Anda di halaman 1dari 32

Menyongsong Normalitas Kehidupan

yang Baru Pasca COVID-19

I Made Bram Sarjana


Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung
Mangupura
Mei 2020
Sumber: WHO Media Briefing 11 March 2020
https://www.ehstoday.com/health/media-gallery/21126031/8-quotes-from-the-world-health-
organizations-covid19-media-briefing 2
Latar Belakang
• Pariwisata adalah mesin pertumbuhan ekonomi Badung
• Pandemi COVID-19 membuat industri pariwisata terpuruk
• Keterpurukan industri pariwisata berimplikasi pada turunnya Pendapatan Asli Daerah
(PAD)
• Banyaknya tenaga kerja yang berstatus sebagai PMI kembali ke daerah dan belum
memiliki lapangan pekerjaan
• Banyaknya tenaga kerja yang di-PHK, dirumahkan tanpa upah bahkan kehilangan
lapangan pekerjaan
• Pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I tahun 2020 tumbuh -1,14%
• Daya beli masyarakat semakin turun
• Langkah-langkah pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 harus terus diperkuat
• Perlu dipersiapkan strategi pemulihan ekonomi ketika pandemi mereda, dengan “tatanan
yang baru”(saat ini popular dengan sebutan “new normal”

3
4
Situasi COVID-19 di Badung dan Bali
(per 15 Mei 2020)

Sumber: akun IG diskesbadung Sumber: https://infocorona.baliprov.go.id/ 5


https://covid19.badungkab.go.id/pemantauan-d
Grafik 1

Sumber: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/05/06/ekonomi-bali-tumbuh-negatif-114-imbas-covid-19
6
Laju Pertumbuhan PDRB (17 Lapangan Usaha)
Provinsi Bali Tahun 2018-Triwulan I 2020
Laju Pertumbuhan PDRB 17 Sektor Lapangan Usaha Triwulanan (c to c) (Persen)
Lapangan Usaha 17 Sektor 2018 2019 2020
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tahunan Triwulan I
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5.08 4.51 4.50 5.06 5.06 2.35 4.73 4.35 3.79 3.79 0.06
Pertambangan dan Penggalian -6.26 -4.69 -4.46 -2.65 -2.65 -4.10 -6.15 -3.72 -1.23 -1.23 3.24
Industri Pengolahan 1.36 3.39 4.50 5.67 5.67 9.60 8.39 7.01 6.83 6.83 -7.95
Pengadaan Listrik dan Gas 4.90 5.72 3.92 1.94 1.94 1.50 1.47 2.01 4.52 4.52 8.07
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
-1.88 0.56 1.09 2.03 2.03 6.04 5.03 5.43 5.91 5.91 8.42
Limbah dan Daur Ulang
Konstruksi 9.77 10.07 10.74 10.33 10.33 8.85 8.43 7.78 7.39 7.39 2.92
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
4.84 5.14 5.86 7.57 7.57 7.92 8.99 8.61 7.43 7.43 -1.67
Mobil dan Sepeda Motor
Transportasi dan Pergudangan 6.78 6.41 5.26 6.15 6.15 5.03 4.28 4.58 4.71 4.71 -6.21
Penyediaan Akomodasi dan Makan
6.35 6.25 5.55 6.27 6.27 4.55 3.79 4.40 4.81 4.81 -9.11
Minum
Informasi dan Komunikasi 8.87 8.67 8.31 7.74 7.74 5.99 6.10 6.82 7.06 7.06 7.41
Jasa Keuangan dan Asuransi 1 0.38 1.30 1.93 1.93 6.89 7.94 8.21 8.78 8.78 7.35
Real Estat 1.43 2.32 3.40 4.26 4.26 8.22 6.89 6.33 5.39 5.39 3.02
Jasa Perusahaan 6.94 7.67 8.12 7.79 7.79 4.10 4.05 4.71 4.61 4.61 0.86
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
0.81 3.27 4.72 4.19 4.19 12.10 7.29 3.81 4.35 4.35 7.13
dan Jaminan Sosial Wajib
Jasa Pendidikan 9.02 8.73 8.47 7.38 7.38 3.23 3.57 4.27 4.98 4.98 -0.27
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 9.29 9.37 9.30 8.59 8.59 6.24 6.25 5.76 5.72 5.72 6.26
Jasa lainnya 7.03 7.90 8.30 8.47 8.47 7.39 6.86 7.25 7.31 7.31 -2.82
Jumlah 5.55 5.78 5.90 6.33 6.33 6.01 5.85 5.67 5.63 5.63 -1.14

Sumber: https://bali.bps.go.id/dynamictable/2017/03/21/93/laju-implisit-pdrb-triwulanan-provinsi-bali-menurut-lapangan-usaha-2010-2020-persen-.html 7
Sumber: https://badungkab.bps.go.id/pressrelease/2020/05/04/229/perkembangan-pariwisata-provinsi-bali-maret-2020.html

8
Sumber:https://badungkab.bps.go.id/pressrelease/2020/05/04/229/perkembangan-pariwisata-provinsi-bali-maret-2020.html 9
Sumber: https://badungkab.bps.go.id/pressrelease/2020/05/04/229/perkembangan-pariwisata-provinsi-bali-maret-2020.html 10
Sumber: https://badungkab.bps.go.id/pressrelease/2020/05/04/229/perkembangan-pariwisata-provinsi-bali-maret-2020.html

11
Prediksi Gugus Tugas Percepatan
Penanganan Covid-19:

Masa puncak pandemi: Awal Mei 2020


Akhir pandemi: Juni 2020

Sumber: https://katadata.co.id/ 12
Siklus ekonomi

Siklus ekonomi:
• Ekspansi/recovery
• Puncak/Peak/boom
• Kontraksi/resesi
• Jurang/palung/trough/
Kemerosotan

Sumber: https://bramirfanda.com/fase-siklus-bisnis-ekonomi 13
Tahapan langkah pemulihan
1. Persiapan:
• Menyiapkan regulasi yang menjadi pedoman, mengatur SOP penatalaksanaan protokol pada
setiap lini aktivitas (Peraturan Bupati)
• Menyiapkan sarana prasarana yang diperlukan: tempat cuci tangan, alat penyemprot desinfektan,
cairan desifektan, thermos gun, thermal scanner, masker, APD, obat-obatan, alkes, dll.
2. Sosialisasi:
• Menggali pendapat stakeholder (menggunakan berbagai saluran media)
• Merumuskan seluruh masukan untuk penyempurnaan regulasi
3. Verifikasi:
• Mengecek kembali seluruh kesiapan pelaksanaan
4. Implementasi:
• Pelaksanaan langkah-langkah yang telah dipersiapkan
5. Evaluasi:
• Melihat aspek kepatuhan terhadap regulasi dan protokol
• Mencermati gejala-gejala kesehatan yang terjadi
• Hasil baik: jalan terus, muncul indikasi tidak baik: dibatasi/ditutup kembali.

14
Kondisi yang menentukan langkah pemulihan
• A. Skenario 1: Pandemi COVID-19 di Indonesia berakhir Juni 2020
(sesuai prediksi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19)
• B. Skenario 2: Pandemi COVID-19 belum berakhir pada Juni 2020
• Fokus pemulihan:
• Kesehatan
• Pariwisata
• Ekonomi

15
A. Langkah pada Skenario 1: Pandemi COVID-19
berakhir Juni 2020
• “Hingga vaksin COVID-19 ditemukan (diperkirakan tahun 2021),
protokol kesehatan tetap dilaksanakan”
• Protokol kesehatan:
• Semua wajib masker
• Tidak ada kontak fisik
• Jarak 2 meter antar individu
• Cuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas
• Alas kaki disemprot desinfektan
• Hanya warga yang dalam kondisi sehat boleh beraktivitas di luar rumah

16
• Layanan kesehatan:
• Membuka layanan konsultasi kesehatan
jarak jauh via telpon dan dalam jaringan
(daring)
• Kunjungan berbasis perjanjian
(Puskesmas, RS tdk menerima walk in
guest kecuali darurat)
• Janji kunjungan dilakukan melalui
telepon, sms, pengambilan nomor
antrean sehari sebelum kunjungan
• Jumlah kunjungan pasien maupun
penjenguk per hari dibatasi
• Penunggu pasien maksimal 1 orang
• Layanan pada kasus resiko tinggi dibantu
oleh robot https://foto.kompas.com/photo/read/2020/04/17/1587127877050/5/ro
bot.siap.bantu.rawat.pasien.covid19.di.rs.pertamina.jaya#&gid=1&pid=5
• Mendorong dan memperkuat PHBS,
promosi kesehatan

17
• Layanan pendidikan:
• Mekanisme Pembelajaran jarak jauh
tetap berjalan
• Ruang kelas diatur jarak antar siswa
1- 2 meter
• Masuk ke sekolah bergantian/giliran
• Guru dan siswa wajib masker
• Tidak ada kontak fisik
• Cuci tangan sebelum dan setelah
belajar
https://www.liputan6.com/global/read/4232936/foto-covid-19-
mereda-ribuan-pelajar-di-china-kembali-sekolah?page=1

18
• Ekonomi:
• Pedagang dan pengunjung pasar tradisional menerapkan
protokol kesehatan.
• Transaksi didorong secara bertahap mengarah ke transaksi
berbasis elektronik (e-money dan Quick Response Code
Indonesian Standard /QRIS)
• Semua rumah makan, café, warung buka, hanya melayani
take out bukan dine in (makan di tempat).
• Objek wisata dibuka, jumlah kunjungan dibatasi (penjualan
tiket masuk secara daring bersinergi dengan start up lokal,
nasional)
• Pedagang pada objek wisata menerapkan protokol kesehatan https://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/QRIS/Contents/Default.aspx

• Perajin, UMKM, pedagang difasilitasi untuk menjual produk


secara daring memanfatkan media sosial, bersinergi dengan
start up lokal, nasional).
• Pemberian stimulus kepada UMKM yang berbasis ekonomi
kreatif digital.
• Mendorong penguatan produksi lokal, memprioritaskan
konsumsi produk local
• Pemberdayaan masyarakat yang mengalami PHK, dirumahkan
tanpa upah dan PMI yang kembali ke daerah
19
• Pariwisata:
• Hotel terapkan protokol kesehatan
• Hotel mulai menerima wisatawan lokal dan
nusantara
• Hotel dibuka, menerima tamu dengan jumlah
dibatasi (wajib booking terlebih dahulu, check-in
dan check-out secara daring).
• Data keluar-masuk wisatawan wajib dilaporkan
• Antar tamu yang tidak dalam kelompoknya tidak
boleh ada kontak fisik
• Aktivitas wisatawan ke objek-objek wisata https://www.inc.com/john-discala/7-ways-hotels-will-
change-post-pandemic.html
terjadwal (tiket masuk sudah dibeli lebih awal
secara daring)
• Hiburan malam belum bisa dibuka, atraksi yang
membutuhkan kontak dekat belum bisa dibuka

20
• Pemerintah terus memantau dan mengevaluasi
perkembangan
• Bila kondisi Indonesia terus membaik, negara-
negara asal wisatawan juga membaik (tahun
2021 atau 2022) baru membuka diri terhadap
wisatawan mancanegara
• Menyasar wisatawan berkualitas
• Bandara sudah lebih siap dengan teknologi
pencegahan (thermal scanner, mini lab, dll.)
• Maskapai penerbangan lebih siap https://www.traveller.com.au/coronavirus-and-air-travel-airport-temperature-
• Hotel siap melaksanakan protokol kesehatan ketat check-saw-me-put-in-quarantine-h1lwlx
• Wisatawan wajib memiliki sertifikat kesehatan
• Hiburan malam dibuka, jumlah pengunjung dibatasi
• Rumah makan, café boleh dine in, jumlah pengunjung
dibatasi
• Fasilitas kesehatan (puskesmas, RS, laboratorium)
sudah lebih siap
• Protokol kesehatan tetap berlaku, telah menjadi
budaya baru

https://www.thaipbsworld.com/one-new-covid-19- 21
infection-reported-as-40-people-in-yala-are-cleared/
22
B. Langkah pada Skenario 2: Pandemi COVID-19
belum berakhir pada Juni 2020
• Kesehatan: penguatan layanan konsultasi kesehatan jarak jauh
• Pariwisata: penyelengaraan pariwisata yang menerapkan protokol
kesehatan secara ketat dan norma-norma kehidupan berdasarkan
normalitas yang baru
• Ekonomi: penguatan transaksi berbasis elektronik, pedagang pada
objek wisata diarahkan beralih usaha ke sektor lain yang bisa dijual
secara online. Transaksi online juga akan memudahkan penjaringan
pajak

23
Pendidikan

• Proses
belajar
mengajar
jarak jauh
dan online
semakin
diperkuat

24
Ekonomi: Penguatan transaksi berbasis elektronik, pedagang pada objek wisata
diarahkan beralih usaha ke sektor lain yang bisa dijual secara online.

25
Apa yang dilakukan ketika pandemi COVID-19
telah mereda?
• Sektor ekonomi lain harus diperkuat
• Tidak kembali terjebak dalam
“business as usual” (hanya bertumpu
pada sektor pariwisata)
• Mengarah pada ekonomi kreatif
berbasis digital (mengakses pasar
dalam dan luar negeri)
• Galang generasi muda sebagai
penggerak ekonomi kreatif berbasis
digital
• Memberdayakan tenaga kerja yang https://situskeren.id/blog/detail/2-ekonomi-digital-bantu-umkm-tembus-pasar

potensial namun saat ini kehilangan


lapangan pekerjaan akibat PHK,
dirumahkan maupun PMI
26
• Target utama adalah generasi muda dan warga pada rata-rata usia produktif (20 s.d. 50
tahun)
• Bidang yang disasar:
• Seni desain kreatif (menjual desain produk)
• Menjadi content creator (dipasarkan via Youtube, medsos lainnya)
• Hasil pertanian juga dipasarkan secara online (berkolaborasi dengan start up lokal, nasional).
• Berdayakan Balai Banjar menjadi coworking space bagi generasi muda:
• Optimalisasi program wifi gratis di balai banjar untuk mendukung ekonomi kreatif generasi
muda
• Banjar menjadi pusat inovasi dan kreativitas generasi muda, simpul pertumbuhan ekonomi
lokal
• Banjar menjadi benteng pelestarian adat dan budaya
• Ubah brand image Badung menjadi Kabupaten dengan basis ekonomi kreatif digital
• Kebijakan anggaran (APBD) harus mendorong pengembangan ekonomi kreatif digital
• Dukungan penuh dari Desa Adat

27
Pemanfaatan Media Sosial oleh UMKM

Sumber: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/17/facebook-bantu-tingkatkan-kuantitas-pelanggan-umkm
28
Kesimpulan
• Perekonomian berjalan dengan pola siklus
• Langkah pemulihan harus difokuskan pada aspek-aspek mendasar
• Upaya pemulihan amat ditentukan oleh kondisi berakhirnya Covid-19
• Protokol kesehatan akan menjadi gaya hidup, selama maupun pasca
pandemi COVID-19
• Pemulihan ekonomi menuntut kesiapan untuk menjalani gaya hidup
baru/normalitas kehidupan yang baru
• Pariwisata masih andalan namun amat rentan (sektor ini tumbuh -9,11%
pada triwulan I tahun 2020)
• Ekonomi kreatif digital menjadi harapan pilar ekonomi baru (sektor ini
tumbuh 7,41% pada triwulan I tahun 2020)
29
Rekomendasi
• Tinjau kembali agenda setting pembangunan, menyesuaikan dengan
normalitas kehidupan yang baru sebagai dampak COVID-19
• Segera melakukan langkah persiapan menyongsong normalitas baru
• Kebijakan anggaran (APBD) harus mendorong pengembangan
ekonomi kreatif digital
• Perkuat kolaborasi dengan komunitas, masyarakat desa adat,
akademisi, dunia usaha (penta helix)
• Perkuat proses penyusunan kebijakan berbasis kajian/penelitian

30
31
https://www.hotel-online.com/press_releases/release/knowland-insights-coronavirus-pandemic-hotel-group-impact-and-actions/ 32

Anda mungkin juga menyukai