Anda di halaman 1dari 2

NAMA : BERNADETE DARI KOLIN (190204050)

KEPERAWATAN SEMETSER II JALUR B

Jamu Pada Pasien Tumor/Kanker sebagai Terapi Komplementer


Herbal as A Compelementary Therapy for Tumor/Cancer Patients
Siti Nur Hasanah*, Lucie Widowati

1. P:
Populasi/ pasien? Siapa yang menjadi populasi dan sampelnya? Usia? Jenis kelamin?
Individu dengan masalah tertentu:
Populasi merupakanpasien tumor/kanker pada dokter praktikjamu di Rumah Sakit,
Puskesmas, dan praktik mandiri yang berada pada jejaring dokter di 7 provinsi, yaitu
DKI Jakarta,Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Bali dan Sulsel.3
2. I:
Intervensi/indikator (variabel yang ada dijurnal tersebut)? Paparan penyakit, perilaku
beresiko, faktor prognostic Dari 71 pasien tumor/kanker, 57 pasien (80,3%) menerima
terapi jamu, 10 pasien (14,1%) menerima terapi konvensional dan jamu, 2 pasien (2,8%)
menerima terapi konvensional, jamu dan kesehatan tradisional; dan 1pasien
(1,4%)menerima terapi jamu dan kesehatan tradisional.
3. C:
Perbandingan/kontrol? Dapat berupa plasebo mis. Krn tidak ada penyakit, tidak ada
faktor resiko ataupun faktor prognostic
Diperoleh 71pasien kanker dengan total 129 kunjungan, bervariasi antara 1-4 kali
kunjungan per pasien. Jenis tumor/kanker terbanyak ditemukan organ payudara (32%).
Dari 71 pasien tumor/kanker, 80,3% menerima terapi jamu; 14,1% menerima terapi
kesehatan konvensional dan jamu; 2,8% menerima terapi konvensional jamu dan
kesehatan tradisional; 1,4% menerima terapi jamu dan kesehatan tradisional.

O :Hasil? Resiko penyakit, ketepatan diagnostik, tingkat kejadian hasil yang merugikan
Pada akhir terapi ditemukan 79,6% pasien dengan kualitas hidup yang membaik
dan 20,4% yang menetap, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terapi
komplementer alternatif dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasien
tumor/kankeryang berobat di dokter praktek jamu yang terlibat dalam penelitian
ini.
4. T:
Waktu? Waktu yang dibutuhkan untuk intervensi dalam mencapai hasil atau berapa
lama responden diamati?
dilakukan selama 10 bulan dengan menggunakan rekam medik dokter praktek jamu
serta program entri pada website Badan Litbangkes. Selanjutnya data dianalisis secara
deskriptif menggunakan perangkat lunak SPSS versi 19.0.

kesimpulannya:

Sepuluh komponen jamu yang paling banyak digunakan pada pasien


tumor/kanker berturut-turut adalah kunyitnputih, rumput mutiara, bidara
upas,sambiloto, keladi tikus, temulawak, temu mangga, daun dewa, benalu, dan
daun sirsak. Pada akhir terapi ditemukan 79,6% pasien dengan kualitas hidup
yang membaik dan 20,4% yang menetap, pada penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa terapi komplementer alternatif dapat meningkatkan kualitas hidup pada
pasien tumor/kanker yang berobat di dokter praktek jamu yang terlibat dalam
penelitian ini.