Anda di halaman 1dari 12

Peranan Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian

pada Penderita Hipertensi

Galih Ajeng Kencana Ayu1, Muhamad Syaripuddin2


1
Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI,
2
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI
Jalan Percetakan Negara No.29 Jakarta Pusat DKI Jakarta Indonesia 10560
Ayumax3@gmail.com, madsyar.ikm2014@yahoo.co.id

ABSTRAK
Pharmaceutical care (PC) adalah program layanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien
dimana apoteker bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya dalam mencapai hasil klinik yang baik
dan mengoptimalkan kualitas hidup pasien. Apoteker dapat berperan secara aktif dalam
penatalaksanaan terapi hipertensi melalui pelayanan PC dengan melakukan assesmen, menyusun
rencana pengobatan, implementasi dan monitoring. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi
peran apoteker pada pasien hipertensi beserta hasil intervensi yang dilakukannya. Tulisan ini
merupakan literature review dari berbagai peneltian yang berkaitan dengan peranan apoteker
melaksanakan program PC pada pasien hipertensi. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan
kata kunci pharmacist intervention, pharmaceutical care, hypertension patient, dengan format pdf
mulai tahun 2010 hingga 2018. Beberapa literatur yang dianggap penting dan berkaitan dengan topik
tulisan dirangkum dan dianalisis secara kualitatif. Kemudian dibuat kesimpulan dari hasil analisis yang
dilakukan. Hasil literatur menunjukan bahwa populasi yang pernah diteliti adalah populasi pasien
hipertensi baik tanpa atau dengan komorbiditas seperti kolesterol dan diabetes. Intervensi apoteker yang
dapat dilakukan adalah berupa konseling, penyesuaian obat dan pendidikan kepada pasien. Hasil yang
diperoleh adalah terkendalinya tekanan darah pasien, berkurangnya faktor risiko, kepatuhan berobat
yang meningkat dan peningkatan kualitas hidup pasien.

Kata kunci : Apoteker, Pelayanan kefarmasian, Pasien hipertensi

ABSTRACT
Pharmaceutical care (PC) is a pharmacy service which formed as to patients oriented. It is where
pharmacists work with other health workers in achieving good clinical outcomes and optimizing the
life quality of patients. Pharmacists can play an active role in the management of hypertension therapy
through PC services by conducting assessments, preparing treatment plans, implementation and
monitoring. The purpose of this paper is to identify the role of the pharmacist in hypertensive patients
along with the results of their intervention. This paper is a literature review of various studies relating
to the role of pharmacists implementing PC programs in hypertensive patients. Literature search was
carried out using key words pharmacist intervention, pharmaceutical care, hypertension patient, pdf
format from 2010 to 2018. Some of the literature considered important and related to the topic of writing
was summarized and analyzed qualitatively. Then conclusions are made from the results of the analysis
carried out. The literature results show that the population that has been studied is a population of
hypertensive patients without or with comorbidities such as cholesterol and diabetes. Pharmacist
interventions that can be done are in the form of counseling, drug adjustments and education to patients.
The results obtained were controlled patient blood pressure, reduced risk factors, increased medication
adherence and improved quality of life for patients.

Keywords : Pharmacist, Pharmaceutical Care, Hypertension Patient.

10
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 15, No. 1, Januari 2019 ISSN : 0216 – 3942
Website : https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK e-ISSN : 2549 – 6883

Pendahuluan karena faktor keturunan dimana faktor genetik


memegang peranan penting pada patogenesis
Pharmaceutical care (PC) adalah
penyakit. Hipertensi sekunder lebih disebabkan
program layanan kefarmasian yang berorientasi
karena penyakit komorbid atau obat-obat
kepada pasien dimana apoteker bekerja sama
tertentu yang menyebabkan peningkatan
dengan tenaga kesehatan lainnya dalam
tekanan darah(5).
menyelenggarakan promosi kesehatan,
Klasifikasi tekanan darah yang
mencegah penyakit, menilai, memonitor,
dikeluarkan oleh Joint National Committee
merencanakan dan memodifikasi pengobatan
(JNC) 7 untuk pasien dewasa diatas 18 tahun
untuk menjamin rejimen terapi yang aman dan
berdasarkan rata-rata pengukuran dua tekanan
efektif. Tujuan dari PC adalah mengoptimalkan
darah atau lebih pada dua atau lebih kunjungan
kualitas hidup pasien dan mencapai hasil klinik
klinis. Klasifikasi tekanan darah menurut JNC
yang baik. Dalam praktek PC diperlukan
7 dapat dilihat pada tebel berikut(6):
apoteker yang berkualitas dan mampu membina
Tabel 1. Klasifikasi tekanan darah menurut
hubungan yang baik dengan tenaga kesehatan JNC7
Klasifikasi Tekanan Tekanan
lainnya dalam merawat pasien(1). Kolaborasi tekanan Sistolik Diastolik
apoteker dengan tenaga kesehatan lainnya darah (mmHg) (mmHg)
Normal <120 <80
sangat penting terutama dalam menangani Pre-hipertensi 120 - 139 80 - 89
Hipertensi 1 140– 159 90- 99
pasien penyakit kronis(2). Pelayanan farmasi
Hipertensi 2 >160 >100
klinis merupakan bagian yang penting dalam
meningkatkan kualitas terapi dengan biaya Sedangkan target tekanan darah yang
(3)
yang paling murah . Apoteker yang langsung ingin dicapai dalam menangani kasus hipertensi
melayani pasien merupakan solusi yang nyata adalah(6):
dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di 1. Tekanan darah pasien <140 / 90 mmHg
Amerika(4). 2. Pasien dengan diabetes <130 / 80 mmHg
Hipertensi merupakan salah satu faktor 3. Pasien dengan penyakit ginjal kronis
risiko gangguan jantung, selain dapat <130/88 mmHg
menyebabkan gagal ginjal dan penyakit Hipertensi dapat dikendalikan baik
serebrovaskuler. Hipertensi termasuk dalam secara farmakologi atau dengan non
penyakit berbiaya tinggi karena tingginya farmakologi. Secara farmakologi hipertensi
angka kunjungan ke dokter, perawatan di dapat dikendalikan dengan obat-obatan yang
rumah sakit dan penggunaan obat jangka terdiri dari diuretik, penyekat beta, penghambat
panjang. Gejala-gejala akibat hipertensi seperti enzim konversi angiotensin (ACE inhibitors),
pusing, gangguan penglihatan dan sakit kepala penghambat reseptor angiotensin dan antagonis
seringkali terjadi saat tekanan darah sudah kalsium. Secara non farmakologi hipertensi
mencapai angka tertentu yang bermakna. dapat dikendalikan melalui perubahan gaya
Hipertensi primer lebih sering disebabkan hidup. Perubahan gaya hidup yang dilakukan

11
Galih Ajeng Kencana Ayu, Muhamad Syaripuddin. Peranan Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian pada Penderita
Hipertensi

diantaranya menurunkan berat badan, Apoteker dapat berperan secara aktif


pengaturan pola makan, diet rendah sodium, dalam penatalaksanaan terapi hipertensi
aktifitas fisik dan sedikit mengkonsumsi melalui pelayanan pharmaceutical care (PC) .
(5, 6)
alkohol . Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam
Sifat hemodinamik obat anti hipertensi pelayanan PC adalah : assesmen, penyusunan
berbeda satu sama lain walaupun semua obat- rencana pelayanan kefarmasian, implementasi
obat tersebut dapat menurunkan tekanan darah. dan monitoring. Dalam melakukan assesmen
Obat golongan beta bloker dapat menurunkan hal yang perlu diperhatikan adalah
kecepatan jantung sedangkan golongan obat kemungkinan terjadinya masalah yang
lain tidak menurunkan kecepatan jantung. Obat berkaitan dengan obat atau Drug Related
golongan ACE inhibitors dapat meningkatkan Problem (DRP). Selain itu data base pasien
volume plasma sedangkan golongan obat lain juga perlu dicatat sebagai bahan pertimbangan
tidak meningkatkan volume plasma. Golongan untuk mencegah, mendeteksi dan memecahkan
beta bloker dan diuretk tiazid menurunkan masalah yang berkaitan dengan obat. Data base
cardiac output sedangkan golongan ACE yang dikumpulkan meliputi demografi, riwayat
inhibitors dan kalsium antagonis tidak medis, terapi obat dan sosial. Data demografi
menaikan cardiac output. Golongan beta bloker meliputi : nama, alamat, jenis kelamin, tanggal
dan kalsium antagonis meningkatkan stroke lahir, pekerjaan dan agama. Data riwayat medis
volume, golongan diuretik tiazid menurunkan meliputi : berat dan tinggi badan, masalah
stroke volume dan golongan ACE inhibitors medis akut dan kronis, simtom, vital sign,
tidak merubah stroke volume(7). alergi, sejarah medis dan hasil lab. Data terapi
Obat golongan ACE inhibitors obat meliputi : obat yang diresepkan, obat
menyebabkan kerusakan ginjal secara perlahan bebas, obat yang digunakan sebelum dirawat,
dan kematian kardiovaskuler, obat ini lebih kepatuhan terapi, alergi dan assesmen
baik digunakan pada pasien hipertensi dengan pengertian tentang terapi obat. Data sosial
diabetes. Sebagai gantinya dapat digunakan meliputi : kebiasaan diet, merokok, olah raga,
obat golongan penghambat reseptor angitensin. konsumsi alkohol dan pecandu obat-obatan(5).
Obat golongan diuretik tiazid menambah Kegiatan dalam menyusun rencana
kemampuan anti hipertensi bila di diberikan pelayanan kefarmasian adalah : menentukan
baik dengan obat golongan ACE inhibitors atau tujuan terapi, mengidentifikasi kondisi medis
dengan obat golongan penghambat reseptor yang memerlukan terapi obat, memecahkan
angitensin. Obat golongan beta bloker dan masalah terapi obat meliputi tujuan alternatif
golongan antagonis kalsium membeirkan efek dan intervensi dan mencegah masalah terapi
yang baik pada pasien hipertensi dengan obat. Dalam tahap implementasi kegiatan yang
diabetes. Obat golongan beta bloker dilakukan adalah melaksanakan rencara
menurunkan kejadian kardiovaskuler dan dapat pelayanan kefarmasian yang telah disusun.
digunakan dalam rejimen multi terapi(8). Kegiatan ini berupa menghubungi dokter untuk

12
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 15, No. 1, Januari 2019 ISSN : 0216 – 3942
Website : https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK e-ISSN : 2549 – 6883

mengklarifikasi atau memodifikasi resep, secara kualitatif. Kemudian dibuat kesimpulan


memulai terapi obat, memberi edukasi kepada dari hasil analisis yang dilakukan.
pasien dan keluarganya. Dalam tahap
monitoring beberapa hal harus diperhatikan Hasil
diantaranya : tekanan darah pasien, kerusakan Intervensi Apoteker Pada Pasien Hipertensi
organ, interaksi obat dan efek samping serta Diperoleh 14 literatur yang berhubungan
kepatuhan pasien(5). Tujuan tulisan ini adalah dengan peran apoteker dalam meningkatkan
untuk mengidentifikasi peran apoteker pada hasil terapi pada pasien hipertensi. Hasil telaah
pasien hipertensi beserta hasil intervensi yang literatur dapat dilihat pada tabel 1(2, 9-21).
dilakukannya. Hasil literatur menunjukan bahwa
populasi yang pernah diteliti adalah populasi
Metode pasien hipertensi baik tanpa atau dengan
Tulisan ini merupakan hasil literatur komorbiditas seperti kolesterol dan diabetes.
review dari berbagai peneltian yang berkaitan Intervensi apoteker yang dapat dilakukan
dengan peranan apoteker dalam melaksanakan adalah berupa konseling, penyesuaian obat dan
program PC pada pasien hipertensi. Pencarian pendidikan kepada pasien. Hasil yang diperoleh
literatur dilakukan dengan menggunakan kata adalah terkendalinya tekanan darah pasien,
kunci pharmacist intervention, pharmaceutical berkurangnya faktor risiko, kepatuhan berobat
care, hypertension patient, dengan format pdf yang meningkat dan peningkatan kualitas hidup
mulai tahun 2010 hingga 2018. Beberapa pasien. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada
literatur yang dianggap penting dan berkaitan tabel 1.
dengan topik tulisan dirangkum dan dianalisis

13
Galih Ajeng Kencana Ayu, Muhamad Syaripuddin. Peranan Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian pada Penderita Hipertensi

Tabel 1. Hasil telaah literatur

N Judul Pengarang Tahun Populasi Intervensi Hasil


o
1. The impact of Shahina.P.T 2010 Pasien Tekanan darah dan Kualitas Peningkatan yang signifikan (P
pharmaceutical care on Revikumar.K.G Hipertensi Hidup yang terukur sebelum Value≤0.05) ditemukan di semua RAND
patients with Krishnan.R Dari Sub adanya intervensi dari tenaga 36 domain. Disimpulkan bahwa intervensi
hypertension and their Jaleel VA Departemen farmasi dan berujung pada hasil tenaga farmasi efektif dalam mengurangi
pharmacists Shini.V.K Pengobatan utama yang terukur. TD sistolik dan diastolik BP dan
Umum RAND-36 item survey meningkatkan kualitas hidup pasien
kesehatan digunakan untuk hipertensi.
menilai kualitsa kehidupan.
2. Effect of a 36-Month Paulo Roque Obreli Neto 2011 Pasien yang Perawatan farmasi dari tenaga Sebanyak 194 pasien menyelesaikan
Pharmaceutical Care Srecko Marusic Divaldo menderita farmasi penelitian. Pengurangan yang signifikan
Program on Coronary Pereira de Lyra Júnior diabetes dan (P <0.05) dalam nilai rata-rata (dasar vs 36
Heart Disease Risk in Diogo Pilger tekanan darah bulan) dari tekanan darah sistolik (156.7
Elderly Diabetic and Joice Mara Cruciol- Souza tinggi mmHg vs 133.7 mmHg; P <0.001),
Hypertensive Patients Walderez Penteado Gaeti tekanan darah diastolik (106.6 mmHg vs
Roberto Kenji Nakamura 91,6 mmHg; P <0.001) , glukosa puasa
Cuman (135.1 mg / dL vs 107.9 mg / dL; P
<0.001), hemoglobin A1C (7.7% vs 7.0%,
P <0,001), trigliserida (206.0 mg / dL vs
152.5 mg / dL; P < 0.001), kolesterol low-
density lipoprotein (LDL) (112.4 mg / dL
vs 102.0 mg / dL; P <0,001), kolesterol
high-density lipoprotein (55.5 mg / dL vs
65.5 mg / dL; P <0.001), kolesterol total
(202.5 mg / dL vs 185.9 mg / dL; P
<0.001), indeks massa tubuh (26.2 kg / m2
vs 26.1 kg / m2; P <0.001), dan lingkar
perut (103.2 cm vs. 102.5 cm; P = 0.001)
diamati pada kelompok intervensi,
sedangkan tidak ada perubahan signifikan
yang diverifikasi pada kelompok kontrol.

14
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 15, No. 1, Januari 2019 ISSN : 0216 – 3942
Website : https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK e-ISSN : 2549 – 6883

Nilai prediksi risiko Framingham rata-rata


pada kelompok intervensi adalah 6.8%
pada awal dan menurun menjadi 4.5%; P
<0.001) setelah 36 bulan, tetapi tetap tidak
berubah pada kelompok kontrol.
3. A Systematic Review Emmanuel Ifeanyi Chiazor, 2015 Intervensi berfokus pada Bukti yang tersedia menunjukkan potensi
of Community Meirion Evans, Hugo van diabetes (n 1⁄4 8), hipertensi (n manfaat besar pada diabetes dan
Pharmacists’ Woerden 1⁄4 9), dislipn 1⁄4 7), dan hipertensi tetapi manfaat klinis dalam
Interventions in Azuka C. Oparah, ketergantungan tembakau (n manajemen lipid tetap tidak jelas. Efek
Reducing Major Risk 1⁄4 3). Ukuran efek berkisar sebenarnya dari intervensi tidak pasti
Factors for antara 7.8 hingga 17.7 mm Hg karena kualitas belajar yang buruk, hasil
Cardiovascular Disease dan 0.2% hingga 2.2% yang tidak konsisten, dan potensi bias
penurunan tekanan darah publikasi. Penelitian lebih lanjut yang
sistolik dan hemoglobin A1c, dirancang dengan baik diperlukan untuk
masing-masing, sementara menentukan dampak sebenarnya dari
pengurangan total kolesterol intervensi tenaga farmasi komunitas
berkisar antara 18.2 hingga dalam mengurangi faktor risiko utama
27.1 mg / dl. Kualitas belajar untuk penyakit kardiovaskular.
pada umumnya buruk.
4. Pharmaceutical care in Patricia M. Aguiar 2012 Pencarian database ini mengungkapkan
hypertensive patients: Blicie J. Balisa-Rocha bahwa sebagian besar studi yang termasuk
A systematic literature Giselle de C. Brito mengevaluasi dampak perawatan farmasi
review Wellington B. da Silva pada hasil klinis dan humanistik dan
Ma rcio Machado beberapa penelitian menunjukkan
Divaldo P. Lyra Jr peningkatan BP yang signifikan secara
statistik. Namun, kurangnya sifat tahan
banting dan banyak keterbatasan penting
yang umum dalam studi dianalisis
5 Assessment of Biradar S S Kapatae 2012 Pasien Studi intervensional prospektif Studi ini menyimpulkan bahwa
pharmacist mediated Rajashekhar Reddy hipertensi meningkatkan kualitas hidup pasien
patient clunsilling on Srinivas Raju S A mengenai hipertensi dapat meningkatkan
hypertension perilaku kepatuhan pengobatan, yang
incompliance with

15
Galih Ajeng Kencana Ayu, Muhamad Syaripuddin. Peranan Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian pada Penderita Hipertensi

quality of life in south pada gilirannya meningkatkan hasil


Indian city terapi.

6 Effect of clinical Pei-Xi Zhao 2012 Pasien Menggunakan kepatuhan obat Intervensi tenaga famasi efektif dalam
pharmacist’s Chao Wang Hipertensi antihipertensi dan kontrol BP, meningkatkan kepatuhan obat anti-
pharmaceutical care Li Qin terutama dengan rekomendasi hipertensi dan mengurangi tekanan darah
intervention to control Ming Yuan tenaga farmasi klinis sistolik dan diastolik. Tenaga farmasi
hypertensive Qian Xiao dapat secara efektif berpartisipasi dalam
outpatients in China Ying-Hua Guo pendidikan dan promosi kesehatan untuk
Ai-Dong Wen meningkatkan kontrol tekanan darah.
7 Evaluation of Alan J. Zillich, 2015 Semua pasien Program manajemen perawatan Program ini mungkin merupakan metode
Pharmacist Care for Heather A. Jaynes dengan hipertensi di bawah lingkup yang efektif untuk meningkatkan kontrol
Hypertension in Susan D. Bex, Amy S. hipertensi praktik yang disetujui yang tekanan darah di antara pasien dalam
the Veterans Affairs Boldt, Cassandra M. yang dirujuk memungkinkan tenaga farmasi model perawatan rumah sebagai bentuk
Patient-centered Walston ke program untuk bertemu secara perawatan medis.
Medical Darin C. Ramsey manajemen individual dengan pasien,
Home: A Retrospective Jason M. Sutherland perawatan menyesuaikan obat, dan
Case-control Study Dawn M. Bravata memberikan pendidikan
pasien.
8 Impact Assessment of Maurílio de Souza Cazarim 2016 Pasien Perawatan dari tenaga farmasi PC efektif dalam mengontrol tekanan
Pharmaceutical Care Osvaldo de Freitas hipertensi telah dilibatkan untuk darah dan kolesterol total setelah usainya
in the Management of Thais Rodrigues Penaforte meningkatkan manajemen keikutsertaan pasien hipertensi dari
Hypertension and Angela Achcar SAH dan mengurangi program PC.
Coronary Risk Factors Leonardo Régis Leira risikonya.
after Discharge Pereira
9 Pharmaceutical care Siew Siang Chua 2012 Pasien Uji coba besar yag terkendali Studi ini mengidentifikasi jenis PCI yang
issues identified by Li Ching Kok perawatan dan untuk mengevaluasi hasil dihadapi oleh pasien dengan diabetes,
pharmacists in patients Faridah Aryani Md Yusof primer dengan kolaborasi multiprofesional hipertensi atau hiperlipidemia. Ini juga
with diabetes, Guang Hui Tang diabetes yang melibatkan praktisi medis menunjukkan pentingnya tenaga farmasi
hypertension or Shaun Wen Huey Lee mellitus, umum, tenaga farmasi, ahli diet bekerja sama dengan penyedia layanan
hyperlipidaemia in Benny Efendie hipertensi atau dan perawat dalam mengelola kesehatan lainnya terutama dokter umum,
primary care settings Thomas Paraidathathu hiperlipidemia diabetes mellitus, hipertensi dalam menyelesaikan PCI ini untuk
di Malaysia.

16
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 15, No. 1, Januari 2019 ISSN : 0216 – 3942
Website : https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK e-ISSN : 2549 – 6883

total 477 dan hiperlipidemia dalam memberikan perawatan optimal bagi


pasien pengaturan perawatan primer. pasien dengan penyakit kronis

10 Pengaruh konseling Denia Pratiwi Pasien dengan Rancangan penelitian yang konseling dapat meningkatkan
obat terhadap 2011 hipertensi dipakai adalah The One Group pengetahuan dan sikap pasien dan akan
kepatuhan pasien Pretest-Posttest design yang berpengaruh terhadap kepatuhan terhadap
hipertensi di poliklinik merupakan penelitian pengobatan.
khusus RSUP Dr. M experimental, yaitu pre-
Djamil Padang experimental design.
11 Pharmacist intervention Fahad Saleem 2013 hypertensive Rancangan penelitian yang Tingkat tekanan darah sistolik dan
. in improving Mohamed A. Hassali patients digunakan adalah The One diastolik yang jauh lebih rendah juga
hypertension- related BPharm Asrul A. Shafie Pasien Group Pretest-Posttest design diamati di antara kelompok intervensi
knowledge, treatment Noman Ul Haq Maryam hipertensi yang merupakan penelitian setelah selesai intervensi. Kelompok
medication adherence Farooqui eksperimental, yaitu desain pre- intervensi, bagaimanapun, melaporkan
and health-related Hisham Aljadhay eksperimental. penurunan kualitas hidup yang
quality of life: a non- Fiaz Ud Din Ahmad berhubungan dengan kesehatan yang
clinical randomized signifikan pada akhir program intervensi.
controlled trial

12 Pharmacist intervention Manuel Morgado 2011 Hipertensi / Pasien dengan diagnosis Intervensi apoteker secara signifikan
program to enhance Sandra Rolo dislipidemia hipertensi esensial yang datang meningkatkan kepatuhan berobat dan
hypertension control: a Miguel Castelo-Branco klinik rawat ke klinik untuk tindak lanjut kontrol pasien yang diobati dengan obat
randomised controlled jalan di rumah rutin secara acak dialokasikan antihipertensi
trial sakit ke kelompok kontrol (tidak ada
pendidikan perawatan farmasi) atau
universitas kelompok intervensi (tindak
dari Pusat lanjut setiap tiga bulan oleh
Rumah Sakit tenaga farmasi rumah sakit
Cova da Beira, selama periode 9 bulan).
Covilha ̃, yang Intervensi tenaga farmasi yang
terletak di bertujuan untuk meningkatkan
Wilayah kepatuhan minum obat dan

17
Galih Ajeng Kencana Ayu, Muhamad Syaripuddin. Peranan Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian pada Penderita Hipertensi

Tengah Timur kontrol tekanan darah,


Portugal. melibatkan intervensi
pendidikan dan tips konseling
yang ditujukan kepada pasien.
13 The impact of Ejaz Cheema 2014 Pasien dengan Data yang dikumpulkan Intervensi yang dipimpin komunitas
interventions by Paul Sutcliffe hipertensi, termasuk desain penelitian, tenaga farmasi dapat secara signifikan
pharmacists in Donald R. J. Singer dengan atau karakteristik dasar populasi mengurangi tekanan darah sistolik dan
community pharmacies tanpa co- penelitian, jenis intervensi dan diastolik. Intervensi ini dapat bermanfaat
on control of morbiditas hasil. untuk meningkatkan manajemen klinis
hypertension: a terkait hipertensi.
systematic review and kardiovaskular
meta-analysis of , dengan
randomized controlled perbedaan
trials tekanan darah
sebagai hasil.
14 The impact of Agnieszka Skowron 2011 Data survei Kelompok studi menyediakan Pelaksanaan perawatan farmasi ke dalam
pharmaceutical care on Sebastian Polak dikumpulkan perawatan farmasi (pendidikan, praktik farmasi bermanfaat baik bagi
patients with Jerzy Brandys dari 28 dan 56 pemantauan farmakoterapi, pasien, maupun tenaga farmasi
hypertension and their pasien dari mendeteksi dan memecahkan
pharmacists komunitas masalah terkait obat) untuk
tenaga farmasi pasien mereka, sementara
dalam kelompok kontrol menyediakan
kelompok layanan farmasi standar
belajar dan (memberikan obat dengan atau
kontrol tanpa konseling).
masing-
masing.

18
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 15, No. 1, Januari 2019 ISSN : 0216 – 3942
Website : https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK e-ISSN : 2549 – 6883

Pembahasan adalah memberikan efek terapi yanng optimal


Berdasarkan literatur review yang dengan efek samping yang minimal.
dilakukan populasi yang dijumpai adalah Pendidikan kepada pasien dapat
populasi pasien hipertensi tanpa komorbiditas dilakukan melalui konseling (pasien khusus)
dan dengan komorbiditas. Komorbidias seperti dan PIO (semua pasien). Konseling dilakukan
kolesterol dan diabetes merupakan pada pasien dengan kondisi khusus, pasien
komorbiditas yang paling banyak dijumpai dengan pengobatan jangka panjang, pasien
pada pasien hipertensi. Diabetes dan kolesterol yang menggunakan obat dengan instruksi
sendiri merupakan penyakit yang dapat memicu khusus, pasien yang menggunakan obat dengan
terjadinya hipertensi. Tingginya kadar gula dan indeks terapi sempit, pasien dengan polifarmasi
lemak dalam darah dapat menyebabkan darah dan pasien dengan kepatuhan yang rendah.
menjadi kental sehingga viskositas darah Pelayanan informasi obat diberilan kepada
meningkat dan menyebabkan tekanan ke semua pasien berupa pengetahuan cara pakai,
dinding pembuluh darah juga meningkat. dosis, cara penggunaan, interaksi dan efek
Hasilnya tekanan darah akan meningkat karena samping(22). Dengan diberikannya PIO dan
pengaruh kadar gula dan kolesterol yang tinggi konseling kepada pasien diharapkan pasien
dalam darah. patuh pada pengobatan sehingga tujuan terapi
Intervensi apoteker yang dapat dilakukan dapat tercapai.
adalah berupa konseling, penyesuaian obat dan Tujuan pengobatan hipertensi adalah
pendidikan kepada pasien. Konseling mengendalikan tekanan darah pasien pada batas
merupakan standar pelayanan kefarmasian tertentu sehingga kualitas hidup pasien tetap
yang harus dilakukan sesuai dengan Peraturan terjaga. Pada pasien hipertensi dengan
Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 73 komorbiditas diabetes dan kolesterol, target
Tahun 2016 tentang standar pelayanan tekanan darah yang terlalu rendah dapat
kefarmasian di apotek. Standar pelayanan menyebabkan pasien mengalami hipotensi.
lainnya adalah pelayanan informasi obat (PIO), Maka seharusnya target tekanan darah
pelayanan kefarmasian dirumah, pemantauan ditentukan secara individual sesuai dengan
terapi obat dan monitoring efek samping obat. kondisi keseluruhan pasien sehingga kualitas
Salah satu tujuan Permenkes ini adalah untuk hidup pasien masih tetap terjaga.
meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian Apoteker dapat berperan dalam
yang berujung pada kualitas hidup pasien. mengurangi faktor risiko terjadinya hipertensi
Penyesuaian obat pada pasien dapat dengan melakukan PIO dan konseling.
dilakukan apoteker kepada pasien. Penyesuaian Memulai gaya hidup sehat, mengurangi asupan
dapat berupa penyesuaian jumlah, jenis, rute garam dan lemak, rajin berobat dan minum obat
pemberian, waktu pemberian, frekuensi merupakan cara apoteker untuk dapat
pemberian dan lama pemberian obat sesuai mengurangi faktor risiko pasien setiap kali
dengan kondisi pasien. Tujuan dari penyesuaian datang ke apotek. Hal ini sangat efektif karena

19
Galih Ajeng Kencana Ayu, Muhamad Syaripuddin. Peranan Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian pada Penderita
Hipertensi

kunjungan pasien ke RS pasti akan mendatangi Meta-Analysis. Medical Care.


2010;48(10):923-33.
apotek untuk memperoleh obat yang
5. Kesehatan D. Pharmaceutical care untuk
diperlukan. Pada akhirnya intervensi kesehatan penyakit hipertensi. Jakarta: Departemen
Kesehatan; 2006. 73 p.
yang dilakukan berujung pada peningkatan
6. Chobanian AV, Bakris GL, Black HR,
kualitas hidup pasien. Pasien tidak hanya dapat Cushman WC, Green LA, Izzo JL, et al.
The Seventh Report of the Joint National
mengendalikan tekanan darahnya tetapi pasien
Committee on Prevention, Detection,
juga merasakan kualitas hidup yang meningkat. Evaluation and Treatment of High Blood
Pressure. JAMA 2004;289(19):2560-71.
7. Iftikhar IH, Blankfield RP, Hassan N,
Kesimpulan Tisch D. Meta-Analysis of the
Hemodynamic Properties of
Hasil literatur menunjukan bahwa Antihypertensive Medication. ISRN
populasi yang pernah diteliti adalah populasi Hypertension. 2013:1-9.
8. Whalen KL, Stewart RD. Pharmacologic
pasien hipertensi baik tanpa atau dengan Management of Hypertension in Patients
komorbiditas seperti kolesterol dan diabetes. with Diabetes. American Academy of
Family Physicians. 2008;78(11):1277-82.
Intervensi apoteker yang dapat dilakukan 9. Shahina PT, Revikumar KG, Krishnan R,
adalah berupa konseling, penyesuaian obat dan Jaleel VA, Shini VK. The impact of
pharmacist intervention on quality of life
pendidikan kepada pasien. Hasil yang diperoleh in patients with hypertension.
adalah terkendalinya tekanan darah pasien, International Journal of Pharmaceutical
Sciences Review and Research.
berkurangnya faktor risiko, kepatuhan berobat 2010;5(3):172-6.
yang meningkat dan peningkatan kualitas hidup 10. Obreli-Neto PR, Guidoni CM, Baldoni
AdO, Pilger D, Cruciol-Souza JM, Gaeti-
pasien. Franco WP, et al. Effect 0f a 36-month
pharmaceutical care program on
pharmacotherapy adherence in elderly
Daftar Pustaka diabetic and hypertensive patients. Int J
Clin Pharm. 2011;33:642-9.
1. Sreelalitha N, Vigneshwaran E, Narayana 11. Skowron A, Polak S, Brandys J. The
G, Reddy YP, Reddy MR. Review of impact of pharmaceutical care on patients
Pharmaceutical Care Services Provided by with hypertension and their pharmacist.
The Pharmacist. irpponline. 2012;3(4):78- Pharmacy Practice. 2011;9(2):110-5.
9. 12. Pratiwi D. Pengaruh Konseling Obat
2. Chua SS, Kok LC, Yusof FAM, Tang GH, Terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi di
Lee SWH, Efendie B, et al. Poloklinik Khusus RSUP DR.M.DJAMIL
Pharmaceutical care issues identified by Padang. Padang: Universitas Andalas;
pharmacist in petient with diabetes, 2011.
hypertension or hyperlipidemia in primary 13. Zhao P-X, Wang C, Qin L, Yuan M, Xiao
care settings. BioMed Central Health Q, Guo Y-H, et al. Effect of clinical
Services Research. 2012;12(388):1-10. pharmacist's pharmaceutical care
3. Talasaz AH. The Potential Role of intervention to control hypertensive
Clinical Pharmacy Services in Patients outpatients in China. African Journal of
with Cardiovascular Disease. The Journal Pharmacy and Pharmacology.
of Tehran University Heart Centre. 2012;6(1):48-56.
2012;7(2):41-6. 14. Biradar SS, Rajashekhar K, Srinivas R, A.
4. Chisholm-Burns MA, Lee JK, Spivey CA, RS. Assessment of Pharmacist Mediated
Slack M, Herrier RN, Hall-Lipsy E, et al. Patient Counselling on Hypertension
US Pharmacist'Effct as Teat Members on Incompliance with Quality of Life in
Patient Care Systematic Review and

20
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 15, No. 1, Januari 2019 ISSN : 0216 – 3942
Website : https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK e-ISSN : 2549 – 6883

South Indian City. International Research Coronary Risk Factors after Discharge.
Journal of Pharmacy. 2012;3(1):206-9. PLOS ONE. 2016:1-14.
15. Chiazor EI, MeirionEvans, 19. Saleem F, Hassali MA, Shafie AA, Haq
HugovanWoerden, C.Oparah A. A NU, Farooqui M, Aljadhay H, et al.
SystematicReviewofCommunityPharmaci Pharmacist intervention in improving
sts’ Interventions in hypertensionrelated knowledge, treatment
ReducingMajorRiskFactorsforCardiovasc medication adherence and health-related
ularDisease. Science Direct 2015(7C):9- quality of life: a non-clinical randomized
21. controlled trial. Health expectation.
16. Aguiar PM, Balisa-Rocha BJ, Brito GdC, 2013:1270-81.
Silva WBd, Machado Mr, Jr DPL. 20. Morgado M, Rolo S, Castelo-Branco M.
Pharmaceutical care in hypertensive Pharmacist intervention program to
patients : A systematic literature review. enhance hypertension control: a
Research in Social and Administrative randomised controlled trial. Int J Clin
Pharmacy. 2012;8:383-96. Pharm. 2011;33:132-40.
17. Zillich AJ, Jaynes HA, Bex SD, Boldt AS, 21. Cheema E, Sutcliffe P, Singer DRJ. The
Walston CM, Ramsey DC, et al. impact of interventions by pharmacists in
Evaluation of Pharmacist Care for community pharmacies on control of
Hypertension in the Veterans Affairs hypertension: a systematic review and
Patient-centered Medical Home: A meta-analysis of randomized controlled
Retrospective Case-control Study. The trials. British Journal of Clinical
American Journal of Medicine. Pharmacology. 2014;78(6):1238-47.
2015;128(5):538-42. 22. Kesehatan K. Permenkes Nomor 73 tahun
18. Cazarim MdS, Freitas Od, Penaforte TR, 2016 tentang Standar Pelayanan Farmasi
Achcar A, Pereira LRL. Impact di Apotek. Jakarta: Kementerian
Assessment of Pharmaceutical Care in the Kesehatan; 2016.
Management of Hypertension and

21