahan tidak memiliki RW namun terdiri dari
beberapa RT, ketua RT dipilih oleh warga setiap RT masing-masing sedangkan
perumahan dikoordinasikan oleh Komandan Lanud.
Status social diperumahan ini rata-rata menengah keatas. Fasilitas ekonomi
disini terdapat mini market, toko kelontong, penjual sayur dan makanan keliling.
Lingkungan aman dari pencurian.
3. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga bapak A berpindah-pindah daerah dikarenakan Bapak A yang
bertugas sebagai tentara. Sebelumnya pada 1996-1999 keluarga Bapak A tinggal
di Bandung, sebelum pindah ke Aceh pada 2000, dan masuk ke Yogyakarta pada
2001 sampai sekarang. Selain itu keluarga bapak A memiliki rumah pribadi di
Malang, dan akan pension disana.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat (ecomap)
Interaksi dengan masyarakat sekitar baik, bapak A dan Ibu S selalu mengikuti
arisan bulanan, selain itu Ibu S pemain aktif di tim voli RT.
ECOMAP

5. Sistem pendukung keluarga


Keluarga bapak A memiliki jaminan BPJS, selain itu jika keluarga memiliki
masalah kesehatan sering meminta bantuan teman, tetangga, maupun keluarga
lainnya.
D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Bapak A berkomunikasi secara terbuka, menggunakan bahasa Indonesia
maupun bahasa Jawa. Komunikasi secara langsung dirumah, untuk anak kedua
Bapak A yang tinggal diponpes biasanya menggunakan telfon setiap akhir pekan
atau seperlunya.
2. Struktur kekuatan keluarga
Kekuatan keluarga berada di bapak A dengan musyawarah bersama ibu S untuk
pengambilan keputusan dikeluarga.
3. Struktur peran
Bapak A : sebagai kepala keluarga bertanggung jawab dalam mencari nafkah
dengan bekerja
Ibu S : sebagai ibu rumah tangga yang bekerja untuk membantu
perekonomian keluarga, perekonomian keluarga bergantung
kepada Ibu S, beliau juga mengatur rumah tangga
Anak P : anak pertama saat ini sedang menempuh rofesi ners di perguruan
tinggi
Anak M : anak kedua saat ini sedang melanjutkan sekolah tingkat SMP di
pondok pesantren di Malang
4. Nilai dan norma budaya
Nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga menyesuaikan dengan nilai dan
norma yang berlaku dimasyarakat, serta nilai agama yang di anut oleh keluarga.
Tidak ada nilai dan norma budaya yang khusus

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
Keluarga bapak A merasakan saling memiliki, ibu S memberikan kasih sayang
kepada anak-anaknya dengan cara mencium pipi, serta mencium dahi setelah
sholat berjamaah. Jika anak M sedang dirumah maka keluarga akan membantu
sang anak untuk menyelesaikan semua tugas sekolah sang anak.
2. Fungsi sosialisasi
Keluarga bapak A mengenalkan anak-anaknya pada masyarakat dengan mengajak
anak-anaknya keacara-acara dimasyarakat maupun dikantor, selain itu keluarga
bapak A juga membiarkan anak-anaknya bergaul dengan lingkungan sekitar saat
waktu senggang mereka.
3. Fungsi reproduksi (biologi)
Keluarga bapak A tidak memiliki masalah reproduksi, ibu S haid dengan teratur
setia bulannya begitu juga Anak P. Ibu S menggunakan KB suntik setiap bulan
4. Fungsi ekonomi
Pemenuhan kebutuhan sandang pangan berada di kedua orang tua yakni Bapak A
dan Ibu S yang bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
5. Fungsi perawatan keluarga
Keluarga bapak A saat ini khawatir terkait masalah COVID-19 yang sedang
merebak. Selain sedang tinggi diwilayah Yogyakarta hal lainnya adalah
ditemukan 2 pasien positif covid dilingkungan perumahan keluarga Bapak A.
lebih tepatnya rumah kedua pasien tersebut berada dibelakang rumah Bapak A.
Keluarga Bapak A berupaya makan-makanan sehat dan bersih, rajin cuci tangan,
serta menggunakan masker jika keluar rumah. Kedua anak bapak A hanya
dirumah saja, namun Bapak A dan Ibu S masih harus bekerja dikantor karena
tugas Negara.
Keluarga bapak A menggunakan fasilitas kesehatan berupa puskesmas yang
berada tak jauh dari rumah, selain itu juga RS Hardjolukito, keluarga bapak A
juga memiliki dokter keluarga. Jika ada keluarga yang sakit ibu S akan berusaha
memberikan obat-obat alami seperti madu dll. Namun jika dianggap sakit sudah
mulai parah atau lebih dari 3 hari maka keluarga bapak A akan membawa ke RS
atau ke dokter keluarga.
F. Stress dan Koping Keluarga
1. Stressor jangka pendek
Ibu S khawatir dengan kondisi saat ini yang sedang pandemic dikarenakan
tetangga belakang rumah positif COVID-19. Ia sudah berusaha untuk memberikan
makanan sehat dan bersih pada keluarganya namun ia masih merasa khawatir.
2. Stressor jangka panjang
Ibu S khawatir terhadap perekonomian keluarga jika pandemi terus melanda,
selain itu ia juga sulit untuk keluar kawasan perumahan untuk membeli kebutuhan
rumah tangga. Ibu S juga khawatir dengan suaminya yang merupakan perokok
aktif, terkadang sang suami bisa menghabiskan 1 bungkus rokok/hari.
3. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Harapan keluarga Bapak A agar pandemi segera berakhir, serta perilaku merokok
bapak A bisa berkurang ataupun berhenti.
4. Strategi koping yang digunakan
Keluarga bapak A bermusyawarah dalam menghadapi masalah.
5. Strategi adaptasi disfungsional
Bapak A menanggapi perilaku merokoknya adalah hal wajar yang tidak perlu
dibesar-besarkan karena sudah ia lakukan dari SMP.
G. Harapan Keluarga
Harapan keluarga agar Bapak A bisa berhenti merokok, sehat dan tidak ada penyakit
pada bapak A.
H. Pemeriksaan Fisik

PEMERIKSAAN BAPAK A IBU S ANAK M


FISIK
UMUM
Penampilan umum
kesadaran CM CM CM
Cara berpakaian Rapi Rapi Rapi
Kebersihan personal Berish Berish Berish
Postur dan cara berjalan Postur tubuh simetris, Postur tubuh simetris, Postur tubuh simetris,
berjalan tanpa bantuan berjalan tanpa bantuan berjalan tanpa bantuan
Bentuk dan ukuran Proposional Proposional Proposional
tuubuh
TTV Tgl : 10/05/2020 Tgl : 10/05/2020 Tgl : 10/05/2020
TD : 120/75 mmHg TD : 100/70mmHg TD : 110/75mmHg
Nadi : 90x/menit Nadi : 76x/menit Nadi : 87x/menit
Suhu : 36.8°C Suhu : 36.5°C Suhu : 36.5°C
RR : 18x/menit RR : 17x/menit RR : 18x/menit
Status mental dan cara berbicara
Status emosi Stabil Stabil Stabil
Orientasi Mampu mengenal Mampu mengenal Mampu mengenal
waktu, tempat, orang waktu, tempat, orang waktu, tempat, orang
Gaya bicara Bicara normal Bicara normal Bicara normal dengan
aksen khas jawa
timuran
Pemeriksaan kulit dan Kulit warna sawo Kulit warna sawo Kulit warna sawo
kuku matang, bersih, elastis, matang, bersih, elastis, matang, bersih, elastis,
tidak ada lesi, tidak ada lesi, terdapat panu
sensitifitas terhadpa sensitifitas terhadpa dipunggung dan wajah,
benda tumpul dan benda tumpul dan terdapat ulkus vena
tajam baik tajam baik (borok) dikaki,
Kuku bersih terawatt, Kuku bersih terawatt, sensitifitas terhadpa
pendek, cpr < 2 detik pendek, cpr < 2 detik benda tumpul dan
tajam baik
Kuku bersih terawatt,
pendek, cpr < 2 detik
Pemeriksaan kepala
Bentuk dan sensori Muka simetris, sensasi Muka simetris, sensasi Muka simetris, sensasi
normal, klien normal, klien normal, klien
merasakan benda merasakan benda merasakan benda
tumpul, tajam(N V), tumpul, tajam(N V), tumpul, tajam(N V),
gerakan pipi, gerakan pipi, gerakan pipi,
rahang,alis rahang,alis rahang,alis
simetris(NVI,VII) simetris(NVI,VII) simetris(NVI,VII)
Rambut Rambut dan kulit Rambut dan kulit Rambut dan kulit
kepala bersih, penuh kepala bersih, terdapat kepala bersih, warna
uban, Distribusi beberapa helai uban, hitam. Distribusi
menyebar rata, tidak Distribusi menyebar menyebar rata, tidak
mudah dicabut rata, tidak mudah mudah dicabut
dicabut
Mata Bola mata dapat Bola mata dapat Bola mata dapat
mengikuti arah mengikuti arah mengikuti arah
gerakkan tangan gerakkan tangan gerakkan tangan
pemeriksa, tidak ada pemeriksa, tidak ada pemeriksa, tidak ada
nyeri tekan, reaksi nyeri tekan, reaksi nyeri tekan, reaksi
cahaya +/+, isokor cahaya +/+, isokor cahaya +/+, isokor
konjungtiva tidak konjungtiva tidak konjungtiva tidak
anemis, kornea tidak anemis, kornea tidak anemis, kornea tidak
ikhteri, menggunakan ikhteri, tidak ikhteri, menggunakan
kacamata, menggunakan kacamata, anak M
kacamata, menderita silinder
sejak lahir
Hidung Bentuk simetris, warna Bentuk simetris, warna Bentuk simetris, warna
kulit sama dengan kulit kulit sama dengan kulit sama dengan kulit
sekitarnya, terdapat kulit sekitarnya, sekitarnya, terdapat
lendir pada hidung, terdapat lendir pada lendir pada hidung,
mukosa hidung hidung, mukosa mukosa hidung
lembab, terdapat bulu hidung lembab, lembab, terdapat bulu
hidung, uji penciuman terdapat bulu hidung, hidung, uji penciuman
baik(N I) uji penciuman baik(N baik(N I)
I)
Telinga Daun telinga simetris Daun telinga simetris Daun telinga simetris
kiri dan kanan,bersih, kiri dan kanan,bersih, kiri dan kanan,bersih,
tidak ada benjolan , tidak ada benjolan , tidak ada benjolan ,
tidak bengkak, tidak tidak bengkak, tidak tidak bengkak, tidak
ada nyeri tekan pada ada nyeri tekan pada ada nyeri tekan pada
masteudeus, tidak ada masteudeus, tidak ada masteudeus, tidak ada
serumen. Klien dapat serumen. Klien dapat serumen. Klien dapat
mendengar mendengar mendengar
Mulut Bibir simetris, mukosa Bibir simetris, mukosa Bibir simetris, mukosa
lembab, lidah simetris, lembab, lidah simetris, lembab, lidah simetris,
dapat bergerak ke kiri dapat bergerak ke kiri dapat bergerak ke kiri
dan kekanan (N XII), dan kekanan (N XII), dan kekanan (N XII),
tidak pucat, lidah dapat tidak pucat, lidah tidak pucat, lidah dapat
merasakan asam, asin, dapat merasakan asam, merasakan asam, asin,
dan manis dengan baik asin, dan manis dan manis dengan baik
dengan baik
Leher Simetris,warna sama Simetris,warna sama Simetris,warna sama
dengan kulit, tidak dengan kulit, tidak dengan kulit, tidak
terdapat pembesaran terdapat pembesaran terdapat pembesaran
JVP, tidak ada JVP, tidak ada JVP, tidak ada
pembesaran kelenjar pembesaran kelenjar pembesaran kelenjar
tiroid. Dapat bergerak tiroid. Dapat bergerak tiroid. Dapat bergerak
proposional ke kiri, proposional ke kiri, proposional ke kiri,
kanan, atas, dan bawah. kanan, atas, dan kanan, atas, dan
bawah. bawah.
Dada (pernapasan) Simetris, warna sama Simetris, warna sama Simetris, warna sama
dengan kulit, tidak dengan kulit, tidak dengan kulit, tidak
terdapat tonjolan terdapat tonjolan terdapat tonjolan
abnormal dapat abnormal dapat abnormal dapat
bergerak seimbang ke bergerak seimbang ke bergerak seimbang ke
atas, nafas 22 X/i, tactil atas, nafas 22 X/i, atas, nafas 22 X/i, tactil
fremitus sama kiri dan tactil fremitus sama fremitus sama kiri dan
kanan, vesikuler, tidak kiri dan kanan, kanan, vesikuler, tidak
terdapat suara vesikuler, tidak terdapat suara
tambahan terdapat suara tambahan
tambahan
Dada (cardiovaskuler) Tidak dikaji Tidak dikaji Tidak dikaji
PERUT
Inpeksi Perut menonjol, warna Perut menonjol, warna Perut menonjol, warna
sama dengan kulit sama dengan kulit sama dengan kulit
Auskultasi BU 8x/menit BU 8x/menit BU 8x/menit
Perkusi Suara timpani Suara timpani Suara timpani
Palpasi Perut terasa lemas, Perut terasa lemas, Perut terasa lemas,
tidak terdapat nyeri terdapat nyeri tekan tidak terdapat nyeri
tekan, tidak teraba dibagian tengah, tidak tekan, tidak teraba
massa, hepar tidak teraba massa, hepar massa, hepar tidak
teraba. tidak teraba. teraba.
GENITALIA DAN Tidak dikaji Tidak dikaji Tidak dikaji
ANUS
EKSTREMITAS Bahu simetris, warna Bahu simetris, warna Bahu simetris, warna
sama dengan kulit, sama dengan kulit, sama dengan kulit,
tidak terdapat tonjolan tidak terdapat tonjolan tidak terdapat tonjolan
dapat mengangkat dan dapat mengangkat dan dapat mengangkat dan
menahan beban dengan menahan beban menahan beban dengan
baik, refleks dengan baik, refleks baik, refleks
brachioradialis normal brachioradialis normal brachioradialis normal
kiri dan kanan, refleks kiri dan kanan, refleks kiri dan kanan, refleks
patela normal kiri dan patela normal kiri dan patela normal kiri dan
kanan, kekuatan otot kanan, kekuatan otot kanan, kekuatan otot
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan ke : 3

Tanggal : Minggu, 10 Mei 2020

Materi : Pengkajian Tahap II

A. Latar Belakang
Praktik keperawatan keluarga adalah bagian dari pelayanan keperawatan yang
ditujukan kepada keluarga dan anggota keluarga dalam keadaan sehat atau sakit
(Friedman et.al, 2003 dalam Riasmani 2017). Tujuannya adalah untuk membantu
keluarga dan membantu dirinya sendiri untuk mencapai tingkat tertinggi dalam fungsi
atau kesejahteraan dalam keadaan sehat atau sakit, dalam konteks tujuan utama mereka,
aspirasi, dan kemampuannya. Sebelum didapatkan hasil diagnosa keperawatan maka
perawat harus melakukan pengkajian terhadap keluarga.
Menurut Maglaya (2009, dalam Riasmani 2017), pengkajian adalah tahapan perawat
mencari dan mengambil informasi secara terus menerus terhadap keluarga yang
dibinanya. Pengkajian yang merupakan syarat utama guna mengidentifikasi masalah
suatu keluarga. Data yang dikumulkan haruslah sistematis, bisa menggunakan observasi,
wawancara, serta pemeriksaan fisik. Pengkajian keluarga terdiri dari dua tahapan yaitu
tahap satu yang berfokus pada masalah kesehatan keluarga, dan tahap dua yang berfokus
pada kemampuan keluarga dalam melakukan lima tugas kesehatan keluarga.
Pada pertemuan ini mahasiswa akan melanjutkan pertemuan sebelumnya yaitu
melakukan pengkajian keluarga tahap II yang lebih memfokuskan pada kemampuan
keluarga untuk melakukan lima tugas kesehatan keluarga
B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa
Belum dapat ditegakan
2. Tujuan Umum
Mahasiswa dan keluarga bersama melakukan pengkajian keluarga untuk lebih
mengetahui masalah yang dialami
3. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dan keluarga membina hubungan saling percaya
b. Mahasiswa dan keluarga mendapat informasi tentang permasalahan kesehatan
yang terjadi di keluarga Bapak A
c. Mahasiswa dan keluarga dapat bersama-sama menyimpulkan permasalahan
kesehatan keluarga yang terjadi dan mampu mengatasi permasalahan yang ada.
C. Rencana Kegiatan
1. Metode
Metode yang dipakai adalah wawancara dan diskusi
2. Media dan Alat
Media dalam pertemuan kali ini adalah alat tulis dan format pengkajian keluarga,
serta nursing kit.
3. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Minggu, 10 Mei 2020
Waktu : 16.00 WIB
Alamat : Perumahan TNI AU Lanud Adi Sutjipto Blok L-10 Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta
4. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
Persiapan menuju keluarga membawa format pengkajian, alat tulis, nursing kit.
Melakukan pengkajian keluarga Bapak A.
b. Evaluasi Proses
1) Pengkajian tahap II pada keluarga Bapak A berjalan dengan baik
2) Keluarga kooeratif dengan mengutarakan semua permasalahan kesehatan yang
ada pada keluarga.
c. Evaluasi Hasil
1) Mahasiswa mampu berinteraksi dengan baik terhadap keluarga
2) Mahasiswa dan keluarga mampu menemukan permasalahan kesehatan yang
terjadi
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN

Pertemuan ke : 3

Tanggal : Minggu, 10 Mei 2020

Materi : Pengkajian Tahap II

A. Evaluasi Proses
1. Pelaksanaan
a. Mahasiswa menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan keluarga yang kedua,
adalah untuk bersama-sama berdiskusi dan menggali permasalahan kesehatan
yang dialami oleh keluarga Bapak A.
b. Kontrak waktu lamanya pertemuan pada hari ini kurang lebih selama 30 menit.
c. Lebih membina hubungan saling percaya bahwa dengan adanya keluarga binaan,
sehingga hubungan antara mahasiswa dan keluarga dapat lebih erat.
d. Melakukan diskusi bersama dengan anggota keluarga untuk menggali
permasalahan kesehatan yang terjadi pada keluarga Bapak A.
e. Melakukan kontrak waktu yang telah disepakati untuk pertemuan selanjutnya dan
diusahakan waktu tersebut tidak mengganggu dari kegiatan (acara keluarga).
2. Komunikasi
Mahasiswa menggunakan komunikasi terapeutik dengan berbahasa Indonesia.
Keluarga kooperatif menanggapi perbincangan dengan mahasiswa.
3. Respon Keluarga
Keluarga merespon dengan baik seluruh pertanyaan mahasiswa, dan menjelaskan
dengan rinci terkait permasalahan kesehatan yang ada dikeluarga
B. Hasil Kegiatan
Terpenuhinya pengkajian keluarga tahap I dengan hasil sebagai berikut
PENGKAJIAN KELUARGA

PENGKAJIAN TAHAP II

A. Mengenal Masalah
Bapak A dan Ibu S mengenal COVID-19 dari berita dan data yang tersebar di sosial
media, namun belum mendapatkan pengetahuan dari pihak medis, maupun
penyuluhan yang diadakan oleh tim medis setempat. Keluarga bapak A menganggap
masalah ini sangat serius dan ingin mendapatkan pengetahuan dari pihak yang lebih
paham. Keluarga bapak A hanya rajin mencuci tangan, dan menggunakan masker saat
keluar rumah.
B. Mengambil Keputusan
Apabila anggota keluarga bapak A mengalami sakit, bapak dan ibu S memutuskan
untuk di rawat dirumah dengan perawatan yang sederhana, apabila sakit yang tidak
terlalu bahaya seperti batuk. Namun saat dalam kondisi sakit parah atau lebih dari 3
hari maka dibawa kerumah sakit atau dokter keluarga.
C. Melakukan Perawatan Sederhana
Ibu S selalu memberikan vitamin kepada anggota keluarganya untuk menambah
imunitas tubuh, selain itu bapak A mengajak anak-anaknya untuk lari sore atau
bermain bulu tangkis serta voli jika ada waktu luang di halaman rumah. Keluarga
bapak A juga rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Namun bapak A tetap tidak bisa
berhenti merokok, jika sedang dalam perjalanan jauh maka bapak A akan merokok
selama perjalanan dengan alasan supaya tidak mengantuk. Jika keluarga merasa tidak
enak badan maka akan melakukan pijat atau kerokan.
D. Modifikasi Lingkungan
Terkait masalah kesehatan sekarang keluarga bapak A hanya menggunakan masker
jika keluar rumah, serta rajin mencuci tangan dan akan mandi setelah pulang kantor
sebelum bertemu dengan anak-anaknya.
E. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan
Keluarga bapak A memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk
pemeriksaan kesehatan rutin, selain itu jika dalam keadaan darurat maka keluarga
bapak A akan langsung menuju RS yang ada didekat rumah
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan ke : 4

Tanggal : Senin, 11 Mei 2020

Materi : Perencanaan Asuhan Keperawatan dan Skoring

A. Latar Belakang
Perencanaan merupakan proses penyusunan strategi ataupun intervensi keperawatan
yang berguna untuk mencegah, mengurangi, mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi
oleh pasien. Masalah sudah diidentifikasi serta divalidasi pada tahap perumusan diagnosis
keperawatan. Perencanaan disusun dengan menekankan akan partisipasi aktif keluarga
dengan koordinasi dari tim kesehatan. perencanaan sendiri mencakup akan penentuan
prioritas masalah, tujuan, rencana tindakan.
Penetapan masalah dalam keperawatan keluarga menggunakan skala penyusunan
yang disebut skoring. Penentuan prioritas akan didasarkan pada sifat masalah,
kemungkinan masalah dapat diubah, potensi masalah untuk dicegah dan menonjolnya
masalah. Penghitungan skoring dengan cara membagi antara skor dengan angka tertinggi
dikalikan bobot dalam kriteria masalah.
Oleh sebab itu pada pertemuan kali ini mahasiswa akan membahas terkait
perencanaan masalah serta perhitungan skor guna menentukan prioritas masalah dalam
keluarga.
B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa
a.
2. Tujuan Umum
Mahasiswa bersama keluarga menentukan prioritas masalah keperawatan dengan
menskoring masalah
3. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dan keluarga membina hubungan saling percaya
b. Mahasiswa dan keluarga menentukan prioritas masalah keperawatan
c. Mahasiswa dan keluarga bersama-sama menyimpulkan masalah kesehatan yang
akan dibahas dipertemuan selanjutnya.
C. Rencana Kegiatan
1. Metode
Metode yang digunakan dengan diskusi dan tanya jawab
2. Media dan Alat
Media yang digunakan alat tulis dan kertas
3. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Minggu, 10 Mei 2020
Waktu : 16.00 WIB
Alamat : Perumahan TNI AU Lanud Adi Sutjipto Blok L-10 Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta
4. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
Persiapan menyiapkan perlengkapan seperti alat tulis, kertas, dan diagnose yang
sudah ditentukan guna mempercepat proses perhitungan prioritas masalah.
b. Kriteria Proses
1) Kontrak waktu berjalan dengan baik
2) Keluarga kooperatif selama proses penyusunan prioritas masalah
c. Kriteria Hasil
1) Mahasiswa dan keluarga meprioritaskan masalah sesuai dengan yang ada
dalam keluarga
2) Mahasiswa dan keluarga mampu menentukan waktu untuk pertemuan
selanjutnya guna mengimplementasikan kegiatan sesuai prioritas masalah hari
ini.
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN

Pertemuan ke : 4

Tanggal : Senin, 11 Mei 2020

Materi : Perencanaan Asuhan Keperawatan dan Skoring

A. Evaluasi Proses
1. Pelaksanaan
1. Menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan hari ini adalah untuk menentukan
prioritas masalah dengan skoring sesuai kebutuhan keluarga dengan koordinasi
bersama mahasiswa
2. Kontrak waktu lamanya pertemuan adalah sampai seluruh masalah telah selesai
diskoring dan telah rampung menyusun prioritas masalah
3. Melakukan kontrak waktu guna pertemuan berikutnya yaitu
mengimplementasikan masalah berdasarkan prioritas.
2. Komunikasi
Mahasiswa menggunakan komunikasi terapeutik dengan berbahasa Indonesia.
Keluarga kooperatif menanggapi perbincangan dengan mahasiswa.
3. Respon Keluarga
Keluarga merespon dengan baik seluruh pertanyaan mahasiswa, dan menjelaskan
dengan rinci terkait permasalahan kesehatan yang ada dikeluarga
B. Hasil Kegiatan
Pada pertemuan kali ini didapatkan hasil diskusi sebagai berikut:
ANALISIS DATA KEPERAWATAN KELUARGA

No Data Diagnosa Keperawatan


1. DO: Domain 1 promosi kesehatan
- Ibu S mengatakan suaminya merupakan perokok aktif Kelas 2 Managemen Kesehatan
terkadang mampu menghabiskan rokok ± 1 bungkus setiap 00188
harinya
- Bapak A mengatakan dirinya sudah merokok dari SMP
sehingga sulit untuk menghentikan perilaku merokoknya
- Bapak A mengatakan merokok tidak berbahaya dan
menghilangkan kantuk
- Anak P merasa terngganggu dengan asap rokok dari ayahnya
sehingga ia meminta sang ayah untuk merokok diluar rumah
DS: Perilaku Kesehatan Cenderung
- Bapak A tampak selalu merokok setiap hari, dibulan puasa ini Beresiko Tentang Merokok
perilaku merokoknya sedikit berkurang, dalam 1 hari ia hanya
menghisap 4 batang rokok.
- TTV
Tgl : 10/05/2020
TD : 120/75 mmHg
Nadi : 90x/menit
Suhu : 36.8°C
RR : 18x/menit
2. DO: Domain 5 persepsi/kognisi
- Ibu S mengatakan ingin mendapatkan lebih banyak informasi Kelas 4 kognisi
terkait COVID-19 yang sedang menjadi pandemic 00161
- Ibu S mengatakan dirinya hanya mendapat informasi dari berita
dan social media, belum ada pihak medis yang melakukan
penyuluhan secara langsung
DS:
- Ibu S tampak sudah menggunakan masker jika keluar rumah Kesiapan meningkatan
maupun bekerja Pengetahuan terkait COVID-19
- Ibu S tampak menyiapkan makanan sehat dan bergizi serta
vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh keluarganya
- Bapak A tampak mengajak anak-anaknya berolahraga setiap
sore untuk menjaga kesehatan

3. DO: Domain 7 Hubungan Peran


- Ibu S mengatakan sering kali kebutuhan ekonomi keluarga Kelas 3 Performa Peran
hanya bergantung pada dirinya tanpa bantuan sang suami 00055
- Ibu S mengatakan terkadang dirinya kesal terhadap sang suami
terkait permasalahan pengambilan keputusan khususnya
masalah ekonomi Ketidakefektifan Performa Peran
DS: b.d. kerugian ekonomi
-
SKORING ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Kriteria Bobo Skor Justifikas
t i
Perilaku Kesehatan Cenderung Beresiko Tentang Merokok
Sifat 1 Aktual: 3
Masalah Resiko: 2
Potensial: 1
3/3 x 1 = 1
Kemungkina 2 Mudah: 2
n masalah Sebagian: 1
untuk Tdk dapat: 0
dipecahkan 1/2x2 = 1
Potensi 1 Tinggi:3
masalah Cukup: 2
untuk Rendah: 1
dipecahkan 2/3x1 = 2/3
Menonjolnya 1 Segera diatasi:2
masalah Tdk segera diatasi:1
Tdk dapat dirasakan adanya masalah:0
1/2x2 = 1
Total Score 5 3 2/3
Kesiapan Meningkatkan Pengetahuan Terkait COVID-19
Sifat 1 Aktual: 3
Masalah Resiko: 2
Potensial: 1
3/3 x 1 = 1
Kemungkina 2 Mudah: 2
n masalah Sebagian: 1
untuk Tdk dapat: 0
dipecahkan 2/2x2 = 2
Potensi 1 Tinggi:3
masalah Cukup: 2
untuk Rendah: 1
dipecahkan 3/3x1 = 1
Menonjolnya 1 Segera diatasi:2
masalah Tdk segera diatasi:1
Tdk dapat dirasakan adanya masalah:0
2/2x2 = 2
Total Score 5 5
Ketidakefektifan Performa Peran b.d. Kerugian Ekonomi
Sifat 1 Aktual: 3
Masalah Resiko: 2
Potensial: 1
3/3 x 1 = 1
Kemungkina 2 Mudah: 2
n masalah Sebagian: 1
untuk Tdk dapat: 0
dipecahkan 1/2x2 =1
Potensi 1 Tinggi:3
masalah Cukup: 2
untuk Rendah: 1
dipecahkan 1/3x1 = 1/3
Menonjolnya 1 Segera diatasi:2
masalah Tdk segera diatasi:1
Tdk dapat dirasakan adanya masalah:0
1/2x2 = 1
Total Score 5 4 1/3
Prioritas Masalah Keperawatan
1. Kesiapan meningkatan pengetahuan terkait COVID-19
2. Perilaku kesehatan cenderung beresiko tentang rokok
3. Ketidakefektifan performa peran b.d. kerugian ekonomi
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa Tujuan Evaluasi


No Rencana Tindakan
Keperawatan Umum Khusus Kriteria Standar
1. Kesiapan Knowledge Disease Teaching: Disease Commendation (4364)
meningkatkan Process (1803) process 1. Kenali kemampuan keluarga
pengetahuan terkait Setelah dilakukan untuk mengatasi masalah
COVID-19 Setelah dilakukan tindakan asuhan saat ini
tindakan keperawatan keperawatan selama 1 X 2. Bangun kerja sama antar
selama 1 diharapkan 30 menit keluarga Bpk.A keluarga dalam mengatasi
keluarga dapat lebih mampu: masalah saat ini
memahami terkait 3. Menyemangati keluarga
COVID-19 sehingga Mengenal Masalah terkait perubahan perilaku
menjadi semakin Domain IV Health yang berkaitan dengan
waspada namun tidak knowledge and kondisi saat ini seperti
panik Behaviour Class: penggunaan masker dll
Health Knowledge
Outcome: Knowledge : Health Education (5510)
health management 1. Adakan pendidikan
(1803) kesehatan terkait dengan
- Keluarga Bpk.A COVID-19
mengetahui tentang 2. Siapkan media yang akan
COVID-19 digunakan untuk penkes
3. Gunakan bahasa yang mudah
Mengambil keputusan dimengerti
Domain IV Health 4. Pastikan keluarga untuk
knowledge and mengikuti anjuran
Behaviour Class: pemerintah terkait COVID-
Health Behaviour 19 seperti penggunaan
Outcome: Participation masker, hidup PHBS, tidak
in Health Care mudik, physical distancing,
Decisions (1606) dll
- Mengambil 5. Jika terdapat anggota
keputusan untuk keluarga yang memiliki
penanganan gejala yang sesuai maka
COVID-19 segera laporkan ke yankes
Adherence Behavior agar ditindaklanjuti.
(1600)
- Merawat anggota
keluarga yang sakit

Domain IV Health
Knowledge and
Behaviour Classes:
Health Knowledge
Outcome: Knowledge
:treatment regimen
(1813)
- Memodifikasi
lingkungan

Domain IV Health
Knowledge and
Behaviour
Classes: Health
Knowledge
Outcome: Health
Seeking Behavior
(1603)
Memanfaatkan fasilitas
layanan kesehatan

2. Perilaku cenderung Knowledge: Disease Teaching: Disease Teaching Disease Process (5602)
beresiko tentang Process process 1. Menjelaskan terkait bahaya
merokok Setelah dilakukan merokok
Health Behavior tindakan asuhan 2. Menjelaskan tanda dan
keperawatan selama 1 X gejala kesakitan akibat rokok
Setelah dilakukan 30 menit keluarga Bpk.A 3. Mengikutsertakan seluruh
tindakan keperawatan mampu: anggota keluarga
selama 1x pertemuan 4. Meminta klien untuk
diharapkan keluarga Mengenal Masalah mengulangi penjelasan yang
Bapak A mampu Domain IV Health diberikan mahasiswa
mengurangi perilaku knowledge and 5. Diskusikan perubahan gaya
merokok dengan Behaviour Class: hidup dan perilaku bersama
efektif Health Knowledge klien agar menjadi lebih
Outcome: Knowledge : sehat
health management
(1803)
- Keluarga Bpk.A
mengetahui tentang
Bahaya merokok

Mengambil keputusan
Domain IV Health
knowledge and
Behaviour Class:
Health Behaviour
Outcome: Participation
in Health Care
Decisions (1606)
- Mengambil
keputusan untuk
penanganan perilaku
meroko
Adherence Behavior
(1600)
- Merawat anggota
keluarga yang sakit

Domain IV Health
Knowledge and
Behaviour Classes:
Health Knowledge
Outcome: Knowledge
:treatment regimen
(1813)
- Memodifikasi
lingkungan

Domain IV Health
Knowledge and
Behaviour
Classes: Health
Knowledge
Outcome: Health
Seeking Behavior
(1603)
Memanfaatkan fasilitas
layanan kesehatan

3. Ketidakefektifan Role Performance, Role Performance Role Enchanment (5370)


performa peran b.d. Inafective: (1501): 1. Membantu keluarga untuk
kerugian ekonomi Role Performance mengidentifikasi berbagai
Setelah dilakukan Setelah dilakukan peran dalam kehidupan
tindakan keperawatan tindakan asuhan 2. Membantu keluarga untuk
selama 1x pertemuan keperawatan selama mengidentifikasi peran
diharapkan keluarga 1x30 menit Keluarga keluarga pada umunya
mampu memahami Bpk.A mampu: 3. Menyediakan waktu bagi
perannya masing- keluarga untuk berdiskusi
masing Mengenal masalah terkait perannya dalam
Role Peformance Knowledge: arenting keluarga
(1501) (1826) 4. Fasilitasi keluarga untuk
1. Penampilan - keluarga mampu berdiskusi guna membantu
dalam mengenali pribadi orang tua memahami
perilaku peran masing-masing keinginan dan peran anak
keluarga anggota keluarga dalam keluarga
2. Penampilan
dalam peran Mengambil keputusan
sebagai orang Parenting
tua Performance:
Adolescent (2903):
- Jelaskan peraturan
yang ada dikeluarga
- Hargai kebutuhan
privasi

Membantu pemenuhan
kebutuhan
Parenting
Performance:
Adolescent (2903):
- Menciptakan
hubungan yang
penuh cinta
- Mendengarkan
dengan terbuka

Memodifikasi
lingkungan
Personal time
management (1635):
- Prioritaskan
komitmen
- Buat strategi kerja
- Minimum stress
level
Motivation (1209):
- Jaga self-esteem
yang positif
- Rencanakan masa
depan

Memanfaatkan
pelayanan kesehatan
Lifestyle Balance
(2013):
- Keluarga mengenali
keseimbangan
kebutuhan hidup
- Mengenali masalah
stress utama
- Keluarga mampu
mencari fasilitas
kesehatan jika
diperlukan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Dx Keperawatan Tgl dan Waktu Implementasi Evaluasi Paraf


Kesiapan Subyektif:
meningkatkan
pengetahuan terkait
COVID-19 Obyektif:

Analisis:

planning
Perilaku cenderung Subyektif:
beresiko tentang
merokok
Obyektif:

Analisis:

planning
Ketidakefektifan Subyektif:
performa peran b.d.
kerugian ekonomi
Obyektif:

Analisis:

planning
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan ke : 5

Tanggal : Selasa, 12 Mei 2020

Materi : Implementasi Diagnosa 1 (Perilaku Cenderung Beresiko Terkait Perilaku


Merokok)

A. Latar Belakang
Perilaku merokok adalah kebiasaan buruk yang dilakukan setiap hari dapat
menyebabkan penyakit oleh siapapun baik laki-laki maupun perempuan, baik orang tua
maupun remaja bahkan siswa yang masih sekolah. Perilaku merokok sangat mudah
ditemui bahkan ditempat yang seharusnya bebas asap rokok seperti rumah sakit,
puskesmas serta sekolah. Ironisnya perilaku merokok seolah sudah membudaya dan
dianggap sebagai kegiatan biasa yang tidak berbahaya. Kegiatan yang membudaya ini
menandakan rendahnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya rokok dan asapnya bagi
orang disekeliling perokok tersebut. Rendahnya kesadaran masyarakat atas bahaya asap
rokok diakibatkan salah satunya oleh kurangnya pengetahuan dan kemampuan
masyarakat dalam mencari informasi tentang bahaya merokok (Ratmatika, 2010 dalam
Herlina, 2011).
Pengetahuan masyarakat yang kurang mengenai bahaya merokok berakibat pada
merajalelanya perilaku negatif ini khususnya dikalangan remaja. Berdasarkan data WHO
pada 2018, masyarakat Indonesia berada diperingkat kedua dengan ketidaktahuan
mengenai bahaya rokok bagi kesehatan. Perilaku merokok selain berbahaya bagi diri
sendiri juga berbahaya bagi orang disekitar yang menghirup asap rokok. Menurut data
WHO (2018), asap rokok mengandung 7000 zat kimia dimana lebih dari 250 jenis
bersifat karsinogenik. Oleh sebab itu perilaku merokok akan menyebabkan tingginya
resiko seseorang mengidap penyakit jantung, penyakit saluran pernapasan, dan berbagai
jenis kanker bahkan dapat menyebabkan kematian. Perilaku merokok juga mengakibatkan
lima juta kematian setiap tahunnya (Xianglong Xu, 2015).
Perilaku merokok akan menimbulkan asap rokok yang akan dihisap baik diri sendiri
maupun orang disekitar perokok. Asap rokok yang ditimbulkan oleh perokok
mengandung ribuan bahan kimia beracun yang dapat menimbulkan berbagai macam
kanker. Selain itu asap rokok juga dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan
serta menstimulasi kekambuhan asma, dan gangguan pernapasan lainnya (Sukendro, 2007
dalam Ambarwati dkk, 2014).
Paparan asap rokok yang terus-menerus akan menyebabkan resiko beberapa penyakit
diantaranya yang paling ringan adalah rontoknya rambut, katarak, kulit cepat keriput,
osteoporosis, karies gigi, penyakit jantung, hipertensi, berbagai macam kanker khususnya
kanker paru (RSUP Sanglah Denpasar, 2017). Riwayat merokok sengat mempengaruhi
seseorang terjangkit kanker paru, semakin dini seseorang memulai perilaku merokok
maka semakin dini pula dirinya beresiko terjankit penyakit-penyakit diatas khususnya
kanker paru. Sebagian besar perokok sendiri memiliki pengetahuan rendah mengenai
beberapa penyakit akibat perilaku merokok (Herlina, 2011).
B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa
Perilaku Cenderung Beresiko Terkait Perilaku Merokok
2. Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x pertemuan diharapkan keluarga
Bapak A mampu mengurangi perilaku merokok dengan efektif
3. Tujuan Khusus
a. Teaching: Disease process: Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan
selama 1 X 30 menit keluarga Bpk.A mampu:
b. Mengenal Masalah Domain IV Health knowledge and Behaviour Class:
Health Knowledge Outcome: Knowledge : health management (1803):
Keluarga Bpk.A mengetahui tentang Bahaya merokok
c. Mengambil keputusan Domain IV Health knowledge and Behaviour Class:
Health Behaviour Outcome: Participation in Health Care Decisions (1606):
Mengambil keputusan untuk penanganan perilaku meroko
d. Adherence Behavior (1600): Merawat anggota keluarga yang sakit
e. Domain IV Health Knowledge and Behaviour Classes: Health Knowledge
Outcome: Knowledge :treatment regimen (1813): Memodifikasi lingkungan
f. Domain IV Health Knowledge and Behaviour, Classes: Health Knowledge,
Outcome: Health Seeking Behavior (1603): Memanfaatkan fasilitas layanan
kesehatan
C. Rencana Kegiatan
1. Metode
Metode yang digunakan dengan diskusi dan Tanya jawab
2. Media dan Alat
Media yang digunakan yaitu leaflet dan ppt
3. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Selasa, 12 Mei 2020
Waktu : 16.00 WIB
Alamat : Perumahan TNI AU Lanud Adi Sutjipto Blok L-10 Banguntapan,
Bantul, Yogyakarta
4. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
1) Keluarga Bapak A bersedia berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilakukan
mahasiswa.
2) Agenda dari kegiatan yang akan dilaksanakan sudah dipersiapkan sesuai
jadwal
b. Kriteria Proses
1) Kontrak waktu berjalan dengan baik
2) Keluarga kooperatif selama proses intervensi
3) Keluarga mampu menjawab pertanyaan mahasiswa dengan baik
c. Kriteria Hasil
1) Keluarga mampu menjelaskan pengertian perilaku merokok, bahaya merokok
terhadap perokok aktif, pasif, dan bagi ekonomi, serta manfaat berhenti
merokok.
2) Keluarga memahami bahaya dari perilaku merokok
3) Keluarga mampu mengontrol perilaku merokok anggota keluarganya
4) Mahasiswa dan keluarga mampu menentukan waktu untuk pertemuan
selanjutnya guna mengimplementasikan kegiatan sesuai prioritas masalah hari
ini
SATUAN PENYULUHAN ACARA
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERILAKU MEROKOK
PADA KELUARGA BAPAK A DI LANUD ADISUTJIPTO RT 008
BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA

Topik : Keperawatan Dewasa


Sub Topik : Perilaku Merokok
Sasaran : Individu
Tempat : Rumah Bapak A
Hari/tanggal : Selasa, 12 Mei 2020
Waktu : 16.00 WIB – selesai

PENYULUHAN
I. ANALISIS DATA
A. Latar Belakang
Perilaku merokok adalah kebiasaan buruk yang dilakukan setiap hari dapat
menyebabkan penyakit oleh siapapun baik laki-laki maupun perempuan, baik
orang tua maupun remaja bahkan siswa yang masih sekolah. Perilaku merokok
sangat mudah ditemui bahkan ditempat yang seharusnya bebas asap rokok seperti
rumah sakit, puskesmas serta sekolah. Ironisnya perilaku merokok seolah sudah
membudaya dan dianggap sebagai kegiatan biasa yang tidak berbahaya. Kegiatan
yang membudaya ini menandakan rendahnya kesadaran masyarakat mengenai
bahaya rokok dan asapnya bagi orang disekeliling perokok tersebut. Rendahnya
kesadaran masyarakat atas bahaya asap rokok diakibatkan salah satunya oleh
kurangnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mencari informasi
tentang bahaya merokok (Ratmatika, 2010 dalam Herlina, 2011).
Pengetahuan masyarakat yang kurang mengenai bahaya merokok berakibat
pada merajalelanya perilaku negatif ini khususnya dikalangan remaja.
Berdasarkan data WHO pada 2018, masyarakat Indonesia berada diperingkat
kedua dengan ketidaktahuan mengenai bahaya rokok bagi kesehatan. Perilaku
merokok selain berbahaya bagi diri sendiri juga berbahaya bagi orang disekitar
yang menghirup asap rokok. Menurut data WHO (2018), asap rokok mengandung
7000 zat kimia dimana lebih dari 250 jenis bersifat karsinogenik. Oleh sebab itu
perilaku merokok akan menyebabkan tingginya resiko seseorang mengidap
penyakit jantung, penyakit saluran pernapasan, dan berbagai jenis kanker bahkan
dapat menyebabkan kematian. Perilaku merokok juga mengakibatkan lima juta
kematian setiap tahunnya (Xianglong Xu, 2015).
Perilaku merokok akan menimbulkan asap rokok yang akan dihisap baik diri
sendiri maupun orang disekitar perokok. Asap rokok yang ditimbulkan oleh
perokok mengandung ribuan bahan kimia beracun yang dapat menimbulkan
berbagai macam kanker. Selain itu asap rokok juga dapat menyebabkan iritasi
mata, hidung, tenggorokan serta menstimulasi kekambuhan asma, dan gangguan
pernapasan lainnya (Sukendro, 2007 dalam Ambarwati dkk, 2014).
Paparan asap rokok yang terus-menerus akan menyebabkan resiko beberapa
penyakit diantaranya yang paling ringan adalah rontoknya rambut, katarak, kulit
cepat keriput, osteoporosis, karies gigi, penyakit jantung, hipertensi, berbagai
macam kanker khususnya kanker paru (RSUP Sanglah Denpasar, 2017). Riwayat
merokok sengat mempengaruhi seseorang terjangkit kanker paru, semakin dini
seseorang memulai perilaku merokok maka semakin dini pula dirinya beresiko
terjankit penyakit-penyakit diatas khususnya kanker paru. Sebagian besar perokok
sendiri memiliki pengetahuan rendah mengenai beberapa penyakit akibat perilaku
merokok (Herlina, 2011).
B. Karakterikstik Peserta Didik
1. Peserta masih melakukan perilaku merokok
2. Penyampaian materi menggunakan metode bimbingan (konsling) dan
berbahasa Indonesia
3. Media yang digunakan berupa media cetak (leaflet) dan media elektronik (ppt)
4. Kebutuhan khusus yang perlu disiapkan adalah leaflet dan ppt yang akan
digunakan sebagai media penyuluhan
5. Isi materi yang disampaikan mengenai pengertian, kandungan kimia dalam
rokok, bahaya merokok bagi kesehatan (perokok aktif, pasif), bahaya merokok
bagi ekonomi, manfaat berhenti merokok
C. Kebutuhan Peserta Didik
1. Peserta membutuhkan pemahaman mengenai bahaya perilaku merokok dan
manfaat berhenti dari perilaku tersebut
2. Hambatan yang mungkin muncul adalah peserta kurang kooperatif, tidak
memperhatikan, dan tidak fokus
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x pertemuan diharapkan keluarga
Bapak A mampu mengurangi perilaku merokok dengan efektif.
III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x pertemuan diharapkan keluarga
Bapak A mampu mengurangi perilaku merokok dengan efektif dengan pengetahuan
yang lebih terkait perilaku merokok yang meliputi:
a. Pengertian perilaku merokok
b. Kandungan kimia dalam rokok
c. Bahaya merokok bagi perokok aktif
d. Bahaya merokok bagi perokok pasif
e. Bahaya merokok bagi ekonomi
f. Manfaat berhenti merokok
IV. MATERI
(Terlampir)
V. METODE
Metode penyuluhan akan menggunakan metode bimbingan (konseling)
VI. MEDIA DAN ALAT PENGAJARAN
a. Lealfet
b. PPT
VII. KEGIATAN PENYULUHAN

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1. 5 menit PEMBUKAAN a. Menjawab pertanyaan
a. Memberikan salam b. Mendengarkan dan
b. Perkenalan memperhatikan
c. Menjelaskan TIU dan TIK c. Mendengarkan dan
d. Menyebutkan materi yang akan di memperhatikan
sampaikan d. Mendengarkan dan
e. Pretest memperhatikan
e. Menjawab pertanyaan
2. 15 INTI a. Menjawab pertanyaan
menit 1) Review materi penyuluh
2) Menjelaskan materi b. Mendengarkan dan
- Pengertian perilaku merokok memperhatikan
- Kandungan kimia dalam rokok c. Bertanya kepada
- Bahaya merokok bagi perokok penyuluh bila masih ada
aktif yang belum jelas
- Bahaya merokok bagi perokok d. Mendengarkan dan
pasif memperhatikan
- Bahaya merokok bagi ekonomi
- Manfaat berhenti merokok
3) Memberikan
kesempatan kepada
peserta untuk
menanyakan materi
yang belum jelas
4) Menyimpulkan materi
yang telah
disampaikan
3. 5 menit EVALUASI a. Menjawab pertanyaan
a. Post test b. Mendengarkan dan
b. Memberikan reinforcement positif memperhatikan
jika jawaban benar dan
membetulkan jika masih ada
kekurangan
4. 2 menit PENUTUP a. Menjawab salam
a. Mengucap salam penutup

VIII. EVALUASI
A. Evaluasi Struktur
1) Keluarga Bapak A bersedia berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilakukan
mahasiswa.
2) Agenda dari kegiatan yang akan dilaksanakan sudah dipersiapkan sesuai
jadwal
B. Evaluasi Proses
1) Kontrak waktu berjalan dengan baik
2) Keluarga kooperatif selama proses intervensi
3) Keluarga mampu menjawab pertanyaan mahasiswa dengan baik
C. Evaluasi Hasil
1) Keluarga mampu menjelaskan pengertian perilaku merokok, bahaya merokok
terhadap perokok aktif, pasif, dan bagi ekonomi, serta manfaat berhenti
merokok.
2) Keluarga memahami bahaya dari perilaku merokok
3) Keluarga mampu mengontrol perilaku merokok anggota keluarganya
4) Mahasiswa dan keluarga mampu menentukan waktu untuk pertemuan
selanjutnya guna mengimplementasikan kegiatan sesuai prioritas masalah hari
ini
IX. REFERENSI

Ambarwati, Khoirotul, A., Kurniawati, F., Darojah, S., & K., T. D. (2014). Media
Leaflet, Video, dan Pengetahuan Siswa SD Tentang Bahaya Merokok. Jurnal
Kesehatan Masyarakat, 7-13.

Felman, A. (2018, Januari 11). Everything you need to know about nicotine.
Retrieved September 19, 2018, from Medical News Today:
https://www.medicalnewstoday.com/articles/240820.php

Herlina. (2011). Hubungan Riwayat Merokok Dengan Stadium ca Paru. Pekanbaru,


Riau: Universitas Riau.

Instalasi PKRS RSUP Sanglah. (2017). Dampak Rokok Terhadap Kesehatan.


Denpasar: RSUP Sanglah.

Liem, A. (2010). Pengaruh Nikotin Terhadap Aktifitas dan Fungsi Otak Serta
Hubungannya Dengan Gangguan Psikologis pada Pecandu Rokok. Fakultas
Psikologi Universitas Gadjah Mada: Buletin Psikologi, 37-50.

Naeem, Z. (2015). Second Hand Smoke: Ignore Implication. International Journal


Health Science, 5-6.

National Cancer Institute. (2011, Januari 12). Second Hand Smoke and Cancer.
Retrieved September 19, 2018, from National Cancer Institute:
https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-
prevention/risk/tobacco/cessation-fact-sheet

Nordqvist, C. (2015, July 13). What Chemicals Are in Cigarette Smoke. Retrieved
September 19, 2018, from Medical News Today:
https://www.medicalnewstoday.com/articles/215420.php

Onor, I. C. (2017). Clinical Effects of Cigarette Smoking: Epidemiologic Impact and


Review of Pharmacotherapy Options. International Journal of
Environmental Research and Public Health, 1-16.

Sentra Informasi Keracunan Nasional. (2016). Remaja, Tembakau, dan Rokok.


Jakarta: Pusat Informasi Obat dan Makanan.

Tobacco free kids. (2009). smoking's immediate effects on the body. Retrieved mei
12, 2018, from tobacco free kids:
https://www.tobaccofreekids.org/assets/factsheets/0264.pdf

Triandhini, R. (2013). Merokok dan Oksidasi DNA. Sains Medika, Vol 5 No 2, 113-
120.

Valentino, M. D. (2013, November 6). A Look at Second-hand Smoking. Retrieved


September 19, 2018, from European Society of Cardiology:
https://www.escardio.org/Journals/E-Journal-of-Cardiology-
Practice/Volume-12/A-look-at-second-hand-smoking

Wahyudi, M. Z. (2015). Kerugian akibat Rokok 3,7 Kali Lebih Besar Dibanding
Cukai yang Diperoleh. Jakarta: Kompas.

World Heath Organization (WHO). (2018). Tobacco Breaks Heart: Choose Health
not Tobacco. Geneva: WHO.

Xianglong, X. (2015). Smoking-Related Knowledge, Attitudes, Behavior, Smmoking


Cessation Idea and Education Level among Young Adult Male Smokers.
China: Int. J. Environ. Res. Public Health.
MATERI PENYULUHAN

PERILAKU MEROKOK

A. Pengertian Perilaku Merokok


Perilaku adalah reaksi ataupun respon individu terhadap pengalaman dan
interaksi manusia dengan lingkungannya dalam bentuk pengetahuan (knowledge),
sikap (attitude) dan tindakan (practice). Respon yang muncul dapat berupa pasif
(tanpa tindakan) maupun aktif (berupa tindakan) (Titik Lestari, 2015)
Perilaku merokok adalah perilaku seseorang dengan membakar, menghisap,
dan menimbulkan asap yang terhisap oleh orang disekitarnya. perokok terbagi
menjadi dua yaitu perokok aktif (orang yang melakukan tindakan membakar,
menghisap, dan menimbulkan asap), dan perokok pasif (orang disekitar perokok aktif
yang menghisap asap rokok yang ditimbulkannya).
B. Kandungan Kimia Dalam Rokok
Rokok mengandung berbagai macam zat kimia yang sangat berbahaya bagi
tubuh. Kandungan kimia paling utama didalam rokok adalah nikotin, tar, dan karbon
monoksida. Berdasarkan hasil penelitian, dari ketiga bahan kimia utama nikotin
merupakan yang paling berbahaya bagi tubuh. Nikotin adalah bahan kimia yang
mengandung nitrogen dan terbuat dari tanaman tembakau (Nicotiana tobacum).
Nikotin juga bersifat sangat adiktif, bahkan menghentikan pacandu rokok yang
mengandung nikotin akan sama sulitnya dengan menghentikan orang kecanduan
heroin maupun kokain. Nikotin yang terkandung dalam asap rokok akan masuk ke
paru-paru, kemudian dibawa keseluruh tubuh bersama oksigen didalam aliran darah
sampai ke otak. Setelah sampai di otak, nikotin akan merangsang neurotransmitter
otak untuk mengeluarkan hormon dopamin yang menyebabkan perasaan bahagia atau
senang yang mirip dengan efek saat menggunakan kokain dan heroin (Triandhini,
2013).
Selain merangsang otak untuk mengeluarkan dopamin, nikotin juga membuat
pankreas lebih sedikit memproduksi insulin yang akan meningkatkan gula darah.
Seseorang yang terbiasa mengkonsumsi rokok dengan nikotin memiliki keenderungan
untuk meningkatkan dosis rokok untuk mendapatkan sensasi rasa senang yang sama.
Mengkonsumsi nikotin juga berhubungan dengan peningkatan rasa waspada, rasa
senang, dan sensasi rasa nyaman. Nikotin juga akan meningkatkan level beta-
endorphin yang akan mengurangi rasa cemas (Felman, 2018). Kandungan bahan
kimia berbahaya lainnya yang terdapat dalam rokok antara lain:
Kandungan Kimia Rokok
No Zat Kimia Fungsi Dampak
1 Asetaldehida (Etanal) Biasa digunakan pada resin Bersifat karsinogen dan
dan lem memfasilitasi absorpsi
bahan kimia berbahaya
masuk ke saluran bronkial.
2 Aseton Digunakan pada pelarut Mengiritasi mata, hidung,
(solvents) dan tenggorokan. Dalam
jangka panjang merusak
hati dan ginjal
3 Akrolin (Senyawa Digunakan dalam pupuk Mengiritasi mata dan
propenal) (herbicides) dan resin saluran napas bagian atas
poliester
4 Ammonia Digunakan dalam cairan Penyebab asma dan
pembersih peningkatan tekanan darah
5 Benzena Biasa digunakan dalam Penyebab beberapa
bensin penyakit kanker termasuk
leukemia
6 Butiraldehida Bahan pembuat pelarut dan Bahan yang sangat
resin mengiritasi pernapasan
7 Kadmium (Cadmium) Bahan pelaspis logam yang Zat yang sangat karsinogen,
tidak korosif dan dapat merusak otak,
ginjal, dan jantung
8 Kromium (Chromium) Biasa digunakan sebagai Dikenal sebagai zat yang
bahan pengawet kayu menyebabkan kanker paru
9 Krotonaldehida Zat yang terdapat dibahan Mengganggu sistem
(Crotonaldehyde) bakar gas imunitas manusia
10 formaldehida Bagian resin yang biasa Bisa menyebabkan kanker
digunakan pada papan fiber hidung, merusak sistem
pencernaan, kulit, dan paru-
paru
11 Hydrogen sianida Bahan baku kimia polimer Menyebanbkan pelemahan
(Asam hidrosianat) dan obat-obatan, produksi paru, rasa lemah, sakit
plastic akrilik dan resin kepala, mual
12 Isoprena Digunakan dalam Mengiritasi kulit, mata, dan
pembuatan karet membrane mukus
13 Nikel Zat karsinogen yang
menyebabkan asma
bronkial, iritasi pernapasan
14 Fenol (Phenol) - Asam Digunakan pada resin dan Sangat berbahaya terhadap
karbonat bahan material kontruksi sistem saraf pusat, sistem
kardiovaskular, sistem
pernapasan, ginjal, dan hati
15 Toulen -metilbenzena Digunakan pada resin, Menyebabkan
minyak, dan pelarut kebingungan, pikun, mual,
dan kelemahan

Sumber: Nordqvist (2015)


C. Bahaya Asap Rokok Bagi Perokok Aktif
Berdasarkan data National Center for Biotechnology (NCBI) rata-rata seorang
perokok kehilangan 5,5 menit hidupnya pada setiap batang rokok yang dihisap,
walupun hanya menghisap satu batang rokok perhari dapat menyebabkan beberapa
penyakit kanker, dan kematian diusia muda. Penelitian menunjukan gejala serius
kecanduan seperti keinginan untuk merokok, dan perasaan cemas dapat muncul
beberapa minggu bahkan beberapa hari setelah percobaan pertama merokok. Menurut
Onor (2017), beberapa bahaya merokok bagi tubuh antara lain:
1. Efek pada Otak
Nikotin dalam asap rokok akan masuk ke paru-paru selanjutnya ke
aliran darah dan dibawa ke otak. Nikotin diotak akan diterima oleh
reseptor (Nicotinic Cholinergic Receptors) yang akan menyebabkan
pelepasan dopamin oleh neurotransmitter yang akan menimbulkan
perasaan senang. Nikotin yang masuk keotak melalui peredaran darah akan
menganggu kerja otak contohnya pada bagian Internal Prefontal Cortex
akan menghambat pengontrolan gerak tubuh, keseimbangan, dan
mempengaruhi ingatan jangka pendek. Nikotin dalam otak juga akan
menyebabkan kesulitan menggerakan otot wajah dan mulut, epilepsi, dan
memperbesar resiko kebutaan, dan masih banyak lagi bergantung pada
bagian otak yang mengandung nikotin (Liem, 2010).
2. Efek pada Sistem Pernapasan

Efek yang paling ringan dari merokok adalah batuk, dimana batuk

adalah respon natural tubuh untuk menbersihkan zat iritan. Merokok

sangat berhubungan dengan penyakit kerusakan paru kronik (Chronic

Obstruction Pulmonary Disease - COPD), perilaku merokok juga akan

menyebabkan asma pada orang dewasa, inflamasi kronis jalan napas

(Chronic Airway Inflammation), dan juga pneumonia. Partikel asap rokok

dan zat iritan lainnya akan masuk kedalam paru-paru melalui peredaran

darah dan akan menyebabkan kerusakan struktur paru-paru sehingga

mengalami penyakit disaluran napas bahkan yang terparah dapat

menyebabkan kanker paru.

3. Efek pada Sistem Kardiovaskular


Merokok dapat menyebakan perubahan ritme dan denyut jantung,

naiknya tekanan darah, meningkatnya resiko terserang stroke. Satu dari

tiga kematian diseluruh dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskular

(Cardiovascular Disease - CVD), membunuh hampir 18 juta orang setiap

tahunnya. Sebanyak 17% atau 3 juta kematian disebabkan oleh merokok

baik aktif maupun pasif. Selain itu, kandungan nikotin dalam rokok akan

masuk kedalam tubuh dan diedarkan keseluruh bagian tubuh yang akan

menyebabkan pembengkakan pada aorta (Aortic Aneurysm - AA), penyakit

jantung coroner (Coronary Heart Disease - CHD), dan masih banyak lagi.

4. Efek Lainnya

Perilaku merokok juga menyebabkan berbagai macam kanker dihampir

seluruh organ tubuh. Hal ini dikarenakan oleh bahan-bahan kimia yang

berada didalam setiap batang rokok. Beberapa penyakit berisiko yang

menyebabkan kematian pada perokok antara lain:

Penyakit Berisiko Kematian bagi Perokok

Penyakit Resiko Kematian


bagi Perokok
Penyakit saluran penapasan kronik 10-20 kali
Kanker paru 7-15 kali
Kanker payudara 11 kali
Kanker tenggorokan 5-13 kali
Kanker esophagus 4-5 kali
Kanker mulut 3-15 kali
Kanker kandung kemih 2-3 kali
Kanker pankreas 2 kali
Penyakit jantung 1-3 kali
Penyakit tukak lambung 2 kali
Sumber: Sentra Informasi Keracunan BPOM (2016)

Penyakit kanker yang diderita perokok sendiri berasal dari meningkatnya level
radikal yang menyebabkan kerusakan DNA yang diakibatkan oleh nikotin yang
berada didalam rokok. Kandungan zat kimia didalam asap rokok mengakibatkan
mutasi DNA yang akan merangsang pertumbuhan tumor.dan berujung pada penyakit
kanker.
D. Bahaya Asap Rokok Bagi Perokok Pasif
Perilaku merokok juga membunuh hampir enam juta orang setiap tahun, dan
600.000 diantaranya adalah perokok pasif. Penelitian yang dilakukan pada 2011 di
192 negara didapatkan data 40% anak-anak, 33% laki-laki dewasa yang tidak
merokok, dan 35% perempuan tidak merokok. Data tersebut adalah perokok pasif
yang terkena dampak dari asap rokok yang menyebabkan 379.000 kematian di Negara
tersebut akibat penyakit jantung (Valentino, 2013).
Paparan asap rokok terhadap perokok pasif dapat mengiritasi jalan napas dan
berefek langsung terhadap pembuluh darah dan jantung. Setiap tahunnya sebanyak
46.000 perokok pasif meninggal dunia di Amerika Serikat. Anak yang terpapar asap
rokok akan meningkatkan resiko sindrom bayi meninggal mendadak, infeksi telinga,
demam, pneumonia, bronchitis, dan asma. Terpapar asap rokok sejak anak-anak akan
memperlambat pertumbuhan paru-paru mereka dan dapat menyebabkan batuk, dan
perasaan sesak napas (National Cancer Institute, 2011).
Orang yang tidak merokok biasanya terpapar asap rokok ditempat-tempat
umum seperti rumah makan, kantor, pusat perbelanjaan, kendaraan umum, dan masih
banyak lagi. Paparan asap rokok ini akan berdampak penyakit kanker paru pada
seseorang yang tidak merokok. Resiko mereka menderita kanker paru meningkat
antara 20-30%, didapatkan data sebanyak 7.300 orang meninggal setiap tahunnya
akibat kanker paru di Amerika Serikat. Penyakit lainnya adalah iritasi mata, sakit
kepala, gejala penyakit di hidung, batuk, dan alergi, selain itu akan berefek pada
sistem kardiovaskular dan menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke (Naeem,
2015).
E. Bahaya Merokok Bagi Ekonomi
Hampir 80% dari satu milyar perokok aktif didunia berasal dari negara yang
berpendapatan menengah hingga rendah. Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah
tidak hanya terbebani dengan pengeluaran untuk membeli rokok yang mereka
konsumsi, namun juga pengeluaran untuk pengobatan penyakit akibat rokok
(Valentino, 2013). Bukan hanya masyarakat, negara juga dirugikan akibat penyakit
yang ditimbulkan oleh rokok. Kerugian total akibat konsumsi rokok ditahun 2013
mencapai Rp.378,75 triliun. Kerugian berasal dari membeli rokok sebesar Rp. 138
triliun, menurunnya produktivitas karena sakit, disabilitas, bahkan kematian prematur
diusia muda (Wahyudi, 2015)
F. Manfaat Berhenti Merokok
Perilaku merokok sangat berbahaya baik untuk diri sendiri maupun orang lain
yang ada disekitar perokok, selain berbahaya dari segi kesehatan juga berpengaruh
terhadap ekonomi sang perokok. Menghentikan perilaku merokok akan sangat
bermanfaat, bukan hanya dari segi kesehatan tapi juga ekonomi, manfaat berhenti
merokok antara lain:
Manfaat berhenti merokok
Waktu setelah berhenti manfaat
20 menit - Menurunnya denyut jantung
12-24 jam - Menurunnya kadar karbon monoksida secara drastis
didalam tubuh
2-12 minggu - Berkurangnya resiko serangan jantung
- Meningkatnya fungsi paru yang mempermudah
gerak tubuh
1-9 bulan - Menurunnya batuk dan napas pendek
1 tahun - Menurunnya resiko penyakit jantung coroner secara
signifikan
5 tahun - Menurunnya resiko kanker mulut, tenggorokan, dan
stroke
10 tahun - Menurunnya resiko kanker paru, kanker kandung
kemih, kanker pancreas, serta gagal ginjal
15 tahun - Setelah berhenti selama 15 tahun maka resiko
kematian akan sama dengan seseorang yang tidak
pernah merokok
Sumber: Tobaccofreekids.org (2013)

Manfaat lainnya dari berhenti merokok adalah menghemat uang, jika satu hari
perokok menghabiskan Rp.20.000 untuk membeli rokok maka bisa menabung hingga
Rp.600.000 dalam satu bulannya. Biaya ekonomi global untuk rokok setiap tahunnya
sebanyak 1.4 triliun USD, termasuk biaya pengobatan akibat rokok sebanyak 400
milyar USD. Perokok yang berhenti merokok akan menghemat rata-rata 1000-1500
USD untuk biaya mrnghindar dari serangan jantung dan stroke (WHO, 2018).

Anda mungkin juga menyukai