Anda di halaman 1dari 3

Pentingly!

Tips Belajar Matematika.


1. Niat
Seperti kata hadits “innamal a’malu binniyat” yang artinya amal itu tergantung niatnya.
Jika kita menginginkan belajar matematika hanya demi lulus ujian, ya udah berarti nanti
yang didapatkan juga HANYA LULUS UJIAN. Namun, jika kita niat belajar matematika
supaya kita paham dan mengerti, sehingga ketika orang lain belum paham, kita bisa
membantunya dan karena sudah paham kita bisa melewati ujian itu dengan sebaik-
baiknya, baru ini niat yang TOP. Jadi selama ini apa niat kita belajar matematika?
2. Belajar
Nah, kalau sudah niat tapi ngga belajar ya sama aja, boong. Gaada usahanya dong. Jadi,
bentuk usaha kita dalam memahami matematika ya belajar. Ingat, jangan diforsir ya
belajarnya. Belajar matematika itu tidak cukup dengan SKS atau Sistem Kebut Semalam.
Mengapa? Karena matematika itu butuh latihan, butuh pemahaman, butuh dimengerti
juga. Memangnya kita doang yang mau dimengerti? Matematika juga kale…
Bayangin aja kalau kita sakit, pasti dapat obat dari dokter kan? Nah, obatnya banyak
namun minumnya dibagi-bagi kan? Ada pagi, siang dan malam. Misal 3 x1 berarti obat
tersebut diminum 3 kali dalam 1 hari. Gak mungkin kan karena kita ingin cepet sembuh,
terus kita pengen minum semuanya aja dalam satu waktu. Oh no!!!
Sama seperti belajar. Matematika itu materinya agak lumayan banyak, sehingga cara
belajarnya pun tidak cukup hanya 1 hari atau 1 waktu. Agar mendapatkan hasil yang
maksimal, kita bisa membaginya seperti, sebulan sebelum UAS tiba, kita sudah menyicil
si matematika untuk kita pahami supaya tidak gumoh saat belajar.
Oh ya, matematika itu materinya hirarki atau saling nyambung-menyambung antara satu
materi dengan materi lain. Walaupun ada juga si yang engga, tapi tetep aja pasti ada
prasyaratnya. Iya gak? Makanya, harus menguasai dulu materi sebelumnya atau materi
prasyaratnya supaya memudahkan kita dalam menguasai materi yang ingin kita pelajari.
3. Mencoba
Nah, banyak nih temen-temen yang sudah malas melihat angka, rasanya kalo ketemu
matematika bawaannya pengen rebahan aja. Padahal, kita kan belum tau soal
matematikanya bagaimana? Pertanyaannya apa? Yang ditanyakan apa? Yang diketahui
bagaimana? Kita terlalu fokus dengan titik lemah kita, padahal Allah pasti memberikan
kita kemampuan untuk berpikir, menganalisis, dll. So? Ketika melihat soal matematika
jangan langsung bilang “Ah! Sulit.” Plis jangan. Kenapa? Karena apa yang kita pikirkan
akan mempengaruhi alam bawah sadar kita, sehingga nantinya kita akan didoktrin oleh
diri kita sendiri bahwa matematika itu sulit. Selain itu, kita juga harus yakin bahwa
prasangka Allah itu tergantung prasangka hambaNya. Ketika kita bilang sulit, ya yang
ada nanti sulit beneran. Hehehe.
4. Istiqomah dalam berlatih
Matematika merupakan salah satu ilmu eksakta dan ilmu pasti. Dalam satu rumus
matematika, bisa lebih dari dua yang ditanya (rumusnya bisa dibolak-balik). Jadi, ketika
kita banyak berlatih, kemampuan kita dan kecepatan dalam mengerjakan soal akan
terlatih dengan baik. Sama halnya seperti pelari, yang setiap harinya selalu terus berlatih
dan bahkan setiap hari Ia harus mendapatkan waktu yang lebih cepat dari sebelumnya.
Begitupun matematika, dengan kita banyak berlatih insyaa Allah kemampuan kita akan
semakin meningkat.
5. Tulislah dengan rapi, lengkap dan mudah dipahami oleh kita
Nah, ini juga menjadi suatu hal yang penting. Ada hadits Rasulullah SAW yang
mengatakan “ikatlah ilmu dengan tulisan”. Maksudnya, agar kita tidak lupa dengan apa
yang telah kita terima dan pelajari baik dari guru, dari youtube, dari google, tulislah
dengan rapi agar hal tersebut terus ada, sehingga ketika kita lupa pun tinggal dibuka
aja…hehehe. Kalau perlu buatlah rangkuman-rangkuman rumus dan buatlah semenarik
mungkin agar kita pun semangat ketika membacanya.
6. Mengajari teman sebaya
Setelah ilmunya diikat oleh tulisan, hadits Rasulullah SAW juga mengatakan “ikatlah
ilmu dengan mengamalkannya”. Nah, selain ditulis kita juga mengamalkannya, dengan
apa? Dengan mengajari teman sebaya kita yang memang membutuhkan bantuan. Seperti
halnya seorang guru, pernahkah kita melihat guru kita yang mengajar tanpa
menggunakan buku? Nah itu karena beliau telah bertahun-tahun mengajar muridnya
sampai materi yang disampaikan guru tersebut pun sudah di luar kepala. Maa syaa Allah
ya? Eits! Selain itu, kita juga mendapatkan pahala loh. Apalagi jika temen kita paham
ketika kita sudah ajarkan, kemudian temen kita mengajarkannya kembali pada temen
lainnya…wah…pahala kita makin numpuk! Kecipratan cihuuuuy..
7. Berdoa
Nah ini yang terakhir, percuma loh jika kita sudah berusaha mati-matian belajar
matematika tanpa diiringi dengan do’a karena “man jadda wa jadda”. Barang siapa yang
bersungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan hasil. Jadi, kita juga minta agar Allah
mencerdaskan otak kita, memudahkan kita dan meng-istiqomah-kan kita dalam belajar.
Aamiin..

Dan yang paling terakhir, kita harus ingat bahwa “Hasil tidak akan mengkhianati usaha!”
Allah selalu mengetahui usaha kita dan beliaulah yang paling pantas untuk menilai.
Perlu diingat juga, bahwa nilai bukanlah segala-galanya, namun proses dalam
mendapatkan nilai itu yang mahal harganya. Semangat nge-math gaizzzz… 