Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

REKAYASA
LINGKUNGAN

Nama: Andi Marcelino


NPM: 1515011009

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya ekonomi masyarakat dan kemajuan

teknologi, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam

yang ada dengan lebih maksimal, misalnya untuk kegiatan industri.

Namun memanfaatkan sumber daya yang ada dengan tidak hati-hati dan

bijak seringkali malah merusak lingkungan. Karena pada dasarnya setiap

kegiatan industri akan mnghasilkan limbah yang apabila tidak di kelola

dengan baik akan mencemari lingkungan.

Pada saat ini pencemaran lingkungan sudah menjadi masalah serius

dalam masyarakat. Karna jika lingkungan tercemar akan mengakibatkan

terganggunya ekosistem lingkungan, kesehatan, dan keselamatan

masyarakat. Oleh karena itu di perlukan beberapa upaya guna mengatasi

pencemaran lingkugan yang ada.

1.2 Rumusan Masalah

Beberapa rumusan masalah yang dibahas di dalam makalah ini adalah:

1. Apa pengertian pencemaran lingkungan?

2. Apa saja macam-macam pencemaran lingkungan dan dampaknya?

3. Apa saja upaya yang dapat dilakukan guna mengatasi pencemaran

lingkungan?
1. 3 Tujuan penulisan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan penulisan makalah

ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengertian pencemaran lingkungan

2. Untuk mengetahui macam-macam pencemaran lingkungan dan

dampaknya

3. Untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan guna mengatasi

pencemaran lingkungan
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukannya

makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan

dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh

proses alam, sehingga kualitas lingkungan menjadi kurang atau tidak

berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan

Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

Menurut Moch dan Martono (2009) faktor-faktor yang menyebabkan

terjadinya pencemaran adalah:

1. Pertambahan penduduk yang tak terkendali (over population)

2. Pesatnya perkembangan dan penyebaran teknologi

3. Adanya polutan dalam jumlah besar dan alam tidak bisa lagi

menetralisir.

2.2 Jenis-jenis Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya

Berdasarkan tempat terjadinya pencemaran lingkungan dapat dibedakan

menjadi 3 macam yaitu:

1. Pencemaran air
Definisi pencemaran air menurut Surat Keputusan Menteri Negara

Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor: KEP

02/MENKLH/I/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan

adalah: masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau

komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh

kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas air turun

sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang alau

sudah tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Menurut

Rao dan Mamata (2004), air normal yang dapat digunakan untuk

kehidupan umumnya tidak berbau, tidak berwarna dan berasa,

selanjutnya dikatakan adanya rasa pada air pada umumnya diikuti

dengan perubahan pH air.

Menurut Moch dan Martono (2009) bahan pencemar air dapat

dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

a. Pencemaran biologi

Pencemar biologi dalam perairan antara lain:

1) Bakteri Escherichia coli, Entamoeba coli, Salmonella typhi.

2) Tumbuhan pengganggu (gulma), eceng gondok (Eichornia

crassipes), paku sampan (Salvinia natans).

b. Pencemaran kimia

1) Zat-zat kimia seperti pupuk pestisida, limbah industri, buatan,

dan deterjen.

2) Limbah industri berupa zat-zat radioaktif dan logam-logam

berat, seperti Cu, Hg (air raksa/merkuri), Pb (timah hitam),


seng

(Zn), Arsen (As), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), dan Nikel

(Ni).

Menurut Moch dan Martono (2009) dampak yang ditimbulkan oleh

pencemaran air antara lain:

1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya

kandungan oksigen.

2. Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air

(eutrofikasi) serta pendangkalan dasar perairan.

3. Punahnya biota air, misalnya ikan, yuyu, udang, dan serangga air.

4. Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah.

5. Menjalarnya wabah muntaber

Contoh kasus pencemran air di dunia:

Pencemaran Sungai Yangtze dan Delta Pearl di Cina

Dikutip dari Ashov (2011) Greenpeace baru saja meluncurkan

laporan global “Dirty Laundry” untuk menyoroti pencemaran industri

pada Sungai Yangtze dan Delta Pearl di Cina. Hasil investigasi selama

kurang lebih setahun menyingkap hubungan antara beberapa merek

pakaian olahraga ternama di dunia (Nike, Adidas dan beberapa

lainnya) melakukan praktek pembuangan limbah kimia berbahaya ke

Sungai Yangtze dan Delta Pearl di Cina oleh dua pabrik tekstil;

Youngor Textile City Complex dan Well Dyeing Factory Limited.

Dari hasil investigasi berupa sampel limbah cair kedua pabrik

tersebut ditemukan kandungan bahan kimia berbahaya yang persisten


(sulit terurai), bioakumulatif (terakumulasi dalam jaringan makhluk

hidup) yang dapat mengganggu sistem hormon yang dalam jangka

panjang dapat mengancam kesehatan manusia dan lingkungan.

Beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam sampel tersebut adalah

alkyphenols (termasuk nonyphenol), perfluorinated chemicals (PFCs)

dan Perfluorooctane sulphorate (PFSs). Pada tahun 2008 setidaknya

15% sungai di Cina tidak memenuhi standard untuk menjadi sumber

air minum.  Pada tahun 2010, investigasi Greenpeace bahkan

menemukan kandungan bahan kimia berbahaya serupa dalam sampel

tubuh ikan yang biasa disantap dari sungai Yangtze.

2. Pencemaran udara

adalah pencemaran yang terjadi karena masuknya substansi yang

dapat mengganggu mutu dari udara dan tentunya sangat

membahayakan bagi makhluk hidup. Sifat udara yang mudah

menyebar inilah yang membuat penyebaran menjadi lebih cepat dan

tidak terarah sehingga menimbulkan pencemaran udara di berbagai

tempat tanpa mengenal waktu.

Penyebab pencemaran udara secara alamiah ialah kebakaran hutan,

penyebaran benang sari dari beberapa jenis bunga, erosi tanah oleh

angin, gunung meletus, penguapan bahan organik dari beberapa jenis

daun (seperti jenis pohon cemara yang mengeluarkan terpenten

hidrokarbon), dekomposisi dari beberapa jenis bakteri pengurai,

deburan ombak air laut (sulfat dan garam), dan radioaktivitas secara
alamiah (gas radon 222, gas dari deposit uranium, fosfat, dan granit)

(Irianto, 2015).

Menurut Irianto (2015) beberapa dampak yang terjadi akibat

pencemaran udara:

1. Lebih banyak kasus kanker kulit melanoma yang sering

berakibat fatal dan menyebabkan kematian tiap tahun.

2. Rusaknya monumen, patung, bangunan, bahan logam dan

mobil akibat hujan asam

3. Menyebabkan penyakit pernapasan pada orang atau ibu hamil

sehingga banyak bayi lahir prematur dan meninggal.

4. Kenaikan suhu udara (pengaruh gas rumah kaca) karena terjadi

perubahan iklim, penurunan produksi pertanian, dan kematian

hewan liar yang dilindungi.

Contoh kasus pencemaran udara di dunia:

Polusi Udara di China Tewaskan 4.000 Orang Setiap Hari

Dikutip dari Utami (2015) Sebuah studi mengungkapkan

bahwa polusi udara mampu menewaskan 4.000 orang di Cina

setiap harinya, dan menjadi salah satu faktor dari enam penyebab

kematian dini di negeri yang berpopulasi terbanyak di dunia ini.


Studi yang dipublikasikan di jurnal PLOS One tersebut

menyatakan emisi dari pembakaran batu bara yang digunakan

sebagai sumber pembangkit listrik dan pemanas rumah sebagai

faktor terbesar dari polusi udara. Daerah yang paling parah itu

salah satunya di barat daya Beijing," ujar Rohde. Selain itu, kondisi

cuaca musim dingin juga mengakibatkan udara kotor lebih dekat

dengan tanah. Menurut Rohde, ketika China membersihkan

udaranya dengan cara membatasi pembakaran batu bara, maka

emisi karbon dioksida akan semakin akan berkurang.

3. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah masuknya polutan (bahan pencemar)

berupa bahan cair, atau padat ke suatu areal tanah. Bahan cair atau

padat tersebut seperti limbah rumah tangga, pertambangan (industri),

dan kegiatan pertanian (penggunaan pestisida yang berlebihan terhadap

tanah). Berupa sampah biogradable dan sampah anbiogradable.

Sampah biogradable itu misalnya dedaunan, jaringan hewan,

kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang

mudah terurai. Sedangkan sampah anbiogradable seperti besi,

alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak

dapat diuraikan. (Barabai, 2015)

Dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain


1. Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme

dalam tanah).

2. Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik

untuk pertumbuhan tanaman.

3. Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi.

Contoh kasus pencemaran tanah di dunia:

Vapi di India

Dikutip dari Murtopo (2014) Vapi adalah sebuah kota industri di

perbatasan yang disebut Industrial Belt of India, daerah industri berat

yang membentang di seluruh negeri tersebut. Terletak di negara bagian

India dari Gujarat, Vapi adalah rumah bagi tidak kurang dari 50 pabrik

yang memproduksi pupuk kimia untuk tanah, produk petrokimia, obat-

obatan, dan cat. Selain polutan ini, terdapat residu dari lebih dari 1.000

bengkel-bengkel kecil di bidang pestisida dan obat-obatan. Semua

agen ekonomis debit residu sehari-hari mereka secara langsung di

tanah atau di danau tetangga. Akibatnya, dokter di daerah tersebut

melaporkan peningkatan insiden dalam masalah pernapasan dan

tingkat yang mengkhawatirkan aborsi spontan di daerah tersebut.

Diperkirakan 71 ribu orang secara langsung dipengaruhi oleh residu


kimia dan keracunan logam berat. Tingkat merkuri dalam sumber air

utama kota ini adalah 96 kali lebih tinggi dari tingkat keselamatan.

2.3 Upaya Guna Mengatasi Pencemaran Lingkungan

beberapa upaya yang dapat dilakukan guna mengatasi pencemaran

lingkungan yaitu:

1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan

atau pemukiman penduduk.

2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari

lingkungan atau ekosistem.

3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia

lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

4. Memperluas gerakan penghijauan dan reboisasi hutan

5. Pengurangan pemakaian bahan bakar fosil dan gas CFC

6. Tidak menggunakan pupuk pertanian secara berlebihan.

7. Sampah plastic, kaleng, dan karet dapat didaur ulang menjadi peralatan

yang berguna.

8. Sampah organic diolah menjadi pupuk kompos.


BAB. III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Pencemaran berdasarkan tempat terjadinya dibagi menjadi 3

macam yaitu air, udara dan tanah. Dampak yang ditimbulkan akibat

pencemaran dapat merugikan kesehatan dan terganggunya aktivitas

manusia. Maka dari itu di perlukan beberapa upaya yang dilakukan guna

mengatasi pencemaran lingkungan misalnya memperbaiki perilaku

masyarakat agar dapat membuang sampah pada tempatnya. Jika

lingkungan terbebas dari pencemaran maka akan menjadi nyaman untuk

ditinggali.

3.2 Saran

1. Manusia harus senantiasa menjaga lingkungan agar tetap lestari dan

tidak tercemar.

2. Pemerintah juga harus membuat peraturan dan sanksi sacara tegas bagi

pihak–pihak yang telah merusak lingkungan, serta mensosialisasikan

kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang tidak

tercemar.
DAFTAR PUSTAKA

Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor:

KEP 02/MENKLH/I/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan

Ashov, Ahmad. 2011. Pencemaran Sungai Yangtze dan Delta Pearl di Cina,

Apakah Sungai Citarum akan mengalami hal serupa?. (online). Diakses

dari:

http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/pencemaran-sungai-yangtze-

dan-delta-pearl-di-/blog/35805/ pada tanggal 10 Oktober 2018

Anshori, Moch dan Djoko Martono. 2009. BIOLOGI untuk Sekolah Menengah

Atas (SMA) – Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Pusat Perbukuan

Pendidikan Indonesia. Jakarta.

Badan lingkungan hidup. Undang-Undang republik Indonesia Nomor 4 Tahun

1982 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan

Hidup.
Barabai,Rudrud. 2015. Makalah Pencemaran Lingkungan. (online). Diakses dari:

http://karyacombirayang.blogspot.com/2015/10/makalah-pencemaran-

lingkungan.html pada tanggal 27 Sepetember 2018

Murtopo, Cauchy. 2014. 10 Kota dengan Polusi Paling Parah di Muka Bumi Ini.

(online). Diakses dari:

https://cauchymurtopo.wordpress.com/tag/sumgayit/ pada tanggal 10

Oktober 2018

Irianto, I Ketut. 2015. Buku Ajar Pencemaran Lingkungan. Fakultas Pertanian

Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa. Bali.

Sumangpouw, OJ. 2015. Diktat Pencemaran Lingkungan. (online). Diakses dari:

http://repository.warmadewa.ac.id/231/1/BUKU%20AJAR

%20PENCEMARAN%20LINGKUNGAN_final.pdf pada tanggal 27

September 2018

Utami, Ranny Virginia. 2015. Riset: Polusi Udara di China Tewaskan 4.000

Orang Setiap Hari. (online). Diakses dari:

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150814143109-113-

72196/riset-polusi-udara-di-china-tewaskan-4000-orang-setiap-hari pada

tanggal 10 Oktober 2018