Anda di halaman 1dari 6

Soal 1

PT ABC bergerak dalam bidang perdagangan barang elektronik sejak 2 Januari 2018 terdaftar sebagai Wajib Pajak di
KPP Pratama Jombang. Peredaran bruto selama tahun 2018 sbb:
No Bulan Peredaran Bruto (Rp)
1 Januari 600.000.000
2 Februari 200.000.000
3 Maret 200.000.000
4 April 150.000.000
5 Mei 600.000.000
6 Juni 200.000.000
7 Juli 600.000.000
8 Agustus 200.000.000
9 September 600.000.000
10 Oktober 200.000.000
11 November 600.000.000
12 Desember 200.000.000

1. Kapan paling lama PT ABC harus melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak?

Saat PT ABC memiliki peredaran usaha melebihi Rp4.800.000.000,- maka paling lambat akhir bulan berikutnya PT
ABC harus melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.

Dalam kasus ini, total peredaran usaha selama Januari s.d. Desember 2018 sebesar Rp4.350.000.000,- (belum
melebihi Rp4.800.000.000,- sehingga PT ABC belum wajib untuk dikukuhkan sebagai PKP.

2. Jika PT ABC tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP dan KPP Pratama Jombang
mengukuhkan PT ABC sebagai PKP secara jabatan, mulai masa pajak apa dapat diterbitkan SKP/STP?

Belum wajib PKP karena omzet masih kurang dari Rp4.800.000.000,-

Soal 2
PT Berkah yang berkedudukan di Manado menjual Kelapa kepada PT Ceria di Surabaya dengan syarat pengiriman
(term of delivery) loco gudang penjual (fob shipping point). Barang Kena Pajak dikeluarkan dari gudang PT Berkah
dan dikirim ke gudang PT Ceria pada tanggal 10 Juni 2019 dengan menggunakan perusahaan ekspedisi PT DNA
dengan tanggal DO (delivery order) 10 Juni 2019. Barang diterima oleh PT Ceria pada tanggal 12 Juni 2019.
1. Atas transaksi PT Berkah dengan PT Ceria apakah terutang PPN?
Apabila terutang PPN, kapan faktur pajak dibuat dan siapa yang membuat faktur pajak?
2. Atas transaksi dengan PT Ceria dengan PT DNA apakah terutang PPN?
Apabila terutang PPN, bagaimana perhitungan dasar pengenaan pajaknya dan apakah PPN terutang (apabila ada)
dapat menjadi kredit pajak bagi PT Ceria?
1. Ya, terutang PPN… Faktur Pajak dibuat tanggal 10 Juni 2019, yang dibuat oleh PT Berkah.
2. Ya, terutang PPN…Perhitungan DPP PPN = 10% x Nilai Tagihan, Perhitungan PPN = 10% x DPP = 10% x 10% x
Nilai Tagihan…..dapat dikreditkan oleh PT Ceria

Soal 3
PT Semangat menyewakan satu unit ruko kepada PT Diatetupa dengan masa kontrak selama 12 (dua belas) tahun.
Dalam kontrak disepakati antara lain:
- PT Diatetupa mulai menggunakan ruko tersebut pada tanggal 1 September 2019.
- Nilai kontrak sewa selama 12 (dua belas) tahun sebesar Rp 120.000.000,00.
- Pembayaran sewa adalah tahunan dan disepakati dibayar setiap tanggal 29 September dengan pembayaran
sebesar Rp10.000.000,00 per tahun.
Pada tanggal 29 September 2019 PT Diatetupa melakukan pembayaran sewa untuk tahun pertama.
1. Kapan Faktur Pajak dibuat?
2. Siapa yang menerbitkan Faktur Pajak?
3. Hitung PPN terutang?

1. Faktur Pajak dibuat tanggal 29 September 2019


2. PT Semangat selaku Pihak yang menyewakan
3. PPN = 10% x 10.000.000,- = Rp1.000.000,-, tahun depan (2020 dan seterusnya) saat dilakukan perpanjangan
sewa.

Soal 4
PT Toryung mengontrak Firma Cerah Konsultan untuk memberikan jasa konsultasi manajemen dan pelatihan kepada
staff marketing PT Toryung selama 6 (enam) bulan dengan nilai kontrak sebesar Rp60.000.000,00. Pembayaran jasa
konsultasi akan dilakukan setiap bulan. Firma Cerah Konsultan mulai memberikan jasa konsultasi sejak tanggal 1
Juli 2019. Pada tanggal 10 Agustus 2019, Firma Cerah Konsultan mengajukan tagihan untuk pembayaran jasa
konsultasi bulan Juli sebesar Rp10.000.000,00. PT Toryung melakukan pembayaran atas tagihan tersebut pada tanggal
20 Agustus 2019.
1. Kapan Faktur Pajak diterbitkan?
2. Hitung PPN terutang

1. Faktur Pajak diterbitkan pada 10 Agustus 2019.


2. PPN = 10% x Rp10.000.000,- = Rp1.000.000,-

Soal 5
Tentukan apakah barang-barang berikut ini merupakan non BKP/BKP yang mendapatkan Fasilitas PPN terutang
Dibebaskan/BKP yang tidak mendapatkan fasilitas PPN terutang Dibebaskan
a. Garam yang mengandung iodium
b. Bambu
c. Kapuk
d. Bengkuang
e. Cempedak

a. Garam yang mengandung iodium (non BKP)


b. Bambu (BKP tidak mendapatkan fasilitas)
c. Kapuk (BKP tidak mendapatkan fasilitas)
d. Bengkuang (non BKP)
e. Cempedak (non BKP)

Soal 6
Tentukan apakah barang-barang berikut ini merupakan non BKP/BKP yang mendapatkan Fasilitas PPN terutang
Dibebaskan/BKP yang tidak mendapatkan fasilitas PPN terutang Dibebaskan
a. Tebu
b. Karet
c. Sawi
d. Sereh
e. Rotan

a. Tebu (BKP tidak mendapatkan fasilitas)


b. Karet (BKP tidak mendapatkan fasilitas)
c. Sawi (non BKP)
d. Sereh (BKP tidak mendapatkan fasilitas)
e. Rotan (BKP tidak mendapatkan fasilitas)

Soal 7
Tentukan nilai PPN yang harus dipungut oleh PT Sejahtera dan PT Jaya Raya atas transaksi berikut ini:
PT Sejahtera (PKP) menukar mesin lama yang sudah digunakan dengan mesin model terbaru dengan PT Jaya Raya
(PKP). Pertukaran ini memiliki substansi komersial. Mesin lama memiliki nilai buku Rp8.000.000,- (Cost Rp12.000.000,-
; Akumulasi Depresiasi Rp4.000.000,-) dan nilai pasar Rp6.000.000,-. Mesin baru seharga Rp16.000.000,- dan mesin
yang lama dihargai Rp9.000.000,- oleh PT Jaya Raya

Nilai wajar mesin lama = nilai pasar = Rp6.000.000,- = Rp600.000,-


PPN dipungut oleh PT Sejahtera = 10% x Rp6.000.000,- = Rp600.000,-

Nilai wajar mesin baru = nilai pasar mesin lama + kas dikeluarkan = Rp6.000.000,- + (16.000.000 - 9.000.000) =
Rp6.000.000,- + Rp7.000.000,- = Rp13.000.000,-
PPN dipungut oleh PT Jaya Raya = 10% x Rp13.000.000,- = Rp1.300.000,-
Soal 8
Pada masa pajak Januari 2019, PT Airlangga (PKP) membukukan penjualan sebesar Rp250.000.000,-, sedangkan
pembelian sebesar Rp300.000.000,-. Atas kelebihan PPN, PT Airlangga memilih untuk dikompensasi ke masa pajak
Februari 2019. Pada 15 April 2019 diketahui bahwa penjualan masa pajak seharusnya Rp350.000.000,- (sedangkan
nilai pembelian tidak berubah).

Dari kondisi tersebut, sajikan informasi yang ada pada:

a. SPT Masa PPN masa pajak Januari 2019 status normal


b. SPT Masa PPN masa pajak Januari 2019 status pembetulan 1

a. SPT Masa PPN masa pajak Januari 2019 status normal

PK – PM = 25.000.000 – 30.000.000 = lebih bayar Rp5.000.000,- (dikompensasi ke masa pajak Februari 2019)

b. SPT Masa PPN masa pajak Januari 2019 status pembetulan 1

PK – PM = 35.000.000 – 30.000.000 = Rp5.000.000 + Rp5.000.000 (nilai yang sudah terlanjur dikompensasi) =

kurang bayar Rp10.000.000

Soal 9

Imam (seorang pegawai BUMD, bukan PKP) membangun rumah di Diwek dengan luas 300m2, pada bulan September
2019 Imam mengeluarkan biaya pembangunan rumah sebesar Rp50.000.000,-

Atas kejadian tersebut, apakah terutang PPN?

Terutang PPN Pasal 16C (PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri karena luas bangunan lebih dari 200 m2)

Apabila terutang PPN, hitung PPN yang harus dibayar Imam dan kapan harus disetor ke kas negara?

PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri = 10% x DPP = 10% x 40% x 50.000.000 = Rp2.000.000,-

Soal 10

Bendahara Desa Tembelang melakukan service kendaraan desa ke Dandi (Pengusaha bengkel mobil, PKP) dengan
nilai pembayaran Rp5.000.000,-. Atas transaksi tersebut:

a. Siapa yang membuat Faktur Pajak?


Dandi
b. Siapa yang memungut PPN?
Bendahara Desa Tembelang
c. Tentukan 3 digit pertama kode seri faktur pajak?
020.
d. Tentukan besaran PPN terutang?
PPN = 10% x Rp5.000.000,- = Rp500.000,-
Soal 11
PT. UNTUNG TERUS, PKP melakukan perjanjian kredit dengan Bank Mandiri dengan mengagunkan sebuah bangunan
Gudang pada 12 Oktober 2016. Karena mengalami kerugian luar biasa sehingga tidak mampu melunasi sisa
hutangnya, pada 12 Februari 2019 Bank Mandiri melakukan penyitaan dan pada 16 Maret 2019 Bank Mandiri
menyerahkan bangunan tersebut kepada juru lelang untuk di lelang. Lelang dilaksanakan pada tanggal 15 April 2019
dan menunjuk PT. SUGIH TENAN sebagai pemenang lelangnya, maka….

a. Siapa yang menerbitkan Faktur Pajak?


PT Untung Terus
b. Siapa yang mengakui sebagai Pajak Masukan?
PT Sugih Tenan
c. Kapan Faktur Pajak dibuat?
15 April 2019

Soal 12

PT. SIDOMUKTI (PKP) memiliki 30% saham PT. SIDODADI. Pada bulan Mei 2019, PT. SIDOMUKTI menjual barang
dagangannya senilai Rp 110.000.000,00 termasuk laba sebesar 10% kepada PT. SIDODADI. Kepada pelanggannya yang
lain, PT SIDOMUKTI biasanya mengambil laba sebesar 25%. PPN terutang yang harus dipungut oleh PT SIDOMUKTI
adalah….

a. Siapa Pemungut PPN?

PT Sidomukti

b. Berapa Besaran PPN yang harus dipungut?

Karena ada hubungan istimewa (kepemilikan lebih dari 30%) maka harus menggunakan nilai wajar

Cara menghitung nilai wajar:

Tentukan nilai dasar sebelum laba = (100/110) x Rp110.000.000,- = Rp100.000.000,-

110 didapat dari nilai pokok/nilai dasar (100%) ditambah laba 10%

Tentukan harga jual dengan menggunakan laba wajar (25%)

Nilai wajar = 100.000.000 + (25% x 100.000.000) = 100.000.000 +25.000.000 = Rp125.000.000,-

PPN = 10% x Rp125.000.000,- = Rp12.500.000,-


Soal 13

PT. ABONKU didirikan pada tanggal 20 Januari 2018 dan telah mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP, namun
belum melaporkan untuk dikukuhkan sebagai PKP. Pada tanggal 8 September 2018, total penjualan brutonya
mencapai Rp 4.800.000.000,00 yang terdiri dari penjualan abon daging sapi sebesar Rp 2.000.000,00 dan penjualan
daging sapi segar yang telah dikemas dan dibekukan sebesar Rp 2.800.000.000,00.
a. Apakah PT Abonku wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak?

Tidak wajib, karena penjualan terutang PPN (abon) masih kurang dari Rp4.800.000.000,-

Daging sapi segar bukan BKP jadi tidak perlu diperhitungkan dalam penentuan omzet terutang PPN

b. Apabila Wajib, Kapan harus dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak?

Tidak wajib

Soal 14:
PT. KALUNGKU adalah penjual emas perhiasan eceran pada pasar legi jombang. Sampai dengan bulan September
2019 total peredaran usaha dari penjualan emas sebesar Rp 2.100.000.000,00
a. Apakah PT Kalungku wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak?

Wajib, meskipun omzet kurang dari Rp4.800.000.000 tetapi karena pedagang emas perhiasan tetap wajib PKP

(Pedagang emas dikecualikan dari Batasan omzet Rp4.800.000.000,-)

b. Apabila Wajib, berapa besaran PPN yang harus disetor ke kas negara oleh PT Kalungku sampai dengan bulan

September 2019?

PPN = 10% x DPP Nilai Lain (20% Harga Jual ) = 10% x 20% x Rp2.100.000.000,- = Rp42.000.000,-