Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nabilla Ashrina

NIM : 1734031008
Mata Kuliah : Sistem Pengendalian Manajemen (Tugas UTS)
Dosen : Sugito SE., MSi

Membuat soal dan jawaban sesuai dengan materi tugas kelompok (Bab Perencanaan
Strategis).

1. Jelaskan manfaat dan keterbatasan dari Perencanaan Strategis!


JAWAB :

Manfaat Perencanaan Strategis


a. Memberikan kerangka kerja untuk pengembangan anggaran tahunan.
Suatu rencana strategis menyediakan kerangka kerja yang lebih luas. Dengan
demikian manfaat penting dari pembuatan suatu rencana strategis adalah bahwa
rencana tersebut memfasilitasi formulasi dari anggaran operasi yang efektif, serta
keputusan alokasi sumber daya yang optimal.
b. Alat pengembangan manajemen perencanaan.
Strategi formal adalah alat pendidikan dan pelatihan manajemen yang unggul
dalam melengkapi para manajer dengan suatu pemikiran mengenai strategi dan
mengimplementasikannya.
c. Mekanisme untuk memaksa manajemen agar memikirkan jangka panjang.
Proses perencanaan strategis formal memaksa manajer untuk menyediakan waktu
guna memikirkan masalah-masalah jangka panjang yang penting.
d. Alat untuk menyejajarkan manajer dengan strategi jangka anjang.
Perusahaan debat, diskusi dan negosiasi yang terjadi selama proses perencanaan
mengklarifikasi strategi korporat, menyatukan dan menyejajarkan manajer dengan
strategi semacam itu, serta mengungkapkan implikasi dari strategi korporat bagi
manajer individual.

Keterbatasan Perencanaan Strategis


a) Selalu ada bahaya bahwa perencanaan berakhir menajdi “pengisian formulir”, latihan
birokrasi, tanpa pemikiran strategis. Guna meminimalkan risiko dari birokrasi ini,
organisasi secara periodik sebaiknya mempertanyakan “apakah perusahaan
memperoleh ide-ide segar sebagai akibat dari proses perencanaan stategis?”
b) Organisasi mungkin menciptakan departemen perencanaan strategis yang besar dan
mendelegasikan pembuatan rencana strategis kepada para staff dari departemen
tersebut. Dengan demikian, mengabaikan input dari manajemen lini maupun manfaat
pendidikan dari proses tersebut.
c) Perencanaan strategis adalah proses yang memakan waktu dan mahal.
2. Mengapa suatu strategi dapat gagal dalam mengantar suatu perusahaan untuk mencapai
sasaran dan tujuannya? Jelaskan!
JAWAB :

a) Strategi Tanpa Arah (directionless strategies) : kegagalan membedakan


antara purposes (apa yang akan dilakukan organisasi) dan constraints (apa yang harus
dilakukan suatu organisasi agar dapat bertahan). Perusahaan yang gagal
memahami constraints yang dimilikinya dan salah membacanya sebagai
maksud purposes, akan cenderung terlempar dari arena bisnis.
b) Kelumpuhan Perencanaan (planning paralysis) : kegagalan menentukan pijakan awal
untuk bergerak (dari strategi atau tujuan?) menyebabkan terjadinya rencana yang
‘lumpuh’ akibat kebingungan terhadap pelibatan ‘proses’ dalam penyusunan suatu
strategi. Menentukan tujuan dan kemudian menyusun strategi untuk mencapainya
ataukah meniru strategi yang telah terbukti berhasil dan kemudian menentukan tujuan
yang dapat/ingin dicapai berdasarkan strategi tersebut.
c) Terlalu Fokus pada Proses (good strategy vs planning process) : Seringkali manajer
berharap untuk dapat menyusun suatu strategi yang baru dan lebih baik. Sayangnya
keberhasilan seringkali tidak semata bergantung pada proses perencaaan yang baru
atau rencana yang didesain dengan lebih baik, tetapi lebih kepada kesanggupan
manajer untuk memahami dua hal mendasar, yaitu: keuntungan atas dimilikinya
maksud (purposes) yang stabil dan terartikulasi dengan baik; serta pentingnya
penemuan, pemahaman, pendokumentasian, dan eksploitasi informasi-informasi
penting (insights) tentang bagaimana menciptakan nilai lebih banyak dibanding
perusahaan lain.

3. Apa saja faktor yang menyebabkan implementasi strategi menjadi tidak efektif?
JAWAB :

a) Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu elemen penting dalam perencanaan strategis. Visi dan
tujuan strategis harus dikomunikasikan ke seluruh elemen organisasi. Gagalnya
komunikasi dapat berdampak pada kegagalan perencanaan stratejik.
Komunikasi yang dibutuhkan dalam perencanaan stratejik antara lain adalah visi, misi,
tujuan, langkah-langkah yang perlu dijalankan, jangka waktu dan lainnya. Komunikasi
yang buruk antar anggota tim menghasilkan implementasi yang buruk. Selain itu,
ekspektasi dan opini juga perlu dikemukakan secara terbuka.
b) Leadership
Leadership juga merupakan komponen penting dalam perencanaan stratejik.
Leadership yang kurang menghasilkan banyak dampak buruk, antara lain alokasi
sumber daya yang kurang tepat, control yang kurang, tidak selarasnya
tujuan/strategi/aksi, system reward dan punishment yang tidak efisien dan sebagainya.
Jika leader tidak berperan dengan baik, maka harus ada anggota tim yang mau
berperan sebagai leader dan mengeksekusi perencanaan menjadi suatu aksi yang
konkret. Intinya, jadilah pemimpin dimanapun Anda berada, walaupun Anda bukan di
posisi puncak.
c) Ide Tidak Didukung Rencana
Ide yang bagus tiada artinya tanpa didukung oleh rencana. Seringkali ide yang bagus
hanya sekedar konsep saja, kemudian langsung diimplementasikan. Jika ide langsung
diimplementasikan, tanpa rencana yang matang, maka ide tersebut bisa dibilang masih
mentah.
Ide harus digodok menjadi sebuah perencanaan yang matang meliputi detail-detail
pekerjaan yang harus dilakukan.
d) Manajemen Pasif
Manajemen pasif diawali oleh asumsi bahwa segalanya akan berjalan dengan
sendirinya jika sudah dimulai. Sebuah perencanaan stratejik merupakan hal yang harus
dikelola secara aktif. Karena jika tidak, maka hasilnya bisa buruk.
Manajemen disini berbeda dengan leadership. Jika leadership diharapkan untuk
mengkomunikasikan visi dan mendukungnya dengan tindakan yang sesuai, maka
manajemen diharapkan untuk mengetahui bagaimana eksekusi masing-masing taktik.
Manajemen yang pasif tidak mengalokasikan pekerjaan-pekerjaan seharusnya pada
masing-masing individual. Tidak ada yang melakukan follow up ketika seseorang tidak
memenuhi deadline.
e) Motivation/Personal Ownership
Satu lagi hal yang membuat perencanaan stratejik gagal adalah tiadanya rasa memiliki
dalam strategi tersebut. Intinya, orang hanya mau mengimplementasikan strategi jika
itu menguntungkan dirinya.
Gejala-gejala terjadinya adalah penolakan dari karyawan, karyawan tidak melihat
perencanaan stratejik sebagai sesuatu yang penting, kurangnya dukungan karyawan,
kurangnya inisiatif dalam implementasi dan lainnya. Intinya, implementasi strategi
tentu akan gagal jika tanpa melibatkan emosi atau passion.

Anda mungkin juga menyukai