Anda di halaman 1dari 13

ASKEP PADA ANAK DAN REMAJA DENGAN

HIV/AIDS

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Keperawatan HIV/AIDS

Disusun oleh :

kelompok 3

Ahmad Syaifudin SK117002


Dian Fazira K. SK117008
Ifah Dwi Rahayu SK117014
Nadya Yulistiana SK117022
Rini Puji A. SK117028
Uswatun Hasanah SK117034

Program Sarjana Studi Ilmu Keperawatan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Maret 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat
Rahmat dan Karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul

“Askep Pada Anak Dan Remaja Dengan HIV/AIDS” makalah ini


merupakan makalah yang disiapkan untuk membantu kami dalam
pembelajaran.

Makalah ini disusun berdasarkan materi-materi yang kami cari dari


berbagai sumber. Ucapan terimakasihpun kami ucapkan kepada kelompok
kami yang telah bekerjasama untuk pembuatan makalah ini. Serta sumber-
sumber dari buku-buku yang ada diperpustakaan. Kami menyadari bahwa
makalah ini belum sempurna, masih banyak kekurangan yang harus kami
perbaiki, oleh karena itu kami meminta saran dan kritikannya yang
membangun dari pembaca semua untuk menyempurnakan makalah ini.

Kendal, 24 maret 2020


Penyusun

Kelompok 3

1
A. ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN DIAGNOSA MEDIS
HIV/AIDS
……………..
1. PENGKAJIAN
a. Identitas klien
Nama : An. Y
Umur : 16 tahun
Ruang : Mawar
Masuk Rumah Sakit : 24 maret 2020
Tangal pengkajian : 24 maret 2020
Dx. Medis : HIV / AIDS
b. Keluhan utama
Saat masuk rumah sakit : klien dibawa kerumah sakit dengan
keluhan diare lebih dari 1 bulan
Saat pengkajian : klien mengatakan mudah lelah,demam , letih,
lesu , dan berkeringat pada malam hari.
c. Riwayat penyakit sekarang Sejak 1 bulan yang lalu klien
mengalami diare disertai demam dan dibawa ke rumah sakit.
Pada saat pengkajian klien mengatakan kelelahan dan
badannya letih lesu.
d. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum : terlihat lelah ,letih , lesu
Keadaan sakit : klien sering berkeringat pada malam hari
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 82 x/ menit
Respirasi : 26 x/ menit
Suhu : 39 ◦c

2
b. ANALISA DATA

No Data Etiologi Problem


1 Ds : Kehilangan cairan aktif Defisien volume cairan
pasien mengeluh diare lebih dari 1 bulan, , dan berkeringat
pada malam hari
Do :
 Turgor kulit buruk
 Mukosa kering
 TD : 110/70
 N : 82x/menit
 RR : 26x/menit

2 Ds : Dehidrasi Hipertermia
pasien mengeluh demam, mudah lelah, lesu (00007)
Do :
 S : 39o c
 Kulit terasa hangat

9
3 Ds : Kurang Informasi Defisien Pengetahuan
pasien memerlukan informasi mengenai
penyakit dan obat yang harus dikonsumsi
Do :
 Kurang pengetahuan
 Kurangnya sumber informasi tentang penyakit dan
obat
4 Ds : Proses penyakit Diare
Pasien mengatakan diare lebih dari 1 bulan
Do :
Pasien terlihat lelah, letih dan lesu.
5 Ds : Gangguan tidur Keletihan
Pasien mengatakan lelah, letih dan lesu.
Do :
pasien terlihat lelah dan tidak berdaya.

10
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Defisien volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif


2. Hipertermia berhubungan dengan dehidrasi
3. Defisien pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi
4. Diare berhubungan dengan proses penyakit
5. Keletihan berhubungan dengan gangguan tidur

c. INTERVENSI KEPERAWATAN

DIAGNOSA KRITERIA HASIL INTERVENSI


Defisien volume cairan Keseimbangan cairan Manajemen Diare
berhubungan dengan kehilangan Setelah dilakukan tindakan 1 x 24 jam  Monitor kulit perineum terhadap adanya iritasi dan
cairan aktif (00025) diharapkan volume cairan adekuat ulserasi
dengan criteria hasil :  Amati turgor kulit secara berkala serta ukur output
 Keseimbangan intake dan output pencernaan
dalam 24 jam (dipertahankan  Berikan makan dalam porsi kecil dan lebih sering
pada 2 ditingkatkan ke 3) serta tingkatkan porsi secara bertahap
 Turgor kulit (dipertahankan  Instruksikan pasien atau keluarga untuk mencatat

11
pada 1 ditingkatkan pada 2) warna, volume, frekuensi dan konsistensi tinja
 Kelembapan membrane mukosa  Kolaborasi dengan dokter jika terjadi peningkatan
(dipertahankan pada 2 frekuensi atau suara perut
ditingkatkan ke 3)

Hipertermia berhubungan Termoregulasi Pengaturan Suhu


dengan dehidrasi Setelah dilakukan tindakan keperawatan  Monitor suhu paling tidak setiap 2 jam, sesuai
(00007) selama 1 x 24 jam diharapkan suhu kebutuhan
tubuh normal dengan criteria hasil :  Berikan medikasi yang tepat untuk mencegah atau
 Berkeringat saat panas mengontrol menggigil
(dipertahankan dari 3  Tingkatkan intake cairan dan nutrisi adekuat
ditingkatkan ke 4)  Instruksikan keluarga untuk menyesuaikan suhu
 Menggigil saat dingin lingkungan untuk kebutuhan pasien
(dipertahankan pada 3  Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian
ditingkatkan ke 4) antipiretik
 Peningkatan suhu kulit
(dipertahankan pada 2
ditingkatkan pada 3)

12
 Hidrasi (dipertahankan pada 2
ditingkatkan pada 3)
Defisien pengetahuan Pengetahuan : pengobatan Pendidikan Kesehatan
berhubungan dengan kurang setelah diakukan tindakan keperawatan  Identifikasi factor interna atau eksternal yang dapat
informasi (00126) selama 3 x 24 jam diharapkan meningkatkan atau mengurangi motivasi untuk
pengetahuan bertambah dengan criteria berperilaku sehat
hasil :  Berikan ceramah untuk menyampaikan informasi
 Nama obat yang benar daam jumlah besar pada saat yang tepat
(dipertahankan pada 1  Libatkan individu keluarga dan kelompok dalam
ditingkatkan ke 3) perencanaan dan rencana impementasi gaya hidup
 Efeksamping obat atau modifikasi perilaku kesehatan
(dipertahankan pada 1  Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk menolak
ditingkatkan ke 3) perilaku yang tidak sehat atau beresiko daripada
 Penggunaan yang benar dari memeberikan saran untuk menghindari atau merubah
obat yang diresepkan perilaku
(dipertahankan pada 1  Kolaborasi dengan keluarga untuk membantu proses
ditingkatkan ke 3) berjalannya kegiatan
 Penyimpanan obat yang benar

13
(dipertahankan pada 1
ditingkatkan ke 3)
Diare berhubungan dengan Tingkat kenyamanan Manjemen diare
proses penyakit (00013) Setelah diberikan tidakan keperawatan O : monitor tanda dan gejala diare
selama 1 x 8 jam diharapkan diare N : ajari pasien cara penggunaan obat antidiare secara tepat
berkurang dengan kriteria hasil : E : Intruksikan pasien atau anggota keluarga untuk mencatat
 Nyeri dipertahankan pada 3 warna volume frekuensi dan konsistensi tinja
ditingkatkan ke 4 C : konsultasikan dengan dokter jika tanda dan gejala diare
 Cemas dipertahankan pada 3 menetap
ditingkatkan ke 4
 Menderita dipertahankan pada 4
ditingkatkan ke 5
 Diare dipertahankan pada 3
ditingkatkan ke 4
Keletihan berhubungan dengan Istirahat Tidur
gangguan tidur (00093) Setelah diberikan tindakan selama 1 x O : monitor atau catat pola tidur pasien dan jumlah jam tidur
24 jam diharapkan tampak segar N : jelaskan pentingnys tidur yang cukup sesuai kebutuhan,
setekah istirahat dengan kriteria hasil : penyakit, tekanan psikososial dan

14
 Pola istirahat (dipertahankan lain-lain
pada 3 ditingkatkan ke 4) E : ajarakan pasien bagaimana melakukan relaksasi otot
 Kualitas kstirahat autogenik atau bentuk nonfarmakologi lainnya untuk
(dipertahankan pada 3 memancing tidur.
ditingkatkan ke 5) C : kolaborasi dengan keluarga pasien untuk kebutihan tidur
 Beristirahat secara fisik pasien.
(dipertahankan pada 3
ditingkatkan ke 4)
 Tampak segar setelah istirahat
(dipertahkan pada 3 ditingkatkan
ke 4)

15
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Infeksi HIV/AIDS pertama kali dilaporkan di Amerika pada
tahun 1981 pada orang dewasa homoseksual, sedangkan pada
anak tahun 1983. Enam tahun kemudian (1989), AIDS sudah
termasuk penyakit yang mengancam anak di Amerika. Di
seluruh dunia, AIDS menyebabkan kematian pada lebih dari
8000 orang setiap hari saat ini, yang berarti 1 orang setiap 10
detik, karena itu infeksi HIW dianggap sebagai penyebab
kematian tertinggi akibat satu jenis agen infeksius. AIDS
(Aquired immuno deficiency syndrom ) merupakan kumpulan
gejala akibat melemahnya daya tahan tubuh sebagai akibat dari
infeksi virus HIV. Virus ini mempunyai sistem kerja menyerang
jenis sel darah putih yang menangkal infeksi. Sehingga pada
ornag yang mengidap HIV/AIDS akan mudah terserang infeksi
atau virus dari luar. Cara paling efektiv dan efisien untuk
menanggulangi infeksi HIV pada anak secara universal adalah
dengan mengurangi penularan dan ibu ke anaknya (mother-to-
childtransmision (MTCT )). Upaya pencegahan transmisi HIV
pada anak menurut WHO dilakukan melalui 4 strategi, yaitu :
1. Mencegah penularan HIV pada wanita usia
subur
2. Mencegah kehamilan yang tidak
direncanakan pada wanita HIV
3. Mencegah penularan HIV dan ibu HIV
hamil ke anak yang akan dilahirkannya dan
memberikan dukungan.
4. Layanan dan perawatan berkesinambungan
bagi pengidap HIV

14
15
Daftar Pustaka

Moorhead, Johnson, Maas, Swanson. (2008). Nursing Outcome


Classification (N0C) (5th Ed). United State America. Mosby Elsevier.

Bulechek, Butcher, Dochterman, Wagner. (2008). Nursing Intervention


Classification (NIC) (5th Ed). United State America. Mosby Elsevier.

Nanda International. (2015). Diagnosa Keperawatan. Definisi dan


Klasifikasi : 2015-2017 (10th ed). Jakarta : EGC