Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

PENGUKURAN DEBIT AIR


( KELOMPOK 1 )

Disusun Oleh :

SESA APRIANA K (3022018415)


HALIPAH (3022018416)
YUSUF ALPIAN (3022018422)
DIMAS ADITIYA (3022018427)
RUDY HARDIANTO R (3022018431)
WENO HERYONO ( 3022018434)
JAFRI YAHYA (3022018436)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
POLITEKNIK NEGRI KETAPANG
2020
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji dan syukur atas kehadiran Allah SWT, dengan segala nikmat dan rahmat kesehatan yang
telah diberikan-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan Praktikum
dengan judul pengukuran debit air
Dalam laporan praktikumI ini, penulis mengkaji dan melampirkan data yang diperoleh
selama melakukan kegiatan praktikum di lapangan
Penyusunan laporan ini dimaksud untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh
Jurusan Teknik Pertambangan yaiti mata kuliah mekanika fluida.

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................................................1
1.2 Tujuan Dan Manfaat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................................3
BAB III METODE PRAKTIKUM......................................................................................5
3.1 Waktu DanTempat.............................................................................................5
3.2 Bahan danAlat....................................................................................................5
3.3 ProsedurKerja.....................................................................................................5
.
BAB IV HASIL DANPEMBAHASAN................................................................................6
4.1 Hasil......6
4.2 RectangulerWeir...............................................................................................7
4.3 Pembahasan.......................................................................................................7

BAB V PENUTUP...............................................................................................................9
Kesimpulan.........................................................................................................................9
Saran....................................................................................................................................9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kualitas air yang bagus di tentukan oleh pH air tersebu. Bila pH air berkisar 7 maka

kualitas air tersebut bagus dan air itu belum terkontaminasi senyawa-senyawa yang

mengandung logam berat yang dapat menyebabkan air tidak layak lagi untuk di pakai atau di

pergunakan oleh manusia atau organieme lain karena menyebabkan kematian.

Perairan umum adalah bagian permukaan bumi yang secara permanen atau berkala

digenangi oleh air, baik air tawar, air payau maupun air laut, mulai dari garis pasang surut

terendah ke arah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami ataupun buatan.

Perairan umum tersebut diantaranya adalah sungai, danau, waduk, rawa, goba, genangan a ir

lainnya (telaga, kolong-kolong dan legokan).

Air merupakan bagian yang esensial dari protoplasma dan dapat di katakana bahwa

semua jenis kehidupan bersifat aquatik. Beberapa faktor tersedianya air antara lain curah

hujan, kelembaban, penguapan, angin, suhu dan udara.

Limnologi merupakan ilmu dari perairan umum, berhubungan seluruh faktor yang

mempengaruhi populasi yang hidup didalam perairan itu. Tidak benar menyatakan bahwa

limnologi adalah sebagai kajian perairan tawar karena pada daerah kering, genangan yang

ada sungguh beragam.

Debit air adalah jumlah air yang mengalir dalam suatu penampang tertentu (sungai /

saluran / mata air). Pemilihan lokasi pengukuran debit air : 1. dibagian sungai yang relatif

lurus,
1
2.jauhdaripertemuancabangsungai3.tidakada tumbuhanair,4.alirantidakturbelenl,5.aliran tidak

melimpah melewati tebingsungai.

Pengukuran debit air sangat dipengaruhi oleh kecepatan arus air. Kecepatan arus yang

berkaitan dengan pengukuran debit air ditentukan oleh kecepatan gradien permukaan, tingkat

kekasaran dan lebar perairan.

1 .2 Tujuan Dan Manfaat

Tujuandaripraktikumtentangdebitairiniyaituuntukmengetahuilokasipenentuandebit air,

dapat mengukur debit air dengan menggunakan beberapa metode seperti Emboys Float

Method dan NotchWeir.

Manfaat dari praktikum ini yaitu praktikan dapat mengetahui dampak dari debit air

yang melimpah maupun debit air yang sedikit atau berkurang, mempraktekkan dan

menerapkan cara pengukuran debit air dengan metode-metode yang ada dalam penuntun

praktikum.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Sachlan (1980) perairan umum merupakan sumberdaya yang mempunyai


potensi besar baik bagi perikanan maupun untuk kehidupan manusia. Air merupakan bagian
yang esensial dari protoplasma dan dapat dikatakan bahwa semua jenis makhluk hidup bersifat
aquatic. Arus mer upakan gerakanyang me ngalir dar i suat u massa air yang
disebabkan oleh desit a s air lau, t iupan angin at au dapat pula disebabkan ger akan
bergelo mbang panja ng. Selanjut nya S id jabat ( 1976 ), arus adalah pergerakan
massa air secara hor izo nt al yang diseb abkan oleh angin yang bert iup t erus
mener usd iper mukaan dan desit as air laut .Apa bila d iper hat ikan arus ini pada
bagianper mukaa nakansulit unt ukdira ma lkemanaaraharust er sebut .
Odum (1971) mengemukakan bahwa air yang mengandung kadar garam kurang dari
0,5 permil, termasuk pada air tawar (freshwater).Nybakken (1988) menyatakan bahwa air
adalah media tempat semua organisme air,yang juga merupakan elemen dasar penyusun dari
tumbuhan dan binatang. air juga merupakan mediumtempatterjadinyasebagaireaksikimiabaik
didalammaupundiluarorganismehidup.
SelanjutnyaSihotang(1989)mengemukakan,wadukadalahbentukperairanyangterletak
diantara perairan sungai dan danau. Setiap waduk mempunyai morfologi yang unik, oleh
karena itu tidak dapat digeneralisasikan antara satu waduk dengan waduk yang lain karena di
waduk terdapat perbedaan yang menyolok antara lotik danlentik.
Menurut Sihotang (1989), ciri khas waduk adalah mempunyai aliran yang searah dari sungai
utama. Waktu pergantian air relatif singkat. Perkembangan trofiknya memperlihatkan
eutrofik yang akan berubah menjadi oligotrofik. Nutrien yang kaya akan memperlihatkan
produktivitas dan setelah pengaliran air yang searah akan membuang nutrien ke sungai di
bagian bawah. Menurut Carlo (2001), waduk merupakan tempat yang digunakan untuk
menyimpan air sebelum

3
diolah baik untuk air minum ataupun keperluan lain, lazimnya waduk dan danau sebagai
tempat penyimpan air dengan kualitas yang baik.
Penentuan debit air sungai diperlukan untuk mengetahui besarnya air yang mengalir

dari sungai ke laut. Dalam penentuan debit air sungai perlu di ketahui luas penampang

stasiun, yaitu dengan mengukur kedalaman, masing-masing titik pengukuran (Ongkosongo,

1980).Uktoselya (1991) menyatakan bahwa Arus merupakan suatu gerakan air yang

mengakibatkan perpindahan horizontal dan vertikal masa air. Arus dapat menyebabkan

terjadinya kerusakan fisik pada sungai dan muara sungai, seperti pengikisan darat,

pemindahan sedimen dan sebagainya. Disamping itu besarnya volume air yang mengalir dan

kuatnya pasang surut, akan mem pengaruhhi sistema arus pada muara sungai

4
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.4 Waktu DanTempat

Praktikum tentang debit air ini dilakukan pada hari Rabu,21-6-2020,Pukul11.00-14.00


WIB yang betempat di Desa Suka Maju, kecamatan muara pawan, Kabupaten Ketapang,
KalimantanBarat.

3.5 Bahan danAlat

Adapun bahan dan alat yang digunakan dalam pengukuran debit air ini diantaranya yaitu

1. Meteranbaju

2. Bola tenis ( bola pimpog)

3. Alattulis

3.6 ProsedurKerja

Prosedur kerja dari praktikum mengenai debit air dilakukan langkah-langkah kerja
sebagai berikut: menentukan lokasi, mengukur lebar sungai, mengukur kedalam sungai di 3
titik berbeda, kemudian menghitung laju arus menggunakan media meteran dan juga bola
ping pong, setelah itu data yg di dapat selanjut ny di hitung untuk mendapatkan debit air pada
sungai tersebut.

5
BAB IV
HASIL DANPEMBAHASAN

4.1. Hasil

Di bawah ini didapatkan hasil perhitungan pengukuran debit air dengan memakai

metode antara lain:

W = 8,40cm

D : Titik 1= 86 cm

Titik 2= 1,48m

Titik 3= 1,10m

V: Percobaan 1=15,73

Percobaan 2=13,43

Percobaan 3=13,37

Rumus yang digunakan:

Q=Vi.A
=m/s x m2

Penyelesaian :
TITIK1 = D XL
=86 x8,40
=722,4m2

TITIK2 =D XL
=1,48 x 8,40
= 12,432 m2

TITIK3 = D XL
=1,4 x 8,40
=9,24

6
4.2 RectangulerWeir

Rumus yang digunakan:

Q =W.D.A.L

Penyelesaian : Q = V.12,432

V =S
T

=1
15,73

=0,063

Q=0,063 X 12,432
= 0,785

4.4 Pembahasan

Menurut Swingle (1968) waduk adalah suatu perairan tergenang dan mempunyai

tingkat kesuburan perairan yang dipengaruhi oleh partikel-partikel baik dari luar maupun dari

dalam. Sungaiwan merupakan daerah genangan air yang terbentuk karena pembendungan air

sungai tadah hujan bukan alami. sungaiawan sebagai salah satu perairan umum yang juga

merupakan wilayah perikanan yang perlu dikelola dengan baik agar keberadaaannya dapat

dimanfaatkan sebagaimana fungsinya.

Kedalaman menyatakan dimana letak dasar perairan, oleh karena itu menjadi suatu

hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengukuran debit air. Semakin dalam perairan

maka hasil pengamatan yang didapat jauh dari faktor arus berbentuk-bentuk (meander)

7
turbulen. Kedalaman perairan adalah jarak vertical dari permukaan sampai ke dasar perairan yang

biasanya dinyatakan dalam meter (Ghalib, 1996).

Pada waktu melakukan praktikum Pengukuran Debit Air ini dilakukan pemilihan

lokasi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Dibagian sungai yang relatiflurus

2. Jauh dari pertemuan cabangsungai

3. Tidak ada tumbuhanair

4. Aliran air tidakturbulen

5. Aliran air tidak melimpah melewati tebingsungai

Dalam pengukuran debit air ini dilakukan dengan menggunakan metode antara

lain: Yang menghitung debit air dengan rumus:

Keterangan :

Q : Debit air

W : Lebar sungai (m)

D : Kedalaman sungai (m)

V : Kecepatan

8
BAB V
PENUTUP

Kesimpulan

Daripraktikumyangdilakukandapatdisimpulkanbahwaddesaesamuliaharapan,sungai

awan merupakan daerah genangan air yang terbentuk karena pembendungan air sungai tadah

hujan alami. Sungai awan sebagai salah satu perairan umum yang juga merupakan wilayah

perikanan yang perlu dikelola dengan baik agar keberadaaannya dapat dimanfaatkan

sebagaimana fungsinya. Debit air adalah jumlah air yang mengalir dalam suatu penampang

tertentu(sungai/saluran/mataair).PegukuranDebitAirdapatdigunakandenganEmboysFloat

Method dengam rumus Q = WDAL / T dan Rectangular Weir dengan rumus Q=

Saran

Di harap kan untuk kegiatan praktikum selanjut nya bisa lebih maksimal lagi, untuk peralatan uji
pun sebaik ny di sediakan, agar data yang di hasilkan lebih sempurna .

9
LAMPIRAN

10