Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. A DENGAN


BRONKOPNEUMONIA (BRPN) DI RUANG ANAK LANTAI I
RSUP Dr. KARIADI

DISUSUN OLEH :
KHARISMA ANJAR NUGRAHA
P1337420616018

PRODI S1 TERAPAN KEPERAWATAN SEMARANG


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2018
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.A DENGAN
BRONKOPNEUMONIA DI RUANG ANAK LANTAI I

I. PENGKAJIAN
A. Data Demografi
1. Klien/pasien
a. Tanggal pengkajian : 25 September 2018
b. Tanggal masuk : 19 September 2018
c. Ruang : Ruang Anak Lantai I
d. Identitas :
 Nama Pasien : An. A
 Tanggal lahir/umur : 2 Februari 2018 / 7 Bulan 24 Hari
 Jenis Kelamin : perempuan
 Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
 Agama : Islam
 Diagnosa Medis : Bronkopneumonia
2. Orang Tua/ Penanggung Jawab
Ibu
a. Nama : Ny. S
b. Umur : 36 Tahun
c. Hubungan dengan klien : Orang tua
d. Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
e. Agama : Islam
f. Pendidikan : SLTA
g. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
h. Alamat : Tengguli, Bangsri, Jepara
i. No. Telepon : 082361xxxxxx
Ayah
a. Nama : Tn. J
b. Umur : 43 tahun
c. Hubungan dengan klien : Orang tua
d. Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
e. Agama : Islam
f. Pendidikan : SLTA
g. Pekerjaan : Wiraswata
h. Alamat : Tengguli, Bangsri, Jepara
i. No. Telepon : 081325xxxxxx

B. Riwayat Klien
1. Riwayat penyakit klien sebelumnya
Ketika dirumah ibu klien mengatakan bahwa klien batuk selama hampir satu
minggu dengan frekuensi sering. Batuk seperti ada lender tetapi lender tidak bisa
keluar. Pasien juga terlihat sulit bernapas. Setelah itu ibu klien memeriksakan anaknya
ke salah satu rumah sakit di Jepara. Pasien menerima perawatan berupa suction dan
nebulizer. Kemudian pasien dirawat di rumah sakit tersebut selama dua minggu
dengan diagnosa bronkopneumonia. Setelah menerima perawatan selama dua minggu
dan tidak kunjung sembuh pihak rumah sakit kemudian merujuk ke RSUP Dr.
Kariadi.
Pertama klien masuk di IGD dengan terpasang NGT dan nasal kanul dengan
volume 1 L/menit. Dari IGD pasien kemudian ditempatkan di Ruang Perawatan Anak
lantai 1. Klien ditempatkan di kamar 4 ruang perawatan anak lantai 1 dengan
terpasang NGT dan nasal kanul, dengan diagnosa Bronkopneumonia. Saat pengkajian
ditemukan data sebagai berikut kondisi umum lemah; nadi : 140x/menit; RR :
32x/menit; suhu : 36,7o C; SPO2 : 94%.
2. Riwayat kehamilan
Saat hamil ibu klien tidak mengalami gangguan kesehatan dan kelainan gizi. Ibu
pasien hanya merasakan mual pada saat-saat awal kehamilan. Ibu klien rutin
memeriksakan kehamilan ke bidan desa.
3. Riwayat persalinan
Klien lahir pada usia kehamilan 40 minggu. Klien lahir normal dengan berat
badan 3120 gram dan panjang badan 49 cm. bayi menangis spontan ketika lahir.
4. Riwayat imunisasi
o Hepatitis B I o Polio III
o Hepatitis B II o DPT I
o Polio I o DPT III
o BCG o Polio IV
o Hepatitis B III o DPT II
o Polio II o Campak
5. Riwayat alergi
Ibu pasien mengatakan bahwa klien tidak memiliki alergi. Selama ini klien
hanya mengonsumsi satu jenis susu formula dan ASI saja.
6. Riwayat pemakaian obat
Sebelum sakit kliean hanya mendapatkan obat dari dokter klinik tempat pertama
kali periksa. Setelah masuk RS di Jepara klien juga mengonsumsi obat-obatan dari
rumah sakit saja.
7. Riwayat tumbuh kembang
a. Motorik halus
Klien dapat menggemnggam ketika ada rangsang yang diletakan pada
tanganya, contoh ketika perawat menyentuh telapak tangan klien langsung
menggenggam.
b. Motorik kasar
Ibu klien mengatakan perkembangan klien terhambat jika dibandingkan
bayi seusianya. Klien belum bisa duduk dan merangkak. Klien hanya bisa
tengkurap di tempat tidur.
c. Bahasa
Klien belum bisa berkomunikasi secara lisan karena terkendala usia.
d. Personal sosial
C. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
1. Riwayat Penyakit dalam Keluarga
Keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan klien dan
tidak ada yang menderita penyakit kronis seperti TBC, DM, HT, dan Penyakit
Jantung.
2. Genogram
D. Riwayat Penyakit Sekarang
1. Penampilan umum
a. Keadaan umum
E4V5M6 Composmentis, lemas
b. Pemeriksaan TTV
1) Pernapasan : 41x/menit
2) Suhu : 36,7oC
3) Nadi : 140x/menit
4) Saturasi Oksigen : 94%
c. Penggunaan alat bantu napas
Klien terpasang nasal kanul dengan volume 1L/menit
2. Nutrisi dan Cairan
Nutrisi :
a. Lingkar lengan atas : 12cm
b. Panjang badan : 59cm
c. Berat badan : 5,192 kg
d. Lingkar kepala : 40 cm
e. Lingkar dada : 46 cm
f. Lingkar perut : 54 cm
g. Status nutrisi : BMI (14,91 > kurus)
h. Kebutuhan kalori : 100 kkal x 5,192 kg = 519,2 kkal
i. Jenis makanan :-
j. Kesulitan saat makan : -
k. Kebiasaan khusus :-
l. Keluhan : beberapa kali muntah berupa susu dan lendir
Cairan
a. Kebutuhan cairan : 100cc x 5,192kg = 519,2 cc / 24 jam
b. Balance cairan : -22,5 ml
Input Outout
Infus 60ml Iwl : 62,5 ml
Minum 300ml BAB : -
BAK : 320 ml
c. Diuresis :-
d. Rute cairan masuk : enteral (NGT) dan parenteral (infus)
e. Jenis cairan masuk : ASI dan susu formula, infus D5 ½ NS
f. Keluhan : beberapa kali muntah berupa susu dan lendir
3. Istirahat tidur
Lama waktu tidur : 10 jam (malam)
Kualitas tidur : sering terbangun karena sesak napas
Tidur siang : 2-3 jam sehari
Kebiasaan sebelum tidur :-
4. Pemeriksaan fisik
Kepala : Mesochepal, tidak ada lesi dan benjolan , rambut berwarna hitam.
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tak ada peningkatan vena
jugularis.
Mata : Simetris, Sklera tidak ikterik, conjuctiva tidak anemis.
Hidung : Simetris, tidak ada polip.
Mulut : Mukosa bibir baik, tidak ada stomatitis, tidak ada labio palato skiziz,
gusi tidak berdarah
Telinga : Simetris, tak ada serumen, tak ada benjolan.
Dada : Bentuk simetris,. ada retraksi dada saat inspirasi
Paru- paru
a. Inspeksi : Bentuk simetris, pergerakan dada sewaktu ekspirasi dan
inspirasi simetris.
b. Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
c. Perkusi : Sonor memendek
d. Auskultasi : Terdapat bunyi ronchi,
Abdomen
a. Inspeksi : tidak ada perbesaran pada abdomen
b. Auskultasi : Bising usus 35x/menit
c. Palpasi : tidak ada perbesaran hati, dan limpa.
d. Perkusi : Timpani
Genetalia : Pasien tidak terpasang kateter saat dirawat di rumah sakit.
Ekstremitas
a. Ekstrimitas atas : Akral teraba hangat, tidak terdapat sianosis,
tidak ada edema, capiraly refil 2 detik, terpasang infus ditangan
kanan.
b. Ekstrimitas bawah : Simetris, tidak terdapat sianosis, tidak ada
edema, capiraly refill 2 detik.
5. Psikososial anak dan keluarga
a. Respon hospitalisasi
Klien sering rewel dan menangis karena merasa sesak napas. Lingkungan
mendukung karena keluarga pasien lain sama-sama memiliki bayi sehingga
memahami kondisi klien.
b. Kecemasan
Orang tua klien merasa cemas karena melihat anaknya yang sering terlihat
kesakitan. Selain itu perkembangan anaknya tidak sesuai dengan anak
seusianya.
c. Koping klien/keluarga dalam menghadapi masalah
Keluarga sangat berharap anaknya segera sembuh. Keluarga terbuka dengan
perawat sehingga mudah untuk membantu dalam mengintervensi pasien.
d. Pengetahuan orang tua tentang penyakit anak
Pengetahuan orang tua tentang penyakit klien cukup bagus. Orang tua aktif
bertanya jika perawat datang untuk memberi tindakan kepada klien.
e. Keterlibatan orang tua dalam perawatan anak
Orang tua mendukung dengan kooperatif dalam intervensi keperawatan yang
diberikan pada anaknya. Selain itu orang tua juga mengetahui beberapa teknik
perawatan sederhana seperti kompres saat demam dan posisi yang tepat agar
sesak napas pada klien berkurang.
f. Konsep diri
Klien merupakan seorang anak perempuan berusia 7 bulan 24 hari. Klien anak
terakhir dari tiga bersaudara.
g. Spiritual
Klien lahir dari keluarga dengan kepercayaan yang baik. Pasien belum dapat
menjalankan kewajiban pada agamanya karena terkendala perkembangan usia.

6. Pemeriksaan penunjang
 Rongten Thorax
 Corakan paru meningkat
 Gambaran pneumonia
 Cardio megali
 Pemeriksaan Laboratorium
(Hematologi) 19 September 2018
Hematologi paket
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
Hb 12,1L g/dL 9,50-12,50
Ht 37,9 32-44
Eritrosit 4,85 10^6/uL 3,9-5,5
MCH 24,9 Pg 24,00-34,00
MCV 78,1 L fL 83-110
MCHC 31,9 g/dL 29-36,00
Leukosit 13,6H 10^3/dL 3,6-11
Trombosit 469H 10^3/uL 250-400
ROW 17,3H % 11,60-14,80
MPV 10 fL 4,00-11,00

Kimia klinik
Glukosa sewaktu 108 80-160
Ureum 26 mmol/L 15-39
Creatinine 0,1L mmol/L 0,6-1,3
Calcium 2,3 mmo;/L 2,12-2,52

Elektrolit
Natrium 137 mmol/L 136-145
Kalium 4,0 mmol/L 3,5-5,1
Chloride 97L mmol/L 98-107

(BGA Kimia) 20 September 2018


Temp 36,5
F102 28,0
pH 7,423 7,37-7,45
pCO2 48,1 H mmHg 35-45
pO2 104,6 mmHg 83,0-108,0
pH (T) 7,431 7,35-7,45
PCO2 (T) 47,1 mmHg
PO2 (T) 101,7 mmol/L
HCO3 31,7H mmol/L 22-26
TCO2 33,2 mmol/L
BEecf 7,1 mmol/L
BE(B) 7,1H mmol/L -2 - 3
SO2C 97,0 95-100
A-aDO2 41,8 mmHg
R1 0,4

(Darah) 25 September 2018


Hasil Kultur-A (tidak ada pertumbuhan kuman)

(Sputum) 26 September 2018


BTA (-) Skala IUATLD
(-) / negative : 0 BTA / 100 LD
Leukosit > 25 LPK
(+) / scanty : 1-9 BTA / 100 LD
Pewarnaan Gram + (+)
(1+) / positif : 10-99 BTA / 100 LD
Kuman bentuk batang (+) (2+) / positif : 1-10 BTA / LD
Gram (-) (3+) / positif : 10 BTA / LD

(Jamur) 26 September 2018


Yeast cell (-)

7. Program Therapy
Tanggal : 25 September 2018
Infus : D5 ½ NS (120/5 ml/jam)
Obat :
 Ceftriaxone 250mg/6jam (IV)
 Gentamisin 30mg/24jam (IV)
 Furosemide 5mg/12jam (IV)
 Captopril 1,5mg/12jam (PO)
 Digoxin 0,02mg/12jam (PO)
Tangal : 26 September 2018
Infus : D5 ½ NS (120/5 ml/jam)
Obat :
 Ceftriaxone 250mg/24jam (IV)
 Gentamisin 30mg/24jam (IV)
 Furosemide 5mg/12jam (IV)
 Captopril 1,5mg/12jam (PO)
 Digoxin 0,02mg/12jam (PO)

Tanggal : 27 September 2018


Infus : D5 ½ NS (120/5 ml/jam)
Obat :
 Ampicillin 250mg/6jam (IV)
 Gentamisin 30mg/24jam (IV)
 Furosemide 5mg/12jam (IV)
 Captopril 1,5mg/12jam (PO)
 Digoxin 0,02mg/12jam (PO)

8. Analisis Data
No Tanggal Data Fokus Masalah Etiologi TTD
Keperawatan
1 25 DS : Bersihan jalan napas Agen infeksi
September Ibu klien mengatakan tidak efektif
2018 bahwa klien sesak napas
dan kesulitan untuk tidur
DO :
RR : 41x/menit
Terpasang nasal kanul 1
L/menit
Napas cuping hidung
Adanya otot bantu napas
Suara ronchi ketika
aukskultasi paru
Adanya secret berwarna
kehijauan
Kuman bentuk batang (+)

2 25 DS : Risiko Aspirasi Adanya sekret


September Ibu klien mengatakan anak
2018 sering batuk
Nafasnya sesak
Klien beberapa kali
muntah
DO :
RR : 41x/menit
Nadi : 148x/menit
SPO2 : 92%
Klien terpasang NGT
Adanya secret berwarna
kehijauan

3 26 DS : Hipertermia Kurang cairan


September Ibu klien mengatakan
2018 bahwa suhu klien
meningkat
Klien sering menangis dan
pola napasnya cepat
DO :
T : 39,3oC
RR : 52x/menit
Nadi : 148x/menit
SPO2 : 92%
Klien muntah ketika
diberikan cairan
Balance cairan -22,5 ml
9. Rencana Keperawatan
No Tanggal Diagnosa Tujuan Intervensi TTD
Keperawatan (NOC) (NIC)
1 25 Bersihan NOC: Intervensi :
September jalan napas  Respiratory status :  Pastikan kebutuhan oral /
2018 tidak efektif Ventilation tracheal suctioning.
berkaitan  Respiratory status :  Berikan O2 dengan Nasal
dengan agen Airway patency Kanul (1L/menit)
infeksi  Aspiration Control  Posisikan pasien untuk
Setelah dilakukan memaksimalkan ventilasi
tindakan keperawatan  Lakukan fisioterapi dada
selama 3x24jam jika perlu
pasien menunjukkan  Keluarkan sekret dengan
keefektifan jalan nafas batuk atau suction
dibuktikan dengan  Auskultasi suara nafas, catat
kriteria hasil : adanya suara tambahan
 Mendemonstrasikan  Berikan bronkodilator
batuk efektif dan suara  Berikan antibiotic
nafas yang bersih, Ampicilin 250mg/6jam (IV)
tidak ada sianosis dan Ceftriaxone 250mg/24jam
dyspneu (mampu (IV)
mengeluarkan sputum,  Atur intake cairan untuk
bernafas dengan mengoptimalkan
mudah, tidak ada keseimbangan.
pursed lips)  Monitor respirasi dan status
 Menunjukkan jalan O2
nafas yang paten  Pertahankan hidrasi yang
(klien tidak merasa adekuat untuk
tercekik, irama nafas, mengencerkan sekret
frekuensi pernafasan  Jelaskan pada pasien dan
dalam rentang normal, keluarga tentang
tidak ada suara nafas penggunaan peralatan : O2,
abnormal) Suction, nebulizer.
 Mampu
mengidentifikasikan
dan mencegah faktor
yang penyebab.
 Saturasi O2 dalam
batas normal
 Foto thorak dalam
batas normal

2 Risiko NOC : Intervensi :


25 Aspirasi  Respiratory Status :  Monitor tingkat kesadaran,
September Ventilation reflek batuk dan
2018  Aspiration control kemampuan menelan
 Swallowing Status  Monitor status paru
Setelah dilakukan  Pelihara jalan nafas
tindakan keperawatan  Lakukan suction jika
selama 3x24 jam klien diperlukan
tidak mengalami  Haluskan obat
aspirasi dengan sebelumpemberian
kriteria:  Naikkan kepala 30-45
 Klien dapat bernafas derajat setelah makan
dengan mudah, tidak
irama, frekuensi
pernafasan normal
 Pasien mampu
menelan, mengunyah
tanpa terjadi aspirasi,
dan mampumelakukan
oral hygiene
 Jalan nafas paten,
mudah bernafas, tidak
merasa tercekik dan
tidak ada suara nafas
abnormal

3 26 Hipertermia NOC : Intervensi :


September  Thermoregulasi  Monitor suhu sesering
2018  Setelah dilakukan mungkin
tindakan keperawatan  Monitor warna dan suhu
selama 2x24jam kulit
pasien menunjukkan :  Monitor, nadi dan RR
Suhu tubuh dalam  Monitor penurunan tingkat
batas normal dengan kesadaran
kreiteria hasil:  Monitor intake dan output
 Suhu 36 – 37C  Berikan anti piretik
 Nadi dan RR dalam  Selimuti pasien
rentang normal  Berikan cairan intravena
 Tidak ada perubahan  Kompres pasien pada lipat
warna kulit dan tidak paha dan aksila
ada pusing, merasa  Tingkatkan sirkulasi udara
nyaman  Tingkatkan intake cairan
dan nutrisi
 Monitor nadi, suhu, dan RR

10. Implementasi
Tanggal Kode Dx Tindakan Keperawatan Respon TTD
Keperawatan
25 DX1 Mengkaji TTV klien DS :
September
Ibu klien mengatakan
2018
20.30 WIB pasien beberapa kali
demam dan napasnya
ridak lancar
DO :
RR : 41x/menit
Nadi : 140x/menit
T : 36,7 oC
SPO2 : 94%

Mengkaji jalan napas klien DS :


Ibu klien mengatakan
bahwa ada suara seperti
tertahan ketika klien
bernapas
DO :
Ada gerakan otot bantu
napas ketika klien
bernapas
Terdapat suara ronchi
yang menunjukan adanya
tumpukan secret pada
jalan napas klien

Memposisikan klien semi DS :


fowler untuk memperlancar Ibu klien mengatakan
ventilasi klien lebih nyaman dan
tidur lebih nyenyak
dengan posisi sekarang
DO :
Masih terlihat otot bantu
napas
Terdengar suara Ronchi
RR : 38x/menit

Memberikan penjelasan DS :
kepada keluarga klien tentang Ibu klien memahami
alat bantu napas yang tentang penjelasan
terpasang pada klien perawat
DO :
Ibu klien mampu
mengulangi penjelasan
perawat tentang alat
bantu napas yang
terpasang berupa nasal
kanul dengan volume
1L/menit

DX2 Mengkaji status nutrisi pada DS :


klien Ibu klien mengatakan
pertumbuhan klien tidak
sesuai dengan anak
seusianya
DO :
BB : 5,192 kg
PB : 59 cm
BMI : 14,91 (kurus)

Mengkaji adanya alergi DS :


makanan atau minuman pada Ibu klien mengatakan
klien klien selama ini hanya
minum ASI dan satu
jenis susu formula saja.
Selama di rumah sakit
hanya mengonsumsi susu
dari RS
DO :
Tidak ada tanda-tanda
alergi pada tubuh klien

Menjelaskan pentingnya DS :
intake nutrisi pada klien Ibu klien memahami
tentang penjelasan
perawat
DO :
Ibu klien mampu
mengulangi penjelasan
yang diberikan oleh
perawat tentang
pentingnya menjaga
intake nutrisi pada pasien

Menjelaskan tentang alat DS :


bantu intake nutrisi (NGT) Ibu klien memahami
yang terpasang pada klien penjelasan perawat
DO :
Ibu klien mampu
mengulangi penjelasan
perawat tentang
penggunaan alat bantu
intak nutrisi (NGT) yang
terpasang pada klien

DX1 Monitor jalan napas pasien DS :


Ibu klien mengatakan
pasien tidak bisa tidur
26
September karena masih sesak napas
2018
DO :
06.00 WIB
Terlihat otot bantu
pernapasan
Terdengar suara ronchi
pada klien saat bernapas
Posisi semi fowler
RR : 40x/menit

Melakukan terapi nebulizer DS :


pada klien Ibu klien mengatakan
klien terlihat gelisah dan
bergerak aktif selama
terapi berlangsung
DO :
Klien terlihat tidak
nyaman ketika dipasang
masker untuk nebulizer.
Masih terlihat otot bantu
pernapasan
Terdengar suara ronchi

Melakukan suctioning untuk DS :


mengurangi secret pada klien Ibu klien mengatakan
klien lebih nyaman
setelah dilakukan
suctioning
DO :
Suara Ronchi berkurang
Masih terlihat otot bantu
pernapasan
RR : 38x/menit

Monitor TTV klien DS :


Ibu klien mengatakan
klien lebih nyaman dan
tenang
DO :
RR : 38x/menit
Nadi : 138 x/menit
Suhu : 36,8oC
SPO2 : 95%

DX2 Monitor intake nutrisi pada DS :


klien Ibu klien mengatakan
klien menghabiskan susu
yang diterima dari RS
DO :
Tidak ada sisa susu di
meja klien

DX2 Monitor intake nutrisi pada DS :


klien Ibu klien mengatakan
klien tidak menghabiskan
susu dari RS karena
sesekali terlihat akan
27
September muntah
2018
DO :
15.30 WIB
Klien muntah berupa
susu dan lender
Ada sisa susu dari RS si
meja klien

DX1 Monitor jalan napas klien DS :


Ibu klien mengatakan
klien masih sesak dan
kesulitan ketika bernapas
sehingga sering rewel
DO :
Masih terdengar suara
Ronchi pertanda masih
ada secret
Masih terlihat otot bantu
pernapasan

Monitor TTV klien DS :


Ibu klien mengatakan
klien sempat mengalami
demam ketika malam
hari
DO :
Keadaan umum klien
lemah dan rewel
RR : 40x/menit
Nadi : 140x/menit
Suhu : 36,8oC
SPO2 : 97 %

DX1 Memberikan terapi obat : DS :


Captopril 1,5 mg PO Klien memahami tentang
Digoxin 0,02 mg PO penjelasan perawat
tentang tata cara dan
fungsi obat
DS :
19.00 WIB
Ibu klien mampu
mengulangi tentang
penjelasan perawat

Monitor jalan napas klien DS :


Ibu klien mengatakan
klien masih sesak napas
dan sering tidak bisa
beristiraha karena rewel
DO :
Terlihat otot bantu
pernapasan
Masih terdengar suara
ronchi

11. Evaluasi
Tanggal Kode Dx. Subyektif, Obyektif, Assesment, Planning Nama
Keperawatan (SOAP) perawat
25 DX1 Lakukan suction jika diperlukan
September
Monitor jalan napas
2018
Monitor TTV
S:
Ibu klien mengatakan pertumbuhan klien
tidak sesuai dengan anak seusianya
O:
BB : 5.192 gram
PB : 59 cm
BMI : 14,91 (kurus)
Klien terpasang NGT
A : ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berkaitan dengan
ketidakmampuan intake nutrisi karena
faktor patologis (belum teratasi)
P : lanjutkan intervensi
Kaji status nutrisi
Monitor intake nutrisi
Berikan penjelasan tentang alat bantu
pemenuhan nutrisi yang terpasang berupa
DX2 NGT
26 DX1 S:
September Ibu klien mengatakan klien sesak napas
2018 Sulit tidur karena rewel akibat sesak napas
O:
Terdapat suara ronchi
Terlihat klien menggunakan otot bantu
ketika bernapas
RR : 38x/menit
Nadi : 140 x/menit
Suhu : 36,8oC
SPO2 : 95 %
A : ketidak efektifan jalan napas berkaitan
dengan agen infeksi (belum teratasi)
P : lanjutkan intervensi
Posisikan klien semi fowler
Berikan bronkodilator dengan terapi
nebulizer jika diperlukan
Lakukan suction jika diperlukan
Monitor jalan napas
Monitor TTV

DX2 S:
Ibu klien mengatakan klien sempat muntah
berupa susu dan lendir
O:
Klien tidak menghabiskan susu dari RS
Klien batuk sehingga sering muntah ketika
diberi susu
Klien terpasang NGT
A : ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berkaitan dengan
ketidakmampuan intake nutrisi karena
faktor patologis (belum teratasi)
P : lanjutkan intervensi
Kaji status nutrisi
Monitor intake nutrisi
27 DX1 S:
September Ibu klien mengatakan klien sesak napas
2018 Sulit tidur karena rewel akibat sesak napas
Klien demam ketika malam hari
O:
Terdapat suara ronchi
Terlihat klien menggunakan otot bantu
ketika bernapas
RR : 40x/menit
Nadi : 140 x/menit
Suhu : 36,9oC
SPO2 : 97 %
A : ketidak efektifan jalan napas berkaitan
dengan agen infeksi (belum teratasi)
P : lanjutkan intervensi
Posisikan klien semi fowler
Berikan bronkodilator dengan terapi
nebulizer jika diperlukan
Lakukan suction jika diperlukan
Monitor jalan napas
Monitor TTV
DX2 S:
Ibu klien mengatakan klien tidak muntah
lagi dan bauk berkurang
O:
Klien menghabiskan susu yang diberikan
dari RS
Klien terpasang NGT
A : ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berkaitan dengan
ketidakmampuan intake nutrisi karena
faktor patologis (belum teratasi)
P : lanjutkan intervensi
Kaji status nutrisi
Monitor intake nutrisi