Anda di halaman 1dari 81

HIDRAULIKA

ATURAN PERKULIAHAN

1. TEPAT WAKTU

2. TIDAK MEMAKAI
BAJU KAOS DAN
SANDAL
3. TAAT SEGALA
PERATURAN
PERKULIAHAN

4. KEHADIRAN MIN
80%
Materi Perkuliahan
Minggu Topik Sub Topik
1 Prinsip-prinsip Dasar Hidraulika Saluran Terbuka Pengertian Hidraulika, Klasifikasi
Saluran Terbuka, Jenis-jenis Saluran
Terbuka
2 Persamaan-persamaan Dasar Hidraulika Saluran Terbuka Persamaan Kontinuitas, Persamaan
Energi, Persamaan Momentum

3 Aliran Kritis Pengertian Aliran Kritis, Kedalaman


Kritis, Kecepatan Kritis, Kemiringan
Dasar Saluran Kritis
4 Aliran Kritis Penggunaan Energi Khas dan Konsep
Kedalaman Kritis

5 Aliran Seragam Sifat-sifat Aliran Seragam, Rumus Chezy,


Manning, Strickler

6 Aliran Seragam Persamaan Debit Aliran Seragam,


Menghitung Kedalaman Normal

7 UTS
Minggu Topik Sub Topik
8 Aliran Berubah Lambat Laun Persamaan Aliran Berubah Lambat Laun, Metode integrasi
numerik
9 Aliran Berubah Lambat Laun Metode integrasi grafis
Metode langkah langsung (direct step), Metode langkah
standar (standar step)
10 Aliran Berubah Lambat Laun Metode langkah standar (standar step)
11 Aliran Berubah Tiba-tiba Pendahulauan dan Sifat-sifat aliran
12 Aliran Melalui Pelimpah Bendung mercu tajam,bentu mercu pelimpah, debit pelimpah
13 Loncatan Hidraulik dan Loncatan hidraulik, Loncatan dalam saluran persegi panjang
Pemanfaatannya sebagai Peredam mendatar, jenis loncatan
Energi
14 Loncatan Hidraulik dan Sifat-sifat dasar loncatan, panjang loncatan,profil permukaan
Pemanfaatannya sebagai Peredam dan lokasi loncatan
Energi
15 Loncatan Hidraulik dan Loncatan sebagai peredam energy, oengendalian loncatan
Pemanfaatannya sebagai Peredam dengan ambil dan dengan terjunan tiba-tiba, kolam olakan,
Energi loncatan hidrolik miring.
16 UAS
Prinsip-prinsip Dasar Hidraulika Saluran Terbuka

Aqueduct di Italia yang dibangun


bangsa romawi.
HIDRAULIKA
1.1.PENDAHULUAN
Hidraulika adalah bagian dari hidromekanika (hydro mechanics)
yang berhubungan dengan gerak air.
Untuk mempelajari HIDRAULIKA mahasiswa harus memahami
tentang kalkulus dan mekanika fluida lebih dulu.

Dengan bekal pengetahuan kalkulus dan mekanika fluida


mahasiswa akan mampu memahami penurunan persamaan-
persamaan dasar dan fenomena aliran yang pada prinsipnya
merupakan fungsi dari tempat (x,y,z) dan waktu (t).
HYDROSTATICS
Statika Fluida
HYDRO
HYDRODYNAMICS
MECHANICS Dinamika/gerak fluida
(Mekanika Cairan)
HYDRAULICS
Hidrolika
FLUID (terapan)
MECHANICS AEROSTATICS
Statika Udara
(MekanikaFluida)
AERO THEORITICAL
MECHANICS AERODYNAMICS
(Mekanika Udara) EXPERIMENTAL
AERODYNAMICS
APLIKASI DALAM DUNIA NYATA
APLIKASI DALAM DUNIA NYATA
1.BIDANG JALAN RAYA
- Desain saluran drainase Jalan

- Desain ruang bawah jembatan


3
APLIKASI DALAM DUNIA NYATA
2. BIDANG PENGAIRAN

11 24-Mar-20
APLIKASI DALAM DUNIA NYATA
2. BIDANG PENGAIRAN

3
APLIKASI DALAM DUNIA NYATA
3. BIDANG KONSTRUKSI /
GEDUNG BERTINGKAT

Ir.Darmadi,MM 13 24-Mar-20
Terowongan air, sebagai penyedia air untuk kebutuhan rumah tangga atau irigasi bisa
berada di bawah maupun atas tanah. Di beberapa tempat dunia ini, ada terowongan air
yang menjulang tinggi membelah kota.

Terowongan air Camaya

Terowongan air Camaya ini dibangun pada masa Raja Joao V (1706 –
1750) memerintah. Tujuannya adalah sebagai penyedia air ke kota
Lisbon. Terowongan air ini memiliki 109 tiang yang berjajar dari ujung ke
ujung. Tinggi penyangga terowongan air ini mencapai 65 meter.
Terowongan Air Vanvitelli

Terowongan air Vanvitelli ini dibangun oleh


seorang arsitektur bernama Luigi Vanvitelli.
Luigi membangun terowongan air ini atas
perintah Raja Charles VII dari Naples untuk
mensuplai kerajaan Caserta.
Terowongan air Eagle merupakan
terowongan air yang memiliki konstruksi
paling rumit di Spanyol. Terowongan air ini
dibangun pada abad 1 Masehi.

Terowongan air Santiago de Queretaro ini


terletak di Meksiko. Panjangnya adalah 1280
meter dan tingginya 20 meter. Terowongan air
ini dibangun oleh Marquis Juan Antonio pada
tahun 1738.
Terowongan air di Segovia yang merupakan
terowongan air terpanjang peninggalan zaman
Romawi. Letaknya di Eropa bagian barat,
tepatnya di Segovia, Spanyol dan memiliki
panjang 728 meter dengan ketinggian 28
meter.
Yang dipelajari
dalam HIDRAULIKA
a. ALIRAN saluran terbuka
b. ALIRAN saluran tertutup / pipa.
Ditinjau dari mekanika aliran, terdapat dua
macam aliran yaitu
-aliran saluran tertutup dan

- aliran saluran terbuka.

Kedua aliran tersebut dalam banyak hal mempunyai


kesamaan tetapi ada perbedaan yg prisipal
Apa perbedaan Open Channel/Free
flow
dengan
Close Conduit/Pipe
flow ?
Perbedaan prinsipnya adalah pada keberadaan
permukaan aliran;
- aliran saluran terbuka mempunyai
permukaan bebas, shg air bebas bentuknya
- aliran saluran tertutup mempunyai
permukaan tidak bebas karena air mengisi
seluruh penampang saluran.
- aliran saluran terbuka mempunyai
permukaan yang terhubung dengan atmosfer
- aliran saluran tertutup mempunyai permukaan
tidak terhubungan dengan atmosfer.
HUKUM YANG DIGUNAKAN
Persamaan yang dipakai dalam hidrolika
Persamaan Kontinuitas Q = A1 V1 = A2 V2
Persamaan Energi E = mgh + ½ mV2
Persamaan Momentum

Persamaan Gesekan

Persamaan Bernoulli
ALIRAN SALURAN
TERBUKA
Prinsip Aliran Terbuka
 Aliran dengan permukaan bebas

 Mengalir
dibawah gaya gravitasi,
dibawah tekanan udara atmosfir.

 Mengalir karena adanya slope dasar


saluran
Jenis-Jenis Aliran
 Berdasarkan waktu
 Aliran Tunak (Steady Flow)
 Aliran Taktunak (unsteady Flow)

 Berdasarkan ruang
 Aliran Seragam (Uniform flow)
 Aliran Berubah (Varied flow)
 Aliran tunak (steady flow)
Apabila kedalaman (y), debit (Q), dan
kecepatan rata-rata penampang (v) tetap
sepanjang waktu.

 Aliran tak tunak (unsteady flow)


Apabila kedalaman (y), debit (Q), dan
kecepatan rata-rata penampang (v) tidak
tetap sepanjang waktu.
 Aliran seragam (uniform flow)
Apabila kedalaman (y), debit (Q), dan
kecepatan rata-rata penampang (v) tetap
sepanjang saluran (x).

 Aliran berubah (varied flow)


Apabila kedalaman (y), debit (Q), dan
kecepatan rata-rata penampang (v) berubah-
ubah (tidak tetap) sepanjang saluran (x).
𝑑𝑦 𝑑𝑄 𝑑𝑣
≠0 ≠0 ≠0
𝑑𝑥 𝑑𝑥 𝑑𝑥
Perilaku aliran saluran terbuka

 Ditentukan oleh pengaruh kekentalan dan gravitasi


sehubungan dengan gaya inersia aliran
 Pengaruh kekentalan:
 Laminar : jika kekentalan sangat besar.
 Turbulen : jika kekentalan relatif lemah.
 transisi
Sebagai ukuran pengaruh kekentalan digunakan
bilangan Reynold (Re):

𝑣𝐿
𝑅𝑒 =
ν

Dimana:
V = kecepatan aliran rata-rata penampang
L = panjang karakteristik atau jari-jari
hidrolis (R)
ν = kekentalan kinematik
kekentalan dinamik (φ)
=
rapat massa (ρ)
Batasan air laminer dan turbulen adalah:

Re ≤ 500  laminer
Re ≥ 200  turbulen
500 < Re < 200  transisi
Akibat Pengaruh Gravitasi
Bilangan Froude (Fr) digunakan sebagai ikuran pengaruh
gravitasi:
𝑣
𝐹𝑟 =
𝑔𝐷
Dimana:
v = kecepatan aliran
D = kedalaman hidrolis
luas penampang basah saluran (𝐴)
=
𝑙𝑒𝑏𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑢𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑙𝑢𝑟𝑎𝑛 (𝑇)

Berdasarkan nilai Fr, terdapat 3 jenis aliran yaitu:


- Aliran subkritis  Fr < 1
- Aliran kritis  Fr = 1
- Aliran superkritis  Fr >1
Geometri Saluran
 Prismatik : penampang melintangnya tidak
berubah dan kemiringan dasarnya tetap
 Tak-Prismatik : penampang melintangnya
berubah dan kemiringan dasar juga berubah
Distribusi Tekanan Hidrostatis

𝑃 = Υh

Distribusi tekanan hidrostatis


pada saluran dengan kemiringan
kecil
Distribusi kecepatan pada
penampang saluran
 Dengan adanya suatu permukaan bebas dan
gesekan disepanjang dinding saluran, maka
kecepatan dalam saluran tidak terbagi
merata.

 Kecepatan maksimum terjadi pada 0.05 s/d


0.25 dari permukaan.
 Makin ke tepi makin dalam
Kecepatan rata-rata vertikal (Vax) terletak di sekitae
0.6 H. Untukmencari ini Vax dapat dipakaai rumus:

𝑉0.2𝐻 + 𝑉0.8𝐻
𝑉𝑎𝑥 =
2

Kecepatan rata-rata penampang (v) dapat ditentukan


dengan rumus:

1 𝑁
V=
𝐴 𝑖=1 𝑉𝑎𝑥. 𝐴𝑖
Soal-soal dan Penyelesaian

Aliran air pada suatu saluran empat persegi dengan


lebar 1 meter, kedalaman 0.10 meter dan kecepatan 1.5
m/detik, viskositas 10-6. Tentukan keadaan aliran
tersebut!

Diketahui:
B = 1 m; H = 0.1 m, v = 1.5 m/detik; ν = 10-6

 Ditinjau dari nilai Re


𝑣𝐿 𝐵𝐻 1𝑥0.1
𝑅𝑒 = ; L=R= = = 0.0833𝑚
ν 𝐵+2𝐻 1+(2𝑥0.1)
1.5𝑥0.0833
𝑅𝑒 = −6
= 125000 > 2000 −−→ 𝑇𝑈𝑅𝐵𝑈𝐿𝐸𝑁
10

Ditinjau dari nilai Fr:


𝑣
𝐹𝑟 =
𝑔𝐷
𝐴 𝐵𝐻
𝐷= = = 𝐻 = 0.1𝑚
𝐵 𝐵
1.5
𝐹𝑟 = = 1.5 > 1 −− −𝑆𝑈𝑃𝐸𝑅𝐾𝑅𝐼𝑇𝐼𝑆
9.81𝑥0.1
Diketahui suatu penampang saluran sebagai berikut:

I II
Dari pengukuran didapat:
Titik I : v0.2H = 1.5 m/dt;
H = 1.5 m
v0.8H = 0.9 m/dt
Titik II: v0.2H = 1.6 m/dt;
v0.8H = 1.2 m/dt
1m 1m
2m

Hitung kecepatan rata-rata-rata penampang (v)


1.5+0.9
Titik I, 𝑣𝑎𝑥1 = = 1.2 𝑚/𝑑𝑡
2
1.6+1.2 𝑚
Titik II, 𝑣𝑎𝑥2 = = 1.4
2 𝑑𝑡

A = BH = 2X1.5 = 3 m2

A1 = A2 = 1x1.5 = 1.5 m2

1 𝑁 1
V=
𝐴 𝑖=1 𝑉𝑎𝑥. 𝐴𝑖 =
3
1.2𝑋1.5 + (1.4 ∗ 1.5) = 1.3 𝑚/𝑑𝑡
Persamaan Dalam Aliran Fluida

 Persamaan-Persamaan Dasar :

Persamaan Kontinuitas (Hk. Kekekalan Massa)


Persamaan Gerak/Momentum (Hk. Newton II)
Persamaan Energi (Hk. Termodinamika)
Persamaan Bernoulli
Persamaan Dalam Aliran Fluida
 Hukum Kekekalan Massa :

Laju aliran massa neto didalam elemen


adalah sama dengan laju perubahan massa
tiap satuan waktu.
Persamaan Dalam Aliran Fluida
2
V2

dA2

1
dA1

V1

Massa yang masuk melalui titik 1 = V1 . 1 . dA1


Massa yang masuk melalui titik 2 = V2 . 2 . dA2
Persamaan Dalam Aliran Fluida
Oleh karena tidak ada massa yang hilang :
V1 . 1 . dA1 = V2 . 2 . dA2

Pengintegralan persamaan tersebut meliputi seluruh luas


permukaan saluran akan menghasilkan massa yang
melalui medan aliran :
V1 . 1 . A1 = V2 . 2 . A2

1 = 2  Fluida tak kompresibel

V1 . A1 = V2 . A2
Atau :
Q = A .V = Konstan
Persamaan Enegi Euler untuk aliran mantap satu
dimensi.

FMa Hukum Newton II

 p 
 ρ g ds dA cosα  p dA   p  ds  dA  ρ ds dA a
 s 
dp
g dz   V dV  0

Integrasi 2 persamaan
diatas :
p u2
z  H
p V2
z  C
γ 2g

γ 2g
z = elevasi (tinggi tempat) (m)

p = tinggi tekanan (m)


γ
u2 = tinggi kecepatan (m)
2g

H = tinggi energi (m)


8 February 1700
Born
Groningen, Netherlands

8 March 1782 (aged 82)


Died
Basel, Switzerland
Hukum Bernoulli untuk aliran saluran terbuka

Persamaan Bernoulli untuk zat cair ideal


2 2
p1 u p2 u
Z1    Z2 
1
 2
γ 2g γ 2g
Persamaan Bernoulli untuk zat cair riil
V12
hf1
2g
he1
V22
2g hf2
h
he2
hf3

V32
p1
2g
γ p2
γ

2
1 3

Z1 Z2 Z3
p u2 p u2
Z  γ1  1  Z  γ3  2   he   hf
1 2g 3 2g
∑he = kehilangan tenaga akibat perubahan tampang aliran
∑hf = kehilangan tenaga akibat gesekan
Kehilangan tenaga dinyatakan dalam bentuk :
u2
hk
2g
L
kf Kehilangan tenaga primer (akibat gesekan)
D
2
 A1 
k  1   Kehilangan tenaga sekunder (akibat perubahan
tampang aliran)
 A2 
2 2
LV  A1  V2
hf  f h e  1  
D 2g  A2  2g
dengan :
k = konstanta
V = kecepatan aliran
f = koefisien gesekan
L = panjang pipa
D = diameter pipa
A1 = luas tampang pipa 1(hulu)
A2 = luas tampang pipa 2 (hilir)
Energi Khas (E)
Energi khas adalah energi dalam suatu satuan gaya berat air pada
suatu penampang yang diukur terhadap dasar saluran.
Y Aliran kritis :
• Energi khas adalah minimum
untuk debit tertentu.
Sub Kritis
• Debit adalah maksimum
Kritis
untuk suatu energi khas
tertentu.
Super Kritis
C • Gaya khas adalah minimum
E untuk debit tertentu.
• Energi kinetik sama dengan
setengah kedalaman hidrolis.
• Bilangan Froude (Fr) sama
dengan 1 (satu).
Kedalaman Kritis Pada Saluran Empat Persegi

Pada saluran empat persegi :


•T = B
A
•D = = Y
T
•Keadaan kritis Y = Yc

Q2
E Y
2g A 2
Pada keadaan kritis, energi khas minimum, dE/dY = 0

dE Q 2 dA
 1 3
0
dY g A dY

dA  TdY
T Sehingga persamaan untuk
dA
T kedalaman kritis pada
dY
dY saluran empat persegi :
Q 2 dA
dA
3
1
g A dY
Q2
Q2
T 1 Yc  3
gA 3
g B2
Q2 B
3 3
1
g Yc B
Kecepatan Kritis Pada Saluran Empat Persegi

v gD Maka: v c  g Yc

Energi Kritis (Ec)

Q2
E Y karena A = B Y
2g A 2
2 2 q2
E Y
Q
; dengan q2 
Q
maka E Y
2g B 2 Y 2 B2 2g Y 2

Pada aliran kritis E = Ec dan Y = Yc, maka

q2
E c  Yc  2
2g Yc
2
q2 v
Suku pengganti 2
 c
2g Yc 2g

Karena v c  g Yc maka

2
vc Yc terbukti bahwa energi kritis sama dengan
 setengah kali kedalaman kritis
2g 2

Yc 3
Sehingga : Ec  Yc   Yc
2 2
Y

Yc C
E

Yc Yc/2

Ec
Kemiringan Dasar Saluran Kritis (Sc)

Persamaan debit Manning :

2 1
1 1 2 1
Q  A R 3 S2 dalam aliran kritis : Q  A c R c 3 Sc 2
n n
Q2 n 2
sehingga rumus untuk menentukan kedalaman saluran kritis : Sc  4
2
Ac R c 3

 S > Sc → aliran super kritis


 S < Sc → aliran sub kritis
 S = Sc → aliran kritis
Pengaruh kemiringan dasar saluran terhadap jenis aliran :

 S = Sc, Fr = 1, aliran kritis


NDL=CDL Keterangan :
NDL : Normal Depth Level
S = Sc CDL : Critical Depth Level

 S > Sc, aliran super kritis


CDL
NDL

S > Sc

 S < Sc, aliran sub kritis

NDL
CDL

S < Sc
Kedalaman Kritis Pada Saluran Trapesium

T = B + 2 m Yc

1
Yc
m

Besarnya kedalaman kritis pada saluran trapesium dapat ditentukan dengan


persamaan berikut :
3
 Yc  Yc  Q
   m 
 Dengan: Z 
1 m
3 2
m Z  B  B  = faktor penampang aliran kritis
 g
B5  Yc 
 1  2m 
 B 

Dengan Persamaan di atas nilai Yc ditentukan dengan cara trial and error (coba-
coba).
PENGGUNAAN ENERGI KHAS DAN KONSEP KEDALAMAN KRITIS

 Menghitung Lebar Kritis

B1 B2

(1) (2)

B2 diperkecil hingga lebih kecil dari sama dengan Bc.

Y1 sub kritis
Yc
Cara menghitung Bc :

E1  E 2
3 Q2
E 2  E C  Yc  1,5 3
2 Bc 2 g

Sehingga diperoleh persamaan :

Q
Bc  1,8371 3
g Ec 2
 Menghitung Debit Dengan Saluran Venturimeter

Venturimeter adalah alat pengukur debit sederhana yang dikembangkan dari prinsip
penyempitan saluran.

Dari Persamaan untuk menghitung lebar Bc, diperoleh Persamaan yang digunakan
untuk menghitung debit pada venturimeter yaitu :

1 3
Q Bc g E c 2
1,8371

 Kedalaman Air di atas Penonjolan Dasar Saluran

Y1  Fr1 2 2 

Yc ΔZc  Y1 1   1,5 Fr1 3 


ΔZc
 2 
(1) (2)
 Debit Melalui Ambang Lebar

H
Yc
P

(1) (2)

Asumsi :
•tidak ada kehilangan energi antara titik (1) dan (2)
2
•kecepatan di titik (1) diabaikan → v1  0
2g

•penampang saluran empat persegi.


Maka :
E1 = E2

2
v1 v
2
Y1  = Y2  2
2g 2g

H = 1,5 Yc

Q2
 1,5 3 2
Bg

3
Q  0,544 B g H 2
Diketahui aliran di hilir bendung seperti gambar berikut:

Y3
Y2
Y1

1 2 3

Debit (Q) = 254.7 m3/dt; lebar saluran (B) = 54.86 m


Y1 = 0.363 m; Y2 = 0.418 m; Y3 = 3.05 m

Pertanyaan:
a. Hitung v1, v2 dan v3
b. Gambar garis energi dari titik 1 s/d 3
8.713 m

6.279 m

3.167 m

Y3
Y2
Y1

1 2 3
Diketahui saluran dengan perubahan penampang melintang
(dari besar menuju ke yang lebih kecil).

B1= 3.5 m B2= 2.5 m

Disamping itu dasar saluran juga pengalami perubahan seperti


gambar di bawah ini:
0.2 m

Y1= 2 m Y2

0.25 m
Datum
Pertanyaan:
a. Hitung debit aliran pada saluran bila kehilangan energi diabaikan.
b. Bila kehilangan energi pada penyempitan dan peninggi dasar
saluran adalah 0.1 v12 /2g, hitung debit aliran. Gambar garis
energinya
2.085 m
2.08 m

1 2

0.25 m
Datum
Energi Spesifik dan aliran kritis

 Energi spesifik dalam suatu penampang


saluran adalah energi fluida setiap satuan
berayt pada setiap penampang saluran
 Aliran kritis adalah keadaan aliran dimana
energi spesifiknya untuk suatu debit tertentu
adalah minimum.
 Pada keadaan kritis dari suatu aliran, tingi
kecepatan sama dengan setengah dari
kedalaman hidrolik.
Aliran Seragam
Prinsip Aliran Seragam
 Kedalaman aliran adalah konstan dalam
waktu dan ruang
 Gaya gravitasi yang ada di imbangi oleh gaya
friksi yang ada
 Aliran yang benar-benar seragam jarang
ditemukan dalam kenyataan dan ada
beberapa aliran yang diasumsikan sebagai
aliran seragam
Pembentukan aliran seragam
 Aliran air dalam saluran terbuka akan
mengalami hambatan saat mengalir ke hilir.
 Hambatan akan dilawan oleh komponen gaya
berat yang bekerja dalam arah geraknya.
 Bila hambatan seimbang dengan gaya berat
maka aliran yang terjadi adalah aliran
seragam.
Kecepatan aliran seragam
 Kecepatan rata-rata aliran seragam turbulen
dalam saluran terbuka biasanya dinyatakan
dengna rumus aliran seragam.

 V = C Rx Sy
 V : kecepatan rata-rata
 R : Jari-jari hidrolik
 S : Kemiringan energ
 C : Faktor tahanan aliran
Rumus Chezy
 1769 Insinyur Perancis Antoine Chezy

V : Kecepatan rata-rata
R : Jari-jari hidrolik
S : Kemirinan garis energi
C : Faktor tahanan aliran Chezy
Penentuan Faktor hambatan
Chezy
 Rumus Ganguillet-Kutter
 Dari Swiss : 1869
 Nilai C berhubungan dengan S, R dan
koef.kekasaran n
 Rumus Bazin
 Dari Perancis : 1897
 C adalah funsi R bukan S
 Rumus Powel
 1950
 C adalah rumus logaritmis
Rumus Manning
 In 1889 Irish Engineer, Robert Manning presented the
formula:
1.49 2 3 1 2
v R S
n
Kecepatan rata-rata
R : Jari-jari hidrolik
S : Kemirinan garis energi
n : koefisien kekasaran
Koefisien kekasaran Manning
Type of Channel and Descriptioning Minimum Normal Maximum
Streams
Streams on plain
Clean, straight, full stage, no rifts or deep pools 0.025 0.03 0.033
Clean, winding, some pools, shoals, weeds & stones 0.033 0.045 0.05
Same as above, lower stages and more stones 0.045 0.05 0.06
Sluggish reaches, weedy, deep pools 0.05 0.07 0.07
Very weedy reaches, deep pools, or floodways 0.075 0.1 0.15
with heavy stand of timber and underbrush
Mountain streams, no vegetation in channel, banks
steep, trees & brush along banks submerged at high
stages
Bottom: gravels, cobbles, and few boulders 0.03 0.04 0.05
Bottom: cobbles with large boulders 0.04 0.05 0.07