Anda di halaman 1dari 3

Eko Wahyu:

Fungsi APBN Ditinjau dari Kebijakan Fiskal

Fungsi APBN bagi negara jika ditinjau dari sisi kebijkan fiskal ada 6, berikut penjelasan selengkapnya,

1. Fungsi otorisasi

mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja
pada tahun yang bersangkutan, Dengan demikian, pembelanjaan atau pendapatan dapat
dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

2. Fungsi perencanaan

mengandung arti bahwa anggaran negara dapat menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan
kegiatan pada tahun tersebut. Bila suatu pembelanjaan telah direncanakan sebelumnya, maka negara
dapat membuat rencana-rencana untuk medukung pembelanjaan tersebut. Misalnya, telah
direncanakan dan dianggarkan akan membangun proyek pembangunan jalan dengan nilai sekian miliar.
Maka, pemerintah dapat mengambil tindakan untuk mempersiapkan proyek tersebut agar bisa berjalan
dengan lancar.

3. Fungsi pengawasan

berarti anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan
pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian akan mudah bagi
rakyat untuk menilai apakah tindakan pemerintah menggunakan uang negara untuk keperluan tertentu
itu dibenarkan atau tidak.

4. Fungsi alokasi

berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan
sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian. APBN dapat digunakan untuk
mengatur alokasi dana dari seluruh pendapatan negara kepada pos-pos belanja untuk pengadaan
barang-barang dan jasa-jasa publik, serta pembiayaan pembangunan lainnya.

Dengan adanya fungsi alokasi, maka pemerintah bisa menetapkan prioritas untuk pembangunan sarana
dan prasanana trasnportasi, jalan raya, rumah sakit, pembangunan gedung sekolah, dan lain-lain
sebagainya.

5. Fungsi distribusi
Berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Fungsi ini
bertujuan untuk menciptakan pemerataan atau mengurangi kesenjangan antar wilayah, kelas sosial
maupun sektoral. APBN selain digunakan untuk kepentingan umum yaitu untuk pembangunan dan
kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, juga disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk
subsidi, bea siswa, dan dana pensiun yang merupakan bentuk dari transfer payment. Transfer payment
adalah pengalihan pembiayaan dari satu sektor ke sektor yang lain.

6. Fungsi stabilisasi

Memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan
keseimbangan fundamental perekonomian. APBN merupakan salah satu instrumen bagi pengendalian
stabilitas perekonomian negara di bidang fiskal. Misalnya jika terjadi ketidakseimbangan yang sangat
ekstrem maka pemerintah dapat melakukan intervensi melalui anggaran untuk mengembalikan pada
keadaan normal.

Pemerintah juga dapat menaikkan maupun menurunkan pajak untuk mengontrol kondisi perekonomian
jika mulai tidak stabil. Dengan adanya APBN, maka keseimbangan perekonomian negara lebih terjamin.

Fungsi APBN Ditinjau Dari Sisi Manajemen

Selain fungsi APBN dari sisi kebijakan fiskal, ada juga fungsi APBN jika ditinjau dari sisi manajemen.
Berikut penjelasan selengkapnya,

1. Pedoman Bagi Pemerintah

Yakni merupakan pedoman bagi pemerintahuntuk melakukan tugasnya pada periode mendatang. APBN
yang sudah ada menjadi pedoman pemerintah ketika hendak menyusun APBN untuk tahun ke
depannya. Apa saja yang harus kurangi sumber dananya, dan bagian mana yang sebaiknya mendapatkan
perhatian khusus agar bisa di lakukan penambahan dana. Pedoman ini di harapkan agar alokasi dana
yang ada bisa di tingkatkan efektifitasnya.

2. Alat kontrol Masyarakat

Yakni sebagai alat kontrol masyarakat terhadap kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah.

3. Menilai Kebijakan Pemerintah

Maksudnya APBN berfungsi untuk menilai seberapa jauh pencapaian pemerintah dalam melaksanakan
kebijakan dan program-program yang direncanakan.
Prinsip penyusunan APBN

Berdasarkan aspek pendapatan, prinsip penyusunan APBN ada tiga, yaitu:

Intensifikasi penerimaan anggaran dalam jumlah dan kecepatan penyetoran.

Intensifikasi penagihan dan pemungutan piutang negara.

Penuntutan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara dan penuntutan denda.

Sementara berdasarkan aspek pengeluaran, prinsip penyusunan APBN adalah:

Hemat, efesien, dan sesuai dengan kebutuhan.

Terarah, terkendali, sesuai dengan rencana program atau kegiatan.

Semaksimal mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan memperhatikan kemampuan
atau potensi nasional.

Azas penyusunan APBN

APBN disusun dengan berdasarkan asas-asas berikut ini :

Kemandirian, yaitu meningkatkan sumber penerimaan dalam negeri.

Penghematan atau peningkatan efesiensi dan produktivitas.

Penajaman prioritas pembangunan

Menitik beratkan pada asas-asas dan undang-undang negara.

Tujuan APBN

Secara umum tujuan penyusunan APBN adalah sebagai berikut :

Memelihara stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya anggaran defisit.

Sebagai pedoman dalam penerimaan dan pengeluaran negara dalam rangka pelaksanaan kegiatan
kenegaraan dan peningkatan kesempatan kerja yang diarahkan pada peningkatan pertumbuhan
ekonomi dan kemakmuran masyarakat.