Anda di halaman 1dari 33

PERATURAN KEPEGAWAIAN

YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DIRGANTARA


BANDUNG

YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DIRGANTARA


BANDUNG
Jl. Panatayuda No. 02 Bandung
Tlp. 022. 2500604
PERATURAN KEPEGAWAIAN
YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DIRGANTARA BANDUNG

Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa serta anugerah-Nya yang tak terkira
Yayasan Pendidikan Widya Dirgantara Bandung telah memiliki Peraturan Kepegawaian
sebagai rujukan serta arah pijakan dalam pengembangan selanjutnya. Shalawat serta salam
semoga senantiasa tercurah kepada panutan serta teladan utama kita nabiyullah Muhammad
shaalallahu alaihi wassalam serta keluarganya, para sahabatnya, para pengikutnya hingga
akhir zaman.
Pimpinan Yayasan Pendidikan Widya Dirgantara Bandung telah menyusun Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, sekarang telah menetapkan Era ORBIT Tahun 2020
sebagai wujud dan tanggung jawab atas amanah yang diberikan kepada Pengurus Yayasan
Pendidikan Widya Dirgantara Bandung. Untuk merealisir tujuan mulia tersebut perlu
didukung semangat jihad serta kerja keras disertai perangkat atau regulasi peraturan yang
jelas dan terarah dalam upaya penjabaran dari keputusan yang bersifat taktis dan strategis ke
tingkat yang lebih bersifat operasional.
Untuk pelaksanaan operasional yayasan perlu merevisi aturan yang ada disesuaikan
dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Salah satu aturan yang perlu segera dibenahi
adalah Peraturan Kepegawaian sebagai panduan penatakelolaan kegiatan operasional di
Lingkungan Yayasan Pendidikan Widya Dirgantara Bandung. Hal ini dipandang perlu untuk
terciptanya sistem pengendalian intern yang baik dalam pelaksanaan ketenagakerjaan serta
pertanggungjawaban di Lingkungan Yayasan Pendidikan Widya Dirgantara Bandung.

1
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
1) Yayasan adalah Yayasan Pendidikan Widya Dirgantara disingkat YPWD selanjutnya
disebut Yayasan.
2) Ketenagakerjaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kedudukan pegawai baik
yang berhubungan dengan hak pegawai maupun tanggung jawab pegawai.
3) Kedudukan pegawai adalah personal yang diangkat dan dipekerjakan di lingkungan
yayasan.
4) Pimpinan unit adalah kepala sekolah di lingkungan yayasan.
5) Kategori pegawai di lingkungan yayasan yang meliputi karyawan tetap, karyawan tidak
tetap, karyawan harian lepas (yang termasuk kategori karyawan adalah tata usaha,
laboran, pustakawan, tenaga keamanan dan psuruh), guru tetap yayasan, guru tetap
dipebantukan (DPK) yang dipekerjakan oleh pemerintah RI melalui Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Kementerian Agama (Kemenag),
dan guru tidak tetap.
6) Jenjang Kepegawaian adalah pangkat dan golongan pegawai tetap dan guru tetap yayasan
yang diatur sesuai dengan peraturan yang berlaku di yayasan.
7) Pembinaan Pegawai adalah upaya sistemik yang dilakukan yayasan dalam meningkatkan
kompetensi pegawai di lingkungan yayasan.
8) Kesejahteraan pegawai adalah upaya pimpinan yayasan dalam meningkatkan
kesejahteraan pegawai di luar penggajian.
9) Penggajian adalah kontra prestasi yang diberikan oleh pimpinan yayasan kepada seluruh
pegawai meliputi gaji tetap, honorarium, transport, tunjangan jabatan, dan lembur.
10) Tunjangan prestasi adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai oleh pimpinan
yayasan yang meliputi masa kerja dan prestasi kinerja.
11) Tunjangan pendidikan adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai yang
berprestasi untuk melanjutkan pendidikan.
12) Pendiri dan pengembang yayasan adalah personal yang telah mengemukakan ide
tentang pendirian yayasan dan yang terus menerus mengembangkan yayasan.

2
BAB II
KEDUDUKAN PEGAWAI

Pasal 2
1) Pegawai adalah hamba Allah, hak dan kewajibannya melekat sesuai dengan kodrat Allah
SWT.
2) Kedudukannya sebagai hamba Allah, harus mampu menjadikan dirinya sebagai khalifah
Allah dan mewujudkan sikap dan perilakunya sebagai ibadah kepada-Nya dengan penuh
kesetiaan dan ketaatan.
3) Kesetiaan dan ketaatan kepada Allah mengandung pengertian, bahwa setiap amanah
yang diberikan kepadanya, baik yang menyangkut hak maupun kewajiban sebagai
pegawai Yayasan Pendidikan Widya Dirgantara Bandung sepenuhnya berada pada
ketentuan Yayasan Pendidikan Widya Dirgantara Bandung.

BAB III
KATEGORI PEGAWAI

Pasal 3
1) Guru Tetap Yayasan
a. Guru Tetap Yayasan adalah guru yang diangkat oleh pengurus yayasan menjadi guru
tetap yayasan dengan berbagai kualifikasi dan kompetensi untuk menjadi tenaga
pendidik.
b. Guru Tetap Yayasan diangkat atas usul pimpinan unit setelah melalui proses sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
2) Guru Tetap DPK kemendikbud dan Kemenag
Guru Tetap DPK kemendikbud dan Kemenag adalah guru yang ditugaskan oleh
pemerintah di lingkungan yayasan.
3) Guru Tidak Tetap
a. Guru Tidak tetap adalah guru yang ditugasi mengajar di lingkungan yayasan yang
tidak termasuk dalam kategori ayat 1 dan 2.
b. Guru Tidak Tetap diangkat untuk satu tahun ajaran, Juli tahun berjalan sampai 30 Juli
tahun berikutnya.

3
c. Guru Tidak Tetap dapat diangkat menjadi Guru Tetap Yayasan karena prestasi kerja
dan dibutuhkan atas usul pimpinan unit serta didukung oleh kemampuan keuangan
yayasan.
d. Guru Tidak Tetap diberhentikan setiap akhir tahun ajaran dan dapat diangkat kembali
atas usul pimpinan unit.
4) Karyawan Tetap Yayasan
a. Karyawan Tetap Yayasan adalah karyawan yang diangkat oleh pengurus yayasan
menjadi Karyawan Tetap Yayasan dengan berbagai kualifikasi dan kompetensi untuk
menjadi tenaga kependidikan.
b. Karyawan Yetap Yayasan diangkat atas usul pimpinan unit dan atau kepala sekretariat
melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku.
5) Karyawan Tidak Tetap
a. Karyawan Tidak Tetap adalah karyawan yang diangkat oleh pimpinan yayasan dan
ditempatkan di tata usaha yayasan, atau tata usaha unit.
b. Karyawan Tidak Tetap diberhentikan apabila tidak dubutuhkan atau diperpanjang
untuk tahun berikutnya atas usul kepala sekretariat atau pimpinan unit.
c. Karyawan Tidak tetap adapat diangkat menjadi Karyawan Tetap karena prestasi kerja
dan dibutuhkan atas usul pimpinan unit atau kepala sekretariatserta didukung oleh
kemampuan keuangan yayasan.
6) Karyawan Harian Lepas
a. Karyawan Harian Lepas adalah karyawan tetap yang telah masuk masa pensiun tetapi
masih potensial dan dibutuhkan, dapat dipekerjakan kembali dengan status karyawan
harian lepas.
b. Karyawan Harian Lepas adalah personal yang mempunyai keahlian tertentu
dipekerjakan di lingkungan yayasan.
c. Karyawan Harian Lepas diberhentikan apabila tidak dibutuhkan atau diperpanjang
untuk tahun berikutnya.

Pasal 4
Rekrutmen
1) Guru Tetap
a. Guru Tetap Yayasan direkrut dari guru tidak tetap yang ada di lingkungan yayasan
yang sudah mengabdi minimal 2 tahun dengan kualifikasi dan keahlian yang
dibutuhkan serta memiliki kinerja yang baik.
4
b. Pengangkatan Guru Tetap Yayasan diusulkan oleh pimpinan unit.
c. Guru Tetap Yayasan bila tidak ada dari lingkungan yayasan maka dapat direktut dari
luar dengan ter kepatutan dan kelayakan (fit and Profer test) serta rekomendasi dari
orang-orang terpercaya.
d. Guru Tetap DPK Kemendikbud dan Kemenag diperoleh dengan cara mengusulkan
kepada pemerintah atau menerima yang ditugaskan oleh pemerintah melalui proses
yang berlaku.
2) Guru Tidak Tetap
Guru Tidak Tetap Yayasan direkrut oleh pimpinan unit untuk memenuhi kebutuhan di
unitnya masing-masing melalui proses tes kepatutan dan kelayakan (fit and profer tes)
serta uji penampilan.
3) Karyawan Tetap
a. Karyawan Tetap Yayasan direkrut dari karyawan tidak tetap yang ada di lingkungan
yayasan yang sudah mengabdi minimal lima tahun dengan kualifikasi dan keahlian
yang dibutuhkan serta memiliki kinerja yang baik.
b. Karyawan Tetap Yayasan diusulkan oleh kepala unit.
c. Karyawan Tetap Yayasan bila tidak ada dari lingkungan yayasan maka dapat direkrut
dari luar dengan tes kepatutan dan kelayakan (fit and profer test) serta rekomendasi
orang-orang terpercaya.
4) Karyawan Tidak Tetap
a. Karyawan Tidak Tetap diusulkan oleh pimpinan unit untuk memenuhi kebutuhan di
unit.
b. Karyawan Tidak tetap diusulkan oleh kepala sekretariat atau pimpinan unit untuk
memenuhi kebutuhan di lingkungan yayasan.

Pasal 5
Pengangkatan
1) Calon Guru Tetap yang telah melalui proses rekrutmen dan memenuhi berbagai
persyaratan yang ditentukan oleh yayasan maka calon guru tetap tersebut diangkat
menjadi guru tetap yayasan dalam pangkat dan golongan sesuai peraturan yang berlaku.
2) Pangkat dan golongan guru tetap di lingkungan yayasan menggunakan acuan Peraturan
Gaji Pegawai Negeri Sipil (PGPS).

5
3) Calon guru tidak tetap yang telah melalui proses rekrutmen oleh unit masing-masing atas
usul pimpinan unit diangkat menjadi guru tidak tetap di unit masing-masing dengan surat
keputusan yayasan.
4) Pangkat dan golongan guru tidak tetap di lingkungan yayasan menggunakan ketentuan
indeks honorarium guru.
5) Calon karyawan tetap yang telah melalui proses rekrutmen dan memenuhi berbagai
persyaratan yang ditentukan oleh yayasan maka calon karyawan tetap tersebut diangkat
menjadi karyawan tetap dengan surat keputusan yayasan.
6) Calon karyawan tidak tetap yang telah melalui proses rekrutmen oleh unit masing-masing
atas usul pimpinan unit diangkat menjadi karyawan tidak tetap di unit masing-masing
dengan surat keputusan yayasan.

Pasal 6
Penempatan
1) Guru Tetap Yayasan; Guru DPK dari Kemendikbud dan Kemenag; Guru Tidak Tetap;
Karyawan Tetap; Karyawan Tidak Tetap setelag diangkat oleh yayasan ditempatkan
(ditugaskan) di SMK Widya Dirgantara.
2) Guru dan atau karyawan yang akan diangkat statusnya bukan suami istri.
3) Guru dan atau karyawan yang bertemu jodoh di unit tertentu, jika sudah nikah harus
memilih satu yang bekerja.

Pasal 7
Pemberhentian Pegawai Tetap
1) Pemberhentian dengan hormat, karena :
a. Meninggal dunia.
b. Permintaan sendiri.
c. Telah mencapau usian pensiun.
d. Adanya penyederhaan organisasi.
e. Uzur jasmani atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai
pegawai.
2) Pemberhentian dengan tidak hormat karena :
a. Melanggar sumpah atau janji sebagai pegawai.
b. Berperilaku tercela yang dapat merugikan agama serta institusi yayasan.
6
c. Dihukum penjara karena telah melakukan tindak pidana.
d. Terlibat dalam organisasi terlarang dan atau aliran/ajaran sesat (Syiah, Ahmadiyah).

Pasal 8
Ketentuan Pensiun Pegawai Tetap
1) Pegawai di lingkungan yayasan mendapat pensiun setelah menunaikan masa kerja
tertentu :
a. Guru Tetap Yayasan memasuki masa pensiun bila usia mencapai 60 (enam puluh)
tahun.
b. Karyawan Tetap Yayasan memasuki masa pensiun bila usia mencapau 60 (enam
puluh) tahun.
2) Pegawai Tetap yang memasuki masa pensiun memperoleh tunjangan pensiun yang diatur
dalam peraturan khusus.
3) Guru Tetap DPK Kemendikbud dan Kemenag yang memasuki usia pensiun disesuaikan
dengan peraturan pemerintah.
Pasal 9
Hak Pegawai
1) Guru dan Karyawan Tetap Yayasan berhak :
a. Memperoleh gaji tetap, transport dan tunjangan-tunjangan lainnya.
b. Gaji, transport dan tunjangan lainnya besarnya diatur dalam peraturan penggajian.
c. Menerima honorarium kelebihan jam kerja wajib sesuai dengan besarnya indek yang
bersangkutan apabila bertugas melebihi ketentuan yang berlaku.
d. Memperoleh kenaikan pangkat dan golongan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2) Guru Tetap DPK Kemendikbud dan Kemenag berhak :
a. Mendapat gaji dan tunjangan lainnya dari pemerintah.
b. Memperoleh honorarium, transport dan tunjangan lainnya dari yayasan yang
besarnya honorarium, transport dan tunjangan lainnya diatur dalam peraturan
penggajian.
c. Menerima honorarium kelebihan jam mengajar sesuai dengan besarnya indek
honorarium dan transport yang bersangkutan apabila bertugas melebihi ketentuan
yang berlaku.
d. Memperoleh kenaikan pangkat dan golongan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3) Guru dan Karyawan Tidak Tetap berhak :

7
a. Memperoleh honorarium dan tunjangan lainnya. Besarnya honorarium dan tunjangan
lainnya diatur dalam peratuiran penggajian.
b. Memperoleh kenaikan indek honorarium sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4) Karyawan Harian Lepas, berhak :
Memperoleh honorarium dan tunjangan lainnya. Besarnya honorarium dan tunjangan
lainnya diatur dalam peraturan mengenai penggajian.

Pasal 10
Kewajiban Pegawai
1) Setiap pegawai wajib setia dan taat terhadap amanah luhur yang tertuang dalam peraturan
dan perundang-undangan yang berlaku di lingkungan yayasan.
2) Guru Tetap Yayasan, Guru Tetap DPK Kemendikbud dan Kemenag berkewajiban :
a. Memenuhi beban kerja minimal sebesar 24 (duapuluh empat) jam
mengajar/pelayanan dengan penuh tanggung jawab.
b. Bila kurang dari 24 (duapuluh empat) dapat diberi tugas lain yang dihitung setara
dengan jumlah jam mengajar dengan penuh tanggung jawab.
c. Wajib hadir 5 (lima) hari kerja minimum 37,5 (tiga puluh tujuh setengah) jam.
3) Guru Tidak Tetap berkewajiban :
a. Melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan jumlah jam yang dibebankan
kepadanya dengan penuh tanggung jawab.
b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan unit dengan penuh tanggung
jawab.
4) Karyawan Tetap berkewajiban :
a. Melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan oleh pimpinan unit atau kepala
sekretariat dengan penuh tanggung jawab.
b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan unit atau kepala
sekretariat dengan penuh tanggung jawab.
c. Hadir 5 (lima) hari kerja minimal 8 (delapan) jam perhari.
5) Karyawan Tidak Tetap berkewajiban :
a. Melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan oleh pimpinan unit atau kepala
sekretariat dengan penuh tanggung jawab.
b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan unit atau kepala
sekretariat dengan tanggung jawab.

8
Pasal 11
Jenjang Pegawai
1) Guru Tetap dan Karyawan Tetap
a. Guru Tetap dan Karyawan Tetap pada saat diangkat memperoleh golongan dan
pangkat tertentu sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi.
b. Pangkat dan golongan guru tetap serta karyawan tetap untuk pertama kainya
dinyatakan dalam surat pengangkatan.
c. Guru dan karyawan tetap, pangkat dan golongannya dapat meningkat secara teratur
dan berjenjang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2) Guru Tidak Tetap dan Karyawan Tidak Tetap padsa saat diangkat memperoleh
kedudukan dalam indek honorarium tertentu.

Pasal 12
Pengembangan Karir
1. Bagi pegawai yang mempunyai loyalitas, kredibilitas, dan komitmen yang tinggi terhadap
yayasan, maka karirnya dapat dikembangkan.
2. Guru Tetap Yayasan dan Guru Tetap DPK yang memenuhi syarat pada ayat 1, dapat
diberi tugas tambahan menjadi pajabat struktural di unit.
3. Pelaksanaan ayat 1 dan 2 diatur dalam aturan khusus.

Pasal 13
Pembinaan Pegawai
1) Pembinaan pegawai secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menunjang kelancaran
pelaksanaan tugas secara baik dan benar yang dilakukan oleh pimpinan yayasan secara
sistematik dan berkelanjutan.
2) Pembinaan pegawai diarahkan kepada meningkatnya kualifikasi, kompetensi, kesetiaan,
keutuhan, dan kebersamaan berdasarkan pada nilai-nilai Islami yang menjiwai nilaiu-nilai
berbangsa dan bernegara untuk meningkatkan mutu kinerja dan mutu pendidikan.
3) Untuk melaksanakan ayat 1 dan 2, disusun pedoman pembinaan pegawai yang meliputi;
kemampuan kompetensi, peningkatan kualifikasi, integrasi antara ilmu dan agama
disusun dalam peraturan tersendiri.
9
Pasal 14
Penghargaan Pegawai
1) Kepada pegawai yang menunjukkan dedikasi yang tinggi, prestasi kerja yang baik dalam
mengembangkan dan meningkatkan yayasan sehingga berakibat pada meningkatnya
mutu pendidikan sesuai visi dan misi yayasan, maka diberikan penghargaan.
2) Penghargaan bagi guru dan karyawan karena :
a. Masa jabatan setiap kelipatan 10 tahun
b. Prestasi nilai mata pelajaran UNBK diperolah siswa rata-rata mencapai grade B.
c. Prestyasi nilai mata pelajaran non UNBK diperolah siswa rata-rata mencapai grade
B.
d. Prestasi mata pelajaran dalam berbagai ajang perlombaan yang diadakan di tingkat
kab/kota, provinsi, nasional dan internasional.
e. Prestasi membimbing tim olahraga, kesenian, kegiatan sosial di masyarakat dan
kegiatan dakwah di tingkat kota, provinsi, nasional dan internasional.
3) Mempunyai potensi akademik tinggi, loyal kepada yayasan dan kreatif dalam
melanjutkan pendidikan.
4) Penghargaan yang dimaksud pada ayat 1 dan 2 berupa sertifikat (piagam penghargaan),
tanda jasa atau dalam bentuk lain.
5) Bila keuangan yayasan memungkinkan, bagi guru dan karyawan yang berprestasi tinggi,
pengabdian cukup lama, serta loyalitas yang tinggi kepada yayasan untuk
diberangkatkan Umrah ke Tanah Suci.
6) Pelaksanaan ayat 1,2,3 dan 4 disusun dalam peraturan tersendiri.

Pasal 15
Kesejahteraan Pegawai
1) Pimpinan yayasan berupaya untuk memperhatiklan kesejahteaan pegawai, para pendiri
dan pengembang yayasan.
2) Kesejahteraan pagawai dan pengembang yayasan dapat meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Tunjangan Hari Tua atau Pensiun
b. Tunjangan Hari Raya
c. Bantuan Kesehatan
d. Bantuan-bantuan lainnya
3) Pelaksnaan ayat 1 dan 2 disusun dalam peraturan khusus.
10
Pasal 16
Standar Kualifikasi dan Kompetensi
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terutama kualifikasi
dan kompetensinya mengacu kepada peraturan pemerintah yang berlaku.
1) Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru mengacu kepada Peraturan Mendiknas
Nomor 16 Tahun 2007;
2) Standar Kepala Sekolah mengacu kepada Peraturan Mendiknas Nomor 13 Tahun 2007;
3) Standar Kualifikasi dan Kompetensi Konselor mengacu kepada Peraturan Mendiknas
Nomor 27 Tahun 2008;
4) Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah mengacu kepada Peraturan Mendiknas Nomor 25
tahun 2008;
5) Standar Tenaga Laboratorium Sekolah mengacu kepada Peraturan Mendiknas Nomor 26
Tahun 2008; dan
6) Standar Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah mengacu kepada
Peraturan Mendiknas Nomor 24 Tahun 2008.

Pasal 17
Instrumen Penilaian Kinerja
1) Dalam rangka Penilaian Kinerja dan untuk peningkatan karir, seluruh tenaga pendidik
dan kependidikan diwajibkan untuk diberikan penilaian secara berkala oleh atasan
langsung masing-masing;
2) Format penilaian dan kriteria penilaian mengacu kepada :
a. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009; dan
b. Peraturan Yayasan Nomor 1 Tahun 2000.

Pasal 18
Sumpah dan Kode Etik
1) Setiap pegawai pada saat pengangkatan menjadi pegawai di lingkungan yayasan wajhib
bersumpah menurut ajaran Islam.
2) Para pegawai yang diamanahi memangku jabatan tertentu pada waktu pelantikan, wajib
mengucapkan sumpah.
3) Susunan kata sumpah pada ayat 1 sebagai berikut :
11
“Bismillahirrahmanirrahim
Asyhadu alla ilaha illallah
wa asyhaduanna Muhammadarrasulullah
innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil’alamin.
Allohumma ya Allah
Saya berjanji akan menjungjung tinggi titah perintahmu ya Allah, titah perintah rosulMu
ya Allah, dan titah perintah pemimpin saya yang menuju pada jalan kebenaran.
Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan Syiar Islam dan Syiar
Lembaga Pendidikan WIDYA DIRGANTARA khususnya, serta senantiasa
mengutamakan kepentingan umat dari pada kepentingan pribadi atau golongan.
Bahwa saya akan bekerja dengan niat (azam) mencari keridhoan Allah semata yang
dibuktikan dengan perilaku tabligh, amanah, Shidiq, dan fatonah.
4) Seluruh pegawai di lingkungan yayasan harus memahami dan mentaati kode etik
yayasan.
5) Kode etik akan disusun dalam peraturan tersendiri.

Pasal 19
Peraturan Peralihan
1) Semua peraturan kepegawaian yang bertentangan atau berbeda dengan peraturan ini
dianggap tidak berlaku sejak peraturan ini disahkan.
2) Untuk menyesuaikan kepada peraturan baru, diperintahkan untuk dilakukan penyesuaian.

Pasal 20
Penutup
1) Hal-hal atau ketentuan yang belum diatur dalam ketentuan ini akan ditentukan kemudian
dan disesuaikan dengan kebutuhan.
2) Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Di tetapkan di Bandung
Tanggal : 5 Februari 2020

Pengurus Yayasan Pendidikan WIDYA DIRGANTARA Bandung

Ketua, Sekretaris,

12
------------------------------- ----------------------------------

Mengetahui :

Pembina,

-------------------------------------------

TATA TERTIB YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DIRGANTARA


BANDUNG

BAB I
KETENTUAN UMUM

PASAL 1

Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:


a. Yayasan adalah Yayasan Pendidikan Persatuan Guru Islam Indonesia Bandung
disingkat Yayasan WIDYA DIRGANTARA Bandung selanjutnya disebut Yayasan.

13
b. Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah peraturan yang harus dipatuhi dan
dilaksanakan, apabila dilanggar mendapatkan punishment atau sanksi (hukuman).
c. Kepegawaian adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kedudukan pegawai baik
yang berhubungan dengan hak pegawai, maupun tanggung jawab pegawai.
d. Kedudukan pegawai adalah personal yang diangkat dan dipekerjakan di lingkungan
Yayasan.
e. Pimpinan unit adalah para kepala sekolah di lingkungan Yayasan.
f. Kategori pegawai di lingkungan Yayasan yang meliputi karyawan tetap, karyawan
tidak tetap, karyawan harian lepas (yang termasuk kategori karyawan adalah tata
usaha, laboran, pustakawan, tenaga keamanan dan pesuruh), guru tetap Yayasan, guru
tetap diperbantukan (DPK), yang dipekerjakan oleh Pemerintah RI melalui
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Kementerian
Agama (Kemenag), dan guru tidak tetap.
g. Jenjang kepegawaian adalah pangkat dan golongan pegawai tetap dan guru tetap
Yayasan yang diatur sesuai dengan peraturan yang berlaku di Yayasan.
h. Pembinaan pegawai adalah upaya sistemik yang dilakukan oleh Pimpinan Yayasan
untuk meningkatkan kompetensi pegawai di lingkungan Yayasan.
i. Kesejahteraan pegawai adalah upaya Pimpinan Yayasan dalam meningkatkan
kesejahteraan pegawai di luar penggajian
j. Penggajian adalah kontra prestasi yang diberikan oleh Pimpinan Yayasan kepada
seluruh pegawai meliputi gaji tetap, honorarium, transport, tunjangan-tunjangan, dan
lembur.
k. Tunjangan prestasi adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai oleh Pimpinan
Yayasan yang meliputi masa kerja dan prestasi kinerja.
l. Tunjangan pendidikan adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai yang
berprestasi untuk melanjutkan Pendidikan.
m. Pendiri dan pengembang Yayasan adalah personal yang telah mengemukakan ide
tentang pendirian Yayasan dan yang terus menerus mengembangkan Yayasan.

BAB II
PENERIMAAN PEGAWAI, DAN MASA PERCOBAAN

Pasal 2
Penerimaan Pegawai

14
(1) Penerimaan Pegawai (Guru dan Pegawai) baru di lingkungan Yayasan disesuaikan
dengan kebutuhan Lembaga, harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh
Yayasan.
(2) Calon Guru dan Pegawai harus mengajukan Permohonan kerja yang ditujukan kepada
Pengurus Yayasan melalui unitnya masing-masing.
(3) Calon Guru atau Pegawai harus melalui seleksi.
(4) Seleksi untuk calon Guru dan Pegawai berupa:
a. Seleksi Administrasi;
b. Seleksi berupa wawancara yang meliputi:
1). BTAQ;
2). Sholat;
3). Ahlaq;
4). Kompetensi yang bersangkutan dengan bidang yang dilamar
(5) Pewawancara dilakukan oleh:
1) Pimpinan Yayasan;
2) Pimpinan Unit;
3) Ahli dari luar bila diperlukan.
(6) bila peserta (pelamar) lebih dari yang diperlukan dipilih yang terbaik.
(7) Guru dan calon Pegawai yang dinyatakan diterima harus segera melengkapi data-data
yang diperlukan oleh Yayasan.

Pasal 3
Masa Percobaan

1 Guru dan karyawan yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh
Yayasan diterima sebagai karyawan dengan masa percobaan.
2 Bagi Karyawan masa percobaan paling lama 3 bulan dengan pengawasan dan
penilaian Kepala Unit dan Kepala Sekretariat.
3 Selama masa percobaan karyawan diberi kontra prestasi sebesar 80%.
4 Bagi guru sampai dengan 1 (satu) tahun, sejak yang bersangkutan mulai bekerja di
SMP, SMA, SMK WIDYA DIRGANTARA Bandung.
5 Selama dalam masa percobaan masing masing pihak dapat memutuskan hubungan
kerja setiap saat tanpa syarat.
6 Seorang karyawan yang telah menyelesaikan masa percobaan dengan dengan baik,
maka akan diangkat menjadi karyawan honorer, sebelum diangkat menjadi tetap.

15
Pasal 4
Perilaku Yang Terpuji

Untuk menjaga kerapihan, kelancaran, kesinambungan dan efisiensi kerja maka dalam
menjalankan tugas sehari hari seluruh personil berkewajiban untuk :
1. Melaksanakan ajaran Islam sepenuhya atas dasar mazhab Ahli Sunnah Waljanaah
2. Memelihara nama baik Yayasan dimana saudara bekerja dengan menunjkkan perilaku
bermoral, bersifat jujur, rajin, menjaga kedisiplinan kerja yang tinggi
3. Datang/masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya serta senantiasa melaksanakan
“Wajib Hadir” nya tersebut pada petugas absensi atau menurut ketentuan yang berlaku
bagi dirinya tanpa menugaskanmenyerahkan pada orang lain.
4. Menjaga kerajinan dan kebersihan diri pribadi serta tempat dan lingkungan kerjanya
5. Senantiasa berada di tempat kerjanya selama jam kerja dan tidak dibenarkan
meninggalkan tugas tanpa sepengetahuan atasan
6. Mentaati dan menjalankan dengan baik semua perintah atasan yang berhubungan dengan
tugas pekerjaan, serta mematuhi tata cara prosedur dan spesifikasi yang berlaku
7. Meminta izin atau memberitahukan kepada atasan sebelum meninggalkan tempat
kerjanya.
8. Bila Managemant memerlukan, bersedia menjalani penggeledahan rutin ataupun sewaktu
waktu dalam lingkungan Yayasan Pendidikan WIDYA DIRGANTARA Bandung
9. Membantu menjaga keamanan dan keselamatan pada Umumnya
10. Berlaku hemat dan efisien dalam memakai barang-barang inventaris Yayasan, seperti
alat-alat kantor, perlengkapan kerja, bahan baku dll.
11. Membantu mencegah perbuatan orang lain, baik di dalam ataupun di luar Yayasan yang
dapat menimbulkan kerugian bagi Yayasan maupun teman sekerjanya
12. Seluruh pegawai Yayasan Pendidikan WIDYA DIRGANTARA Bandung wajib menjaga
serta memelihara dengan baik semua milik Yayasan/Sekolah dan segera melaporkan
kepada atasanya/pimpinan Yayasan apabila mengetahui hal-hal yang dapat menimbulkan
bahaya atau kerugian bagi Yayasan
13. Semua personil wajib memberikan pelayanan yang baik kepada tamu, Wali Murid, dan
siswa, selalu bersikap ramah, sopan dan bersahabat agar memberi kesan yang baik
tentang Yayasan Pendidikan WIDYA DIRGANTARA Bandung
14. Dilarang merokok, mengobrol, becanda, pada saat sedang bertugas/bekerja

16
15. Selalu membiasakan diri untuk saling menghormati, saling mengerti satu sama lain dan
berlaku sopan terhadap sesama
16. Tidak dibenarkan berdebat dengan tamu atau siswa bila hal tersebut terlanjur terjadi,
maka yang bersangkutan harus meminta maaf
17. Bila tamu, wali murid tidak ada teman bicara, sedang saudara tidak dalam keadaan sibuk,
sapalah tamu dan ajak bicara yang ringan ringan, jangan membicarakan soal politik,
agama dan suku
18. Guru dan karyawan (Pria) tidak dibenarkan memalihara rambut terlalu panjang dan harus
rapi
19. Guru dan karyawati (Wanita) wajib sesuai syariat Islam dan harus rapi
20. Dilarang melakukan pelecehan Seksual baik dengan sesama Guru maupun Karyawan
ataupun dengan siswa baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah
21. Telepon kantor tidak dibenarkan untuk keperluan pribadi dan harus dipergunakan untuk
keperluan operasional Yayasan/Sekolah
22. Yayasan/Management Sekolah tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang
milik pribadi, oleh karena itu disarankan untuk tidak membawa barang-barang
berharga/berbahaya pada saat bertugas.

BAB III
PEMBERIAN PERINGATAN SANKSI

Pasal 5
Peringatan Secara Lisan

Perbuatan yang mengakibatkan teguran secara lisan adalah:


1. Absen tanpa suatu keterangan yang sah/mangkir selama 3 (tiga) hari berturut-turut
dalam jangka waktu sebulan.
2. Kurang ketekunan dalam menjalankan tugas.
3. Menolak perintah atasan untuk kerja lembur dalam batas yang wajar.

17
4. Mengabaikan kerapihan dan kebersihan diri pribadi (Badan, Pakaian, dan Rambut)
pada waktu bertugas.
5. Bagi guru yang tidak mau menggunakan alat bantu dalam proses KBM (Lab
Computer, Lab Multimedia, Lab IPA, Lab Bahasa, dll.)
6. Tidak memakai seragam dan kelengkapannya pada hari yang ditentukan
7. Tidak dapat bekerja sama dengan teman sekerja ataupun dengan atasan

Pasal 6
Peringatan Tertulis

1. Pimpinan Unit dan Kepala Sekretariat dapat memberikan surat peringatan secara
kepada setiap Personil yang melakukan pelanggaran tata tertib
2. Kepada Guru dan Karyawan yang melakukan pelanggaran Tata Tertib Yayasan akan
diberikan Surat Peringatan secara Tertulis :
- Surat Peringatan (SP) tertulis pertama
- Surat Peringatan tertulis kedua
- Surat Peringatan tertulis ketiga
3. Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut urut- urutanya, tetapi dapat dinilai dari
besar kecilnya kesalahan yang dilakukan oleh karyawan
4. Apabila setelah SP III/terakhir ternyata yang bersangkutan masih melakukan
pelanggaran lagi, maka Yayasan dapat memutuskan hubungan kerja dengan yang
bersangkutan.

Pasal 7
Peringatan Tertulis Pertama

Perbuatan Yang Mengakibatkan Pemberian Peringatan Tertulis I

1. Berulang kali terlambat masuk/pulang kerja sebelum waktunya tanpa alasan yang
dapat dipertanggung jawabkan
2. Meninggalkan tempat tugas/pekerjaan tanpa seiizin atasanya.
3. Absen tanpa suatu keterangan yang sah, tidak masuk kerja selama 3 (tiga) hari
berturut-turut.

18
4. Menggunakan perlengkapan milik Sekolah untuk kepentingan pribadi tanpa
ijin/persetujuan dari pimpinan..
5. Tidur tiduran atau tidur pada waktu bertugas.
6. Menyiarkan keterangan atau hal hal yang seharusnya dirahasiakan mengenai urusan
Yayasan/Pimpinan Sekolah.
7. Mengelakan diri dari pemeriksaan, perawatan dan ataupun usaha preventif lainya di
bidang kesehatan yang telah diatur Yayasan
8. Berbicara, bersikap ataupun bertindak tidak sopan terhadap tamu, Wali murid, Siswa,
atasan dan sesama guru ataupun sesama Karyawan.
9. Menolak perintah kerja yang layak dari atasan.
10. Bertindak ceroboh atau kurang hati-hati dalam menjaga keselamatan kerja dan dapat
mengakibatkan terjadinya kecelakaan terhadap teman sekerja ataupun diri sendiri.
11. Tidak Qualified dalam melakukan pekerjaan, walaupun sudah diberikan petunjuk
ataupun dicoba pada jabatan yang dianggap sesuai dengan keterampilan keahlian
yang dimiliki.
12. Melanggar peraturan/ketentuan yang berlaku secara umum untuk seluruh personil
yang telah diumumkan secara resmi sebelumnya.

Pasal 8
Peringatan Tertulis Kedua

1. Menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri baik


langsung ataupun tidak langsung.
2. Perbuatan Yang Mengakibatkan Peringatan Tertulis II Mengulangi perbuatan yang
tercantum di dalam PASAL 7.

Pasal 9
Peringatan Tertulis Ketiga (Terakhir)

Perbuatan Yang Mengakibatkan Pemberian Peringatan 3 (Terakhir)

1. Mengulangi perbuatan yang tercantum pada pasal 7 kedua kalinya.


2. Menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri baik
langsung ataupun tidak langsung.
3. Menggunakan karyawan dalam waktu dinas ataupun harta milik Yayasan untuk
keuntungan diri sendiri/pihak ke tiga tanpa seizin dari pimpinan Yayasan.

19
4. Berulangkali menolak perintah atasan yang layak walaupun telah diperingatkan
sebelumnya.
5. Meminta hadiah berupa uang atau barang pada wali murid, siswa, tamu, pihak ketiga
yang ada hubunganya dengan tugas jabatan.
6. Membicarakan soal-soal pekerjaan dengan pihak-pihak lain yang tidak ada sangkut
pautnya, sehingga mengakibatkan bocornya perintah/keputusan atasan yang
seharusnya masih dirahasiakan.
7. Akibat kelalaian yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya menyebabkan
terjadinya tindak pencurian, penggelapan, pengrusakan ataupun tindakan yang
merugikan Sekolah/Yayasan, baik oleh orang lain maupun oleh Karyawan.

Pasal 10
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Perbuatan Yang Mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Atau Memecat


Seketika

(1) Telah mendapat SP ketiga, absen tanpa suatu keterangan yang sah/mangkir selama 5
(lima) hari kerja berturut-turut atau 10 (sepuluh) hari kerja secara tidak berturut-turut
dalam jangka waktu sebulan
(2) Mabuk dan berjudi di tempat kerja
(3) Melakukan perbuatan yang melanggar Asusila di lingkungan sekolah ataupun tempat
tempat lain di bawah kewenangan pengawasan yayasan, antara lain :
a. Membawa orang luar masuk ke dalam lingkungan sekolah untuk melakukan
perbuatan cabul/mesum dan lain lain yang dapat merusak nama baik sekolah dan
Yayasan.
b. Mencoba membujuk dan melakukan perbuatan cabul/mesum terhadap sesama
karyawan/tamu ataupun siswa.
c. Melindungi/memberikan kesempatan kepada para pelaku perbuatan tersebut di
atas.
(4) Meminta gratifikasi/upeti dari tamu, wali murid, ataupun pihak ketiga dalam bentuk
apapun yang ada hubunganya dengan pelayanan jasa/jabatan, sehingga digolongkan
pada penyogokan atau penyuapan.
(5) Dengan sengaja melakukan pengrusakan, menghilangkan, ataupun melenyapkan surat-
surat berharga, dokumen, ataupun barang inventaris sekolah, baik dilakukan sendiri
maupun dengan cara menyuruh orang lain untuk melakukannya.
20
(6) Menghina secara kasar, melakukan ancaman, ataupun mengganggu ketenangan
pribadi (privacy) tamu, wali murid, siswa, atasan, sesama karyawan dengan cara
apapun.
(7) Memberikan keterangan tidak benar/palsu waktu melamar pekerjaan
(8) Melakukan pemalsuan data/keterangan pada surat berharga, laporan Yayasan, tanda
bukti keuangan/kwitansi dokumen Yayasan.
(9) Melakukan tindak pencurian terhadap barang milik Yayasan, tamu, siswa, atasan
ataupun sesama Karyawan, baik dilakukan sendiri ataupun secara bersama-sama
sekalipun hanya bersifat membantu tindak pencurian tersebut.
(10) Melakukan tindak penggelapan, manipulasi, penipuan dan pemerasan.
(11) Menggunakan atau mengedarkan barang terlarang seperti candu, ganja, Morfin,
Narkotik dll.
(12) Dengan sengaja melakukan pemukulan terhadap siswa, wali murid, tamu, atasan,
sesama guru ataupun sesama karyawan; sehingga menimbulkan cedera
(13) Menyalahgunakan kekuasaan/wewenang untuk kepentingan diri sendiri baik secara
langsung atau tidak langsung.
(14) Menggunakan barang-barang inventaris sekolah untuk kepentingan pribadi.
(15) Membocorkan materi ulangan; ujian sekolah dan jawaban pada siswa.
(16) Menyebar isu yang tidak baik dan mempengaruhi guru atau karyawan lain dengan
tujuan untuk menyingkirkan guru ataupun karyawan tertentu.
(17) Mempropokasi guru atau karyawan lain baik secara sendiri sendiri ataupun
berkelompok untuk melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan Yayasan dan
Lembaga.

Pasal 11
Alih Tugas (Mutasi)

(1) Dalam situasi dan kondisi tertentu, karyawan dapat dialihtugaskan (Mutasi) ke dalam
jabatan yang baru sesuai situasi/kondisi sistem kepersonaliaan di Yayasan.
(2) Guru dan karyawan yang dialihtugaskan oleh Yayasan tidak berarti sebagai hukuman
bagi karyawan yang dialihkan, melainkan sebagai jalan untuk dapat menempatkan
karyawan pada tempat yang tepat, karena pada saat penempatan pertama hal ini sulit
dilaksanakan.

21
(3) Yayasan dapat juga mengalihtugaskan guru dan karyawan hanya untuk sementara
waktu saja dengan tujuan agar karyawan yang dialihtugaskan mempunyai pengalaman
dan pengetahuan baru sehingga jika ada karyawan yang sakit atau keluar, maka akan
segera ada yang menggantikan.
(4) Jika di dalam Yayasan Pendidikan WIDYA DIRGANTARA Bandung ada jabatan
yang kosong, setiap Guru dan Karyawan yang memenuhi syarat-syarat yang telah
ditentukan mereka dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan kosong tersebut.
(5) Guru dan Karyawan yang dialihtugaskan akan mendapat gaji dengan tugasnya yang
baru.

BAB IV
WATU KERJA DAN ISTIRAHAT KERJA

Pasal 12
Waktu Kerja

(1) Dengan memperhatikan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, hari kerja
di Yayasan adalah 5 (lima) hari kerja dalam seminggu
(2) Hari kerja sebagaimana ayat 1 adalah sebagai berikut:
a. Guru Tetap Yayasan dan Guru DPK wajib hadir 5 hari kerja (memenuhi 37,5 jam);
b. Guru Honor Tetap yang sudah bersertifikasi dan inpassing wajib hadir 5 hari kerja.
(3) Rincian waktu kerja harian disusun oleh:
a. Diatur oleh Pimpinan Unit
b. Karyawan (Pegawai) diatur oleh Sekretariat Yayasan.

BAB V
CUTI KERJA

Pasal 13
Cuti Tahunan

1. Setelah bekerja satu tahun penuh, kepada karyawan diberikan cuti tahunan selama 12
(dua belas) hari.
2. Yayasan dapat menunda permohonan cuti tahunan paling lama 6 bulan terhitung sejak
lahirnya hak cuti tahunan, cuti tahunan tersebut dapat dibagi dalam beberapa bagian.
22
3. Bagi karyawan yang akan melaksanakan cuti tahunannya, permohonan harus diajukan
selambat lambatnya satu bulan sebelumnya kepada pimpinan, agar dapat dipersiapkan
pengganti selama yang bersangkutan cuti.
4. Pelanggaran pada poin 3, maka Yayasan berhak untuk tidak mengabulkan
permohonan cuti/cuti akan ditunda.
5. Yayasan akan memberitahukan kepada Karyawan apabila hak atas cuti tahunanya
sudah memenuhi syarat.
6. Hak atas cuti tahunan gugur apabila telah waktu 6 bulan sejak lahirnya hak tersebut
karyawan ternyata tidak mempergunakan haknya bukan karena alasan-alasan yang
diberikan oleh Yayasan
7. Hak cuti karyawan yang tidak diambil tidak dapat diganti dengan uang, kecuali antara
karyawan dan Yayasan menghendaki demikian dengan bukti tertulis.
8. Sehubungan adanya libur semester maka hak cuti sudah terpenuhi oleh libur semester.

Pasal 14
Cuti Hamil / Keguguran

1. Bagi Guru/ Karyawan wanita yang akan melahirkan berhak atas cuti hamil 1½ bulan
sebelum melahirkan dan 1½ bulan sesudah melahirkan dan 1½ bulan, bila terjadi
keguguran kandungan (sesuai dengan keterangan Dokter/Bidan yang merawatnya),
yang bersangkutan dapat hak cuti 1½ bulan setelah keguguran.
2. Bagi Guru/karyawati yang akan menggunakan cuti hamil tersebut harus mengajukan
permohonan terlebih dahulu kepada Yayasan dengan disertai surat keterangan dokter
atau bidan yang merawatnya.

BAB VI
IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN

Pasal 15
Meninggalkan Pekerjaan Dengan Mendapat Upah

(1) Yayasan Pendidikan WIDYA DIRGANTARA Bandung dapat memberikan izin


kepada Guru dan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan dengan upah penuh untuk
hal-hal sbb :
a. Suami/istri/anak meningal dunia 5 hari

23
b. Orang Tua/mertua/kakak/adik meninggal dunia 2 hari
c. Perkawinan Karyawan 6 hari
d. Anak menikah / khitanan 2 hari
e. Rumah kebanjiran / kebakaran 2 hari
f. Istri karyawan melahirkan 2 hari
(2) Izin meninggalkan pekerjaan tersebut harus diajukan secara tertulis terlebih dahulu
kepada Pimpinan Unit dan tembusanya pada Yayasan, kecuali dalam keadaan
mendesak dengan menunjukan bukti-bukti yang diajukan kemudian.
(3) Guru dan Karyawan sakit dengan keterangan dokter

Pasal 16
Meninggalkan Pekerjaan Tanpa Upah

1. Atas pertimbangan situasi dan lain hal, izin meninggalkan pekerjaan diluar ketentuan-
ketentuan tersebut di atas dapat diberikan tanpa upah.
2. Setiap guru dan karyawan yang meninggalkan pekerjaan tanpa izin dari pimpinan
Lembaga atau surat-surat keterangan/alasan yang dapat diterima oleh pimpinan,
dianggap mangkir

BAB VII
KESELAMATAN KERJA DAN PERLENGKAPAN KERJA

Pasal 17
Keselamatan Kerja

(1) Semua personil yang ada di Lingkungan Yayasan Pendidikan WIDYA


DIRGANTARA Bandung wajib menjaga keselamatan diri dan teman sekerjanya dan
wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan oleh Yayasan serta
mengikuti ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan perlindungan kerja
yang berlaku.
(2) Apabila menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap keselamatan Guru dan
karyawan maupun Lembaga, maka harus segera melaporkan kepada Pimpinan Unit.
(3) Yayasan harus menyediakan tempat UKS dan obat P3K

Pasal 18
Perlengkapan Kerja
24
(1) Yayasan harus menyediakan perlengkapan kerja
(2) Diluar waktu kerja yang telah ditentukan oleh pimpinan tidak diperbolehkan memakai
atau menggunakan alat atau perlengkapan kerja milik unit untuk keperluan pribadi.
(3) Wajib memelihara alat-alat peraga, dan perlengkapan-perlengkapan lainnya yang ada
di lingkungan kerja.

BAB VIII
LAIN-LAIN

Pasal 19
Larangan Pegawai Yayasan

(1) Setiap Pegawai dilarang membawa/menggunakan barang-barang/alat-alat milik


yayasan keluar lingkungan Sekolah, tanpa izin dari pimpinan unit/Yayasan.
(2) Setiap Pegawai dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya dan tidak
diperkenankan memasuki ruangan lain yang bukan baginya, kecuali atas perintah/izin
atasannya.
(3) Setiap Pegawai dilarang minum-minuman keras, mabuk di tempat kerja, membawa,
menyimpan dan menggunakan narkotika, melakukan segala macam perjudian,
pegawai dilarang bertengkar atau berkelahi dengan sesama karyawan/pimpinan di
lingkungan sekolah atau diluar lingkungan.
(4) Setiap pegawai dilarang melakukan tindak asusila di dalam lingkungan sekolah
ataupun diluar sekolah.

Pasal 20
Mangkir

1. Apabila pegawai tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat diterima oleh Pimpinan,
maka karyawan tersebut dianggap mangkir.
2. Apabila Guru atau karyawan mangkir selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut tanpa
disertai dengan bukti-bukti yang sah, dan telah dipanggil 2 kali secara tertulis oleh

25
pimpinan, maka Pimpinan Unit memutuskan hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai
prosedur Undang-Undang No.12/1964. (PS.15 Kepmenaker No.Kep. 150/MEN/2000).

BAB IX
KETENTUAN PENUTUP

Peraturan Tata Tertib Yayasan mulai berlaku sejak ditanda tangani.

KODE ETIK PEGAWAI


YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DIRGANTARA BANDUNG

BAB I
KETENTUAN UMUM

26
Pasal 1

Dalam peraturan ini yang dinaksud degan :


(1) Yayasan adalah Yayasan Pendidikan Guru Islam Indonesia Bandung disingkat YP
WIDYA DIRGANTARA Bandung selanjutnya disebut Yayasan.
(2) Kode Etik Pegawai Yayasan Pendidikan WIDYA DIRGANTARA adalah pedoman sikap,
tingkah laku dan perbuatan pegawai WIDYA DIRGANTARA Bandung dalam
melaksanakan tugasnya dan pergaulan hidup sehari-hari.
(3) Pegawai WIDYA DIRGANTARA adalah individu sebagai tenaga kependidikan dan non
kependiikan di WIDYA DIRGANTARA Bandung sesuai dengan peraturan WIDYA
DIRGANTARA nomor……
(4) Pelanggaran adalah segala bentuk ucapan, tulisan atau perbuatan pegawai Yayasan
WIDYA DIRGANTARA yang bertentangan dengan kode etik kepegawaian YP WIDYA
DIRGANTARA Bandung.
(5) Pejabat Berwenang adalah Pengurus Yayasan dan Kepala Unit.

BAB II
NILAI-NILAI DASAR BAGI PEGAWAI WIDYA DIRGANTARA

Pasal 2
Nilai-Nilai Dasar yang harus dijungjung oleh pegawai YP WIDYA DIRGANTARA
Bandung, serta menjadi bagian yang ditaati sebagai kode etik.
(1) Ketaatan dan kesetiaan kepada Alloh dan Rasulnya berdasarkan Ahli Sunnah
Waljama’ah. Tidak menganut paham lain selain ahli Sunnah Waljama’ah.
(2) Kesetiaan dan ketaatan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
(3) Semangat Ukhuwah Islamiyah.
(4) Mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi atau kelompok..
(5) Ketaatan terhadap Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan peraturan Yayasan.
(6) Penghormatan dan penghargaan hak azasi manusia
(7) Tidak diskriminatif.
(8) Profesionalisme, netralitas, dan bermoral tinggi.
(9) Semangat kebersamaan.

27
BAB III
KODE ETIK PEGAWAI WIDYA DIRGANTARA

Pasal 3

Dalam melaksanakan tugas kepegawaian, setiap pegawai Yayasan WIDYA DIRGANTARA


wajib bersikap dan berpedoman pada etika kepegawaian yang diatur dalam peraturan Yayasan

Pasal 4

Etika MelaksanakanTugas
(1) Melaksanakan nilai-nilai dasar kode etik yang ditetapkan pada Bab I, ayat C.
(2) Mentaati semua peraturan Yayasan yang berlaku dalam melaksankan tugas.
(3) Akuntabel dalam melaksanakan tugas pelayanan tanggap, terbuka, jujur, dan
akurat serta tepat waktu dalam melaksanakan pelayanan prima.
(4) Menggunakan atau memanfaatkan semua sumber daya dan dana Yayasan secara
efektif efisien.
(5) Tidak memberikan kesaksian palsu atau keterangan yang tidak benar.

Pasal 5

Etika dalam berorganisasi sebagai berikut:


(1) Melaksanakan tugas dan wewenang sesuai dengan fungsi dan jabatan masing-masing.
(2) Menjaga informasi yang bersifat rahasia.
(3) Melaksanakan setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.
(4) Membangun etos kerja untuk meningkatkan kinerja organisasi.
(5) Memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas.
(6) Berorientasi pada upaya peningkatan kualitas kerja.
(7) Bertolong menolong dalam kebaikan dan taqwa.

Pasal 6

Etika dalam bermasyarakat


Makna dalam etika diri sendiri
28
(1) Memberikan pelayanan dengan empati, hormat dan santun, tanpa pamrih dan tanpa unsur
pemaksaan.
(2) Memberikan pelayanan secara cepat, tepat,terbuka, dan adil, serta tidak diskriminatif.
(3) Tanggap terhadap lingkungan masyarakat.
(4) Berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam melaksanakan tugas.
(5) Senantiasa bersikap amal ma’ruf nahyi munkar dan tolong menolong dalam kebaikan dan
taqwa.

Pasal 7

Etika terhadap diri sendiri


(1) Istiqomah dalam menjalankan ajaran Islam.
(2) Jujur dan terbuka tidak memberika informasi yang tidak benar.
(3) Bertinadak dengan penuh kesungguhan ketulusan.
(4) Menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan.
(5) Berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, kemampuan, keterampilan, sikap.
(6) Memiliki daya juang yang tinggi.
(7) Memelihara kesehatan jasmani rohani.
(8) Menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga.
(9) Berpenampilan sederhana, rapih, dan sopan.
(10) Menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka.
(11) Mewujudkan hidup sederhana yang bersih.

Pasal 8

Etika terhadap sesama pegawai WIDYA DIRGANTARA meliputi


(1) Beramar ma’ruf nahi munkar.
(2) Saling menghormati sesama warga WIDYA DIRGANTARA yang memiiki adat budaya
yang berbeda.
(3) Memelihara rasa persatuan kesatuan sesam pegawai WIDYA DIRGANTARA.
(4) Saling menghormati antara teman sejawat baik secara vertikal maupun horizontal dalam
unit kerja maupun antar unit.
(5) Menjunjung tiggi harkat martabat sesame pegawai WIDYA DIRGANTARA.

29
(6) Menjaga dan menjalin kerja sama yang kooperatif sesama pegawai WIDYA
DIRGANTARA.
(7) Saling membantu dalam mewujudkan kebaikan dan taqwa.

BAB IV
PENEGAKAN KODE ETIK

Pasal 9

a. Pegawai WIDYA DIRGANTARA yang melakukan pelanggaran Kode Etik dikenakan


sanksi moral dan administrasi.
b. Sanksi moral administrasi sebagaimana maksud dalam butir “a” dibuat secara tertulis dan
dinyatakan oleh Pejabat Berwenang.
c. Sanksi moral sebagaimana dimaksud dalam butir “a” berupa :
(1) Pernyataan secara tertutup; atau
(2) Pernyataan secara terbuka
d. Dalam pemberian sanksi moral sebagaimana dimaksud dalam butir c harus disebutkan
jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai WIDYA DIRGANTARA.

Pasal 10

(1) Dalam melakukan penyelesaian pelanggaran kode etik, dilaksanakan oleh tim yang terdiri
dari unsur Pimpinan Yayasan, unsur pimpinan unit, dan orang perorang yang dianggap
mumpuni.
(2) Setiap kali terjadi kasus pengurus mengangkat Tim penyelesaian pelanggaran Kode Etik.

BAB V
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 11
30
1. Sejak diberlakukan peraturan kode etik maka segala persoalan pelanggaran kode etik
diselesaikan oleh Tim
2. Hasil penyelesaian Tim dibuat surat keputusannya oleh Pengurus dan diketahui oleh
Pembina.

DAFTAR ISI

31
PERATURAN KEPEGAWAIAN YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DIRGANTARA

BANDUNG................................................................................................................................1

BAB I KETENTUAN UMUM..............................................................................................2

BAB II KEDUDUKAN PEGAWAI.....................................................................................3

BAB III KATEGORI PEGAWAI........................................................................................3

TATA TERTIB YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DIRGANTARA BANDUNG.......14

BAB I KETENTUAN UMUM............................................................................................14

BAB II PENERIMAAN PEGAWAI, DAN MASA PERCOBAAN................................15

BAB III PEMBERIAN PERINGATAN SANKSI............................................................18

BAB IV WATU KERJA DAN ISTIRAHAT KERJA......................................................22

BAB V CUTI KERJA..........................................................................................................23

BAB VI IZIN MENINGGALKAN PEKERJAAN...........................................................24

BAB VII KESELAMATAN KERJA DAN PERLENGKAPAN KERJA......................24

BAB VIII LAIN-LAIN........................................................................................................25

BAB IX KETENTUAN PENUTUP...................................................................................26

KODE ETIK PEGAWAI YAYASAN PENDIDIKAN WIDYA DIRGANTARA

BANDUNG..............................................................................................................................27

BAB I KETENTUAN UMUM............................................................................................27

BAB II NILAI-NILAI DASAR BAGI PEGAWAI WIDYA DIRGANTARA...............27

BAB III KODE ETIK PEGAWAI WIDYA DIRGANTARA.........................................28

BAB IV PENEGAKAN KODE ETIK...............................................................................30

BAB V KETENTUAN PERALIHAN................................................................................31

32