Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PENDAHULUAN

KEHAMILAN TRIMESTER III

A. Definisi
Trimester tiga adalah priode kehamilan tiga bulan terakhir atau sepertiga masa
kehamilan terakhir. Trimester tiga merupakan periode kehamilan dari bulan ketujuh
sampai sembilan bulan (28-40 minggu) (Farrer, 2001).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal
adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir
(Prawirohardjo, 2002).
Trimester tiga adalah triwulan terakhir dari masa kehamilan yakni usia 7 bulan sampai
9 bulan atau 28 minggu - 40 minggu (syaifuddin, Abdul Bari : 2008 : 89)
Trimester tiga adalah trimester trimester terakhir kehamilan, pada periode ini
pertumbuhan janin dalam rentang waktu 28-40 minggu. Janin ibu sedang berada di dalam
tahap penyempurnaan. (manuaba : 2008)
Trimester ketiga sering disebut sebagai periode penentuan. Pada periode ini wanita
menanti kehadiran bayinya sebagai bagian dari dirinya, dia menjadi tidak sabar untuk
melihat bayinya (kusmiyati yuni : 2009).

B. Perubahan Fisiologis pada Trimester III


Pada trimester ketiga terjadi beberapa perubahan pada tubuh ibu, yaitu :
1. Uterus
Pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram (berat
uterus normal 30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm. Pada bulan-bulan
pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah alpukat agak gepeng.
Pada kehamilan 16 minggu, uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada akhir
kehamilan kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur. Hubungan antara
besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui antara lain untuk
membentuk diagnosis, apakah wanita tersebut hamil fisiologik, hamil ganda atau
menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya. Pada kehamilan 28
minggu, fundus uteri terletak kira-kira 3 jari diatas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke
prosssus xipoideus.
Pada kehamilan 32 minggu, fundus uteri terletak antara jarak pusat dan
prossesus xipoideus. Pada kehamilan 36 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 1 jari
dibawah prossesus xipoideus. Bila pertumbuhanjanin normal, maka tinggi fundus
uteri pada kehamilan 28 minggu adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm dan
pada 36 minggu adalah 30 cm. Pada kehamilan 40 minggu, fundus uteri turun kembali
dan terletak kira-kira 3 jari dibawah prossesus xipoideus. Hal ini disebabkan oleh
kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk kedalam rongga panggul.
2. Serviks Uteri
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon
estrogen. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya
hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih banyak
mengandung jaringan ikat yang terdiri atas kolagen. Karena servik terdiri atas
jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot, maka serviks tidak
mempunyai fungsi sebagai spinkter, sehingga pada saat partus serviks akan membuka
saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah janin
kebawah. Sesudah partus, serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup
seperti spinkter.
Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini mungkin pada
kehamilan, akan tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan
melakukannya dengan kasar, sehingga dapat mengganggu kehamilan. Kelenjar-
kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak.
Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan
pervaginam lebih banyak.
Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik,
karena peningakatan hormon progesteron. Selain itu prostaglandin bekerja pada
serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi
lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan.
3. Vagina dan Vulva
Vagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami perubahan. Adanya
hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vula tampak lebih merah dan agak
kebiru-biruan (livide). Warna porsio tampak livide. Pembuluh-pembuluh darah alat
genetalia interna akan membesar.
Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genetalia
tersebut meningkat. Apabila terjadi kecelakaan pada kehamilan atau persalinan maka
perdarahan akan banyak  sekali, sampai dapat mengakibatkan kematian. Pada
bulan terakhir kehamilan, cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental.
4. Mammae
Pada kehamilan 12 minggu keatas, dari puting susu dapat keluar cairan berwarna
putih agak jernih disebut kolostrum. Kolostrum ini berasal dari kelenjar-kelenjar
asinus yang mulai bersekresi.
5. Sirkulasi Darah
Volume darah akan bertambah banyak 25% pada puncak usia kehamilan 32 minggu.
Meskipun ada peningkatan dalam volume eritrosit secara keseluruhan, tetapi
penambahan volume plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi hemoglobin dalam
darah menjadi lebih rendah. Walaupun kadar hemoglobin ini menurun menjadi 120
g/L. Pada minggu ke-32, wanita hamil mempunyai hemoglobin total lebih besar
daripada wanita yang tidak hamil. Bersamaan itu, jumlah sel darah putih meningkat
(10.500/ml), demikian juga hitung trombositnya. Untuk mengatasi pertambahan
volume darah, curah jantung akan meningkat 30% pada minggu ke-30. Kebanyakan
peningkatan curah jantung tersebut disebabkan oleh meningkatnya isi sekuncup, akan
tetapi frekuensi denyut jantung meningkat 15%. Setelah kehamilan lebih dari 30
minggu, terdapat kecenderungan peningkatan tekanan darah. Sama halnya dengan
pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga mengalami distensi. Vena tungkai
terutama terpengaruhi pada kehamilan lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena
(venous return) akibat tingginya tekanan darah vena yang kembali dari utrerus dan
akibat tekanan mekanik dari uterus pada vena kava. Keadaan ini menyebabkan varises
pada vena tungkai (dan kadang-kadang pada vena vulva) pada wanita yang rentan.
Aliran darah melalui kapiler kulit dan membran mukosa meningkat hingga mencapai
maksimum 500 ml/menit pada minggu ke-36. Peningkatan aliran darah pada kulit
disebabkanoleh vasodilatasi ferifer. Hal ini menerangkan mengapa wanita œmerasa
panas€ mudah berkeringat, sering berkeringat banyak,mengeluh kongesti hidung.
6. Sistem Respirasi
Pernafasan masih diafragmatik selama kehamilan, tetapi karena pergerakan diafragma
terbatas setelah minggu ke-30, wanita hamil bernafas lebih dalam, dengan
meningkatkan volume tidal dan kecepatan ventilasi, sehingga memungkinkan
pencampuran gas meningkat dan konsumsi oksigen meningkat 20%. Diperkirakan
efek ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi progesteron. Keadaan tersebut dapat
menyebabkan pernafasan berlebih dan PO2 arteri lebih rendah. Pada kehamilan lanjut,
kerangka iga bawah melebar keluar sedikit dan mungkin tidak kembali pada keadaan
sebelum hamil, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi wanita yang
memperhatikan penampilan badannya.
7. Traktus Digestifus
Di mulut, gusi menjadi lunak, mungkin terjadi karena retensi cairan intraseluler yang
disebabkan oleh progesteron. Spinkter esopagus bawah relaksasi, sehingga dapat
terjadi reguritasi isi lambung yang menyebabkan rasa terbakar di dada (heathburn).
Sekresi isi lambung berkurang dan makanan lebih lama berada di lambung. Otot-otot
usus relaks dengan disertai penurunan motilitas. Hal ini memungkinkan absorbsi zat
nutrisi lebih banyak, tetapi dapat menyebabkan konstipasi, yang merupakan salah satu
keluhan utama wanita hamil.
8. Traktus Urinarius
Pada akhir kehamilan, kepala janin mulai turun ke PAP, keluhan sering berkemih
timbul karena kandung kemih mulai tertekan. Disamping itu, terdapat pula poliuri.
Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan
sehingga laju filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69%. Reabsorbsi tubulus
tidak berubah, sehingga produk-produk eksresi seperti urea, uric acid, glukosa, asam
amino, asam folik lebih banyak yang dikeluarkan.
9. Sistem Imun HCG dapat menurunkan respon imun wanita hamil.
Selain itu kadar IgG, IgA dan Ig M serum menurun mulai dari minggu ke-10
kehamilan hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke-30 dan tetap berada pada
kadar ini, hingga aterm.
10. Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi
ini disebabkan oleh pengaruh melanophone stimulating hormone (MSH) yang
meningkat. MSH ini merupakan salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus
anterior hipofisis.

C. Perubahan Psikologis Ibu pada Kehamilan Trimester III


1.     Ambivalence
Pada awalnya, terjadi rencana kehamilan, dimana ada element yang mengejutkan
bahwa konsepsi telah terjadi. Ambivalence ini berhubungan dengan pemilihan waktu
yang “salah”, kekhawatiran tentang modifikasi kebutuhan hubungan yang ada atau
rencana karier ; ketakutan tentang peran baru; dan ketakutan tentang kehamilan,
persalinan dan kelahiran.
2.      Acceptance (penerimaan)
Penerimaan kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor. Rendahnya penerimaan
cenderung dihubungkan dengan tidak direncanakanya kehamilan dan bukti ketakutan
dan konflik. Pada trimester tiga menggabungkan perasaan bangga dengan takut
mengenai kelahiran anak. Pada periode ini, khususnya hak istimewa kehamilan lebih
berarti.
Selama trimester akhir, ketidaknyamanan fisik kembali meningkat dan istirahat yang
adekuat menjadi keharusan. Wanita membuat persiapan akhir untuk bayi dan
mungkin menggunakan waktu yang lama untuk mempertimbangkan nama anaknya.
3.     Introversion
Introvert atau memikirkan dirinya sendiri dari pada orang lain merupakan peristiwa
yang biasa dalam kehamilan. Wanita mungkin menjadi kurang tertarik dengan
aktifitas terdahulunya dan lebih berkonsentrasi dengan kebutuhan untuk istirahat dan
waktu untuk sendiri.
4.      Mood Swings (Perasaan Buaian)
Selama kehamilan, wanita memiliki karakteristik ingin dibuai, dengan suka cita.
Pasangan harus mengetahui bahwa ini merupakan karakteristik perilaku kehamilan,
hal itu menjadi mudah baginya untuk lebih efektif disamping itu akan menjadi sumber
stress selama kehamilan.
5.      change in body image (perubahan gambaran tubuh)
Kehamilan menimbulkan perubahan tubuh wanita periode waktu yang singkat.
Wanita menyadari bahwa mereka memerlukan lebih banyak ruang sebagai kemajuan
kehamilan.
Reaksi ibu/ istri pada kehamilan trimester III:
       Lebih cemas akan kecanggungan fisik
       Ketidaknyamanan

       Persiapan persalinan


       Sering mimpi kelainan letak, tidak dapat lahir, takut cacat.
       Pada akhir kehamilan terangsang secara tiba-tiba.

D. Adaptasi Kehamilan
Tugas terakhir di minggu terakhir adalah pengakhiran kehamilan dan untuk
melahirkan bayinya. Dia harus mempersiapkan fase letting go dari kehamilan dan semua
penyatuan perasaan dan kreatifitas, proses perpisahan dengan janin. Sadar atau tidak
sadar ketakutan mutilasi, kematian atau abdonment selalu muncul pada waktu ini.
Antisipasi kecemasan merupakan hal yang normal dan sehat.
Selama kehamilan, tingkat ketergantungan kebutuhan meningkat, puncaknya pada
trimester ketiga, selama persalinan dan periode asuhan kehamilan. Seorang ibu yang
sedang hamil harus memelihara dirinya sendiri sehingga dia dapat merawat bayinya.
Seorang laki-laki juga merasa kebutuhannya meningkat, terutama untuk seorang ynag
dapat dipercaya untuk merawat bayinya, karena ibu yang sedang mengandung lebih
banyak introspektif dengan kemajuan kehamilannya. Anggota keluarga seharusnya
mengingatkan, khususnya pada periode ini.
Hampir semua ibu hamil menunjukkan kebutuhan yang sama pada trimester ketiga
walaupun berbeda latar belakang, tingkat pendidikan, dan pengalaman seorang wanita
memusatkan perhatian pada bayinya, proses kelahiran, perubahan fisik dan emosional.
Ekspresi pada trimester tiga ini antara lain:
1. Kesehatan bayi (pertanyaan tentang kecacatan bayi, tanda kesehatan bayi, bagaimana
pengaruh kelahiran bagi bayi, efek obat dan anestesi)
2. Biaya kelahiran bayi (rumah sakit, pengeluaran alat)
3. Proses persalinan dan kelahiran (nyeri, ketakutan, salah paham)
4. Keluarga (bagaimana penerimaan anak yang lain dengan kehadiran bayi, bagaimana
perencanaan selama dirumah sakit, bagaimana pasangan merespon bayi)

E. Tanda Subjektif dan Objektif


Tanda subjektif dan Tanda objektif 29-33 minggu
1. Fatigue (perasaan lemah untuk bekerja hingga perasaan letih yang berat sesudah
melakukan kerja fisik dan mental).
2. Ansietas tentang masa depan.
3. Mimpi buruk.
4. Penurunan keinginan seksual karena ketidaknyamanan fisik.
5. Rasa panas dalam perut disebabkan tekanan uterus, mild hiatus hernia dan muntahan
asam perut ke dalam esophagus.
6. Kontraksi braxton-hick.
7. Fundus terletak diantara umbilikus dan xipoid 34-38 minggu
8. Sakit punggung, perubahan gaya berjalan.
9. Ketidaksabaran untuk mengakhiri kehamilan.
10. Perasaan buaian tentang masa depan yang ambivalen.
11. Heartburn (pirosis, nyeri dada).
12. Konstipasi.
13. Vena varikosa (varicose veins).
14. Edema kaki.
15. Haemoroid (wasir).

Sebelum kelahiran
1. Lightening atau tanda dini dimulainya persalinan.
2. Sakit perut bagian bawah. Fundus ada di bawah diafragma sampai kepala janin masuk
kedalam rongga panggul, kemudian perut kelihatan maju ke depan.

F. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin pada Trimester III


1. Minggu 17 - 23
a. Janin tumbuh lambat
b. Tungkai bawah terbentuk sempurna
c. Tubuh janin tertutup lanugo
d. Verniks caseosa menutupi tubuh untuk melindungi kulit dan cairan amnion
e. Pergerakan janin mulai terasa pertama kali sekitar 20 minggu
f. Bunyi jantung janin mulai terasa pertama kali dengan dopler/ pemantau djj
g. Lemak-lemak coklat dibentuk
2. Minggu 24 – 27
a. Kulit tumbuh pesat dan terlihat merah dan keriput
b. terbuka, bulu mata, dan kelopak mata terbentuk
c. Janin dapat hidup pada usia 27 minggu
3. Minggu 28 – 31
a. Lemak sub kutan disimpan
b. Jaka janin lahir saat ini dengan paru-paru imatur, respiratory distress syndroma
(rsd) dapat terjadi
4. Minggu 32 – 36
a. Berat janin menetap
b. Lanugo menghilang tetapi masih ada bekasnya di kepala
c. Kuku jari tumbuh
d. Janin mempunyai kemampuan yang cukup baik jika lahir dalam minggu-minggu
ini.
5. Minggu 37 – 40
a. lemak sub kutan tetap dibentuk dan disekeliling janin menjadi menggumpal
b. kuku jari tangan dan kaki terbebtuk sempurna dan melampaui ujung jari tangan
dan kaki
c. testis turun ke arah scrotum
d. tengkorak berkembang sempurna dan lebih besar dari bagian tubuh

G. Perubahan Kebutuhan pada Ibu Hamil Trimester III


1. Oksigen
Seorang dewasa, istirahat yang sehat rata-rata 53 liter oksigen per jam. rata-rata,
dewasa sehat bernafas sekitar 500 mL udara.Ini disebut volume tidal normal. yaitu
terdiri dari 150 mL udara ini akan pergi ke daerah yang tidak berfungsi paru-paru,
yang disebut œruang mati. Tingkat napas rata-rata nafas adalah 12 napas per menit.
Jadi, jumlah udara yang terhirup adalah 12 x (500 ml -150 ml) = 4.200 mL /.menit.
Kalikan dengan 60 untuk mendapatkan 252.000 mL / jam. Artinya, setiap jam, orang
akan bernapas dalam 252 liter udara. Sedangkan kebutuhan oksigen ibu hamil
meningkat 20-25%.
2. Nutrisi
Bagi Ibu Hamil Trimester 3 Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.
Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-
tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk
menghindari sembelit. Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkak-bengkak
pada kaki) maka janganlah menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.
Berikut ini sederet zat gizi yang sebaiknya lebih diperhatikan pada kehamilan
trimester ke III ini, tentu tanpa mengabaikan zat gizi lainnya:
a. Kalori.
Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70.000 -80.000 kilo kalori
(kkal), dengan pertambahan berat badan sekitar 12,5 kg. Pertambahan kalori ini
diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir. Untuk itu, tambahan kalori yang
diperlukan setiap hari adalah sekitar 285-300 kkal. Tambahan kalori diperlukan
untuk pertumbuhan jaringan janin dan plasenta dan menambah volume darah serta
cairan amnion (ketuban). Selain itu, kalori juga berguna sebagai cadangan ibu
untuk keperluan melahirkan dan menyusui. Agar kebutuhan kalori terpenuhi,
Anda harus menggenjot konsumsi makanan dari sumber karbohidrat dan lemak.
Karbohidrat bisa diperoleh melalui serelia (padi-padian) dan produk olahannya,
kentang, gula, kacang- kacangan, biji-bijian dan susu. Sementara untuk lemak,
b. Vitamin B6 (Piridoksin).
Vitamin ini dibutuhan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia di dalam
tubuh yang melibatkan enzim. Selain membantu metabolisma asam amino,
karbohidrat, lemak dan pembentukan sel darah merah, juga berperan dalam
pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf).
Semakin berkembang otak jianin, semakin meningkat pula kemampuan untuk
mengantarkan pesan. Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu hamil adalah sekitar
2,2 miligram sehari. Makanan hewani adalah sumber yang kaya akan vitamin ini.
c. Yodium.
Yodium dibutuhkan sebagai pembentuk senyawa tiroksin yang berperan
mengontrol setiap metabolisma sel baru yang terbentuk. Bila kekurangan senyawa
ini, akibatnya proses perekembagan janin, termasuk otaknya terhambat dan
terganggu. Janin akan tumbuh kerdil. Sebaliknya, jika tiroksin berlebih, sel-sel
baru akan tumbuh secara berlebihan sehingga janin tumbuh  melampaui ukuran
normal. Karenanya, cermati asupa yodium ke dalam tubuh saat hamil. Angka yang
ideal untuk konsumsi yodium adalah 175 mikrogram perhari.
d. Tiamin (vitamin B1), Riboflavin (B2) dan Niasin (B3).
Membantu enzim untuk mengatur metabolisma sistem pernafasan dan enerji. Ibu
hamil dianjurkan untuk mengonsumsi Tiamin sekitar 1,2 miligram /hari,
Riboflavin sekitar 1,2 mg perhari dan Niasin 11 miligram perhari. Ketiga vitamin
B ini bisa Anda konsumsi dari keju, susu, kacang-kacangan, hati dan telur.
e. Air.
Kebutuhan ibu hamil di trimester III ini bukan hanya dari makanan tapi juga dari
cairan. Ari sangat penting untuk pertubuhan sel-sel baru, mengatur suhu tubuh,
melarutkan danmengatur proses metabolisma zat-zat gizi, serta mempertahankan
volume darah yang meningkat selama masa kehamilan. Jika cukup mengonsumsi
cairan, buang air besar akan lancar sehingga terhindar dari sembelit serta risiko
terkena infeksi saluran kemih.  Sebaiknya minum 8 gelas air putih sehari. Selain
air putih, bisa pula dibantu dengan jus buah, makanan berkuah dan buah-buahan.
Tapi jangan lupa, agar bobot tubuh tidak naik berlebihan, kurangi minuman
bergula seperti sirop dan softdrink
H.    Komplikasi Kehamilan Trimester III (28-40 Minggu)
1.     Persalinan Prematuritas
Persalinan prematuritas (prematur) dimaksudkan dengan persalinan yang terjadi
diantara umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat badan lahir kurang dari 2,5 kg.
Persalinan prematuritas merupakan masalah besar karena berat janin > 2,5 kg dan
umur > 36 minggu, maka alat vital belum sempurna. Sebab persalinan prematuritas :
a.    Hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda
b.    Kehamilan disertai komplikasi (preeklamsia, dan eklamsia)
c.    Kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal, penyakit
jantung, dsb). Keadaan gizi yang rendah disertai kurang darah, lapisan dalam lahir
yang kurang subur karena jarak hamil terlalu pendek.
2.     Kehamilan Ganda (Kembar)
a. Pengaruh hamil ganda terhadap ibu :
Diperlukan gizi yang lebih banyak, sehingga tumbuh kembang janin mencapai
cukup bulan, pada hamil muda sering terjadi keluhan yang lebih hebat, ibu sering
cepat lelah, sering terjadi penyulit hamil (hidramnion, preeklamsia, dan eklamsia),
pada saat persalinan dijumpai kesulitan.
b. Pengaruh hamil ganda terhadap janin :
Dapat terjadi persalinan prematuritas, dapat terjadi janin dengan anemia atau
BBLR, setelah persalinan anak pertama dapat terjadi pelepasan plasenta sebelum
waktunya dan membahayakan janin ke dua.
3.      Kehamilan Dengan Perdarahan
Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang membahayakan ibu dan janin
dalam kandungan. Perdarahan yang dapat membahayakan dan berhubungan dengan
trimester ketiga adalah mengalami perdarahan plasenta previa, perdarahan solusio
plasenta, perdarahan dan perdarahan dari pecahnya vasa previa.
4.      Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini
Pecahnya selaput janin memberikan pertanda bahaya dan memberi kesempatan
infeksi langsung pada janin. Disamping itu, gerak janin makin terbatas, sehingga pada
kehamilan kecil mungkin dapat terjadi deformitas. Oleh karena itu bila berhadapan
dengan kehamilan dengan mengeluarkan air apalagi belum cukup bulan harus segera
datang kerumah sakit dengan fasilitas yang memadai.
5.      Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim
a.    Kehamilan diatas umur hamil 36 minggu pada ibu dengan diabetes melitus
b.    Mungkin terjadi lilitan tali pusat yang mematikan
c.     Terjadi simbol tali pusat
d.    Gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan
e.     Kehamilan dengan perdarahan
f.     Kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari
6.      Kehamilan Lewat Waktu Persalinan (Senotinus)
Beberapa kerugian dan bahaya kehamilan lewat waktu:
a. Janin yang kekurangan nutrisi dan oksigen, akan mengalami pengrusakan diri
sendiri, dengan metabolisme jaringan lemak bawah kulit sehingga tampak tua dan
keriput, sebagai gejala janin dengan hasil lewat waktu
b. Air ketuban yang makin kental, akan sulit dibersihkan, sehingga dapat
menimbulkan gangguan pernafasan saat kelahirannya.
c. Bila gangguan terlalu lama dan berat, janin dapat meninggal dalam rahim
d. Mungkin plasenta cukup baik tumbuh kembangnya sehingga dapat memberikan
nutrisi cukup dan janin menjadi lebih besar
e. Makin besarnya janin dalam rahim memerlukan tindakan operasi persalinan
f. Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan persalinan dengan
tindakan operasi seperti induksi persalinan sampai dengan sesio sesarea
7.      Kehamilan Dengan Preeklamsia Dan Eklamsia
Gejala klinik preeklamsia ringan :
a. Tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30 mmhg untuk
sistolik 15 mmhg untuk diastolik dengan interval pengukuran selama 6 jam
b. Terdapat pengeluaran protein dalam urin 0,3 gr/literatau kualitatif +1,-+2
c. Edema (bengkak kaki, tangan, atau lainnya)
d. Kelainan berat badan lebih dari 1 kg/minggu
Gejala preeklamsi berat (kelanjutan preeklamsia ringan) :
a. Tekanan darah 160/110 mmhg atau lebih
b. Pengeluaran protein dalam urine lebih dari sekitar 5 gr/24 jam
c. Terjadi penurunan produksi urin kurang dari 400 cc/24 jam
d. Terdapat edema paru dan sianosis dan terasa sesak napas.
e. Terdapat gejala subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri dibagian
daerah perut atas)
I. Pathway Kehamilan Trimester III
J. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian :
a. Data Subjektif
1) Biodata Pasien dan Penanggung Jawab
2) Keluhan dan Alasan Datang
3) Riwayat Kesehatan ( Dahulu, Sekarang dan Keluarga)
4) Riwayat Perkawinan (usia menikah, lama menikah, brp kali menikah)
5) Riwayat Menstruasi (menarche, siklus/lama, byknya haid, dismenorea)
6) Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
7) Riwayat Kehamilan sekarang (usia kehamilan mnrt pasien, HPHT/HPL,
periksa ANC brp kali, therapy, penkes, suntik TT 1-3, kebiasaan
merokok;minum minuman keras;jamu;obt2an, ada hewan peliharaan, gerakan
janin, renc bersalin)
8) Riwayat KB (KB yang digunakan, lamanya, alas an berhenti, renc KB stlh
bersalin)
9) Kebutuhan sehari hari sebelum dan slm hamil (nutrisi, eliminasi, aktivitas,
istirahat, seksual, personal hygiene)
10) Psikososiospiritual (perasaan dg kehamilan, respon kluarga thd kehamilan,
pengambil kptusan dominan ke siapa)
b. Data Obyektif
1) Tingkat Kesadaran :
2) BB / TB :
3) LILA :
4) TTV : Suhu : Nadi : Tensi :
5) Status Present : Head to toe (Tulang Belakang lordosis)
6) Status Obstetri :
a) Inspeksi
 Muka : tidak cloasma grav, tidak odema
 Mamae : Montgomery terlihat, putting susu menonjol, colostrum
sudah keluar
 Perut : Linea Alba dan Striae gravidarum ada
 Anus : tidak hemoroid
b) Palpasi
 Leopold I : TFU pertengahan antara prosesus xipoideus dan pusat
 Bagian fundus teraba bulat, lunak dan tidak melenting
 Leopold II : Bagian Kanan ibu teraba ada tahanan memanjang, keras
 Bagian Kiri ibu teraba bagian kecil kecil janin
 Leopold III : Bagian segmen bawah rahim teraba bagian bulat, keras
dan melenting
 Leopold IV : Keduan jari jari tangan bertemu berarti kepala janin
belum masuk
 PAP
c) Auskultasi
 DJJ
d) Perkusi
 Reflek patella : + / +

2. Diagnosa Keperawatan
a. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus,
peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi
glomerulus.
b. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik akibat pengaruh
hormonal.
c. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres,
psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.
d. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat seksual,
ketidaknyamanan, atau merasa takut
e. Kurang pengetahuan mengenai persiapan untuk persalinan/kelahiran; perawatan
bayi b/d kurang pengalaman.
f. Resiko tinggi cedera terhadap ibu b/d ketuban pecah dini

3. Rencana asuhan keperawatan (NOC dan NIC)


a. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan
tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam,diharapkan klien dapat
mengerti tentang perubahan pola eliminasi urin, dengan
NOC:
kriteria hasil:
 Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi saat ini
 Mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah stasis urinarius dan atau edema
jaringan.
NIC:
1) Berikan informasi tentang perubahan perkemihan sehubungan dengan
trimester ketiga.
2) Anjukan klien untuk melakukan posisi miring saat tidur. Perhatikan keluhan-
keluhan nokturia.
3) Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak dalam waktu yang lama.
4) Berikan informasi mengenai perlunya masukan cairan 6-8 gelas/ hari,
penurunan masukan 2-3 jam sebelum beristirahat, dan penggunaan garam,
makanan, dan produk mengandung natrium dalam jumlah sedang.
5) Berikan informasi mengenai bahaya menggunakan diuretik dan penghilangan
natrium dari diet.
6) Berikan informasi mengenai bahaya menggunakan diuretik dan penghilangan
natrium dari diet.
b. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam,diharapkan klien merasa
nyaman dengan
NOC
kriteria hasil :
1) klien melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi
ketidaknyamanan
2) Melaporkan ketidaknyamanan dapat diminimalkan/ atau dikontrol
3) Mencari pertolongan medis dengan tepat.
NIC :
1) Kaji secara terus-menerus ketidaknyamanan klien dan metoda untuk
mengatasinya.
2) Kaji satatus pernapasan klien.
3) Perhatikan adanya keluhan ketegangan pada punggung dan perubahan cara
jalan. Anjurkan penggunaan sepatu hak rendah, latihan pelvicrock, girdle
maternitas, penggunaan kompres panas, sentuhan terapeutik atau stimulasi
saraf elektrikal transkutan dengan tepat.
4) Perhatikan adanya kram pada kaki. Anjurkan klien untuk meluruskan kaki dan
mengangkat telapak kaki bagian dalam keposisi dorsofleksi, menurunkan
masukan susu, sering mengganti posisi, dan menghindari berdiri / duduk lama.
5) Kaji ada atau tidak adanya frekuensi kontraksi braxton Hick. Berikan
informasi mengenai fisiologi aktifitas uterus.
6) Perhatikan keluhan aktifitas BAK dan tekanan pada kandung kemih
7) Kaji adanya konstipasi dan hemoroid.
8) Kaji adanya pirosis (nyeri ulu hati). Tinjau pembatasan diet.
9) Perhatikan adanya leukorea dan pruritus. Anjurkan klien untuk sering mandi,
menggunakan celana dalam katun, pakaian longgar dan menghindari duduk
untuk waktu yang lama.
10) Berikan suplemen kalsium dengan tepat. Anjurkan penggunaan jel aluminium
hidroksida sesuai kebutuhan.

c. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres,
psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam,diharapkan klien tidak
mengalami gangguan pola tidur dengan
NOC
kriteria hasil :
1) Melaporkan perbaikan istirahat
2) Melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan perasaan segar
NIC
1) Tinjau ulang kebutuhan perubahan tidur normal berkenaan dengan kehamilan.
Tentukan pola tidur saat ini
2) Evaluasi tingkat kelelahan.
3) Kaji terhadap kejadian insomnia dan respons klien terhadap penurunan tidur.
Anjurkan alat bantu untuk tidur, seperti teknik relaksasi, membaca, mandi air
hangat,dan penurunan aktifitas sebelum istirahat.
4) Perhatikan kesulitan bernafas karena posisi. Anjurkan pada posisi semi fowler.
5) Dapatkan sel darah merah (SDM) dan kadar Hb.
6) Rujuk klien untuk konseling bila kurang tidur atau kelelahan mempengaruhi
aktifitas kehidupan sehari-hari
d. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat seksual,
ketidaknyamanan, atau merasa takut
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam,diharapkan klien tidak merasa
takut dengan perubahan hasrat seksual
NOC
1) Mendiskusikan masalah yang b.d isu-isu seksual pada trisemester 3
2) Mengekpresika kepuasan berssama dengan hub seksual
NIC
1) Kaji persepsi pasangan terhadap hub seksual
2) Anjurkan pilihan posisi untuk choitus selain posisi pria di atas( misal, miring
atau posisi wanita di atas)
3) Diskusikan pentingnya tidak meniup udara ke dalam vagina
4) Intruksikan clien untuk mendiskusikan keamanan choitus dalam minggu ke 6-
8 ahir dengan pemberi perawatanya
e. Kurang pengetahuan mengenai persiapan untuk persalinan/kelahiran; perawatan
bayi b/d kurang pengalaman.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam pengetahuan klien bertambah
Kriteria Hasil:
1) Klien mengatakan paham dengan penjelasan yang diberikan.
2) Klien dapat menyebutkan tanda-tanda persalinan
3) Klien dapat memutuskan memilih tempat melahirkan.
NOC
1) Mendiskusiakan perubahan fisik/psikologis berkenaan dengan
persalinan/kelahiran
2) Mengidentifikasi sumber-sumber yang tepat untuk mendapatkan informasi
tentang perawatan bayi.
3) Mengungkapkan kesiapan untuk persalinan/kelahiran dan bayi
NIC
1) Berikan info tentang perubahan fisik atau fisiologis normal berkenaan dengan
trimester tiga
2) Berikan info tertulis/verbal tentang tanda-tanda awitan persalinan, bedakan
antara persalinan palsu dan benar. Diskusiakan kapan memberi tahu doctor
atau pemberi pelayuanan kesehatan serta kapan meninggalkan rumah
sakit/rumah bersalin. Diskusikan tahap-tahap persalinan untuk persalinan.
3) Berikan info verbal atau tertulis tentang perawatan bayi, perkembangan,
pemberian makan, berikan referensi tepet. Kaji keyakinan budaya.
4) Anjurkan keikutsertaan dalam kelas kelahiran anak (bila belum mengikuti)
dan melakukan orientasi RS/RB

f. Resiko tinggi cedera terhadap ibu b/d ketuban pecah dini


NOC
1) Mengungkapkan pemahaman tentang factor-faktor resiko individu yang
potensial
2) Bebas dari komplikasi
NIC
1) apatkan kultur vagina. Kaji terhadap infeksi dan penyakit hubungan seksual
(PHS) misal monilia, gonorrhea dll.bila ada, rujuk pada tindakan yang tepat.
2) Dapatkan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) pada gestasi minggu ke-28.
Paastikan bahwa klien mentaati masukan zat besi dan vitamin Pranatal setiap
hari. Periksa masalah genetik (mis, sel sabit, talasemi) bila tidak di lakukan
sebelumnya.
3) Berikan informasi tentang awitan persalinan
4) Tentukan penggunaan alkohol/onbat-obatan lain
5) Kaji terhadap perdarahan vagina, adanya area ekimosis, dan tanda-tanda
koagulasi intravaskuler diseminata, rujuk pada tindakan yang tepat (hemoragi
pranatal)
DAFTAR PUSTAKA

Bobak. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Farrer, Helen. (2001). Perawatan Maternitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC.

Mitayani. (2009). Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Salemba Medika.

Hamilton, Persis. (2005). Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Hulliana, Mellyna. (2001). Panduan Menjalani Kehamilan Sehat. Jakarta: Puspa Swara

Prawiroharjo, Sarwono. (2002). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan
Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
LAPORAN PENDAHULUAN

KEHAMILAN TRIMESTER III


DI POLIKLINIK KANDUNGAN RSUD ULIN BANJARMASIN

Oleh :

Deni Sri Endang,S.Kep


NIM. 16310449

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)


CAHAYA BANGSA BANJARMASIN
PROGRAM PROFESI NERS
TAHUN 2016
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Deni Sri Endang,S.Kep

NIM : 16310449

Ruang : Poliklinik Kandungan RSUD Ulin Banjarmasin

Judul : Laporan Pendahuluan Kehamilan Trimester III

Mengesahkan

Clinical Teacher Clinical Instruktur

Ria Anggara Hamba, Ns. M.Mkes