Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dini Larasati

NPM : 160112190532

Judul Seminar : Perbedaan Modalitas Radiografi yang Digunakan untuk Deteksi Umum Lesi
Periodontal dan Periapikal di Praktik Dokter Gigi Rutin

Screen Capture:

Resume Seminar:

Penyakit rongga mulut dapat mengakibatkan  kerusakan jaringan lunak dan jaringan
keras. penegakan diagnosis  berbagai penyakit sulit diidentifikasi  gejala dan gambaran
klinis yang hampir sama  perlu pemeriksaan radiografi.

Penyakit periodontal adalah Inflamasi kronis pada jaringan pendukung gigi


(periodontium) meliputi gingivitis atau periodontitis. Epidemiologinya; Gingivitis  Tingkat
morbiditas berkisar dari sekitar 50 hingga hampir 100%. Periodontitis menigkat terutama pada
pasien usia lanjut. Etiologinya dapat melalui dua factor, inisial (bakteri plak) dan predesposisi
(Kalkulus, restorasi yang keliru, karies, sisa makanan, desain geligi tiruan tidak baik, alat
ortodonti, gigi geligi yang tidak teratur, merokok). Penyakit periodontal dapat dikelompokan
menjadi dua gingivitis (Inflamasi pada gingiva kondisi ini tidak terjadi kehilangan perlekatan)
dan periodontitis (Inflamasi jaringan periodontal migrasi epitel junctional ke apikal
kehilangan perlekatan puncak tulang alveolar).

Gambaran klinis gingivitis diantaranya, gingiva merah, pembengkakan interdental


papil attached, pengurangan stippling dan BOP, odema, adanya stillman cleft/ mc call
festoons. Sedangkan periodontitis diantaranya, plak dan kalkulus supra & subgingiva, inflamasi
gingiva, poket periodontal, loss periodontal attachment, - stippling, BOP, mobility, bone loss,
resesi, eksudat/supurasi, halitosis.

Lesi periapikal adalah Respon lokal dari tulang di sekitar apikal gigi  nekrosis pulpa /
akibat perluasan penyakit periodontal. Etiologinya, Living irritant (bakteri, toksin bakteri,
fragmen bakteri). Non living irritant (Iritan Mekanis (prosedur operatif, trauma oklusi), termal
(rangsang dingin, panas), kemikal (bahan pengisi saluran akar, desinfeksi kavitas)).
Patogenesisnya sebagai berikut, karies  Pulpitis reversible yang kemudian menjadi irreversible
 nekrosis pulpa  irritans masuk ke periapikal melalui foramen  lesi periapikal.

Jenis lesi periapikal diantaranya, periodontitis apikalis simptomatik, periodontitis apical


asimtomatik, abses apical akut, abses apical kronis, granuloma periapikal dan kista periapikal.

Radiografi untuk deteksi penyakit periodontal dan periapikal dapat melalui intraoral
seperti, periapikal parallel (Menepatkan film sejajar dengan aksis panjang gigisinar-x tegak
lurus dengan gigi & film), periapikal bisektris (prinsip geometri segitiga sama sisi) dan bitewing
(film diletakkan parallel pada mahkota diantara RA & RB pada gigi yang akan difoto). Dapat
juga ekstraoral seperti, panoramic (Pergerakan resiprokal dari sumber sinar-x & reseptor gambar
mengelilingi titik/bidang pusat, yang disebut image layer, tempat objek berada).

Jaringan periodontal tersiri atas sementum, ligament periodontal, tulang alveolar dan
gingiva. Gambaran radiografi jaringan periapikal sehat diantaranya, PDL  garis radiolusen
tipis kontinyu sekitar garis terluar akar, lamina dura  garis radiopak tipis kontinyu berdekatan
dengan garis radiolusen. Gambaran inflamasi pulpa ketika keluar dari foramen apical  PDL
melebar (awal inflamasi) dan periapikal terdemineralisasi pada apeks/aksesori.

Defek tulang pada penyakit periodontal terdiri atas horizontal dan vertical, yang
diklasifikasikan menjadi defek 2 dinding, defek 3 dinding, defek 4 dinding, defek 1 dinding, dan
keterlibatan furkasi (grade 1-4).

Kelainan akibat penyakit periodontal dan apical diantaranya, periapical rarefying osteitis,
osteosklerosis ideopatik, lesi periapikal non inflamasi (OD/COD), resobsi.

Prioritas penggunaan teknik radiografi, periapikal (2-3 gigi dalam 1 foto memuat dari
Mahkota jaringan pendukungnya hingga periapikal dan tulang dibawahnya), bitewing
(memeriksa daerah interproksimal gigi dan permukaan gigi yang meliputi mahkota dari maksila
dan mandibula didaerah interproksimal dan puncak alveolar dalam film yang sama.) panoramic
(lapangan pandan yang luas dari tulang fasial dan gigi geligi, Kenyamanan saat pemeriksaan
pasien.Dapat digunakan kepada pasien yang tidak dapat membuka mulutnya).

Pertimbangan klinis untuk memilih jenis dan teknik radiografi diantaranya, kondisi
pasien, lesi, cakupan film yang digunakan dan biaya.