Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN UKS DENGAN DIARE

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keselamatan Pasien dan
Keselamatan Kesehatan Kerja dalam Keperawatan

Kelompok IV

1. Era Rismatika P D (SK117011)


2. Fina Khusnul K (SK117013)
3. Rifda Husna (SK117027)
4. Rizky Maulana A (SK117029)
5. Sri Mulyani (SK117032)
6. Uswatun Hasanah (SK117034)

Program Studi Ilmu Keperawatan


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
2020
KATA PENGANTAR

Kami mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang


Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul “Makalah Asuhan
Keperawatan Anak Dengan Autisme” ini dengan baik. Makalah ini tidak
dapat selesai tanpa dukungan moral dan materi yang diberikan dari berbagai
pihak, maka penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Allah SWT. Yang telah meridhoi pembuatan makalah dengan baik.

2. Ns. Qurrotil Aeni,S.Kep.,M.Kep. dan tim selaku dosen pengampu


Keselamatan Pasien dan Keselamatan Kesehatan Kerja dalam
Keperawatan
3. Orang tua penulis yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
4. Teman- teman penulis yang telah memberikan bantuan kepada
penulis.
5. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang
telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan
makalah ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari


sempurna. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun dari rekan-
rekan pembaca sangat dibutuhkan demi penyempurnaan makalah ini.

Kendal, 05 April 2020

Kelompok IV
A. Kasus
An.L usianya 8 tahun, dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan
merupaka anak tunggal dari pasangan Tn.I dan Ny.Z. An.L
merupakan salah satu siswa di SD 1 Rindu Sekali. Kesukaan An.L
yaitu makan mie dan hampir setiap hari dibuatkan oleh ibunya
karena dia tidak mau makan jika tida makan mie. An.L juga sangat
suka sekali jajan, jajanan disekolahnya juga bermacam-macam.
An.L merasa perutnya sakit saat akan berangkat sekolah pagi hari
dan setelah sampai sekolah mengalami diare beberapa kali sampai
˃3x. Guru yang melihatnya langsung membawanya ke UKS dan
memberikannya obat untuk memberhentikan diarenya, namun diare
tak kunjung berhenti dan akhirnya An.L di bawa kerumah untuk
istirahat dan Ibu An.L membawanya ke pelayanan kesehatan untuk
diperiksa.
B. Pengkajian
1. Identitas Pasien
Nama : An. L
Umur : 8 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/Tgl Lahir : Kendal/ 04 Januari 2012
Status Marital : Belum Menikah
Nama Ayah/Ibu : Tn. I / Ny. Z
Pekerjaan Ayah : Buruh
Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Ayah : SD
Pendidikan Ibu : SD
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
2. Keluhan Utama
Keluhan utama masalah kesehatan yang dialami oleh An. L
adalah BAB encer lebih dari 3x dalam watu 1 jam.
3. Riwayat Kesehatan sekarang : Ibu An.L mengtakan jika saat
sekolah pagi tadi dapat kabar dari gurunya kalau An.L mengalami
diare sudah bolak balik kekamar mandi dan sudah sempat di bawa
ke UKS dan diberikan obat namun diare tak kunjung berhenti.
Dan siang sepulang dari sekolah An.L mencret lagisebanyak
lebih dari 3x dengan konsistensi cair ada ampasnya awalnya
namun lama kelamanaan setelah beberapa kali BAB menjadi
sangat cair. Sempat terjatuh di kamar mandi karena berjalan
sendiri dan An.L tidak mampu menopang badannya sendiri
sehingga terjatuh dikamar mandi. Ibu tida langsung membawa
An.L ketenaga kesehatan terdekat karena dikira jika diberikan
obat warung akan sembuh.
4. Riwayat kesehatan dahulu (dalam kandungan) : Ibu An.L
mengatakan jika dulu An.L juga sudah pernah mengalami
penyakit seperti ini namun tidak separah ini dan dibelikan obat
warung saja sudah sembuh, itu terjadi ± 1 tahun yang lalu.
5. Riwayat kesehatan keluarga: Ibu An.L mengatakan dalam
keluarga inti saat ini tidak ada yang menderita sakit dengan
penyakit yang sama.

6. Genogram
Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Tinggal 1 rumah
: Keturunan
: Pernikahan
: Klien

An. L adalah anak pertama dari pasangan Tn.I dan Ny.Z, An.L
tinggal bersama kedua orang tuannya yaitu ayah dan ibunya.

7. Kebutuhan dasar
a. Pola makan
1) Sebelum sakit : Ibu An.L mengatakan bahwa pola makan
An. L baik, sehari makan 3x, dengan frekuensi 1
mangkuk piring sedang. Dan sering mengemil dengan
membeli jajanan diluar. Kesukaan makanan An.L
biasanya selalu maka mie dan selalu di buatkan oleh ibu.
Di sekolahanpun sering jajan da walaupun kebersihan
kantin kurang baik, banyak makanan yang dihinggapi
lalat.
2) Saat sakit : Ibu An.L mengatakan saat sakit ini klien
tidak mau makan karena badan yang terlalu lemas dan
hanya mau minum saja.
b. Pola tidur
1) Sebelum sakit : An.L tidak memiliki kebiasaan bercerita
sebelum tidur. Ibu klien mengatakan jika sebelum tidur
malam hari An. L minum susu. Tidur An. L dirasa cukup
baik tidak ada masalah dan tidak ada gangguan apapun
saat klien tertidur. An.L memiliki kebiasaan tidur siang
biasanya dari jam 12.00an sampai jam 13.00. untuk
malah hari An.L mulai tidur dari jam 21.00 dan pagi
bangun jam 06.00. Jadi untuk pola tidur An.L dirasa
sudah mencukupi karena lebih dari 8 jam/harinya.
c. Mandi
1) Sebelum sakit : An. L mandi 2x dalam sehari. Setiap ibu
klien memandikan, klien selalu diberikan sabun, shampo
dan menyikat gigi.
2) Saat sakit : Ibu An.L mengatakan jika saat sakit ini An.L
hanya di basuh dengan menggunakan air hangat.
d. Aktivitas bermain
1) Sebelum sait : Ibu An.L mengatakan dalam
kesehariannya An.L anak yang super aktif, selalu
bermain dengan teman-temannya dengan riang.
2) Saat sakit : Ibu An.L mengatakan jika aktivitas bermain
berkurang anak tidak mampu berdiri dengan tegap
bahkan saat berjalan sendiri ke kamar mandi An.L
sempat terpeleset karena tida mampu menopang
tubuhnya sendiri.
e. Eliminasi
1) Sebelum sakit : Ibu An.T mengatakan kebiasaan BAK
dalam kesehariannya An.T 4-5x dalam sehari.
Konsistensi urin berwarna kuning, dengan bau yang
khas, kira-kita ±1000 cc/hari. Untuk BAB klien dalam
sehari 1x sehari dengan konsistensi lembek wakna
kuning kecoklatan dengan bau yang khas, Ibu An.T juga
mengatakan tidak ada masalah gangguan saat BAB.
2) Saat sakit : Ibu An.T mengatakan jika BAB bertambah
sering ˃ 3 x selama kurang lebih dalam waktu 1 jam
dengan konsistensi awalnya ada ampas dan lama
kelamaan hanya air saja yang keluar.
f. Pengobatan
Sebelumnya diberi obat di UKS oleh guru sekolahnya dan
sampai dirumah diberikan obat di warung namun belum
terjadi perubahan.
g. Keadaan kesehatan saat ini
Diagnosa medis : Diare

8. Pemeriksaan fisik

No. Pemeriksaan Hasil


1. Tanda-tanda vital
Suhu 37,8°C
RR 20x/menit
Nadi 89x/menit
2. Kepala leher
Kepala Bentuk kepala bulat, tidak ada
edema, tiak ada nyeri tekan

Mata Kelopa mata membuka, mata tampak


cekung, tidak ada edema dan tida ada
nyeri tekan

Hidung Tidak ada polip atau benda asing,


keadaannya cukup bersih, secret tida
ada, sangat peka terhadap aroma.

Mulut Mukosa kering, tanpak pucat, dalam


mulut tampak beberapa gigi karies.

Tenggorokan Reflek menelan baik, tidak ada


infeksi, tidak ada nyeri, tidak ada
edema.

Vena jugularis Tida ada pembesaran vena jugularis


Kelenjar limfe Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
3. Thorax/paru Retraksi dinding dada tida ada,
penggunaan otot-otot pernafasan
tidak ada,tidak ada edema, tidak ada
nyeri tekan, suara vesikuler reguer,
tidak terdengar bunyi ronkhi , tidak
terdengar bunyi whezing.
4. Jantung Tidak ada edema, tidak ada nyeri
dada, tidak ada nyer tekan, suara
jantung S1&S2 reguler.
5. Abdomen Tida ada edema, tidak ada nyeri
tekan, bentuk abdomen normal, suara
bising usus 15x/menit.
6. Genitalia & anus Penis menonjol, keadaan genitalia
cukup bersih, tidak ada edema, Anus
tampa merah dan terdapar sedikit
sisa tinja, tidak ada hemoroid.
7. Ekstremitas Kekuatan sangat lemah, pergerakan
sangat terbatas,terdapat luka lebam
karena terpeleset jatuh di kamar
mandi bagian lutut kanan.
C. Analisa data

No. Data Masalah Etiologi


1. DS: Defisien
Ibu An.L mengatakan jika pengetahuan
tida langsung membawa (00126).
anaknya ke pelayanan
kesehatan terdekat karena
biasanya hanya diberikan
obat warung sudah akan
sembuh.
DO:
- An. T tampak pucat.
- Saat Ibu ditanya soal
bahayanya jika kejadian
pada An.L tida segera
ditangani apa, ibu tampak
bingung, dan menjawab
tida tau.

2. DS: Resiko jatuh


Ibu klien mengatakan An.L (00155)
jatuh terpeleset dikamar
mandi karena tida mampu
menahan beban tubuhnya
akibat tubuhnya terasa sangat
lemah.
DO:
- Tampa terdapat lebam
pada lutut bagian kanan.
- Tampak lemas dan sudah
tidak mampu menopang
badannya.
3. DS: Resiko
Ibu klien mengatakan jika ketidakseimbangan
kata guru sekolahnya An.L elektrolit (00195).
diare di sekolahan sudah
lebih dari 3 kali dan sudah
diberikan obat di UKS namun
belum ada perubahan,
Ibu klien mengatakan jika
sampai dirumahpun An.L
diare masih berlangsung
sebanyak lebih dari 5 kali.
DO:
- Tampak An.L lemas saat
berjalan.
- Tampak mukosa bibir
kering dan pucat.
- Kelopak mata tampak
cekung.

D. Diagnosa keperawatan
1. Defisien pengetahuan b/d (00126).
2. Resiko jatuh b/d (00155)
3. Resiko ketidakseimbangan elektrolit b/d (00195).
E. Diagnosa prioritas
1. Resiko ketidakseimbangan elektrolit b/d (00195).
2. Resiko jatuh b/d (00155)
3. Defisien pengetahuan b/d (00126
F. Intervensi

No. Diagnosa Keperawatan NOC NIC


1. Resiko ketidak seimbangan Setelah dilakukan asuhan Manajemen nutrisi (1100):
elektrolit b/d Diare (00195). keperawatan diharapkan risiko O: Monitor kecenderungan
ketidakseimbangan elektrolit terjadinya penurunan dan
kembali normal dengan: kenaikan berat badan.
NOC: N: Bantu pasien untuk
Status nutrisi: Asupan makanan mengakses program-program
dan cairan (1008). gizi komunitas (misalnya,
Kriteria hasil: perempuan, bayi, dan anak,
1. Asupan makanan secara kupon makanan, dan makanan
oral dipertahankan pada yang diantar kerumah).
sedikit adekuat (2) E: Instruksikan pasien
ditingkatkan ke sebagian mengenai kebutuhan nutrisi
besar adekuat (4). (yaitu: membahas pedoman
2. Asupan cairan secara diet dan piramida makanan).
oral dipertahankan pada C: Anjurkan keluarga untuk
sedikit adekuat (2) untuk membawa makanan
ditingkatkan ke sebagian favorit pasien sementara
besar adekuat (4). (pasien) berada dirumah sakit
atau fasilitas perawatan yang
sesuai.
2. Resiko jatuh b/d ganggaun Setelah dilakukan asuhan Pengaturan posisi (0840):
keseimbangan (00155) keperawatan diharapkan risiko O: Monitor peralatan traksi
jatuhtidak terjadi dengan: terhadap penggunaan yang
NOC: sesuai.
Perilaku pencegahan jatuh N: Posisikan (pasien) sesuai
(1909). dengan kesejajaran tubuh yang
Kriteria hasil: tepat.
1. Menempatkan E: Instruksikan pasien
penghalang untuk bagaimana menggunakan
mencegah jatuh postur tubuh dan mekanika
dipertahankan pada tubuh yang baik ketika
jarang menujukkan (2) beraktiviyas.
ditingkatkan ke sering C: Kembangkan jadwal tertulis
menunjukkan (4). terkait dengan reposisi (tubuh)
2. Menggunakan pegangan pasien.
seperti yang diperlukan
dipertahankan pada
jarang menujukkan (2)
ditingkatkan ke sering
menujukkan (4).
3. Menggunakan alat bantu
dengan benar
dipertahankan pada
jarang menujukkan (2)
ditingkatkan ke sering
menujukkan (4).
3. Defisien pengetahuan b/d Setelah dilakukan asuhan Pengajaran: Peresepan diet
kurang sumber pengetahuan keperawatan diharapkan (5614).
(00126 defisien pengetahuan menjadi O: Kaji pola makan pasien saat
meningkat dengan: ini dan sebelumnya, termasuk
NOC: makanan yang disukai dan
Pengetahuan diet yang sehat pola makan saat ini.
(1854). N: Bantu pasien untuk memilih
Kriteria hasil: makanan kesukaan yang sesuai
1. Intake cairan yang sesuai dengan diet yang disarankan.
dengan kebutuhan E: Ajarkan psien nama-nama
metabolic dipertahankan makanan yang sesuai dengan
pada pengetahuan diet yang disarankan.
terbatas (2) ditingkatkan C: Rujuk pasien ke ahli gizi
ke pengetahuan banyak jika diperlukan.
(4). Libatkan pasien dan keluarga.
2. Makanan sesuai pedoman
gizi dipertahankan pada
pengetahuan terbatas (2)
ditingkatkan ke
pengetahuan banyak (4).
3. Pedoman untuk porsi
makanan dipertahankan
pada pengetahuan
terbatas (2) ditingkatkan
ke pengetahuan banyak
(4).

G. Implementasi Keperawatan

Hari/tanggal Diagnosa Implementasi Evaluasi Paraf


Jam keperawatan
Sabtu Resiko 1. Melaukan monitor kecenderungan S:
05/04/2020 ketidakseimbangan terjadinya penurunan dan kenaikan Ibu klien mengatakan jika An.L
elektrolit b/d Diare berat badan. tidak mau makan, karena
08. 30 WIB (00195). 2. Membantu pasien untuk mengakses cenderung ke sakit perutnya, dan
program-program gizi komunitas hanya minumair putih saja
(misalnya, perempuan, bayi, dan sehingga BAB yang keluar berupa
anak, kupon makanan, dan cairan.
makanan yang diantar kerumah). O:
3. Melakukan instruksi pada pasien - Tampak terpasang cairan
mengenai kebutuhan nutrisi (yaitu: elektrolit.
membahas pedoman diet dan - Tapak pucat
piramida makanan). - Turgor kulit teraba kering
4. Menganjurkan keluarga untuk A: masalah belum teratasi.
untuk membawa makanan favorit
pasien sementara (pasien) berada P:
dirumah sakit atau fasilitas - Bantu pasien untuk
perawatan yang sesuai. mengakses program-
program gizi komunitas
(misalnya, perempuan, bayi,
dan anak, kupon makanan,
dan makanan yang diantar
kerumah).
- Instruksi pada pasien
mengenai kebutuhan nutrisi
(yaitu: membahas pedoman
diet dan piramida
makanan).

10.30 WIB Resiko jatuh b/d 1. Melaukan monitor peralatan traksi S:


ganggaun terhadap penggunaan yang sesuai. - Ibu An.L mengatakan jika
keseimbangan 2. Mengatur Posisi (pasien) sesuai saat An.L ingin ke kemar
(00155) dengan kesejajaran tubuh yang mandi sendiri tubuhnya
tepat. lemas dan akhirnya terpleset
3. Menginstruksikan pasien jatuh
bagaimana menggunakan postur O:
tubuh dan mekanika tubuh yang - Tampak lebam di lutut
baik ketika beraktiviyas. bagian kanan
4. Mengembangkan jadwal tertulis - Tampak kekuatan otot
terkait dengan reposisi (tubuh) lemah
pasien. A: masalah belum teratasi
P:
- Menganjurkan untuk
mengatur Posisi (pasien)
sesuai dengan kesejajaran
tubuh yang tepat.

- Menginstruksikan pasien
bagaimana menggunakan
postur tubuh dan mekanika
tubuh yang baik ketika
beraktiviyas.

13,00 WIB Defisien 1. Melaukan pengkajian pola makan S:


pengetahuan b/d pasien saat ini dan sebelumnya, - Ibu klien mengatakan jika
kurang sumber termasuk makanan yang disukai anaknya hanya diberi obat
pengetahuan (00126 dan pola makan saat ini. di UKS dan sampai rumah
2. Membantu pasien untuk memilih tidak langsung dibawa ke
makanan kesukaan yang sesuai tempat kesehtan terdekat.
dengan diet yang disarankan. O:
3. Mengajarkan keluarga dan pasien - Saat ditanya tentang bahaya
nama-nama makanan yang sesuai diare keluarga hanya diam,
dengan diet yang disarankan. dam mengatakan tidah tau
4. Rujuk pasien ke ahli gizi jika A: masalah belum teratasi
diperlukan. P:
5. Libatkan pasien dan keluarga - Mengajarkan keluarga dan
psien nama-nama makanan
yang sesuai dengan diet
yang disarankan.
-
Root Cause Analysis (RCA) Diare Pada An. T

A. Langkah Root Cause Analisis (RCA)


Adapun langkah-langkah Root Cause Analisis (RCA), sebagai
berikut:
1. Insiden yang akan dianalisis : Resiko ketidakseimbangan
elektrolit pada An.L
2. Tim investigator : Perawat (kelompok 4)
3. Pengumpulan data
a. Observasi : An.L merasa perutnya sakit saat akan
berangkat sekolah pagi hari dan setelah sampai sekolah
mengalami diare beberapa kali sampai ˃3x. Guru yang
melihatnya langsung membawanya ke UKS dan
memberikannya obat untuk memberhentikan diarenya,
namun diare tak kunjung berhenti dan akhirnya An.L di
bawa kerumah untuk istirahat.
b. Dokumentasi :
Terlihat ketika An.L merasa perutnya sakit saat akan
berangkat sekolah pagi hari dan setelah sampai sekolah
mengalami diare beberapa kali sampai ˃3x.
c. Interview
1) Apakah An.L selalu makan setiap harinya ? dan
kenapa?
Jawaban : selalu, karena An.L sangat menyukai mie
2) Kapan keluarga menyadari jika An.L mengalami
Diare?
Jawaban : Sejak sepulang sekolah
3) Sudahkah keluarga memeriksakan kondisi An.L ?
Jawaban : Sudah, Sejak saya sadar jika mengalami
diare kami membawanya periksa kedokter
4. Kronologi kejadian
a. Kronologi kejadian
An.L merasa perutnya sakit saat akan berangkat sekolah
pagi hari dan setelah sampai sekolah mengalami diare
beberapa kali sampai ˃3x. Guru yang melihatnya langsung
membawanya ke UKS dan memberikannya obat untuk
memberhentikan diarenya, namun diare tak kunjung
berhenti dan akhirnya An.L di bawa kerumah untuk istirahat
dan Ibu An.L membawanya ke pelayanan kesehatan untuk
diperiksa.
b. Timeline
Pertolongan pertama An.L ketika terjadi diare orang tua
memeriksakan ke pelayanan kesehatan.
c. Tabular timeline
Pada hari Senin, 6 April 2020 An.L
d. Time person grids
1) Sebelum kejadian : An.L sering jajan jananan di
sekolah, dan sebelum berangkat sekolah makan mi
2) Selama kejadian : Selama An.L mengalami sakit
perut dan diare selama >3x, dan lemas
3) Sesudah kejadian : Perawat melakukan
melakukan pemeriksaan dan melakukan terapi relaksasi
untuk menghilangkan nyeri perut An.L
B. Identifikasi Masalah (Care Management Problem / CMP)
Masalah yang muncul pada An.L yaitu masalah gangguan
pencernaan karena An.L sering makan makanan yang sembarang
sehingga dapat menyebabkan diare dan lemas, membuat An.L tidak
berdaya dan jatuh
C. Analisis Informasi
Tools untuk identifikasi proximate dan underlying cause.
1. Why (why-why chart)
a) Mengapa An.L mengalami diare?
Jawab : An.L makan makanan sembarang di sekolah
b) Mengapa ibu An. T langsung Menolongnya saat dia teluka?
Jawab : karena ibu An. T tidak mau anaknya menangis dan
terluka lebih parah
2. Analisis perubahan / change analysis
Sebelum mengetahui apa yang terjadi pada anaknya. Ibu An.L
tidak tahu apa yang harus dilakukan, namun kemudian di bawa
kepelayanan kesehatan dan mendapatkan edukasi, sekarang ibu
An.L sedikit paham dan mengerti apa yg harus dilakukan dan
diberikan untuk anakanya.
3. Analisis hambatan / barrier analysis
Ibu An. T tidak mengetahui cara aman agar anaknya lebih
sedikit beresiko cidera saat bermain.
4. Fish bone
Masalah kasus terjadi karena ibu An. L tidak tahu cara
penanganan yang benar agar tidak terjadi diare dan resiko jatuh
oleh karena itu perawat memberikan pengetahuan mengenai
makanan makanan yang baik untuk dikonsumsi
Daftar pustaka

NANDA. (2018). Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifikasi 2018 –


2020. Jakarta : EGC

Nursing Intervensions Classification (NIC). (6th ed). (2013). St. Louis


Missouri: Mosby Elsevier Inc.

Nursing Outcomes Classification (NOC). (5th ed). (2013). St. Louis


Missouri: Mosby Elsevier Inc.