Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

“BROWNIES TERONG”

NAMA KELOMPOK 6 :

1. MAWADDAH 20117044
2. MILLA ARTIKA SARI 20117046
3. NI KADEK NUNUNG W. 20117053
4. SATRIO AJI 20117068
5. YERMIANTI TYAS P. 20117078

PRODI D4 TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS


FAKULTAS SAINS TEKNOLOGI DAN ANALISIS
INSTITUT ILMU KESEHATAN
BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kue brownies adalah kue yang sangat populer dikalangan masyarakat luas, rasanya
yang enak manis dan terjangkau untuk dibeli selain mudah dibeli dan harganya juga
sangat terjangkau untuk masyarakat, namun brownies tergolong merupakan kue yang
memiliki kandungan kalori, lemak dan gula yang tinggi jadi untuk penderita diabetes,
kolestrol tidak dapat megkonsumsi brownies dalam jumlah banyak.
Dalam mengatasi itu kami mempunyai ide usaha membuat brownies yang ramah
rendah lemak dan gula sehingga aman untuk dikonsusi oleh penderita diabetes dan
penderita kolestrol tinggi, penggunaan terong sebagai salah satu ide kami yakni karena
terong aalah salah satu sayur yang mudah ditemukan dan bahkan gampang untuk
dibudidayakan sendiri dihalaman rumah, selain itu terong juga memiliki kandungan
antioksidan yang tinggi, serat yang tinggi pula juga berguna untuk menjaga ketabilan gula
darah dan kolestrol dalam tubuh asalkan dalam mengolahnya kita benar.
Kami berharap dengan kami membuat inovasi brownies terong ini dapat membantu
keinginan pasar yang ingin mengkonsumsi brownies namun tetap sehat dan tidak perlu
khawatir akan kalori yang dikonsumsi

1.2. Tujuan Usaha


Mendapat untung dan membantu memberikan pilihan makanan sehat kepada
masyarakat khususnya yang masalah dengan gula darah dan kadar kolestrol yang tidak
terkendali agar tetap dapat mengkonsumsi makanan yang berbau makanan manis

1.3. Manfaat
Memanfaatkan terong yang selama ini pengolahannya hanya biasa saja, dan juga
membantu memberikan pilihan makanan sehat kepada masyarakat khususnya yang
masalah dengan gula darah dan kadar kolestrol yang tidak terkendali agar tetap dapat
mengkonsumsi makanan yang berbau makanan manis

1.4. Sasaran Usaha


Masyarakat luas, khususnya masyarakat yang punya gangguan gula darah dan kolestrol
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Brownies
Brownies biasanya merupakan salah satu jenis cake memiliki warna coklat
kehitaman. Brownies dibedakan menjadi 2 jenis yaitu brownies kukus dan brownies
panggang. Bahan penyusun utama brownies antara lain telur, lemak, gula, dan terigu.
Brownies memiliki struktur yang seperti cake yaitu ketika dipotong terlihat
keseragaman pori remah dan ketika dimakan terasa lembut, lembab, dan
menghasilkan flavor yang baik. Tekstur brownies sedikit bantat sehingga tidak
membutuhkan tepung dengan kadar gluten tinggi (Sulistiyo, 2006). Tepung dalam
pembuatan brownies berfungsi sebagai pembentuk struktur, pembentuk tekstur,
mendistribusikan bahan secara merata, sebagai pengikat dengan bahan-bahan lain dan
menambah citarasa. Gula yang berfungsi memberikan rasa manis, pembentuk
struktur, tekstur, dan keempukan, mengikat air, dan menjaga kelembaban. Selain itu,
gula juga berfungsi sebagai pengawet karena dapat mengurangi aktivitas air (aw)
dalam bahan pangan yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Gliadin
dan glutenin yang terdapat dalam tepung terigu apabila bercampur dengan air akan
membentuk gluten (Matz, 1972). Tepung dengan kadar gluten yang rendah cocok
untuk membuat cake karena untuk menghindari terbentuknya gluten. Gluten dalam
adonan berfungi sebagai penstabil adonan dan pembentuk strukur sehingga adonan
lebih ringan dan tidak liat. Produk makanan berbasis non-gluten sangat
direkomendasikan untuk penderita autis dan celiac desease / gluten intoleran. Pola
makan yang dianjurkan untuk penderita autis adalah menghindari makanan berbasis
gluten. Hal ini dikarenakan gluten yang terdapat pada makanan akan membentuk
gluteomorfin yang mengakibatkan gangguan pada anak menjadi hiperaktif (Lydia et
al., 2015).

2.2. Terong
Terong termasuk salah satu jenis sayuran buah yang dapat dimanfaatkan untuk bahan
makanan dan untuk pengobatan (terapi). Buah terong mengandung zat-zat gizi yang
cukup tinggi dan lengkap. Berdasrkan hasil pengujian, didalam setiap 100 gram
terkandung komponen gizi (Bambang, 2003).
Terong tidak hanya nikmat diolah untuk berbagai jenis masakan, kandungan gizi pada
terong yang lengkap telah terbukti berdasarkan data dari US Departement of
Agriculture, yaitu:
1. Kandungan fitonutrien dan antioksidan yang tinggi
Terong selalu khas dengan warna ungunya ya. Hal ini ternyata juga
membuat terong menjadi unggul dibandingkan dengan bahan makanan
lain.Zat pigmen warna pada terong membuatnya memiliki kandungan
antioksidan yang tinggi yang membuat terong sangat baik dikonsumsi
untuk mencegah kanker.
2. Tinggi kandungan serat
Dalam 100 gram terong, yang setara dengan 1 buah terong ukuran sedang,
terdapat 3 gram serat. Angka ini termasuk tinggi hampir setara dengan satu
buah apel atau jeruk.Seperti yang diketahui serat memiliki manfaat yang
baik untuk pencernaan hingga mengontrol kolesterol dan kadar gula darah.
3. Kaya vitamin dan mineral, yaitu vitamin K dan potasium
Potasium dan vitamin K baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah.
Selain itu, terong mulai banyak dilirik fungsinya dalam menurunkan
kolesterol. Hal ini tentu membuat bisa menjadi salah satu pilihan utama
konsumsi sayur harian.
BAB III
PELAKSANAAN USAHA
3.1. Perincian Modal
Mungkin untuk aspek produksi akan di awali dari produk skala kecil terlebih dahulu
yaitu home industri karena sebagus apapun rancangan suatu usaha,akan lebih baim
jika diawali dari bawah terlebih dahulu supaya kita tahu langkah demi langkah nya
karena hal tersebut akan mempengaruhi kematangan kita dalam menjalankan usaha
sehingga dari proses tersebut kita akan terlatih dan tahu harus bersikap bagaimana jika
usaha yang kita jalankan mengalami masalah karena kita sudah berpengalaman dalam
hal tersebut walaupun usaha yang dijalankan masih dalam taraf kecil.

Proses produksi bronis kukus pandan ini dapat duraikan sebagai berikut:
Bahan-bahan :
 3 buah terong
 200 gram Tepung Terigu
 4 butir Telur
 1 sdm SP(Ovalette)
 150 gram Gula Pasir
 200 gram Mentega Cair/Minyak
 1 sdm Coklat bubuk
 2 scht SKM coklat
 100 gram DCC cairkan

Proses pembuatan

1. Blender Terong hingga halus, pisahkan


2. Gula,Telur, mix hingga memutih
3. Masukkan SP, SKM Coklat,Tepung Terigu, Coklat bubuk dan terong yang
sudah diblender, mix hingga merata
4. Masukkan mentega cair,aduk merata dengan spatula
5. Siapkan loyang yang sudah dioles mentega dan taburan tepung,tuang adonan
pertama kukus selama 30 menit
6. Setelah matang,angkat dan diamkan 20 menit hingga dingin baru pindahkan
ke tempat saji
7. Letakkan brownies kedalam cetakan
8. Taburi topping diatasnya dinginkan dan jangan lupa plating supaya lebih
menarik.
Rangkuman perencanaan keuangan calon usaha saya sebagai berikut:
1. Modal Jangka Panjang (Investasi)
Modal Jangka Panjang merupakan modal yang digunakan untuk proses usaha dan
memiliki jangka waktu penggunaan yang relatif lama yang berwujud peralatan
dan sarana pendukung usaha, meliputi :
 Stand Rp. 600.000,-
 Panci Rp. 150.000,-
 Mixer Rp. 350.000,-
 Loyang Rp. 10.000,-
 Kertas minyak Rp. 5000,- +
Total Rp. 1.115.000,-

2. Modal Kerja (Modal Jangka Pendek)


 Terong Rp. 5000,-
 Tepung Terigu Rp. 3.500,-
 Coklat Bubuk Rp. 10.000,-
 Mentega Rp. 6.500,-
 Telur Rp. 16.000,-
 Susu sachet putih Rp. 1.500,-
 Gula Rp. 12.000,-
 SP(Ovalette) Rp. 4.000,-+
Total Rp. 58.500,-

Biaya harian

 Biaya Listrik Rp. 3000,-


 Transport Rp. 5000,- +
Total Rp. 8.000,-

Jadi total keseluruhan modal awal: Rp. 1.181.500,-

Modal kerja sejumlah Rp.58.500,- dan biaya harian Rp.8000,- mampu untuk
memproduksi 3 box brownies.

Harga produk   =  Modal : Produksi

= Rp. 66.500 : 3

= Rp.22.166 – Rp.22.200,- per box

3.2. Sumber Modal


Untuk produk yang kami jual yaitu kue bronis terong kukus, akan kami
produksi sendiri, dalam artian kami membeli bahan baku mentah dari
modal sendiri untuk kemudian diolah sedemikian rupa agar dapat
mencapai hasil yang maksimal seperti apa yang diinginkan

3.3. Perhitungan Keuntungan dan Kerugian

Laba yang diinginkan 30%     = Laba x harga produk

                                                = 30%  x 22.200

                                                =  Rp. 6.660 dibulatkan jadi Rp.7000,-

Harga Jual                               = Total Laba (Rp) + Harga produk

                                                = Rp. 7000 + Rp.22.200

                                                = Rp. 29.200

                                                = Rp.30.000,- (dibulatkan)

3.4. Cara Mendapatkan Bahan untuk Usaha


Bahan yang digunakan dalam menjalankan usaha untuk bahan brownies
kita membeli dipasar, terong rencanya agar lebih mudah kami akan
menanam terong di halaman rumah dengan cara tabulapot, mengigat
budidaya erong sendiri sangat mudah dilakukan .

3.5. Cara Pemasaran


Kami akan memasarkan dengan media sosial karena media sosial adalah
salah satu platfom yang mudah untuk dijangkau dan banyak sekarang
usaha juga dimulai dari media sosial dan juga nantinya kami akan
menyediakan layanan pesan antar untuk pembeli selain media sosial kami
akan memasrakan ke kios kios / toko klontong di desa- desa hal ini untuk
memenuhi target pasar yakni masyarakat yang belum paham tentang
media sosial.
BAB IV
KESIMPULAN

Dari uraian diatas kesimpulannya bahwa perencanaan usaha ini layak dijalankan
sebagaimana usaha ini mempunyai prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan.
Demikian proposal ini kami buat dengan judul “Brownies Terong” yang kami rasa masih
banyak kekurangan. Oleh karena ini kami selaku penyusun proposal mohon maaf apabila
ada kesalahan baik yang kami sengaja maupun tidak sengaja.
Wassalamualaikum wr.wb..