Anda di halaman 1dari 46

STUDY BOILER 1995

Mengenal Boiler dan jenis nya

Arti Bolier

Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air
panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan
meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah
meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat
baik.

Jenis-Jenis boiler Berdasarkan Sytem Kerjanya


Boiler feed water system (sistem air umpan)
Sistem air umpan (feed water system) menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai
dengan kebutuhan steam.Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan.
Boiler(steam system)
System Steam adalah mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam
dialirkan melalui sistempemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam
diatur menggunakankran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan.

System bahan bakar (fuel system).


Sistem bahan bakar (fuel sistem) adalah semuaperalatan yang digunakan untuk menyediakan
bahan bakar untuk menghasilkan panas yangdibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada
sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahanbakar yang digunakan pada sistem Air yang
disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan (feed water). Dua sumber air
umpan adalah:
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

Kondensat atau steam yang mengembun yang dikembalikan dari proses.


Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler danplant
proses.

Sistem yang lain adalah penggunaan economizer untuk memanaskan awal air umpan
menggunakan limbah panas pada gas buang, untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih
tinggi.

PROSES KERJA BOILER


Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan, temperatur, dan laju
aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan digunakan. Berdasarkan ketiga hal
tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP), dan
tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan perbedaan itu pemanfaatan steam yang
keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan
menjalankan suatu mesin (commercial and industrial boilers), atau membangkitkan energi
listrik dengan merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator
sehingga menghasilkan energi listrik (power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan
kedua sistem boiler tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk
membangkitkan energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-
temperatur rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat
recovery boiler.
Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, sistem steam, dan sistem bahan bakar. Sistem air
umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam.
Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan dari sistem air umpan,
penanganan air umpan diperlukan sebagai bentuk pemeliharaan untuk mencegah terjadi
kerusakan dari sistem steam. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam
dalam boiler. Steamdialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan
sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan.
Sistem bahan bakar adalah semua perlatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar
untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan
bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem.
Sebelum menjelaskan keanekaragaman boiler, perlu diketahui komponen dari boiler yang
mendukung teciptanya steam, berikut komponen-komponen boiler:
Ø Furnace
Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa bagian dari furnace
siantaranya : refractory, ruang perapian, burner, exhaust for flue gas, charge and discharge
door.
Ø Steam Drum
Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam. Steam
masih bersifat jenuh (saturated steam).
Ø Superheater
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main steam pipe
dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri.
Ø Air Heater
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara luar
yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku
pembakaran.
Ø Economizer
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari air
yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru.
Ø Safety valve
Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana tekanan steam
melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam.
Ø Blowdown valve
Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di dalam
pipa steam.

1.4 KONDISI AIR UMPAN BOILER


Air yang digunakan pada proses pengolahan dan air umpan boiler diperoleh dari air sungai, air
waduk, sumur bor dan sumber mata air lainnya. Kualitas air tersebut tidak sama walaupun
menggunakan sumber air sejenis, hal ini dipengaruhi oleh lingkungan asal air tersebut. Sumber
mata air sungai umumnya sudah mengalami pencemaran oleh aktivitas penduduk dan kegiatan
industri, oleh sebab itu perlu dilakukan pemurnian.
Air umpan boiler harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan
masalah-masalah pada pengoperasian boiler. Air tersebut harus bebas dari mineral-mineral
yang tidak diinginkan serta pengotor-pengotor lainnya yang dapat menurunkan efisiensi kerja
dari boiler.

Feed water harus memenuhi prasyarat tertentu seperti yang diuraikan dalam tabel di bawah ini
1.5 MASALAH-MASALAH PADA BOILER
Suatu boiler atau pembangkit uap yang dioperasikan tanpa kondisi air yang baik , cepat atau
lambat akan menimbulkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kinerja dan kualitas dari
sistem pembangkit uap. Banyak masalah-masalah yang ditimbulkan akibat dari kurangnya
penanganan dan perhatian khusus terhadap penggunaan air umpan boiler.
Akibat dari kurangnya penanganan terhadap air umpan boiler akan menimbulkan masalah-
masalah sebagai berikut :
a) Pembentukan kerak
Terbentuk kerak pada dinding boiler terjadi akibat adanya mineral-mineral pembentukan kerak,
misalnya ion-ion kesadahan seperti Ca2+ dan Mg2+ dan akibat pengaruh gas penguapan.
Diamping itu pula dapat disebabkan oleh mekanisme pemekatan didalam boiler karena adanya
pemanasan. Jenis-jenis kerak yang umum dalam boiler adalah kalsium sulfat, senyawa silikat
dan karbonat. Zat-zat dapat membentuk kerak yang keras dan padat sehingga bila lama
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

penanganannya akan sulit sekali untuk dihilangkan. Silika diendapkan bersama dengan kalsium
dan magnesium sehingga membuat kerak semakin keras dan semakin sulit untuk dihilangkan.
Kerak yang menyelimuti permukaan boiler berpengaruh terhadap perpindahan panas
permukaan dan menunjukkan dua akibat utama yaitu berkurangnya panas yang dipindahkan
dari dapur ke air yang mengakibatkan meningkatkan temperatur disekitar dapur, dan
menurunnya efisiensi boiler.

Untuk mengurangi terjadinya pembentukan kerak pada boiler dapat dilakukan pencegahan-
pencegahan sebagai berikut :
– Mengurangi jumlah mineral dengan unit softener
– Melakukan blowdown secara teratur jumlahnya
– Memberikan bahan kimia anti kerak

Zat terlarut dan tersuspensi yang terdapat pada semua air alami dapat dihilangkan/dikurangi
pada proses pra-treatment (pengolahan awal) yang terbukti ekonomis. Penanggulangan kerak
yang sudah ada dapat dilakukan dengan cara :
* On-line cleaning yaitu pelunakan kerak-kerak lama dengan bahan kimia selama Boiler
beroperasi normal.
* Off-line cleaning (acid cleaning) yaitu melarutkan kerak-kerak lama dengan asam-asam khusus
tetapi Boiler harus berhenti beroperasi.
* Mechanical cleaning: dengan sikat, pahat, scrub, dan lain-lain.

b) Peristiwa korosi
Korosi dapat disebabkan oleh oksigen dan karbon dioksida yang terdapat dalam uap yang
terkondensasi. Korosi merupakan peristiwa logam kembali kebentuk asalnya dalam misalnya
besi menjadi oksida besi, alumunium dan lain-lain. Peristiwa koros dapat terjadi disebabkan
oleh :

– Gas-gas yang bersifat korosif seperti O2, CO2, H2S


– Kerak dan deposit
– Perbedaan logam (korosi galvanis)
– pH yang terlalu rendah dan lain-lain

Jenis korosi yang dijumpai pada boiler dan sistem uap adalah general corrosion, pitting
(terbentuknya lubang) dan embrittlement (peretakan baja). Adanya gas yang terlarut, oksigen
dan karbon dioksida pada air umpan boiler adalah penyebab utama general corrosion dan
pitting corrosion (tipe oksigen elektro kimia dan diffrensial). Kelarutan gas-gas ini di dalam air
umpan boiler menurun jika suhu naik. Kebanyakan oksigen akan memisah pada ruang uap,
tetapi sejumlah kecil residu akan tertinggal dalam larutan atau terperangkap pada kantong-

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

kantong atau dibawah deposit, hal ini dapat menyebabkan korosi pada logam-logam boiler.
Karena itu pentinguntuk melakukan proses deoksigenasi air boiler.

Jumlah rata-rata korosi atau serangan elektrokimia akan naik jika nilai pH air menurun. Selain
itu air umpan boiler akan dikondisikan secara kimia mencapai nilai pH yang relatif tinggi. Bentuk
korosi yang tidak umum tetapi berbahaya adalah bentuk korosi embrittlement atau keretakan
inter kristalin pada baja yang terjadi jika berada pada tekanan yang tinggi dan lingkungan kimia
yang tidak sesuai. Caustic embrittlement atau keratakan inter kristalin pada baja yang terjadi
jika berada pada tekanan yang tinggi dan lingkungan kimia yang tidak sesuai. Caustic
embrittlement terjadi pada sambungan penyumbat dan meluas pada ujung tabung dimana
celah memungkinkan perkembangan suatu lingkungan caustic yang terkonsentrasi. Hidrogen
embrittlement adalah bentuk lain dari retakan interkristalin yang terjadi pada tabung air boiler
yang disebabkan tekanan tinggi dan kondisi temperatur yang tertentu.

Untuk mengurangi terjadinya peristiwa korosi dapat dilakukan pencegahan sebagai berikut:
– Mengurangi gas-gas yang bersifat korosif
– Mencegah terbentuknya kerak dan deposit dalam boiler
– Mencegah korosi galvanis
– Menggunakan zat yang dapat menghambat peristiwa korosif
– Mengatur pH dan alkalinitas air boiler dan lain-lain

c) Pembentukan deposit
Deposit merupakan peristiwa penggumpalan zat dalam air umpan boiler yang disebabkan oleh
adanya zat padat tersuspensi misalnya oksida besi, oksida tembaga dan lain-lain. Peristiwa ini
dapat juga disebabkan oleh kontaminasi uap dari produk hasil proses produksi. Sumber deposit
didalam air seperti garam-garam yang terlarut dan zat-zat yang tersuspensi didalam air umpan
boiler. Pemanasan dan dengan adanya zat tersuspensi dalam air pada boiler menyebabkan
mengendapnya sejumlah muatan yang menurunkan daya kelarutan, jika temperaturnya
dinaikkan. Hal ini menjelaskan mengapa kerak dan sludge (lumpur) terbentuk. Kerak
merupakan bentuk deposit-deposit yang tetap berada pada permukaan boiler sedangkan
sludge merupakan bentuk deposit-deposit yang tidak menetap atau deposit lunak.
Pada ketel bertekanan tinggi, silika muda mengendap dengan uap dan dapat membentuk
deposit yang menyulitkan pada daun turbin.
Pencegahan–pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya peristiwa deposit
dapat dilakukan diantaranya :
* Meminimalisasi masuknya mineral-mineral yang dapat menyebabkan deposit seperti oksida
besi, oksida tembaga dan lain – lain.
* Mencegah korosi pada sistem kondensat dengan proses netralisasi (mengatur pH 8,2–9,2)
dapat juga dilakukan dengan mencegah terjadinya kebocoran udara pada sistem kondensat.
* Mencegah kontaminasi uap selanjutnya menggunakan bahan kimia untuk mendispersikan
mineral-mineral penyebab deposit.
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

Penanggulangan terjadinya deposit yang telah ada dapat dilakukan dengan acid cleaning, online
cleaning, dan mechanical cleaning.

d) Kontaminasi Uap (steam carryover)


Ketika air boiler mengandung garam terlarut dan zat tersuspensi dengan konsentrasi yang
tinggi, ada kecendrungan baginya untuk membentuk busa secara berlebihan sehingga dapat
menyebabkan steam carryover zat-zat padat dan cairan pengotor kedalam uap.
Steam carryover terjadi jika mineral-mineral dari boiler ikut keluar bersama dengan uap ke alat-
alat seperti superheater, turbin, dan lain-lain. Kontaminasi-kontaminasi ini dapat diendapkan
kembali pada sistem uap atau zat-zat itu akan mengontaminasi proses atau material-material
yang diperlukan steam.
Steam carryover dapat dihindari dengan menahan zat-zat padat terlarut pada air boiler
dibawah tingkat tertentu melalui suatu analisa sistematis dan kontrol pada pemberian zat-zat
kimia dan blowdown. Carryover karbon dioksida dapat mengembalikan uap dan asam-asam
terkondensasi.

JENIS – JENIS BOILER

2.1 JENIS-JENIS BOILER


Bagian ini menerangkan tentang berbagi jenis boiler: Fire tube boiler, Water tube boiler, Paket
boiler, Fluidized bed combustion boiler, Atmospheric fluidized bed combustion boiler,
Pressurized fluidized bed combustion boiler, Circulating fluidized bed combustion boiler, Stoker
fired boiler, Pulverized fuel boiler, Boiler pemanas limbah (Waste heat boiler) dan Pemanas
fluida termis.

A. Fire Tube Boiler


Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada didalam shell
untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan untuk kapasitas steam yang
relative kecil dengan tekanan steam rendah sampai sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers
kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2.
Fire tube boilers dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat
dalam operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi sebagai
“ paket” boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.

B. Water Tube Boiler


Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk kedalam drum. Air
yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam
drum.
Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus
boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern dirancang dengan

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

kapasitas steam antara 4.500 – 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water
tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan gas.
Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.
Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
* Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.
* Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
* Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

C. Paket Boiler
Disebut boiler paket sebab sudah tersedia sebagai paket yang lengkap. Pada saat dikirim ke
pabrik, hanya memerlukan pipa steam, pipa air, suplai bahan bakar dan sambungan listrik untuk
dapat beroperasi. Paket boiler biasanya merupakan tipe shell and tube dengan rancangan fire
tube dengan transfer panas baik radiasi maupun konveksi yang tinggi.
Ciri -ciri dari packaged boilers adalah:
* Kecilnya ruang pembakaran dan tingginya panas yang dilepas menghasilkan penguapan yang
lebih cepat.
* Banyaknya jumlah pipa yang berdiameter kecil membuatnya memiliki perpindahan panas
konvektif yang baik.
* Sistim forced atau induced draft menghasilkan efisiensi pembakaran yang baik.
* Sejumlah lintasan/pass menghasilkan perpindahan panas keseluruhan yang lebih baik.
* Tingkat efisiensi thermisnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan boiler lainnya.
Boiler tersebut dikelompokkan berdasarkan jumlah pass nya – yaitu berapa kali gas
pembakaran melintasi boiler. Ruang pembakaran ditempatkan sebagai lintasan pertama setelah
itu kemudian satu, dua, atau tiga set pipa api. Boiler yang paling umum dalam kelas ini adalah
unit tiga pass/ lintasan dengan dua set fire-tube/ pipa api dan gas buangnya keluar dari
belakang boiler.

D. Boiler Pembakaran dengan Fluidized Bed (FBC)


Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) muncul sebagai alternatif yang memungkinkan dan
memiliki kelebihan yang cukup berarti dibanding sistim pembakaran yang konvensional dan
memberikan banyak keuntungan – rancangan boileryang kompak, fleksibel terhadap bahan
bakar, efisiensi pembakaran yang tinggi dan berkurangnya emisi polutan yang merugikan
seperti SOx dan NOx. Bahan bakar yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah batubara, barang
tolakan dari tempat pencucian pakaian, sekam padi, bagas & limbah pertanian lainnya. Boiler
fluidized bed memiliki kisaran kapasitas yang luas yaitu antara 0.5 T/jam sampai lebih dari 100
T/jam.

Bila udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan keatas melalui bed partikel
padat seperti pasir yang disangga oleh saringan halus, partikel tidak akan terganggu pada
kecepatan yang rendah. Begitu kecepatan udaranya berangsur-angsur naik, terbentuklah suatu
keadaan dimana partikel tersuspensi dalam aliran udara – bed tersebut disebut “
terfluidisasikan”.
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

Dengan kenaikan kecepatan udara selanjutnya, terjadi pembentukan gelembung, turbulensi


yang kuat, pencampuran cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. Bed partikel
padat menampilkan sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida – “ bed gelembung fluida/
bubbling fluidized bed”.
Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidi sasikan dipanaskan hingga ke suhu nyala batubara,
dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan terbakar dengan cepat
dan bed mencapai suhu yang seragam. Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) berlangsung
pada suhu sekitar 840OC hingga 950OC. Karena suhu ini jauh berada dibawah suhu fusi abu,
maka pelelehan abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari.
Suhu pembakaran yang lebih rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien perpindahan
panas sebagai akibat pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas yang efektif
dari bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Kecepatan gas dicapai diantara
kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Hal ini menjamin operasi bed
yang stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur gas.

E. Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) Boiler


Kebanyakan boiler yang beroperasi untuk jenis ini adalah Atmospheric Fluidized Bed
Combustion (AFBC) Boiler. Alat ini hanya berupa shell boiler konvensional biasa yang ditambah
dengan sebuah fluidized bed combustor. Sistim seperti telah dipasang digabungkan dengan
water tube boiler/boiler pipa air konvensional.
Batubara dihancurkan menjadi ukuran 1 – 10 mm tergantung pada tingkatan batubara dan jenis
pengumpan udara ke ruang pembakaran. Udara atmosfir, yang bertindak sebagai udara
fluidisasi dan pembakaran, dimasukkan dengan tekanan, setelah diberi pemanasan awal
olehgas buang bahan bakar. Pipa dalam bed yang membawa air pada umumnya bertindak
sebagai evaporator. Produk gas hasil pembakaran melewati bagian super heater dari boiler lalu
mengalir ke economizer, ke pengumpul debu dan pemanas awal udara sebelum dibuang
keatmosfir.

F. Pressurized Fluidized Bed Combustion (PFBC) Boiler


Pada tipe Pressurized Fluidized bed Combustion (PFBC), sebuah kompresor memasok udara
Forced Draft (FD), dan pembakarnya merupakan tangki bertekanan. Laju panas yang dilepas
dalam bed sebanding dengan tekanan bed sehingga bed yang dalam digunakan untuk
mengekstraksi sejumlah besar panas. Hal ini akan meningkatkan efisiensi pembakaran dan
peyerapan sulfur dioksida dalam bed. Steam dihasilkan didalam dua ikatan pipa, satu di bed
dan satunya lagi berada diatasnya. Gas panas dari cerobong menggerakan turbin gas
pembangkit tenaga. Sistim PFBC dapat digunakan untuk pembangkitan kogenerasi (steam dan
listrik) atau pembangkit tenaga dengan siklus gabungan/combined cycle. Operasi combined
cycle (turbin gas & turbin uap) meningkatkan efisiensi konversi keseluruhan sebesar 5 hingga 8
persen.

G. Atmospheric Circulating Fluidized Bed Combustion Boilers (CFBC)


Dalam sistim sirkulasi, parameter bed dijaga untuk membentuk padatan melayang dari bed.
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

Padatan diangkat pada fase yang relatif terlarut dalam pengangkat padatan, dan sebuah down-
comer dengan sebuah siklon merupakan aliran sirkulasi padatan. Tidak terdapat pipa
pembangkit steam yang terletak dalam bed. Pembangkitandan pemanasan berlebih steam
berlangsung di bagian konveksi, dinding air, pada keluaran pengangkat/ riser.
Boiler CFBC pada umumnya lebih ekonomis daripada boiler AFBC, untuk penerapannya di
industri memerlukan lebih dari 75 – 100 T/jam steam. Untuk unit yang besar, semakin tinggi
karakteristik tungku boiler CFBC akan memberikan penggunaan ruang yang semakin baik,
partikel bahan bakar lebih besar, waktu tinggal bahan penyerap untuk pembakaran yang efisien
dan penangkapan SO2 yang semakin besar pula, dan semakin mudah penerapan teknik
pembakaran untuk pengendalian NOx daripada pembangkit steam AFBC.

H. Stoker Fired Boilers


Stokers diklasifikasikan menurut metode pengumpanan bahan bakar ke tungku dan oleh jenis
gratenya. Klasifikasi utamanya adalah spreader stoker dan chain-gate atau traveling-gate
stoker.

1) Spreader stokers
Spreader stokers memanfaatkan kombinasi pembakaran suspensi dan pembakaran grate.
Batubara diumpankan secara kontinyu ke tungku diatas bed pembakaran batubara. Batubara
yang halus dibakar dalam suspensi; partikel yang lebih besar akan jatuh ke grate, dimana
batubara ini akan dibakar dalam bed batubara yang tipis dan pembakaran cepat. Metode
pembakaran ini memberikan fleksibilitas yang baik terhadap fluktuasi beban, dikarenakan
penyalaan hampir terjadi secara cepat bila laju pembakaran meningkat. Karena hal ini, spreader
stoker lebih disukai dibanding jenis stoker lainnya dalam berbagai penerapan di industri.
2) Chain-grate atau traveling-grate stoker
Batubara diumpankan ke ujung grate baja yang bergerak.Ketika gratebergerak sepanjang
tungku, batubara terbakar sebelum jatuh pada ujungsebagai abu. Diperlukan tingkat
keterampilan tertentu, terutama bila menyetel grate, damper udara dan baffles, untuk
menjamin pembakaranyang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah karbon yang
tidak terbakar dalam abu.

Hopper umpan batubara memanjang di sepanjang seluruh ujung umpan batubara pada tungku.
Sebuah grate batubara digunakan untuk mengendalikan kecepatan batubara yang diumpankan
ke tungku dengan mengendalikan ketebalan bed bahan bakar. Ukuran batubara harus seragam
sebab bongkahan yang besar tidak akan terbakar sempurna pada waktu mencapai ujung grate.

I. Pulverized Fuel Boiler


Kebanyakan boiler stasiun pembangkit tenaga yang berbahan bakar batubara menggunakan
batubara halus, dan banyak boiler pipa air di industri yang lebih besar juga menggunakan

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

batubara yang halus. Teknologi ini berkembangdengan baik dan diseluruh dunia terdapat
ribuan unit dan lebih dari 90 persen kapasitas pembakaran batubara merupakan jenis ini.

Untuk batubara jenis bituminous, batubara digiling sampai menjadi bubuk halus, yang
berukuran +300 micrometer (µm) kurang dari 2 persen dan yang berukuran dibawah 75
microns sebesar 70-75 persen. Harus diperhatikan bahwa bubuk yang terlalu halus akan
memboroskan energi penggilingan.
Sebaliknya, bubuk yang terlalu kasar tidak akan terbakar sempurna pada ruang pembakaran
dan menyebabkan kerugian yang lebih besar karena bahan yang tidak terbakar. Batubara bubuk
dihembuskan dengansebagian udara pembakaran masuk menuju plant boiler melalui
serangkaian nosel burner. Udara sekunder dan tersier dapat juga ditambahkan.
Pembakaran berlangsung pada suhu dari 1300 – 1700°C, tergantung pada kualitas batubara.
Waktu tinggal partikel dalam boiler biasanya 2 hingga 5 detik, dan partikel harus cukup kecil
untuk pembakaran yang sempurna.
Sistim ini memiliki banyak keuntungan seperti kemampuan membakar berbagai kualitas
batubara, respon yang cepat terhadap perubahan beban muatan, penggunaan suhu udara
pemanas awal yang tinggi dll.
Salah satu sistim yang paling populer untuk pembakaran batubara halus adalah pembakaran
tangensial dengan menggunakan empat buah burner dari keempat sudut untuk menciptakan
bola api pada pusat tungku.

J. Boiler Limbah Panas


Dimanapun tersedia limbah panas pada suhu sedang atau tinggi, boiler limbah panas dapat
dipasang secara ekonomis. Jika kebutuhan steam lebih dari steam yang dihasilkan
menggunakan gas buang panas, dapat digunakan burner tambahan yang menggunakan bahan
bakar.
Jika steam tidak langsung dapat digunakan, steam dapat dipakai untuk memproduksi daya
listrik menggunakan generator turbin uap. Hal ini banyak digunakan dalam pemanfaatan
kembali panas dari gas buang dari turbin gas dan mesin diesel.

K. Pemanas Fluida Termis


Saat ini, pemanas fluida termis telah digunakan secara luas dalam berbagai penerapan untuk
pemanasan proses tidak langsung. Dengan menggunakan fluida petroleum sebagai media
perpindahan panas, pemanas tersebut memberikan suhu yang konstan. Sistim pembakaran
terdiri dari sebuah fixed grate dengan susunan draft mekanis.
Pemanas fluida thermis modern berbahan bakar minyak terdiri dari sebuah kumparan ganda,
konstruksi tiga pass dan dipasang dengan sistim jet tekanan. Fluida termis, yang bertindak
sebagai pembawa panas, dipanaskan dalam pemanas dan disirkulasikan melalui peralatan
pengguna. Disini fluida memindahkn panas untuk proses melalui penukar panas, kemudian
fluidanya dikembalikan ke pemanas. Aliran fluida termis pada ujung pemakai dikendalikan oleh
katup pengendali yang dioperasikan secara pneumatis, berdasarkan suhu operasi.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Pemanasberoperasi pada api yang tinggi atau rendah tergantung pada suhu minyak yang
kembali yang bervariasi tergantung beban sistim.

Keuntungan pemanas tersebut adalah:


* Operasi sistim tertutup dengan kehilangan minimum dibanding dengan boiler steam.
* Operasi sistim tidak bertekanan bahkan untuk suhu sekitar 2500C dibandingkan kebutuhan
tekanan steam 40kg/cm2dalam sistim steam yang sejenis.
* Penyetelan kendali otomatis, yang memberikan fleksibilitas operasi.
* Efisiensi termis yang baik karena tidak adanya kehilangan panas yang diakibatkan oleh
blowdown, pembuangan kondensat dan flash steam.
Faktor ekonomi keseluruhan dari pemanas fluida termis tergantung pada penerapan spesifik
dan dasar acuannya. Pemanas fluida thermis berbahan bakar batubara dengan kisaranefisiensi
panas 55-65 persen merupakan yang paling nyaman digunakan dibandingkan denganhampir
kebanyakan boiler. Penggabungan peralatan pemanfaatan kembali panas dalam gabuang akan
mempertinggi tingkat efisiensi termis selanjutnya.

2.2 JENIS WATER TUBE BOILER


Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk kedalam drum. Air
yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam
drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada
kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern dirancang
dengan kapasitas steam antara 4.500 – 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak
water tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar
dan gas.Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara
paket.

Tipe fire tube boiler pipa air ini memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan
steam yang tinggi.

2.3 CARA KERJA TIPE WATER TUBE BOILER


Cara kerja tipe water tube boiler yaitu: proses pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas
yang dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan
terlebih dahulu melalui economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu
dikumpulkan di dalam sebuahsteam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai, melalui
tahap secondary superheater dan primary superheater baru steamdilepaskan ke pipa utama
distribusi. Didalam pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau
kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus
diperhatikan terhadap tipe ini.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Ø Karakteristik lain mengenai water tube boilers sebagai berikut:


* Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.
* Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
* Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

2.4 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN WATER TUBE BOILER


Ø Keuntungan:
* Kapasitas steam besar sampai 450 TPH
* Tekanan operasi mencapai 100 bar
* Nilai effisiensinya relatif lebih tinggi dari fire tube boiler
* Tungku mudah dijangkau untuk melakukan pemeriksaan, pembersihan, dan perbaikan.
Ø Kerugian:
* Proses konstruksi lebih detail.
* Investasi awal relatif lebih mahal.
* Penanganan air yang masuk ke dalam boiler perlu dijaga, karena lebih sensitif untuk sistem
ini, perlu komponen pendukung untuk hal ini.
* Karena mampu menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang lebih besar, maka
konstruksinya dibutuhkan area yang luas.

Prinsip Kerja Boiler

Boiler adalah sebuah wadah tertutup berisi air atau fluida lain untuk dipanaskan. Sekalipun
sebuah boiler tidak harus berfungsi untuk mendidihkan fluida, namun kita lebih familiar dengan
boiler yang berfungsi untuk mendidihkan air sehingga memproduksi uap air. Sehingga pada
umumnya kita lebih memahami bahwa boiler adalah sebuah alat untuk memproduksi uap air.

Ilustrasi Sederhana Boiler

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Prinsip kerja boiler sebenarnya cukup sederhana sama seperti pada saat kita sedang
mendidihkan air menggunakan panci. Proses pendidihan air tersebut akan selalu diiringi proses
perpindahan panas yang melibatkan bahan bakar, udara, material wadah air, serta air itu
sendiri. Proses perpindahan panas ini mencakup tiga jenis perpindahan panas yang sudah
sangat kita kenal yakni konduksi, konveksi, dan radiasi.

Boiler Pipa Air Superheated

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Pada boiler pipa air di atas misalnya, sumber panas didapatkan dari pembakaran bahan bakar di
dalam furnace. Energi panas ini sebagian akan terpancar secara radiasi ke pipa-pipa evaporator
sehingga memanaskan pipa-pipa tersebut. Panas yang terserap oleh permukaan pipa akan
secara konduksi berpindah ke sisi permukaan dalam pipa. Di dalam pipa, mengalir air yang
terus-menerus menyerap panas tersebut. Proses penyebaran panas antar molekul air di dalam
aliran ini terjadi secara konveksi. Perpindahan panas konveksi antar molekul air, seakan-akan
menciptakan aliran fluida tersendiri terlepas dengan aliran air di dalam pipa-pipa boiler.

Proses Pembentukan Uap di Dalam Pipa Boiler

Gas hasil pembakaran yang mengandung energi panas akan terus mengalir mengikuti bentuk
boiler hingga ke sisi keluaran. Di sepanjang perjalanan, panas yang terkandung di dalam gas
buang akan diserap oleh permukaan tubing boiler dan diteruskan secara konduksi ke air di
dalam pipa. Secara bertahap, air akan berubah fase menjadi uap basah (saturated steam) dan
dapat berlanjut hingga menjadi uap kering (superheated steam).

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Pipa-pipa Boiler

Fungsi Boiler Serta Komponen Utamanya


Fungsi boiler serta komponen utamanya seharusnya patut untuk kita ketahui, terlebih bagi yang
sedang bekerja pada pabrik-pabrik yang menggunakan alat ini. Pada dasarnya, peralatan
industri memang tidak ada habisnya untuk dibahas, setelah pada artikel sebelumnya kita telah
diulas mengenai berbagai macam alat industri seperti pompa, evaporator, desalter, kondensor
dan sebagainya. Pada artikel ini akan dibahas mengenai boiler karena alat ini merupakan salah
satu alat yang umum digunakan pada kilang minyak maupun di pabrik-pabrik lainnya. Tentu
saja Anda sekalian pernah mendengar nama alat ini, tetapi mungkin belum mengerti apa yang
dimaksud dengan boiler, fungsi boiler dan komponen-komponen utamanya. Untuk memahami
hal tersebut, silahkan baca ulasannya di bawah.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

boiler

Fungsi Boiler dan Komponen Utamanya


Pada dasarnya boiler adalah alat yang berfungsi untuk memanaskan air dengan menggunakan
panas dari hasil pembakaran bahan bakar, panas hasil pembakaran selanjutnya panas hasil
pembakaran dialirkan ke air sehingga menghasilkan steam (uap air yang memiliki temperatur
tinggi). Dari pengertian tersebut berarti kita dapat menyimpulkan bahwa boiler berfungsi untuk
memproduksi steam (uap) yang dapat digunakan untuk proses/kebutuhan selanjutnya. Seperti
yang kita ketahui bahwa steam dapat digunakan untuk menjaga suhu dalam kolom destilasi
minyak bumi dan proses evaporasi pada evaporator. Umumnya bakar yang digunakan untuk
memanaskan boiler yaitu batu bara, gas, dan bahan bakar minyak.

Bagian-Bagian Pada Boiler dan Fungsinya


Sama seperti pompa, kompresor dan peralatan pabrik lainnya yang tersusun dari berbagai
komponen sehingga alat tersebut dapat beroperasi dan menjalankan perannya. Boiler juga
tersusun dari berbagai macam komponen dengan fungsinya masing-masing. Di bawah ini
adalah fungsi dari masing-masing komponen pada boiler, yaitu:

1. Tungku Pengapian (Furnace)


Bagian ini merupakan tempat terjadinya pembakaran bahan bakar yang akan menjadi sumber
panas, proses penerimaan panas oleh media air dilakukan melalui pipa yang telah dialiri air,

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

pipa tersebut menempel pada dinding tungku pembakaran. Proses perpindahan panas pada
furnace terjadi dengan tiga cara:
 Perpindahan panas secara radiasi, dimana akan terjadi pancaran panas dari api atau gas
yang akan menempel pada dinding tube sehingga panas tersebut akan diserap oleh fluida yang
mengalir di dalamnya.
 Perpindahan panas secara konduksi, panas mengalir melalui hantaran dari sisi pipa yang
menerima panas kedalam sisi pipa yang memberi panas pada air.
 Perpindahan panas secara konveksi. panas yang terjadi dengan singgungan molekul-
molekul air sehingga panas akan menyebar kesetiap aliran air.

Di dalam furnace, ruang bakar terbagi atas dua bagian yaitu ruang pertama dan ruang kedua.
Pada ruang pertama, di dalamnya akan tejadi pemanasan langsung dari sumber panas yang
diterima oleh tube (pipa), sedangkan pada ruang kedua yang terdapat pada bagian atas, panas
yang diterima berasal dari udara panas hasil pembakaran dari ruang pertama. Jadi, fungsi dari
ruang pemanas kedua ini yakni untuk menyerap panas yang terbuang dari ruang pemanasan
pertama, agar energi panas yang terbuang secara cuma-cuma tidak terlalu besar, dan untuk
mengontrol panas fluida yang telah dipanaskan pada ruang pertama agar tidak mengalami
penurunan panas secara berlebihan.
2. Steam Drum
Steam drum berfungsi sebagai tempat penampungan air panas serta tempat terbentuknya uap.
Drum ini menampung uap jenuh (saturated steam) beserta air dengan perbandingan antara
50% air dan 50% uap. untuk menghindari agar air tidak terbawa oleh uap, maka dipasangi
sekat-sekat, air yang memiliki suhu rendah akan turun ke bawah dan air yang bersuhu tinggi
akan naik ke atas dan kemudian menguap.

3. Superheater
Merupakan tempat pengeringan steam, dikarenakan uap yang berasal dari steam drum masih
dalam keadaan basah sehingga belum dapat digunakan. Proses pemanasan lanjutan
menggunakan superheater pipe yang dipanaskan dengan suhu 260°C sampai 350°C. Dengan
suhu tersebut, uap akan menjadi kering dan dapat digunakan untuk menggerakkan turbin
maupun untuk keperluan peralatan lain.

4. Air Heater

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Komponen ini merupakan alat yang berfungsi untuk memanaskan udara yang digunakan untuk
menghembus/meniup bahan bakar agar dapat terbakar sempurna. Udara yang akan
dihembuskan, sebelum melewati air heater memiliki suhu yang sama dengan suhu udara
normal (suhu luar) yaitu 38°C. Namun, setelah melalui air heater, suhunya udara tersebut akan
meningkat menjadi 230°C sehingga sudah dapat digunakan untuk menghilangkan kandungan
air yang terkandung didalamnya karena uap air dapat menganggu proses pembakaran.

5. Dust Collector (Pengumpul Abu)


Bagian ini berfungsi untuk menangkap atau mengumpulkan abu yang berada pada aliran
pembakaran hingga debu yang terikut dalam gas buang. Keuntungan menggunakan alat ini
adalah gas hasil pembakaran yang dibuang ke udara bebas dari kandungan debu. Alasannya
tidak lain karena debu dapat mencemari udara di lingkungan sekitar, serta bertujuan untuk
mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan pada alat akibat adanya gesekan abu maupun
pasir.

6. Pengatur Pembuangan Gas Bekas


Asap dari ruang pembakaran dihisap oleh blower IDF (Induced Draft Fan) melalui dust collector
selanjutnya akan dibuang melalui cerobong asap. Damper pengatur gas asap diatur terlebih
dahulu sesuai kebutuhan sebelum IDF dinyalakan, karena semakin besar damper dibuka maka
akan semakin besar isapan yang akan terjadi dari dalam tungku.

7. Safety Valve (Katup pengaman)


Alat ini berfungsi untuk membuang uap apabila tekanan uap telah melebihi batas yang telah
ditentukan. Katup ini terdiri dari dua jenis, yaitu katup pengaman uap basah dan katup
pengaman uap kering. Safety valve ini dapat diatur sesuai dengan aspek maksimum yang telah
ditentukan. Pada uap basah biasanya diatur pada tekanan 21 kg per cm kuadrat, sedangkan
untuk katup pengaman uap kering diatur pada tekanan 20,5 kg per cm kuadrat.

8. Gelas Penduga (Sight Glass)

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Gelas penduga dipasang pada drum bagian atas yang berfungsi untuk mengetahui ketinggian air
di dalam drum. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengontrolan ketinggian air dalam ketel
selama boiler sedang beroperasi. Gelas penduga ini harus dicuci secara berkala untuk
menghindari terjadinya penyumbatan yang membuat level air tidak dapat dibaca.

9. Pembuangan Air Ketel


Komponen boiler ini berfungsi untuk membuang air dalam drum bagian atas. Pembuangan air
dilakukan bila terdapat zat-zat yang tidak dapat terlarut, contoh sederhananya ialah munculnya
busa yang dapat menganggu pengamatan terhadap gelas penduga. Untuk mengeluarkan air
dari dalam drum, digunakan blowdown valve yang terpasang pada drum atas, katup ini bekerja
bila jumlah busa sudah melewati batas yang telah ditentukan.

LANGKAH-LANGKAH MENYALAKAN / STARTING BOILER

Untuk melakukan starting Boiler perlu melakukan beberapa tahapan sesuai prosedur
operasional. Termasuk didalamnya adalah persiapan pemeriksaan pendahuluan, starting atau
memulai prose pemanasan (menaikkan suhu), mengalirkan hasil pemanasan berupa uap dan
selanjutnya adalah pemantauan.

Untuk lebih memahami langkah pengoperasian boiler kita bahas satu persatu secara berurutan.

A. PEMERIKSAAN PENDAHULUAN

Tahap pemeriksaan pendahuluan ini sangat penting dilakukan karena untuk memastikan semua
perangkat pendukung sistem berjalan dengan baik, ini termasuk kinerja safety device untuk sisi
keamanannya.

Baca Juga : Kesulitan perbaikan Panel Kontrol Bow Thruster dari Marol

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

A. PEMERIKSAAN VALVE-VALVE

Sebelum starting, semua valve harus dalam keadaan tertutup, kecuali untuk valve superheater
drain dan valve feedwater.

B. PEMERIKSAAN FISIK

Fisik disini lebih ke pemeriksaan mekanikal seperti pemeriksaan casing, bearing, van belt, baut-
baut dan lain-lain.

C. PEMERIKSAAN LEVEL AIR

Memastikan level air di Gauge Glass sekitar level setengah, jika perlu dilakukan pembersihan
pada glass dan kerangka agar pemantauan lanjutan lebih jelas.

D. PEMERIKSAAN MANOMETER (PRESSURE GAUGE)

Perlu pemantauan adakah tekanan awal atau tidak pada manometer.

E. PEMERIKSAAN PADA VALVE BLOWDOWN (PEMBUANGAN)

Sebelum starting dalam posisi tertutup.

F. PEMERIKSAAN RUANG PEMBAKARAN

Bagian pembakaran (furnance) harus dalam keadaan bersih) termasuk bagian fire grade-nya.

G. PEMERIKSAAN FEEDWATER TANK

Selama operasional boiler bagian tangki feedwater harus dalam keadaan selalu siap terisi air.
Perlu penambahan jika keadaan air kurang.

H. PEMERIKSAAN VALVE DI BAGIAN FEEDPUMP, DEAERATOR, DAN SOFTENER.

Posisi valve harus tertutup sebelum starting kecuali valve softener untuk pengisian air ke
tangki.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

LangkahMenyalakan dan Starting Boiler

B. STARTING (MENJALANKAN)

Ini adalah tahap menaikkan suhu steam, valve drain superhetaer harus terbuka untuk
mencegah terjadinya kelebihan panas.

1. Buka valve blowdown/ pembuangan, setiap kurang lebih 15 detik sebanyak 2 atau 3 kali.
2. Periksa ketinggian air pada gelas duga / gelas pengukur (gauge glass) dan harus tetap pada
posisi setengah.
3. Nyalakan burner/api.
4. Setelah api menyala, buka dumper sebanyak ¼ terbuka.
5. Naikkan secara pelan-pelan tekanan uap hingga pada titik tekanan kerja. Dengan selalu
mengecek bahwa ketinggian air di gauge glass tidak melebihi batas. Jika ketinggian diatas
batas (1/2 dari gauge glass) maka tutup valve feedwater. Jika tidak menyelesaikan masalah
atau air tetap tinggi maka buka valve blowdown.
6. Periksa bahwa bahan bakar yang masuk merata.
7. Jika tidak ada steam terpantau pada manometer boiler, maka bahan bakar harus dikurangi
agar panas dapat merata diseluruh bagian boiler. Matikan fan hingga muncul tekanan.
Waktu yang dibutuhkan tergantung suhu yang ada di boiler.
8. Boiler membutuhkan 6 jam untuk proses pendinginan pada saat dimatikan dengan
menghembuskan udara melalui fan dengan membuka dumper ¼ terbuka sampai tekanan
terlihat pada manometer.
9. Jika boiler dalam keadaan dingin, dibutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk pengapian tanpa
fan.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

C. MENGALIRKAN STEAM (UAP)

1). YANG DILAKUKAN PADA POMPA STEAM

 Buka valve bypass pada strem trap dari pipa steam ke pompa.
 Buka valve drain pada exhaust dari steam feedpump.
 Buka sedikit valve steam boiler agar mulai mengalir.
 Setelah kurang lebih 3 hingga 4 menit buka secara perlahan pipa steam hingga terbuka
seluruhnya.
 Tutup kembali valve bypass.
 Buka valve section pada feedwater.
 Panaskan feedwater pump dengan membuka sedikit valve steam, pada waktu steam sudah
mulai keluar tutup kembali valve drain pelan-pelan hingga tidak ada air yang keluar.
 Buka valve pompa ke boiler, jalankan pompa dan periksa ketinggian air di boiler.

2). YANG DILAKUKAN PADA PIPA INDUK (MAIN PIPE)

 Buka seluruh valve bypass pada steam trap.


 Buka sedikit valve induk boiler agar steam mengalir beberapa menit.
 Setelah steam keluar dari valve bypass, tutup kembali valve tersebut tidak sampai rapat.
 Buka sedikit demi sedikit valve induk (main steam valve) hingga terbuka seluruhnya.
 Tutup kembali valve bypass pada pipa induk dan pastikan steam trap telah bekerja.
 Pastikan tekanan pada boiler tetap stabil pada 17 hingga 17,5 kg/cm 2.

Pengapian yang perlahan dan merata akan memperpanjang umur boiler.

JIKA PIPA INDUK DIHUBUNGKAN DENGAN DUA HINGGA EMPAT BOILER, MAKA PROSEDUR
PENGOPERASIAN YANG HARUS DILAKUKAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

 Memastikan bahwa tekanan dari boiler yang akan ditambahkan / digabungkan harus sama.
 Buka semua valve bypass pada pipa induk dan steam. Buka sedikit valve induk boiler,
setelah beberapa menit buka perlahan valve induk hingga penuh, kemudian tutup valve
drain dan periksa steam.

PENGERTIAN BOILER

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Boiler adalah bejana bertekanan dengan bentuk dan ukuran yang didesain untuk
menghasilkan uap panas atau steam. Steam dengan tekanan tertentu kemudian digunakan
untuk mengalirkan panas ke suatu proses.

PRINSIP KERJA
Prinsip kerja dari boiler (Saturated steam) bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

 Air Umpan setelah melalui proses pretreatment di softener atau air condensate
dipompakan ke economizer.
 Di economizer terjadi pemanasan awal yang memanfaatkan panas buang di chimney.
Pemanasan awal dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dari boiler.
 Selanjutnya air umpan masuk ke dalam ketel tapi sebelumnya diberikan chemichal
sesuai dosis yang ditentukan.
 Setelah itu air umpan yang mengalami pemanasan didalam ketel uap berubah fasa
menjadi steam dan siap didistribusikan.
 Setelah steam berubah fasa kembali menjadi air (air condensat) maka bisa kembali
dipompakan kedalam ketel kembali. Air make up hanya digunakan untuk menggantikan
hilangnya air akibat proses blowdown.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

SISTEM BOILER

 Sistem Air umpan

Air umpan adalah air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam. Sedangkan
sistem air umpan adalah sistem penyediaan air secara otomatis untuk boiler sesuai dengan
kebutuhan steam. Ada dua sumber Air umpan, yaitu:
o Kondensat : steam yang telah berubah fasa menjadi air (mengembun)
o Air make up : air baku yang sudah diolah

Untuk meningkatkan efisiensi boiler air umpan sebelum di suplai ke boiler dipanaskan
terlebih dahulu menggunakan limbah panas dari chimney.

 Sistem Steam

Sistem steam adalah proses pengontrolan produksi steam dalam boiler, seperti: kapasitas,
pressure, dsb. Selanjutnya steam didistribusikan ke pengguna melalui jalur perpipaan.

 Sistem Bahan bakar

Sistem bahan bakar adalah semua equipment atau peralatan yang digunakan untuk
menyediakan bahan bakar boiler. Peralatan yang digunakan tergantung pada jenis bahan bakar
yang digunakan boiler.

KLASIFIKASI BOILER
Berbagai bentuk boiler telah berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan evaluasi dari
produk-produk boiler sebelumnya yang dipengaruhi oleh gas buang boiler yang mempengaruhi
lingkungan dan produk steamseperti apa yang akan dihasilkan. Berikut klasifikasi boiler yang
telah dikembangkan:

a. Berdasarkan tipe pipa :


# Fire Tube:
Tipe boiler pipa api memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang
rendah.
Cara kerja : proses pengapian terjadi didalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan
dihantarkan langsung kedalam boiler yang berisi air. Besar dan konstruksi boiler mempengaruhi
kapasitas dan tekanan yang dihasilkan boiler tersebut.

# Water Tube:
Tipe boiler pipa air memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang
tinggi.
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

Cara Kerja : proses pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas yang dihasilkan memanaskan
pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih dahulu melalui
economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di dalam sebuah
steam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai, melalui tahap secondary superheater dan
primary superheater baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi. Didalam pipa air, air yang
mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau kandungan lainnya yang larut di dalam air
tesebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus diperhatikan terhadap tipe ini.

b. Berdasarkan bahan bakar yang digunakan :


# Solid Fuel
Tipe boiler bahan bakar padat memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran relatif
lebih murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair dan listrik. Nilai
effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan boiler tipe listrik.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar padat
(batu bara, baggase, rejected product, sampah kota, kayu) dengan oksigen dan sumber panas.

# Oil Fuel
Tipe boiler bahan bakar cair memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran paling mahal
dibandingkan dengan semua tipe. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dbandingkan dengan
boiler bahan bakar padat dan listrik.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar cair
(solar, IDO, residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas.

# Gaseous Fuel
Tipe boiler bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran paling murah
dibandingkan dengan semua tipe boiler. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan
dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakar.
Cara kerja : pembakaran yang terjadi akibat percampuran bahan bakar gas (LNG) dengan
oksigen dan sumber panas.

# Electric
Tipe boiler listrik memiliki karakteristik : harga bahan baku pemanasan relatif lebih murah
dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair. Nilai effisiensi dari tipe ini
paling rendah jika dbandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakarnya.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik yang menyuplai sumber panas.
c. Berdasarkan kegunaan boiler :
# Power Boiler
Tipe power boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam sebagai
pembangkit listrik, dan sisa steamdigunakan untuk menjalankan proses industri.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler, hasil steam
yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar, sehingga mampu memutar steam
turbin dan menghasilkan listrik dari generator.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

# Industrial Boiler
Tipe industrial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau
air panas untuk menjalankan proses industri dan sebagai tambahan pemanas.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire tube
boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang sedang.

# Commercial Boiler
Tipe commercial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam
atau air panas sebagai pemanas dan sebagai tambahan untuk menjalankan proses operasi
komersial.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire tube
boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang rendah.

# Residential Boiler
Tipe residential boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau
air panas tekanan rendah yang digunakan untuk perumahan.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe fire tube boiler, hasil steam yang
dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang rendah

# Heat Recovery Boiler


Tipe heat recovery boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam
dari uap panas yang tidak terpakai. Hasilsteam ini digunakan untuk menjalankan proses
industri.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler atau fire tube
boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar.

d. Berdasarkan konstruksi boiler :


# Package Boiler
Tipe package boiler memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di pabrik pembuat,
pengiriman langsung dalam bentuk boiler.

# Site Erected Boiler


Tipe site erected boiler memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di tempat akan
berdirinya boiler tersebut, pengiriman dilakukan per komponen.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Komponen-komponen Boiler Pipa Air

Memahami bagian-bagian dari boiler, akan memudahkan kita untuk memahami proses kerja
dari boiler. Boiler yang menjadi media untuk "memindahkan" kandungan energi panas dari
bahan bakar ke air, memiliki dua lingkup besar komponen penyusun yakni komponen-kompoen
yang mendukung proses pembakaran, dan komponen-komponen yang berhubungan dengan
perubahan fase dari air menjadi uap air. Kedua lingkup komponen tersebut akan kita bahas
satu-persatu pada artikel ini.

Sebagai pokok pembahasan, saya akan mengambil acuan berupa sebuah boiler pipa air dengan
bahan bakar batubara (kapasitas max. 283 ton/jam batubara) dan mampu memproduksi uap air
superheater max. 640 kg/s. Boiler jenis ini sangat umum digunakan pada industri pembangkit
listrik tenaga uap dengan kemampuan produksi listrik max. 640 MW.

A. Komponen-komponen Boiler Sisi Water-Steam

Komponen-komponen dari boiler yang akan saya sebutkan berikut menjadi komponen yang
berhubungan dengan proses perubahan fase dari air menjadi uap air. Air yang masuk ke boiler
berskala besar memiliki temperatur dan tekanan yang tinggi. Temperatur tinggi didapatkan dari
proses preheating, dan dibangkitkan tekanannya oleh Boiler Feed Water Pump. Selanjutnya air
akan mengalami berbagai proses di boiler sehingga terbentuk uap kering (superheated steam).
Dan berikut adalah bagian-bagian dari boiler yang berhubungan dengan proses perubahan fase
air tersebut:

1. Steam Drum
Seperti yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya, Steam Drumpada boiler berfungsi
sebagai reservoir campuran air dan uap air, dan juga berfungsi untuk memisahkan uap air
dengan air pada proses pembentukan uap superheater.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Prinsip Kerja Steam Drum

Steam drum memiliki beberapa saluran masuk dan dua saluran keluar. Air yang masuk ke
dalam steam drum memiliki fase campuran antara uap air dan cair. Di dalam steam
drum terdapat cyclone separator, bagian ini berfungsi untuk memisahkan antara uap
air saturateddengan air. Uap air akan keluar melalui pipa sebelah atas steam drumdan menuju
ke boiler untuk dipanaskan lebih lanjut menjadi uap kering. Sedangkan yang masih berfase cair
akan menuju ke raiser tube untuk dipanaskan sehingga berubah fase menjadi uap.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Prinsip Kerja Cyclone Separator

Cyclone separator menjadi bagian paling utama di dalam steam drum. Di dalam cyclone
separator terdapat semacam cakram miring yang dapat berputar terhadap porosnya. Campuran
uap air dan air bertekanan terdorong masuk ke dalam sehingga menyebabkan cakram ini
berputar. Efek putaran dan benturan antara fluida dengan cakram tersebut secara alami akan
memisahkan air dengan uap saturated, sehingga air akan jatuh ke bawah sedangkan uap air
akan naik ke atas. Di bagian atas keluaran steam drum, terdapat plat-plat miring yang
disebut eliminator / scrubber. Plat ini juga berfungsi untuk memisahkan air dengan uap
sehingga hanya uap saja yang dapat melewati scrubber tersebut.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Bagian-bagian Steam Drum

2. Boiler Water Circulating Pump


Boiler Water Circulating Pump (BWCP) mensupply air feedwater dari steam drum ke water wall
/ raiser tube. Pada boiler sub-kritikal sebenarnya air dapat secara natural mengalir sesuai
dengan desain boiler, asalkan saluran perpipaan didesain dengan hambatan yang sangat
rendah. Keberadaan BWCP akan memastikan air mengisi seluruh bagian pipa boiler, yang hal ini
tidak dijamin dapat dilakukan oleh boiler dengan sistem sirkulasi natural. Sirkulasi air pada
boiler sangat penting untuk diperhatikan, karena selain sebagai fluida kerja air juga berfungsi
sebagai media pendingin pipa-pipa boiler. Sedikit saja bagian dari pipa boiler tidak terisi air
akibat turunnya headkeluaran BWCP, akan sangat fatal akibatnya.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Prinsip Kerja BWCP

Sebagai contoh mari kita perhatikan salah satu desain BWCP pada sebuah boiler PLTU di atas.
Pompa tersebut berjenis sentrifugal berposisi vertikal dengan satu inlet dan dua outlet. BWCP
ini menggunakan sebuah motor listrik khusus yang seporos dengan pompa. Di antara pompa
dengan motor tidak dipergunakan sistem sealing semacam gland packing atau mechanical seal,
karena temperatur kerja air yang dipompa sudah terlalu tinggi. Untuk mengatasi hal ini, rotor
dari motor pompa didesain dapat terendam air dan digunakan pula heat exchanger untuk
mendinginkan air di dalam motor.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Bagian-bagian BWCP

Desuperheater Spray
Uap air superheater yang masuk turbin uap pada sebuah PLTU harus memiliki spesifikasi yang
sesuai dengan ketentuan. Temperatur uap air harus dijaga pada angka tertentu sehingga sesuai
dengan persyaratan untuk menggerakkan turbin uap. Desuperheater spray adalah sebuah
bagian pada boiler yang berfungsi untuk mengontrol temperatur
uap superheater maupun reheater keluaran boiler dengan jalan menyemprotkan air padanya.
Jumlah air yang disemprotkan ke uap air tersebut dikontrol oleh control valve. Komponen inilah
yang berfungsi untuk menjaga agar spesifikasi uap air selalu dalam parameter terbaik.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Konsep Sistem Desuperheater Spray

Sistem desuperheater mendapatkan input sinyal berupa temperatur uap air keluaran sistem.
Sinyal ini diproses sehingga sistem kontrol dapat mengatur besar bukaan control valve yang
mensupply air ke sistem. Air yang digunakan haruslah memiliki tekanan yang lebih besar
daripada tekanan uap air. Maka digunakanlah air feedwater yang berasal dari outlet Boiler
Feedwater Pump.

Pipa Boiler (Tube)


Boiler berskala besar dibentuk oleh pipa-pipa (tubing) berukuran antara 25 mm hingga 100 mm.
Pipa-pipa ini memiliki desain material dan bentuk khusus yang harus tahan terhadap perbedaan
temperatur ekstrim antara ruang bakar dengan air / uap air yang mengalir di dalamnya. Selain
itu material pipa haruslah bersifat konduktor panas yang baik, sehingga perpindahan panas
(heat transfer) dari proses pembakaran ke air / uap air bisa efektif.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Tubing Boiler dengan Ulir Dalam

Ada desain khusus pada pipa-pipa boiler besar yang cukup unik. Pipa-pipa tersebut berkontur
ulir di dalamnya, sehingga menciptakan aliran turbulen pada saat air atau uap air mengalir di
dalam pipa-pipa tersebut. Tujuan diciptakannya aliran turbulen adalah untuk mengurangi efek
gesekan antara air atau uap air dengan permukaan pipa, sehingga mengurangi resiko
kemungkinan adanya aliran yang mengganggu (turbulensi) pada lekukan pipa. Pada akhirnya
hal ini akan meningkatkan efisiensi perpindahan energi panas dari proses pembakaran ke air.

Macam-macam Ukuran Pipa Boiler

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Boiler Relief Valve


Boiler relief valve adalah sebuah safety valve yang berfungsi untuk membuang uap boiler pada
saat tekanan terlalu berlebihan di atas ketentuan produksi boiler. Hal ini untuk mencegah
terjadinya ledakan yang lebih besar yang mungkin diakibatkan oleh tekanan uap superheater
yang besar. Boiler relief valve memiliki tekanan kerja tertentu yang sesuai dengan setting yang
telah ditentukan sebelum boiler beroperasi. Jika tekanan uap boiler lebih besar daripada
tekanan kerja relief valve ini, maka ia akan membuka dan membuang uap air ke atmosfer.

Bagian-bagian Boiler Relief Valve

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

MENGENAL LEBIH DEKAT FUNGSI DARI KOMPONEN BOILER

Tungku Pembakaran (Furnance)


Furnance adalah tempat pembakaran bahan bakar yang nantinya akan menghasilkan panas
yang akan ditransfer melalui pipa-pipa air ketel yang menempel pada dinding tungku
pembakaran yang berguna untuk menerima panas yang dihasilkan dari proses pembakaran.
Ada tiga proses perpindahaan panas yang dihasilkan katel uap yaitu melalui pancaran panas
pada dinding ketel uap (Radiasi), hantaran (Konduksi), dan melalui singgungan terhadap yang
panasnya akan menyeluruh kebagian air. Furnance sendiri terbagi menjadi dua ruang, yang
pertama adalah ruang yang menerima langsung panas yang dihasilkan. Sedangkan ruang kedua
yang berada diatas menerima uap panas yang dihasilkan dari pembakaran ruang pertama.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Steam Drum
Bagian ini merupakan tempat terbentuknya uap yang dikelilingi sekat-sekat penahan butir-butir
air yang bertujuan untuk meminimalisir air yang terbawa oleh uap. Tabung itu terletak pada
bagian atas yang berisikan air dan uap dengan perbandingan yang sama antara air dan uap
yaitu 50 : 50.

Water Drum
Drum yang berada di bagian bawah ini berfungsi sebagi penghubung pipa-pipa ketel yang dari
pisteam drum. Selain itu Water drum juga memiliki peranana sebagai tempat pengendapan
kotoran yang berada di air dalam ketel yang tidak menempel pada dinding ketel melainkan
yang terlarut dan mengendap.

Pemanasan Lanjut (Super Heater)

Seperti namanya, Super Heater merupakan proses lanjutan untuk mengeringkan uap yang
dihasilkan dari steam drum karena masih dalam keadaan basah sehingga tidak dapat
dipergunakan. Maka dari itu, dalam proses ini akan dilakukan proses pemanasan dengan Super

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Heater Pipe dengan suhu berkisar antara 260° - 350°C hingga uap menjadi kering dan dapat
menggerakan turbin dan keperluan lainnya.

Air Heater
Komponen ini cukup berperan dalam menciptakan proses pembakaran yang sempurna.
Komponen ini berfungsi untuk memanaskan udara yang akan dihebuskan setelah melalui Air
Heater. Sebelum melewati air heater, udara memiliki suhu yang sama atau suhu normal yaitu
38°C namun setelah melalui air heater suhunya akan meningkat menjadi 230°C sehingga dapat
menghilangkan kandungan air dalam udara yang dihembuskan untuk proses pembakaran.

Pengumpul Abu (Dust Collector)

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Dust Collector adalah alat pengumpul abu atau penangkap abu yang berada sepanjang aliran
gas pembakaran bahan bakar hingga gas buang. Dalem menggunakan Dust Collector ada
beberapa keuntungan yang didapatkan diantaranya adalah gas buang menjadi bersih, sehingga
tidak mengganggu pencemaran udara serta tidak menjadikan kerusakan alat-alat bantu lainnya.

Air Seal Damper


Air seal damper merupakan komponen boiler yang terdiri dari dua buah damper yang berada
dibagian atas dan bawah yang berfungsi ganda membuka dan menutup secara bergantian
untuk mengeluarkan abu pada Dust collector dan mencegah udara luar untuk tidak masuk
akibat tarikan I.D.F.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Katup Pengaman (Safety Valve)


Katup pengaman ini berfungsi membuang uap apabila tekanan yang dihasilkan melebihi
tekanan yang telah ditentukan pada saat pengaturan katup. Umumnya, pengaturan tekanan
katup uap basah (Saturated Steam) sebesar 21 Kg/cm2. Sedangkan pada katup pengaman uap
kering sebesar 20,5 Kg/cm2.

Gelas Penduga (Sight Glass)


Gelas penduga merupakan alat yang berfungsi untuk melihat ketinggian air dalam drum atas
serta memudahkan pengontrolan air dalam ketel selama operasi berlangsung. Gelas penduga
atau (Sight Glass) ini juga dilengkapi dengan alat pengontrolan air otomatis yang akan
membunyikan bell dan menyalakan lampu bewarna merah saat kekurangan air dan akan
menyala lampu bewarna hijau disertai bell pada saat muatan air melebihi batas.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Blowdown Continue
Pada komponen ini berfungsi untuk membuang air ketel yang dilakukan secara terus menerus.
Hal itu dilakuan jika terdapat zat-zat yang tidak larut. Seperti terjadi buih atau busa pada
permukaan air ketel yang mengganggu peranan gelas penduga. Selain itu Blowdown Continue
juga berfungsi menurunkan electric conductivity yang terkandung pada air ketel.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Bagian bagian Boiler

Boiler merupakan suatu alat untuk menghasilkan uap pada tekanan dan temperatur tinggi
(superheated vapor). Perubahan dari fase cair menjadi uap dilakukan dengan memanfaatkan
energi panas yang didapatkan dari pembakaran bahan bakar. Boiler pada PLTU menggunakan
batubara sebagai bahan bakar utamanya. Sedangkan bahan bakar pendukung adalah solar dan
residu, dimana solar dan residu ini digunakan hanya sebagai pemantik awal (ignition) untuk
membakar batubara. Penyaluran panas dari bahan bakar ke air demin dapat terjadi secara
radiasi, dan konveksi.
Bagian pemindah panas dari boiler terdiri dari pemanas mula (Low Pressure
Heaterdan High Pressure Heater) , economizer, pemanas lanjut (Superheater), dan pemanas
ulang (Reheater).
Pemindahan panas dalam boiler terjadi dalam proses :
1. Radiasi di ruang bakar
2. Konveksi di Economizer dan Air Heater
3. Kombinasi radiasi dan konveksi di Superheater dan Reheater.

Komponen Utama Boiler


Komponen utama boiler terdiri dari : wall tube, steamdrum /main drum,
superheater,reheater, dan economizer,Wall Tube
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

Dinding boiler terdiri dari tubes / pipa-pipa yang disatukan oleh membran, oleh karena itu
disebut dengan wall tube. Di dalam wall tube tersebut mengalir air yang akan dididihkan.
Dinding pipa boiler adalah pipa yang memiliki ulir dalam (ribbbed tube), dengan tujuan agar
aliran air di dalam wall tube berpusar (turbulen), sehingga penyerapan panas menjadi lebih
banyak dan merata, serta untuk mencegah terjadinya overheating karena penguapan awal air
pada dinding pipa yang menerima panas radiasi langsung dari ruang pembakaran .
Wall tube mempunyai dua header pada bagian bawahnya yang berfungsi untuk menyalurkan
air dari downcomers.
Downcomer merupakan pipa yang menghubungkan steam drum dengan bagian bawah low
header.
Untuk mencegah penyebaran panas dari dalam furnace ke luar melalui wall tube, maka disisi
luar dari walltube dipasang dinding isolasi yang terbuat dari mineral fiber.

Steam Drum
Steam Drum adalah bagian dari boiler yang berfungsi untuk :
1. Menampung air yang akan dipanaskan pada pipa-pipa penguap (wall tube),dan menampung
uap air dari pipa-pipa penguap sebelum dialirkan ke superheater.
2. Memisahkan uap dan air yang telah dipisahkan di ruang bakar
( furnace ).
3. Mengatur kualitas air boiler, dengan membuang kotoran-kotoran terlarut di dalam boiler
melalui continious blowdown.
4. Mengatur permukaan air sehingga tidak terjadi kekurangan saat boiler beroperasi yang dapat
menyebabkan overheating pada pipa boiler.
Bagian-bagian dari steam drum terdiri dari : feed pipe, chemical feed pipe, sampling
pipe, baffle pipe, sparator, scrubber, dryer, dan dry box.
BY.SOFYAN | ITB BNDUNG
STUDY BOILER 1995

Level air dari drum harus selalu dijaga agar selalu tetap setengah dari tinggi drum. Sehingga
banyaknya air pengisi yang masuk ke steam drum harus sebanding dengan banyaknya uap yang
meninggalkan drum, supaya level air tetap konstan.

Pengaturan level air dilakukan dengan mengatur Flow Control Valve. Jika level air di dalam
drum terlalu rendah, akan menyebabkan terjadinya overheating pada pipa boiler, sedangkan
bila level air dalam drum terlalu tinggi, kemungkinan butir-butir air terbawa ke Turbine dan
akan mengakibatkan kerusakan pada Turbine.

Superheater
Superheater berfungsi untuk menaikkan temperatur uap jenuh menjadi uap panas lanjut
dengan memanfaatkan gas panas hasil pembakaran. Uap yang masuk ke superheaterberasal
dari steam drum. Temperatur masuk superheater adalah 304oC dan temperatur keluar sebesar
541oC. Uap yang keluar dari superheater kemudian digunakan untuk memutar HP Turbine.

Reheater

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

Reheater berfungsi untuk memanaskan kembali uap yang keluar dari HP Turbine dengan
memanfaatkan gas hasil pembakaran yang temperaturnya relatif masih tinggi. Pemanasan ini
bertujuan untuk menaikkan efisiensi sistem secara keseluruhan . Perpindahan panas yang
paling dominan pada reheater adalah perpindahan panas konveksi. Uap ini kemudian
digunakan untuk menggerakkan IP Turbine, dan setelah uap keluar dari IP Turbine,
langsung digunakan untuk memutar LP Turbine tanpa mengalami pemanasan ulang.

Economizer
Economizer berupa pipa-pipa air yang dipasang ditempat laluan gas hasil pembakaran
sebelum air heater. Economizer menyerap panas dari gas hasil pembakaran setelah
melewati superheater, untuk memanaskan air pengisi sebelum masuk ke main
drum.Pemanasan air ini dilakukan agar perbedaan temperatur antara air pengisi dan air yang
ada dalam steam drum tidak terlalu tinggi, sehingga tidak terjadi thermal stress (tegangan yang
terjadi karena adanya pemanasan) di dalam main drum. Selain itu dengan memanfaatkan gas
sisa pembakaran, maka akan meningkatkan efisiensi dari boiler dan proses pembentukan uap
lebih cepat.

Perpindahan panas yang terjadi di economizer terjadi dengan arah aliran kedua fluida
berlawanan (counter flow). Air pengisi steam drum mengalir ke atas menuju steam drum,
sedangkan udara pemanas mengalir ke bawah.

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG


STUDY BOILER 1995

BY.SOFYAN | ITB BNDUNG