Anda di halaman 1dari 30

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA

Dosen pembimbing:
Suhariyati, S.Kep., Ns., M.Kep

Disusun oleh:
1. Abdul Wachid Nurchasan (1702012382)
2. Khabibah Nur Rahmah (1702012415)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2020

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya
penyusunan makalah yang berjudul “Asuhan Keperawatan Komunitas Pada Ibu Hamil
Dengan Anemia”. Penulisan makalah ini sebagai syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah
Keperawatan Komunitas pada Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Makalah ini dapat penulis selesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak. Pada
kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan materi maupun non
materi, dorongan dan doa dalam menyelesaikannya. Penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Drs.H. Budi Utomo, M.Kes selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan beserta
para Wakil Rektor dan jajarannya yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas kepada
penulis untuk menempuh pendidikan di Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan.
2. Suratmi, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Ketua Program Studi Program Studi S1 Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan yang telah bersedia
memberi arahan, perhatian, memberikan fasilitas dan motivasi dalam menyelesaikan makalah
ini.
3. Suhariyati, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah yang
senantiasa memberi inspirasi, motivasi, bimbingan, dan penguatan dalam mengerjakan
makalah ini.
4. Suhariyati, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Dosen Fasilitator yang senantiasa memberi inspirasi,
motivasi, bimbingan, dan penguatan dalam mengerjakan makalah ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas segala semua kebaikan yang telah memberikan
dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Besar harapan penulis semoga tesis ini dapat
membawa manfaat.

Lamongan, 2 Maret 2020

2
Penulis

DAFTAR ISI

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS.......................................................................1


KATA PENGANTAR..........................................................................................................2
DAFTAR ISI3
BAB 1 4
1.1 KONSEP KOMUNITAS....................................................................................4
1.1.1 Teori CAP............................................................................................4
1.1.2 Peran Perawatan Komunitas................................................................4
1.2 KONSEP PENYAKIT.........................................................................................4
1.2.1 Definisi.................................................................................................4
1.2.2 Etiologi.................................................................................................4
1.2.3 Tanda Gejala........................................................................................4
1.2.4 Patofisiologi.........................................................................................4
1.2.5 Penatalaksanaan Medis........................................................................4
1.2.6 Penatalaksanaan Keperawatan.............................................................4
1.3 ANALISIS JURNAL...........................................................................................4
BAB 2 16
2.1 KASUS.................................................................................................................16
2.2 PENGKAJIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS.........................................16
2.3 ANALISA DATA................................................................................................16
2.4 DIAGNOSA KEPERAWATAN........................................................................16
2.5 PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN..................................................16
2.6 INTERVENSI KEPERAWATAN....................................................................16
2.7 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN.............................................................16
2.8 EVALUASI KEPERAWATAN........................................................................16
BAB 3 30
3.1 KESIMPULAN..................................................................................................30

3
3.2 SARAN...............................................................................................................30
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................31
BAB 1
LAPORAN PENDAHULUAN

1.1 KONSEP KOMUNITAS


1.1.1 TEORI CAP
Model adalah gambaran yang mendekati kenyataan dari konsep.
(Riehl and Roy, 2015). Model konseptual adalah sintesis seperangkat konsep dan
pernyataan yang mengintegrasikan konsep – konsep tersebut menjadi suatu
kesatuan. Model keperawatan dapat didefinisikan sebagai kerangka piker, sebagai
satu cara melihat keperawatan, atau satu gambaran tentang lingkup keperawatan.
Model ini sebagai panduan proses keperawatan dalam pengkajian
komunitas, analisa dan diagnosa, perencanaan, implementasi komunitas yang terdiri
dari tiga tingkatan pencegahan primer, sekunder, dan tersier, dan program evaluasi.
fokus pada model ini komunitas sebagai partner dan penggunaan proses
keperawatan sebagai pendekatan. Neuman memandang klien sebagai sistem terbuka
dimana klien dan lingkungannya berada dalam interaksi yang dinamis.
Menurut Neuman, untuk melindungi klien dari berbagai stressor yang dapat
mengganggu keseimbangan, klien memiliki tiga garis pertahanan, yaitu feksible line
of defense, normal line of defense, dan resistance defense. Agregat klien dalam
model community as partner ini meliputi intrasistem dan ekstrasistim. Intrasistem
terkait adalah sekelompok orang-orang yang memiliki satu atau lebih karakteristik.
Agregat ekstrasistem meliputi delapan subsistem yaitu komunikasi, transportasi dan
keselamatan, ekonomi, pendidikan, politik dan pemerintahan, layanan kesehatan
dan sosial,lingkungan fisik dan rekreasi
Delapan subsistem dipisahkan dengan garis putus-putus artinya sistem satu
dengan yang lainnya saling mempengaruhi. di dalam komunitas ada lines of
resistance, merupakan mekanisme internal untuk bertahan dari stressor. Rasa
kebersamaan dalam komunitas untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan contoh
dari line of resistance enderson (2015) mengatakan bahwa dengan menggunakan

4
modelcommunity as partner terdapat dua komponen utama yaitu roda pengkajian
komunitas dan proses keperawatan. Roda pengkajian komunitas terdiri dari dua
bagian utama yaitu inti dan delapan subsistem yang mengelilingi inti yang
merupakan bagian dari pengkajian keperawatan, sedangkan proses keperawatan
terdiri dari beberapa tahap mulai dari pengkajian, diagnosa, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi.

1.1.2 PERAN PERAWAT KOMUNITAS


Peran perawat komunitas dalam pencapaian target MDGs tahun 2015, yaitu
dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seoptimal mungkin melalui
praktik keperawatan komunitas, dilakukan melalui peningkatan kesehatan
(promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) di semua tingkat pencegahan
(levels of prevention). Perawat dalam melaksanakan praktik kelapangan
melaksanakan atau memberikan asuhan keperawatan di komunitas atau
masyarakat pertama, berbasis institusi pendidikan ketika sedang menempuh
program diploma, pada saat menempuh program sarjana (tahap akademik dan
profesi), pada tahap menempuh pascasarjana baik aplikasi maupun spesialis, dan
ketika berada di tatanan tempat kerja yaitu didinkes dan puskesmas.
Orientasi praktik perawat komunitas tidak hanya kepada masalah sakit saja
tetapi juga kepada masalah sehat, dimana perawat komunitas mengajarkan kepada
masyarakat bagaimana mengatasi sakit supaya tidak terjadi keparahan dan
menjadi sehat sehat, dan bagi yang sehat bagaimana menjaga kesehatannya dan
meningkatkan kesehatannya. Juga menjadikan masyarakat dari yang tidak tau
menjadi tahu, dari yang tidak mau menjadi mau dan dari yang tidak mampu
menjadi mampu.
Smith, et.all (1995) menjelaskan bahwa tanggung jawab perawat adalah:
 Menyediakan pelayanan bagi orang sakit atau orang cacat di rumah
mencakup pengajaran terhadap pengasuhnya
 Mempertahankan lingkungan yang sehat
 Mengajarkan upaya-upaya peningkatkan kesehatan
 Pencegahan, penyakit dan injuri

5
 Identifikasi standar kehidupan yang tidak adekuat atau mengancam
penyakit/injuri
 Melakukan rujukan
 Mencegah dan melaporkan adanya kelalaian atau penyalahgunaan
(neglect & abuse).
 Memberikan pembelaan untuk mendapatkan kehidupan dan
pelayanan kesehatan yang sesuai standart
 Kolaborasi dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang dapat
diterima, sesuai dan adekuat
 Melaksanakan pelayanan mandiri serta berpartisipasi
dalammengembangkan pelayanan professional
 Menjamin pelayanan keperawatan yang berkualitas
 Melaksanakan riset keperawatan.

 Perawat komunitas melakukan asuhan keperawatannya mulai dari


aplikasi asuhan,dan proses kegaiatan (Jaji, 2011).

6
1.2 KONSEP PENYAKIT
1.2.1 DEFINISI
Menurut WHO (1992) anemia adalah suatu keadaan dimana kadar
hemoglobin lebih rendah dari batas normal untuk kelompok orang yang
bersangkutan (Tarwoto, dkk, 2007).
Anemia merupakan suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin
dibawah nilai normal. Pada penderita anemia lebih sering disebut dengan kurang
darah, kadar sel darah merah dibawah nilai normal (Rukiyah, Ai Yeyeh, dkk,
2010).
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di
bawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar hemoglobin < 10,5 gr% pada
trimester II ( Depkes RI, 2009 ).
Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya
hemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-
organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Selama kehamilan, indikasi
anemia adalah jika konsentrasi hemoglobin kurang dari 10,50 sampai dengan
11,00 gr/dl (Varney, 2006 ).
Penyebab paling umum dari anemia pada kehamilan adalah kekurangan zat
besi. Hal ini penting dilakukan pemeriksaan untuk anemia pada kunjungan
pertama kehamilan. Bahkan, jika tidak mengalami anemia pada saat kujungan
pertama, masih mungkin terjadi anemia pada kehamilan lanjutnnya
(Proverawati, 2011).

1.2.2 ETIOLOGI
Menurut Tarwoto,dkk, (2007) penyebab anemia secara umum adalah :
a. Kekurangan zat gizi dalam makanan yang dikomsumsi, misalnya faktor
kemiskinan.
b. Penyerapan zat besi yang tidak optimal, misalnya karena diare.

7
c. Kehilangan darah yang disebabkan oleh peradarah menstruasi yang
banyak, perdarahan akibat luka.

Sebagai besar anemia di indonesia penyebabnya adalah kekurangan zat besi


adalah salah satu unsur gizi yang merupakan komponen pembentuk Hb. Oleh
karena itu disebut “Anemia Gizi Besi”
Anemia gizi besi dapat terjadi karena hal-hal berikut ini:
a. Kandungan zat besi dari makanan yang dikomsumsi tidak mencukupi
kebutuhan.
b. Meningkatnya kebutuhan tubuh akan zat besi
c. Meningkatnya pengeluaran zat besi dari tubuh.
(Feryanto, Achmad, 2011)

1.2.3 TANDA DAN GEJALA


Bila kadar Hb < 7 gr% maka gejala dan tanda anemia akan jelas. Nilai ambang
batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil berdasarkan
kriteria WHO tahun 1972 ditetapkan 3 kategori yaitu :
a. Normal >11 gr%
b. Ringan 8-11 gr%
c. Berat < 8 gr%
( Rukiyah, Ai Yeyeh, dkk, 2010)
Menurut Proverawati (2011) banyak gejala anemia selama kehamilan, meliputi :
a. Mesra lelah atau lemah
b. Kulit pucat progresif
c. Denyut jantung cepat
d. Sesak napas
e. Konsentrasi terganggu

1.2.4 PATOFISIOLOGI
Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau
kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sum-sum

8
tulang dapt terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, inuasi tumor, atau
kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah dapat hilang
melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir,
masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan
sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang
menyebabkan destruksi sel darah merah Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi
terutama dalam system fagositik atau dalam system retikuloendotelial terutama
dalam hati dan limpa. Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang
terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah. Setiap kenaikan
destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan
bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang ; kadar 1,5 mg/dl
mengakibatkan ikterik pada sclera. Anemia merupakan penyakit kurang darah
yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit).
Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh.
Jika suplai ini kurang, maka asupan oksigen pun akan kurang. Akibatnya dapat
menghambat kerja organ-organ penting.(Sjaifoellah,1998).

1.2.5 PENATALAKSANAAN MEDIS


Tindakan umum :
1. Transpalasi sel darah merah.
2. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi.
3. Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah.
4. Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang
membutuhkan oksigen
5. Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada.
Pengobatan (untuk tergantung dari penyebabnya) :
1. Anemia defisiensi besi
Penatalaksanaan :
Mengatur makanan yang mengandung zat besi, usahakan makanan
yang diberikan seperti ikan, daging, telur dan sayur.
Pemberian preparat fe

9
Perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan
Peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan.
2. Anemia pernisiosa : pemberian vitamin B12
3. Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral
4. Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan
pemberian cairan dan transfusi darah.(Doenges,1999)

1.2.6 PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN


A. Pada saat kunjungan awal, kaji riwayat pasien
1. Telusuri riwayat anemia, masalah pembekuan darah, penyakit sel sabit,
anemia glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD), atau peyakit hemolitik
herediter lain.
2. Kaji riwayat keluarga
B. Lakukan hitungan darah lengkap pada kunjungan  awal.
1. Morfologi
a. Morfologi normal menunjukkan sel darah merah (SDM) yang
sehat dan matang
b. SDM mikrositik hipokrom menunjukkan anemia defisiensi zat 
besi
c. SDM makrositik hipokrom menunjukkan anemia pernisiosa
2. Kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrin (Ht) pada kehamilan
a. Kadar Hb lebih dari 13 g/dl dengan Ht lebih dari 40% dapat
menunjukkan hipovolemia. Waspada
dehidrasi dan preklamsi
b. Kadar Hb 11,5-13 g/dl dengan Ht 34%-40% menunjukkan
Keadaan yang normal dan sehat.
c. Kadar Hb 10,5-11,5 g/dl dengan Ht 31%-32% menunjukkan
kadar  yang rendah, namun masih normal.
d. Kadar Hb 10 g/dl disertai Ht 30% menunjukkan anemia
 Rujuk pasien ke ahli gizi atau konseling gizi,atau
keduanya

10
 Berikan suplemen zat besi  1 atau 2 kali/hari, atau
satu kapsul time-release, seperti Slow-Fe setiap hari
e. Kadar Hb < 9-10 g/dl dengan  Ht 27%-30% dapat
menunjukkan anemia megaloblastik.
 Rujuk pasien ke ahli gizi atau konseling diet.
 Rekomendasikan pemberian suplemen ferum-sulfa
325 mg per oral, 2 atau 3 kali/hari.
f. Kadar Hb <9g/dl dengan  Ht <27% atau anemia yang tidak
berespon terhadap pengobatan  di atas, diperlukan langkah-
langkah berikut:
 Periksa adanya pendarahan samara tau infeksi.
 Pertimbangkan  untuk melakukan uji laboratorium
berikut:
 Hb dan Ht (untuk meyingkirkan kesalahan

laboratorium)

 Kadar kosentrasizat besi serum

 Kapasitas pegikat zat besi

 Hitung jenis sel (SDP dan SDM)

 Hitung retikulosit (untuk megukur produksi

eritrosit)

 Hitung trombosit

 uji guaiac pada feses untuk medeteksi

pendarahan samar

 Kultur feses untuk memeriksa telur dan

parasit

11
 Skrining G6PD (lahat panduan untuk anemia:

Hemolitik didapat) bila klien keturunan

Afika-Amerika.

 Konsultasikan dengan dokter.


 Rujuk pasien ke ahli gizi atau konseling gizi.
3. Bila pasien hamil, periksa kadar hematokrin pda awal kunjungan , yaitu
28 minggu kehamilan dan 4 minggu setelah memulai terapi.
 Atasi tanda-tanda anemia (sesuai informasi sebelumnya pada
poin IV-Penatalaksanaan B2).
 Konsultasikan ke dokter bila:
 Terdapat penurunan Ht yang menetap  walaupun sudah
mendapat terapi
 Terdapat penurunan yang signifikan, dibandingkan
dengan hasil sebelumnya (singkirkan kesalahan
labotaturium).
 Tidak berespons terhadap terapi setelah 4-6 minggu
 Kadar Hb <9,0 g/dl atau Ht <27%.(Doenges,1999)

12
1.3 ANALISIS JURNAL
Pencarian literatur menggunakan database Google Cendekia, kata kunci yang yang
digunakan “Pregnant Women, Hemoglobin, Trimester, Antenatal Care, Anemia”.
Pencarian literatur didapatkan jurnal sebagai berikut. Lihat tabel 1.1
Tabel 1.1 Analilis Jurnal
No Judul Desain Sempel Variable Instrument Analisa Hasil
. penelitia dan teknik data
n sampling

1. Prevalenc Cross- Wanita Usia ibu, Short Data Temuan


e of sectional hamil Tingkatkan questionnair were mengungkapka
Anemia berusia pendidikan, e analyze n bahwa, rata-
among antara (15- Usia d using rata dengan ±
Pregnant 44 tahun) kehamilan, SPSS standar deviasi
Women menghadir Keseimbangan IBM nilai
Attending i klinik , Progra hemoglobin
Antenatal antenatal Jumlah m adalah 10,9 ±
Clinic of di tempat kunjungan version 1,3 (95%
a Selected yang perawatan 20, [interval
Hospital dipilih antenatal Chi- kepercayaan] =
in Accra, rumah square 10,7-11,1), dan
Ghana sakit dan prevalensi
swasta di analisis keseluruhan
Accra, regresi anemia sari
Ghana logistik total 200 subjek
penelitian
adalah 102
(51,0%).

13
Tingkat
keparahan dari
semua kasus
anemia yang di
diagnosis
adalah ringan
(60,8%) hingga
sedang
(39.2%).
Anemia berat
tidak
ditemukan pada
salah satu
peserta.

Ringkasan isi jurnal

Anemia menyusahkan sekitar setengah dari populasi dewasa ghana dan nilai tertingginya

selama 16 tahun terakhir adalah 56,40% pada tahun 2011, sedangkan nilai terendahnya adalah

49,20% pada tahun 1999.

Untuk menentukan prevalensi anemia di antara wanita hamil yang menghadiri klinik

antena dari rumah sakit swasta terpilih di accra, ghana.

Tingkat hemoglobin dinilai. Usia ibu, usia kehamilan, paritas dan jumlah kunjungan antena

dikumpulkan dari buku catatan antenatal. Data dianalisa menggunakan program SPSS IBM versi

20. Chi-square digunakan untuk menyelidiki hubungan antara variabel intependen dan prevalensi

anemia. Data Menggunakan desain lintas-bagian, 200 peserta yang setujuh dipilih untuk

penelitian ini. dianalisis lebih lanjut menggunakan metode regresi logistik biner untuk

14
mengevaluasi kemungkinan faktor risiko yang terkait dengan anemia. Rasio ganjil dilaporkan

untuk menetapkan risiko anemia dan interval kepercayaan 95% diperkirakan. A p <0,05

dianggap sebagai statistik makna.

Temuan mengungkapkan bahwa, rata-rata dengan ± standar deviasi nilai hemoglobin

adalah 10,9 ± 1,3 (95% [internal kepercayaan] = 10,7-11,1), dan prevalensi keseluruhan anemia

dari total 200 subjek penelitian adalah 102 (51,0%). Tingkat keparahan dari semua kasus anemia

yang didiagnosis adalah ringan (60,8%) hingga sedang (39,2%) anemia berat tidak di temukan

pada salah satu peserta.

Studi ini menetapkan bahwa prevalensi anemia tinggi dan dikaitkan dengan keseimbangan.

Upaya pencegahan yang menargetkan nutrisi prakonsepsi dan promosi perawatan antenatal

reguler kunjungan selama kehamilan normal sangat diperlukan.

15
BAB 2
ASKEP PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA

2.1 KASUS
RW 07 berada pada wilayah Desa Pulo Kuala II yang terdiri dari 2 RT yakni RT 01
dan RT 02. Batas wilayah yang dijadikan target pengkajian, sebelah barat dibatasi oleh
RW I, sebelah selatan dibatasi oleh perkebunan, di sebelah timur dibatasi oleh kompleks
perumahan RW 04 memiliki berbagai fasilitas umum yang terdiri dari sebuah Masjid,
Gereja, sebuah sekolah, sebuah taman dan 1 lokasi pemakaman umum. Fasilitas
pelayanan kesehatan sementara yang dimiliki RW 07 adalah satu Posyandu.
Kegiatan rutin yang dilakukan oleh warga RW 07 meliputi, pengajian rutin ibu-ibu
yang dilaksanakan pada hari Jumat, pengajian bapak-bapak tiap malam Jumat, Setiap
malam rabu acara bapak-bapak dan ibu-ibu melakukan kebaktian, tiap malam minggu
remaja-remaja melakukan kebaktian di Gereja, Setiap hari Minggu Bapak-bapak, ibu-ibu
dan anak-anak yang berAgama Kristen pergi ke Gereja. Diba’Al Qur’an oleh remaja
mesjid setiap malam Rabu. Kegiatan arisan ibu-ibu dilakukan pada hari Sabtu, olahraga
sepak bola, voli bapak-bapak tiap hari Minggu, dan hari-hari selebihnya diisi oleh
kegiatan olahraga remaja, Posyandu Balita dilakukan pada hari Senin minggu ke II, dan
kegiatan pengajian anak-anak dilakukan setiap sore kecuali sabtu dan minggu.
RT 01 dan RT 02 terdiri dari 125 KK dengan 625 jiwa yang terdiri dari 60 anak
usia balita, 120 anak usia sekolah, 125 usia remaja, 265 usia produktif dan 55 orang usia
lansia.

16
2.2 PENGKAJIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Setelah dilakukan pengkajian pada tanggal 6-7 November 2012 dengan tehnik

wawancara dan observasi didapatkan data sbb:

Pengkajian

Setelah dilakukan pengkajian data pada tanggal 19-25 November 2012 maka didapatkan

data sebagai berikut:

1). Distribusi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin

No. Umur Jenis Kelamin


Laki-laki % Perempua % Total %
n
1. 0-5 40 13% 20 7% 60 10%
2. 6-12 50 16% 70 21% 120 19%
3. 13-18 70 22% 55 17% 125 20%
4. 19-35 80 26% 100 31% 180 28%
5. 36-54 40 13% 45 14% 85 14%
6. >55 25 10% 30 10% 55 9%
Total 305 100% 320 100% 625 100%
Berdasarkan table di atas, umur penduduk terbanyak laki-laki adalah 19-35 tahun yaitu
80 orang ( 26% ). Sedangkan untuk perempuan terbanyak pada umur 19-35 yaitu 100 orang
( 31%). Hal ini menunjukkan bahwa penduduk di wilayah RT 01 dn RT 02 RW 07 Ds. Pulo
Kuala II yang terbanyak adalah usia produktif, sehingga memudahkan untuk mencari
tenaga/sumberdaya Manusia yang potensial.

2). Distribusi penduduk berdasarkan Pendidikan


No. Pendidikan Frekuensi %
1. Belum Sekolah 20 3%
2. Tidak Sekolah 15 4%
3. TK 50 8%

17
4. SD 210 33%
5. SMP 125 20%
6. SMA 170 27%
7. Perguruan Tinggi 35 5%
Total 625 100%
Berdasrkan table di atas, distribusi penduduk yang paling banyak yang berpendidikan
Tingkat Sekolah Dasar 210 orang (33%). Sedangkan penduduk yang tidak sekolah
menempati jumlah yang terkecil yaitu 15 orang (4%).

3). Distribusi penduduk berdasarkan pekerjaan


No. Jenis Pekerjaan Frekuensi %
1 Pelajar 305 48%
2 Tidak Bekerja 32 7%
3 PNS 103 16%
4 TNI/POLRI 20 3%
5 Swasta 125 20%
6 Pensiunan 40 6%
Total 625 100%

4). Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama


No. Agama yang dianut Frekuensi (%)
1. Islam 375 60 %
2. Kristen 250 40 %
3. Hindu 0 -
4. Budha 0 -
5. Konghuchu 0 -
Total 625 100%
Berdasarkan tabel di atas mayoritas agama yang dianut oleh penduduk RT 01 dan RT 02
RW 07, Ds. Pulo Kuala II Islam yaitu sebanyak 375 jiwa (60%).

Kondisi Kesehatan Umum


Ibu Hamil
1. Jumlah ibu hamil

No Jumlah bumil Frekuensi (%)


1 Ya 13 16%

18
2 Tidak 64 84%
77 100%
Berdasarkan tabel diatas ada 13 KK saat ini sedang hamil (16%).

2. Usia kehamilan

No Usia kehamilan Frekuensi (%)


1 Trimester I 3 19%
2 Trimester II 4 23%
3 Trimester III 6 58%
Total 13 100%
Berdasarkan tabel diatas sebagian besar usia kehamilan adalah Trimester III ada 6 orang
(58%).

3. Frekuensi kehamilan

No Kehamilan keberapa Frekuensi (%)


1 1 1 7%
2 2 4 30%
3 3 1 7%
4 Lebih dari 3 7 56%
Total 13 100%
Berdasarkan tabel diatas sebagian besar kehamilan adalah lebih dari 3 (56%).

4. Usia ibu hamil

No Usia bumil Frekuensi (%)


1 20-35 9 69%
2 >35 4 31%
Total 13 100%
Berdasarkan tabel diatas sebagian besar (69%) ibu hamil yang masuk kategori beresiko
untuk proses persalinan sehingga harus dilakukan pengawasan pada kehamilan secara
berkala.

5. Tempat periksa kehamilan

19
No Tempat periksa kehamilan Frekuensi (%)
1 Puskesmas 2 16%
2 Bidan 11 84%
Total 13 100%
Berdasarkan tabel diatas sebagian besar (84%) tempat memeriksakan kehamilan adalah
kebidan praktik.

6. Frekuensi periksa kehamilan

No Pemeriksaan kehamilan Frekuensi (%)


1 2 kali 6 46%
2 4 kali 7 54%
Total 13 100%
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa semua ibu hamil memeriksakan
kehamilannya meskipun frekuensi ada yang 2 kali atau 4 kali.

7. Imunisasi TT

No Imunisasi TT Frekuensi (%)


1 Lengkap 13 76%
2 Tidak lengkap 3 24%
Total 13 100%
Berdasarkan tabel diatas sebagian besar (76%) ibu hamil telah mendapat imunisasi TT
dengan lengkap.

8. Penyakit yang diderita ibu hamil 6 Bulan terakhir

No Penyakit yang diderita Frekuensi (%)


1 Hipotensi 2 15%
2 Anemia 5 41%
3 Bengkak 1 7%
4 Hiperemesis 3 23%
5 Varises 1 7%
6 Tidak ada keluhan 1 7%
Total 13 100%
Berdasarkan tabel diatas sebagian besar penyakit yang diderita ibu hamil sebanyak 41%
selama 6 bulan terakhir.

9. Keluhan yang dialami Ibu Hamil

20
No Keluhan yang dialami Frekuensi (%)
1 Pusing 3 23%
2 Tidak selera makan 5 38%
3 Malas bergerak 1 7%
4 Mual/muntah 4 32%
5 Tidak ada keluhan 0 0%
Total 13 100%
Berdasarkan tabel diatas sebagian besar keluhan yang dialami ibu hamil adalah tidak
selera makan sebanyak 38%.

2.3 ANALISA DATA


No Data Etiologi Masalah
1. Ds : ibu hamil Kesulitan Ekonomi Manajemen
mengatakan tidak rutin Kesehatan Tidak
memeriksakan Efektif pada ibu
kandungannya hanya 2 hamil anemia di
kali dan 4 kali Desa Pulo Kuala II

Ds :
 Masih terdapat
ibu hamil yang
memeriksa
kandungannya
hanya 2 kali
46%
 Masih terdapat
ibu hamil yang
memeriksa
kandungannya
hanya 4 kali

21
54%
2. Ds : Ibu hamil kehamilan Nausea pada ibu
mengatakan sering hamil anemia di
mengalami tidak selera Desa Pulo Kuala II
makan, mual muntah,
pusing

Do :
 Sebagaian besar
keluhan yang
dialami ibu
hamil adalah
tidak selera
makan sebanyak
38%
 Keluhan mual
muntah yang
dialami ibu
hamil sebanyak
32%
 Keluhan pusing
yang di alami
ibu hamil
sebanyak 23%
3. Ds : Ibu hamil Kurang Tepapar Informasi Defisit
mengatakan belum Pengetahuan pada
mengerti tentang ibu hamil anemia di
penyakit anemia Desa Pulo Kuala II

Do : Penyakit yang
diderita ibu hamil
sebanyak 41% selama 6

22
bulan terakhir

2.4 DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Manajemen Kesehatan Tidak Efektif pada ibu hamil anemia di Desa Pulo Kuala II
b/d Kesulitan Ekonomi d/d ibu hamil tidak rutin memeriksakan kandungannya
hanya 2 kali dan 4 kali.
2. Nausea pada ibu hamil anemia di Desa Pulo Kuala II b/d Kehamilan d/d Ibu hamil
sering mengalami tidak selera makan, mual muntah, pusing
3. Defisit Pengetahuan pada ibu hamil dengan anemia di Desa Pulo Kuala II b/d
Kurang tepapar informasi d/d Ibu hamil belum mengerti tentang penyakit Anemia

2.5 PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN


Diagnosa Pentingnya Perubahan Penyelesaian Total Skor
Penyelesaian Positif untuk untuk kualitas
Masalah Penyelesaian hidup
1:Rendah 0:Tidak Ada 0:Tidak Ada
2:Sedang 1:Rendah 1:Rendah
3:Tinggi 2:Sedang 2:Sedang
3:Tinggi 3:Tinggi
Manajemen 3 3 1 7
Kesehatan
Tidak Efektif
pada ibu hamil
anemia di Desa

23
Pulo Kuala II
b/d Kesulitan
Ekonomi d/d
ibu hamil tidak
rutin
memeriksakan
kandungannya
hanya 2 kali
dan 4 kali.

Nausea pada 3 3 3 9
ibu hamil
anemia di Desa
Pulo Kuala II
b/d Kehamilan
d/d Ibu hamil
sering
mengalami
tidak selera
makan, mual
muntah, pusing

Defisit 3 3 1 7
Pengetahuan
pada ibu hamil
dengan
anemia di Desa
Pulo Kuala II
b/d Kurang
tepapar
informasi d/d
Ibu hamil

24
belum mengerti
tentang
penyakit
Anemia

2.6 INTERVENSI KEPERAWATAN


No Diagnosa Tujuan dan KH Rencana Keperawatan
1. Manajemen Manajemen Kesehatan Dukungan Sumber
Kesehatan Tidak (L.12104) Finansial (I.13479)
Efektif pada ibu Diharapkan manajemen
hamil anemia di kesehatan meningkat dengan Observasi :
Desa Pulo Kuala KH : Identifikasi efisiensi dan
II b/d Kesulitan 1. Melakukan tindakan efektivitas penggunaan
Ekonomi d/d ibu untuk mengurangi jaminan kesehatan
hamil tidak rutin faktor resiko meningkat
memeriksakan 2. Aktivitas hidup sehari- Terapeutik :
kandungannya hari efektif memenuhi Fasilitasi keluarga
hanya 2 kali dan tujuan kesehatan mendiskusikan upaya
4 kali. meningkat memperoleh sumber
3. Verbalisasi kesulitan pembiayaan
dalam menjalani
program Edukasi :
perawatan/pengobatan Jelaskan tujuan dan
Menurun prosedur pengurusan
penjaminan biaya (mis.
BPJS, JKN)
2. Nausea pada Tingkat Nausea Edukasi Perawatan
ibu hamil (L. 08065) Kehamilan (I.12425)
anemia di Desa di harapkan tingkat nausea
Pulo Kuala II b/d menurun Observasi :
Kehamilan d/d Dengan KH : Identifikasi kesiapan dan

25
Ibu hamil sering 1. Nafsu makan meningkat kemampuan menerima
mengalami tidak 2. Keluhan mual menurun informasi
selera makan, 3. Perasaan ingin muntah
mual muntah, menurun Terapeutik :
pusing. Sediakan materi dan media
pendidikan kesehatan

Berikan kesempatan untuk


bertanya

Edukasi :
Jelaskan ketidaknyamanan
selama kehamilan

Jelaskan kebutuhan nutrisi


kehamilan
3. Defisit Tingkat Pengetahuan Edukasi Kesehatan
Pengetahuan ( L.12111) (1.12383)
pada ibu hamil di harapkan tingkat
dengan pengetahuan meningkat Observasi :
anemia di Desa Dengan KH : Identifikasi kesiapan dan
Pulo Kuala II 1. Perilaku sesuai anjuran kemampuan menerima
b/d Kurang meningkat informasi
tepapar informasi 2. Kemampuan
d/d Ibu hamil menjelaskan tentang Terapeutik :
belum mengerti suatu topik meningkat Sediakan materi dan media
tentang penyakit 3. Perilaku sesuai dengan pendidikan kesehatan
Anemia. pengetahuan meningkat
4. Pertanyaan tentang Berikan kesempatan untuk
masalah yang di hadapi bertanya
menurun

26
Edukasi :
Jelaskan faktor risiko yang
dapat mempengaruhi
kesehatan

2.7 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


Dx No. Implementasi
1. 1. Mengidentifikasi efisiensi dan efektivitas penggunaan jaminan
kesehatan
2. Memfasilitasi keluarga mendiskusikan upaya memperoleh sumber
pembiayaan
3. Menjelaskan tujuan dan prosedur pengurusan penjaminan biaya
(mis. BPJS,JKN)
2. 1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
2. Menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan
3. Memberikan kesempatan untuk bertanya
4. Menjelaskan ketidaknyamanan selama kehamilan
5. Menjelaskan kebutuhan nutrisi kehamilan
3. 1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
2. Menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan
3. Memberikan kesempatan untuk bertanya
4. Menjelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan

2.8 EVALUASI KEPERAWATAN


No Evaluasi
1.  Evaluasi Struktur :
a. Rencana penyuluhan telah di lakukan seminggu sebelum acara
dilaksanakan
b. Undangan penyuluhan disebarkan 3 hari sebelum acara di laksanakan
 Evaluasi Proses :

27
a. Peserta hadir sebanyak 13 orang
b. 75% peserta aktif bertanya terhadap materi penyuluhan
c. Penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa Pulo Kuala II
 Evaluasi Hasil :
Ibu-ibu hamil dapat memahami tentang program BPJS dan JKN
2.  Evaluasi Struktur :
a. Rencana penyuluhan telah di lakukan seminggu sebelum acara
dilaksanakan
b. Undangan penyuluhan disebarkan 3 hari sebelum acara di laksanakan
 Evaluasi Proses :
a. Peserta hadir sebanyak 13 orang
b. 75% peserta aktif bertanya terhadap materi penyuluhan
c. Penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa Pulo Kuala II
 Evaluasi Hasil :
Ibu-ibu hamil dapat memahami tentang tanda-tanda kehamilan
3.  Evaluasi Struktur :
a. Rencana penyuluhan telah di lakukan seminggu sebelum acara
dilaksanakan
b. Undangan penyuluhan disebarkan 3 hari sebelum acara di laksanakan
 Evaluasi Proses :
a. Peserta hadir sebanyak 13 orang
b. 75% peserta aktif bertanya terhadap materi penyuluhan
c. Penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa Pulo Kuala II
 Evaluasi Hasil :
Ibu-ibu hamil dapat memahami tentang penyakit anemia

28
BAB 3
PENUTUP

1.1 KESIMPULAN
Model adalah gambaran yang mendekati kenyataan dari konsep.
(Riehl and Roy, 2015). Model konseptual adalah sintesis seperangkat konsep dan
pernyataan yang mengintegrasikan konsep – konsep tersebut menjadi suatu kesatuan.
Model keperawatan dapat didefinisikan sebagai kerangka piker, sebagai satu cara melihat
keperawatan, atau satu gambaran tentang lingkup keperawatan.
Peran perawat komunitas dalam pencapaian target MDGs tahun 2015, yaitu dengan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seoptimal mungkin melalui praktik
keperawatan komunitas, dilakukan melalui peningkatan kesehatan (promotif) dan
pencegahan penyakit (preventif) di semua tingkat pencegahan (levels of prevention).
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11
gr% pada trimester I dan III atau kadar hemoglobin < 10,5 gr% pada trimester II ( Depkes
RI, 2009 ).

1.2 SARAN
Adapun saran-saran yang dapat kami sampaikan sebagai berikut :
1. Saat melakukan perencanaan tindakan, harus disesuaikan dengan kebutuhan
pasien pada saat itu.
2. Selalu mendokumentasikan semua tindakan keperawatan baik yang kritis
maupun yang tidak.
3. Makalah ini bisa dilanjutkan untuk menambah informasi dan pengetahuan
bagi pembaca.

29
DAFTAR PUSTAKA
Skripsipedia.com: Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil tentang Anemia
http:// www.skripsipedia.com/2013/04/hubungan-tingkat-pengetahuan-dengan-sikap-ibu-hamil-
tentang-anemia-kehamilan.
Morgan Geri, dkk. 2009. Obstetri dan Ginekologi Pansuan Praktik. Jakarta: EGC.
Loowdermilk,dkk.2005.Buku Ajar Keperawatan Maternitas.Jakarta:EGC.
Taber Ben-zion,M,D.1994.Kapita Selekta Kedaruratan Obstet dan Ginekologi.Jakarta:EGC.
Prawirohardjo, Sarwono.2006.Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Meternal dan
Neonatal.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka.
Doenges, Marilynn E,dkk.2000.Rencana Asuhan Keperawatan.Jakarta:EGC.
Nanda.2009.Diagnosa Keperawatan 2009-2011.Jakarta:EGC.
Manuaba, Ida Bagus Gde.2001.Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi
dan KB.Jakarta:EGC

30