Anda di halaman 1dari 2

Management Operasi

Dosen : Dr. Imam Wibowo, SE.,M.Si


Nama : Andy Kurniawan
NIM : 1834021003
Prodi : Management
Semester : 4
Ruang : 205 (Sabtu)

1.) Jelaskan dan berikan contoh implementasi manajemen operasi pada institusi militer yang berupa
manufaktur dan non manufaktur yang mana kegiatannya bersifat proyek.

Manajemen operasi merupakan rangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan

pengendalian proses tranformasi input menjadi output.

II.S (integrated Logistics Support) adalah disiplin yang digunakan oleh tentara/militer untuk

memastikan sistem pendukung yang kuat dengan layanan perbeklan 9logistik). Konsep

pemikirannya adalah biaya terendah dan sesuai dengan kebutuhan, handal, persediaan yang

mencukupi, maintainability dan lain-lain sebagai persyaratan yang ditetapkan untuk itu.

Dalam logistik militer, perwira logistik mengatur bagaimana dan kapan memindahkan

sumber daya ke tempat dimana mereka dibutuhkan. Manjemen rantai suplai dilogistik militer

biasanya bersinggungan dengan variabel-variabel tertentu untuk memprediksi biaya,

penurunan kualitas, konsumsi dan permintaan masa depan.

Pengelompokan kategori AD AS yaitu klarifikasi suplai dikembangkan sedemikian rupa

sehingga suplai dengan kategoriu konsumsi yang mirip deikelompokkan menjadi grup-grup

tersendiri untuk kegunaan perencanaan lebih lanjut. Contohnya, konsumsi pda masa damai

untuk amunisi dan bahan bakar akan lebih sedikit dibandingkan pada masa peperangan,

dimana suplai lainnya seperti makanan dan baju memiliki rasio konsumsi yang konstan tanpa

menghiraukan perang maupun damai. Pasukan akan selalu membutuhkan seragam dan

makanan, lebih banyak pasukan berarti kebutuhan makanan dan seragam akan lebih banyak.
2.) Bagaimana caranya agar dapat dicapai efisiensi dari kegiatan operasi suatu institusi?

 Mempromosikan Kultur yang Terbuka

Buatlah kultur komunikasi terbuka antar departemen, sehingga produktivitas akan meningkat
sebagai hasil dari tenaga yang lebih besar. Doronglah komunikasi, kolaborasi, umpan balik antar
departemen, dan juga antara manajemen dengan staf. Cara ini akan merangsang aliran ide
menjadi lebih cepat serta meningkatkan efisiensi dalam tim secara keseluruhan.

 Membagi Pekerjaan Besar Menjadi Pekerjaan Kecil

Pekerjaan yang besar cenderung membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan. Membagi
pekerjaan besar menjadi pekerjaan yang lebih kecil akan membuatnya lebih ringan, apalagi jika
pekerjaan tersebut dapat didelegasikan ke orang-orang yang ahli di bidangnya.

 Membuat Analisis Proses Karyawan

Buatlah semacam survei untuk mengukur efisiensi keseluruhan karyawan. Tugaskan


seluruh manager untuk memonitor setiap staf untuk menentukan bagaimana mereka
menangani pekerjaan. Setelah itu, temui semua manager untuk membuat evaluasi dalam proses
tersebut.

 Menggunakan Sistem Satu Pintu

Banyaknya hal yang harus diurus terkadang membuat kewalahan, terutama mengenai facts yang
berhubungan dengan ketenagakerjaan seperti payroll yang masih manual, izin cuti yang harus
dilakukan melalui e-mail, pengajuan lembur, pajak, hingga BPJS. Terlebih banyak perusahaan
yang belum mampu membangun sistem satu pintu yang mampu memfasilitasi kebutuhan
tersebut karena mahalnya biaya. Untuk itu carilah perusahaan yang menyediakan jasa untuk
masalah inefisiensi tersebut

 Mengukur Target

Setelah semua dilakukan, aturlah goal secara keseluruhan, lalu bekerjalah dengan pimpinan


departemen untuk menentukan goal manakah yang akan dicapai di setiap departemen hingga
setiap karyawan. Mengatur goal yang realistis dengan cara ini akan memberikan motivasi yang
dibutuhkan.

Anda mungkin juga menyukai