Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI-VIROLOGI

UJI STERILITAS

DOSEN

Lusi putridwita, M.Si.,Apt

NAMA KELOMPOK 1

Ade Rahmania Terezza (1904015018)


Amel Amalia (1904015155)
Muhamad Fajar Fadilah (1904015009)
Rahma Nur Azizah (1904015223)

FAKULTAS FARMASI DAN SAINS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
2020
UJI STERILITAS SEDIAAN
(FARMAKOPE INDONESIA ED V <71> hal. 1344-1348)
Jumlah Bahan yang Diuji Kecuali dinyatakan lain pada bab ini atau masing-masing
monografi, gunakan jumlah wadah seperti tertera pada Tabel 3. Jika isi tiap wadah
mencukupi (lihat Tabel 2) isi wadah dapat dibagi sama banyak dan ditambahkan pada
media yang sesuai. [Catatan Lakukan uji sterilitas menggunakan dua atau lebih media
yang sesuai]. Jika isi wadah tidak cukup untuk masing- masing media, gunakan jumlah dua
kali dari yang tertera pada Tabel 3. Pengujian terhadap contoh uji dapat
dilakukan menggunakan teknik Penyaringan Membran atau Inokulasi Langsung ke
dalam Media Uji. Gunakan juga kontrol negatif yang sesuai. Teknik Penyaringan
Membran digunakan apabila sifat contoh sesuai, yaitu untuk sediaan yang mengandung
air dan dapat disaring, sediaan yang mengandung alkohol atau minyak, dan sediaan
yang dapat dicampur dengan atau yang larut dalam pelarut air atau minyak, dengan
ketentuan bahwa pelarut tidak mempunyai efek antimikroba pada kondisi pengujian.
Tabel 2 Jumlah Minimum yang Digunakan untuk Tiap Media
Tabel 3 Jumlah Minimum Bahan yang diuji sesuai dengan Jumlah Bahan dalam Bets

*Jika besarnya bets tidak diketahui, gunakan jumlah maksimum


**Jika isi satu wadah cukup untuk diinokulasikan ke dalam dua media, kolom ini menyatakan jumlah wadah
yang diperlukan untuk kedua media.

Penyaringan Membran
Gunakan penyaring membran dengan porositas tidak lebih dari 0,45 µm yang
telah terbukti efektif menahan mikroba. Sebagai contoh, penyaring selulosa nitrat
digunakan untuk larutan yang mengandung air, minyak dan larutan mengandung alkohol
berkadar rendah; dan penyaring selulosa asetat digunakan untuk larutan
mengandung alkohol berkadar tinggi. Penyaring khusus yang sesuai mungkin diperlukan
untuk sediaan tertentu (misal: untuk antibiotik). Teknik pengujian di bawah ini
menggunakan membrane berdiameter lebih kurang 50 mm. Jika digunakan
penyaring dengan diameter yang berbeda, volume larutan pengencer dan pembilas harus
disesuaikan. Peralatan penyaring dan membran disterilisasi dengan cara yang sesuai.
Peralatan dirancang hingga larutan uji dapat dimasukkan dan disaring pada kondisi
aseptik, membran dapat dipindahkan secara aseptik ke dalam media, atau dapat
dilakukan inkubasi setelah media dimasukkan ke dalam alat penyaring itu sendiri

LARUTAN DALAM AIR


Jika perlu pindahkan sejumlah kecil pengencer steril yang sesuai seperti Cairan A
ke dalam membran dan saring. Pengencer dapat mengandung bahan penetral dan/atau
bahan inaktifator yang sesuai, misalnya pada kasus antibiotik. Pindahkan isi wadah
atau beberapa wadah yang akan diuji ke dalam satu membran atau beberapa membran,
jika perlu diencerkan dengan pengencer steril yang dipilih sesuai volume yang digunakan
pada Uji Kesesuaian Metode, tetapi jumlah yang digunakan tidak kurang dari yang tertera
pada Tabel 2 dan Tabel 3. Saring segera. Jika sediaan mempunyai daya antimikroba, cuci
membran tidak kurang dari tiga kali dengan cara menyaring tiap kali dengan sejumlah
volume pengencer yang digunakan pada Uji Kesesuaian Metode. Setiap pencucian tidak
lebih dari 5 kali 100 ml per membran, meskipun jika selama uji kesesuaian metode
ditemukan pencucian tersebut tidak dapat menghilangkan daya antimikroba secara
sempurna. Pindahkan seluruh membran utuh ke dalam media atau potong menjadi dua
bagian yang sama secara aseptik dan pindahkan masing-masing bagian ke dalam dua
media yang sesuai. Gunakan volume yang sama pada tiap media seperti pada Uji Kesesuaian
Metode. Sebagai pilihan lain, pindahkan media ke dalam membran pada alat penyaring.
Inkubasi media selama tidak kurang dari 14 hari.

ZAT PADAT YANG DAPAT LARUT


Gunakan untuk tiap media tidak kurang dari sejumlah sediaan seperti tertera pada Tabel
2 dan Tabel 3, larutkan dalam pelarut yang sesuai, air steril untuk injeksi, natrium klorida
steril, atau larutan steril yang sesuai seperti Cairan A dan lakukan uji seperti tertera
pada Larutan dalam Air menggunakan penyaring membran yang sesuai untuk pelarut yang
telah dipilih.

MINYAK DAN LARUTAN MINYAK


Gunakan untuk tiap media tidak kurang dari sejumlah sediaan seperti tertera pada Tabel
2 dan Tabel 3. Minyak dan larutan minyak viskositas rendah dapat disaring melalui
membran kering tanpa pengenceran. Minyak kental dapat diencerkan dengan
pengencer steril seperti isopropil miristat P yang tidak mempunyai daya
antimikroba pada kondisi pengujian. Biarkan minyak menembus membran dengan
gaya beratnya sendiri, kemudian saring dengan menggunakan tekanan atau
penghisapan secara bertahap.
Cuci membran tidak kurang dari tiga kali dengan cara menyaring, tiap kali dengan 100
ml larutan steril yang sesuai, seperti Cairan A yang mengandung bahan pengemulsi
yang sesuai dengan kadar yang sesuai seperti pada Uji Kesesuaian Metode, misalnya
polisorbat 80 P dengan kadar 10 g per liter (Cairan K ).
Pindahkan membran atau beberapa membran ke dalam media seperti tertera pada
Larutan dalam Air, dan inkubasi pada suhu dan waktu yang sama.

LARUTAN MINYAK

Gunakan media yang telah ditambahkan bahan pengemulsi yang sesuai dengan
kadar seperti tertera pada Uji Kesesuaian Metode, misalnya polisorbat 80 P dengan
kadar 10 g per liter.

Inokulasi Langsung ke dalam Media


Pindahkan sejumlah sediaan uji seperti tertera pada Tabel 2 dan Tabel 3 langsung ke dalam
media hingga volume sediaan tidak lebih dari 10% volume media, kecuali dinyatakan
lain. Jika sediaan uji mempunyai aktifitas antimikroba, lakukan uji setelah
dinetralisasi dengan bahan penetral yang sesuai atau dengan cara mengencerkan
dalam sejumlah media yang cukup. Jika diperlukan penggunaan volume besar dari sediaan,
maka lebih baik digunakan media yang lebih pekat dan dilakukan pengenceran
bertahap. Jika sesuai, media pekat dapat ditambahkan langsung ke dalam sediaan dalam
wadah.
.

,
Pengamatan dan Penafsiran Hasil Uji

Pada interval waktu tertentu dan akhir periode inkubasi, amati secara visual adanya
pertumbuhan mikroba dalam media. Jika bahan uji menimbulkan kekeruhan pada
media sehingga tidak dapat ditetapkan secara visual ada atau tidaknya pertumbuhan
mikroba, 14 hari sejak mulai inkubasi, pindahkan sejumlah media (tiap tabung tidak
kurang dari 1 ml) ke dalam media segar yang sama, kemudian inkubasi bersama-sama
tabung awal selama tidak kurang dari 4 hari.
Jika tidak terjadi pertumbuhan mikroba, maka bahan uji memenuhi syarat
sterilitas. Jika terbukti terjadi pertumbuhan mikroba, maka bahan uji tidak
memenuhi syarat sterilitas, kecuali dapat ditunjukkan bahwa uji tidak absah disebabkan
oleh hal yang tidak berhubungan dengan bahan uji. Uji dikatakan tidak absah jika satu
atau lebih kondisi dibawah ini dipenuhi:
a. Data pemantauan mikrobiologi terhadap fasilitas uji sterilitas menunjukkan
ketidaksesuaian
b. Pengkajian prosedur uji yang digunakan selama pengujian menunjukkan
ketidaksesuaian
c. Pertumbuhan mikroba ditemukan pada kontrol negatif d. Setelah dilakukan identifikasi
mikroba yang diisolasi dari hasil uji, pertumbuhan mikroba (beberapa mikroba)
dapat dianggap berasal dari kesalahan pada bahan uji, atau teknik pengujian yang
digunakan pada prosedur uji sterilitas.
Jika pengujian dinyatakan tidak absah, lakukan uji ulang dengan jumlah bahan yang sama
dengan uji awal. Jika tidak terbukti terjadi pertumbuhan mikroba pada uji ulang,
maka contoh memenuhi syarat uji sterilitas. Jika ditemukan pertumbuhan mikroba pada
uji ulang, maka contoh tidak memenuhi syarat uji sterilitas.