Anda di halaman 1dari 1

Nama: Yacobus, Geby Sabatina

Section: A
Tgl: 15-06-2020

TUGAS KEPERAWATAN JIWA

Insiden bunuh diri merupakan penyebab kematian kedua dengan rentang usia 15-29 tahun
(WHO), faktor-faktor yang dapat memicu hal tersebut seperti depresi, permasalahan kesehatan
jiwa lainnya, permasalahan keluarga, kegagalan personal, dan rasa kesepian. Di Indonesia
tindakan bunuh diri diperparah oleh stigma sosial dan kesulitan untuk berbicara secara terbuka
tentang bunuh diri dengan teman dan keluarga. Dan Upaya pemerintah terkait bunuh diri
disempitkan dan tidak efektif pada penyediaan perawatan bagi mereka yang berkecenderungan
bunuh diri, seperti pendekatan yang hanya terfokus pada media non-interaktif dan tidak menarik
kelompok usia muda. Jadi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah atau
menghindari stress yang berakibat pada tindakan bunuh diri, seperti self check dan relaksasi,
perbanyak pendekatan dengan Tuhan, memperkuat lingkar pertemanan dan keluarga,
memberikan pengertian pada keluarga jika ada hal yang mengganggu mental dan kenyamanan
pribadi, mengerjakan tugas semampu, dan mengatur waktu dengan baik. Dan apabila terdapat
tanda-tanda atau pikiran untuk bunuh diri segera konsultasikan kepada ahli kejiwaan dan jika
seseorang memiliki diatesis stress (jenis stress yang muncul akibat tekanan), disarankan tidak
memilih pekerjaan under pressure .