Anda di halaman 1dari 9

R/

Parasetamol 250mg/5ml

Metil Paraben 0,18%

Propil Paraben 0,02%

Sorbitol 70% 3%

CMC-Na 1%

Sirup Simplex 30%

Ol. Citri q.s

Sunset Yellow FCF q.s

Aquadest ad 100%

m.f Suspensi

s.3 dd in cth

Pro: Yadi/ 11 tahun


2.2 FORMULASI LENGKAP

NAMA JUMLAH KEGUNAAN

Parasetamol 250mg/5ml Zat aktif/ analgetik dan antipiretik

Metil Paraben 0,18% Anti mikroba

Propil Paraben 0,02% Pengawet/ anti mikrob

Sorbitol 70% 3% Anti kaploking / wetting agent

CMC-Na 1% Suspending agent

Sir. Simplex 30% Penambah viskositas

Ol. Citri q.s Pengharum

Sunset Yellow FCF q.s Pewarna

Aquadest Ad 100 ml Pelarut

2.3 MONOGRAFI

Parasetamol

BM : 151,16

Struktur :

Pemerian: Hablur atau serbuk hablur putih; tidak berbau; rasa pahit.

Kelarutan: Larut dalam 70 bagian air, dalam 7 bagian etanol ( 95% ) P, dalam 13 bagian aseton P, dalam
40 bagian gliserol P dan dalam 9 bagian propilenglikol P; larut dalam larutan alkali hidroksida.

Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya.

Suhu lebur: 169o sampai 172o

Metil Paraben

BM : 152,15

Struktur :
Pemerian: Serbuk hablur putih, halus, hampir tidak berbau, tidak mempunyai rasa, agak membakar
diikuti rasa membakar.

Kelarutan: Larut dalam 500 bagian air, 20 bagian air mendidih, dalam 3,5 bagian etanol (95%) P dan 3
bagian aseton P; mudah larut dalam eter P dan alkali hidroksida; larut dalam 60 bagian gliserol P panas
dan dalam 40 bagain minyak lemak nabati panas.

Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik

Suhu Lebur: 125o sampai 128o

Stabilitas: Larutan metil paraben stabil pada pH 3 – 6, disterilisasikan oleh otoklaf 120ºC selama 20
menit tanpa terjadi peruraian. Dalam bentuk larutan stabil pada pH 3 – 6 (terurai kurang dari 10%) untuk
penyimpanan lebih dari 4 tahun

OTT: Surfaktan anionik, bentonit, magnesium trisilikat, talk, tragakan

Propil Paraben

BM: 180,27

Struktur :

Pemerian: serbuk putih atau hablur kecil, tidak berbau; tidak berasa

Kelarutan : sangat sukar larut dalam air, larut dalam 3,5 bagian etanol (95%) P dan dalam 3 bagian
aseton P,dalam 140 bagian gliserol P dan dalam 40 bagian minyak lemak; mudah larut dalam larutan
alkali hodroksida.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

OTT : aktvitas antimikroba berkurang dengan adanya surfaktan nonionis.

Stabilitas : Propil paraben pada pH 3-6 dapat disterilkan dengan otoklaf tanpa mengalami peruraian,
stabil pada suhu kamar selama empat tahun lebih.

Konsentrasi : 0,005% – 0,2%

Suhu Lebur : 95o sampai 98o

Sorbitol

BM : 182,17

Struktur :

Pemerian: Serbuk, granul atau lempengan; higroskopis; warna putih rasa manis.
Kelarutan: Sangat mudah larut dalam air; sukar larut dalam etanol (95%) P, dalam metanol P dan asam
asetat P.

Konsentrasi: 20% – 35%

Stabilitas: Dapat bercampur dengan kebanyakan bahan tambahan, stabil di udara, keadaan dingin dan
asam basa encer.

OTT: Ion logam divalent dan trivalent dalam asam kuat dan suasana basa.

Penyimpanan: Wadah tertutup rapat.

Suhu Lebur : antara 174o sampai 179o

CMC-Na

Pemerian: Serbuk atau granul, putih sampai krem, higroskopis.

Kelarutan: Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloida, tidak larut dalam etanol, eter, dan
pelarut organik lain.

Stabilitas: Larutan stabil pada pH 2-10, pengendapan terjadi pada pH dibawah 2. Viskositas larutan
berkurang dengan cepat jika pH diatas 10. Menunjukan viskositas dan stabilitas maksimum pada pH 7-9.
Bisa disterilisasi dalam kondisi kering pada suhu 160o selama 1 jam, tapi terjadi pengurangan viskositas.

Penyimpanan: Dalam wadah tertutup rapat.

OTT: Inkompatibel dengan larutan asam kuat dan dengan larutan garam besi dan beberapa logam
seperti aluminium, merkuri dan zink juga dengan gom xanthan; pengendapan terjadi pada pH dibawah 2
dan pada saat pencampuran dengan etanol 95%.; Membentuk kompleks dengan gelatin dan pektin.

Konsentrasi: 3%-6%

Sirup Simplex

Pemerian: cairan jernih, tidak berwarna

Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk

Olium Citri

Pemerian : cairan kuning pucat, atau kuning kehijauan, bau khas, rasa pedas dan agak pahit.

Kelarutan : larut dalam 12 bagian etanol (95%) P, dapat campur dengan etanol mutlak P.

Penyimpanan : dalam wadah tertutup terisi penuh, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk.

Sunset Yellow
Pemerian: Serbuk kuning kemerahan, di dalam larutan memberikan warna orange terang.

Kelarutan: Mudah larut dalam air, gliserin dan propilen glikol (50%), sedikit larut dalam propilen glikol.

OTT: Asam askorbat, gelatin, dan glukosa.

Penyimpanan: Wadah tertutup rapat dan tempat sejuk dan kering.

Aqua Destilata

BM : 18,02

Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna tidak berbau.

pH : antara 5,0 – 7,0

2.4 PERMASALAHAN FARMASETIKA

Parasetamol memiliki kelarutan yang rendah dalam air

Parasetamol memiliki rasa yang pahit

Sediaan multiple dose rentan terhadap kontaminasi mikroba

Suspensi parasetamol bersifat cair hingga mudah tumpah

2.5 PENYELESAIAN MASALAH

Parasetamol dibuat suspensi menggunakan suspending agent CMC-Na dengan sorbitol sebagai wetting
agent

Rasa pahit diatasi dengan penambahan pemanis

Untuk menghindari mikroba ditambahkan pengawet

Agar tidak terlalu encer ditambahkan sir.simplex untuk menaikkan viskositas

PERHITUNGAN BAHAN

Parasetamol

mg = 5000 mg = 5 gram

Metil Paraben
0,18 gram = 180 mg

Propil Paraben

= 0,02 gram = 20 mg

Sorbitol 70%

= 3 ml

CMC-Na

= 1 gram

Sirup Simplex

= 30 ml

Citri

q.s

Sunset Yellow

q.s

Aquadest

Ad 100 ml

PENIMBANGAN

Parasetamol : 5 gram
Metil Paraben : 180 mg

Propil Paraben : 20 mg

Sorbitol 70% : 3 ml

CMC-Na : 1 gram

Simplex : 30 ml

Citri : q.s

Sunset Yellow : q.s

Aduadest : ad 100 ml

PROSEDUR KERJA

Buat sirup simplex

Tandai botol yang telah di tara 100 ml

Timbang semua bahan

CMC-Na dikembangkan (ditaburkan secara merata diatas 15ml air panas )

Sorbitol 70% diencerkan dengan mortir yang berisi parasetamol

CMC-Na yang sudah dikembangkan dimasukkan ke dalam campuran zat aktif

Masukkan sir.simplex, metil paraben dan propil paraben ke dalam mortir, aduk sampai merata

Tambahkan ol.citri dan sunset yellow secukupnya

Masukkan ke dalam botol dan tambahkan aquadest sampai tanda 100 ml

Pasang etiket

HASIL EVALUASI SEDIAAN

pH : 8,0
Volume Terpindahkan : 100 ml

Warna : kuning

Bau : Harum jeruk

Rasa : Kurang manis dan agak pahit

HASIL PENGAMATAN

Yang di amati Jumat Sabtu Minggu Senin

Pertumbuhan

Mikro organisme

– – – –

Pengkristalan leher botol – – – –

Warna kuning kuning kuning Kuning

Bau Harum jeruk Harum jeruk Harum jeruk Harum jeruk

PEMBAHASAN

Pada pembautan sediaan obat, Parasetamol dibuat dalam bentuk sediaan suspensi. Ada beberapa
tambahan zat yang digunakan untuk kemudian diformulasikan dengan zat aktif Parasetamol,
diantaranya adalah Metil Paraben sebagai zat anti mikroba, Propil Paraben sebagai pengawet/ anti
mikroba, Sorbitol 70% untuk antikaploking atau wetting agent, CMC-Na berfungsi sebagai suspending
agent,Sirup Simplex untuk meningkat viskositas, Olium Citri sebagai pengharum untuk menutupi bau
tidak enak pada parasetamol, Sunset Yellow untuk pewarna sebagai pemikat dan terakhir adalah Aqua
Destilata yang berperan sebagai pelarut.

Parasetamol sendiri memiliki khasiat sebagai analgetik dan antipiretik. Parasetamol ini termasuk ke
dalam golongan obat bebas, sehingga mudah di dapatkan tanpa resep dokter. Dalam resep ini terdapat
zat tambahan yaitu CMC-Na. CMC-Na ini merupakan suspending agent yang paling banyak digunakan,
karena hasil yang diperoleh jika menggunakan CMC tidak mudah mengendap dan dapat terdispersi
kembali dengan kocokan ringan. Tetapi perlu diingat, bahwa penambahan suspending agent jangan
perlu terlalu banyak. Karena bila demikian maka suspensi akan menjadi terlalu kental dan sulit untuk
dituang.
Karena zat aktif dalam sediaan obat ini memiliki bau dan rasa yang tidak enak dan tidak cocok untuk
dijadikan suspensi tanpa zat tambahan, oleh karena dalam suspensi ini di tambahkan zat-zat yang dapat
menutupi kekurangan dari zat aktif parasetamol itu sendiri, diantaranya adalah olium citri dan sirup
simplex. Sunset yellow juga ditambahkan ke dalam formulasi sediaan suspensi parasetamol ini dengan
tujuan untuk memikat anak-anak yang akan mengkonsumsi suspensi parasetamol ini.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut,
terdispersi dalam cairan pembawa. Sediaan parasetamol yang dibuat adalah sediaan suspensi peroral.
Parasetamol atau asetaminofen memiliki khasiat sebagai analgesik dan antipiretik. Untuk mengatasi
permasalahan-permasalahan farmasetika di dalam sediaan suspensi parasetamol ini, salah satunya
dengan menambahkan suspending agent CMC-Na dengan sorbitol sebagai wetting agent ny