Anda di halaman 1dari 112

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 1

1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi dapat diartikan sebagai

usaha dalam menentukan berbagai jenis kebutuhan dan cara untuk

memenuhi kebutuhan tersebut. Perilaku ekonomi yang menyangkut

pemenuhan kebutuhan dengan menghasilkan barang dan jasa yang dapat

mendatangkan daya guna adalah merupakan suatu kegiatan produktif, yakni

kegiatan yang dilakukan masyarakat transmigrasi dalam fungsinya sebagai

produsen, sedangkan perilaku ekonomi yang menyangkut penggunaan

berbagai jenis barang dan jasa untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi

adalah kegiatan konsumtif yang merupakan kegiatan masyarakat

transmigrasi dalam fungsinya sebagai konsumen. Selain kegiatan untuk

memenuhi kebutuhan perorangan maupun kebutuhan keluarga, dan ada

pula kegiatan yang bersifat kemasyarakatan ialah kegiatan untuk memenuhi

kebutuhan bersama dilaksanakan secara bersama-sama atau gotong royong.

Kegiatan produksi masyarakat transmigrasi pada umumnya dalam

bentuk usaha tani keluarga. Keberhasilan mereka adalah merupakan

tanggung jawab semua anggota keluarga. Perilaku ekonomi masyarakat

transmigrasi sebagai pengelola dan penggerak sumber daya lainnya dalam

proses kegiatan produksi. Keterbatasan sumber daya akan dijadikan sebagai

faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dalam memenuhi

kebutuhan konsumen. Keterbatasan inilah yang mengharuskan masyarakat

transmigrasi baik sebagai produsen maupun sebagai konsumen untuk


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 2

mengambil keputusan, diantara berbagai pilihan yang ada untuk memperoleh

manfaat, dengan senantiasa memperhatikan keadaan dan kelestarian

lingkungan. Keterbatasan dapat membawa masyarakat untuk melaksanakan

kegiatan yang bersifat berhasil guna dan berdaya guna, serta kegiatan yang

mendatangkan kesejahteraan bagi keluarganya.

Penggunaan sumber daya secara efisien dalam kegiatan ekonomi

rumah tangga akan memberikan hasil yang optimal bagi rumah tangga dan

masyarakat transmigrasi. Output yang dihasilkan dapat ditingkatkan melaluli

perluasan pasar baik pasar faktor produksi maupun pasar barang dan jasa,

karena hal itu dapat menyebabkan perluasan pasar dan akan meningkatkan

permintaan barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat transmigrasi.

Kesejahteraan kehidupan ekonomi merupakan sasaran akhir dari

perilaku ekonomi masyarakat yang tidak saja ditentukan oleh pendapatan

yang diperoleh sekarang, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan

kepala rumah tangga, kekayaan yang dimiliki dan keadaan kesehatan

anggota rumahtangga.

B. Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari tujuan utama transmigrasi yaitu peningkatan

pendapatan masyarakat transmigrasi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh

faktor-faktor :

1. Apakah penggunan faktor-faktor produksi oleh masyarakat

transmigrasi sudah efisien.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 3

2. Faktor-Faktor produksi luas lahan, tenaga kerja dan modal signifikan

pengaruhnya terhadap peningkatan produksi masyarakat transmigran

di Kabupaten Parigi Moutong.

3. Apakah hasil produksi yang diperoleh masyarakat transmigrasi dapat

meningkatkan pendapatannya.

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku

ekonomi masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi

Sulawesi Tengah, terutama selaku produsen untuk meningkatkan hasil

produksinya yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan rumah

tangga transmigran. Dari tujuan tersebut dapat ditunjukkan sebagai berikut :

1. Untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunan faktor-faktor produksi

oleh masyarakat transmigrasi.

2. Untuk mengetahui Faktor-Faktor produksi mana yang signifikan

pengaruhnya terhadap peningkatan produksi padi di Kabupaten Parigi

Moutong.

3. Untuk mengetahui jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil

produksi yang dihasikan baik transmigrasi asal Bali maupun asal

Jawa.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 4

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian adalah :

1. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah Kabupaten Parigi

Moutong Provinsi Sulawesi Tengah maupun pemerintah pusat yang

berkaitan dengan pelaksanaan transmigrasi agar pelaksanaannya

menjadi lebih baik, bukan menjadi beban daerah tujuan, bahkan

menjadi kebutuhan untuk pengembangan wilayah.

2. Diharapkan pula dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan terutama

masalah penyebaran penduduk yang pada gilirannya dapat

meningkatkan pendapatan masyarakat yang bertransmigrasi dan

masyarakat sekitarnya.

3. Diharapkan pula dapat bermanfaat bahwa teori yang dikemukakan

juga dapat diterapkan terutama mengenai penerapan Fungsi produksi

Coob-Douglas bagi usaha tani masyarakat transmigrasi di Kabupaten

Parigi Moutong.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 5

II. Tinjauan Pustaka

Perilaku Ekonomi dan Kegiatan Produksi

Ilmu ekonomi (economics) pada dasarnya adalah studi tentang

bagaimana masyarakat mengelola sumber-sumber daya yang selalu terbatas

atau langka. Disebagian masyarakat sumber-sumber daya bukan

dialokasikan oleh sebuah pelaku perencana tunggal, melainkan oleh jutaan

unit atau pelaku ekonomi yang terdiri dari sekian banyak rumah tangga dan

perusahaan. (Mankiw,1998;3).

Menurut Samuelson (1985 :5) Ilmu ekonomi merupakan suatu studi

tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih menggunakan sumber

daya yang langka dan yang memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam

rangka memproduksi berbagai komoditi, untuk kemudian menyalurkannya –

baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan berbagai

kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Dengan demikian para ekonom

mempelajari bagaimana orang membuat keputusan, mulai dari seberapa

banyak harus bekerja untuk mencukupi kebutuhannya, apa saja yang mereka

harus beli, bagamana mereka dapat menabung dan seberapa banyak

tabungan yang harus disisihkan untuk investasi serta bagaimana mereka

harus berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Ide teori ekonomi perilaku (behavioural economics) sebagian besar

datang dari Daniel Kahneman dalam Hamid (2003 :2), psikolog yang tahun

lalu memperoleh Nobel dalam bidang ekonomi. Berbeda dengan ajaran Neo-

Klasik, ekonomi perilaku ini menganggap bahwa manusia tidak selalu


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 6

bertindak rasional. Orang mengabaikan risiko, dan mengambil langkah

untung-untungan. Manusia mungkin tidak tahu bagaimana mengalokasikan

uangnya untuk mencapai kepuasan maksimum. Lebih dari itu manusia tidak

melulu mementingkan diri sendiri atau serakah (selfish). Orang tua rela

berkorban untuk anaknya dan orang menyumbang untuk kegiatan sosial atau

keagamaan tanpa mengharapkan keuntungan apapun.

Anggapan manusia yang “selfish” telah menjadikan ilmu ekonomi

mengajarkan manusia untuk selalu “berperang” (kompetisi) satu dengan

lainnya mengajarkan “keserakahan” yang diperhalus dengan kata

kemakmuran. Kenyataannya manusia tidak selalu demikian. Manusia bisa

bekerja sama (co-operation) untuk memenuhi kebutuhannya,

mengedepankan keadilan ketimbang efisiensi, atau memasukkan

pertimbangan moral dan etika dalam mengambil keputusan ekonomi.

Karenanya ilmu ekonomi pun seharusnya bisa mengajarkan tentang konsep

kerja sama untuk mencapai kemakmuran bersama bukan keserakahan

individual.

Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi diidentifikasi melalui

perilaku ekonomi rumah tangga yang termasuk anggota transmigrasi.

Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi adalah totalitas dari perilaku

ekonomi rumah tangga yang ada pada kelompok transmigrasi tersebut.

Perilaku ekonomi rumah tangga dibedakan menurut fungsinya , yaitu sebagai

produsen dan sebagai konsumen. Sebagai produsen mereka menghasilkan


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 7

barang-barang dan jasa-jasa dan sebagai konsumen mengkonsumsi barang-

barang dan jasa-jasa.

Schumacher (1979 : 48) mengemukakan pandangannya mengenai

perilaku ekonomi dalam kegiatan produksi bahwa manusia itu sebenarnya

bukanlah produsen, melainkan hanya perubah wujud. Schumacher

membedakan antara barang karunia Tuhan dan barang buatan manusia.

Barang pertama dibagi atas barang yang tidak dapat dipulihkan (non-

renewable) dan barang yang dapat dipulihkan (renewable). Barang kedua

dibagi atas barang buatan pabrik dan jasa. Bertambahnya kecakapan

manusia untuk menghasilkan barang ke-dua tidak ada gunanya kalau tidak

didahului kecakapan manusia untuk menggali barang pertama dari bumi dia

memerlukan barang pertama setiap kali membuat barang ke-dua.

Randall (1981 ; 24) dalam hubungan perilaku ekonomi dan produksi

yang banyak memperhatikan ekonomi sumber daya, lebih menekankan

pengertian produksi dan konsumsi sebagai kegiatan dalam bentuk

transformasi dan pada penciptaan dan penguasaan atau penghancuran pada

pemakaian barang. Sedangkan konsep ekonomi untuk konsumsi dianggap

cukup luas untuk mencakup penggunaan barang-barang, jasa-jasa dan

kesenangan atau kenikmatan (aminities). Yang dimaksud kenikmatan

konsumsi disini ialah daya guna atau manfaat yang diperoleh dari keadaan

alam atau lingkungan yang indah dan lestari, umpamanya kesenangan atau

ketenangan yang diperoleh pada suatu tempat peristirahatan ditepi danau

yang indah di daerah pegunungan. Barang ini digolongkan ke dalam barang-


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 8

barang yang pemakaiannya tidak dapat dibagi-bagi (indivisible goods) dan

dikonsumsi tanpa bersaingan. Keputusan yang telah diberikan kepada

seseorang tidak mengurangi kemampuannya untuk memberikan kepuasan

kepada orang lain. Hal ini erat hubungannya dengan manfaat lingkungan

hidup di pedesaan yang aman, dan tenteram, indah dan nyaman, yang dapat

mendatangkan kesenangan bagi semua orang.

Menurut Veblen perilaku pengusaha Amerika dimasanya telah banyak

mengalami perubahan. Dahulu para pengusaha menghasilkan barang-

barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan melalui kerja keras. Investasi

ke dalam apa yang disebutnya production for use. Tetapi pada masa

sekarang laba dan keuntungan sebagian tidak lagi diperoleh melalui kerja

keras dengan menciptakan barang-barang yang disukai konsumen, tetapi

lewat “trik-trik bisnis” Produksi seperti ini disebutnya production for profit

(Veblen, 1997 ;134)

Kegiatan Usaha Tani Keluarga

Perilaku ekonomi yang khas dari rumah tangga di pedesaan yang

berorientasi pada kemampuan merupakan akibat dari kenyataan bahwa,

berbeda dari satu perusahaan kapitalis, ia sekaligus merupakan satu unit

konsumsi dan unit produksi. Agar bisa bertahan sebagai satu unit, maka

keluarga itu pertama-tama harus memenuhi kebutuhannya sebagai

konsumen yang boleh dikatakan tak dapat dikurangi lagi dan tergantung

kepada besar kecilnya keluarga itu. Memilih kebutuhan-kebutuhan manusiawi

yang minimum itu dengan cara yang dapat diandalkan dan mantap
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 9

merupakan kriterium sentral yang menjalin soal-soal seperti memilih bibit,

teknik bercocok tanam, penentuan waktu dan rotasi tanam. Bagi mereka

yang hidup dekat dengan batas untuk pemenuhan kebutuhan hidup, akibat

dari suatu kegagalan adalah begitu rupa, sehingga mereka lebih

mengutamakan apa yang dianggap aman dan dapat diandalkan dari pada

keuntungan yang dapat diperoleh dalam jangka panjang. Banyak hal yang

kelihatannya ganjil dalam perilaku ekonomi petani bersumber pada

kenyataan bahwa perjuangan untuk memperoleh hasil yeng minimum bagi

masyarakat berlangsung dalam kekurangan tanah, modal, dan lapangan

kerja di luar. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh A. V. Chayanov dalam

Scott (1989:19) dalam studinya yang klasik tentang petani-petani kecil di

Rusia, konteks yang terbatas itu kadang-kadang memaksa petani untuk

melakukan pilihan yang tak masuk akal jika dilihat dari segi ketentuan-

ketentuan pembukuan yang lazim Keluarga-keluarga petani yang harus

hidup dari hasil lahan-lahan yang kecil di daerah-daerah yang terlalu padat

penduduknya akan bekerja keras dan lama secara tak terbayangkan untuk

memperoleh tambahan yang bagaimanapun kecilnya dari produksi mereka –

jauh melampaui titik di mana seorang kapitalis yang hati-hati tidak akan

bersedia melangkah lehih lanjut. Chayanov menamakan hal itu “self-

exploitation” atau swa-pacal.

Oleh karena tenaga kerja sering kali merupakan satu-satunya faktor

produksi yang dimiliki petani secara relatif melimpah, maka ia akan terpaksa

melakukan kegiatan-kegiatan yang melakukan banyak kerja dengan hasil


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 10

yang sangat kecil, sampai kebutuhan-kebutuhan subsistensinya terpenuhi.

Hal itu bisa berupa perubahan tanaman atau teknik atau pemanfaatan waktu

senggang dengan membuat barang-barang kerajian tangan, menjadi tukang,

atau berjualan di pasar, yang mendatangkan hasil yang kecil sekali, akan

tetapi boleh dikatakan hanya dengan cara cara itulah mereka dapat

memanfaatkan kelebihan tenaga kerja.

Ghayanov dalam Scott (1989 : 20) menunjukkan bagaimana, pada

satu keluarga yang jumlah anggotanya tidak berubah, proporsi waktu dalam

satu tahun yang digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan tangan

dan untuk bekerja sebagai tukang semakin besar, apabila lahan yang

tersedia untuk keluarga itu semakin berkurang. Kuatnya peranan tradisional

dari pekerjaan kerajian tangan dan pertukangan di daerah-daerah yang

kekurangan tanah seperti Burma Hulu, Annam, dan Tonkin, serta adanya

pola berjualan secara kecil-kecilan dikalangan petani Jawa, adalah sesuai

dengan tata hubungan itu.

Untuk menjamin bagi diri mereka satu subsistensi pokok, satu

orientasi yang harus memusatkan segenap perhatian terhadap kebutuhan

hari ini saja tanpa memikirkan hari esok, maka petani kadang-kadang

terpaksa harus menggadaikan masa depannya sendiri, satu panen yang

gagal dapat memaksa mereka untuk menjual seluruh atau sebagian dari

tanah mereka yang sudah kecil itu atau hewan penarik bajak mereka. Apabila

kegagalan mereka itu meliputi daerah yang luas, mereka harus menjual
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 11

dalam suasana panik dan dengan harga yang sangat rendah. Akibatnya bisa

tragis dan sekaligus tak masuk akal.

Studi Moerman dalam Scott (1999, 34) tentang pertanian pedesaan disebuah

desa di Muanthai Utara memberikan salah satu bukti yang paling meyakinkan

bahwa petani lebih mengutamakan subsistensi daripada keuntungan.

Penduduk desa Ban Ping merupakan semacam kasus dari buku pelajaran,

oleh karena kehidupan mereka untuk sebagian besar terbagi antara dua

bidang sawah, yang satu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan subsistensi,

sedangkan yang satu lagi “didominasi oleh hasrat memperoleh keuntungan.”

Sawah besar dekat desa khusus ditanami padi untuk dimakan. Beras ketan

yang disukai penduduk desa disebut “beras pangan” dan disawa besar itu

tiap keluarga mendapat jatah sebidang lahan yang dalam keadaan normal

menghasilkan padi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga

sepanjang tahun. Di sawah besar hanya digunakan teknik membajak yang

tradisional dan ini berarti biaya tanam cukup rendah untuk dapat dipikul oleh

tiap keluarga.

Menurut Chayanov,(1991 ; 22) agaknya sekitar lima puluh tahun yang

lalu sifat-sifat khas dari perilaku ekonomi petani itu telah membantah

kebenaran asumsi-asumsi ilmu ekonomi klasik tentang perilaku rasional.

Namun sekarang, perilaku ekonomi petani yang sedemikian itu telah dapat

dipahami secara lebih baik sebagai satu kasus khusus dari apa yang dapat

diramalkan oleh teori mikroekonomi yang baku. Bahwa orang tetap

menggunakan tenaga kerjanya di bidang pertanian dan kerajinan tangan,


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 12

umpamanya merupakan akibat dari opportunity cost atau tingkat kesempatan

tenaga kerja yang rendah bagi petani (artinya sedikit sekali kesempatan kerja

di luar) dan marginal utility atau guna batas yang tinggi dari penghasilan bagi

orang-orang yang hidup dekat tingkat batas subsistensi.

Kegiatan Produksi

Produsen adalah orang yang melakukan produksi, oleh karena itu ada

beberapa hal yang harus diputuskan oleh seorang produsen. Pertama-tama

produsen harus memutuskan berapa jumlah output yang akan di produksi.

Akibatnya dia juga harus memutuskan berapa jumlah input yang akan

dipakai dan bagaimana kombinasi input yang dipergunakan dalam

berproduksi.

Tujuan seseorang pengusaha memproduksi output ada bermacam-

macam. Mungkin ada seseorang yang memproduksi sesuatu dengan tujuan

untuk memberi pekerjaan pada tetangga-tetangganya. Namun tujuan

pengusaha yang dibahas adalah dengan anggapan untuk memaksimumkan

keuntungan.

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output

sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat terdiri dari barang atau

jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau

jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Jadi produksi tidak harus

berarti suatu proses mengubah barang yang berujud menjadi barang lain,

seperti halnya suatu pabrik. Jadi jasa pengangkutan atau pengiriman dan

penyimpanan barang juga merupakan suatu contoh dari proses produksi


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 13

karena keduanya menambah nilai. Orang yang melakukan fungsi ini

dinamakan produsen. Pada umumnya seorang produsen akan berusaha

untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum, meskipun tidak semua

produsen akan berusaha mendapatkan keuntungan maksimum. Misalkan

ada seorang pengusaha yang mendirikan perusahaan hanya untuk prestise,

jadi dia kurang memperhatikan masalah efisiensi. Atau seorang jutawan yang

ingin beramal dengan jalan mendirikan perusahaan untuk memberikan

lapangan pekerjaan bagi tetangganya (Adiningsih, 1999 ; 3-4).

Dalam pembahasan ini kita mengamati hal-hal yang berkaitan dengan

produksi yang berkaitan dengan perilaku produsen, karena produsen harus

membuat banyak keputusan. Di antaranya keputusan tentang berapa jumlah

output yang akan diproduksi dan berapa jumlah input yang dan bagaimana

kombinasi input yang akan dipakai.

Hal pertama yang kita harus perhatikan apabila kita ingin mempelajari

perilaku produsen adalah mengetahui apa saja keterbatasan-keterbatasan

yang ada pada seorang produsen. Seperti halnya jenis dan jumlah input yang

tersedia di pasar, teknik produksi yang fisibel, peraturan pemerintah dan lain-

lain.

Menurut Adiningsih (1999 : 5) input suatu proses produksi dapat terdiri

dari tanah, tenaga kerja, modal dan material. Jadi input adalah barang atau

jasa yang digunakan sebagai masukan suatu proses produksi. Sedangkan

output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 14

Output dari suatu pabrik pada umumnya berujud barang namun output dari

suatu cold storage beujud jasa.

Ekonom menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan

hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa

banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah

input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi. Jadi Fungsi produksi

adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan

tingkat penggunaan input-input. Fungsi ini merupakan landasan teknis dari

suatu proses produksi, landasan teknis karena hanya menunjukkan

hubungan fisik antara input dan output yang dapat dituliskan sebagai berikut :

Ymax = f (input)

Ini menunjukkan bahwa besar kecilnya output tergantung pada besar

kecilnya input. Bentuk umum fungsi produksi apabila menggunakan n input

adalah sebagai berikut :

Ymax = f (input)

Ymax = f (x1 , x2 , x3 .......... , xn ) (2. 1)

Dimana Xn adalah jumlah input yang digunakan oleh tiap jenis input.

Dari hasil penelitian empiris Sulham (2003), Aidawati (2004) dan

Madukallang (1999) telah menggunakan model fungsi Produksi cobb-

Douglas dibangun atas asumsi bahwa parameter (elastisitas produksi)

bersikap tetap (constant elasticity), teknologi yang digunakan adalah sama

dalam proses produksi, interaksi antara faktor produksi yang digunakan dan
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 15

tidak adanya pengaruh waktu serta berlaku untuk kelompok usahatani yang

sama.

Pendapatan Rumah Tangga

Melalui berbagai kebijakan, setiap pemerintah menginginkan

peningkatan pendapatan yang lebih tinggi bagi seluruh penduduknya,

sekaligus menghendaki agar distribusi pendapatan yang diperoleh lebih

merata atau lebih adil. Sebagian kebijakan pemerintah, seperti pengadaan

sistem kesejahteraan (negara berperan langsung membantu penduduknya

yang kurang beruntung) dan asuransi pengangguran, secara khusus

ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan dengan secara langsung

membantu penduduk yang kurang mampu (Mankiw, 2000; 5).


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 16

Kerangka Konseptual

Merujuk pada tinjauan pustaka dan hasil-hasil penelitian sebelumnya

seperti yang diuraikan terdahulu, maka dibangunlah suatu kerangka

pemikiran yang akan menjadi acuan guna mengkaji dan memberikan solusi

tentang penerapan fungsi produksi Coob-Douglas yang diajukan pada

penelitian ini. Penelitian ini akan mengkaji penerapan fungsi produksi Coob-

Douglas terhadap peningkatan produksi masyarakat transmigran di

Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Penelitian ini mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Shiffman

dan Kanuk (2000 : 63) yang mengatakan bagaimana motivasi terbentuk dari

stimulus atau ransangan (misalnya rasa lapar) akan menyebabkan

pengenalan kebutuhan (need recornation). Ransangan tersebut bisa datang

dari dalam diri seseorang (kondisi fisiologis). Ransangan terjadi karena

adanya gap antara apa yang dirasakan dengan apa yang seharusnya

dirasakan. Gap inilah yang mengakibatkan adanya pengenalan kebutuhan.

Kebutuhan yang dimaksud selain kebutuhan primer ada juga kebutuhan

sekunder. Kebutuhan sekunder muncul sebagai reaksi konsumen terhadap

lingkungan dan budayanya. Kebutuhan yang dirasakan sering kali dibedakan

berdasarkan kepada manfaat yang diharapkan dari pembelian dan

penggunaan produk.

Perilaku (tindakan) berorientasi tujuan (goal orientied behavior)i.

Artinya untuk memenuhi kebutuhannya seseorang harus memiliki tujuan akan

tindakannya. Tujuan tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 17

Dipadukan dengan teori Maslow yang mengemukakan lima kebutuhan

manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah,

yaitu kebutuhan biologis (physiological or biogenic needs) sampai paling

tinggi yaitu kebutuhan psikogenik (psyhogenic needs). Menurut teori Maslow

manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu

sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Konsumen yang bisa

memenuhi kebutuhan dasarnya, maka kebutuhan lainnya yang lebih tinggi

biasanya muncul dan begitulah seterusnya.

David McClelland mengembangkan suatu teori motivasi yang disebut

sebagai McClelland’s Theory of learned Needs. Teori ini menyatakan bahwa

ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasi seorang individu untuk

berperilaku, yaitu (1) Kebutuhan untuk sukses (Needs for Achivement), (2)

kebutuhan untuk afiliasi (Needs for Affiliations), dan (3) kebutuhan kekuasaan

(Needs for Power).

Kebutuhan Sukses adalah keinginan manusia untuk mencapai

prestasi, reputasi, dan karier yang baik. Seseorang yang memiliki kebutuhan

sukses akan bekerja keras, tekun dan tabah untuk mencapai cita-cita yang

diinginkannya. Ia akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mampu

menghadapi segala tantangan dan masalah demi mewujudkan cita-citanya.

Kebutuhan sukses memiliki kesamaan dengan kebutuhan ego dan kebutuhan

aktualisasi diri dari teori Maslow.

Kebutuhan afiliasi adalah keinginan manusia untuk membina hubungan

dengan sesamanya, mencari teman yang bisa menerimanya, ingin dimiliki


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 18

oleh orang-orang sekelilingnya, dan ingin memiliki orang-orang yang bisa

menerimanya. Seseorang yang memiliki kebutuhan afiliasi akan terlibat aktif

dalam kegiatan sosial, maupun kegiatan yang melibatkan banyak orang. Ia

akan memilih produk dan jasa yang disenangi atau disetujui oleh teman dan

kerabat dekatnya. Kebutuhan afiliasi memiliki kesamaan dengan kebutuhan

sosial dari Maslow.

Kebutuhan kekuasaan adalah keinginan seseorang untuk bisa

mengontrol lingkungannya, termasuk mempengaruhi orang-orang

disekelilingnya. Tujuannya adalah agar ia bisa mempengaruhi, mengarahkan,

dan mengatur orang lain (Sumarwan, 2003 ; 34 – 42).

Tujuan seseorang pengusaha memproduksi output ada bermacam-

macam. Mungkin ada seseorang yang memproduksi sesuatu dengan tujuan

untuk memberi pekerjaan pada tetangga-tetangganya. Namun tujuan

pengusaha yang dibahas adalah dengan anggapan untuk memaksimumkan

keuntungan.

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output

sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat terdiri dari barang atau

jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau

jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Jadi produksi tidak harus

berarti suatu proses mengubah barang yang berujud menjadi barang lain,

seperti halnya suatu pabrik. Jadi jasa pengangkutan atau pengiriman dan

penyimpanan barang juga merupakan suatu contoh dari proses produksi

karena keduanya menambah nilai. Orang yang melakukan fungsi ini


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 19

dinamakan produsen. Pada umumnya seorang produsen akan berusaha

untuk mendapatkan keuntungan yang maksimu, meskipun tidak semua

produsen akan berusaha mendapatkan keuntungan maksimum. Misalkan

ada seorang pengusaha yang mendirikan perusahaan hanya untuk prestise,

jadi dia kurang memperhatikan masalah efisiensi. Atau seorang jutawan yang

ingin beramal dengan jalan mendirikan perusahaan untuk memberikan

lapangan pekerjaan bagi tetangganya (Adiningsih, 1999 ; 3-4).

Dalam pembahasan ini kita mengamati hal-hal yang berkaitan dengan

produksi yang berkaitan dengan perilaku produsen, karena produsen harus

membuat banyak keputusan. Di antaranya keputusan tentang berapa jumlah

output yang akan diproduksi dan berapa jumlah input yang dan bagaimana

kombinasi input yang akan dipakai.

Hal pertama yang kita harus perhatikan apabila kita ingin mempelajari

prilaku produsen adalah mengetahui apa saja keterbatasan-keterbatasan

yang ada pada seorang produsen. Seperti halnya jenis dan jumlah input yang

tersedia di pasar, teknik produksi yang fisibel, peraturan pemerintah dan lain-

lain.

Menurut Adiningsih (1999 : 5) input suatu proses produksi dapat terdiri

dari tanah, tenaga kerja, modal dan material. Jadi input adalah barang atau

jasa yang digunakan sebagaimasukan suatu proses produksi. Sedangkan

output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi.

Output dari suatu pabrik pada umumnya berujud barang namun output dari

suatu cold storage beujud jasa.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 20

Ekonom menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan

hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa

banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah

input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi. Jadi Fungsi produksi

adalah suatu fungsi yang yang menunjukkan hubungan antara tingkat output

dan tingkat penggunaan input-input. Fungsi ini merupakan landasan teknis

dari suatu proses produksi, landasan teknis karena hanya menunjukkan

hubungan fisik antara input dan output yang dapat dituliskan sebagai berikut :

Ymax = f (input)

Ini menunjukkan bahwa besar kecilnya output tergantung pada besar

kecilnya input. Bentuk umum fungsi produksi apabila menggunakan n input

adalah sebagai berikut :

Ymax = f (input)

Ymax = f (X1 , X2 , X3 .......... , Xn )

Dimana Xn adalah jumlah input yang digunakan oleh tiap jenis input.

Engel menyimpulkan bahwa untuk rumah-tangga miskin sebagian

besar pengeluarannya untuk makanan, berbeda halnya dengan rumah-

tangga yang tergolong kaya. Hal ini juga berlaku baik rumah-tangga besar

maupun rumah-tangga kecil untuk tingkat pengeluaran yang sama. Hal ini

menandakan bahwa besarnya proporsi yang dikeluarkan untuk makanan

dapat dijadikan indikator tidak langsung terhadap kesejahteraan. Dengan

demikian, maka dua rumah-tangga yang mempunyai proporsi pengeluaran


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 21

yang sama besar untuk makanan seharusnya mempunyai pendapatan riel

yang sama pula tanpa menghiraukan banyaknya anggota keluarga

(Deaton,1983 :193) dan (Philips, 1974 : 100 – 105).

B. Kerangka Pikir Penelitian

BudayaTransmigran
Bercocok Tanam

FUNGSI
PRODUKSI PENDAPATAN
MASYARAKAT
 LUAS LAHAN
TRANSMIGRASI
 TENAGA KERJA
Motivasi Transmigran :  MODAL
Kebutuhan berprestasi
(Needs for Achievement)
Kebutuhan kekuasaan
(Needs for power )
Kebutuhan afiliasi (Needs
for Affiliations)

MASYARAKAT TRANSMIGRASI MANDIRI

Gambar 3.1 Skema Kerangka Pikir Penelitian


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 22

C. Hipotesis

Mengacu pada kerangka pemikiran dan tujuan penelitian yang telah

dikemukakan sebelumnya, maka disusunlah hipotesis sebagai berikut :

1. Penggunaan faktor-faktor produksi yang tersedia untuk usaha tani

masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong belum

dimanfaatkan secara efisien.

2. Faktor-Faktor produksi luas lahan, tenaga kerja dan modal signifikan

pengaruhnya terhadap peningkatan produksi masyarakat transmigran di

Kabupaten Parigi Moutong.

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi

Sulawesi Tengah, yaitu dipilih secara purposif dua Kecamatan yang

mempunyai penduduk masyarakat transmigran yang lamanya tinggal di

wilayah di Kecamatan tersebut paling rendah lima tahun.

B. Jenis, Sumber dan Metode Penarikan Sampel

Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, data

primer diperoleh langsung dari transmigran dan data sekunder bersumber

dari instansi terkait. Untuk penarikan sampel dari Kabupaten, kecamatan,

desa dan tingkat rumah-tangga transmigran. Data tingkat Kabupaten,


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 23

kecamatan dan desa meliputi : Keadaan penduduk, wilayah dan keadaan

lembaga sosial ekonomi masyarakat transmigran.

Data rumah-tangga meliputi : kegiatan ekonomi menyangkut kegiatan

produksi dan pemasaran hasil produksi rumah-tangga masyarakat

transmigran.

C. Penarikan Sampel

Untuk mengetahui perilaku ekonomi masyarakat Transmigrasi dalam

berproduksi, maka perlu digunakan bantuan metode statistik. Metode

statistika sangat membantu dalam pengambilan sampel, pengumpulan data,

penyajian data, sampai pada pengambilan keputusan yang disebabkan

karena telah mempunyai aturan-aturan yang sudah baku dan telah berlaku

umum.

Namun demikian perlu disadari bahwa penggunaan metode statistik

yang tidak pada tempatnya dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat

dan demikian pula pengambilan keputusan yang kemungkinan kurang

bermanfaat, bahkan dapat menimbulkan banyak kerugian. Oleh sebab itu

model-model statistik yang digunakan dalam penelitian ini peneliti berusaha

untuk dapat mengemukakan dengan jelas baik asumsi-asumsi, maupun

kecocokannya.

Rencana penelitian ini berdasarkan metode statistik inferensial,

sedangkan metode statistik diskreptif yang dimulai dari keadaan yang bersifat

umum kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 24

kesimpulan pada metode deskriptif tidak diragukan kebenarannya. Berbeda

halnya dengan metode inferensial masih diragukan kebenarannya,

disebabkan keadaan populasi didekati melalui generalisasi keadaan sampel

yang berarti bahwa metode inferensial banyak dipakai dalam penelitian,

karena dapat dipergunakan untuk meneliti populasi yang relatif besar dengan

penggunaan biaya, tenaga dan waktu yang relatif sedikit, dibanding dengan

penelitian yang menyeluruh dari suatu keadaan populasi.

Metode statistik imprensial memberikan petunjuk yang berlaku umum

untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode tersebut, mulai dari cara

penarikan sampel yang representatif mewakili populasi, hingga pada

penentuan tingkat kepercayaan (comfidence interval) yang dapat diberikan

pada penarikan suatu kesimpulan.

Penentuan sampel dilakukan secara random sampling, yang berarti

semua populasi mempunyai peluang yang sama mewakili sampel lainnya.

Dari enam kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, hanya dua kecamatan

yang mempunyai transmigran Umum yang berasal dari Bali dan Pulau Jawa.

Maka penentuan sampel dilakukan secara purposive pada Kecamatan

Moutong. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dan

proporsional 5 % dari populasi yang ada di Kecamatan tersebut. Penentuan

sampel menurut Suparmoko (1995 ; 42), apabila sama sekali tidak ada

pengetahuan tentang besarnya variance dari populasi. Cara terbaik adalah

cukup dengan mengambil persentase tertentu, 5 %, 10 % atau 50 % dari


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 25

seluruh jumlah populasi. Beberapa hal yang dapat digunakan sebagai

petunjuk untuk menentukan besarnya persentase yaitu :

1. Bila populasi N besar, persentase yang kecil saja sudah dapat

2. Besarnya sampel hendaknya jangan kurang dari 30.

3. Sampel sayogyanya sebesar mungkin selama dana dan waktu masih

dapat menjangkau.

Untuk pengambilan sampel di kecamatan yang terpilih adalah dari

2922 KK x 5 % = 146 KK terdiri dari masing – masing :

Desa Petuna Sugi 711 KK x 5 % = 36 KK

Desa Margapura 2211 KK x 5 % = 110 KK

Jumlah sampel adalah = 146 KK

D. Metode Analisis

Untuk menguji hipotesis pertama digunakan analisis Cobb-douglas

Jawaban yang diperoleh dari responden sesuai dengan nilai variabel yang

telah ditetapkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Analisis

diskreptif diikuti analisis produksi dengan Fungsi produksi Cobb-Douglas.

Untuk membuktikan hipotesis penelitian pertama dan kedua digunakan

analisis fungsi produksi cobb-Douglas yaitu suatu fungsi atau persamaan

yang melibatkan dua atau lebih variabel; vriabel yang satu disebut variabel

dependen, yang dijelaskan (Y) dan yang lain variabel independen, yang

menjelaskan, (X). Penjelasan hubungan antara Y dan X biasanya dengan

cara regresi, yaitu variasi dari Y akan dipengaruhi oleh variasi dari X. Dengan

demikian, kaidah-kaidah pada garis regresi juga berlaku dalam penyelesaian


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 26

fungsi Cobb-Douglas. Secara matematik fungsi produksi, fungsi Cobb-

Douglas dapat dituliskan sebagai berikut:

β2 β3
Yi = β1 X2i X3i еµi (Gujarati; 2003 )

Dimana; Y = output

X2 = Labor input

X3 = Capital input

µ = stochastic term disturbance

e = base of natural logarithm

Untuk memudahkan pendugaan terhadap persamaan tersebut diubah

menjadi bentuk linier berganda dengan cara melogaritmakan persamaan

tersebut menjadi:

ln Yi = ln β1 + β2 ln X2i + β3i ln X3i + µi;

= β0 + β2 ln X2i + β3 X3i + µi

Di mana: β0 = ln β1

Ada tiga alasan pokok fungsi Cobb-Douglas digunakan, yaitu :

1. Penyelesaian fungsi Cobb-Douglas relatif lebih mudah dibandingkan

dengan fungsi yang lain, misalnya pada fungsi kuadratik, maka fungsi

cobb-Douglas dengan mudah ditransfer kebentuk linear.

2. Hasil pendugaan garis melalui fungsi Cobb-Douglas akan

menghasilkan koefisien regresi yang sekaligus juga menunjukkan

elastisitas. Jadi besaran b dari variabel masukan produksi yang

bersangkutan.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 27

3. Besaran elastisitas tersebut sekaligus menunjukkan tingkat besaran

return to scale.

1. Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi

Kegiatan ekonomi masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan

kesejahteraan ekonomi yang semakin baik, maka usaha tersebut tidak

terlepas dari efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Masyarakat

memiliki sumber daya yang terbatas sebagai faktor produksi, hal ini

menyebakan sumber daya yang digunakan harus secara efisien. Efisiensi

diartikan sebagai penggunaan sumber daya yang paling baik dari apa

yang tersedia untuk mencapai hasil yang memuaskan. Definisi yang

lengkap mengenai efisiensi berasal dari Vilfredo Pareto (1848-1923).

Pareto melihat efisiensi secara global, yang dikenal sebagai Pareto

Optimality yaitu apabila suatu keadaan terjadi pada organisasi sosial di

mana tidak ada perubahan yang dapat dilakukan untuk membuat

seseorang lebih baik tanpa membuat orang lain menjadi lebih buruk

keadaannya.

Efisiensi yang dibahas dalam penelitian ini seperti efisiensi yang

dikemukakan pada hipotesis pertama ialah efisiensi penggunaan faktor

produksi, luas lahan, tenaga kerja dan modal dengan mempergunakan

metode analisis Frontier production function (FPF) dari fungsi produksi

Cobb-Douglas.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 28

a. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi FPF

Fungsi produksi frontier adalah fungsi produksi yang dipakai

untuk mengukur bagaimana fungsi produksi sebenarnya terhadap posisi

prontiernya. Karena fungsi produksi adalah hubungan fisik antara faktor

produksi dan produksi, maka fungsi produksi prontier adalah hubungan

fisik faktor produksi dan produksi pada prontier yang posisisinya terletak

pada garis isokuan. Garis isokuan adalah tempat kedudukan titik-titik

yang menunjukkan titik kombinasi penggunaan masukan produksi yang

optimal;

Kalau produksi dikalikan dengan harga dan dikurangi dengan biaya-

biaya, maka akan diperoleh besarnya keuntungan. Berarti dengan demikian

besarnya efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga sudah dapat

dihitung.

Untuk menghitung Produksi maksimum digunakan formulasi berikut

^ b1 b2 b3
Maksimukan: Y = b0 X1 X2 X3

Dengan kendala : B = P1X1 + P2X2 + P3X3

Dengan cara lagrangian: L = λ ( B – P1 X1 – P2 X2 – P3 X3)

^
∂L ∂Y
1. = - λ P1 = 0
∂x1 ∂x1
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 29


∂L b1 – 1 b2 b3
= b 0 b 1 x1 x2 x3 - λ P1 = 0…(1)
∂x1

^
∂L ∂Y
2. = - λ P2 = 0
∂x2 ∂x2

∂Lj b1 b2-1 b3
= b0 b2 x1 x2 x3 - λ P2= 0… (2)
∂x2

^
∂L ∂Y
3. = - λ P3 = 0
∂x3 ∂x3

∂L b1 b2 b3-1
= b 0 b 3 x1 x2 x3 - λ P1 = 0 …(3)
∂x3
∂L
4. = B - P1X1 – P2X2 – P3X3 = 0
∂λ


∂L b1 – 1 b2 b3
= b 0 b 1 x1 x2 x3 - λ P1 = 0…(4)
∂x1
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 30

Jadi b1 B
X1 =
P1 (b1 + b2 + b3 )

X1b2P1
X2 =
b1P2

b2 B
Jadi X2 =
P2 (b1+b2+b3)

b3 B
Jadi X3 =
P3 (b1+b2+b3)

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat diukur nilai efisiensi berikut :

a. efisiensi teknik (ET);

b. efisiensi ekonomi (EE); dan

c. efisiensi harga (EH);

Efisiensi teknik adalah besaran yang menunjukkan perbandingan

antara produksi sebenarnya dengan produksi maksimum.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 31

Efisiensi ekonomi adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara

keuntungan yang sebenarnya dengan keuntungan maksimum. Secara

matematik hubungan antara ET, EE dan EH adalah sebagai berikut :

EE = ET - EH

Besaran ET ≤ 1 ; EE ≤ 1; dan besaran EH tidak selalu harus kurang

atau sama dengan satu. Selanjutnya fungsi produksi Cobb-Douglas dengan

mengestimasi FPF yang dipelopori oleh Farrel M.J. terus dikembangkan oleh

Timmer (1970,1971 dengan menggunakan teknik a probabilistic frontier

Cobb-Douglas Production Function.

GAMBARAN UMUM DAERAH PANELITIAN

Kabupaten Parigi Moutong mempunyai luas wilayah 6.231,85

kilometer persegi, Batas wilayah administrasi Kabupaten Parigi Moutong,

sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buol, Kabupaten Toli – Toli dan

Propinsi Gorontalo. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Poso

dan Propinsi Sulawesi Selatan. Sebelah barat berbatasan dengan Kota Palu

dan Kabupaten Donggala serta sebelah timur berbatasan dengan Teluk

Tomini.

Keadaan Geologi Kabupaten Parigi Moutong secara umum tidak

sama untuk setiap kecamatan yang terdiri dari batuan gunung berapi dan

batuan terobosan yang tidak membeku (Inncous intrusiverooks). Selain itu

pula batu-batuan metamorfosis sedimen. Dataran-dataran yang diperkirakan

cocok untuk pertanian intensif adalah :


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 32

 Dataran Tomini-Moutong, tekstur tanah kemungkinan sedang yang

diselingi tekstur kasar dengan drainase yang umumnya baik.

Topograpi dataran ini adalah datar sampai berombak-ombak dengan

sedikit bagian yang berbukit. Luas dataran ini terbagi menjadi 3 bagian

yaitu dua buah dtaran rendah yang dipisahkan oleh dataran tinggi.

 Dataran Parigi, seperti halnya dilembah Palu maka dataran Parigi juga

terdiri dari metamorfosis yang telah membeku. Tanahnya rata-rata

bertekstur sedang dengan drainase yang agak baik. Topograpi mulai

dari datar sampai berombak lembut.

 Dataran Ampibabo-Donggulu, mempunyai geologi tanah yang berasal

dari alluvial dan sedimen laut yang lebih tua, tanahnya bertekstur

sedang dengan drainase yang agak baik. Topograpi mulai dari datar

sampai berombak.

 Dataran Tambarana terbagi dua daerah yaitu dataran yang termasuk

daerah administratif Kabupaten Parigi Moutong seluas dua pertiga

bagian dan yang lainnya di Kabupaten Poso. Tanahnya bertekstur

sedang dengan drainase mulai dari lambat sampai agak baik, topografi

datar sampai berombak kasar.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 33

A. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk

Tabel 1. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Kabuapaten Parigi Moutong


Menurut Kecamatan Tahun 2003.

Luas Jumlah Kepadatan Jumlah Rumah


Kecamatan Wilayah Penduduk (Jiwa/km2) Tangga
(km2) (jiwa) (RT)
1. Sausu 1.060,73 49.789 47 10.784
2. Parigi 565,06 56.788 101 11.947
3. Ampibabo 895,68 55.962 62 15.276
4. Tinombo 984,02 50.293 51 11.022
5. Tomini 995,56 52.932 53 12.958
6. Moutong 1.730,80 85.200 49 17.638

6.231,85 350.964 56 79.625

Sumber ; Kabupaten Moutong dalam Angka Tahun 2003

Jarak antara ibu kota Kabupaten Parigi Moutong dengan ibu kota kecamatan

dapat ditempuh melalui jalan darat: adalah sebagai berikut :

Parigi – Sausu jaraknya 52 km,

Parigi – Ampibabo jaraknya 15 km.

Parigi – Tinombo jaraknya 132 km.

Parigi – Tomini jaraknya 149 km.

Parigi – Moutong jaraknya 258 km.

Masyarakat transmigrasi yang menjadi obyek penelitian di Kecamatan

Moutong ditempuh perjalanan kurang lebih 8 jam dari kota Palu.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 34

B. Iklim

1. Suhu dan Kelembaban Udara

Sebagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten

Parigi Moutong memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim hujan.

Musim panas terjadi antara bulan April – September, sedangkan musim

hujan terjadi pada bulan Oktober – Maret.

Hasil pencatatan suhu udara pada stasium udara Mutiara Palu Tahun

2003 bahwa suhu udara maksimum tertinggi terjadi pada bulan Oktober

(35,9oC)dan suhu udara maksimum terendah terjadi pada bulan Juni

(31,1oC). Sementara itu suhu udara minimum tertinggi juga terjadi pada bulan

Oktober 24,3o C, sedang suhu udara minimum terendah terjadi pada bulan

April dan Mei yang mencapai 22,6o C.

Kelembaban udara yang dicatat pada stasiun yang sama berkisar

antara 66 – 82 persen. Kelembaban udara rata-rata tertinggi terjadi pada

bulan juni yang mencapai 82 persen, sedangkan kelembaban udara rata-rata

terendah terjadi pada bulan Oktober yaitu 66 persen.

2. Curah Hujan dan Keadaan Angin

Curah hujan tertinggi yang tercatat pada Stasiun Mutiara Palu Tahun

2003 terjadi pada bulan April yaitu 125 mm3, dan diikuti pada bulan

Nopember 115 mm3, sedang curah hujan terendah terjadi pada bulan juli dan

Oktober yaitu 2 mm3.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 35

Sementara itu kecepatan angin rata-rata berkisar antara 5 – 7 knots

dan kecepatan angin maksimum mencapai 15 hingga 21 knots. Arah angin

terbanyak pada tahun 2003 berada pada posisi 315o.

C. Karakteristik Responden

Usahatani merupakan mata pencaharian utama bagi sebagian besar

masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong. Dalam

pelaksanaannya, usahatani yang dijalankan beragam mengikuti kondisi

wilayah, musim tanam dan latar belakang individu masyarakat transmigran.

Kondisi wilayah dan musin tanam menentukan pola tanam dan pemilihan

komoditas, sedangkan latar belakang masyarakat transmigran terkait dengan

aspek pengelolaan usahatani yang sedang dilakukan.

Karakteristik masyarakat transmigran yang terkait dengan kegiatan

usahatani antara lain meliputi produksi, Luas lahan, tenaga kerja dan

penggunaan modal yang digunakan petani dan tingkat umur petani,

pengalaman berusaha tani kepala keluarga, jumlah tanggungan keluarga.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 36

Kegiatan Ekonomi Rumah-tangga masyarakat transmigrasi

Lingkungan luar transmigran

Barang dan Jasa Barang dan Jasa


Pasar
UANG Brang dan Jasa UANG

Masyarakat Masyarakat
transmigrasi transmigrasi
sebagai sebagai
Konsumen produsen

UANG UANG
Pasar
FAKTOR PRODUKSI Faktor Produksi FAKTOR PRODUKSI

Lingkungan luar transmigran

Gambar 5.1 Alur Kegiatan Ekonomi Rumah-tangga Transmigrasi dan


Masyarakat sekitar

Alur bagian atas memperlihatkan aliran barang dan jasa dari produsen ke

konsumen, dari alur tersebut dapat dilihat bahwa konsumen dapat

mempergunakan produksi yang dihasilkan oleh rumah-tangganya sendiri

atau membeli dari pasar barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan rumah-

tangganya. Pembelian barang-barang dan jasa-jasa yang dibeli konsumen di


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 37

pasar barang dan jasa, maka dengan demikian terjadilah aliran uang dari

konsumen ke pada produsen.

Ada dua kegiatan yang terjadi pada perilaku ekonomi menurut gambar

di atas yaitu proses kegiatan produksi dan proses kegiatan konsumsi. Kedua

kegiatan tersebut dihubungkan oleh aliran faktor-faktor produksi dari

konsumen sebagai pemilik sumberdaya kepada produsen, diimbangi dengan

aliran barang-barang dan jasa-jasa dari produsen kepada konsumen. Aliran

faktor-faktor produksi maupun aliran barang-barang dan jasa-jasa tersebut

diimbangi dengan aliran balik dalam bentuk uang sebagai balas jasa dari

faktor produksi dan harga dari barang dan jasa. Dengan adanya hubungan

kepasar, maka terbukalah jalan bagi rumah-tangga transmigrasi untuk

memanfaatkan kesempatan spesialisasi dan efisiensi.

Terbukanya masyarakat transmigrasi terhadap dunia luar

menyebabkan terbukanya kesempatan masyarakat berusaha lebih giat untuk

memenuhi kebutuhannya yang semakin meningkat karena perubahan pola

konsumsi yang disebabkan oleh masuknya barang-barang dan jasa-jasa dari

luar masyarakat transmigrasi. Dalam keadaan yang demikian, masyarakat

transmigrasi telah mempunyai kesempatan untuk meningkatkan

kesejahteraan kehidupan ekonominya.

Kalau perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi dilihat dari kegiatan

produksi, maka dapat diketahui bahwa pada kegiatan produksi ini terjadi

suatu proses dimana faktor-faktor produksi yang berasal dari sumberdaya

manusia, sumberdaya alam dan sumber daya modal diolah untuk


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 38

menghasilkan berbagai jenis barang-barang dan jasa-jasa. Jumlah dan mutu

sumber daya yang dipergunakan dalam proses produksi juga menentukan

jumlah dan kualitas barang-barang dan jasa-jasa yang di produksi. Kalau

sumber daya yang dipergunakan dalam proses produksi sudah tertentu

jumlahnya, maka partisipasi tenaga kerja yang lebih besar dan alokasi

sumberdaya yang lebih baik sangat menentukan jumlah produksi yang

dihasilkan.

Untuk analisis data, sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah

masyarakat transmigrasi yang lamanya bertransmigrasi minimal 5 tahun,

jumlah sampel yang dipergunakan 146 responden. Adapun karakteristik

responden sebagai berikut:

Jenis kelamin

Responden pada penelitian ini didominasi oleh pria. Dari 146 sampel

yang dianalisis sebanyak 144 responden (98 %) diantaranya adalah pria dan

selebihnya yaitu 2 responden (2 %) adalah wanita.

2. Umur

Sebagian besar responden yang menjadi obyek penelitian pada

transmigrasi asal Bali termasuk dalam kelompok umur 31 - 40 tahun

sebanyak 28 orang (38,35 %), kemudian kelompok umur 17 – 30 tahun

sebanyak 25 orang (34,25 %), dan terakhir adalah kelompok umur diatas 41

tahu sebanyak 20 orang ( 27,39 %). Selanjutnya responden yang berasal dari

transmigrasi jawa dengan jumlah 73 orang termasuk dalam kelompok umur

41 – 50 tahun sebanyak 35 orang (47,94%), kemudian 51 tahun ke atas


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 39

sebanyak 24 orang (32,88 %), selebihnya umur 27 – 40 tahun sebanyak 14

orang (19,18 %).

3. Tingkat Pendidikan

Pendidikan terakhir yang diselesaikan oleh responden berasal dari bali

didominasi tingkat sekolah dasar sebanyak 42 orang (57,53%), kemudian

tingkat Sekolah lanjutan pertama sebanyak 22 orang (30,14%), disusul

tingkat pendidikan SMA atau sederajat 9 orang (12,33%). Pendidikan

responden transmigrasi asal jawa didominasi tingkat sekolah dasar sebanyak

48 orang (65,8 %). Diikuti tingkat sekolah lanjutan pertama 19 orang ( 26%),

tingkat Sekolah lanjutan Atas 4 orang (5,4 %) dan tingkat sarjana muda 2

orang (2,8 %).

4. Jenis Pekerjaan

Seluruh responden didominasi oleh petani baik transmigrasi asal Bali

maupun Jawa. Pekerjaan sampingannya adalah, buruh tani, berkebun,

tukang kayu dan pedagang (penjual eceran).

5. Jumlah Anggota Rumah-tangga

Pada umumnya responden yang berasal dari transmigrasi Bali jumlah

anggota rumah-tangga didominasi oleh 5 orang sebanyak 29 responde

(39,73%), kemudian 4 orang sebanyak 25 responden (34,25%), diikuti oleh 3

orang sebanyak 12 responden (16,44%), kemudian 6 orang sebanyak 4

responden (5,48%), terakhir 7 orang sebanyak 3 responden (4,11%).

Demikian pula responden asal Jawa jumlah anggota rumah-tangga

didominasi oleh 6 orang sebanyak 22 responden (30,1 %), disusul 4 orang


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 40

sebanyak 18 responden (24,7 %), 5 orang sebanyak 15 responden (20,5%),

3 dan 7 orang masing-masing 8 responden ( 11 % ), disusul 2 dan 8 anggota

rumah-tangga masing-masing 1 responden (1,4%).

6. Lamanya menjadi petani

Pada umumnya responden transmigrasi asal Bali pekerjaan pokoknya

adalah petani, didominasi lamanya bertani 11 - 15 tahun sebanyak 28

responden (38,35%), kemudian 5 – 10 tahun sebanyak 25 responden

(34,25%). Diikuti 16 - 25 tahun sebanyak 20 responden (27,39%).. Berbeda

halnya dengan responden asal Jawa didominasi oleh responden 16 – 25

tahun sebanyak 47,94%, kemudian 26 – 40 tahun sebanyak 32,88%, diikuti

oleh 10 - 15 tahun sebanyak 19,18%.

7. Tingkat Pendapatan

Pendapatan responden transmigrasi asal Bali didominasi oleh

kelompok pendapatan Rp. 5. – 10 juta sebanyak 39 orang (53,42%), disusul

kelompok yang berpendapatan Rp. 10 – 15 juta sebanyak 29 orang

(39,73%), diikuti kelompok berpendapatan Rp. 15 – 24 juta sebanyak 5 orang

(6,85%).

Pendapatan responden trnsmigrasi asal Jawa didominasi oleh kelompok

pendapatan Rp. 10 – 15 juta sebanyak 35 orang (47,945), disusul kelompok

pendapatan Rp. 4 – 10 juta sebanyak 32 orang (43,84%), dan kelompok

pendapatan Rp. 15 – 24 juta sebanyak 6 orang (8,22%).


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 41

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

Sebagaimana disebutkan pada bab sebelumnya bahwa pengujian

hipotesis pertama digunakan analisis Cobb-Douglas, jawaban yang

diperoleh dari responden sesuai dengan nilai variabel yang telah ditetapkan

selanjutnya dianalisis dengan diskreptif diikuti analisis produksi dengan fungsi

produksi cobb-Douglas.

Metode analisis “frontier production function” (FPF) akan dipergunakan

untuk menganalisis efisiensi kegunaan faktor-faktor produksi dengan

melihatnya dari tiga sudut pandang, yaitu :

a. Efisiensi teknik, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara

produksi yang sebenarnya dengan produksi maksimum.

b. Efisiensi ekonomi, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara

keuntungan yang sebenarnya dengan keuntungan maksimum.

c. Efisiensi harga, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara

keuntungan optimal dengan alokasi penggunaan sumber daya.

Pembahasan akan dimulai dari tinjauan mengenai keadaan sumber daya dan

tingkat produksi usaha tani di Kabupaten Parigi Moutong, disusul dengan

pembahasan mengenai efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 42

1. Hasil Pengujian Fungsi Produksi di Kabupaten Parigi Moutong

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara faktor-faktor

produksi dan tingkat produksi dapat dijelaskan dengan hasil komputasi

berikut ini :

Tabel 6.1.Hasil Komputasi Fungsi Produksi Padi

di Kabupaten Parigi Moutong

Koefisien Collinearity
Koefisien Signifi- Koefisien
Variabel Std. Error Deter- Statistics
Regresi kansi Korelasi
minasi (VIF)

(Constant) 5.7304 0.7085 0.0000

Lahan 0.5051 0.0501 0.0000 0.6459 0.4172 1.2800

TenagaKerja 0.3536 0.0371 0.0000 0.6250 0.3907 1.6097

Modal 0.5390 0.0508 0.0000 0.6650 0.4422 1.7577

R Squared = 0.8673
Std. Error of the Estimate = 0.1470
R = 0.9313; n = 146

Sumber: lampiran 1.1

Berdasarkan tabel 6.1. di atas terlihat bahwa nilai koefisien regresi

yang merupakan elastisitas dapat ditunjukkan dalam bentuk fungsi produksi.

a. Model Fungsi Produksi:

∧ 0.5051 0.3536 0.5390


Y = 308,092 X1 X2 X3 Untuk

mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga

kerja (X2),dan modal (X3) terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 43

parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t).

Pengaruh luas lahan (X1) terhadap hasil produksi. Hasil analisis fungsi

produksi pada Tabel 6. 1, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi

luas lahan (X1) sebesar 0,5051 dengan signifikansi 0,0000. Koefisien regresi

tersebut menjelaskan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi

luas lahan (X1) sebesar 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi

sebesar 5,051 persen dan berpengaruh nyata terhadap hasil produksi padi

(Y). Koefisien regresi penggunaan tenaga kerja sebesar 0,3536 dengan

signifikan 0,0000 menunjukkan bahwa penggunan faktor produksi tenaga

kerja berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi di Kabupaten

Parigi Moutong.

Koefisien regresi modal sebesar 0,5390 dengan signifikan 0,0000

menunjukkan bahwa modal berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan

produksi di Kabupaten Parigi Moutong, dengan asumsi faktor-faktor lain yang

mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien

determinasi R2 = 0.8673 menunjukkan bahwa 86,73 % variasi produksi padi

masyarakat transmigrasi di kabupaten Parigi Moutong ditentukan oleh luas

lahan, tenaga kerja dan modal yang digunakan.

Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X 1),

tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi (Y),

dilakukan uji-Fisher (uji-F). Hasil komputasi disajikan pada Tabel 6. 2 berikut :


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 44

Tabel 6.2 Hasil analisis varians

Sources Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Regression 20.0479 3 6.6826


309.2745 0.0000
Residual 3.0683 142 0.0216

Total 23.1162 145

Sumber: lampiran 1.1

Mencermati hasil uji secara simultan dari ketiga faktor produksi yang

digunakan menunjukkan bahwa nilai FHitung = 309,27 dengan signifikansi

sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X1), tenaga

kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan berpengaruh sangat nyata

terhadap hasil produksi padi (Y) di Kabupaten Parigi Moutong.

2. Hasil Pengujian Fungsi Produksi Transmigran asal Bali

Hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi dapat

dijelaskan berdasarkan hasil komputasi berikut :

Tabel 6.3.Hasil Komputasi Fungsi Produksi Padi


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 45

Transmigran Asal Bali

Koefisien Collinearity
Koefisien Signifi- Koefisien
Variabel Std. Error Deter- Statistics
Regresi kansi Korelasi
minasi (VIF)

(Constant) 6.5280 0.9188 0.0000

Lahan 0.5087 0.0732 0.0000 0.6416 0.4117 1.2673

TenagaKerja 0.4833 0.0631 0.0000 0.6780 0.4597 1.6607

Modal 0.4488 0.0688 0.0000 0.6177 0.3815 1.9281

R Squared = 0.8704
Std. Error of the Estimate = 0.1637
R = 0.9330; n = 73

Sumber: Lampiran 2.1

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 6. 3. di atas dapat diketahui

bahwa nilai koefisien regresi yang merupakan elastisitas fungsi produksi

Cobb-Douglas dapat ditunjukkan sebagai berikut:

a. Model fungsi produksi:

∧ 0.5087 0.4833 0.4488


Y = 684.028 X1 X2 X3

Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi lahan (X1),

tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi secara parsial,

dilakukan uji parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas

lahan (X1) terhadap hasil produksi dari hasil analisis fungsi produksi pada

Tabel 6. 3, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan (X1)

sebesar 0,5087 dengan signifikansi 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor

produksi luas lahan (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap hasil produksi
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 46

padi (Y). Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan

penggunaan faktor produksi lahan (X1) sebesar 10 persen, akan

meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,087 persen. Koefisien

regresi tenaga kerja sebesar 0,4833 dengan signifikansi 0,0000 berarti

bahwa penggunaan faktor produksi tenaga kerja mempunyai pengaruh

sangat nyata terhadap produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong. Koefisien

regresi modal sebesar 0,4488 dengan signifikan 0,0000 menunjukkan bahwa

modal mempunyai pengaruh sangat nyata terhadap peningkat produksi padi,

dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y)

dianggap konstan. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R 2 =

0.8704 menunjukkan bahwa 87,04 % variasi produksi padi ditentukan oleh

penggunaan luas lahan, tenaga kerja dan jumlah modal yang digunakan.

Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan

(X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil

produksi padi (Y) transmigrasi asal Bali, dilakukan uji-Fisher (uji-F) sebagai

berikut:

Tabel 6. 4. Hasil Analisis Varians

Sources Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Regression 12.4182 3 4.1394


154.4814 0.0000
Residual 1.8489 69 0.0268

Total 14.2670 72

Sumber: Lampiran 2.1


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 47

Hasil komputasi sebagaimana disajikan pada Tabel 6.4 memberikan

nilai FHitung = 154,48 dengan signifikansi sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa

faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara

simultan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil produksi padi (Y)

transmigran asal Bali.

3. Hasil Pengujian fungsi Produksi Transmigran asal Jawa

Menelusuri hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat

produksi padi masyarakat transmigran asal Jawa di Kabupaten Parigi

Moutong dapat dilihat pada hasil komputasi berikut ini:

Tabel 6.5.Hasil Komputasi Fungsi Produksi Padi

Transmigran Asal Jawa

Koefisien Collinearity
Koefisien Signifi- Koefisien
Variabel Std. Error Deter- Statistics
Regresi kansi Korelasi
minasi (VIF)

(Constant) 73.2685 1.2399 0.0009

Lahan 0.5445 0.0645 0.0000 0.7127 0.5079 1.3230

TenagaKerja 0.2548 0.0460 0.0000 0.5550 0.3080 1.9179

Modal 0.6585 0.0875 0.0000 0.6715 0.4509 2.0379

R Squared = 0,8873 Std. Error of the Estimate = 0.1194

R = 0,9420 ; n = 73

Sumber: lampiran 3.1


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 48

Mencermati hasil komputasi dari Tabel 6.5 di atas dapat pula disajikan

dalam bentuk fungsi produksi Cobb-Douglas sebagai berikut :

a. Model Fungsi Produksi:

∧ 0.5445 0.2548 0.6585


Y = 6,6085. 1031 X1 X2 X3

Uji student (uji-t), sebagai pengujian parsial, digunakan untuk

mengetahui hubungan parsial antara faktor produksi lahan (X1), tenaga kerja

(X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi. Dari perhitungan diketahui

koefesien regresi faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 0,5445 dengan

signifikansi 0,0000. Ini menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan (X 1)

berpengaruh sangat nyata terhadap hasil produksi padi (Y). Sedang

Koefisien regresi faktor produksi tenaga kerja (X2) menunjukkan besaran

0,2548 pada tingkat signifikan 0,0000. Ini berarti bahwa penggunaan tenaga

kerja berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi. Sementara,

koefisien regresi modal memperlihatkan besaran 0,6585 pada tingkat

signifikansi 0,0000. Dengan kata lain bahwa pengaruh modal terhadap

peningkatan produksi juga sangat nyata. Kesemuanya temuan ini berada

dalam kerangka cateris paribus. Artinya, faktor-faktor lain yang

mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan.

Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R2 = 0,8873

menunjukkan bahwa variasi perubahan produksi padi masyarakat


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 49

transmigran asal Jawa 88,73 % ditentukan oleh penggunaan luas lahan,

tenaga kerja dan modal.

Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga

kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi padi (Y)

transmigrasi asal Jawa, dilakukan uji-Fisher (uji-F) sebagai berikut:

Tabel 6.6 Hasil Analisis Varians

Sources Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Regressio
20.0479 3 6.6826
n 309.2745 0.0000
Residual 3.0683 142 0.0216

Total 23.1162 145

Sumber: Lampiran 3.1

Berdasarkan hasil komputasi pengaruh faktor produksi lahan (X1),

tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi (Y),

dilakukan uji-Fisher (uji-F). sebagaimana disajikan pada Tabel 6. 6. Pada

tabel tersebut memperlihat nilai FHitung = 309,27 dengan signifikansi sebesar

0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2),

dan modal (X3) secara simultan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil

produksi padi (Y) di Kabupaten Parigi Moutong.

4. Hasil Pengujian Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha


Tani
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 50

Untuk menguji hipotesis satu digunakan fungsi produksi Cobb-Douglas

dilanjutkan dengan perhitungan efisiensi untuk mengetahui efisiensi teknik,

efisiensi ekonomi dan efisiensi harga atau prontier production function (FPF).

Fungsi produksi prontier adalah fungsi produksi yang digunakan

untuk mengukur bagaimana fungsi produksi sebenarnya terhadap posisi

prontiernya yang terletak pada garis isoquan. Berdasarkan hasil perhitungan

pada lampiran 2.1 menunjukkan bahwa: Fungsi produksi usaha tani

masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong mempunyai jumlah

koefisien regresi sebesar 1,398 dalam keadaan increasing return to scale

artinya proporsi peningkatan produksi usaha tani di Kabupaten Parigi

Moutong masih lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi penambahan

faktor produksi dengan uji F (sig = 0,000) sangat nyata, jadi untuk

pengembangan usaha tani masih memungkinkan di masa mendatang.

Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap peningkatan

produksi adalah modal dengan koefisien (Beta = 0,4301) sig = 0,000

kemudian tenaga kerja dengan koefisien (Beta = 0,3701) sig = 0,000 diikuti

luas lahan dengan koefisien (Beta = 0,3488) sig = 0,000 berarti sangat nyata

dan signifikan (lampiran 1.1).

Fungsi produksi usaha tani masyarakat transmigran asal Bali, jumlah

koefisien regresi 1,4408 menunjukkan berada dalam keadaan increasing

return to scale, berarti usaha tani yang dikelola masih dapat dikembangkan.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 51

Penyelesaian “frontier regression” masyarakat transmigrasi di

Kabupaten Parigi Moutong adalah sebagai berikut:

Persamaan regresi dalam bentuk persamaan linier :

Ln Y = ln 5,6959 + ln 0,5075 X1 + ln 0,3530 X2 + ln 0,5411 X3

Dikembalikan ke bentuk semula :

0,5075 0,3530 0,5411


Y = 297,6445 X1 X2 X3

Untuk menghitung biaya produksi:

B = Sewa Lahan (LL)+ Gaji (HOK) + Bunga (Modal)

Jenis biaya Biaya/unit

1. Sewa lahan Rp. 1500.000,- Rp. 3.000.000,-

2. Gaji Rp. 8.000,- Rp. 1.072.000,-

3. Bunga 0,4 Rp. 3.138.400,-

Biaya Total (B) Rp. 7.210.400,-

b1 * B
Luas Lahan (X1) = = 1,74
P1(b1+b2+b3)

b2 * B
Tenaga Kerja (X2) = = 227
P2(b1+b2+b3)

b3 * B
Modal (X3) = = 6.955.825
P3(b1+b2+b3)

Konstanta = Anti ln a = 297,64

Persamaan Produksi Frontier :

Y = 297,64 * LL ^ 0,508 * TK ^0,353 * Mdl^0,541


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 52

Dari hasil perhitungan efisiensi tehnik, efisiensi ekonomi dan efisiensi

harga (lampiran 4.1) sebagai dasar perhitungan pada responden 5 untuk

mencapai produksi maksimum petani harus mengolah lahan seluas 2,08 ha,

tenaga kerja 271 Hok dan modal sejumlah Rp. 8.308.325,- baru dapat

mencapai efisiensi teknik (ET= 0,92); efisiensi ekonomi (EE = 0,83 ), dan

efisiensi harga (EH = 0,91). Responden 10 untuk mencapai produksi

maksimum petani harus mengolah lahan seluas 2,17 ha, tenaga kerja 282

Hok dan modal Rp. 8.655.421,- dapat mencapai efisiensi teknik (ET=0,86)

efisiensi ekonomi (EE=0,71) dan efisiensi Harga (EH=0,83). Responden 15

untuk mencapai produksi maksimum petani harus mengolah lahan seluas

2,39 ha, tenaga kerja 311 Hok dan modal sejumlah Rp. 9.545.061,- dapat

mencapai efisiensi Teknik (ET=0,89), efisiensi ekonomi (EK=0,79) dan

efisiensi harga (EH=0,89).

Untuk efisiensi rata-rata yang dapat dicapai petani transmigran di

Kabupaten Parigi Moutong adalah efisiensi teknik (ET) = 1,01 efisiensi

ekonomi (EE) = 0,90 dan efisiensi harga (EH) = 0,86. Ternyata usaha tani

transmigran di Kabupaten Parigi Moutong masih mempunyai peluang untuk

meningkatkan efisiensi pengolahan usaha taninya dimasa mendatang. Untuk

jelasnya dapat dicermati pada tabel berikut;


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 53

Tabel 6.7 Hasil Perhitungan Efisiensi Rata-Rata Masyarakat

Transmigran di Kabupaten Parigi Moutong

Uraian Masyarakat Transmigran

Bali Jawa Bali - Jawa


Efisiensi Ketera- Efisiensi Ketera- Efisiensi Ketera-
Rata-rata ngan rata-rata ngan Rata-rata ngan
Efisiensi 0.98 Belum 1,01 Efisien 1,01 Efisien
Tehnik efisien
Efisiensi 0,92 Belum 0,88 Belum 0,90 Belum
Ekonomi efisien efisien efisien
Efisiensi 0,94 Belum 0,87 Belum 0,86 Belum
Harga efisien efisien efisien

Hasil perhitungan lampiran 4.1

Menelusuri hasil komputasi mengenai efisiensi pengolahan lahan

usahatani di Kabupaten Parigi Moutong ternyata tingkat efisiensi masyarakat

transmigran asal Bali lebih tinggi dibanding dengan efisiensi yang dicapai

transmigran asal Jawa, hal ini disebabkan karena pengelolaan lahan atau

cara bercocok tanam transmigran asal Bali masih lebih banyak mengikuti

budaya asal (30,1%) sedangkan transmigran asal Jawa lebih banyak

meninggalkan budaya asal dalam bercocok tanam dan lebih mengandalkan

kemampuan dan petunjuk pertanian. Secara statistik dengan hasil uji beda

menunjukkan bahwa budaya bercocok tanam kedua kelompok transmigran

berbeda nyata. (Lampiran 12.1)


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 54

3. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Tani

Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa dalam melakukan

pembahasan digunakan 3 (tiga) metode analisis efisiensi, yakni: 1) efisiensi

teknik; 2) efisiensi ekonomi, dan 3) efisiensi harga. Ketiga pendekatan ini

diibaratkan sebagai pisau untuk membedah tingkat efisiensi penggunaan

faktor-faktor produksi usaha tani transmigran.

Pembahasan akan dimulai dari tinjauan mengenai keadaan sumber

daya dan tingkat produksi usaha tani di Kabupaten Parigi Moutong, disusul

dengan pembahasan mengenai efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan

efisiensi harga.

a. Produksi Padi Usaha Tani Transmigran di Kabupaten Parigi

Moutong

Hasil komputasi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja

(X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi padi (Y) menghasilkan nilai

koefisien determinasi R2 = 0,8673. Berarti bahwa faktor produksi luas lahan,

tenaga kerja, dan modal secara simultan dapat menjelaskan 86,73 persen

variasi perubahan tinggi rendahnya hasil produksi padi di kabupaten Parigi

Moutong, selebihnya 13,27% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup

dalam model fungsi produksi yang digunakan.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 55

Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga

kerja, dan modal secara simultan terhadap hasil produksi, dilakukan uji-F.

Hasil nilai FHitung = 309,27 dengan signifikansi = 0,0000. Berarti bahwa faktor

produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal secara simultan berpengaruh

signifikan terhadap hasil produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong.

Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan ,

tenaga kerja, dan modal terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji

parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t).

Pengaruh luas lahan terhadap hasil produksi. Hasil analisis fungsi

produksi sebesar 0,5051 dengan signifikansi = 0,0000. menunjukkan bahwa

faktor produksi luas lahan berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil

produksi padi. Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan

penggunaan faktor produksi luas lahan sebesar 10 persen, akan

meningkatkan hasil produksi padi sebesar 5,051 persen; sebaliknya, setiap

penurunan penggunaan faktor produksi lahan sebesar 10 persen, akan

menurunkan hasil produksi padi sebesar 5,051 persen; pada taraf

signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi

hasil produksi padi (Y) dianggap konstan.

Koefisien determinasi (ry1.232) sebesar 0,4172, menjelaskan bahwa

kontribusi faktor produksi luas lahan (X1) terhadap variasi tinggi rendahnya

hasil produksi padi sebesar 41,72 %, selebihnya (58,28 %) ditentukan oleh

variabel lainnya.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 56

Pengaruh tenaga kerja (X2) terhadap hasil produksi padi sebesar

0,3536 dengan signifikansi = 0,0000. Ini menunjukkan bahwa faktor produksi

tenaga kerja (X2) berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi

(Y). Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan

penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 10 persen akan

meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 3,536 persen; sebaliknya,

setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X 2) sebesar 10

persen, akan menurunkan hasil produksi (Y) sebesar 3,536 persen; pada

taraf signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang

mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan.

Koefisien determinasi (ry2.132) sebesar 0,3907, mengindikasikan

bahwa kontribusi faktor produksi tenaga kerja (X2) terhadap variasi tinggi

rendahnya hasil produksi padi sebesar 39,07 persen, selebihnya 60,93

persen ditentukan oleh variabel lain.

Penggunaan modal (X3) terhadap hasil produksi padi sebesar 0,5390

dengan signifikansi = 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi modal

(X3) berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi (Y).

Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan

faktor produksi modal (X3) 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi

(Y) sebesar 5,390 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor

produksi penggunaan modal (X3) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil

produksi padi (Y) sebesar 5,390 persen; pada taraf signifikansi = 0,0000,
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 57

dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi (Y)

dianggap konstan.

Koefisien determinasi (ry3.122) sebesar 0,4422, mengindikasikan

bahwa kontribusi faktor produksi penggunaan modal (X3) terhadap variasi

tinggi rendahnya hasil produksi sebesar 44,22 persen, selebihnya 55,78

persen ditentukan oleh variabel lain.

Untuk mengetahui tingkat perkembangan produksi padi usaha tani

transmigran di Kabupaten Parigi Moutong, maka perlu dilihat jumlah koefisien

regresi dari semua faktor produksi yang ikut dalam proses prosduksi.

Koefisien regresi (b1+ b2 + b3 = 0,5051 + 0,3536 + 0,5390) = 1,3977

dinyatakan dalam keadaan increasing return to scale yang berarti bahwa

proporsi peningkatan produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong lebih besar

dari pada proporsi penambahan faktor produksi. Bila penambahan faktor

produksi sebesar 10 persen, akan menyebabkan peningkatan produksi padi

di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 13,977 persen.

Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap peningkatan

produksi adalah modal dengan koefisien (Beta = 0,430) sig = 0,000 kemudian

tenaga kerja dengan koefisien (Beta = 0,370) sig = 0,000 diikuti luas lahan

dengan koefisien (Beta = 0,349) sig = 0,000 berarti sangat signifikan.

Hal ini didukung oleh hasil uji beda dari cara bercocok tanam

masyarakat transmigran asal Bali dan Jawa sangat signifikan berarti cara

bercocok tanam transmigran asal Bali didominasi oleh petunjuk cara

bercocok tanam yang baik (61,6%), diikuti petani berdasarkan budaya


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 58

mereka (30,15%) dan berdasarkan kemampuannya (8,1%). Sedangkan

transmigran asal Jawa didominasi cara bercocok tanam berdasarkan

kemampuan petani (46,6%), diikuti berdasarkan petunjuk dari pertanian

(43,8%) dan sesuai budaya mereka dari Jawa (9,6%) lampiran 10.

b. Produksi Padi Usaha Tani Transmigran asal Bali

Hasil produksi padi transmigran asal Bali di Kabupaten parigi Moutong

rata-rata 7,015 ton/ha Untuk mengetahui tingkat perkembangan usaha tani

transmigran asal Bali, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi (b1+b2 + b3 =

0,5087 + 0,4833 + 0,4488) = 1,4408 dinyatakan dalam “increasing return to

scale“, yang berarti bahwa penambahan faktor produksi akan menghasilkan

tambahan produksi yang porsinya sedikit lebih besar. Bila penambahan faktor

produksi 10 persen, akan menyebabkan pertambahan produksi rata-rata

sekitar 14, 4 persen.

Hasil komputasi pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga kerja,

dan modal terhadap hasil produksi padi menghasilkan nilai koefisien

determinasi R2 = 0,8704. Ini berarti bahwa faktor-faktor produksi lahan (X1),

tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan dapat menjelaskan 87,04

persen variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi (Y) transmigran asal Bali,

selebihnya (12,96 persen) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup

dalam model fungsi produksi yang digunakan.

Hasil analisis menunjukkan nilai FHitung = 154,48 dengan signifikansi

sebesar = 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan , tenaga kerja,
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 59

dan modal secara simultan berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil

produksi padi.

Untuk mengetahui pengaruh faktor produksi lahan, tenaga kerja, dan

modal terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial dengan

menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas lahan terhadap hasil

produksi padi memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan

sebesar 0,5087 dengan signifikansi = 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor

produksi luas lahan berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi

padi. Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan

penggunaan faktor produksi lahan sebesar 10 persen, akan meningkatkan

hasil produksi padi sebesar 5,08 persen; sebaliknya, setiap penurunan

penggunaan faktor produksi luas lahan sebesar 10 persen, akan

menurunkan hasil produksi padi sebesar 5,08 persen; pada taraf signifikansi

0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi

padi dianggap konstan.

Pengaruh tenaga kerja terhadap hasil produksi memperlihatkan

koefesien regresi faktor produksi tenaga kerja sebesar 0,4833 dengan

signifikansi 0,000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi tenaga kerja

berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi. Koefisien regresi tersebut

menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi tenaga kerja

10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi sebesar 4,83 persen

sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga kerja

sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi sebesar 4,83 persen;


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 60

pada taraf signifikansi 0,000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang

mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan.

Pengaruh modal terhadap hasil produksi memperlihatkan koefesien

regresi faktor produksi modal sebesar 0,4488 dengan signifikansi 0,00. Ini

menjelaskan bahwa faktor produksi modal berpengaruh signifikan terhadap

hasil produksi padi. Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap

kenaikan penggunaan faktor produksi modal 10 %, akan meningkatkan hasil

produksi padi sebesar 4,48 %; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan

faktor produksi modal sebesar 10 %, akan menurunkan hasil produksi padi

sebesar 4,48%; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor

lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan.

c. Produksi Padi Usaha Tani Transmigrasi asal Jawa

Hasil produksi padi transmigran asal Jawa di Kabupaten Parigi

Moutong rata-rata 6.535 ton/ha Untuk mengetahui tingkat perkembangan

usaha tani transmigran asal Jawa, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi

(b1+b2 + b3 = 0,5445 + 0,2548 + 0,6548) = 1,4541 dinyatakan dalam

“increasing return to scale“, yang berarti bahwa penambahan faktor produksi

akan menghasilkan tambahan produksi yang porsinya sedikit lebih besar. Bila

penambahan faktor produksi 10 persen, akan menyebabkan pertambahan

produksi rata-rata sekitar 14,54 persen.

Hasil komputasi menunjukkan pengaruh faktor produksi luas lahan,

tenaga kerja, dan modal terhadap hasil produksi padi menghasilkan nilai
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 61

koefisien determinasi R2 = 0,8873. Ini berarti bahwa faktor produksi luas

lahan, tenaga kerja, dan modal secara simultan dapat mejelaskan 88,73%

variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi transmigran asal jawa,

selebihnya 11,27% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam

model fungsi produksi yang digunakan.

Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga

kerja, dan modal secara simultan terhadap hasil produksi padi, dilakukan uji-

Fisher (uji-F). dengan nilai FHitung = 181,14 signifikansi sebesar 0,0000. Ini

berarti bahwa faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal secara

simultan berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi

transmigrasi asal jawa.

Untuk mengetahui pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga kerja,

dan modal terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial

dengan menggunakan uji Student (uji-t).

Pengaruh luas lahan terhadap hasil produksi padi memperlihatkan

koefesien regresi faktor produksi luas lahan sebesar 0,5445 dengan

signifikansi = 0,000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi luas lahan

berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi. Koefisien regresi

tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi

lahan sebesar 10 persen akan meningkatkan hasil produksi padi sebesar

5,445 persen sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi luas

lahan sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi sebesar


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 62

5,445 persen pada taraf signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor

lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan.

Pengaruh tenaga kerja terhadap hasil produksi menunjukkan

koefesien regresi sebesar 0,2548 dengan signifikansi = 0,0000. Ini

menjelaskan bahwa faktor produksi tenaga kerja (X2) berpengaruh sangat

signifikan terhadap hasil produksi padi. Koefisien regresi tersebut

menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi tenaga kerja

(X2) 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 2,54

persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga

kerja sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi sebesar

2,54 persen; pada taraf signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor

lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan.

Pengaruh modal terhadap hasil produksi padi menunjukkan koefesien

regresi faktor produksi penggunaan modal sebesar 0,6585 dengan

signifikansi = 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi modal

berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi. Koefisien

regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor

produksi modal (X3) 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi

sebesar 6,58 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor

produksi modal sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi

sebesar 6,58 persen; pada taraf signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-

faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 63

d. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Tani

Untuk menguji hipotesis satu digunakan perhitungan efisiensi pe-

manfaatan sumber daya usahatani dengan menggunakan analisis dari fungsi

produksi Cobb-Douglas. Untuk mengetahui efisiensi teknik, efisiensi ekonomi

dan efisiensi harga dipergunakan prontier production function (FPF).

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada sub-bab terdahulu bahwa

untuk mengukur efisiensi digunakan tiga pendekatan yakni pendekatan

efisiensi teknik, efisiensi ekonomi, dan efisiensi harga. Ternyata setelah

dilakukan perhitungan ternyata di Kabupaten Parigi Moutong, ada perbedaan

antara masyarakat transmigran asal Bali dan transmigran asal Jawa

dipandang dari ketiga pendekatan di atas.

Berdasarkan pendekatan efisiensi teknik, secara empirik ternyata,

komunitas yang berasal dari Jawa lebih efisien dibanding dengan yang

berasal dari Bali sebagaimana yang ditunjukkan oleh angka rata-rata

efisiensi, yang mana masyarakat transmigran Bali sebesar 0,98 (belum

efisien) dan transmigran asal Jawa memperlihatkan angka rata-rata 1,01.

Sebagaimana yang telah dikemukan bahwa efisiensi teknik adalah suatu

pendekatan yang menghubungkan antara produksi yang sebenarnya dengan

produksi maksimum. Ini berarti bahwa pada masyarakat Bali masih

mengalami apa yang disebut under-capasity, karena secara teknik ia masih

melakukan kegiatan produksi yang belum mencapai titik maksimum.

Sementara masyarakat asal Jawa telah lebih efisien secara teknik. Artinya,
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 64

mereka telah menutupi kesenjangan yang terjadi, secara teknik, antara

produksi yang sebenarnya dengan produksi maksimum. Tetapi namun

demikian, peluang untuk meningkatkan produksi bagi masyarakat Bali masih

dapat dilakukan bila penggunaan kapasitas produksi ditingkatkan.

Sedang dengan menggunakan pendekatan efisiensi ekonomi dan

efisiensi harga, kedua transmigran (Bali dan Jawa) sama-sama belum efisien.

Kedua komunitas mendapatan angka: Bali senilai 0,92 (untuk efisiensi

ekonomi) dan 0,94 (untuk efisiensi harga) sedang Jawa mendapatkan nilai

0,88 (untuk efisiensi ekonomi) dan 0,87 (untuk efisiensi harga). Jadi ditinjau

dari efisiensi ekonomi, Ini berarti bahwa keduanya (transmigran Bali dan

Jawa) masih mengalami kesenjangan antara keuntungan yang mereka

peroleh saat ini dengan keuntungan maksimum yang bisa dia peroleh.

Demikian pula dengan efisiensi harga, ternyata masih ada jurang antara

keuntungan optimal dengan alokasi penggunaan sumberdaya.

Bila dikaitkan dengan pengolahan lahan usahatani di Kabupaten

Parigi Moutong ternyata tingkat efisiensi masyarakat transmigran asal Bali

lebih tinggi dibanding dengan efisiensi yang dicapai transmigran asal Jawa,

hal ini disebabkan karena pengelolaan lahan atau cara bercocok tanam

transmigran asal Bali masih lebih banyak mengikuti budaya asal (30,1%)

sedangkan transmigran asal Jawa lebih banyak meninggalkan budaya asal

dalam bercocok tanam dan lebih mengandalkan kemampuan dan petunjuk

pertanian. Secara statistik dengan hasil uji beda menunjukkan bahwa budaya
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 65

bercocok tanam kedua kelompok transmigran berbeda nyata. (Lampiran

12.1)

Pengolahan lahan yang diperoleh dari pemerintah telah dimanfaatkan

dengan sebaik-baiknya sehingga hasil yang diperoleh dapat mencukupi

kebutuhan masyarakat transmigran di kabupaten Parigi Moutong, bahkan

dapat dijual di Kabupaten Lainnya seperti di Palu.

Bila diperbandingkan dengan temuan Madukallang Fattah (1999; 117)

bahwa Desa Maranata yang menjadi obyek penelitian memperoleh Efisiensi

Teknik = 0,64; Efisiensi Ekonomi (EE) = 0,44 dan Efisiensi Harga (EH) =

0,63. dan salah satu faktor produksi tidak signifikan yaitu faktor produksi

tenaga kerja, yang menyebabkan di dalam perhitungan produksi frontier

faktor tenaga kerja tidak dilibatkan, maka dapat dikatakan bahwa tingkat

efisiensi masyarakat transmigran lebih tinggi daripada masyarakat pedesaan

di Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah.


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 66

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dengan mengacu pada paparan seperti yang telah diuraikan pada

bab-bab terdahulu, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Motivasi afiliasi transmigran asal Bali diterapkan dalam budaya

bercocok tanam sistim Subak Abian, jika dikaitkan dengan koefisien

regresi tenaga kerja, ternyata transmigran asal Bali dengan koefisien

48,33 % lebih tinggi daripada koefisien regresi transmigran asal Jawa

(25,48 %). Konsekuensi dari keofisien regresi tersebut adalah apabila

ada penambahan tenaga kerja 10 % menyebabkan produksi

meningkat lebih tinggi transmigran asal Bali (4,83 %) daripada Jawa

(2,55%).

2. Berdasarkan pendekatan efisiensi teknik, secara empirik ternyata,

kedua komunitas baik yang berasal dari Bali maupun Jawa belum

efisien. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh angka rata-rata efisiensi,

masyarakat transmigran Bali sebesar 0,98 (belum efisien) dan

transmigran asal Jawa memperlihatkan angka rata-rata 1,01 (tidak


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 67

efisien). Namun demikian, peluang untuk meningkatkan produksi baik

bagi masyarakat Bali maupun Jawa masih dapat dilakukan bila

penggunaan kapasitas produksi ditingkatkan. Sedang dengan

menggunakan pendekatan efisiensi ekonomi dan efisiensi harga,

kedua transmigran (Bali dan Jawa) sama-sama belum efisien. Kedua

komunitas mendapat angka: Bali senilai 0,92 (untuk efisiensi ekonomi)

dan 0,94 (untuk efisiensi harga) sedang Jawa mendapatkan nilai 0,88

(untuk efisiensi ekonomi) dan 0,87 (untuk efisiensi harga).

B. Saran

Dengan mencermati kesimpulan seperti yang tersari di atas, maka

penting dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :

1. Bagi Transmigrasi asal Bali dan Jawa masih mempunyai peluang

untuk mmeningkatkan efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi

harga melalui penggunaan faktor-faktor produksi secara optimal yang

dibarengi dengan bimbingan berusaha tani.

2.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 68

DAFTAR PUSTAKA

Adiningsih, Sri. 1999. Ekonomi Mikro. Penerbit BPFE Universitas Gajah


Mada Yogyakarta.

Anonim, 1991. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Transmigrasi.


Penerbit Departemen Transmigrasi Pusat Penelitian dan Pengembangan
Transmigrasi Jakarta.

..........., 1996. Strategi Pembinaan Usaha Ekonomi Daerah


Transmigrasi Melalui Kerja sama Dunia Usaha Dalam Rangka
Peningktan Kesejahteraan Transmigran. Penerbit Departemen
Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Jakarta.

.........., 1996. Pembangunan Keluarga Sejahtera Dalam Rangka


Peningkatan Penanggulangan Kemiskinan, Kantor Menteri Negara
Kependudukan/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Jakarta.

Arief, Sritua, 1996. Teori Ekonomi Mikro dan Makro Lanjutan. Penerbit
PT. Raja Grafindo Persada Jakarta.

Banoewidjojo, Moeljadi. 1983. Pembangunan Pertanian. Penerbit Usaha


Nasional Surabaya.

Basri, Hasan. 1999. Pembangunan Ekonomi Rakyat di Pedesaan


Sebagai Strategi Penanggulangan Kemiskinan. Penerbit Bina Rena
Pariwara.Jakarta.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 69

Beattie, Bruce R. & Robert Taylor. 1996. Ekonomi Produksi (Terjemaha).


Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta

BPS. 2000. Sulawesi Tengah Dalam Angka.Badan Pusat Statistik


Propinsi Sulawesi Tengan.

...........2002. Sulawesi Tengah Dalam Angka. Badan Pusat Statistik


Propinsi Sulawesi Tengah.
...........2004, Sulawesi Tengah Dalam Angka. Badan Pusat Statistik
Propinsi Sulawesi Tengah.

...........2002. Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka. Badan Pusat


Statistik Propinsi Sulawesi Tengah.

.......,2004. Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka. Badan Pusat


Statistik Propinsi Sulawesi Tengah.

........2004 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kota Menurut


lapangan Usaha di Sulawesi tengah. Badan Pusat Statistik Propinsi
Sulawesi Tengah.

Deliarnov,1997. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Edisi Revisi.


Penerbit Raja Grapindo Persada.Jakarta.

Departemen Transmigrasi dan PPH. 1997. Proyek Dukungan Teknis


Perencanaan Pemukiman dan Prasarana Transmigrasi Pusat.
Laporan akhir. PT. Saran Widya Sempurna. Jakarta.

Engel, James F. Blackwell Roger D. Miniard Paul W. 1994. Perilaku


Konsumen jilid I (Terjemahan). Penerbit Binarupa Aksara Jakarta.

Deaton, A. J. Muellbaner. 1984. Economics and Consumer Behaviour.


Cambridge University Press, London.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 70

Nurland, F., 1993. Alokasi Waktu dan Pengeluaran Rumah Tangga


Etnit Bugis, Makassar dan Mandar dalam Masyarakat Nelayan di
Sulawesi Selatan. Disertasi Program Pascasarjana Institut Pertanian
Bogor, Universitas Hasanuddin Ujung Pandang.

Fattah, M.. 1999. Perilaku Ekonomi Masyarakat Pedesaan Studi kasus


Dua Tipe Desa Masyarakat Suku Tolare Di Kabupaten Donggala
Propinsi Sulawesi Tengah. Disertasi S3 pada Fakultas Pascasarjana
Universitas Hasanuddin Makassar.

Fatmawati, 1998. Perilaku Petani dalam pemanfaatan Lahan Sawah,


Suatu analisis Antropologis di Kecamatan Maritengngae Kabupaten
Sidenreng Rappang. Universitas Hasanuddin, Tesis tidak dipublikasikan.

Ferdinand, Augusty, 2002. Structural Equation Modeling Dalam


Penelitian Manajemen :Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian
Untuk Tesis Magister & Disertasi Doktor, BP UNDIP Semarang.

Gujarati, Damodar. 1993. Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga.


Jakarta.

Gujarati, Damodar N. 2003. Basic Econometrics. Four edition Penerbit


Mc Graw Hill New York.

Hamid, Edy Suandi. 2003. Asumsi Homo Ekonomikus dan Manusia


Rasional Dipertanyakan Sumber utama tulisan ini dari “Biviourist at
the gates” dalam the Economict. Penerbit Pusat Studi ekonomi
Pancasila Universitas Gajah mada.

Hanson.A.J. 1981. Transmigrasi dan Pengembangan Wilayah


Marginal.Yayasan Obor Indonesia. Gramedia Jakarta.

Hair, J.F. Anderson, R. E. Tatham, R. L. And Black W. C. 1992.


Multivariate Data Analisys. New York: McMillan Publishing Company.

Hartono, Jogiyanto. 1999. Teori Ekonomi Mikro Analisis Matematis.


Penerbit Andi Yogyakarta.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 71

Hayami, Yujiro dan Kikuchi Masao, 1987. Dilema Ekonomi Desa Suatu
Pendekatan Ekonomi Terhadap Perbahan Kelembagaan di Asia.
Penerbit Yayasan Obor Indonesia Jakarta.
Jogianto, Hartono. 1999. Teori Ekonomi Mikro, Analisis Matematis.
Edisi pertama Yogyakarta.

Kasryno. Faisal. 1984. Prospek Pembanguna Ekonomi Pedesaan


Indonesia. Penerbit Yayasan Obor Indonesia Jakarta.

Kerlinger, Fred N. 2000. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Gajah Mada


University Press. Yogyakarta.

Koentjaraningrat, 1991. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan,


Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

_____________, 2002. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan,


Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Komite Penanggulangan Kemiskinan. 2002. Pedoman Komite


Penanggulangan Kemiskinan. Sekretariat Komite penanggulangan
Kemiskinan Jakarta.

Koutsoyiannis, A. 1979. Modern Microeconomics second edition.


Macmillan Education ltd, Printed in Hongkong.

Levang, Patrice. 2003. Ayo Ketanah Sabrang Transmigrasi di


Indonesia (Terjemahan). Penerbit Gramedia Jakarta.

Mankiw, N. Gregory.2000. Principles of economics (terjemahan).


Penerbit Erlangga.

Meier, Gerald M. 1976. Leading Issues in Economic Development


third edition. Penerbit On Ford University Press. New York.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 72

Nangoi, Ronald, 1993. Transmigrasi Indusri Dimensi baru Berpotensi.


PT. Rajgrafindo Persada. Jakarta.

Pressman, Steven. 2000. Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia. Penerbit


Raja grapindo Persada. Jakarta.

Pusat Pembinaan Sumberdaya Manusia. 1980. Pemantapan Usaha


Pembangunan di Daerah Transmigrasi. Penerbit YTKI friedrich Eberto
Stiftung. Jakarta Selatan

Saleh, Chaerul. 1984. Pola Pengeluaran Rumah Tangga dan


Penguasaan Modal bukan Tanah, hal. 357-376. Dalam Kasryno F. ed.
”Prospek Pembangunan Ekonomi Pedesaan Indonesia”. Yayasan Obor
Indonesia, Jakarta.

Saleh, A. Karim. 1982. Peranan Transmigrasi dalam Pembangunan


Kabupaten Luwu Propinsi Sulawesi Selatan (Studi kasus
penggunaan model input-output). Disertasi S3 pada Fakultas Pasca
Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sajogyo, 1982. Bunga Rampai Perekonomian Desa. Penerbit Yayasan


Obor Indonesia dan Institut Pertanian Bogor.

Saragih, Bungaran. 2001. Suara Dari Bogor Membangun Sistim


Agribisnis. Penerbit Pustaka Wirausaha Muda (Edisi kedua).

Schumacher, E.F. 1979. Kecil Itu Indah Ilmu ekonomi yang


mementingkan rakyat kecil. Penerbit LP3ES. Jakarta.

Scott, James C. 1989. Moral Ekonomi Petani (Pergolakan dan


Subsistensi di Asia Tenggara). Penerbit LP3ES.

S, Mulyadi. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif


Pembangunan. Penerbit PT. Raja Grapindo Persada. Jakarta.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 73

............... 2001. Statistik Teori dan Aplikasi jilid 2 edisi keenam.


Penerbit. Erlangga Jakarta.

Soekartawi. 1994. Teori Ekonomi Produksi Dengan Pokok Bahasan


Analisis Fungsi Cobb-Douglas. Penerbit Rajagrapindo Persada Jakarta.

Soekartawi, A.Soeharjo, John L. Dillon, J. Brian Hardaker, 1986. Ilmu


Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil.
Penerbit. Universitas Indonesia.

…………1995. Analisis Usaha Tani. Penerbit Universitas Indonesia UI


Press Jakarta.

………..1987. Perinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan


Aplikasinya. Edisi Pertama. Penerbit CV. Rajawali. Jakarta.

Sumodiningrat, Gunawan. 2000. Pembangunan Ekonomi Melalui


Pengembangan Pertanian, Penerbit PT. Bina Rena pariwara. Jakarta.

……….. 2001 Menuju Swasembada Pangan Revolusi Hijau II


Introduksi Manajemen dalam Pertanian. Penerbit RBI Jakarta.

Suparmoko, M. 1996. Metode Penelitian Praktis Edisi ke-3. Penerbit


BPFE Universitas Gajah mada Yogyakarta.

Supranto, J. 1984. Ekonometrik buku dua. Penerbit Lembaga penerbit


Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Swasono, Sri-Edi, Dan Singarimbun Masri, 1985, Sepuluh Windu


Transmigrasi di Indonesia. Penerbit Universitas Indonesia.
Syafar, Abdul Wahid, 1995. Studi Empirik Faktor-Faktor Kultural
Dalam Gaya Kepemimpinan Dikalangan Ponggawa-Sawi Bugis
Makassar, Disertasi Doktor Institut Teknologi Bandung.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 74

............................., 2001. Kepemimpinan Teori, Gaya dan Analisis


Perspektif Budaya. Universitas Tadulako Press. Palu.

Tjiptoherianto, Prijono. 1997. Prospek Perekonomian Indonesia Dalam


Rangka Globalisasi. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.
Weiner, Myron. 1980. Modernisasi dinamika Pertumbuhan. Gadjah
Mada University Press.

Yudohusodo, Siswono. 1998. Transmigrasi Kebutuhan Negara


Kepulauan Berpenduduk Heterogen Dengan Persebaran Yang
Timpang. Penerbit Aksara Grafika Jakarta.

Lampiran 1.
Data Produksi Padi Transmigrasi Bali-Jawa
Y X1 X2 X3 ln Y ln X1 lnX2 ln X3
1 13,900,000 2.00 134 7,846,000 16.45 0.69 4.90 15.88
2 14,650,000 2.00 164 8,908,500 16.50 0.69 5.10 16.00
3 6,750,000 1.25 95 6,277,500 15.73 0.22 4.55 15.65
4 16,886,000 2.40 261 8,884,000 16.64 0.88 5.56 16.00
5 15,843,750 2.00 257 8,891,000 16.58 0.69 5.55 16.00
6 15,800,000 2.25 250 8,209,000 16.58 0.81 5.52 15.92
7 16,860,000 2.25 284 8,209,000 16.64 0.81 5.65 15.92
8 27,600,000 5.00 200 9,938,000 17.13 1.61 5.30 16.11
9 11,420,000 2.00 146 6,296,500 16.25 0.69 4.98 15.66
10 15,625,000 2.25 249 9,013,000 16.56 0.81 5.52 16.01
11 24,650,000 2.45 293 8,152,500 17.02 0.90 5.68 15.91
12 12,700,000 2.25 108 7,455,500 16.36 0.81 4.68 15.82
13 17,382,500 2.25 291 8,734,500 16.67 0.81 5.67 15.98
14 13,475,000 2.50 113 6,494,500 16.42 0.92 4.73 15.69
15 18,675,000 2.50 276 9,841,000 16.74 0.92 5.62 16.10
16 13,680,000 2.00 121 6,702,500 16.43 0.69 4.80 15.72
17 11,800,000 2.00 148 6,296,500 16.28 0.69 5.00 15.66
18 7,800,000 1.63 84 3,952,000 15.87 0.49 4.43 15.19
19 25,150,000 5.00 225 9,929,000 17.04 1.61 5.42 16.11
20 15,340,000 2.25 223 8,977,500 16.55 0.81 5.41 16.01
21 4,800,000 1.25 86 3,884,500 15.38 0.22 4.45 15.17
22 8,800,000 2.00 92 5,229,000 15.99 0.69 4.52 15.47
23 18,000,000 2.50 227 8,209,000 16.71 0.92 5.42 15.92
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 75

24 14,237,500 2.50 81 8,413,000 16.47 0.92 4.39 15.95


25 14,490,000 2.25 119 7,472,000 16.49 0.81 4.78 15.83
26 15,440,000 2.50 210 8,837,500 16.55 0.92 5.35 15.99
27 22,780,000 3.00 307 10,096,000 16.94 1.10 5.73 16.13
28 10,200,000 2.00 117 6,443,500 16.14 0.69 4.76 15.68
29 9,040,000 2.95 102 3,262,000 16.02 1.08 4.62 15.00
30 9,950,000 2.00 113 5,982,000 16.11 0.69 4.73 15.60
31 8,000,000 2.00 97 6,362,500 15.89 0.69 4.57 15.67
32 21,175,000 3.00 297 9,249,000 16.87 1.10 5.69 16.04
33 12,200,000 2.00 143 6,604,000 16.32 0.69 4.96 15.70
34 14,850,000 2.00 131 8,547,500 16.51 0.69 4.88 15.96
35 15,585,000 2.50 223 8,494,500 16.56 0.92 5.41 15.95
36 14,900,000 3.00 104 6,955,000 16.52 1.10 4.64 15.75
37 10,000,000 1.75 140 6,492,000 16.12 0.56 4.94 15.69
38 16,031,250 2.00 271 9,350,000 16.59 0.69 5.60 16.05
39 17,111,000 2.40 266 8,180,500 16.66 0.88 5.58 15.92
40 9,100,000 1.75 140 6,080,500 16.02 0.56 4.94 15.62
41 17,062,500 2.25 277 8,127,000 16.65 0.81 5.62 15.91
42 13,725,000 2.00 117 8,254,500 16.43 0.69 4.76 15.93
43 23,900,000 3.00 320 9,117,000 16.99 1.10 5.77 16.03
44 14,615,000 2.50 115 6,897,500 16.50 0.92 4.74 15.75
45 20,317,500 2.50 296 8,471,000 16.83 0.92 5.69 15.95
46 18,517,500 2.70 217 6,771,000 16.73 0.99 5.38 15.73
47 19,250,000 4.25 150 8,664,500 16.77 1.45 5.01 15.97
48 20,175,000 2.50 296 9,856,000 16.82 0.92 5.69 16.10
49 34,400,000 3.00 325 12,405,000 17.35 1.10 5.78 16.33
50 17,515,000 2.50 256 8,597,000 16.68 0.92 5.55 15.97
51 12,300,000 2.00 120 7,405,500 16.33 0.69 4.79 15.82
52 17,580,000 2.50 235 8,365,500 16.68 0.92 5.46 15.94
53 15,000,000 4.25 175 8,180,500 16.52 1.45 5.16 15.92
54 9,800,000 2.25 103 5,237,000 16.10 0.81 4.63 15.47
55 20,400,000 2.00 294 8,894,000 16.83 0.69 5.68 16.00
56 16,531,250 2.25 287 8,221,000 16.62 0.81 5.66 15.92
57 17,350,000 3.25 267 8,240,500 16.67 1.18 5.59 15.92
58 16,480,000 2.25 266 9,883,500 16.62 0.81 5.58 16.11
59 15,450,000 2.50 217 8,035,500 16.55 0.92 5.38 15.90
60 13,565,000 2.00 112 8,030,000 16.42 0.69 4.72 15.90
61 14,950,000 2.50 130 8,630,500 16.52 0.92 4.87 15.97
62 13,740,000 2.00 126 8,098,500 16.44 0.69 4.84 15.91
63 11,950,000 2.00 128 6,815,500 16.30 0.69 4.85 15.73
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 76

64 12,400,000 2.00 160 6,767,500 16.33 0.69 5.08 15.73


65 18,112,500 2.50 268 8,334,000 16.71 0.92 5.59 15.94
66 20,500,000 3.00 248 9,650,500 16.84 1.10 5.51 16.08
67 32,400,000 3.00 272 11,955,000 17.29 1.10 5.61 16.30
68 16,450,000 2.25 238 8,082,500 16.62 0.81 5.47 15.91
69 17,368,000 2.45 290 6,702,500 16.67 0.90 5.67 15.72
70 11,000,000 2.00 136 6,199,500 16.21 0.69 4.91 15.64
71 18,975,000 2.50 121 8,666,000 16.76 0.92 4.80 15.97
72 11,400,000 2.00 131 8,424,000 16.25 0.69 4.88 15.95
73 28,900,000 4.00 300 9,064,000 17.18 1.39 5.70 16.02

74 15,820,000 2.00 225 9,832,000 16.58 0.69 5.42 16.10


75 14,400,000 2.75 146 8,866,000 16.48 1.01 4.98 16.00
76 27,200,000 4.00 310 12,883,500 17.12 1.39 5.74 16.37
77 27,787,500 4.50 227 10,664,500 17.14 1.50 5.42 16.18
78 15,900,000 2.00 172 8,824,500 16.58 0.69 5.15 15.99
79 10,150,000 2.00 103 4,636,500 16.13 0.69 4.63 15.35
80 18,700,000 2.25 128 11,073,000 16.74 0.81 4.85 16.22
81 14,500,000 2.00 187 8,941,500 16.49 0.69 5.23 16.01
82 12,800,000 1.63 131 5,035,500 16.36 0.49 4.88 15.43
83 11,825,000 2.00 116 8,322,000 16.29 0.69 4.75 15.93
84 30,400,000 5.00 240 12,180,500 17.23 1.61 5.48 16.32
85 7,400,000 1.25 60 3,552,000 15.82 0.22 4.09 15.08
86 11,900,000 2.00 132 6,204,000 16.29 0.69 4.88 15.64
87 13,250,000 2.00 121 8,863,000 16.40 0.69 4.80 16.00
88 18,150,000 2.75 106 9,815,500 16.71 1.01 4.66 16.10
89 21,200,000 3.60 325 9,821,000 16.87 1.28 5.78 16.10
90 24,750,000 4.00 220 10,838,000 17.02 1.39 5.39 16.20
91 16,580,000 2.50 126 9,954,500 16.62 0.92 4.84 16.11
92 4,400,000 0.75 172 3,862,000 15.30 -0.29 5.15 15.17
93 28,050,000 1.75 272 14,955,000 17.15 0.56 5.61 16.52
94 12,400,000 2.23 113 7,530,000 16.33 0.80 4.73 15.83
95 12,580,000 2.50 106 8,887,500 16.35 0.92 4.66 16.00
96 16,400,000 2.00 150 10,298,500 16.61 0.69 5.01 16.15
97 11,800,000 2.00 186 6,008,000 16.28 0.69 5.23 15.61
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 77

98 14,250,000 2.00 160 8,508,500 16.47 0.69 5.08 15.96


99 14,840,000 2.25 131 8,864,500 16.51 0.81 4.88 16.00
100 3,400,000 1.25 64 5,816,000 15.04 0.22 4.16 15.58
101 10,400,000 2.00 113 4,829,000 16.16 0.69 4.73 15.39
102 26,400,000 2.00 320 10,199,500 17.09 0.69 5.77 16.14
103 9,600,000 2.00 136 4,106,500 16.08 0.69 4.91 15.23
104 20,000,000 2.00 244 8,494,000 16.81 0.69 5.50 15.95
105 11,400,000 2.00 104 7,524,000 16.25 0.69 4.64 15.83
106 25,800,000 2.00 300 13,462,000 17.07 0.69 5.70 16.42
107 11,800,000 2.00 139 5,005,500 16.28 0.69 4.93 15.43
108 15,200,000 1.25 240 10,406,500 16.54 0.22 5.48 16.16
109 13,750,000 2.00 130 8,732,000 16.44 0.69 4.87 15.98
110 12,400,000 1.75 121 7,284,000 16.33 0.56 4.80 15.80
111 7,400,000 2.00 96 4,818,000 15.82 0.69 4.56 15.39
112 33,000,000 2.00 300 15,096,000 17.31 0.69 5.70 16.53
113 9,300,000 2.95 75 4,243,500 16.05 1.08 4.32 15.26
114 28,600,000 4.00 204 13,750,000 17.17 1.39 5.32 16.44
115 11,400,000 2.00 164 5,896,500 16.25 0.69 5.10 15.59
116 32,725,000 2.50 246 16,254,500 17.30 0.92 5.51 16.60
117 9,000,000 2.00 107 5,231,000 16.01 0.69 4.67 15.47
118 10,000,000 2.00 120 7,141,500 16.12 0.69 4.79 15.78
119 9,000,000 2.00 110 3,763,500 16.01 0.69 4.70 15.14
120 12,000,000 2.00 106 8,359,000 16.30 0.69 4.66 15.94
121 12,400,000 2.00 140 6,705,000 16.33 0.69 4.94 15.72
122 15,500,000 2.00 123 10,157,500 16.56 0.69 4.81 16.13
123 10,000,000 2.50 112 6,864,000 16.12 0.92 4.72 15.74
124 8,640,000 2.00 98 5,877,500 15.97 0.69 4.58 15.59
125 10,400,000 2.00 132 4,326,500 16.16 0.69 4.88 15.28
126 19,000,000 2.00 280 9,905,000 16.76 0.69 5.63 16.11
127 11,400,000 2.00 166 5,258,500 16.25 0.69 5.11 15.48
128 12,800,000 2.00 140 6,711,000 16.36 0.69 4.94 15.72
129 13,700,000 2.00 103 8,019,500 16.43 0.69 4.63 15.90
130 11,000,000 2.50 112 4,111,500 16.21 0.92 4.72 15.23
131 16,400,000 3.00 140 7,142,000 16.61 1.10 4.94 15.78
132 24,500,000 3.00 232 13,520,000 17.01 1.10 5.45 16.42
133 10,400,000 2.25 89 4,737,000 16.16 0.81 4.49 15.37
134 27,500,000 3.25 224 14,362,000 17.13 1.18 5.41 16.48
135 12,800,000 2.00 140 6,711,000 16.36 0.69 4.94 15.72
136 13,450,000 3.00 98 8,405,000 16.41 1.10 4.58 15.94
137 16,750,000 2.50 150 9,209,000 16.63 0.92 5.01 16.04
138 8,000,000 2.00 98 5,328,000 15.89 0.69 4.58 15.49
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 78

139 26,400,000 3.50 178 8,492,000 17.09 1.25 5.18 15.95


140 10,400,000 2.00 122 4,577,500 16.16 0.69 4.80 15.34
141 14,200,000 2.50 116 8,080,500 16.47 0.92 4.75 15.90
142 29,500,000 2.50 330 9,125,500 17.20 0.92 5.80 16.03
143 13,150,000 1.75 199 8,916,500 16.39 0.56 5.29 16.00
144 21,700,000 3.00 184 12,846,000 16.89 1.10 5.21 16.37
145 9,800,000 2.00 138 5,535,000 16.10 0.69 4.93 15.53
146 14,920,000 2.50 119 15,982,000 16.52 0.92 4.78 16.59

Lampiran 1.1
Regression : Fungsi Produksi Bali-Jawa

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N


Produksi 16.4999 0.3993 146
Lahan 0.8277 0.2757 146
Tenaga Kerja 5.0938 0.4179 146
Modal 15.8640 0.3186 146

Descriptive Statistics
Std.
Mean N
Deviation
Produksi 16.4999 0.3993 146
Lahan 0.8277 0.2757 146
TenagaKerja 5.0938 0.4179 146
Modal 15.8640 0.3186 146

Variables Entered/Removed(b)
Variables Variables
Model Method
Entered Removed
Modal, Lahan,
1 . Enter
TenagaKerja(a)
aAll requested variables entered.
bDependent Variable: Produksi
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 79

Model Summary(b)
Adjusted R Std. Error of the Durbin-
Model R R Square
Square Estimate Watson
1 0.9313 0.8673 0.8645 0.1470 2.0816
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja
bDependent Variable: Produksi

ANOVA(b)
Sum of
Model Df Mean Square F Sig.
Squares
1Regression 20.0479 3 6.6826 309.27450.0000
Residual 3.0683 142 0.0216
Total 23.1162 145
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja
bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)

Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
Std.
B Beta
Error
1 (Constant) 5.7304 0.7085 8.08790.0000
Lahan 0.5051 0.0501 0.3488 10.08310.0000
Tenaga Kerja 0.3536 0.0371 0.3701 9.54130.0000
Modal 0.5390 0.0508 0.4301 10.60970.0000
aDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)
Collinearity Statistics
Correlations
Zero-order Partial Part Tolerance VIF

0.6791 0.6459 0.3083 0.7813 1.2800


0.7585 0.6250 0.2917 0.6212 1.6097
0.8131 0.6650 0.3244 0.5689 1.7577
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 80

Collinearity Diagnostics(a)
Condition Variance
Model Dimension Eigenvalue
Index Proportions
Tenaga
(Constant) Lahan Modal
Kerja
1 1 3.9254 1.0000 0.0000 0.0048 0.0003 0.0000
2 0.0708 7.4457 0.0004 0.8276 0.0032 0.0003
3 0.0036 32.8968 0.0173 0.0650 0.7799 0.0062
4 0.0001 174.3880 0.9822 0.1027 0.2167 0.9935
aDependent Variable: Produksi
Casewise Diagnostics(a)
Case Number Std. Residual Produksi
100 -4.5557 15.04

A Dependent Variable: Produksi

Residuals Statistics(a)
Std.
MinimumMaximum Mean N
Deviation
Predicted
15.4154 17.2852 16.4999 0.3718 146
Value
Residual -0.6697 0.4046 0.0000 0.1455 146
Std.
Predicted -2.9164 2.1119 0.0000 1.0000 146
Value
Std.
-4.5557 2.7523 0.0000 0.9896 146
Residual
aDependent Variable: Produksi

Regression : Heteroskedastisitas Kelompok I

Variables Entered/Removed(b)
Variables Variables
Model Method
Entered Removed
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 81

Modal, Lahan,
1 . Enter
TenagaKerja(a)
aAll requested variables entered.
bDependent Variable: Produksi

Model Summary
Std. Error
Adjusted R
Model R R Square of the
Square
Estimate
1 0.8638 0.7462 0.7351 0.1418
Predictors: (Constant), Modal, Lahan,
a
TenagaKerja

ANOVA(b)
Sum of Mean
Model Df F Sig.
Squares Square
1 Regression 4.0757 3 1.3586 67.6081 0.0000
Residual 1.3865 69 0.0201
Total 5.4622 72
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja
bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)
Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. ErrorBeta
1 (Constant) 7.5432 1.0156 7.4275 0.0000
Lahan 0.7311 0.0855 0.5424 8.5468 0.0000
TenagaKerja 0.4096 0.0773 0.3418 5.2967 0.0000
Modal 0.3958 0.0700 0.3792 5.6537 0.0000
aDependent Variable: Produksi

Regression : Heteroskedastisitas Kelompok II

Variables Entered/Removed(b)
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 82

Variables
Model Variables Entered Method
Removed
Modal, TenagaKerja,
1 . Enter
Lahan(a)
aAll requested variables entered.
bDependent Variable: Produksi

Model Summary
Adjusted R
Model R R Square Std. Error of the Estimate
Square
1 0.8246 0.6799 0.6660 0.1420
aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan

ANOVA(b)
Sum of Mean
Model Df F Sig.
Squares Square
1 Regression 2.9546 3 0.9849 48.8572 0.0000
Residual 1.3909 69 0.0202
Total 4.3455 72
aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan
bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)
Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. ErrorBeta
1 (Constant) 4.1408 1.3670 3.0291 0.0034
Lahan 0.3811 0.0625 0.4172 6.0958 0.0000
TenagaKerja 0.3199 0.0538 0.4065 5.9459 0.0000
Modal 0.6568 0.0847 0.5317 7.7531 0.0000
aDependent Variable: Produksi

Collinearity
Koefisien Std. Signifi- Koefisien Koefisien
Variabel Statistics
Regresi Error kansi Korelasi Determinasi
(VIF)
(Constant) 5.7304 0.7085 0.0000
Lahan 0.5051 0.0501 0.0000 0.6459 0.4172 1.2800
TenagaKerja 0.3536 0.0371 0.0000 0.6250 0.3907 1.6097
Modal 0.5390 0.0508 0.0000 0.6650 0.4422 1.7577
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 83

R Squared = 0.8673 Std. Error of the Estimate=0.1470

R = 0.9313

lampiran 2.
Data Produksi Padi Transmigrasi asal Bali

Y X1 X2 X3 ln Y ln X1 lnX2 ln X3

1 15,820,000 2.00 225 9,832,000 16.58 0.69 5.42 16.10


2 14,400,000 2.75 146 8,866,000 16.48 1.01 4.98 16.00
3 27,200,000 4.00 310 12,883,500 17.12 1.39 5.74 16.37
4 27,787,500 4.50 227 10,664,500 17.14 1.50 5.42 16.18
5 15,900,000 2.00 172 8,824,500 16.58 0.69 5.15 15.99
6 10,150,000 2.00 103 4,636,500 16.13 0.69 4.63 15.35
7 18,700,000 2.25 128 11,073,000 16.74 0.81 4.85 16.22
8 14,500,000 2.00 187 8,941,500 16.49 0.69 5.23 16.01
9 12,800,000 1.63 131 5,035,500 16.36 0.49 4.88 15.43
10 11,825,000 2.00 116 8,322,000 16.29 0.69 4.75 15.93
11 30,400,000 5.00 240 12,180,500 17.23 1.61 5.48 16.32
12 7,400,000 1.25 60 3,552,000 15.82 0.22 4.09 15.08
13 11,900,000 2.00 132 6,204,000 16.29 0.69 4.88 15.64
14 13,250,000 2.00 121 8,863,000 16.40 0.69 4.80 16.00
15 18,150,000 2.75 106 9,815,500 16.71 1.01 4.66 16.10
16 21,200,000 3.60 325 9,821,000 16.87 1.28 5.78 16.10
17 24,750,000 4.00 220 10,838,000 17.02 1.39 5.39 16.20
18 16,580,000 2.50 126 9,954,500 16.62 0.92 4.84 16.11
19 4,400,000 0.75 172 3,862,000 15.30 -0.29 5.15 15.17
20 28,050,000 1.75 272 14,955,000 17.15 0.56 5.61 16.52
21 12,400,000 2.23 113 7,530,000 16.33 0.80 4.73 15.83
22 12,580,000 2.50 106 8,887,500 16.35 0.92 4.66 16.00
23 16,400,000 2.00 150 10,298,500 16.61 0.69 5.01 16.15
24 11,800,000 2.00 186 6,008,000 16.28 0.69 5.23 15.61
25 14,250,000 2.00 160 8,508,500 16.47 0.69 5.08 15.96
26 14,840,000 2.25 131 8,864,500 16.51 0.81 4.88 16.00
27 3,400,000 1.25 64 5,816,000 15.04 0.22 4.16 15.58
28 10,400,000 2.00 113 4,829,000 16.16 0.69 4.73 15.39
29 26,400,000 2.00 320 10,199,500 17.09 0.69 5.77 16.14
30 9,600,000 2.00 136 4,106,500 16.08 0.69 4.91 15.23
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 84

31 20,000,000 2.00 244 8,494,000 16.81 0.69 5.50 15.95


32 11,400,000 2.00 104 7,524,000 16.25 0.69 4.64 15.83
33 25,800,000 2.00 300 13,462,000 17.07 0.69 5.70 16.42
34 11,800,000 2.00 139 5,005,500 16.28 0.69 4.93 15.43
35 15,200,000 1.25 240 10,406,500 16.54 0.22 5.48 16.16
36 13,750,000 2.00 130 8,732,000 16.44 0.69 4.87 15.98
37 12,400,000 1.75 121 7,284,000 16.33 0.56 4.80 15.80
38 7,400,000 2.00 96 4,818,000 15.82 0.69 4.56 15.39
39 33,000,000 2.00 300 15,096,000 17.31 0.69 5.70 16.53
40 9,300,000 2.95 75 4,243,500 16.05 1.08 4.32 15.26
41 28,600,000 4.00 204 13,750,000 17.17 1.39 5.32 16.44
42 11,400,000 2.00 164 5,896,500 16.25 0.69 5.10 15.59
43 32,725,000 2.50 246 16,254,500 17.30 0.92 5.51 16.60
44 9,000,000 2.00 107 5,231,000 16.01 0.69 4.67 15.47
45 10,000,000 2.00 120 7,141,500 16.12 0.69 4.79 15.78
46 9,000,000 2.00 110 3,763,500 16.01 0.69 4.70 15.14
47 12,000,000 2.00 106 8,359,000 16.30 0.69 4.66 15.94
48 12,400,000 2.00 140 6,705,000 16.33 0.69 4.94 15.72
49 15,500,000 2.00 123 10,157,500 16.56 0.69 4.81 16.13
50 10,000,000 2.50 112 6,864,000 16.12 0.92 4.72 15.74
51 8,640,000 2.00 98 5,877,500 15.97 0.69 4.58 15.59
52 10,400,000 2.00 132 4,326,500 16.16 0.69 4.88 15.28
53 19,000,000 2.00 280 9,905,000 16.76 0.69 5.63 16.11
54 11,400,000 2.00 166 5,258,500 16.25 0.69 5.11 15.48
55 12,800,000 2.00 140 6,711,000 16.36 0.69 4.94 15.72
56 13,700,000 2.00 103 8,019,500 16.43 0.69 4.63 15.90
57 11,000,000 2.50 112 4,111,500 16.21 0.92 4.72 15.23
58 16,400,000 3.00 140 7,142,000 16.61 1.10 4.94 15.78
59 24,500,000 3.00 232 13,520,000 17.01 1.10 5.45 16.42
60 10,400,000 2.25 89 4,737,000 16.16 0.81 4.49 15.37
61 27,500,000 3.25 224 14,362,000 17.13 1.18 5.41 16.48
62 12,800,000 2.00 140 6,711,000 16.36 0.69 4.94 15.72
63 13,450,000 3.00 98 8,405,000 16.41 1.10 4.58 15.94
64 16,750,000 2.50 150 9,209,000 16.63 0.92 5.01 16.04
65 8,000,000 2.00 98 5,328,000 15.89 0.69 4.58 15.49
66 26,400,000 3.50 178 8,492,000 17.09 1.25 5.18 15.95
67 10,400,000 2.00 122 4,577,500 16.16 0.69 4.80 15.34
68 14,200,000 2.50 116 8,080,500 16.47 0.92 4.75 15.90
69 29,500,000 2.50 330 9,125,500 17.20 0.92 5.80 16.03
70 13,150,000 1.75 199 8,916,500 16.39 0.56 5.29 16.00
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 85

71 21,700,000 3.00 184 12,846,000 16.89 1.10 5.21 16.37


72 9,800,000 2.00 138 5,535,000 16.10 0.69 4.93 15.53
73 14,920,000 2.50 119 15,982,000 16.52 0.92 4.78 16.59
Min 3,400,000 1 60 3,552,000 15 0 4 15
Max 33,000,000 5 330 16,254,500 17 2 6 17
Rata 15,681,062 2 161 8,363,548 16 1 5 16

Lampiran 2.1. Hasil Perhitungan Fungsi Produksi Transmigrasi asal Bali

Regression: Fungsi Produksi - Bali

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

Produksi 16.4722 0.4451 73


Lahan 0.7955 0.2967 73
TenagaKerja 5.0033 0.3942 73
Modal 15.8667 0.3894 73

Correlations
Tenaga
Produksi Lahan Modal
Kerja
Pearson
Produksi 1.0000 0.6432 0.7737 0.8182
Correlation
Lahan 0.6432 1.0000 0.2896 0.4593
Tenaga Kerja 0.7737 0.2896 1.0000 0.6307
Modal 0.8182 0.4593 0.6307 1.0000
Sig. (1-tailed) Produksi . 0.0000 0.0000 0.0000
Lahan 0.0000. 0.0065 0.0000
Tenaga Kerja 0.0000 0.0065. 0.0000
Modal 0.0000 0.0000 0.0000.
N Produksi 73 73 73 73
Lahan 73 73 73 73
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 86

Tenaga Kerja 73 73 73 73
Modal 73 73 73 73

Variables Entered/Removed(b)

Variables
Model Variables Entered Method
Removed
Modal, Lahan, Tenaga
1 . Enter
Kerja(a)
aAll requested variables entered.
bDependent Variable: Produksi

Model Summary(b)

R Adjusted R Std. Error of the Durbin-


Model R
Square Square Estimate Watson
1 0.9330 0.8704 0.8648 0.1637 2.2345
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, Tenaga Kerja
bDependent Variable: Produksi

ANOVAb

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regression 12.418 3 4.139 154.481 .000a
Residual 1.849 69 .027
Total 14.267 72
a. Predictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja
b. Dependent Variable: Produksi

Coefficients(a)
Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 87

Std.
B Beta
Error
1 (Constant) 6.5280 0.9188 7.1050 0.0000
Lahan 0.5087 0.0732 0.3390 6.9484 0.0000
Tenaga Kerja 0.4833 0.0631 0.4279 7.6625 0.0000
Modal 0.4488 0.0688 0.3926 6.5243 0.0000
aDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)

Correlations Collinearity Statistics

Zero-order Partial Part Tolerance VIF

0.6432 0.6416 0.3011 0.7891 1.2673


0.7737 0.6780 0.3321 0.6022 1.6607
0.8182 0.6177 0.2827 0.5186 1.9281
Collinearity Diagnostics(a)

Condition Variance
ModelDimensionEigenvalue
Index Proportions

(Constant) Lahan TenagaKerja Modal


1 1 3.9088 1.0000 0.00000.0058 0.0002 0.0000
2 0.0877 6.6778 0.00050.8252 0.0027 0.0003
3 0.0033 34.2367 0.03210.0289 0.7342 0.0078
4 0.0002 146.8852 0.96740.1401 0.2629 0.9919
aDependent Variable: Produksi

Casewise Diagnostics(a)
Case Number Std. Residual Produksi

27 -3.6851 15.04

aDependent Variable: Produksi


Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 88

Residuals Statistics(a)

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 15.3850 17.3565 16.4722 0.4153 73


Residual -0.6032 0.4350 0.0000 0.1602 73
Std. Predicted
-2.6179 2.1294 0.0000 1.0000 73
Value
Std. Residual -3.6851 2.6576 0.0000 0.9789 73
aDependent Variable: Produksi

Regression: Heteroskedastisitas Kelompok I

Variables Entered/Removed(b)
Variables
Model Variables Removed Method
Entered
Modal, Lahan,
1 . Enter
TenagaKerja(a)
aAll requested variables entered.
bDependent Variable: Produksi

Model Summary

Adjusted R Std. Error of


Model R R Square
Square the Estimate
1 0.8234 0.6780 0.6478 0.1690
aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan

ANOVA(b)
Sum of Mean
Model df F Sig.
Squares Square
1 Regression 1.9235 3 0.6412 22.4565 0.0000
Residual 0.9136 32 0.0286
Total 2.8371 35
a Predictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 89

bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)
Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 9.6556 1.7235 5.6022 0.0000
Lahan 0.7672 0.1313 0.6080 5.8451 0.0000
TenagaKerja 0.4669 0.1139 0.4262 4.0985 0.0003
Modal 0.2405 0.1157 0.2221 2.0793 0.0457
aDependent Variable: Produksi
Regression: Heteroskedastisitas Kelompok II

Variables Entered/Removed(b)

Variables
Model Variables Entered Method
Removed
Modal, TenagaKerja,
1 . Enter
Lahan(a)
aAll requested variables entered.
bDependent Variable: Produksi

Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square
Square Estimate
1 0.8893 0.7908 0.7712 0.1399
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja

ANOVA(b)

Sum of Mean
Model df F Sig.
Squares Square

1 Regression 2.3674 3 0.7891 40.3236 0.0000


Residual 0.6263 32 0.0196
Total 2.9937 35
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 90

aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja


bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)
Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 6.6936 1.8132 3.6915 0.0008
Lahan 0.3415 0.0792 0.3545 4.3135 0.0001
TenagaKerja 0.4515 0.0724 0.5532 6.2373 0.0000
Modal 0.4598 0.1200 0.3429 3.8315 0.0006
aDependent Variable: Produksi

Collinearity
Koefisien Std. Signifi- Koefisien Koefisien
Variabel Statistics
Regresi Error kansi Korelasi Determinasi
(VIF)

(Constant) 6.5280 0.91880.0000


Lahan 0.5087 0.07320.0000 0.6416 0.4117 1.2673
Tenaga Kerja 0.4833 0.06310.0000 0.6780 0.4597 1.6607
Modal 0.4488 0.06880.0000 0.6177 0.3815 1.9281
R Squared = 0.8704
Std. Error of the Estimate = 0.1637
R = 0.9330

Lampiran 3.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 91

Data Produksi Padi Transmigrasi asal Jawa


Y X1 X2 X3 ln Y ln X1 lnX2 ln X3
1 13,900,000 2.00 134 7,846,000 16.45 0.69 4.90 15.88
2 14,650,000 2.00 164 8,908,500 16.50 0.69 5.10 16.00
3 6,750,000 1.25 95 6,277,500 15.73 0.22 4.55 15.65
4 16,886,000 2.40 261 8,884,000 16.64 0.88 5.56 16.00
5 15,843,750 2.00 257 8,891,000 16.58 0.69 5.55 16.00
6 15,800,000 2.25 250 8,209,000 16.58 0.81 5.52 15.92
7 16,860,000 2.25 284 8,209,000 16.64 0.81 5.65 15.92
8 27,600,000 5.00 200 9,938,000 17.13 1.61 5.30 16.11
9 11,420,000 2.00 146 6,296,500 16.25 0.69 4.98 15.66
10 15,625,000 2.25 249 9,013,000 16.56 0.81 5.52 16.01
11 24,650,000 2.45 293 8,152,500 17.02 0.90 5.68 15.91
12 12,700,000 2.25 108 7,455,500 16.36 0.81 4.68 15.82
13 17,382,500 2.25 291 8,734,500 16.67 0.81 5.67 15.98
14 13,475,000 2.50 113 6,494,500 16.42 0.92 4.73 15.69
15 18,675,000 2.50 276 9,841,000 16.74 0.92 5.62 16.10
16 13,680,000 2.00 121 6,702,500 16.43 0.69 4.80 15.72
17 11,800,000 2.00 148 6,296,500 16.28 0.69 5.00 15.66
18 7,800,000 1.63 84 3,952,000 15.87 0.49 4.43 15.19
19 25,150,000 5.00 225 9,929,000 17.04 1.61 5.42 16.11
20 15,340,000 2.25 223 8,977,500 16.55 0.81 5.41 16.01
21 4,800,000 1.25 86 3,884,500 15.38 0.22 4.45 15.17
22 8,800,000 2.00 92 5,229,000 15.99 0.69 4.52 15.47
23 18,000,000 2.50 227 8,209,000 16.71 0.92 5.42 15.92
24 14,237,500 2.50 81 8,413,000 16.47 0.92 4.39 15.95
25 14,490,000 2.25 119 7,472,000 16.49 0.81 4.78 15.83
26 15,440,000 2.50 210 8,837,500 16.55 0.92 5.35 15.99
27 22,780,000 3.00 307 10,096,000 16.94 1.10 5.73 16.13
28 10,200,000 2.00 117 6,443,500 16.14 0.69 4.76 15.68
29 9,040,000 2.95 102 3,262,000 16.02 1.08 4.62 15.00
30 9,950,000 2.00 113 5,982,000 16.11 0.69 4.73 15.60
31 8,000,000 2.00 97 6,362,500 15.89 0.69 4.57 15.67
32 21,175,000 3.00 297 9,249,000 16.87 1.10 5.69 16.04
33 12,200,000 2.00 143 6,604,000 16.32 0.69 4.96 15.70
34 14,850,000 2.00 131 8,547,500 16.51 0.69 4.88 15.96
35 15,585,000 2.50 223 8,494,500 16.56 0.92 5.41 15.95
36 14,900,000 3.00 104 6,955,000 16.52 1.10 4.64 15.75
37 10,000,000 1.75 140 6,492,000 16.12 0.56 4.94 15.69
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 92

38 16,031,250 2.00 271 9,350,000 16.59 0.69 5.60 16.05


39 17,111,000 2.40 266 8,180,500 16.66 0.88 5.58 15.92
40 9,100,000 1.75 140 6,080,500 16.02 0.56 4.94 15.62
41 17,062,500 2.25 277 8,127,000 16.65 0.81 5.62 15.91
42 13,725,000 2.00 117 8,254,500 16.43 0.69 4.76 15.93
43 23,900,000 3.00 320 9,117,000 16.99 1.10 5.77 16.03
44 14,615,000 2.50 115 6,897,500 16.50 0.92 4.74 15.75
45 20,317,500 2.50 296 8,471,000 16.83 0.92 5.69 15.95
46 18,517,500 2.70 217 6,771,000 16.73 0.99 5.38 15.73
47 19,250,000 4.25 150 8,664,500 16.77 1.45 5.01 15.97
48 20,175,000 2.50 296 9,856,000 16.82 0.92 5.69 16.10
49 34,400,000 3.00 325 12,405,000 17.35 1.10 5.78 16.33
50 17,515,000 2.50 256 8,597,000 16.68 0.92 5.55 15.97
51 12,300,000 2.00 120 7,405,500 16.33 0.69 4.79 15.82
52 17,580,000 2.50 235 8,365,500 16.68 0.92 5.46 15.94
53 15,000,000 4.25 175 8,180,500 16.52 1.45 5.16 15.92
54 9,800,000 2.25 103 5,237,000 16.10 0.81 4.63 15.47
55 20,400,000 2.00 294 8,894,000 16.83 0.69 5.68 16.00
56 16,531,250 2.25 287 8,221,000 16.62 0.81 5.66 15.92
57 17,350,000 3.25 267 8,240,500 16.67 1.18 5.59 15.92
58 16,480,000 2.25 266 9,883,500 16.62 0.81 5.58 16.11
59 15,450,000 2.50 217 8,035,500 16.55 0.92 5.38 15.90
60 13,565,000 2.00 112 8,030,000 16.42 0.69 4.72 15.90
61 14,950,000 2.50 130 8,630,500 16.52 0.92 4.87 15.97
62 13,740,000 2.00 126 8,098,500 16.44 0.69 4.84 15.91
63 11,950,000 2.00 128 6,815,500 16.30 0.69 4.85 15.73
64 12,400,000 2.00 160 6,767,500 16.33 0.69 5.08 15.73
65 18,112,500 2.50 268 8,334,000 16.71 0.92 5.59 15.94
66 20,500,000 3.00 248 9,650,500 16.84 1.10 5.51 16.08
67 32,400,000 3.00 272 11,955,000 17.29 1.10 5.61 16.30
68 16,450,000 2.25 238 8,082,500 16.62 0.81 5.47 15.91
69 17,368,000 2.45 290 6,702,500 16.67 0.90 5.67 15.72
70 11,000,000 2.00 136 6,199,500 16.21 0.69 4.91 15.64
71 18,975,000 2.50 121 8,666,000 16.76 0.92 4.80 15.97
72 11,400,000 2.00 131 8,424,000 16.25 0.69 4.88 15.95
73 28,900,000 4.00 300 9,064,000 17.18 1.39 5.70 16.02
Min 4,800,000 1.25 81 3,262,000 15.38 0.22 4.39 15.00
Max 34,400,000 5.00 325 12,405,000 17.35 1.61 5.78 16.33
Rata 15,955,565 2.44 194 7,920,486 16.53 0.86 5.18 15.86
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 93

Lampiran 3.1. Hasil Perhitungan Regresi Produksi Padi Transmigrasi asal Jawa

Regression : Fungsi Produksi - Jawa

Descriptive Statistics

Std.
Mean N
Deviation
Produksi 16.5275 0.3484 73
Lahan 0.8599 0.2509 73
TenagaKerja 5.1842 0.4239 73
Modal 15.8612 0.2297 73

Correlations
Produksi Lahan TenagaKerja Modal
Pearson
Produksi 1.0000 0.7298 0.7722 0.8327
Correlation
Lahan 0.7298 1.0000 0.4220 0.4759
TenagaKerja 0.7722 0.4220 1.0000 0.6830
Modal 0.8327 0.4759 0.6830 1.0000
Sig. (1-tailed) Produksi . 0.0000 0.0000 0.0000
Lahan 0.0000. 0.0001 0.0000
TenagaKerja 0.0000 0.0001. 0.0000
Modal 0.0000 0.0000 0.0000.
N Produksi 73 73 73 73
Lahan 73 73 73 73
TenagaKerja 73 73 73 73
Modal 73 73 73 73
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 94

Variables Entered/Removed(b)

Variables Variables
Model Method
Entered Removed

Modal, Lahan,
1 . Enter
TenagaKerja(a)
aAll requested variables entered.
bDependent Variable: Produksi

Model Summary(b)
Std. Error
Adjusted R Durbin-
Model R R Square of the
Square Watson
Estimate
1 0.9420 0.8873 0.8824 0.1194 2.0968
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja
bDependent Variable: Produksi

ANOVA(b)
Sum of Mean
Model df F Sig.
Squares Square
1 Regression 7.7530 3 2.5843 181.1452 0.0000
Residual 0.9844 69 0.0143
Total 8.7374 72
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja
bDependent Variable: Produksi

ANOVA(b)
Correlations Collinearity Statistics
Zero-order Partial Part Tolerance VIF
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 95

0.7298 0.7127 0.3410 0.7559 1.3230


0.7722 0.5550 0.2239 0.5214 1.9179
0.8327 0.6715 0.3042 0.4907 2.0379

Collinearity Diagnostics(a)

Condition Variance
Model Dimension Eigenvalue
Index Proportions

(Constant) Lahan TenagaKerja Modal


1 1 3.9420 1.0000 0.0000 0.0036 0.0002 0.0000
2 0.0544 8.5131 0.0003 0.8078 0.0028 0.0002
3 0.0035 33.5564 0.0071 0.1048 0.6812 0.0029
4 0.0001 264.3194 0.9926 0.0838 0.3158 0.9969
aDependent Variable: Produksi

Casewise Diagnostics(a)

Case Number Std. Residual Produksi


53 -3.0257 16.52
a.Dependent Variable:
Produksi

Residuals Statistics(a)
Std.
Minimum Maximum Mean N
Deviation
Predicted Value 15.5368 17.1599 16.5275 0.3281 73
Residual -0.3614 0.3122 0.0000 0.1169 73
Std. Predicted
-3.0191 1.9271 0.0000 1.0000 73
Value
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 96

Std. Residual -3.0257 2.6135 0.0000 0.9789 73


aDependent Variable: Produksi

: Heteroskedastisitas
Regression
Kelompok I

Variables Entered/Removed(b)

Variables Variables
Model Method
Entered Removed

Modal, Lahan,
1 . Enter
TenagaKerja(a)

aAll requested variables entered.


Dependent Variable: Produksi

Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square
Square Estimate
1 0.9057 0.8203 0.8034 0.1176
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 97

ANOVA(b)
Sum of Mean
Model df F Sig.
Squares Square
1 Regression 2.0197 3 0.6732 48.6850 0.0000
Residual 0.4425 32 0.0138
Total 2.4622 35
aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja
bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)

Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.6155 1.3973 3.3031 0.0024
Lahan 0.5579 0.0965 0.4562 5.7818 0.0000
TenagaKerja 0.1025 0.1030 0.0898 0.9948 0.3273
Modal 0.6836 0.1015 0.6081 6.7357 0.0000
aDependent Variable: Produksi

: Heteroskedastisitas
Regression
Kelompok II

Variables Entered/Removed(b)

Variables Variables
Model Method
Entered Removed

Modal, Tenaga
1 . Enter
Kerja, Lahan(a)
aAll requested variables entered.
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 98

bDependent Variable: Produksi

Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square
Square Estimate
1 0.8217 0.6752 0.6448 0.1238
Predictors: (Constant), Modal, TenagaKerja,
a
Lahan

ANOVA(b)
Sum of Mean
Model df F Sig.
Squares Square
1 Regression 1.0202 3 0.3401 22.1750 0.0000
Residual 0.4907 32 0.0153
Total 1.5109 35
aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan
bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a)
Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3.5678 2.8944 1.2326 0.2267
Lahan 0.5218 0.1019 0.5787 5.1215 0.0000
TenagaKerja 0.2668 0.1157 0.2510 2.3066 0.0277
Modal 0.7018 0.1901 0.4089 3.6920 0.0008
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 99

aDependent Variable: Produksi

Collinearity
Koefisien Std. Signifi- Koefisien Koefisien
Variabel Statistics
Regresi Error kansi Korelasi Determinasi
(VIF)
(Constant) 73.2685 1.2399 0.0009
Lahan 0.5445 0.0645 0.0000 0.7127 0.5079 1.3230
TenagaKerja 0.2548 0.0460 0.0000 0.5550 0.3080 1.9179
Modal 0.6585 0.0875 0.0000 0.6715 0.4509 2.0379
R Squared = 0.8873
Std. Error of the Estimate = 0.1194
R = 0.9420

Coefficients(a)

Unstandardized Standardized
Model t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.2941 1.2399 3.4633 0.0009
Lahan 0.5445 0.0645 0.3922 8.4387 0.0000
TenagaKerja 0.2548 0.0460 0.3101 5.5421 0.0000
Modal 0.6585 0.0875 0.4342 7.5279 0.0000
aDependent Variable: Produksi
Lampiran 4
Data Produksi padi Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong
Y X1 X2 X3 ln Y ln X1 lnX2 ln X3
1 13,900,000 2.00 134 7,846,000 16.45 0.69 4.90 15.88
2 14,650,000 2.00 164 8,908,500 16.50 0.69 5.10 16.00
3 6,750,000 1.25 95 6,277,500 15.73 0.22 4.55 15.65
4 16,886,000 2.40 261 8,884,000 16.64 0.88 5.56 16.00
5 15,843,750 2.00 257 8,891,000 16.58 0.69 5.55 16.00
6 15,800,000 2.25 250 8,209,000 16.58 0.81 5.52 15.92
7 16,860,000 2.25 284 8,209,000 16.64 0.81 5.65 15.92
8 27,600,000 5.00 200 9,938,000 17.13 1.61 5.30 16.11
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 100

9 11,420,000 2.00 146 6,296,500 16.25 0.69 4.98 15.66


10 15,625,000 2.25 249 9,013,000 16.56 0.81 5.52 16.01
11 24,650,000 2.45 293 8,152,500 17.02 0.90 5.68 15.91
12 12,700,000 2.25 108 7,455,500 16.36 0.81 4.68 15.82
13 17,382,500 2.25 291 8,734,500 16.67 0.81 5.67 15.98
14 13,475,000 2.50 113 6,494,500 16.42 0.92 4.73 15.69
15 18,675,000 2.50 276 9,841,000 16.74 0.92 5.62 16.10
16 13,680,000 2.00 121 6,702,500 16.43 0.69 4.80 15.72
17 11,800,000 2.00 148 6,296,500 16.28 0.69 5.00 15.66
18 7,800,000 1.63 84 3,952,000 15.87 0.49 4.43 15.19
19 25,150,000 5.00 225 9,929,000 17.04 1.61 5.42 16.11
20 15,340,000 2.25 223 8,977,500 16.55 0.81 5.41 16.01
21 4,800,000 1.25 86 3,884,500 15.38 0.22 4.45 15.17
22 8,800,000 2.00 92 5,229,000 15.99 0.69 4.52 15.47
23 18,000,000 2.50 227 8,209,000 16.71 0.92 5.42 15.92
24 14,237,500 2.50 81 8,413,000 16.47 0.92 4.39 15.95
25 14,490,000 2.25 119 7,472,000 16.49 0.81 4.78 15.83
26 15,440,000 2.50 210 8,837,500 16.55 0.92 5.35 15.99
27 22,780,000 3.00 307 10,096,000 16.94 1.10 5.73 16.13
28 10,200,000 2.00 117 6,443,500 16.14 0.69 4.76 15.68
29 9,040,000 2.95 102 3,262,000 16.02 1.08 4.62 15.00
30 9,950,000 2.00 113 5,982,000 16.11 0.69 4.73 15.60
31 8,000,000 2.00 97 6,362,500 15.89 0.69 4.57 15.67
32 21,175,000 3.00 297 9,249,000 16.87 1.10 5.69 16.04
33 12,200,000 2.00 143 6,604,000 16.32 0.69 4.96 15.70
34 14,850,000 2.00 131 8,547,500 16.51 0.69 4.88 15.96
35 15,585,000 2.50 223 8,494,500 16.56 0.92 5.41 15.95
36 14,900,000 3.00 104 6,955,000 16.52 1.10 4.64 15.75
37 10,000,000 1.75 140 6,492,000 16.12 0.56 4.94 15.69
38 16,031,250 2.00 271 9,350,000 16.59 0.69 5.60 16.05
39 17,111,000 2.40 266 8,180,500 16.66 0.88 5.58 15.92
40 9,100,000 1.75 140 6,080,500 16.02 0.56 4.94 15.62
41 17,062,500 2.25 277 8,127,000 16.65 0.81 5.62 15.91
42 13,725,000 2.00 117 8,254,500 16.43 0.69 4.76 15.93
43 23,900,000 3.00 320 9,117,000 16.99 1.10 5.77 16.03
44 14,615,000 2.50 115 6,897,500 16.50 0.92 4.74 15.75
45 20,317,500 2.50 296 8,471,000 16.83 0.92 5.69 15.95
46 18,517,500 2.70 217 6,771,000 16.73 0.99 5.38 15.73
47 19,250,000 4.25 150 8,664,500 16.77 1.45 5.01 15.97
48 20,175,000 2.50 296 9,856,000 16.82 0.92 5.69 16.10
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 101

49 34,400,000 3.00 325 12,405,000 17.35 1.10 5.78 16.33


50 17,515,000 2.50 256 8,597,000 16.68 0.92 5.55 15.97
51 12,300,000 2.00 120 7,405,500 16.33 0.69 4.79 15.82
52 17,580,000 2.50 235 8,365,500 16.68 0.92 5.46 15.94
53 15,000,000 4.25 175 8,180,500 16.52 1.45 5.16 15.92
54 9,800,000 2.25 103 5,237,000 16.10 0.81 4.63 15.47
55 20,400,000 2.00 294 8,894,000 16.83 0.69 5.68 16.00
56 16,531,250 2.25 287 8,221,000 16.62 0.81 5.66 15.92
57 17,350,000 3.25 267 8,240,500 16.67 1.18 5.59 15.92
58 16,480,000 2.25 266 9,883,500 16.62 0.81 5.58 16.11
59 15,450,000 2.50 217 8,035,500 16.55 0.92 5.38 15.90
60 13,565,000 2.00 112 8,030,000 16.42 0.69 4.72 15.90
61 14,950,000 2.50 130 8,630,500 16.52 0.92 4.87 15.97
62 13,740,000 2.00 126 8,098,500 16.44 0.69 4.84 15.91
63 11,950,000 2.00 128 6,815,500 16.30 0.69 4.85 15.73
64 12,400,000 2.00 160 6,767,500 16.33 0.69 5.08 15.73
65 18,112,500 2.50 268 8,334,000 16.71 0.92 5.59 15.94
66 20,500,000 3.00 248 9,650,500 16.84 1.10 5.51 16.08
67 32,400,000 3.00 272 11,955,000 17.29 1.10 5.61 16.30
68 16,450,000 2.25 238 8,082,500 16.62 0.81 5.47 15.91
69 17,368,000 2.45 290 6,702,500 16.67 0.90 5.67 15.72
70 11,000,000 2.00 136 6,199,500 16.21 0.69 4.91 15.64
71 18,975,000 2.50 121 8,666,000 16.76 0.92 4.80 15.97
72 11,400,000 2.00 131 8,424,000 16.25 0.69 4.88 15.95
73 28,900,000 4.00 300 9,064,000 17.18 1.39 5.70 16.02
74 15,820,000 2.00 225 9,832,000 16.58 0.69 5.42 16.10
75 14,400,000 2.75 146 8,866,000 16.48 1.01 4.98 16.00
76 27,200,000 4.00 310 12,883,500 17.12 1.39 5.74 16.37
77 27,787,500 4.50 227 10,664,500 17.14 1.50 5.42 16.18
78 15,900,000 2.00 172 8,824,500 16.58 0.69 5.15 15.99
79 10,150,000 2.00 103 4,636,500 16.13 0.69 4.63 15.35
80 18,700,000 2.25 128 11,073,000 16.74 0.81 4.85 16.22
81 14,500,000 2.00 187 8,941,500 16.49 0.69 5.23 16.01
82 12,800,000 1.63 131 5,035,500 16.36 0.49 4.88 15.43
83 11,825,000 2.00 116 8,322,000 16.29 0.69 4.75 15.93
84 30,400,000 5.00 240 12,180,500 17.23 1.61 5.48 16.32
85 7,400,000 1.25 60 3,552,000 15.82 0.22 4.09 15.08
86 11,900,000 2.00 132 6,204,000 16.29 0.69 4.88 15.64
87 13,250,000 2.00 121 8,863,000 16.40 0.69 4.80 16.00
88 18,150,000 2.75 106 9,815,500 16.71 1.01 4.66 16.10
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 102

89 21,200,000 3.60 325 9,821,000 16.87 1.28 5.78 16.10


90 24,750,000 4.00 220 10,838,000 17.02 1.39 5.39 16.20
91 16,580,000 2.50 126 9,954,500 16.62 0.92 4.84 16.11
92 4,400,000 0.75 172 3,862,000 15.30 -0.29 5.15 15.17
93 28,050,000 1.75 272 14,955,000 17.15 0.56 5.61 16.52
94 12,400,000 2.23 113 7,530,000 16.33 0.80 4.73 15.83
95 12,580,000 2.50 106 8,887,500 16.35 0.92 4.66 16.00
96 16,400,000 2.00 150 10,298,500 16.61 0.69 5.01 16.15
97 11,800,000 2.00 186 6,008,000 16.28 0.69 5.23 15.61
98 14,250,000 2.00 160 8,508,500 16.47 0.69 5.08 15.96
99 14,840,000 2.25 131 8,864,500 16.51 0.81 4.88 16.00
100 3,400,000 1.25 64 5,816,000 15.04 0.22 4.16 15.58
101 10,400,000 2.00 113 4,829,000 16.16 0.69 4.73 15.39
102 26,400,000 2.00 320 10,199,500 17.09 0.69 5.77 16.14
103 9,600,000 2.00 136 4,106,500 16.08 0.69 4.91 15.23
104 20,000,000 2.00 244 8,494,000 16.81 0.69 5.50 15.95
105 11,400,000 2.00 104 7,524,000 16.25 0.69 4.64 15.83
106 25,800,000 2.00 300 13,462,000 17.07 0.69 5.70 16.42
107 11,800,000 2.00 139 5,005,500 16.28 0.69 4.93 15.43
108 15,200,000 1.25 240 10,406,500 16.54 0.22 5.48 16.16
109 13,750,000 2.00 130 8,732,000 16.44 0.69 4.87 15.98
110 12,400,000 1.75 121 7,284,000 16.33 0.56 4.80 15.80
111 7,400,000 2.00 96 4,818,000 15.82 0.69 4.56 15.39
112 33,000,000 2.00 300 15,096,000 17.31 0.69 5.70 16.53
113 9,300,000 2.95 75 4,243,500 16.05 1.08 4.32 15.26
114 28,600,000 4.00 204 13,750,000 17.17 1.39 5.32 16.44
115 11,400,000 2.00 164 5,896,500 16.25 0.69 5.10 15.59
116 32,725,000 2.50 246 16,254,500 17.30 0.92 5.51 16.60
117 9,000,000 2.00 107 5,231,000 16.01 0.69 4.67 15.47
118 10,000,000 2.00 120 7,141,500 16.12 0.69 4.79 15.78
119 9,000,000 2.00 110 3,763,500 16.01 0.69 4.70 15.14
120 12,000,000 2.00 106 8,359,000 16.30 0.69 4.66 15.94
121 12,400,000 2.00 140 6,705,000 16.33 0.69 4.94 15.72
122 15,500,000 2.00 123 10,157,500 16.56 0.69 4.81 16.13
123 10,000,000 2.50 112 6,864,000 16.12 0.92 4.72 15.74
124 8,640,000 2.00 98 5,877,500 15.97 0.69 4.58 15.59
125 10,400,000 2.00 132 4,326,500 16.16 0.69 4.88 15.28
126 19,000,000 2.00 280 9,905,000 16.76 0.69 5.63 16.11
127 11,400,000 2.00 166 5,258,500 16.25 0.69 5.11 15.48
128 12,800,000 2.00 140 6,711,000 16.36 0.69 4.94 15.72
129 13,700,000 2.00 103 8,019,500 16.43 0.69 4.63 15.90
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 103

130 11,000,000 2.50 112 4,111,500 16.21 0.92 4.72 15.23


131 16,400,000 3.00 140 7,142,000 16.61 1.10 4.94 15.78
132 24,500,000 3.00 232 13,520,000 17.01 1.10 5.45 16.42
133 10,400,000 2.25 89 4,737,000 16.16 0.81 4.49 15.37
134 27,500,000 3.25 224 14,362,000 17.13 1.18 5.41 16.48
135 12,800,000 2.00 140 6,711,000 16.36 0.69 4.94 15.72
136 13,450,000 3.00 98 8,405,000 16.41 1.10 4.58 15.94
137 16,750,000 2.50 150 9,209,000 16.63 0.92 5.01 16.04
138 8,000,000 2.00 98 5,328,000 15.89 0.69 4.58 15.49
139 26,400,000 3.50 178 8,492,000 17.09 1.25 5.18 15.95
140 10,400,000 2.00 122 4,577,500 16.16 0.69 4.80 15.34
141 14,200,000 2.50 116 8,080,500 16.47 0.92 4.75 15.90
142 29,500,000 2.50 330 9,125,500 17.20 0.92 5.80 16.03
143 13,150,000 1.75 199 8,916,500 16.39 0.56 5.29 16.00
144 21,700,000 3.00 184 12,846,000 16.89 1.10 5.21 16.37
145 9,800,000 2.00 138 5,535,000 16.10 0.69 4.93 15.53
146 14,920,000 2.50 119 15,982,000 16.52 0.92 4.78 16.59
Min 3,400,000 0.75 60 3,262,000 15.04 -0.29 4.09 15.00
Max 34,400,000 5.00 330 16,254,500 17.35 1.61 5.80 16.60
Rata 15,818,313 2.38 178 8,142,017 16.50 0.83 5.09 15.86

Lampiran 4.1 Produksi Frontier


No Y Y X1 X2 X3
(Produksi Observasi) (Produksi Frontier)
1 13900000 12,802,089 1.74 227 6,955,825
2 14650000 14,726,254 1.90 248 7,597,346
3 6750000 7,915,060 1.24 162 4,964,312
4 16886000 19,006,560 2.23 291 8,915,310
5 15843750 17,238,394 2.08 271 8,308,325
6 15800000 17,357,911 2.09 273 8,352,893
7 16860000 18,157,080 2.16 281 8,615,290
8 27600000 26,690,947 3.16 412 12,613,558
9 11420000 11,714,867 1.62 210 6,450,518
10 15625000 18,232,083 2.17 282 8,655,421
11 24650000 19,098,262 2.24 292 8,952,354
12 12700000 12,251,863 1.74 227 6,966,243
13 17382500 18,939,025 2.22 289 8,872,091
14 13475000 12,188,839 1.75 228 6,995,763
15 18675000 20,917,681 2.39 311 9,545,061
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 104

16 13680000 11,340,324 1.61 209 6,414,246


17 11800000 11,771,266 1.62 211 6,465,953
18 7800000 6,751,880 1.13 148 4,531,936
19 25150000 27,810,446 3.21 418 12,803,024
20 15340000 17,498,559 2.11 275 8,441,066
21 4800000 5,894,180 0.99 130 3,971,449
22 8800000 9,000,978 1.41 183 5,621,847
23 18000000 17,698,912 2.14 279 8,537,150
24 14237500 12,466,141 1.88 244 7,489,107
25 14490000 12,693,782 1.77 230 7,057,503
26 15440000 17,920,331 2.17 282 8,648,475
27 22780000 24,158,342 2.66 346 10,606,224
28 10200000 10,970,152 1.57 205 6,283,433
29 9040000 8,810,187 1.58 206 6,314,689
30 9950000 10,409,233 1.52 198 6,074,481
31 8000000 10,197,675 1.53 199 6,097,826
32 21175000 22,772,084 2.55 333 10,202,210
33 12200000 11,933,212 1.64 214 6,546,023
34 14850000 13,302,395 1.80 235 7,203,365
35 15585000 17,916,517 2.16 281 8,616,448
36 14900000 13,475,907 1.96 255 7,827,521
37 10000000 10,965,493 1.53 200 6,117,892
38 16031250 18,049,092 2.15 280 8,593,488
39 17111000 18,299,082 2.17 283 8,682,433
40 9100000 10,583,823 1.49 194 5,959,103
41 17062500 17,900,338 2.14 278 8,529,625
42 13725000 12,543,174 1.75 228 6,982,257
43 23900000 23,198,523 2.59 337 10,328,778
44 14615000 12,670,593 1.79 234 7,166,706
45 20317500 19,770,472 2.30 299 9,170,760
46 18517500 16,321,916 2.05 267 8,194,491
47 19250000 20,615,122 2.67 347 10,650,986
48 20175000 21,458,356 2.43 317 9,705,200
49 34400000 27,554,539 2.91 380 11,636,131
50 17515000 18,933,408 2.23 291 8,910,679
51 12300000 11,934,055 1.67 218 6,677,800
52 17580000 18,100,621 2.17 283 8,659,280
53 15000000 21,101,474 2.67 348 10,657,160
54 9800000 9,952,881 1.52 198 6,071,587
55 20400000 18,079,910 2.15 280 8,595,031
56 16531250 18,238,963 2.16 282 8,643,073
57 17350000 21,459,074 2.49 324 9,943,287
58 16480000 19,616,591 2.28 298 9,122,526
59 15450000 17,219,505 2.10 274 8,393,025
60 13565000 12,168,392 1.72 224 6,857,040
61 14950000 14,936,741 1.99 259 7,951,195
62 13740000 12,743,414 1.75 228 6,991,518
63 11950000 11,672,812 1.63 212 6,511,873
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 105

64 12400000 12,581,261 1.69 220 6,740,312


65 18112500 18,921,333 2.23 290 8,901,804
66 20500000 21,864,793 2.50 326 9,978,980
67 32400000 25,364,110 2.77 361 11,053,456
68 16450000 16,916,383 2.06 268 8,211,469
69 17368000 17,115,984 2.10 273 8,369,679
70 11000000 11,329,541 1.59 207 6,335,913
71 18975000 14,595,586 1.98 258 7,895,436
72 11400000 13,198,067 1.79 233 7,155,709
73 28900000 26,161,656 2.90 378 11,601,016
74 15820000 17,367,920 2.11 275 8,424,474
75 14400000 16,573,077 2.14 278 8,527,310
76 27200000 32,011,819 3.29 429 13,152,050
77 27787500 27,485,888 3.10 404 12,378,751
78 15900000 14,899,374 1.91 249 7,626,672
79 10150000 8,777,050 1.37 179 5,478,107
80 18700000 16,113,365 2.13 278 8,516,505
81 14500000 15,455,435 1.95 254 7,787,583
82 12800000 9,004,881 1.33 173 5,312,759
83 11825000 12,560,444 1.75 228 7,000,586
84 30400000 31,777,596 3.45 450 13,787,590
85 7400000 4,932,062 0.91 119 3,638,939
86 11900000 11,215,178 1.58 206 6,306,779
87 13250000 13,190,843 1.81 236 7,247,934
88 18150000 15,639,522 2.15 280 8,584,999
89 21200000 26,640,208 2.88 375 11,507,248
90 24750000 25,829,384 2.92 381 11,668,158
91 16580000 15,958,708 2.11 275 8,431,226
92 4400000 5,789,259 0.98 127 3,902,956
93 28050000 21,772,610 2.60 339 10,402,288
94 12400000 12,459,670 1.75 229 7,004,638
95 12580000 14,120,860 1.97 257 7,865,144
96 16400000 15,434,020 2.01 262 8,025,669
97 11800000 12,440,536 1.66 217 6,647,894
98 14250000 14,240,097 1.86 242 7,412,124
99 14840000 14,403,609 1.92 251 7,687,448
100 3400000 6,606,303 1.14 148 4,546,985
101 10400000 9,270,679 1.41 184 5,629,564
102 26400000 20,061,677 2.33 303 9,299,450
103 9600000 9,066,415 1.38 180 5,528,271
104 20000000 16,512,258 2.02 263 8,054,803
105 11400000 11,444,048 1.65 215 6,600,046
106 25800000 22,786,636 2.61 339 10,404,024
107 11800000 10,169,355 1.48 192 5,898,328
108 15200000 14,430,839 1.92 250 7,676,643
109 13750000 13,420,622 1.82 237 7,266,842
110 12400000 11,084,436 1.57 205 6,276,873
111 7400000 8,741,396 1.38 179 5,494,121
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 106

112 33000000 24,243,549 2.76 360 11,034,548


113 9300000 9,112,759 1.62 212 6,485,054
114 28600000 28,605,699 3.17 413 12,668,352
115 11400000 11,779,843 1.61 210 6,435,083
116 32725000 26,349,673 2.95 385 11,788,359
117 9000000 9,495,874 1.44 187 5,738,382
118 10000000 11,701,976 1.65 215 6,575,928
119 9000000 8,024,444 1.30 169 5,195,259
120 12000000 12,196,257 1.74 226 6,937,688
121 12400000 11,941,890 1.64 214 6,561,844
122 15500000 14,282,897 1.94 253 7,762,887
123 10000000 12,519,895 1.79 233 7,130,627
124 8640000 9,804,922 1.48 193 5,918,393
125 10400000 9,228,278 1.40 182 5,582,294
126 19000000 18,837,019 2.22 290 8,877,108
127 11400000 11,119,687 1.55 202 6,204,328
128 12800000 11,947,670 1.64 214 6,564,159
129 13700000 11,805,472 1.70 221 6,783,530
130 11000000 9,488,259 1.52 198 6,068,500
131 16400000 15,183,161 2.05 267 8,177,512
132 24500000 25,629,382 2.84 370 11,348,652
133 10400000 8,953,145 1.44 188 5,770,602
134 27500000 27,240,335 3.00 391 11,973,580
135 12800000 11,947,670 1.64 214 6,564,159
136 13450000 14,619,758 2.09 272 8,340,738
137 16750000 16,271,874 2.09 272 8,328,776
138 8000000 9,297,842 1.43 186 5,706,354
139 26400000 19,627,460 2.43 317 9,715,233
140 10400000 9,253,224 1.40 183 5,601,974
141 14200000 13,845,740 1.91 249 7,630,917
142 29500000 21,388,124 2.43 316 9,685,714
143 13150000 14,740,035 1.88 245 7,508,787
144 21700000 22,971,355 2.68 350 10,718,128
145 9800000 10,710,557 1.53 199 6,094,932
146 14920000 20,205,561 2.68 349 10,703,079
15,818,313 15,617,985 2 260 7,956,467

Y (Produksi Maksimum) Est Anggaran Π Semula Π Maksimum ET EE EH


13,466,247 7,210,400 6,689,600 6,255,847 1.09 1.07 0.98
15,239,186 7,875,400 6,774,600 7,363,786 0.99 0.92 0.92
8,392,052 5,146,000 1,604,000 3,246,052 0.85 0.49 0.58
19,070,631 9,241,600 7,644,400 9,829,031 0.89 0.78 0.88
17,275,541 8,612,400 7,231,350 8,663,141 0.92 0.83 0.91
17,405,608 8,658,600 7,141,400 8,747,008 0.91 0.82 0.90
18,177,000 8,930,600 7,929,400 9,246,400 0.93 0.86 0.92
31,020,452 13,075,200 14,524,800 17,945,252 1.03 0.81 0.78
12,115,056 6,686,600 4,733,400 5,428,456 0.97 0.87 0.89
18,295,819 8,972,200 6,652,800 9,323,619 0.86 0.71 0.83
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 107

19,181,820 9,280,000 15,370,000 9,901,820 1.29 1.55 1.20


13,494,534 7,221,200 5,478,800 6,273,334 1.04 0.87 0.84
18,941,146 9,196,800 8,185,700 9,744,346 0.92 0.84 0.92
13,574,773 7,251,800 6,223,200 6,322,973 1.11 0.98 0.89
20,985,705 9,894,400 8,780,600 11,091,305 0.89 0.79 0.89
12,019,653 6,649,000 7,031,000 5,370,653 1.21 1.31 1.09
12,155,719 6,702,600 5,097,400 5,453,119 1.00 0.93 0.93
7,385,564 4,697,800 3,102,200 2,687,764 1.16 1.15 1.00
31,675,683 13,271,600 11,878,400 18,404,083 0.90 0.65 0.71
17,663,747 8,750,000 6,590,000 8,913,747 0.88 0.74 0.84
6,137,625 4,116,800 683,200 2,020,825 0.81 0.34 0.42
9,990,889 5,827,600 2,972,400 4,163,289 0.98 0.71 0.73
17,946,282 8,849,600 9,150,400 9,096,682 1.02 1.01 0.99
14,935,670 7,763,200 6,474,300 7,172,470 1.14 0.90 0.79
13,743,034 7,315,800 7,174,200 6,427,234 1.14 1.12 0.98
18,275,239 8,965,000 6,475,000 9,310,239 0.86 0.70 0.81
24,328,203 10,994,400 11,785,600 13,333,803 0.94 0.88 0.94
11,677,396 6,513,400 3,686,600 5,163,996 0.93 0.71 0.77
11,758,916 6,545,800 2,494,200 5,213,116 1.03 0.48 0.47
11,136,626 6,296,800 3,653,200 4,839,826 0.96 0.75 0.79
11,196,679 6,321,000 1,679,000 4,875,679 0.78 0.34 0.44
23,038,976 10,575,600 10,599,400 12,463,376 0.93 0.85 0.91
12,367,282 6,785,600 5,414,400 5,581,682 1.02 0.97 0.95
14,142,899 7,467,000 7,383,000 6,675,899 1.12 1.11 0.99
18,180,424 8,931,800 6,653,200 9,248,624 0.87 0.72 0.83
15,890,407 8,114,000 6,786,000 7,776,407 1.11 0.87 0.79
11,248,368 6,341,800 3,658,200 4,906,568 0.91 0.75 0.82
18,112,542 8,908,000 7,123,250 9,204,542 0.89 0.77 0.87
18,375,919 9,000,200 8,110,800 9,375,719 0.94 0.87 0.93
10,841,202 6,177,200 2,922,800 4,664,002 0.86 0.63 0.73
17,924,109 8,841,800 8,220,700 9,082,309 0.95 0.91 0.95
13,538,045 7,237,800 6,487,200 6,300,245 1.09 1.03 0.94
23,440,692 10,706,800 13,193,200 12,733,892 1.03 1.04 1.01
14,042,095 7,429,000 7,186,000 6,613,095 1.15 1.09 0.94
19,841,116 9,506,400 10,811,100 10,334,716 1.03 1.05 1.02
16,944,611 8,494,400 10,023,100 8,450,211 1.13 1.19 1.05
24,472,273 11,040,800 8,209,200 13,431,473 0.93 0.61 0.65
21,480,982 10,060,400 10,114,600 11,420,582 0.94 0.89 0.94
27,703,678 12,062,000 22,338,000 15,641,678 1.25 1.43 1.14
19,056,746 9,236,800 8,278,200 9,819,946 0.93 0.84 0.91
12,717,737 6,922,200 5,377,800 5,795,537 1.03 0.93 0.90
18,307,256 8,976,200 8,603,800 9,331,056 0.97 0.92 0.95
24,492,164 11,047,200 3,952,800 13,444,964 0.71 0.29 0.41
11,129,188 6,293,800 3,506,200 4,835,388 0.98 0.73 0.74
18,117,103 8,909,600 11,490,400 9,207,503 1.13 1.25 1.11
18,259,236 8,959,400 7,571,850 9,299,836 0.91 0.81 0.90
22,223,416 10,307,200 7,042,800 11,916,216 0.81 0.59 0.73
19,694,963 9,456,400 7,023,600 10,238,563 0.84 0.69 0.82
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 108

17,522,963 8,700,200 6,749,800 8,822,763 0.90 0.77 0.85


13,198,890 7,108,000 6,457,000 6,090,890 1.11 1.06 0.95
16,243,516 8,242,200 6,707,800 8,001,316 1.00 0.84 0.84
13,563,227 7,247,400 6,492,600 6,315,827 1.08 1.03 0.95
12,276,921 6,750,200 5,199,800 5,526,721 1.02 0.94 0.92
12,884,963 6,987,000 5,413,000 5,897,963 0.99 0.92 0.93
19,030,140 9,227,600 8,884,900 9,802,540 0.96 0.91 0.95
22,335,342 10,344,200 10,155,800 11,991,142 0.94 0.85 0.90
25,778,527 11,458,000 20,942,000 14,320,527 1.28 1.46 1.14
16,993,853 8,512,000 7,938,000 8,481,853 0.97 0.94 0.96
17,454,666 8,676,000 8,692,000 8,778,666 1.01 0.99 0.98
11,814,362 6,567,800 4,432,200 5,246,562 0.97 0.84 0.87
16,084,038 8,184,400 10,790,600 7,899,638 1.30 1.37 1.05
14,011,894 7,417,600 3,982,400 6,594,294 0.86 0.60 0.70
27,586,539 12,025,600 16,874,400 15,560,939 1.10 1.08 0.98
17,615,086 8,732,800 7,087,200 8,882,286 0.91 0.80 0.88
17,917,289 8,839,400 5,560,600 9,077,889 0.87 0.61 0.70
32,892,933 13,633,400 13,566,600 19,259,533 0.85 0.70 0.83
30,213,896 12,831,800 14,955,700 17,382,096 1.01 0.86 0.85
15,321,722 7,905,800 7,994,200 7,415,922 1.07 1.08 1.01
9,634,603 5,678,600 4,471,400 3,956,003 1.16 1.13 0.98
17,885,468 8,828,200 9,871,800 9,057,268 1.16 1.09 0.94
15,776,853 8,072,600 6,427,400 7,704,253 0.94 0.83 0.89
9,229,381 5,507,200 7,292,800 3,722,181 1.42 1.96 1.38
13,587,897 7,256,800 4,568,200 6,331,097 0.94 0.72 0.77
35,142,808 14,292,200 16,107,800 20,850,608 0.96 0.77 0.81
5,429,507 3,772,120 3,627,880 1,657,387 1.50 2.19 1.46
11,738,269 6,537,600 5,362,400 5,200,669 1.06 1.03 0.97
14,265,734 7,513,200 5,736,800 6,752,534 1.00 0.85 0.85
18,087,461 8,899,200 9,250,800 9,188,261 1.16 1.01 0.87
27,274,436 11,928,400 9,271,600 15,346,036 0.80 0.60 0.76
27,810,644 12,095,200 12,654,800 15,715,444 0.96 0.81 0.84
17,634,885 8,739,800 7,840,200 8,895,085 1.04 0.88 0.85
5,989,737 4,045,800 354,200 1,943,937 0.76 0.18 0.24
23,674,917 10,783,000 17,267,000 12,891,917 1.29 1.34 1.04
13,598,924 7,261,000 5,139,000 6,337,924 1.00 0.81 0.81
15,997,591 8,153,000 4,427,000 7,844,591 0.89 0.56 0.63
16,457,222 8,319,400 8,080,600 8,137,822 1.06 0.99 0.93
12,637,959 6,891,200 4,908,800 5,746,759 0.95 0.85 0.90
14,720,870 7,683,400 6,566,600 7,037,470 1.00 0.93 0.93
15,493,175 7,968,800 6,871,200 7,524,375 1.03 0.91 0.89
7,419,971 4,713,400 -1,313,400 2,706,571 0.51 -0.49 -0.94
10,010,123 5,835,600 4,564,400 4,174,523 1.12 1.09 0.97
20,232,563 9,639,800 16,760,200 10,592,763 1.32 1.58 1.20
9,758,523 5,730,600 3,869,400 4,027,923 1.06 0.96 0.91
16,541,040 8,349,600 11,650,400 8,191,440 1.21 1.42 1.17
12,510,614 6,841,600 4,558,400 5,669,014 1.00 0.80 0.81
23,680,458 10,784,800 15,015,200 12,895,658 1.13 1.16 1.03
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 109

10,686,506 6,114,200 5,685,800 4,572,306 1.16 1.24 1.07


15,462,655 7,957,600 7,242,400 7,505,055 1.05 0.97 0.92
14,317,938 7,532,800 6,217,200 6,785,138 1.02 0.92 0.89
11,660,307 6,506,600 5,893,400 5,153,707 1.12 1.14 1.02
9,674,112 5,695,200 1,704,800 3,978,912 0.85 0.43 0.51
25,716,725 11,438,400 21,561,600 14,278,325 1.36 1.51 1.11
12,206,093 6,722,400 2,577,600 5,483,693 1.02 0.47 0.46
31,209,544 13,132,000 15,468,000 18,077,544 1.00 0.86 0.86
12,074,433 6,670,600 4,729,400 5,403,833 0.97 0.88 0.90
28,213,139 12,219,800 20,505,200 15,993,339 1.24 1.28 1.03
10,282,449 5,948,400 3,051,600 4,334,049 0.95 0.70 0.74
12,446,568 6,816,600 3,183,400 5,629,968 0.85 0.57 0.66
8,944,481 5,385,400 3,614,600 3,559,081 1.12 1.02 0.91
13,417,047 7,191,600 4,808,400 6,225,447 0.98 0.77 0.79
12,409,209 6,802,000 5,598,000 5,607,209 1.04 1.00 0.96
15,706,753 8,047,000 7,453,000 7,659,753 1.09 0.97 0.90
13,943,084 7,391,600 2,608,400 6,551,484 0.80 0.40 0.50
10,737,510 6,135,000 2,505,000 4,602,510 0.88 0.54 0.62
9,892,481 5,786,600 4,613,400 4,105,881 1.13 1.12 1.00
18,956,163 9,202,000 9,798,000 9,754,163 1.01 1.00 1.00
11,471,808 6,431,400 4,968,600 5,040,408 1.03 0.99 0.96
12,415,348 6,804,400 5,995,600 5,610,948 1.07 1.07 1.00
13,000,941 7,031,800 6,668,200 5,969,141 1.16 1.12 0.96
11,121,256 6,290,600 4,709,400 4,830,656 1.16 0.97 0.84
16,895,409 8,476,800 7,923,200 8,418,609 1.08 0.94 0.87
26,748,884 11,764,000 12,736,000 14,984,884 0.96 0.85 0.89
10,363,486 5,981,800 4,418,200 4,381,686 1.16 1.01 0.87
28,836,589 12,411,800 15,088,200 16,424,789 1.01 0.92 0.91
12,415,348 6,804,400 5,995,600 5,610,948 1.07 1.07 1.00
17,370,107 8,646,000 4,804,000 8,724,107 0.92 0.55 0.60
17,335,191 8,633,600 8,116,400 8,701,591 1.03 0.93 0.91
10,202,079 5,915,200 2,084,800 4,286,879 0.86 0.49 0.57
21,512,121 10,070,800 16,329,200 11,441,321 1.35 1.43 1.06
9,941,410 5,807,000 4,593,000 4,134,410 1.12 1.11 0.99
15,333,679 7,910,200 6,289,800 7,423,479 1.03 0.85 0.83
21,420,536 10,040,200 19,459,800 11,380,336 1.38 1.71 1.24
14,990,724 7,783,600 5,366,400 7,207,124 0.89 0.74 0.83
24,688,834 11,110,400 10,589,600 13,578,434 0.94 0.78 0.83
11,189,229 6,318,000 3,482,000 4,871,229 0.91 0.71 0.78
24,640,247 11,094,800 3,825,200 13,545,447 0.74 0.28 0.38
16,555,197 8,247,665 7,570,648 8,307,532 1.01 0.90 0.86
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 110

PETA WILAYAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Keterangan

Kec. Tinombo
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 111

Keterangan

Kec. Tinombo
Kecamatan Moutong
Kec. Tomini
Kec. Parigi / Ampibabo
Kec. Sausu

PETA WILAYAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Keterangan

Kec. Tinombo
Kecamatan Moutong
Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 112

Kec. Tomini
Kec. Parigi / Ampibabo
Kec. Sausu