Anda di halaman 1dari 121

PENDAHULUAN

Seorang ibu akan membawa anaknya ke klinik jika ada suatu masalah atau
gejala khusus. Jika saudara hanya memeriksa anak itu untuk masalah atau
gejala khusus tersebut, maka saudara mungkin akan melewatkan tanda-tanda
penyakit yang lain. Anak mungkin juga menderita pneumonia, diare, malaria,
campak, demam berdarah, kurang gizi atau anemia. Penyakit ini dapat
menyebabkan kematian, atau cacat pada anak apabila tidak diobati dengan
tepat.

Modul ini memberi penjelasan dan latihan yang dapat membantu saudara
memahami Bagan PENILAIAN & KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN
SAMPAI 5 TAHUN, sehingga tidak ada permasalahan anak yang terlewatkan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Modul ini menjelaskan dan memberikan kesempatan kepada saudara untuk


mempraktekkan keterampilan berikut :
 Menanyakan kepada ibu mengenai masalah yang dihadapi anaknya.
 Memeriksa tanda bahaya umum.
 Menanyakan kepada ibu mengenai empat keluhan utama :
1. Batuk atau sukar bernapas.
2. Diare.
3. Demam.
4. Masalah telinga.
Apabila ada keluhan utama:
- Melakukan penilaian lebih lanjut gejala lain yang berhubungan
dengan keluhan utama.
- Membuat klasifikasi penyakit anak berdasarkan gejala yang
ditemukan.
 Memeriksa dan mengklasifikasikan status gizi.
 Memeriksa dan mengklasifikasikan anemia.
 Memeriksa status imunisasi dan pemberian vitamin A pada anak dan
menentukan apakah anak membutuhkan imunisasi dan/atau vitamin A
pada saat kunjungan tersebut.
 Menilai masalah/keluhan lain yang dihadapi anak.

Fasilitator akan menjelaskan lebih lanjut tentang bagan


PENILAIAN DAN KLASIFIKASI

1 MTBS - MODUL 2 - 2008


1.0. MENANYAKAN KEPADA IBU MENGENAI MASALAH
ANAKNYA
Biasanya seorang anak dibawa ke klinik karena sakit. Namun, mungkin juga
untuk pemeriksaan anak sehat, imunisasi atau untuk perawatan luka. Langkah-
langkah pada bagan PENILAIAN & KLASIFIKASI menggambarkan apa yang
harus saudara lakukan apabila seorang anak dibawa ke klinik karena sakit.
Bagan tidak digunakan bagi anak sehat yang dibawa untuk imunisasi atau
bagi anak dengan keracunan, kecelakaan atau luka bakar.

Ketika saudara bertemu dengan ibu dan anaknya.

 Sambut ibu dengan baik dan persilakan duduk bersama anaknya.


Tanyakan umur anak :
- Jika umur anak 2 bulan - 5 tahun, gunakan bagan PENILAIAN &
KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN.
- Jika umur anak kurang dari 2 bulan, gunakan bagan
TATALAKSANA BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN
(akan dipelajari kemudian pada modul yang lain).
Periksa apakah BB, PB/TB dan suhu anak telah diukur dan dicatat. Jika
belum, timbang dan ukur PB atauTB serta suhu badan anak pada saat
saudara menilai dan mengklasifikasikan gejala-gejala utama anak. Catat
juga jenis kelaminnya. Jangan membuka pakaian atau melakukan
tindakan apapun pada anak itu sekarang.

 Tanyakan kepada ibu mengenai masalah anaknya.


Catat apa yang dikatakan ibu mengenai masalah anaknya. Hal ini penting
untuk membina komunikasi yang baik dengan ibu. Komunikasi yang baik
akan meyakinkan ibu bahwa anaknya akan ditangani dengan baik.
Agar terjalin hubungan yang komunikatif:
 Dengarkan dengan seksama apa yang disampaikan ibu. Ini akan
meyakinkan ibu bahwa saudara sungguh-sungguh menanggapi
permasalahannya.
 Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti ibu. Jika ibu tidak mengerti
pertanyaan yang diajukan, saudara tidak akan mendapatkan jawaban
yang dibutuhkan untuk menilai dan mengklasifikasikan anak itu dengan
tepat.
 Beri ibu waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan.
 Ajukan pertanyaan tambahan apabila ibu tidak pasti akan jawabannya.
Tentukan apakah kunjungan ini merupakan kunjungan pertama atau
kunjungan ulang.

Jika anak datang pertama kali untuk penyakit atau masalah ini, maka disebut
kunjungan pertama.

Jika anak sudah diperiksa beberapa hari yang lalu untuk penyakit atau masalah
yang sama, disebut kunjungan ulang.

Saudara akan mempelajari secara khusus cara menangani penyakit anak


pada saat kunjungan ulang dalam modul tersendiri. Contoh dan latihan
dalam modul yang sedang saudara pelajari ini menggambarkan anak-
anak yang datang untuk kunjungan pertama.

2.0. MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM

Periksa tanda bahaya umum pada semua anak sakit.


Tanda bahaya umum adalah:
 tidak bisa minum atau menyusu.
 memuntahkan semuanya.
 kejang.
 letargis atau tidak sadar.
Anak dengan tanda bahaya umum mempunyai masalah serius dan sebagian
besar perlu di RUJUK SEGERA. Mereka mungkin memerlukan penanganan
untuk menyelamatkan jiwanya dengan suntikan antibiotik, oksigen atau
perawatan lain yang mungkin tidak ada di klinik saudara.
Segera selesaikan pemeriksaan selanjutnya. Cara melakukan tindakan segera
ini akan diuraikan dalam modul : MENENTUKAN TINDAKAN DAN MEMBERI
PENGOBATAN.
Berikut ini adalah kotak pertama dalam kolom “PENILAIAN” pada bagan yang
akan menerangkan kepada saudara cara memeriksa tanda bahaya umum.
(Lihat Buku Bagan halaman 2)

TANYAKAN KEPADA IBU MENGENAI MASALAH ANAKNYA

Tanyakan apakah ini kunjungan pertama atau kunjungan ulang untuk masalah tersebut
● Jika kunjungan pertama, lakukan penilaian untuk keluhan utama
● Jika kunjungan ulang, gunakan petunjuk pada pelayanan tindak lanjut.

MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM


TANYAKAN : LIHAT
● Apakah anak bisa minum atau menyusu? ● Apakah anak tampak letargis
● Apakah anak selalu memuntahkan semuanya? atau tidak sadar?
● Apakah anak menderita kejang?
Seorang anak dengan tanda bahaya umum memerlukan penanganan SEGERA.
Selesaikan penilaian ini dan lakukan penanganan segera, sehingga rujukan tidak
terlambat.

Cara memeriksa tanda-tanda bahaya umum:

TANYA : Apakah anak bisa minum atau menyusu?


Anak menunjukkan tanda "tidak bisa minum atau menyusu" jika anak terlalu
lemah untuk minum atau tidak bisa mengisap/ menelan apabila diberi
minum atau disusui.
Jika saudara bertanya kepada ibu, apakah anaknya bisa minum, pastikan
bahwa ibu mengerti pertanyaan itu. Apakah anak dapat menerima cairan dalam
mulutnya dan menelannya. Jika saudara ragu akan jawaban ibu, mintalah
agar ibu memberi anak tersebut minum air matang atau menyusuinya.
Perhatikan apakah anak bisa menelan atau menyusu.
Ketika menyusu, anak sulit mengisap jika hidungnya tersumbat. Apabila anak
dapat menyusu setelah hidungnya dibersihkan, berarti anak tidak mempunyai
tanda bahaya umum “tidak bisa minum atau menyusu."

TANYA : Apakah anak selalu memuntahkan semuanya?


Anak yang sama sekali tidak dapat menelan apapun, mempunyai tanda
"memuntahkan semuanya." Apa saja yang masuk (makanan, cairan) akan
keluar lagi. Anak yang muntah beberapa kali namun masih dapat menelan
sedikit cairan, tidak menunjukkan tanda bahaya umum.
Gunakan kalimat bertanya yang dimengerti ibu. Beri ibu waktu yang cukup
untuk menjawab. Jika ibu tidak yakin, bantu agar ibu dapat menjawab dengan
jelas. Misalnya, tanyakan kepada ibu berapa kali anaknya muntah.

Tanyakan juga apakah anak muntah setiap kali menelan makanan atau
minuman. Jika masih ragu akan jawaban ibu, mintalah agar ibu memberi
minum anak. Perhatikan apakah anak muntah.
TANYA : Apakah anak kejang?
Pada saat kejang, lengan dan kaki anak menjadi kaku karena otot-ototnya
berkontraksi.
Tanyakan kepada ibu apakah anaknya kejang selama sakit ini. Gunakan kata-
kata yang dimengerti oleh ibu. Mungkin ibu mengungkapkan istilah kejang
sebagai “step” atau "kaku" dan lain sebagainya.

LIHAT : Apakah anak letargis atau tidak sadar?.


Anak yang letargis, sulit dibangunkan. Ia kelihatan mengantuk dan tidak
punya perhatian akan apa yang terjadi di sekelilingnya. Seringkali anak
yang letargis tidak melihat kepada ibu atau memperhatikan wajah saudara
pada waktu saudara bicara. Anak mungkin menatap hampa (pandangan yang
kosong) dan terlihat bahwa ia tidak memperhatikan keadaan di sekitarnya.
Anak yang tidak sadar tidak dapat dibangunkan. Ia tidak bereaksi ketika
disentuh, digoyang atau diajak bicara.
Tanyakan kepada ibu apakah anaknya mengantuk tidak seperti biasanya atau
tidak dapat dibangunkan. Perhatikan apakah anak itu terbangun jika diajak
bicara atau digoyang atau jika saudara bertepuk tangan.

Catatan: Jika anak sedang tidur dan menderita batuk atau sukar bernapas,
hitunglah dulu frekuensi napasnya sebelum saudara mencoba untuk
membangunkannya.

* * *
Saudara akan mempelajari cara mencatat informasi tentang anak yang sakit
pada Formulir Pencatatan. Contoh formulir dapat dilihat di halaman terakhir
modul ini. Bagian atas formulir digunakan untuk mencatat keterangan
mengenai anak sakit dan apa keluhan utamanya. Bagian kiri Formulir
Pencatatan sama dengan bagan PENILAIAN & KLASIFIKASI yang berisi
daftar pertanyaan untuk ibu dan penilaian yang dilakukan dengan melihat,
mendengar dan meraba. Kolom selanjutnya adalah untuk menulis klasifikasi.
Kolom terakhir untuk menulis pengobatan, tindakan dan nasihat (akan
dipelajari dalam modul tersendiri).
LATIHAN A
Catatan : Gambar di atas menunjukkan bahwa saudara akan mengerjakan
latihan secara tertulis. Baca studi kasus yang menggambarkan keluhan dan
gejala pada anak sakit. Gunakan Formulir Pencatatan yang tersedia untuk
mencatat dan mengklasifikasikan penyakit. Ingatlah bahwa pada semua
latihan kasus dalam modul ini, selalu dianggap sebagai kunjungan pertama.
Apabila latihan sudah selesai, fasilitator akan mendiskusikan apa yang telah
saudara kerjakan.
Bacalah studi kasus berikut ini dan jawablah tiap-tiap pertanyaan.

Kasus 1 : Ina
Ina, anak perempuan umur 15 bulan. Berat badan 8,5 kg. Panjang badan 67
cm, Suhu 38,5C.
Petugas kesehatan bertanya, "Anak ibu sakit apa?" Ibunya menjawab, "Sudah
4 hari ini Ina batuk, dan ia tidak suka makan."

Petugas kesehatan memeriksa apakah Ina menunjukkan tanda bahaya umum.


Ia bertanya, "Apakah Ina bisa minum atau menyusu?" Ibunya menjawab,
"Tidak. Ina tidak mau menyusu." Petugas kesehatan memberi air kepada Ina.
Ia terlalu lemah untuk mengangkat kepalanya. Ia tidak bisa minum dari
cangkir.

Kemudian, petugas bertanya kepada ibu Ina, "Apakah Ina muntah?" Ibunya
berkata, "Tidak." Lalu ditanyakan apakah Ina kejang. Ibunya berkata, "Tidak."
Petugas kesehatan memeriksa apakah Ina letargis atau tidak sadar. Ketika
petugas berbicara dengan ibu, Ina memperhatikan mereka dan melihat ke
sekeliling ruangan. Ia sadar dan tidak letargis.

Sekarang jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

a) Tulis nama Ina, jenis kelamin, umur, berat dan panjang badan serta suhu
badannya pada tempat kosong yang disediakan pada bagian atas formulir
di halaman berikut.
b) Tulis masalah Ina pada garis setelah pertanyaan "Anak ibu sakit apa?"
c) Tandai dengan () untuk kunjungan pertama atau kunjungan ulang.
d) Apakah Ina menunjukkan tanda bahaya umum? Jika ya, lingkari tanda
bahaya umum yang ditemukan. Beri tanda  pada tulisan “ya” pada kolom
klasifikasi dalam kotak dengan pertanyaan, "Ada tanda bahaya umum?"
TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB : kg PB / TB cm Suhu : C
Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?
PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda bahaya
Ingatlah
umum?
untuk merujuk
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. Ya Tidak
setiap anak
 Memuntahkan semuanya. Ingatlah adanya
yang
 Kejang. tanda bahaya
mempunyai
umum dalam
tanda bahaya
menentukan
umum
klasifikasi

Pada kolom "Klasifikasi", beri tanda () untuk "Ya" atau "Tidak”.

Beritahu fasilitator apabila saudara sudah menyelesaikan latihan ini.

3.0. PENILAIAN DAN KLASIFIKASI BATUK ATAU SUKAR


BERNAPAS
Infeksi saluran pernapasan dapat terjadi pada bagian mana saja dari
saluran pernapasan seperti hidung, tenggorokan, laring, trakhea, saluran
udara atau paru.

Anak dengan batuk atau sukar bernapas mungkin menderita Pneumonia atau
infeksi saluran pernapasan berat lainnya. Akan tetapi sebagian besar anak
datang ke klinik dengan batuk atau sukar bernapas atau infeksi saluran
pernapasan yang ringan.
Petugas perlu mengenal anak-anak yang sakit serius dengan gejala batuk atau
sukar bernapas yang membutuhkan pengobatan dengan antibiotik, yaitu
pneumonia (infeksi paru) yang ditandai dengan napas cepat dan mungkin juga
tarikan dinding dada ke dalam.
Anak yang menderita Pneumonia, paru mereka menjadi kaku, sehingga tubuh
bereaksi dengan bernapas cepat, agar tidak terjadi hipoksia (kekurangan
oksigen).
Apabila Pneumonia bertambah parah, paru akan bertambah kaku dan timbul
tarikan dinding dada ke dalam. Anak dengan Pneumonia dapat meninggal
karena hipoksia atau sepsis (infeksi umum).

3.1. MENILAI BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS


Anak yang batuk atau sukar bernapas dinilai untuk:
 Sudah berapa lama anak batuk atau sukar bernapas.
 Napas cepat.
 Tarikan dinding dada ke dalam.
 Stridor.
Dibawah ini adalah kotak dalam kolom "Penilaian" yang berisi langkah-langkah
untuk menilai seorang anak dengan batuk atau sukar bernapas.
TANYAKAN KELUHAN UTAMA :
APAKAH ANAK MENDERITA BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS ?

BILA YA, TANYAKAN:


LIHAT, DENGAR :
Berapa lama? Hitung napas dalam 1 menit

Dengar adanya stridor


}
Perhatikan, adakah tarikan dinding dada ke dalam.
ANAK HARUS TENANG

Tanyakan adanya batuk atau sukar bernapas pada SEMUA anak sakit.

TANYA : Apakah anak menderita batuk atau sukar bernapas?


"Sukar bernapas" adalah pola pernapasan yang tidak biasa. Para ibu
menggambarkannya dengan berbagai cara. Mereka mungkin mengatakan
bahwa anaknya bernapas “cepat” atau “berbunyi” atau “terputus-putus."
 Jika ibu menjawab TIDAK, periksa apakah menurut pendapat saudara anak
itu batuk atau sukar bernapas. Jika anak tidak batuk atau sukar bernapas,
tidak perlu memeriksa anak lebih lanjut untuk tanda-tanda yang
berhubungan dengan batuk atau sukar bernapas. Selanjutnya tanyakan
tentang keluhan utama berikutnya, diare.
 Jika jawabnya YA, ajukan pertanyaan berikut ini :

TANYA : Sudah berapa lama?


Anak dengan batuk atau sukar bernapas selama lebih dari 3 minggu berarti
menderita batuk kronis. Kemungkinan ini adalah tanda TBC, asma, batuk rejan
atau penyakit lain.
HITUNG frekuensi napas dalam satu menit.
Hitung frekuensi napas anak itu dalam satu menit untuk menentukan apakah
anak bernapas dengan cepat. Beritahu ibu bahwa saudara akan menghitung
napas anaknya, untuk itu ibu diminta agar menjaga anaknya tetap tenang. Jika
anak sedang tidur, jangan dibangunkan. Jika anak takut, menangis atau marah,
saudara tidak dapat menghitung napas anak dengan tepat.
.
Untuk menghitung napas dalam satu menit:
1. Terdapat tiga cara yang benar dalam menghitung frekuensi napas:
a. Gunakan timer yang berbunyi setelah satu menit (60 detik). Hitunglah
napas anak selama satu menit.
b. Memakai jam tangan yang mempunyai jarum detik. Bisa meminta
bantuan orang lain untuk memberi aba-aba setelah 60 detik,
sehingga saudara bisa sepenuhnya mengamati pernapasan anak.
Kalau tidak ada orang lain yang bisa membantu, buatlah posisi jam
sedemikian sehingga saudara bisa melihat jarumnya dan sekaligus
melihat gerak pernapasan anak.
c. Gunakan jam tangan dengan jarum detik atau jam digital. Hitung
pernapasan sampai ke batas napas cepat (sesuai umur), kemudian
segera melihat jam. Bila pernapasan anak normal, maka saudara
akan memerlukan waktu menghitung lebih dari satu menit.
2. Amati gerakan napas pada dada atau perut anak itu. Biasanya saudara
dapat melihat gerakan napasnya meskipun pakaiannya tidak dibuka. Jika
saudara tidak dapat melihat gerakan napas dengan jelas, mintalah ibu
membuka baju anak.
Jika saudara tidak yakin akan hitungan napas dalam 1 menit (misalnya jika
anak terus bergerak dan sulit untuk memperhatikan dadanya atau jika anak
menangis), ulangi penghitungan.

Batas napas cepat tergantung pada umur anak.

Jika umur anak: Anak itu dikatakan bernapas cepat jika :


2 sampai 12 bulan : Frekuensi napas : 50 kali per menit atau lebih.
12 bulan sampai 5 tahun : Frekuensi napas : 40 kali per menit atau lebih.

Catatan:
Anak yang tepat berumur 12 bulan dikatakan bernapas cepat jika
frekuensi napasnya: 40 kali per menit atau lebih.

Sebelum saudara mencari dua tanda selanjutnya ”tarikan dinding dada ke


dalam dan stridor” , perhatikan anak itu untuk menentukan kapan ia
MENARIK napas dan kapan ia MENGELUARKAN napas.

LIHAT tarikan dinding dada ke dalam.


Jika saudara tidak membuka baju anak pada saat saudara menghitung napas,
ibu diminta membukanya sekarang.
Lihat apakah dinding dada tertarik ke dalam pada saat anak itu MENARIK
napas. Perhatikan dada bagian bawah (rusuk terbawah).
Anak dikatakan mempunyai tarikan dinding dada ke dalam jika dinding dada
bagian bawah MASUK ke dalam ketika anak MENARIK napas.
Pada pernapasan normal, seluruh dinding dada (atas dan bawah) dan perut
bergerak KELUAR ketika anak MENARIK napas. Jika ada tarikan dinding dada
ke dalam, berarti dinding dada bagian bawah akan MASUK ke dalam apabila
anak MENARIK napas.
Jika saudara tidak yakin ada tarikan dinding dada ke dalam, periksa lagi. Jika
tubuh anak tertekuk di pinggangnya, ibu diminta mengganti posisi anaknya
sehingga anak berbaring lurus di pangkuannya. Jika saudara masih tetap tidak
melihat dinding dada bawah MASUK ke dalam pada saat anak MENARIK
napas, maka dikatakan anak itu tidak terdapat tarikan dinding dada ke dalam.
Tarikan dinding dada ke dalam dikatakan benar-benar ada jika terlihat
dengan jelas dan berlangsung setiap waktu.
Jika saudara melihat dinding dada anak itu tertarik ke dalam hanya pada saat
anak menangis atau diberi makan, berarti tidak terdapat tarikan dinding dada
ke dalam.
Jika yang tertarik ke dalam itu hanya jaringan lunak di antara rusuk pada saat
anak menarik napas (yang juga disebut tarikan interkostal atau retraksi
interkostal), berarti anak tidak mengalami tarikan dinding dada ke dalam. Pada
pemeriksaan ini, tarikan dinding dada ke dalam adalah tarikan dinding dada
bawah. Disini tidak termasuk tarikan interkostal.

Anak MENARIK napas dan TAMPAK tarikan dinding


Anak MENGELUARKAN napas dada bagian bawah ke dalam

MTBS – MODUL 2 – 2008 10


DENGAR ADANYA STRIDOR.

Stridor adalah bunyi yang kasar yang terdengar pada saat anak MENARIK
napas. Stridor terjadi apabila ada pembengkakan pada laring, trakhea atau
epiglottis, sehingga menyebabkan sumbatan yang menghalangi masuknya
udara ke dalam paru dan dapat mengancam jiwa anak. Anak yang menderita
stridor pada saat tenang, menunjukkan suatu keadaan yang berbahaya.
Untuk melihat dan mendengar stridor, amati ketika anak MENARIK napas.
Dekatkan telinga saudara ke mulut anak karena adakalanya stridor sulit
didengar.
Kadang-kadang saudara mendengar suara basah jika hidung anak tersumbat.
Bersihkan hidung dan dengarkan lagi.
Saudara mungkin akan mendengar suara nyaring “wheezing” pada saat anak
MENGELUARKAN napas. Ini bukan stridor.

Fasilitator akan menjelaskan tentang tabel klasifikasi

3.2. KLASIFIKASI BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS.


Gejala dan Klasifikasi penyakit tercantum pada bagan PENILAIAN &
KLASIFIKASI dalam tabel Klasifikasi. Pada umumnya tabel klasifikasi
mempunyai tiga lajur, merah muda, kuning dan hijau. Warna lajur ini
menunjukkan dengan cepat apakah anak menderita sakit yang serius.
Saudara juga dapat memilih dengan cepat pengobatan yang tepat.
 Klasifikasi pada lajur merah muda berarti anak memerlukan perhatian
dan harus segera dirujuk. Ini adalah klasifikasi yang berat.
 Klasifikasi pada lajur kuning berarti anak memerlukan tindakan khusus,
misalnya pemberian antibiotik, antimalaria, cairan dengan pengawasan
(Rencana Terapi B), atau pengobatan lainnya.
 Klasifikasi pada lajur hijau berarti anak tidak memerlukan tindakan medis
khusus. Petugas kesehatan mengajari ibu cara merawat anak di rumah.
Tergantung kombinasi keluhan dan gejala, maka anak diklasifikasikan dalam
lajur merah muda, kuning atau hijau.

Jadi, seorang anak diklasifikasikan hanya sekali dalam satu tabel


klasifikasi.
Ada tiga kemungkinan klasifikasi bagi anak dengan batuk atau sukar bernapas,
yaitu:
GEJALA KLASIFIKASI
 Ada tanda bahaya umum atau
 Tarikan dinding dada ke dalam PNEUMONIA BERAT atau
atau PENYAKIT SANGAT BERAT
 Stridor

 Napas cepat PNEUMONIA

Tidak ada tanda-tanda pneumonia BATUK :


atau penyakit sangat berat. BUKAN PNEUMONIA

Cara menggunakan tabel klasifikasi :

Setelah saudara menilai gejala-gejala utama dan gejala lain yang berkaitan,
klasifikasikan penyakit anak. Berikut ini adalah contoh klasifikasi batuk atau
sukar bernapas:
1. Lihat lajur merah muda (paling atas).
Apakah anak mempunyai tanda bahaya umum? Apakah ada tarikan
dinding dada ke dalam atau adakah stridor?
Jika ditemukan salah satu tanda yang termasuk dalam lajur merah muda,
pilih klasifikasi berat: PNEUMONIA BERAT ATAU PENYAKIT SANGAT
BERAT.

2. Jika anak tidak termasuk klasifikasi berat, lihat lajur kuning (kedua).
Apakah anak bernapas dengan cepat? Jika anak tidak termasuk dalam
klasifikasi berat tetapi bernapas dengan cepat, pilih klasifikasi di lajur
kuning, PNEUMONIA.

3. Jika anak tidak termasuk klasifikasi berat (klasifikasi lajur merah muda)
atau klasifikasi lajur kuning, lihat lajur hijau (paling bawah), pilih klasifikasi
BATUK : BUKAN PNEUMONIA

4. Apabila saudara menggunakan tabel klasifikasi, mulailah dengan lajur


paling atas. Dalam tiap tabel klasifikasi, anak hanya termasuk dalam satu
klasifikasi. Jika anak menunjukkan tanda-tanda yang ada pada lebih
dari satu lajur, pilih selalu klasifikasi yang lebih berat.

CONTOH :
a) Seorang anak dengan batuk, hanya mempunyai gejala napas cepat, maka
klasifikasi anak ini adalah PNEUMONIA.

 Ada tanda bahaya umum atau


PNEUMONIA BERAT atau
 Tarikan dinding dada ke dalam atau
PENYAKIT SANGAT BERAT
 Stridor

 Napas cepat
PNEUMONIA

Tidak ada tanda-tanda pneumonia atau


penyakit sangat berat BATUK : BUKAN PNEUMONIA

b) Seorang anak dengan batuk, menunjukkan tanda bahaya umum dan


bernapas cepat. Klasifikasikan anak ini dalam klasifikasi yang paling berat -
PNEUMONIA BERAT ATAU PENYAKIT SANGAT BERAT.

 Ada tanda bahaya umum atau


PNEUMONIA BERAT atau
 Tarikan dinding dada ke dalam atau
PENYAKIT SANGAT BERAT
 Stridor

 Napas cepat
PNEUMONIA

Tidak ada tanda-tanda pneumonia atau


BATUK : BUKAN PNEUMONIA
penyakit sangat berat

Selanjutnya ada demonstrasi tentang penggunaan bagan


Berikut ini adalah gambaran mengenai tiap klasifikasi batuk atau sukar
bernapas.

PNEUMONIA BERAT ATAU PENYAKIT YANG SANGAT BERAT


Anak dengan batuk atau sukar bernapas dan mempunyai salah satu tanda-
tanda berikut ini ” tanda bahaya umum, tarikan dinding dada ke dalam atau
stridor” diklasifikasikan sebagai PNEUMONIA BERAT ATAU PENYAKIT
SANGAT BERAT (bronkhiolitis, batuk rejan atau asma)
Tarikan dinding dada ke dalam mungkin merupakan satu-satunya tanda
pneumonia berat. Anak dengan tarikan dinding dada ke dalam mempunyai
risiko kematian akibat pneumonia yang lebih besar daripada anak yang
bernapas cepat dan tidak mempunyai tarikan dinding dada ke dalam.

PNEUMONIA
Anak dengan batuk atau sukar bernapas yang bernapas cepat dan tidak ada
tanda-tanda yang ada pada lajur merah muda, diklasifikasikan sebagai
menderita PNEUMONIA.

BATUK : BUKAN PNEUMONIA


Anak dengan batuk atau sukar bernapas yang tidak menunjukkan tanda
bahaya umum, tidak ada tarikan dinding dada ke dalam, tidak ada stridor dan
tidak ada napas cepat, diklasifikasikan sebagai: BATUK : BUKAN
PNEUMONIA.
Anak dengan batuk-pilek, biasanya akan membaik dalam satu atau dua
minggu. Anak dengan batuk kronis (batuk lebih dari 3 minggu ) mungkin
menderita TBC, asma, batuk rejan atau penyakit lain. Rujuk anak dengan
batuk kronis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Anak perokok pasif yaitu anak yang hidup dalam lingkungan perokok, akan
lebih banyak yang menderita batuk berulang. Keadaan ini harus menjadi
perhatian pada pemeriksaan anak dengan batuk berulang.

CONTOH : Baca studi kasus ini. Pelajari juga cara petugas kesehatan
mengklasifikasikan penyakit anak ini.
Azizah anak perempuan umur 18 bulan. Berat badan 11,5 kg. Panjang badan
81 cm, Suhu badan 37,5°C. Ibu membawanya ke klinik karena batuk dan sukar
bernapas. Ini adalah kunjungan pertama untuk penyakit ini.
Petugas kesehatan memeriksa Azizah untuk tanda-tanda bahaya umum.
Azizah bisa minum, tidak muntah, tidak kejang. Ia sadar dan tidak letargis.
Ibu mengatakan bahwa Azizah batuk selama 6 atau 7 hari. Azizah duduk
tenang di pangkuan ibunya. Petugas kesehatan menghitung napasnya dalam
satu menit, ternyata 41 kali per menit. Karena umur Azizah lebih dari 12 bulan,
batas penentuan napas cepat adalah 40 kali per menit. Jadi Azizah bernapas
cepat.
Petugas kesehatan tidak melihat adanya tarikan dinding dada ke dalam dan
tidak mendengar stridor.

1. Berikut ini adalah cara petugas kesehatan mencatat informasi tentang


Azizah dan tanda-tanda penyakitnya :

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal kunjungan :

Nama anak : Azizah L/ P Umur : 11 bl_ BB :_11.5_ kg PB / TB 81 cm Suhu : _37.5_oC


Tanyakan: Anak ibu sakit apa ?_Batuk, sukar
Kunjungan pertama?_  Kunjungan ulang?
bernapas
PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda bahaya
Ingatlah
umum?
untuk merujuk
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. Ya Tidak_
setiap anak
 Memuntahkan semuanya. Ingatlah adanya
yang
 Kejang. tanda bahaya
mempunyai
umum dalam
tanda bahaya
menentukan
umum
klasifikasi

APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya _ Tidak


 Hitung napas dalam 1 menit.
 Sudah berapa lama? _41 kali/menit. Napas cepat ?
_6 hari  Lihat tarikan dinding dada
Pneumonia
 Dengar adanya stridor

2. Untuk mengklasifikasikan penyakit Azizah, petugas kesehatan melihat tabel


klasifikasi untuk Batuk atau Sukar Bernapas.
a) Pertama, ia memeriksa apakah Azizah menunjukkan tanda yang ada
dalam lajur merah muda. Azizah tidak menunjukkan tanda bahaya
umum, juga tidak menunjukkan tanda lainnya untuk klasifikasi yang
berat.

b) Berikutnya, petugas kesehatan melihat ke lajur kuning. Azizah


menunjukkan tanda yang ada di lajur kuning, yaitu bernapas cepat.
Petugas mengklasifikasikan penyakit Azizah sebagai PNEUMONIA.

3. Ia menulis PNEUMONIA pada Formulir Pencatatan.


LATIHAN B
Dalam latihan ini, saudara akan mempraktekkan cara mencatat gejala yang
berhubungan dengan batuk atau sukar bernapas, sekaligus meng-
klasifikasikannya. Baca studi kasus berikut ini. Catat gejala yang ada pada
Formulir Pencatatan dan klasifikasikan penyakitnya. Untuk mengerjakan
latihan ini, lihat klasifikasi untuk batuk atau sukar bernapas. Gunakan buku
bagan.

Catatan:Jangan lupa untuk memberi tanda () pada "kunjungan


pertama" di bagian atas Formulir Pencatatan setiap kali
saudara mengerjakan suatu studi kasus dalam modul ini.

Kasus 1: Audi
Audi anak perempuan, umur 7 bulan, Berat badan 5,8 kg. Panjang badan 59
cm. Suhu badan 38°C. Ibu berkata anaknya batuk sela ma 2 hari. Petugas
kesehatan memeriksa tanda-tanda bahaya umum. Ibu berkata bahwa Audi
dapat menyusu. Ia tidak muntah dan tidak kejang. Anak sadar dan tidak
letargis.
Frekuensi pernapasan Audi : 58 kali per menit. Ia tidak melihat tarikan dinding
dada ke dalam dan tidak mendengar stridor.
Catat gejala-gejala Audi dan klasifikasinya pada Formulir Pencatatan berikut :

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal kunjungan :

Nama anak : L / P Umur : BB : kg PB/TB cm Suhu : o


C
Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda bahaya
Ingatlah
umum?
untuk merujuk
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. Ya Tidak
setiap anak
 Memuntahkan semuanya. Ingatlah adanya
yang
 Kejang. tanda bahaya
mempunyai
umum dalam
tanda bahaya
menentukan
umum
klasifikasi

APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak


 Hitung napas dalam 1 menit.
 Sudah berapa lama? kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor
Kasus 2 : Anindita

Anindita anak perempuan, umur 22 bulan. Berat badan 11 kg, Panjang badan
83 cm dan suhu badan 37°C. Ibu berkata anak batuk selama 3 hari.
Petugas kesehatan memeriksa tanda bahaya umum. Ibu berkata bahwa anak
bisa minum, tidak muntah dan tidak kejang. Anak sadar dan tidak letargis.
Petugas kesehatan menghitung napas : 38 kali per menit, tidak melihat tarikan
dinding dada ke dalam dan tidak mendengar stridor ketika mendengarkan
napas anak itu.
Catat gejala-gejala Anindita pada Formulir Pencatatan berikut ini.
Klasifikasikan penyakit Anindita dan tulis jawaban saudara dalam kolom
klasifikasi.

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB kg PB/TB cm Suhu : C

Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda bahaya
Ingatlah
umum?
untuk merujuk
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. Ya Tidak
setiap anak
 Memuntahkan semuanya. Ingatlah adanya
yang
 Kejang. tanda bahaya
mempunyai
umum dalam
tanda bahaya
menentukan
umum
klasifikasi

APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak


 Hitung napas dalam 1 menit.
 Sudah berapa lama? kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

Beritahu fasilitator apabila saudara sudah menyelesaikan latihan ini


LATIHAN C

Catatan: Maksud gambar seperti di atas adalah bahwa saudara akan berlatih
melalui video. Dalam latihan video, saudara melihat contoh gejala dan berlatih
untuk mengenalinya. Saudara juga melihat demonstrasi yang memperlihatkan
cara menilai anak untuk gejala-gejala utama tertentu. Saudara akan berlatih
menilai dan mengklasifikasikan penyakit anak.

Dalam latihan ini saudara berlatih mengenali tanda bahaya umum. Saudara
juga akan berlatih menilai batuk atau sukar bernapas.

1. Untuk setiap anak yang ditayangkan jawab pertanyaan berikut:

Apakah anak letargis atau tidak sadar ?


YA TIDAK
Anak 1
Anak 2
Anak 3
Anak 4

2. Untuk setiap anak yang ditayangkan jawab pertanyaan berikut:

Apakah anak ini


Frekuensi bernapas cepat ?
Umur
napas/menit
YA TIDAK

Mano

Wumbi
3. Untuk setiap anak yang ditayangkan jawab pertanyaan berikut:

Apakah ada tarikan dinding dada ke dalam ?


YA TIDAK
Mary
Jenna
Ho
Anna
Lo

4. Untuk setiap anak yang ditayangkan jawab pertanyaan berikut:

Apakah terdengar stridor ?


YA TIDAK
Petty
Helen
Simbu
Hassan

Studi Kasus Video: Perhatikan studi kasus berikut ini. Catat keluhan dan
gejala anak itu (Ben) pada Formulir Pencatatan di bawah ini. Kemudian
klasifikasikan penyakitnya.

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L/P Umur : BB kg PB/TB cm Suhu : C

Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda bahaya
Ingatlah
umum?
untuk merujuk
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. Ya Tidak
setiap anak
 Memuntahkan semuanya. Ingatlah adanya
yang
 Kejang. tanda bahaya
mempunyai
umum dalam
tanda bahaya
menentukan
umum
klasifikasi

APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak


  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor
4.0. PENILAIAN DAN KLASIFIKASI DIARE

Diare terjadi apabila tinja mengandung air yang lebih banyak dari normal. Diare
juga disebut berak encer atau cair. Diare biasanya terjadi pada anak-anak
umur antara 6 bulan sampai 2 tahun. Pada bayi umur kurang dari 6 bulan diare
biasanya terjadi karena minum susu sapi atau susu formula. Sering berak tapi
tinjanya normal bukanlah diare. Frekuensi berak yang normal dalam satu hari
beragam tergantung pada diet dan umur anak.

Biasanya ibu tahu jika anaknya menderita diare. Mereka dapat mengatakan
bahwa berak anaknya encer atau cair. Ibu bisa saja menggunakan istilah lokal
untuk diare.

Bayi yang mendapat ASI eksklusif biasanya beraknya lembek; ini bukan diare.
Ibu yang menyusui bayinya dapat mengenal diare karena konsistensi dan
frekuensi berak anaknya tidak normal.

APA SAJA JENIS DIARE ?


Sebagian besar diare yang menyebabkan dehidrasi berat adalah diare karena
kolera.
Jika diare berlangsung selama 14 hari atau lebih, disebut DIARE PERSISTEN.
Sekitar 20% dari diare akan berlanjut menjadi diare persisten yang seringkali
menyebabkan kurang gizi dan kematian.
Diare dengan darah dalam tinja, dengan atau tanpa lendir, disebut DISENTERI.
Pada umumnya disenteri disebabkan oleh Shigela. Disenteri amuba biasanya
tidak terjadi pada anak kecil. Seorang anak bisa saja sekaligus menderita diare
cair dan disenteri.

4.1 MENILAI DIARE

Anak yang menderita diare dinilai dalam hal :

 Berapa lama anak menderita diare.


 Adakah darah dalam tinja untuk menentukan apakah anak menderita
disenteri.
 Adakah tanda-tanda dehidrasi.

Perhatikan langkah-langkah berikut ini untuk menilai anak yang menderita diare
(lihat Buku bagan halaman 3) :

MTBS – MODUL 2 – 2008 20


Apakah anak menderita diare ?
JIKA YA,
TANYAKAN : LIHAT dan RABA :
 Sudah berapa lama ?  Lihat keadaan umum anak :
 Adakah darah Apakah :
dalam tinja ? - Letargis atau tidak sadar ?
- Gelisah dan rewel / mudah marah
?
 Lihat apakah matanya cekung ?
 Beri anak minum. Apakah anak :
- Tidak bisa minum atau malas
minum ?
- Haus, minum dengan lahap ?
 Cubit kulit perut untuk mengetahui
turgor.
Apakah kembalinya :
- Sangat lambat (lebih dari 2 detik) ?
- Lambat ?

Tanyakan tentang diare pada SEMUA anak:

TANYA : Apakah anak menderita diare?


Gunakan istilah untuk diare yang dimengerti oleh ibu.
Jika ibu menjawab TIDAK, saudara tidak perlu memeriksa anak itu
untuk gejala diare. Tanyakan keluhan utama berikutnya, demam.
Jika ibu menjawab YA, catat jawabannya. Kemudian lakukan
penilaian untuk tanda-tanda dehidrasi, diare persisten dan disentri.

TANYA : Sudah berapa lama?


Diare yang berlangsung 14 hari atau lebih adalah diare persisten.
Beri waktu yang cukup kepada ibu untuk menjawab pertanyaan
saudara. Ia mungkin perlu waktu untuk mengingat kembali jumlah
hari yang tepat.

TANYA : Adakah darah dalam tinja?


Tanyakan apakah ibu pernah melihat darah dalam tinja anaknya
selama episode diare ini.

Selanjutnya, periksa tanda-tanda dehidrasi.

LIHAT keadaan umum anak. Apakah anak letargis atau tidak sadar?
Gelisah atau rewel?
Pada saat saudara memeriksa tanda bahaya umum, saudara sudah melihat
apakah anak letargis atau tidak sadar. Ingatlah untuk menggunakan tanda
bahaya umum ini apabila saudara mengklasifikasikan diare anak itu.
Anak dengan dehidrasi, pada mulanya tampak gelisah atau rewel, jika
berlanjut, menjadi letargis atau tidak sadar.
Anak menunjukkan tanda gelisah atau rewel jika selalu gelisah atau rewel
tiap kali disentuh atau diperiksa. Jika bayi atau anak dalam keadaan tenang
saat disusui tetapi menjadi gelisah atau rewel lagi jika berhenti diteteki, berarti
menunjukkan tanda "gelisah atau rewel".
Banyak anak yang terganggu hanya karena mereka berada dalam klinik.
Biasanya anak-anak ini dapat dibujuk dan ditenangkan. Mereka tidak
menunjukkan tanda "gelisah atau rewel ".

LIHAT apakah matanya cekung.


Jika tubuh anak kehilangan cairan, mata akan kelihatan cekung. Tentukan
apakah menurut saudara mata anak cekung. Kemudian tanyakan kepada ibu
apakah menurut ibu, mata anak kelihatan lain dari biasanya. Pendapat ibu
dapat membantu saudara memastikan bahwa mata anak cekung.
Catatan :
Pada anak dengan kurang gizi berat yang kelihatan sangat kurus (yaitu, jika
ia menderita marasmus), matanya mungkin selalu kelihatan cekung,
meskipun anak tidak menderita dehidrasi. Meskipun mata cekung kurang
dapat diandalkan pada anak yang sangat kurus, tetaplah gunakan gejala
tersebut untuk mengklasifikasikan derajat dehidrasi anak.

BERI anak minum. Apakah anak tidak bisa minum atau malas minum?
minum dengan lahap, haus?
Mintalah ibu untuk memberi air dari cangkir atau sendok. Perhatikan anak
ketika minum.
Anak tidak bisa minum jika ia tidak dapat memasukkan cairan ke dalam
mulutnya dan menelannya, misalnya karena ia letargis atau tidak sadar. Anak
itu mungkin tidak dapat mengisap atau menelan.
Anak malas minum jika ia lemah dan tidak bisa minum tanpa dibantu. Ia
mungkin dapat menelan apabila cairan dimasukkan ke dalam mulutnya.
Anak menunjukkan minum dengan lahap, haus jika jelas bahwa anak itu
berusaha meraih cangkir atau sendok ketika saudara memberi air kepadanya
dan minum dengan rakus. Apabila air disingkirkan, amati apakah anak akan
merajuk karena ingin minum lagi.
Jika anak mau minum hanya dengan bujukan dan tidak mau minum lagi, ia
tidak menunjukkan tanda "minum dengan lahap, haus."

CUBIT kulit perut anak. Apakah kembalinya: sangat lambat (lebih dari 2
detik)? Atau lambat?
Ibu diminta meletakkan anak di atas meja periksa pada posisi telentang dengan
lengan di samping (tidak di atas kepalanya) dan kaki lurus. Saudara juga bisa
meminta ibu untuk menelentangkan anak pada pangkuannya.
Cari daerah pada perut anak di tengah antara pusar dan sisi perutnya. Cubit
kulit anak dengan ibu jari dan jari telunjuk saudara. Jangan menggunakan
ujung jari, karena akan menimbulkan rasa sakit.
Lipatan kulit yang dicubit harus sejajar dengan tubuh anak dari atas ke bawah
dan tidak melintang tubuh anak. Angkat semua lapisan kulit dan jaringan di
bawahnya dengan mantap.
Cubit kulit perut anak, kemudian lepaskan. Ketika saudara melepaskan kulit
itu, amati dan lihat apakah kulit yang dicubit itu kembali lagi dengan :
 Sangat lambat (lebih dari 2 detik).
 Lambat.
 Segera.
Jika kulit tetap terangkat tinggi dalam waktu lebih dari 2 detik setelah
dilepaskan, berarti cubitan kulit kembali sangat lambat.
Jika kulit tetap terangkat tinggi, walaupun hanya sebentar (kurang dari 2 detik)
setelah dilepaskan, berarti cubitan kulit kembali dengan lambat.

Catatan:

Pada anak dengan kurang gizi berat yang kelihatan sangat kurus, cubitan kulit
mungkin akan kembali dengan lambat meskipun anak tidak menderita
dehidrasi. Sebaliknya, anak yang terlalu gemuk atau anak dengan edema,
cubitan kulit mungkin akan kembali dengan segera meskipun anak menderita
dehidrasi. Meskipun cubitan kulit perut kurang dapat diandalkan pada anak-
anak ini, tetap gunakan gejala tersebut untuk mengklasifikasikan derajat
dehidrasi anak.
LATIHAN D

Dalam latihan ini saudara akan melihat foto anak-anak dengan diare dan
mengenali tanda-tanda dehidrasi.

Bagian 1:

Amati gambar 1 dan 2 dalam buku kumpulan foto. Baca keterangan untuk tiap
gambar:

Foto 1 : Mata anak ini cekung.


Foto 2 : Cubitan kulit perut anak kembali dengan sangat lambat.

Bagian 2:

Amati gambar 3 sampai dengan 7. Kemudian tulis jawaban saudara untuk


pertanyaan-pertanyaan ini:

Foto 3 : Amati mata anak ini. Apakah cekung?


Foto 4 : Amati mata anak ini. Apakah cekung?
Foto 5 : Amati mata anak ini. Apakah cekung?
Foto 6 : Amati mata anak ini. Apakah cekung?
Foto 7 : Amati foto cubitan kulit perut.
Apakah kulit kembali dengan lambat atau sangat lambat?

Jika saudara telah mengenali tanda dehidrasi dalam foto-foto tersebut, diskusikan jawaban saudara dengan fasilitator
4.2 KLASIFIKASI DIARE

Ada tiga klasifikasi untuk diare.


 Semua anak dengan diare diklasifikasikan menurut derajat dehidrasinya.
 Jika anak menderita diare selama 14 hari atau lebih, klasifikasikan juga
anak untuk diare persisten.
 Jika ada darah dalam tinjanya, klasifikasikan juga untuk disenteri.

4.2.1 Klasifikasi Dehidrasi


Ada tiga kemungkinan klasifikasi untuk dehidrasi pada anak dengan diare:
(lihat Bagan)

Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut :


 Letargis atau tidak sadar. DIARE
 Mata cekung. DEHIDRASI
 Tidak bisa minum atau malas minum. BERAT
 Cubitan kulit perut kembali sangat
lambat.

Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut : DIARE


 Gelisah, rewel / mudah marah. DEHIDRASI
 Mata cekung. RINGAN/
 Haus, minum dengan lahap. SEDANG
 Cubitan kulit perut kembali lambat.

Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan DIARE


sebagai diare dehidrasi berat atau ringan / TANPA
sedang. DEHIDRASI

Untuk mengklasifikasikan derajat dehidrasi anak, mulailah dengan lajur merah


muda.
 Jika ada dua atau lebih tanda pada lajur merah muda, klasifikasikan anak
sebagai DIARE DEHIDRASI BERAT.
 Jika tidak ada dua atau lebih tanda pada lajur merah muda, lihat lajur
kuning. Jika ada dua atau lebih tanda pada lajur ini, klasifikasikan anak
sebagai DIARE DEHIDRASI RINGAN/ SEDANG.
 Jika tidak ada dua atau lebih tanda pada lajur kuning, klasifikasikan anak
sebagai DIARE TANPA DEHIDRASI. Anak ini tidak menunjukkan cukup
tanda untuk diklasifikasikan sebagai DEHIDRASI RINGAN/SEDANG,
karena hanya ada satu tanda dehidrasi atau kehilangan cairan tidak
menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
CONTOH :
Riani anak perempuan, umur 4 bulan dibawa ke klinik karena diare selama
5 hari. Ia tidak menunjukkan tanda bahaya umum dan tidak batuk. Petugas
menilai diare anak.

Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut :


 Letargis atau tidak sadar
 Mata cekung DIARE
DEHIDRASI BERAT
 Tidak bisa minum atau malas minum
 Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat

Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut :


 Gelisah, rewel/mudah marah DIARE
 Mata cekung DEHIDRASI
RINGAN/ SEDANG
 Haus, minum dengan lahap
 Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat

 Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan DIARE


sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang. TANPA DEHIDRASI

Riani tidak menunjukkan dua tanda dari lajur merah muda, berarti ia tidak
menderita DIARE DEHIDRASI BERAT.
Riani menunjukkan dua tanda dari lajur kuning, sehingga klasifikasi dehidrasi
anak ini adalah : DIARE DEHIDRASI RINGAN/ SEDANG.

Petugas mencatat klasifikasi Riani pada Formulir Pencatatan.

APAKAH ANAK DIARE ? Ya _ Tidak


 Sudah berapa lama
_5_hari  Lihat keadaan umum anak. Diare Dehidrasi ringan/ sedang
 Adakah darah dalam Apakah anak:
tinja ? Letargis atau tidak sadar ?
Gelisah atau rewel?
 Lihat apakah matanya cekung ?
 Beri anak minum. Apakah anak:
Tidak bisa minum atau malas minum ?
Haus, minum dengan lahap?
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya :
Sangat lambat (lebih dari 2 detik) ?
Lambat?

mpin latihan lisan untuk mengkaji ulang langkah-langkah pemeriksaan tanda bahaya umum dan penilaian anak dengan batuk
LATIHAN E

Saudara akan berlatih menilai dan mengklasifikasikan dehidrasi pada anak


dengan diare. Baca studi kasus berikut ini. Gunakan tabel klasifikasi diare
pada bagan. (Lihat Buku Bagan)
1. Meutia anak perempuan, menderita diare selama 5 hari. Tidak ada darah
dalam tinjanya. Ia rewel. Matanya cekung. Menurut ibu, mata Meutia
cekung tidak seperti biasanya. Petugas memberi minum anak. Ia minum
dengan lahap. Cubitan kulit perut kembali dengan lambat.
Catat tanda-tanda dehidrasi dan klasifikasikan pada Formulir Pencatatan.
APAKAH ANAK DIARE ? Ya Tidak

 Sudah berapa lama


hari.  Lihat keadaan umum anak.
 Adakah darah Apakah anak:
dalam tinja ? Letargis atau tidak sadar
? Gelisah atau rewel ?
 Lihat apakah matanya cekung ?
 Beri anak minum. Apakah anak :
Tidak bisa minum atau malas minum ?
Haus, minum dengan lahap ?
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya :
Sangat lambat (lebih dari 2 detik) ?
Lambat ?

2. Erwin anak laki-laki, menderita diare selama 3 hari. Tidak ada darah dalam
tinjanya. Anak itu sadar dan tidak letargis. Ia tidak rewel atau gelisah.
Matanya cekung. Ia bisa minum, tapi tidak haus. Cubitan kulit perut kembali
segera.
Catat tanda-tanda dehidrasi dan klasifikasikan pada Formulir Pencatatan.
APAKAH ANAK DIARE ? Ya Tidak

 Sudah berapa lama


hari  Lihat keadaan umum anak.
 Adakah darah Apakah anak:
dalam tinja ? Letargis atau tidak sadar
? Gelisah atau rewel ?
 Lihat apakah matanya cekung ?
 Beri anak minum. Apakah anak :
Tidak bisa minum atau malas minum ?
Haus, minum dengan lahap ?
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
L
a
m
b
a
t

?
3. Nirina anak perempuan, menderita diare selama 2 hari. Tidak ada darah
dalam tinjanya. Ia gelisah dan rewel. Matanya cekung. Ia tidak bisa minum.
Cubitan kulit perut kembali dengan sangat lambat.

Catat tanda-tanda dehidrasi dan klasifikasikan pada Formulir Pencatatan:

APAKAH ANAK DIARE ? Ya Tidak

 Sudah berapa lama


hari.  Lihat keadaan umum anak.
 Adakah darah Apakah anak:
dalam tinja ? Letargis atau tidak sadar
? Gelisah atau rewel ?
 Lihat apakah matanya cekung ?
 Beri anak minum. Apakah anak :
Tidak bisa minum atau malas minum?
Haus, minum dengan lahap ?
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya :
Sangat lambat (lebih dari 2 detik) ?
Lambat ?

Beritahu fasilitator apabila saudara sudah menyelesaikan latihan ini

4.2.2. Klasifikasi Diare Persisten


Setelah saudara mengklasifikasikan dehidrasi anak, klasifikasikan juga untuk
diare persisten jika anak itu menderita diare selama 14 hari atau lebih.
Ada dua klasifikasi untuk diare persisten (lihat Buku Bagan).

Ada dehidrasi DIARE PERSISTEN BERAT

Tanpa dehidrasi DIARE PERSISTEN

DIARE PERSISTEN BERAT


Jika seorang anak menderita diare selama 14 hari atau lebih dan juga
menderita dehidrasi berat atau ringan/sedang, klasifikasikan sebagai DIARE
PERSISTEN BERAT.

DIARE PERSISTEN
Seorang anak dengan diare selama 14 hari atau lebih dan tidak menunjukkan
tanda-tanda dehidrasi, klasifikasikan sebagai DIARE PERSISTEN.
4.2.3. Klasifikasi Disenteri
Hanya ada satu klasifikasi untuk disenteri, yaitu : DISENTERI
(lihat Buku Bagan)

 Darah dalam tinja DISENTERI

DISENTERI
Seorang anak dengan diare dan ada darah dalam tinjanya, diklasifikasikan
DISENTERI.

Catatan :
Seorang anak dengan diare mungkin mempunyai satu atau lebih klasifikasi
untuk diare.
Catat semua klasifikasi diare anak itu pada kolom Klasifikasi dalam Formulir
Pencatatan. Misalnya, anak ini diklasifikasikan sebagai menderita DIARE
TANPA DEHIDRASI dan DISENTERI.
Cara petugas kesehatan mencatat klasifikasinya sebagai berikut

APAKAH ANAK DIARE? Ya _ Tidak

 Sudah berapa lama


_5 hari  Lihat keadaan umum anak.
 Adakah darah Apakah anak: Diare
dalam tinja ? Letargis atau tidak sadar
? Gelisah atau rewel? tanpa dehidrasi
 Lihat apakah matanya cekung ?
 Beri anak minum. Apakah anak:
Tidak bisa minum atau malas minum ?
Haus, minum dengan lahap? Disenteri
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?
LATIHAN F
Saudara akan berlatih mengklasifikasikan beberapa anak dengan diare. Baca
studi kasus ini. Catat semua gejala dan klasifikasikan pada Formulir
Pencatatan. Anggaplah semua kasus merupakan kunjungan pertama.

Kasus 1 : Ratri
Ratri anak perempuan, umur 14 bulan. Berat badan 12 kg. Panjang badan 94
cm. Suhu badan 37.5°C. Ibu berkata bahwa anak mende rita diare selama 3
minggu, tidak ada tanda-tanda bahaya umum, tidak batuk atau sukar
bernapas.
Petugas kesehatan memeriksa diare Ratri. Ibu mengatakan bahwa tidak ada
darah dalam tinja anak. Anak tampak selalu rewel dan gelisah. Matanya tidak
cekung. Ia minum dengan lahap. Cubitan kulit perut kembali segera.
Catat gejala pada Ratri dan klasifikasikan pada Formulir Pencatatan.

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal Kunjungan :

Nama anak: L/P Umur: BB kg PB/TB cm Suhu °C

Tanyakan : Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda Ingatlah
bahaya umum? untuk
 Tidak bisa minum atau  Letargis atau tidak sadar. Ya Tidak merujuk
menyusu. Ingatlah adanya setiap anak
 Memuntahkan semuanya. tanda bahaya yang
 Kejang. umum dalam mempunyai
menentukan tanda bahaya
klasifikasi umum
APAKAH ANAK BATUK ATAU
SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
 Sudah berapa lama?  Hitung napas dalam 1 menit.
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

MTBS – MODUL 2 – 2008 30


APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak
  Lihat keadaan umum anak.
Sudah berapa lama? Apakah anak :
hari
 Letargis atau tidak sadar
Adakah darah dalam Gelisah atau rewel
tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah :
Tidak bisa minum atau malas
minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut.
Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2detik)?
Lambat?

Kasus 2 : Andi
Andi anak laki-laki, umur 3 tahun. Berat badan 10 kg. Tinggi badan 75 cm.
Suhu badan 370C. Ibu datang hari ini karena Andi batuk dan diare.

Andi tidak menunjukkan tanda bahaya umum dan batuk selama 3 hari. Ia
menghitung napas: 36 kali per menit. Tidak ada tarikan dinding dada ke dalam
atau stridor.

Ibu mengatakan bahwa Andi diare sudah 2 minggu lebih. Tidak ada darah
dalam tinja, anak tampak rewel dan gelisah. Mata tidak cekung, ia dapat minum
tetapi tidak haus. Cubitan kulit perut segera kembali.

Catat gejala Andi dan klasifikasikan pada Formulir Pencatatan.

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal Kunjungan :

Nama anak: L / P Umur BB kg PB/TB cm Suhu ° C

Tanyakan : Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


Ada tanda Ingatlah
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM
bahaya umum? untuk
 Tidak bisa minum atau  Letargis atau tidak sadar. merujuk
menyusu. Ya Tidak
Ingatlah setiap anak
 Memuntahkan semuanya. yang
 Kejang. adanya tanda
bahaya umum mempunyai
dalam tanda bahaya
menentukan umum
klasifikasi

APAKAH ANAK BATUK ATAU


SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
 Sudah berapa lama?  Hitung napas dalam 1 menit.
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor
APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak
 Sudah berapa lama?  Lihat keadaan umum anak.
Apakah anak :
hari
 Letargis atau tidak sadar
Adakah darah dalam Gelisah atau rewel
tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah :
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut.
Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

Kasus 3 : Edo

Edo anak laki-laki, umur 10 bulan. Berat badan 8 kg. Panjang badan 69 cm.
Suhu badan 38.50 C. Ia datang hari ini karena diare selama 3 hari. Ibu melihat
ada darah dalam tinja anak.
Edo sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya umum dan tidak batuk
atau sukar bernapas.
Petugas menilai tanda-tanda dehidrasi. Anak sadar dan tidak letargis, tidak
gelisah atau rewel. Matanya tidak cekung. Ia minum seperti biasa ketika diberi
minum dan tidak kelihatan haus. Cubitan kulit perutnya kembali dengan segera.
Catat gejala Edo dan klasifikasikan pada Formulir Pencatatan di bawah ini.

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal Kunjungan :
°
Nama anak: L/P Umur: BB kg PB/TB cm Suhu C

Tanyakan : Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang? PENILAIAN

(Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


Ada tanda Ingatlah
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM
bahaya umum? untuk
 Tidak bisa minum atau  Letargis atau tidak sadar. merujuk
menyusu. Ya Tidak
Ingatlah setiap anak
 Memuntahkan semuanya. yang
 Kejang. adanya tanda
bahaya umum mempunyai
dalam tanda bahaya
menentukan umum
klasifikasi

APAKAH ANAK BATUK ATAU


SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
 Sudah berapa lama?  Hitung napas dalam 1 menit.
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor
APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak
 Sudah berapa lama?  Lihat keadaan umum anak.
Apakah anak :
hari
 Letargis atau tidak sadar
Adakah darah dalam Gelisah atau rewel
tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah :
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut.
Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

LATIHAN G

Dalam latihan video ini, saudara akan melihat demonstrasi menilai dan
membuat klasifikasi anak dengan diare. Saudara akan melihat dan mengenali
contoh gejala. Kemudian saudara akan melihat suatu studi kasus dan
mencoba menilai dan mengklasifikasikan penyakit anak itu.

1. Jawab pertanyaan untuk tiap-tiap anak :

Apakah mata anak itu cekung?


YA TIDAK
Anak 1
Anak 2
Anak 3
Anak 4
Anak 5
Anak 6

2. Jawab pertanyaan untuk tiap-tiap anak :

Apakah cubitan kulit kembali dengan:


Sangat lambat ? Lambat ? Segera ?
Anak 1
Anak 2
Anak 3
Anak 4
Anak 5
Studi Kasus Video:
Perhatikan studi kasus dan catat gejala anak itu pada Formulir Pencatatan.
Kemudian klasifikasikan penyakitnya.

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal Kunjungan :
°
Nama anak : L / P Umur: BB kg PB/TB cm Suhu C

Tanyakan : Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama ? Kunjungan ulang ?

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


Ada tanda Ingatlah
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM
bahaya umum? untuk
 Tidak bisa minum atau  Letargis atau tidak sadar. merujuk
menyusu. Ya Tidak
Ingatlah setiap anak
 Memuntahkan semuanya. yang
 Kejang. adanya tanda
bahaya umum mempunyai
dalam tanda bahaya
menentukan umum
klasifikasi

APAKAH ANAK BATUK ATAU


SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
 Sudah berapa lama?  Hitung napas dalam 1 menit.
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


 Sudah berapa lama?  Lihat keadaan umum anak.
Apakah anak :
hari
 Letargis atau tidak sadar
Adakah darah dalam Gelisah atau rewel
tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah :
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut.
Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

Pada akhir latihan video ini, akan ada diskusi kelompok


5.0 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI DEMAM
Anak dengan demam mungkin menderita malaria, campak, demam berdarah
atau penyakit berat lainnya. Demam juga bisa timbul hanya karena menderita
batuk pilek saja atau infeksi virus lainnya.

MALARIA
Malaria yang berbahaya adalah yang disebabkan oleh Plasmodium falsiparum.
Demam merupakan tanda utama malaria. Demam bisa terjadi sepanjang
waktu atau hilang timbul dengan jarak waktu yang teratur. Anak dengan
malaria mungkin menderita anemia kronis (tanpa demam) sebagai satu-
satunya tanda penyakit. (Saudara akan membaca lebih banyak tentang
anemia di bagian 8.0.)
Tanda-tanda malaria dapat timbul bersamaan dengan tanda-tanda penyakit
lainnya. Misalnya, anak mungkin sakit malaria dan batuk dengan napas cepat,
suatu tanda Pneumonia.1 Anak ini membutuhkan pengobatan untuk Malaria
dan juga untuk Pneumonia. Anak-anak dengan malaria mungkin juga
menderita diare. Mereka membutuhkan obat anti malaria dan pengobatan
untuk diare.
Di daerah dengan penularan malaria yang tinggi, malaria adalah penyebab
kematian utama pada anak-anak. Kasus malaria tanpa komplikasi dapat
menjadi malaria berat dalam waktu 24 jam setelah demam timbul pertama kali.
Malaria berat adalah malaria dengan komplikasi seperti malaria serebral atau
anemia berat. Anak dapat meninggal jika tidak segera diobati.

Menentukan daerah risiko malaria:


Untuk membuat klasifikasi dan mengobati anak dengan demam, saudara
harus mengetahui risiko malaria di daerah saudara bekerja. Saudara dapat
menanyakan kepada penanggung jawab program pengendalian malaria pada
Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota setempat tentang tingkat risiko malaria.

Pemeriksaan darah malaria secara cepat (RDT- Rapid Diagnostic Test).


Pemeriksaan malaria dapat dilakukan dengan alat diagnotik cepat, praktis dan
tepat. Mekanisme kerja tes ini berdasarkan deteksi antigen parasit malaria,
dengan menggunakan metode imunokromatografi, dalam bentuk dipstik. Tes
ini digunakan sebagai alternatif pemeriksaan mikroskopik malaria, untuk
tersangka penderita malaria di daerah endemis, kejadian luar biasa dan
daerah terpencil. Disamping itu pemeriksaan mikroskopis tetap harus
dilakukan untuk penilaian lebih lanjut pengobatan.
RDT yang digunakan saat ini dapat menentukan apakah penyebabnya
Plasmodium falsiparum atau Vivax atau gabungan.

1
Studi menunjukkan bahwa batuk dan napas cepat merupakan gejala yang sering terjadi pada anak
yang demam dan malaria falsiparum yang diperkuat dengan hasil laboratorium. Klinikus yang sudah ahli
pun membutuhkan tes laboratorium untuk dapat menentukan secara pasti perbedaan antara malaria
falsiparum dan pneumonia pada anak dengan demam, batuk dan napas cepat.
Catatan:
Pengertian bebas malaria atau tanpa risiko malaria, bukan berarti bahwa di
daerah tersebut tidak ada kasus malaria. Mungkin saja terdapat kasus
malaria import (dari daerah lain), akan tetapi bukan merupakan kasus
indigenous.

CAMPAK
Demam dan ruam kemerahan yang menyeluruh adalah tanda-tanda utama
dari campak. Campak sangat menular. Antibodi dari ibu melindungi bayi dari
campak selama kira-kira 6 bulan. Kemudian perlindungan menghilang sedikit
demi sedikit. Pada umumnya kasus terjadi pada anak berumur antara 6 bulan
sampai 2 tahun. Kepadatan penduduk dan perumahan yang tidak sehat
meningkatkan risiko campak untuk timbul lebih dini.
Campak disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan selama
beberapa minggu setelah terjangkit campak. Hal ini menyebabkan anak
berisiko terhadap penyakit-penyakit infeksi lainnya.
Komplikasi campak terjadi pada kira-kira 30% dari semua kasus, antara lain :
 Diare.
 Pneumonia.
 Luka di mulut.
 Infeksi telinga.
 Infeksi mata yang berat (bisa menyebabkan luka di kornea atau
kebutaan).
Ensefalitis (infeksi otak) terjadi pada satu dari seribu kasus. Seorang anak
dengan ensefalitis mungkin mempunyai tanda bahaya umum seperti kejang
atau letargis atau tidak sadar.
Campak ikut menyebabkan kurang gizi karena menyebabkan diare, demam
tinggi dan luka pada mulut. Masalah-masalah ini mempengaruhi pemberian
makan. Anak-anak yang kurang gizi, khususnya yang kekurangan vitamin A,
cenderung menderita komplikasi berat akibat campak.
Oleh karena itu, penting sekali menganjurkan ibu untuk terus memberi makan
kepada anaknya yang sakit campak.

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) atau DENGUE HEMORRHAGIC


FEVER (DHF)

DBD atau DHF adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia
yang jumlah kasus maupun daerah yang terjangkitnya cenderung meningkat.
DBD disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk
Aedes aegypti dan kadang-kadang oleh nyamuk Aedes albopictus. Masa
inkubasinya 4-6 hari. Demam tinggi dan perdarahan merupakan gejala utama
DBD. Ciri-ciri DBD adalah demam akut 2 s/d 7 hari, lemah, gelisah, nyeri ulu
hati, diikuti dengan gejala perdarahan dan kecenderungan syok yang fatal
(Dengue Shock Syndrome).
Perdarahan biasanya dapat berupa bintik perdarahan di kulit (petekie) akibat
pecahnya pembuluh darah halus pada kaki dan tangan, aksila, tubuh dan
wajah yang timbul pada permulaan demam.
Uji Torniket yang positif atau kecenderungan untuk memar akibat tekanan bisa
ditemukan pada penderita DBD. Perdarahan dari gusi, hidung dan saluran
pencernaan agak jarang ditemui, akan tetapi merupakan tanda yang serius.
(Lebih lanjut mengenai uji torniket dapat saudara baca pada bagian lain dari
modul ini)

5.1. MENILAI DEMAM

Seorang anak mempunyai gejala utama demam jika anak tersebut :


 mempunyai riwayat demam, ATAU
 teraba panas, ATAU
 suhu aksilarnya 37.5 0C atau lebih.

Tentukan risiko malaria (tinggi, rendah atau tanpa risiko). Jika risiko malaria di
daerah itu rendah atau tanpa risiko malaria, tanyakan kepada ibu tentang
perjalanan :
Apakah anak berkunjung ke luar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika ya, ke mana?
Jika anak pergi ke luar daerah dalam 2 minggu terakhir, tentukan apakah
daerah tersebut merupakan daerah dengan risiko malaria tinggi atau rendah.
Kemudian lanjutkan penilaian anak dengan demam sebagai berikut :
 Sudah berapa lama anak itu demam.
 Jika lebih dari 7 hari, apakah demam setiap hari
 Apakah pernah mendapat obat anti malaria dalam 2 minggu terakhir.
 Apakah anak menderita campak dalam 3 bulan terakhir
 Apakah ada kaku kuduk.
 Apakah ada Pilek.
 Lihat adanya tanda-tanda campak yaitu ruam kemerahan yang
menyeluruh dan salah satu dari: batuk, pilek atau mata merah.

Jika anak sedang sakit campak saat ini atau dalam 3 bulan terakhir, periksa
adanya gejala komplikasi campak, yaitu : luka di mulut, nanah pada mata dan
kekeruhan pada kornea.

Jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari, periksa adanya gejala kearah DBD
yaitu perdarahan dari hidung, gusi, bintik perdarahan di kulit, muntah darah,
berak kehitaman, nyeri ulu hati atau gelisah dan tanda-tanda syok.

Kotak berikut ini berisi langkah-langkah untuk menilai anak dengan demam.
Kotak terdiri dari tiga bagian:
 Bagian atas kotak (di atas garis putus-putus pertama) menjelaskan cara
memeriksa anak untuk tanda-tanda malaria, campak, meningitis dan
sebab-sebab lain dari demam.
 Bagian tengah kotak menjelaskan cara memeriksa anak untuk komplikasi
campak jika anak sakit campak saat ini atau dalam 3 bulan terakhir.
 Bagian akhir kotak menjelaskan cara memeriksa anak untuk gejala DBD.
Penilaian untuk DBD, hanya dilakukan jika demam 2 hari sampai
dengan 7 hari.

 Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko


 Jika Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan :
- Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
- Jika Ya, tentukan daerah Risiko Malaria tempat yang dikunjungi.
 Ambil sediaan darah : (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko Malaria)
- Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir, ATAU
- Periksa mikroskopis darah, jika pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir.

KEMUDIAN TANYAKAN : LIHAT DAN RABA :


 Sudah berapa lama anak demam ?
 Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari.
 Lihat adanya pilek.
 Jika lebih dari 7 hari, apakah demam
terjadi setiap hari?  Lihat adanya tanda-tanda CAMPAK
- Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat Anti
menyeluruh dan
Malaria dalam 2 minggu terakhir?
- Terdapat salah satu gejala berikut:
 Apakah anak menderita Campak dalam
Batuk, pilek atau mata merah.
3 bulan terakhir?

Jika anak sakit Campak saat ini atau


 Lihat adakah luka di mulut
dalam 3 bulan terakhir :
Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata?
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea.

Klasifikasi Demam untuk Demam Berdarah Dengue jika demam 2 s/d 7 hari
 Apakah demam mendadak tinggi dan
 Perhatikan tanda-tanda syok:
terus menerus ?
Ujung ekstremitas teraba dingin dan
 Apakah ada bintik merah di kulit atau
nadi sangat lemah / tidak teraba.
perdarahan dari hidung atau gusi ?
 Lihat adanya perdarahan dari hidung
 Apakah anak muntah? Jika Ya:
atau gusi.
- Apakah sering?
- Apakah muntah dengan darah atau  Lihat adanya bintik perdarahan di kulit
seperti kopi? (petekie)
 Apakah berak berwarna hitam? Jika sedikit dan tak ada gejala lain dari
DBD, lakukan uji Torniket, jika
 Adakah nyeri ulu hati atau anak gelisah?
mungkin.
Tanyakan atau ukur suhu badan semua anak sakit.

TANYA : Apakah anak demam?


Periksa untuk mengetahui apakah anak mempunyai riwayat demam, teraba
panas atau suhu badannya 37.5 0C atau lebih.
Anak mempunyai riwayat demam jika ia menderita demam selama periode
sakit ini, walaupun mungkin saat ini sudah tidak lagi demam. Gunakan istilah
untuk "demam" yang dimengerti oleh ibu. Raba perut atau bawah ketiak anak
dan tentukan apakah anak demam.
Jika suhu badan anak belum diukur dan saudara mempunyai termometer, ukur
suhu badan anak. Anak dikatakan demam, bila suhu badan  37.5°C.
Apabila anak tidak demam, beri tanda () pada kata TIDAK pada Formulir
Pencatatan. Tidak perlu memeriksa anak untuk tanda yang berhubungan
dengan demam. Tanyakan tentang keluhan utama berikutnya, masalah
telinga.
Jika ibu mengatakan anak demam, meskipun saat ini suhu badannya tidak
37.5 °C atau lebih atau tidak teraba panas, lakukan penilaian selanjutnya yang
berhubungan dengan demam. Riwayat demam sudah cukup untuk menilai
anak untuk demam. Tiap anak dengan demam, perlu dinilai untuk malaria dan
campak. Anak-anak dengan demam 2 hari sampai dengan 7 hari, juga harus
dinilai untuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

TENTUKAN Risiko Malaria : tinggi, rendah atau tanpa risiko malaria


Tentukan apakah risiko malarianya tinggi, rendah atau tanpa risiko malaria.
Jika saudara bekerja di daerah risiko rendah malaria atau tanpa risiko malaria,
tanyakan :
Apakah anak itu pergi keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, kemana?
Tentukan kembali daerah risiko malaria sebagai rendah atau tinggi.
Lingkari risiko malaria (tinggi, rendah atau tanpa risiko malaria) pada Formulir
Pencatatan. Saudara akan menggunakan informasi ini untuk
mengklasifikasikan demam anak.

TANYA : Sudah berapa lama? Jika lebih dari 7 hari, apakah demam
terjadi setiap hari?
MTBS – MODUL 2 – 2008 40
Tanyakan kepada ibu berapa lama anaknya demam. Jika demam sudah lebih
dari 7 hari, tanyakan apakah demam terus menerus setiap hari.
Sebagian besar demam yang disebabkan oleh virus, akan menghilang dalam
beberapa hari.
Demam tiap hari selama lebih dari 7 hari dapat berarti bahwa anak menderita
penyakit yang lebih berat, seperti demam tifoid. Rujuk anak untuk pemeriksaan
lebih lanjut.

TANYA : Apakah anak pernah mendapat obat anti-malaria dalam


2 minggu terakhir?
Perlu ditanyakan riwayat pemberian obat anti-malaria selama 2 minggu
terakhir. Jika sudah pernah, maka penanganan anak dengan demam untuk
malaria, dilakukan seperti kunjungan ulang.

TANYA : Apakah anak sakit campak dalam 3 bulan terakhir?


Campak merusak sistim kekebalan anak sehingga anak mempunyai risiko
terhadap infeksi lain selama beberapa minggu. Anak dengan demam dan
riwayat campak dalam 3 bulan terakhir mungkin menderita infeksi karena
komplikasi campak seperti infeksi mata.

AMATI dan / atau RABA adanya kaku kuduk.


Anak dengan demam dan kaku kuduk mungkin menderita meningitis. Seorang
anak dengan meningitis membutuhkan pengobatan segera dengan suntikan
antibiotik dan rujukan ke Rumah Sakit.
Ketika saudara sedang berbicara dengan ibu selama pemeriksaan, amati
apakah anak menggerakkan dan menundukkan lehernya dengan mudah pada
saat ia melihat sekelilingnya. Jika anak bisa menggerakkan dan menundukkan
lehernya, berarti tidak ada kaku kuduk.
Apabila saudara tidak melihat gerakan sama sekali atau jika saudara tidak
pasti, alihkan perhatian anak itu ke arah pusar atau jari kakinya. Misalnya,
saudara dapat menyalakan senter pada jari kakinya atau menggelitik jari
kakinya untuk mendorongnya melihat ke bawah. Amati apakah anak dapat
menundukkan lehernya pada saat ia melihat ke bawah, ke arah pusar atau jari
kakinya.

Jika saudara tetap tidak melihat anak itu menundukkan sendiri lehernya, ibu
diminta menelentangkan anaknya. Membungkuklah di atasnya, topang
punggung dan bahu anak dengan satu tangan. Dengan tangan yang lain,
pegang kepala anak. Kemudian dengan hati-hati tundukkan kepalanya ke arah
dadanya. Jika lehernya dapat dibengkokkan dengan mudah, berarti tidak ada
kaku kuduk. Jika leher terasa kaku dan menolak untuk dibengkokkan, berarti
ada kaku kuduk. Sering kali anak dengan kaku kuduk akan menangis apabila
saudara mencoba membengkokkan lehernya
AMATI apakah anak pilek
Pilek pada seorang anak dengan demam dapat berarti bahwa anak itu
selesma. Jika anak pilek, tanyakan kepada ibu apakah anak pilek karena
penyakitnya sekarang ini. Bila ibu tidak yakin, tanyakan untuk mengetahui
apakah ini pilek yang akut atau kronis. Apabila risiko malaria rendah, anak
demam dan pilek tidak membutuhkan obat antimalaria. Demam anak ini
mungkin karena selesma biasa.

AMATI gejala yang mengarah ke CAMPAK.


Periksa anak dengan demam untuk melihat apakah ada gejala yang mengarah
ke campak. Cari apakah ada ruam kemerahan yang menyeluruh dan salah
satu dari gejala berikut ini: batuk, pilek atau mata merah.

Ruam kemerahan yang menyeluruh (rash).


Pada campak, ruam kemerahan mulai di belakang telinga dan di leher dan
menyebar ke wajah. Hari berikutnya, menyebar ke bagian lain dari tubuh,
lengan dan kaki. Setelah 4 sampai 5 hari, ruam mulai menghilang dan kulit
mungkin terkelupas. Pada anak dengan infeksi berat mungkin lebih banyak
ruam yang tersebar di seluruh tubuhnya. Ruam ini makin gelap warnanya
(coklat tua atau kehitam-hitaman) dan makin banyak kulit terkelupas.
Ruam campak tidak mempunyai vesikel atau pustul dan tidak gatal. Jangan
kacaukan ruam campak dengan ruam lainnya yang biasa terjadi pada anak-
anak seperti cacar air, kudis atau biang keringat. Ruam cacar air adalah ruam
yang menyeluruh dengan vesikel.
Kudis terjadi pada tangan, kaki, pergelangan, siku, pantat dan ketiak dan
terasa gatal. Biang keringat bisa menyeluruh dengan bisul atau vesikel kecil
yang gatal. Anak dengan ruam biang keringat tidak tampak sakit. Saudara
dapat mengenali campak dengan mudah jika banyak kasus campak sedang
terjadi di masyarakat.
Batuk, pilek atau mata merah.
Untuk mengklasifikasikan seorang anak menderita campak, anak yang demam
harus mempunyai ruam yang menyeluruh DAN salah satu dari tanda-tanda
berikut ini: batuk, pilek atau mata merah. Anak “merah matanya” jika ada
warna merah pada bagian putih matanya. Pada mata yang sehat, bagian putih
matanya putih bening dan tidak berwarna.

Jika seorang anak menderita campak saat ini atau dalam 3 bulan terakhir.

Amati apakah anak mempunyai komplikasi pada mulut atau mata. Komplikasi
lain dari campak seperti pneumonia dan diare telah diperiksa lebih dulu,
sedangkan komplikasi untuk status gizi anak dan sakit telinga akan diperiksa
kemudian.
LATIHAN H
Bagian 1 :
Pelajari foto-foto nomor 8 sampai dengan 11. Pada foto-foto tersebut
ditunjukkan contoh ruam yang biasa terjadi pada anak-anak. Baca keterangan
untuk tiap foto.
Foto 8 Anak ini mempunyai ruam campak yang menyeluruh dan
mata merah.
Foto 9 Contoh ini memperlihatkan seorang anak dengan biang
keringat. Ini bukan ruam campak yang menyeluruh.
Foto 10 Ini contoh kudis (skabies). Ini bukan ruam campak yang
menyeluruh.
Foto 11 Ini contoh ruam yang disebabkan cacar air. Ini bukan
ruam campak.

Bagian 2 :
Pelajari foto-foto nomor 12 sampai dengan 21 yang memperlihatkan anak-
anak dengan ruam. Untuk tiap gambar, beri tanda  apakah anak itu
mempunyai ruam campak yang menyeluruh. Gunakan lembar jawaban berikut
ini.

Apakah ada ruam campak yang menyeluruh?


YA TIDAK
Foto 12
Foto 13
Foto 14
Foto 15
Foto 16
Foto 17
Foto 18
Foto 19
Foto 20
Foto 21

Beritahu fasilitator jika saudara siap mendiskusikan latihan ini


CARI luka dalam mulut. Apakah dalam atau luas?
Lihat ke dalam mulut anak, apakah ada luka. Luka ini nyeri dan terbuka, di
bagian dalam mulut dan bibir atau lidah. Warnanya mungkin merah atau
bersalut putih. Pada kasus-kasus berat, luka ini dalam dan atau luas. Luka
dalam mulut menyebabkan anak sulit minum atau makan.
Luka dalam mulut berbeda dengan bintik-bintik kecil yang disebut bintik Koplik
yang muncul di bagian dalam pipi pada tahap awal infeksi campak. Bintik ini
tidak teratur, berwarna merah terang dengan bintik putih di tengah. Hal ini tidak
mengganggu makan dan minum dan tidak perlu diobati.

LIHAT adakah nanah keluar dari mata.

Konjungtivitis adalah suatu infeksi dari konjungtiva yang ditandai keluarnya


nanah dari konjungtiva atau kelopak mata.

Seringkali nanah membentuk kerak pada saat anak tidur dan menutupi mata.
Mata ini dapat dibuka dengan hati-hati menggunakan tangan yang bersih. Cuci
tangan saudara setelah memeriksa mata anak yang bernanah.

CARI kekeruhan pada kornea.


Kornea biasanya bening. Periksa kornea dengan hati-hati untuk mencari
kekeruhan. Kekeruhan pada kornea kelihatan seperti berkabut bagaikan
segelas air yang dituangi sedikit susu. Hal ini bisa terjadi pada satu atau dua
mata.
Kekeruhan pada kornea adalah keadaan yang berbahaya yang bisa
disebabkan oleh kekurangan vitamin A dan diperburuk oleh campak. Jika tidak
diobati, kornea akan terluka dan dapat menyebabkan kebutaan.
Anak dengan kekeruhan pada kornea biasanya menutup erat-erat matanya
apabila terkena cahaya, karena dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit pada
mata anak. Untuk memeriksa kekeruhan kornea, tunggu sampai anak
membuka matanya atau bukalah kelopak matanya.
Jika ada kekeruhan pada kornea, tanyakan kepada ibu berapa lama hal
tersebut sudah terjadi dan apakah sudah pernah diobati. Jika sudah diobati,
anak tidak perlu dirujuk.
LATIHAN I
Dalam latihan ini, saudara akan melihat foto-foto anak dengan campak.
Saudara akan berlatih untuk mengenali luka dalam mulut.

Bagian 1:

Pelajari foto 22 sampai dengan 24 dan baca keterangan untuk setiap foto.

Foto 22 Ini adalah contoh mulut yang normal. Anak tidak


mempunyai luka dalam mulut.

Foto 23 Anak ini mempunyai bintik-bintik Koplik. Bintik-bintik


ini terdapat di mulut bagian dalam pipi pada saat
awal infeksi campak. Ini bukan luka di mulut.

Foto 24 Anak ini mempunyai luka di mulut.

Bagian 2:

Pelajari foto 25 sampai dengan 27 yang memperlihatkan anak-anak dengan


campak. Perhatikan tiap foto dan beri tanda  jika anak mempunyai luka di
mulut.

Apakah anak mempunyai luka di mulut?


YA TIDAK
Foto 25
Foto 26
Foto 27

Beritahu fasilitator jika saudara siap mendiskusikan latihan ini


LATIHAN J
Dalam latihan dengan foto ini, saudara akan belajar mengenali komplikasi
mata pada campak.

Bagian 1: Pelajari foto 28 sampai dengan 30.

Foto 28 Ini adalah mata yang normal yang memperlihatkan iris,


pupil, konjungtiva dan kornea. Anak baru saja menangis.
Tidak ada nanah yang keluar dari matanya.

Foto 29 Anak dengan nanah keluar dari matanya.

Foto 30 Anak dengan kekeruhan pada kornea.

Bagian 2:

Sekarang lihat foto 31 sampai dengan 37. Untuk tiap foto, jawab tiap
pertanyaan dengan menulis "ya" atau "tidak" dalam tiap kolom. Jika saudara
tidak dapat menentukan apakah ada nanah yang keluar dari mata atau apakah
ada kekeruhan pada kornea, tulis "tidak dapat menentukan." Gunakan lembar
jawaban berikut ini:

Apakah terdapat :
Nanah pada matanya? Kekeruhan pada kornea?
Foto 31

Foto 32

Foto 33

Foto 34

Foto 35

Foto 36

Foto 37
Selanjutnya lakukan penilaian terhadap gejala-gejala DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD)
Lakukan penilaian untuk DBD hanya jika demam 2 hari sampai dengan 7
hari.

TANYA : Apakah anak mengalami bintik merah di kulit atau perdarahan?


DBD sering menyebabkan perdarahan pada berbagai sistim tubuh akibat
trombositopeni. Perdarahan dapat berasal dari hidung, gusi, saluran
pencernaan dan lain-lain.
Tanyakan apakah anak pernah mengeluarkan darah dari hidung atau gusinya
selama sakit ini. Perdarahan dari hidung atau gusi yang cukup berat, sangat
mungkin disebabkan oleh Demam Berdarah Dengue (DBD).

TANYA : Apakah anak sering muntah, muntah bercampur darah atau


berwarna hitam seperti kopi.
Tanyakan apakah anak muntah. Jika Ya, apakah sering (muntah terus
menerus). Apakah muntah bercampur darah atau berwarna hitam seperti kopi.

TANYA : Apakah berak berwarna hitam.


Tanyakan apakah berak anak berwarna hitam seperti ter.

TANYA : Apakah ada nyeri ulu hati atau gelisah.


Nyeri pada ulu hati merupakan keluhan yang sering dijumpai pada penderita
DBD yang lebih besar, sedangkan anak yang lebih kecil biasanya terlihat
gelisah.

PERIKSA : Tanda-tanda syok.


Syok merupakan salah satu gejala yang sangat berbahaya pada DBD dan jika
tidak segera ditangani, sering menimbulkan kematian.
Tanda-tanda syok adalah:
- Ujung ekstremitas teraba dingin dan
- Nadi teraba lemah atau tidak teraba.

CARI: Bintik perdarahan di kulit (petekie)


Bintik ini biasanya kecil dan dapat dijumpai pada hampir seluruh tubuh. Carilah
di wajah, lengan dan buka bajunya untuk dapat melihat di daerah dada, perut
dan sebagainya.
Jika ditemukan petekie, tetapi tidak banyak dan tidak ada tanda-tanda DBD
yang lain, lakukan uji Torniket, jika mungkin.
Jika jumlah petekie cukup banyak, apalagi disertai gejala DBD yang lain, tidak
perlu melakukan uji Torniket.
Cara melakukan uji Torniket (Rumple Leede)
a) Aliran darah pada lengan atas dibendung dengan manset anak, selama
5 menit pada tekanan antara sistolik dan diastolik.
b) Lihat pada bagian depan lengan bawah, apakah timbul bintik-bintik
merah tanda perdarahan.
c) Hasil uji Torniket dianggap positif (+) apabila ditemukan sebanyak 10
atau lebih petekie pada daerah seluas diameter 2,8 cm (1 inchi). (Jika
sebelum 5 menit sudah didapat 10 petekie, uji torniket dihentikan).
Yang perlu diketahui adalah membedakan antara petekie dan gigitan
nyamuk. Caranya: renggangkan kulit yang ada bintik perdarahan tersebut.
Jika tanda kemerahan menghilang, berarti bukan petekie.

LATIHAN K
Dalam latihan dengan foto ini, saudara akan belajar mengenali petekie dan
cara membedakannya dengan gigitan nyamuk. Fasilitator akan memimpin
diskusi mengenai foto-foto berikut:

Foto 38 Ini adalah bintik merah di kulit. Tanpa ditekan, saudara


akan sulit membedakan petekie dan gigitan nyamuk.

Foto 39 Contoh cara membedakan bintik merah akibat gigitan


nyamuk dan petekie. Jika setelah ditekan, bintik merah
tidak tampak lagi, maka bintik merah tersebut bukan
petekie (merupakan gigitan nyamuk).

Foto 40 Ini adalah uji Torniket untuk menimbulkan perdarahan di


kulit (petekie) jika ada kelainan perdarahan. Pada lengan
anak tersebut tampak bintik perdarahan di kulit (petekie).

Suatu saat, fasilitator akan memandu latihan lisan agar saudara dapat mengingat kembali cara menentukan napas cepat
berdasarkan frekuensi napas per menit

5.2 KLASIFIKASI DEMAM


 Semua anak dengan demam harus diklasifikasikan untuk
malaria.
 Jika anak menunjukkan gejala demam dan campak,
klasifikasikan untuk malaria dan campak.

MTBS – MODUL 2 – 2008 50


 Jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari harus diklasifikasikan
Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

5.2.1. Klasifikasi Demam Untuk Malaria


Ada tiga tabel klasifikasi untuk Malaria pada bagan PENILAIAN DAN
KLASIFIKASI (lihat Buku Bagan halaman 4).
 Bagian PERTAMA untuk mengklasifikasikan demam di daerah risiko
tinggi malaria. Yang KEDUA untuk daerah risiko rendah malaria. Yang
KETIGA untuk daerah tanpa risiko malaria dan tidak ada riwayat
perjalanan ke daerah dengan risiko malaria.
Untuk mengklasifikasikan malaria, saudara harus tahu apakah daerah tersebut
termasuk risiko yang tinggi, rendah atau tanpa risiko. Dinas Kesehatan
setempat biasanya mengetahui nama-nama daerah yang merupakan daerah
risiko tinggi, rendah atau tanpa risiko malaria. Daftar daerah risiko malaria juga
dapat dilihat di buku Bagan. Kemudian saudara memilih tabel klasifikasi yang
sesuai.
Semua anak yang dinyatakan tinggal di daerah risiko tinggi dan rendah malaria
yang demam pada kunjungan pertama, dilakukan pemeriksaan darah
secara cepat (RDT).

5.2.1.1. DAERAH RISIKO TINGGI MALARIA :


Gunakan tabel klasifikasi Risiko Tinggi Malaria dengan tiga kemungkinan
klasifikasi.

 Ada tanda bahaya umum ATAU PENYAKIT BERAT


 Kaku kuduk DENGAN DEMAM
 Demam
(pada anamnesa atau teraba
panas atau suhu ≥ 37,5 C) MALARIA
DAN
 RDT positif
 Demam
(pada anamnesa atau teraba DEMAM :
panas atau suhu ≥ 37,5 C) MUNGKIN BUKAN
DAN MALARIA
 RDT negatif

PENYAKIT BERAT DENGAN DEMAM


Jika anak dengan demam mempunyai salah satu tanda bahaya umum atau
kaku kuduk diklasifikasikan sebagai PENYAKIT BERAT DENGAN DEMAM.
Anak ini mungkin menderita meningitis atau malaria berat (termasuk malaria
serebral) atau sepsis, yang membutuhkan pengobatan segera dan rujukan.

MALARIA
Jika tidak ada tanda bahaya umum atau kaku kuduk, lihat ke lajur kuning. Anak
yang demam di daerah dengan risiko malaria tinggi, diklasifikasikan sebagai
MALARIA, karena besar kemungkinan demamnya disebabkan oleh malaria.

DEMAM : MUNGKIN BUKAN MALARIA


Jika anak tidak mempunyai gejala untuk klasifikasi PENYAKIT BERAT
DENGAN DEMAM atau MALARIA, lihat lajur hijau. Jika risiko malarianya
tinggi, anak demam pada anamnesa atau teraba panas atau suhu ≥ 37,5 C
dan RDT negatif, klasifikasikan anak DEMAM : MUNGKIN BUKAN MALARIA.

5.2.1.2. DAERAH RISIKO RENDAH MALARIA :


Jika seorang anak yang tinggal di daerah risiko rendah malaria, melakukan
perjalanan ke daerah dengan risiko malaria tinggi, gunakan tabel klasifikasi
Risiko Tinggi Malaria.
Ada tiga kemungkinan klasifikasi untuk demam pada anak di daerah risiko
rendah malaria.

 Ada tanda bahaya umum ATAU PENYAKIT BERAT


 Kaku kuduk DENGAN DEMAM

 TIDAK ada pilek DAN


 TIDAK ada Campak DAN MALARIA
 TIDAK ada penyebab lain dari demam

 ADA pilek ATAU DEMAM :


 ADA campak ATAU MUNGKIN BUKAN
 ADA penyebab lain dari demam MALARIA

PENYAKIT BERAT DENGAN DEMAM


Jika anak menunjukkan tanda bahaya umum atau kaku kuduk, dan risiko
malarianya rendah, klasifikasikan sebagai PENYAKIT BERAT DENGAN
DEMAM.

MALARIA
Jika anak tidak menunjukkan gejala PENYAKIT BERAT DENGAN DEMAM,
lihat ke lajur berikutnya. Apabila risiko malarianya rendah, anak yang demam
TANPA pilek, TANPA campak dan tidak ada penyebab lain dari demam,
diklasifikasikan sebagai MALARIA.

PENTING!
Jika risiko malaria rendah, kecil kemungkinan demam anak itu disebabkan oleh
malaria, apalagi jika anak menunjukkan gejala infeksi lain yang dapat menyebabkan
demam, misalnya akibat selesma (ada pilek), campak atau penyebab lain seperti
selulitis, tonsilitis, infeksi saluran kencing, demam tifoid, abses, pneumonia,
disenteri, DBD atau infeksi telinga. Jika tidak ada tanda-tanda infeksi lain,
klasifikasikan dan obati penyakitnya sebagai MALARIA meskipun risiko malarianya
rendah.
Jika saudara belum menemukan penyebab lain dari demam, tuliskan tanda (?) pada
kolom klasifikasi untuk malaria. Setelah saudara menyelesaikan seluruh penilaian
penyakit, tentukan apakah ada penyebab lain dari demam. Selanjutnya tuliskan
klasifikasinya berdasarkan hasil penilaian saudara.

DEMAM : MUNGKIN BUKAN MALARIA


Jika anak tidak mempunyai gejala untuk klasifikasi PENYAKIT BERAT
DENGAN DEMAM atau MALARIA, lihat lajur hijau. Jika risiko malarianya
rendah dan anak pilek, atau ada campak atau ada penyebab demam lainnya,
klasifikasikan DEMAM : MUNGKIN BUKAN MALARIA. Sangat kecil
kemungkinan demam anak itu disebabkan oleh malaria.
CONTOH : Seorang anak umur 2 tahun dibawa ke klinik karena demam
selama 2 hari. Ia tidak menunjukkan tanda bahaya apapun, tidak batuk atau
sukar bernapas atau diare.
Hasil pemeriksaan petugas menemukan gejala berikut ini :
Lakukan
APAKAH ANAK DEMAM? Ya  Tidak pemeriksaan RDT
(menurut anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu 37,5 oC atau lebih) Hasil : RDT (+) / (-)

Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko Lakukan
Jika daerah Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : pemeriksaan SDM
-Apakah anak dibawa berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minggu terakhir? (mikroskopis)
Jika Ya, tentukan daerah Risiko tempat yang dikunjungi.
Ambil sediaan darah (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko)
Periksa RDT, jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir ATAU
Periksa mikroskopis darah jika sudah pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir
 Sudah berapa lama anak demam?
 Lihat dan raba adanya kaku kuduk
_2 hari
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat adakah pilek
demam terjadi setiap hari?  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
 Apakah anak pernah mendapat anti - Ruam kemerahan di kulit yang
Malaria dalam 2 minggu terakhir? menyeluruh dan
 Apakah anak menderita campak - Salah satu dari: batuk, pilek
dalam 3 bulan terakhir? atau mata merah

Jika anak sakit campak saat ini


atau dalam 3 bulan terakhir :
 Lihat adanya luka di mulut.
Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Karena risiko malarianya rendah dan tidak ada perjalanan ke daerah dengan
risiko tinggi malaria, petugas memilih tabel untuk Risiko Rendah Malaria.
Anak tersebut sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala dalam lajur merah
muda -- tanda bahaya umum atau kaku kuduk.
Selanjutnya petugas melihat ke lajur kuning. Agar dapat diklasifikasikan
sebagai MALARIA pada daerah risiko rendah malaria, maka ada tiga syarat
bagi anak tersebut yaitu : TIDAK ADA pilek, TIDAK ADA campak dan TIDAK
ADA penyebab demam lainnya.

Karena anak ini pilek, petugas selanjutnya melihat ke lajur hijau dan
mengklasifikasikan anak itu sebagai DEMAM : MUNGKIN BUKAN MALARIA.

 Ada tanda bahaya umum ATAU PENYAKIT BERAT


 Kaku kuduk DENGAN DEMAM
 TIDAK ada pilek DAN
 TIDAK ada campak DAN MALARIA
 TIDAK ada penyebab lain dari demam
 ADA pilek ATAU
DEMAM : MUNGKIN
 ADA campak ATAU
BUKAN MALARIA
 ADA penyebab lain dari demam

Ia mencatat klasifikasinya pada Formulir Pencatatan berikut ini :

APAKAH ANAK DEMAM ? ya  tidak Lakukan pemeriksaan RDT Hasil : RDT (+) / (- )
(menurut anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu 37,5 C atau lebih)

Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko


Jika daerah Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan :Lakukan pemeriksaan SDM
-Apakah anak dibawa berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minggu terakhir?(mikroskopis)

Jika Ya, tentukan daerah Risiko tempat yang dikunjungi.


Demam : Mungkin bukan
Ambil sediaan darah (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko)
malaria
Periksa RDT, jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir ATAU
Periksa mikroskopis darah jika sudah pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir

Sudah berapa lama anak demam? Lihat dan raba adanya kaku kuduk
_2 hari Lihat adakah pilek
Jika lebih dari 7 hari, apakah demam terjadi setiap hari? Lihat tanda-tanda CAMPAK:
Apakah anak pernah mendapat anti malaria dalam 2 minggu Ruam kemerahan di kulit yang menyeluruh dan
terakhir?
Apakah anak menderita campak dalam 3 bulan terakhir? Salah satu dari: batuk, pilek atau mata merah

Jika anak sakit campak saat ini atau dalam 3 bulan terakhir :Lihat adanya luka di mulut.
Jika ya, apakah dalam atau luas?
Lihat adakah nanah keluar dari mata
Lihat adakah kekeruhan pada kornea

5.2.1.3. DAERAH TANPA RISIKO MALARIA DAN TIDAK ADA


KUNJUNGAN KE DAERAH DENGAN RISIKO MALARIA.
Ada 2 kemungkinan klasifikasi anak demam di daerah tanpa risiko malaria :
 Ada tanda bahaya umum PENYAKIT BERAT
ATAU DENGAN DEMAM
 Kaku kuduk

 Tidak ada tanda bahaya umum DEMAM :


DAN BUKAN MALARIA
 Tidak ada kaku kuduk

Jika ada riwayat perjalanan ke daerah risiko malaria, tentukan apakah risiko
malarianya tinggi atau rendah. Lihat daftar risiko malaria di buku bagan.

PENYAKIT BERAT DENGAN DEMAM


Jika anak menunjukkan tanda bahaya umum atau kaku kuduk, dan tidak ada
risiko malaria, klasifikasikan anak sebagai PENYAKIT BERAT DENGAN
DEMAM.

DEMAM : BUKAN MALARIA


Jika anak tidak mempunyai gejala untuk klasifikasi PENYAKIT BERAT
DENGAN DEMAM, lihat pada lajur hijau. Jadi untuk anak yang tinggal di
daerah tanpa risiko malaria, seorang anak dengan demam diklasifikasikan
DEMAM : BUKAN MALARIA. Demamnya disebabkan oleh penyakit lain.

5.2.2. Klasifikasi Demam Untuk Campak.

Anak yang menunjukkan gejala utama “demam” dan campak saat ini ( atau
dalam 3 bulan terakhir ) harus diklasifikasikan untuk malaria dan campak.
Jika anak tidak mempunyai gejala yang mengarah ke campak atau tidak
menderita campak dalam 3 bulan terakhir, tidak perlu diklasifikasikan campak.
Lanjutkan dengan penilaian DBD jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari.
Ada tiga kemungkinan klasifikasi untuk campak :

 Ada tanda bahaya umum ATAU


 Kekeruhan pada kornea mata ATAU CAMPAK DENGAN
 Luka dimulut yang dalam atau luas KOMPLIKASI BERAT

 Mata bernanah ATAU CAMPAK DENGAN KOMPLIKASI


 Luka di mulut PADA MATA DAN/ ATAU MULUT

 Tidak ada tanda-tanda diatas CAMPAK

CAMPAK DENGAN KOMPLIKASI BERAT


Jika anak menunjukkan tanda bahaya umum atau kekeruhan pada kornea
atau luka di mulut yang dalam atau luas, klasifikasikan anak sebagai CAMPAK
DENGAN KOMPLIKASI BERAT. Anak ini perlu di rujuk. Komplikasi Campak
lain yang serius, misalnya pneumonia berat, dehidrasi berat atau sangat kurus.
Saudara menilai dan mengklasifikasikan hal-hal tersebut pada bagian lain dari
modul ini.
Kekurangan vitamin A berpengaruh pada beberapa komplikasi seperti ulkus
kornea. Komplikasi campak dapat menyebabkan penyakit yang berat dan
kematian.

CAMPAK DENGAN KOMPLIKASI PADA MATA DAN / ATAU MULUT


Jika ada nanah pada mata atau luka di mulut yang tidak dalam atau tidak luas,
diklasifikasikan sebagai CAMPAK DENGAN KOMPLIKASI PADA MATA ATAU
MULUT. Anak dengan klasifikasi ini tidak memerlukan rujukan.
Cara penulisan klasifikasi tergantung pada komplikasi yang ada misalnya
”Campak dengan komplikasi pada mata”, apabila hanya ada komplikasi pada
mata saja. Demikian pula bila hanya ada komplikasi pada mulut saja, cukup di
tulis “Campak dengan komplikasi pada mulut“.

CAMPAK
Anak yang menderita campak saat ini atau dalam 3 bulan terakhir tanpa
komplikasi seperti yang tertulis pada lajur merah muda atau kuning,
diklasifikasikan sebagai CAMPAK.
LATIHAN L
Dalam latihan ini, saudara akan mengklasifikasikan penyakit pada anak dengan
demam dan jika ada, gejala yang mengarah ke campak. Sampai dengan tahap
ini belum akan mengklasifikasikan Demam Berdarah Dengue. Pertama,
saudara akan mempelajari suatu contoh. Kemudian saudara akan mulai
mengerjakan latihan.

Baca contoh studi kasus yang dimulai pada halaman ini. Pelajari juga cara
petugas kesehatan mengklasifikasikan penyakit anak. Apabila semua peserta
sudah siap akan ada diskusi kelompok mengenai contoh ini.

* * *

CONTOH : Antono, anak laki-laki umur 10 bulan, berat badan 8.2 kg. Panjang
badan 78 cm. Suhu 37.5C. Ibu berkata bahwa Antono menderita ruam
kemerahan (rash) dan batuk selama 5 hari. Ini adalah kunjungan pertama ke
Puskesmas.

Petugas kesehatan memeriksa Antono untuk tanda bahaya umum. Ia bisa


minum, tidak muntah, tidak kejang dan masih sadar serta tidak letargis.

Petugas menghitung napas : 43 kali per menit. Ia tidak melihat tarikan dinding
dada ke dalam, dan tidak mendengar stridor ketika Antono sedang tenang.

Antono tidak menderita diare.

Risiko malaria di daerah itu tinggi. Ibu berkata bahwa Antono demam selama 2
hari. Lehernya tidak kaku. Menurut ibu, saat ini Antono pilek. Pada
pemeriksaan RDT hasilnya positif.

Seluruh tubuh Antono tertutup ruam kemerahan, matanya merah. Petugas


kesehatan tidak menemukan luka di mulut, tidak ada nanah pada mata dan tak
ada kekeruhan pada kornea.

1. Berikut ini catatan petugas kesehatan untuk informasi kasus Antono dan
gejala-gejala penyakitnya.
TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :

Nama anak : Antono


L / P Umur :_10 bl_ BB _8,2 kg PB/TB : 78 cm Suhu _37,5_oC
Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? ruam merah dan batuk Kunjungan pertama?_ _ Kunjungan ulang?
PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
untuk merujuk
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. Ya Tidak_
setiap anak
 Memuntahkan semuanya. Ingatlah adanya
yang mempunyai
 Kejang. tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi

APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya __ Tidak


 Hitung napas dalam 1 menit. Batuk :
 Sudah berapa lama? _43_kali/menit. Napas cepat ? bukan
_5 hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor pneumo
nia
APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak __
 Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
 Sudah berapa lama? Letargis atau tidak sadar
hari Gelisah atau rewel
 Adakah darah dalam tinja ?  Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya __ Tidak


Lakukan
(menurut anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu 37,5 oC atau lebih)
pemeriksaan RDT
Hasil : RDT (+) / (-
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko.
)
Jika daerah Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan :
Apakah anak dibawa berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minggu Lakukan
terakhir? pemeriksaan SDM
Jika Ya, tentukan daerah Risiko tempat yang dikunjungi. (mikroskopis)
Ambil sediaan darah : (tidak dilakukan untuk daerah tanpa Risiko Malaria)
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir ATAU
Periksa mikroskopis darah jika pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir.
Malaria
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk (falsiparu
_2 hari  Lihat adakah pilek m)
 Lihat tanda-tanda CAMPAK:
 Jika lebih dari 7 hari, apakah - Ruam kemerahan di kulit yang
demam terjadi setiap hari? menyeluruh dan
 Apakah anak pernah mendapat anti
- Salah satu dari: batuk, pilek atau
malaria dalam 2 minggu terakhir? mata merah
 Apakah anak menderita campak
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata Campak
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea
2. Untuk mengklasifikasikan demam Antono, petugas melihat pada tabel
klasifikasi demam untuk daerah risiko tinggi malaria.
a) Petugas kesehatan melihat lajur merah muda. Antono tidak
menunjukkan tanda bahaya umum dan tidak ada kaku kuduk.
Antono tidak menunjukkan gejala-gejala untuk PENYAKIT BERAT
DENGAN DEMAM.
b) Selanjutnya, petugas melihat pada lajur kuning. Antono demam.
Suhu badan 37.5oC. Ia juga mempunyai riwayat demam karena ibu
berkata bahwa Antono demam selama 2 hari. Ia mengklasifikasikan
Antono sebagai “MALARIA". Karena hasil pemeriksaan RDT positif
maka jenis malarianya adalah falsiparum (ditulis di dalam kurung )

DAERAH RISIKO TINGGI MALARIA


PENYAKIT BERAT
 Ada tanda bahaya umum ATAU DENGAN DEMAM
 Kaku kuduk
 Demam (pada anamnesis atau
MALARIA
pada perabaan, atau suhu
(falsiparum)
37,5 C atau lebih)

c) Karena Antono mempunyai ruam yang menyeluruh dan mata merah,


ia menunjukkan gejala yang mengarah pada campak. Untuk
mengklasifikasikan campak Antono, petugas melihat tabel klasifikasi
untuk campak.
d) Petugas melihat lajur merah muda. Antono tidak menunjukkan tanda
bahaya umum, kornea tidak keruh dan tidak ada luka yang dalam
atau luas pada mulutnya. Antono tidak menderita CAMPAK
DENGAN KOMPLIKASI BERAT.
e) Selanjutnya petugas melihat lajur kuning. Matanya tidak bernanah.
Tidak ada luka pada mulut. Antono tidak diklasifikasikan CAMPAK
DENGAN KOMPLIKASI MATA ATAU MULUT.
f) Akhirnya petugas melihat lajur hijau. Antono menderita campak tetapi
ia tidak menunjukkan gejala-gejala dari lajur merah muda atau
kuning. Petugas mengklasifikasikan Tono sebagai CAMPAK.

 Ada tanda bahaya umum ATAU


CAMPAK DENGAN
 Kekeruhan pada kornea mata ATAU
KOMPLIKASI BERAT
 Luka di mulut yang dalam atau luas

 Mata bernanah ATAU CAMPAK DENGAN


 Luka di mulut KOMPLIKASI PADA MATA
DAN/ATAU MULUT
Terdapat campak saat ini atau dalam 3 bulan terakhir
CAMPAK

Sekarang bacalah studi kasus berikut ini. Catat gejala dari masing-masing
anak dan klasifikasinya pada Formulir Pencatatan.
Lihat Buku Bagan halaman 4.

Kasus 1 : Febrina

Febrina anak perempuan, umur 12 bulan, berat badan 7.2 kg Panjang badan
67 cm dan suhu badan 36,5C. Ibu membawa ke Puskesmas hari ini karena
demam selama 2 hari.
Ia tidak mempunyai tanda bahaya umum. tidak batuk atau sukar bernapas.

Febrina diare selama 2 - 3 hari, tidak ada darah dalam tinjanya. Anak sadar
dan tidak letargis. Matanya tidak cekung dan ia minum seperti biasanya.
Cubitan kulit perut kembali segera.

Risiko malaria di daerah ini rendah dan anak tidak pergi keluar daerahnya.
Ia tidak menderita campak dalam 3 bulan terakhir. Lehernya tidak kaku, tidak
pilek dan tidak ada ruam menyeluruh. Ia tidak mempunyai penyebab demam
yang lain. Pada pemeriksaan RDT hasilnya positif Vivax / Ovale.

Catat gejala anak dan klasifikasikan dalam Formulir Pencatatan pada halaman
berikut.

MTBS – MODUL 2 – 2008 60


TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB : kg PB / TB cm Suhu : C

Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?


PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
Sudah berapa lama? Letargis atau rewel
Gelisah atau tidak sadar
hari
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
(menurut anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu 37,5 oC atau lebih)
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika daerah Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Lakukan
Jika Ya, tentukan daerah Risiko tempat yang dikunjungi. pemeriksaan SDM
Ambil sediaan darah : (tidak dilakukan untuk daerah tanpa Risiko Malaria) (mikroskopis)
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir ATAU
Periksa mikroskopis darah jika pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir.
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh dan
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah ada perdarahan dari hidung  Perhatikan tanda-tanda syok:
atau gusi yang berat? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah anak muntah? dan nadi teraba lemah atau tak
Jika ya: teraba.
- Apakah sering?  Lihat adanya perdarahaan dari
- Apakah muntahnya berdarah hidung atau gusi yang berat
atau seperti kopi?  Lihat adanya bintik perdarahan di
 Apakah beraknya berwarna hitam? kulit (petekie)
 Apakah ada nyeri ulu hati atau anak Jika ada dan tak ada gejala lain dari
gelisah? DBD, lakukan uji Torniket.
Kasus 2 : Annisa

Annisa, umur 3 tahun, berat badan 10 kg, tinggi badan 81 cm dan suhu 38C.

Ibu membawa ke Puskesmas karena batuk dan mempunyai ruam.

Ia bisa minum, tidak memuntahkan semuanya dan tidak kejang. Ia sadar dan
tidak letargis.

Ibu berkata anak batuk selama 2 hari. Hitung napas : 42 kali per menit, tidak
ada tarikan dinding dada ke dalam, tidak terdengar stridor ketika anak sedang
tenang.

Annisa tidak diare, ia tinggal di daerah risiko rendah malaria dan tidak pergi ke
luar daerah. Ia demam selama 3 hari. Lehernya tidak kaku dan tidak pilek.
Pada pemeriksaan RDT hasilnya negatif untuk semua Plasmodium.

Ada ruam di seluruh tubuh Annisa. Matanya merah, tidak ada luka di mulut.
Tidak ada nanah keluar dari mata dan korneanya tidak keruh.

Catat gejala anak dan klasifikasikan dalam Formulir Pencatatan pada halaman
berikut ini.
TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
Nama anak : L / P Umur :
o BB kg PB / TB cm Suhu badan :
C
Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?
PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
Sudah berapa lama? Letargis atau rewel
tidak sadar
hari Gelisah atau
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
(menurut anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu 37,5 oC atau lebih)
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika daerah Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Lakukan
Jika Ya, tentukan daerah Risiko tempat yang dikunjungi. pemeriksaan SDM
Ambil sediaan darah : (tidak dilakukan untuk daerah tanpa Risiko Malaria) (mikroskopis)
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir ATAU
Periksa mikroskopis darah jika pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir.
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh dan
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah ada perdarahan dari hidung  Perhatikan tanda-tanda syok:
atau gusi yang berat? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah anak muntah? dan nadi teraba lemah atau tak
Jika ya: teraba.
- Apakah sering?  Lihat adanya perdarahaan dari
- Apakah muntahnya berdarah hidung atau gusi yang berat
atau seperti kopi?  Lihat adanya bintik perdarahan di
 Apakah beraknya berwarna hitam? kulit (petekie)
 Apakah ada nyeri ulu hati atau anak Jika sedikit dan tak ada gejala lain
gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket.

5.2.3. Klasifikasi Demam Untuk Demam Berdarah Dengue (DBD)

Semua anak dengan demam 2 hari sampai dengan 7 hari harus


diklasifikasikan untuk Demam Berdarah Dengue setelah dilakukan
penilaian untuk malaria (dan mungkin campak).

Ada tiga kemungkinan klasifikasi DBD:

 Ada tanda-tanda syok atau gelisah ATAU


 Muntah bercampur darah/seperti kopi ATAU
 Berak berwarna hitam ATAU
 Perdarahan dari hidung atau gusi ATAU
DEMAM BERDARAH
 Bintik-bintik perdarahan di kulit (petekie) dan uji DENGUE
Torniket positif (*) ATAU
 Sering muntah.

 Demam mendadak tinggi dan terus menerus


ATAU MUNGKIN DEMAM
 Nyeri ulu hati atau gelisah ATAU BERDARAH DENGUE
 Bintik perdarahan di kulit.

DEMAM: MUNGKIN
 Tidak ada satupun gejala di atas BUKAN DEMAM
BERDARAH

(*) Jika ada sedikit petekie, tanpa tanda lain dari DBD dan uji Torniket tidak
dapat dilakukan, klasifikasikan sebagai DBD

DEMAM BERDARAH DENGUE


Bahaya utama dari DBD adalah perdarahan yang dapat mengakibatkan syok
dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu pada DBD,
yang terpenting adalah mencegah atau menangani syok.
Jika seorang anak menunjukkan gejala syok seperti: ujung ekstremitas teraba
dingin dan nadi lemah atau tak teraba atau ada tanda lain seperti muntah
bercampur darah atau berwarna seperti kopi atau beraknya kehitaman,
perdarahan yang berat dari hidung atau gusi, bintik perdarahan di kulit (petekie)
dan uji Torniket positif atau sering muntah tanpa diare, klasifikasikan
anak tersebut sebagai DEMAM BERDARAH DENGUE atau pada lajur merah
muda.

MUNGKIN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


Jika anak menunjukkan salah satu atau lebih dari gejala-gejala berikut ini :
nyeri ulu hati atau bintik perdarahan di kulit tapi uji Torniketnya negatif,
Klasifikasikan anak itu sebagai MUNGKIN DEMAM BERDARAH DENGUE
(DBD).
Kadang-kadang gejala tersebut diatas juga dapat dijumpai pada penyakit lain
seperti campak, infeksi virus lainnya, sepsis, dll.
Meskipun demikian, hingga suatu diagnosis yang pasti dapat dibuat, anak
yang menunjukkan salah satu dari gejala-gejala tersebut harus diklasifikasikan
sebagai : Mungkin DBD atau pada lajur kuning.

DEMAM : MUNGKIN BUKAN DBD

Jika anak tidak menunjukkan gejala-gejala DBD atau Mungkin DBD, maka
kecil kemungkinan bahwa demam anak itu disebabkan oleh DBD. Anak ini
diklasifikasikan sebagai menderita DEMAM: MUNGKIN BUKAN DBD atau
pada lajur hijau. Cari penyebab lain demam, misalnya: faringitis, tonsilitis,
abses, dll.
LATIHAN M
Dalam latihan ini, saudara akan mengklasifikasikan penyakit pada anak dengan
DEMAM untuk malaria dan mungkin juga untuk campak dan DBD. Pertama,
saudara akan mempelajari suatu contoh. Kemudian saudara akan mulai
mengerjakan latihan.
Baca contoh studi kasus pada halaman ini. Pelajari juga cara petugas
kesehatan mengklasifikasikan penyakit anak ini. Apabila semua peserta sudah
siap, akan ada diskusi kelompok mengenai contoh ini.

Contoh : Mentari anak perempuan, umur 2½ tahun, berat badan 12 kg


Tinggi badan 83 cm dan suhu 380 C.
Ibu berkata anak teraba panas dan mengeluh nyeri ulu hati sejak sehari yang
lalu, ia bisa minum, tidak muntah, tidak kejang dan dan masih sadar serta tidak
letargis. Anak tidak batuk dan tidak diare.
Karena suhu badan Mentari 38 0 C, petugas kesehatan melanjutkan memeriksa
untuk gejala yang berhubungan dengan demam.
Daerah tersebut risiko rendah malaria dan anak tidak pergi ke daerah lain. Ibu
juga memberitahu bahwa ia demam selama 3 hari, tidak menderita campak
selama 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan RDT hasilnya positif Falsiparum.
Tidak ada kaku kuduk, pilek, mata merah dan ruam yang menyeluruh. Karena
demam kurang dari 7 hari, petugas kesehatan melakukan penilaian untuk
DBD. Anak tidak muntah, hidung dan gusinya tidak berdarah dan beraknya
biasa saja. Yang dikeluhkan adalah nyeri ulu hati sejak kemarin. Tidak
ditemukan perdarahan dari hidung atau gusi atau bintik perdarahan pada kulit.
Ujung ekstremitas tidak dingin, nadinya normal dan anak itu tidak gelisah.
TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal Kunjungan :
Nama anak: Mentari L / P Umur: 30 bln BB 12 kg PB / TB _83 cm Suhu 38 oC
Tanyakan: Anak ibu sakit apa ?_ Panas, nyeri ulu hati Kunjungan pertama?  Kunjungan ulang?
PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
Ada tanda bahaya
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM umum? Ingatlah
Ya Tidak_ untuk merujuk
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. Ingatlah adanya setiap anak
 Memuntahkan semuanya. tanda bahaya yang mempunyai
 Kejang. umum dalam tanda bahaya
menentukan umum
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak _
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak __


 Sudah berapa lama?  Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
hari Letargis atau tidak sadar
 Adakah darah dalam tinja ? Gelisah atau rewel
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya _Tidak


Lakukan
(menurut anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu 37,5oC atau lebih)
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika daerah Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, tentukan daerah Risiko tempat yang dikunjungi. Lakukan
Ambil sediaan darah : (tidak dilakukan untuk daerah tanpa Risiko Malaria) pemeriksaan SDM
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir ATAU (mikroskopis)
Periksa mikroskopis darah jika pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir. Malaria
 Sudah berapa lama anak  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
(falsiparum)
demam? _3 hari  Lihat adakah pilek
 Lihat tanda-tanda CAMPAK:
 Jika lebih dari 7 hari, apakah - Ruam kemerahan di kulit yang
demam terjadi setiap hari? menyeluruh dan
 Apakah anak pernah mendapat
- Salah satu dari: batuk, pilek
anti malaria dalam 2 minggu atau mata merah
 terakhir?
Apakah anak menderita campak
dalam 3 bulan terakhir?
Jika anak sakit campak saat ini  Lihat adanya luka di mulut.
atau dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah ada perdarahan dari hidung  Perhatikan tanda-tanda syok :
atau gusi yang berat? Ujung ekstremitas teraba dingin dan
 Apakah anak sering muntah? nadi teraba lemah atau tak teraba.
Jika ya :  Lihat adanya perdarahan dari hidung
- Apakah sering? atau gusi yang berat. Mungkin
- Apakah muntahnya berdarah atau  Lihat adanya bintik perdarahan di kulit
seperti kopi? (petekie). DBD
 Apakah beraknya berwarna hitam? Jika sedikit dan tak ada gejala lain
 Apakah ada nyeri ulu hati atau dari DBD, lakukan uji Torniket.
gelisah?

Sekarang baca studi kasus berikut ini. Catat setiap gejala dan klasifikasikan
pada Formulir Pencatatan.

Kasus : Aditya

Aditya anak laki-laki, umur 24 bulan, berat badan 9.5 kg Tinggi badan 75 cm.
dan suhu badan 370 C. Ibu berkata anak tidak mau makan akhir-akhir ini.

Petugas memeriksa tanda bahaya umum. Anak bisa minum, tidak muntah,
tidak kejang dan masih sadar serta tidak letargis.

Anak tidak batuk dan tidak diare.

Ibu berkata Aditya teraba panas selama 2 hari. Daerahnya risiko tinggi malaria.
Anak dibawa bepergian keluar kota, tetapi bukan ke daerah dengan risiko
malaria. Anak tidak menderita campak dalam 3 bulan terakhir. Pada
pemeriksaan RDT hasilnya positif

Tidak ditemukan kaku kuduk, tidak pilek dan tak mempunyai ruam. Dia tidak
mempunyai gejala yang mengarah ke campak.

Tidak ada perdarahan dari hidung maupun gusi, tidak muntah dan beraknya
normal, dan tidak ada tanda syok.

Setelah diperiksa dengan teliti, petugas menemukan bintik perdarahan pada


perut Aditya. Selanjutnya petugas melakukan uji Tourniquet dan ternyata
hasilnya positif.

Catat gejala pada Aditya dan klasifikasinya pada Formulir Pencatatan berikut
ini :
TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB kg PB / TB cm Suhu C

Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?


PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
Sudah berapa lama? Letargis atau
Gelisah atau rewel
tidak sadar
hari
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
(menurut anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu 37,5 oC atau lebih)
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika daerah Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Lakukan
Jika Ya, tentukan daerah Risiko tempat yang dikunjungi. pemeriksaan SDM
Ambil sediaan darah : (tidak dilakukan untuk daerah tanpa Risiko Malaria) (mikroskopis)
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir ATAU
Periksa mikroskopis darah jika pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir.
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh dan
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah ada perdarahan dari hidung  Perhatikan tanda-tanda syok:
atau gusi yang berat? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah anak muntah? dan nadi teraba lemah atau tak
Jika ya: teraba.
- Apakah sering?  Lihat adanya perdarahaan dari
- Apakah muntahnya berdarah hidung atau gusi yang berat
atau seperti kopi?  Lihat adanya bintik perdarahan di
 Apakah beraknya berwarna hitam? kulit (petekie)
 Apakah ada nyeri ulu hati atau anak Jika sedikit dan tak ada gejala lain
gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket.
LATIHAN N
Dalam latihan dengan video ini saudara dapat menyaksikan suatu demonstrasi
tentang cara menilai dan mengklasifikasikan seorang anak dengan demam,
akan tetapi belum mengikut-sertakan DBD. Saudara akan melihat contoh
gejala-gejala yang berhubungan dengan demam dan campak. Saudara akan
praktek mengenali kaku kuduk, kemudian mengerjakan suatu studi kasus.

Untuk setiap anak yang diperlihatkan, jawablah pertanyaan berikut:

Apakah ada kaku kuduk?


YA TIDAK
Anak 1
Anak 2
Anak 3
Anak 4

Studi Kasus Video :

Catat gejala-gejala anak dan klasifikasinya pada Formulir Pencatatan di


halaman berikut.

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


MTBS – MODUL 2 – 2008 70
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB kg PB / TB cm Suhu C

Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?


PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
Sudah berapa lama? Letargis atau rewel
Gelisah atau tidak sadar
hari
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
(menurut anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu 37,5 oC atau lebih)
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi, Rendah atau Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika daerah Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak dibawa berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Lakukan
Jika Ya, tentukan daerah Risiko tempat yang dikunjungi. pemeriksaan SDM
Ambil sediaan darah : (tidak dilakukan untuk daerah tanpa Risiko Malaria) (mikroskopis)
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir ATAU
Periksa mikroskopis darah jika pernah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir.
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh dan
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah ada perdarahan dari hidung  Perhatikan tanda-tanda syok:
atau gusi yang berat? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah anak muntah? dan nadi teraba lemah atau tak
Jika ya: teraba.
- Apakah sering?  Lihat adanya perdarahaan dari
- Apakah muntahnya berdarah hidung atau gusi yang berat
atau seperti kopi?  Lihat adanya bintik perdarahan di
 Apakah beraknya berwarna hitam? kulit (petekie)
 Apakah ada nyeri ulu hati atau anak Jika sedikit dan tak ada gejala lain
gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket.
6.0 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI MASALAH TELINGA
Salah satu masalah telinga pada anak adalah infeksi telinga.
Jika seorang anak menderita infeksi telinga, nanah terkumpul di belakang
gendang telinga yang menyebabkan nyeri dan seringkali demam. Jika infeksi
tidak diobati, gendang telinga mungkin pecah, nanah keluar dan anak akan
berkurang rasa sakitnya. Anak akan berkurang pendengarannya sebab
gendang telinganya berlubang. Kadang-kadang nanah terus keluar, gendang
telinga tidak sembuh dan anak menjadi tuli.
Kadang-kadang infeksi menyebar dari telinga ke tulang di belakang telinga
(mastoid) menyebabkan mastoiditis. Infeksi dapat juga menyebar dari telinga
ke otak dan menyebabkan meningitis (radang selaput otak). Kedua penyakit
berat ini memerlukan perhatian mendesak dan rujukan.

6.1 MENILAI MASALAH TELINGA


Seorang anak dengan masalah telinga dinilai untuk:
 nyeri telinga.
 adanya nanah/cairan dari telinga.
 jika ada nanah, berapa lama telinga anak itu mengeluarkan nanah.
 pembengkakan yang nyeri di belakang telinga sebagai tanda
mastoiditis.
Di bawah ini adalah kotak dari kolom "Penilaian" yang menunjukkan cara
menilai anak untuk masalah telinga (lihat halaman 6 Buku bagan MTBS).
APAKAH ANAK MEMPUNYAI MASALAH TELINGA?
JIKA YA, TANYAKAN : LIHAT DAN RABA :
 Apakah telinganya sakit?  Lihat, adakah cairan/nanah
 Adakah nanah/cairan keluar keluar dari telinga?
dari telinga?  Raba, adakah pembengkakan
Jika Ya, berapa lama? yang nyeri di belakang telinga?

Tanyakan tentang masalah telinga kepada SEMUA anak sakit.

TANYA : Apakah anak mempunyai masalah telinga?

Jika ibu menjawab TIDAK, jangan menilai anak itu untuk masalah telinga.
Lanjutkan ke pertanyaan berikutnya yaitu memeriksa status gizi dan anemia.
Jika ibu menjawab YA, ajukan pertanyaan berikut:

TANYA : Apakah telinganya sakit?

Telinga sakit dapat berarti bahwa anak mempunyai infeksi telinga. Jika ibu
tidak pasti apakah ada sakit telinga, tanyakan apakah anak rewel dan sering
menggosok telinganya.
TANYA: Adakah nanah/cairan keluar dari telinga? Jika ya, sudah berapa
lama?
Cairan/nanah juga merupakan tanda infeksi. Ketika bertanya tentang
cairan/nanah dari telinga, gunakan kata-kata yang dimengerti ibu.
Jika anak mengeluarkan cairan/nanah dari telinganya, tanyakan sudah berapa
lama. Ibu mungkin perlu mengingat kapan cairan/nanah mulai keluar.

LIHAT: Adanya cairan/nanah keluar dari telinga

Cairan/nanah yang keluar dari telinga merupakan suatu tanda infeksi,


meskipun anak sudah tidak merasa sakit lagi. Lihat ke dalam telinga anak
untuk memeriksa apakah ada cairan/nanah yang keluar dari telinga.

RABA: Adanya pembengkakan yang nyeri di belakang telinga

Raba bagian belakang kedua telinga. Bandingkan keduanya dan tentukan


apakah ada pembengkakan yang nyeri pada tulang mastoid. Pada bayi,
pembengkakan mungkin ada di atas telinga.
Untuk mengklasifikasikan mastoiditis, rasa nyeri dan pembengkakan harus ada
kedua-duanya. Mastoiditis adalah suatu infeksi di dalam tulang mastoid.
Jangan kacaukan pembengkakan tulang ini dengan pembesaran kelenjar getah
bening.
6.2 KLASIFIKASI MASALAH TELINGA

Ada empat klasifikasi untuk masalah telinga:

 Pembengkakan yang nyeri di belakang


telinga MASTOIDITIS

 Tampak cairan / nanah keluar dari telinga


INFEKSI TELINGA
dan telah terjadi kurang dari 14 hari ATAU
 Nyeri telinga
AKUT

 Tampak cairan/nanah keluar dari telinga INFEKSI TELINGA


dan telah terjadi selama 14 hari atau lebih KRONIS
 Tidak ada sakit telinga DAN tidak ada TIDAK ADA INFEKSI
cairan / nanah keluar dari telinga TELINGA

MASTOIDITIS
Jika anak mempunyai pembengkakan yang nyeri di belakang telinga,
klasifikasikan sebagai MASTOIDITIS.

INFEKSI TELINGA AKUT

Jika ada nyeri telinga atau,saudara melihat cairan/nanah keluar dari telinga
dan dilaporkan sudah berlangsung selama kurang dari 14 hari klasifikasikan
sebagai INFEKSI TELINGA AKUT.

INFEKSI TELINGA KRONIS

Jika saudara melihat cairan/nanah keIuar dari telinga dan sudah berlangsung
selama 14 hari atau lebih, klasifikasikan sebagai INFEKSI TELINGA KRONIS.

TIDAK ADA INFEKSI TELINGA

Jika tak ada nyeri telinga dan tidak ada cairan/nanah yang keluar dari telinga
diklasifikasikan sebagai TAK ADA INFEKSI TELINGA.
LATIHAN O
Kedua studi kasus ini menggambarkan anak-anak yang mempunyai masalah
telinga. Catat gejala-gejala dari setiap anak dan klasifikasinya pada bagian
formulir pencatatan untuk masalah telinga.

Kasus 1 : Nabilla

Nabilla, anak perempuan umur 3 tahun, berat badan 13 kg, tinggi badan 86
cm. suhu badan 37.50C. Ibu datang ke klinik hari ini karena Anak demam
selama 2 hari terakhir. Ia menangis tadi malam dan berkata bahwa telinganya
sakit.

Petugas kesehatan memeriksa dan tidak menemukan tanda bahaya umum.

Anak tidak batuk atau sukar bernapas dan tidak diare. Risiko malaria di daerah
tersebut tinggi. Demamnya diklasifikasikan sebagai MALARIA.

Tidak ditemukan gejala yang mengarah ke DBD, oleh karena itu ia di


klasifikasikan sebagai DEMAM : MUNGKIN BUKAN DBD

Ibu berkata bahwa ia merasa pasti telinga Nabilla sakit. Hampir sepanjang
malam anak menangis karena telinganya sakit. Petugas tidak menemukan
cairan/nanah yang keluar dari telinga anak. Ia meraba bagian belakang telinga
dan merasakan pembengkakan yang nyeri di belakang salah satu telinga.

Catat gejala-gejala masalah telinga Nabilla dan klasifikasikan pada formulir


pencatatan berikut ini:

PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI

APAKAH ANAK MEMPUNYAI Ya Tidak


MASALAH TELINGA?
 Apakah ada nyeri telinga?
 Lihat adanya cairan/nanah
 Adakah cairan/nanah
keluar dari telinga.
keluar dari telinga?
 Raba adanya
Jika Ya, sudah berapa
pembengkakan yang
lama?
nyeri di belakang telinga
hari
Kasus 2 : Teguh

Teguh, anak laki-laki umur 18 bulan, Berat badan 9 kg, panjang badan 74 cm.
Suhu 370C. Ibu berkata bahwa telinga Anak mengeluarkan nanah selama 3
hari terakhir.

Teguh tidak menunjukkan tanda bahaya umum, tidak batuk atau sukar
bernapas. Ia tidak diare dan tidak demam.

Petugas kesehatan bertanya tentang masalah telinga. Ibu berkata bahwa


Teguh tidak sakit telinga tapi ada nanah yang keluar dari telinganya selama 3
atau 4 hari. Petugas melihat nanah keluar dari telinga kanan anak. Ibu berkata
bahwa nanah keluar sejak 4 hari yang lalu. Ia tidak merasakan adanya
pembengkakan yang nyeri di belakang kedua telinga.

Catat gejala Teguh untuk masalah telinga dan klasifikasikan dalam Formulir
Pencatatan berikut ini.

PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI

APAKAH ANAK MEMPUNYAI Ya Tidak


MASALAH TELINGA?
 Apakah ada nyeri telinga?
 Lihat adanya cairan/
 Adakah cairan/nanah
nanah keluar dari telinga
keluar dari telinga?
 Raba adanya
Jika Ya, sudah berapa
pembengkakan yang
lama?
nyeri di belakang telinga
hari

Beritahu fasilitator jika telah siap mendiskusikan jawaban saudara


7.0 MEMERIKSA STATUS GIZI
Periksa status gizi pada semua anak sakit.
Seorang ibu biasanya membawa anaknya ke klinik karena anak sakit akut.
Anak yang sakit mungkin saja kurang gizi, tapi petugas kesehatan atau
keluarganya mungkin tidak melihat masalah ini.
Anak yang kurang gizi mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk berbagai jenis
penyakit dan kematian. Mengenali dan menangani anak kurang gizi akan
membantu mencegah berbagai penyakit berat dan kematian. Beberapa kasus
kurang gizi dapat ditangani di rumah, sedang anak sangat kurus dan / atau
edema memerlukan rujukan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan
khusus, untuk penyakit penyerta/ penyulit misalnya: TBC, diare kronis, ISPA,
Campak dan penyakit infeksi lainnya.
Anak yang menderita kurang gizi juga cenderung menderita kekurangan
vitamin A karena makanannya juga kurang mengandung vitamin A.
Apabila kekurangan Vitamin A itu berlanjut, akan timbul kekeringan pada mata
yang disebut Xerophthalmia dan mempunyai risiko untuk menjadi buta.
Gejala klinis Kurang Vitamin A pada mata akan timbul bila tubuh mengalami
KVA yang telah berlangsung lama. Gejala tersebut akan lebih cepat timbul bila
anak menderita penyakit campak, diare, Infeksi Saluran Pernafasan Akut
(ISPA) dan penyakit infeksi lainnya.

Penyebab gangguan gizi

Salah satu jenis kurang gizi makro adalah kurang energi protein (KEP) yang
terjadi apabila seorang anak tidak mendapat cukup energi atau protein dari
makanan. Seorang anak yang sering sakit dapat menderita kurang gizi. Napsu
makan anak berkurang, dan makanan yang dimakan tidak digunakan secara
efisien.
Apabila seorang anak kurang gizi:
 Anak mungkin tampak sangat kurus, suatu tanda dari marasmus.
 Anak mungkin menunjukkan edema, suatu tanda dari kwashiorkor.
Seorang anak yang makanannya kurang mengandung vitamin dan mineral
yang dianjurkan, dapat menderita kurang zat gizi mikro, seperti :
 Kurang vitamin A mempunyai risiko lebih besar menderita kebutaan.
 Kurang asupan makanan yang mengandung yodium akan menyebabkan
pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu (kretin).

7.1. MENILAI STATUS GIZI


Kotak di bawah ini adalah bagian dari kolom PENILAIAN DAN KLASIFIKASI
yang menggambarkan cara menilai STATUS GIZI seorang anak (Lihat Buku
Bagan).
LIHAT DAN RABA:
Lihat apakah anak tampak sangat kurus?
Lihat dan raba adanya pembengkakan di kedua punggung kaki.
Tentukan Berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan, apakah :

- BB / PB (TB) < - 3 SD
- BB / PB (TB) ≥ - 3 SD - < - 2 SD
- BB / PB (TB) - 2 SD - + 2 SD

LIHAT: Apakah anak tampak sangat kurus?


Anak sangat kurus nampak tidak berlemak, seperti tulang dibungkus kulit.
Anak ini menderita marasmus.
Untuk mengetahui apakah anak tampak sangat kurus, buka pakaian anak.
Lihat di sekitar otot-otot bahu, lengan, bokong dan kaki. Perhatikan apakah
tulang rusuknya kelihatan. Pinggul anak mungkin kelihatan kecil jika
dibandingkan dengan dada dan perutnya. Lihat anak dari samping, apakah
lemak telah hilang dari bokongnya. Pada keadaan ekstrim, terdapat banyak
lipatan kulit pada pantat dan paha, sehingga anak kelihatan seperti memakai
celana baggy (celana yang longgar).
Wajah anak sangat kurus mungkin masih tampak normal, atau seperti orang
tua. Perutnya buncit.
LIHAT dan RABA pembengkakan pada kedua punggung kaki

Anak dengan pembengkakan pada kedua kakinya mungkin menderita


kwashiorkor, suatu bentuk lain dari sangat kurus, salah satu tipe dari gizi
buruk. Bengkak terjadi apabila sejumlah besar cairan berkumpul dalam
jaringan tubuh anak. Jaringan terisi cairan dan kelihatan bengkak. Tanda-tanda
lain yang biasa dijumpai pada kwashiorkor adalah kurus, rambut jarang dan
tipis serta mudah rontok; kulit kering dan bersisik terutama pada lengan dan
tungkai wajah bengkak seperti bulan purnama (“moon face”).
Lihat dan raba untuk menentukan apakah ada edema (pembengkakan) pada
kedua punggung kakinya. Gunakan ibu jari saudara untuk menekan dengan
lembut selama beberapa detik pada kedua punggung kaki. Dikatakan ada
edema jika terdapat lekukan pada kakinya ketika ibu jari diangkat.

TENTUKAN Berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan.


Berdasarkan standar baru Antropometri WHO MGRS 2005 (Multicentre Growth
Reference Standard) ada 4 indikator yaitu :
1. PB atau TB/U. : Panjang Badan / Tinggi Badan menurut Umur.
2. BB/U : Berat Badan menurut Umur.
3. BB/PB atau TB : Berat Badan menurut Panjang Badan atau Tinggi
Badan.
4. BMI/U
Indikator BB/U dilakukan oleh kader di Posyandu dengan menimbang, hasilnya
dicantumkan pada KMS.
Selanjutnya dilakukan validasi oleh petugas di Puskesmas atau sarana
pelayanan kesehatan lainnya dengan indikator PB atau TB/U dan BB/PB.
Indikator pertumbuhan kemudian dibandingkan dengan garis Z-score untuk
menentukan apakah terjadi gangguan pertumbuhan pada balita atau tidak.

Menggunakan indikator BB/PB atau TB, Z-score mempunyai 7 kategori,


yaitu :
 > + 3 SD : obesitas
 > + 2 SD : gemuk
 > + 1 SD : risiko gemuk
 0 : Median (Normal) atau gizi baik
 < - 1 SD : normal atau gizi baik.
 < - 2 SD : kurus atau gizi kurang.
 < - 3 SD : sangat kurus atau gizi buruk.

Dengan demikian, istilah BGM (Bawah Garis Merah) sudah tidak dipakai lagi,
Menggunakan indikator PB atau TB/U, < - 2 SD disebut pendek, dan
< - 3 SD disebut sangat pendek
dan menggunakan indikator BB/U, < - 2 SD disebut Berat Badan kurang, dan
< - 3 SD disebut BB sangat kurang.
7.2. KLASIFIKASI STATUS GIZI

Ada tiga klasifikasi untuk status gizi seorang anak, yaitu:

 Badan sangat kurus ATAU


 BB / PB (TB) < - 3 SD ATAU SANGAT KURUS
 Bengkak pada kedua punggung DAN / ATAU EDEMA
kaki

 Badan kurus ATAU


KURUS
 BB / PB (TB) ≥ - 3 SD ─ < - 2 SD

 BB / PB (TB) - 2 SD ─ +2 SD DAN
 Tidak ditemukan tanda-tanda NORMAL
kelainan gizi diatas

SANGAT KURUS DAN / ATAU EDEMA

Jika anak tampak sangat kurus atau BB/PB (TB) < - 3 SD atau bengkak pada
kedua punggung kaki, diklasifikasikan anak sebagai SANGAT KURUS DAN /
ATAU EDEMA
Anak tersebut mempunyai risiko kematian karena pneumonia, diare, campak
dan penyakit berat lainnya.

KURUS
Anak dengan BB/PB (TB) ≥ - 3 SD ─ < - 2 SD atau badan kurus
diklasifikasikan sebagai KURUS dan mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk
penyakit yang berat.

NORMAL
Jika BB/PB (TB) - 2 SD ─ + 2 SD DAN tidak ditemukan tanda-tanda
kelainan gizi lain, diklasifikasikan NORMAL.

Untuk menilai status gizi tidak memakai KMS, tetapi menggunakan Grafik
standar Pertumbuhan WHO 2005 pada halaman berikut, grafik yang berbeda
untuk anak laki-laki dan perempuan.

MTBS – MODUL 2 – 2008 80


Berat Badan menurut Panjang Badan
anak LAKI-LAKI usia 0-2 tahun
Berat Badan (Kg)

Panjang Badan (Cm)

Berat Badan menurut Tinggi Badan

.
anak LAKI-LAK I usia 2-5 tahun
Berat Badan (Kg)
Tinggi Badan (Cm)
Berat Badan menurut Panjang Badan anak PEREMPUAN usia 0-2 tahun
Berat Badan (Kg)

Panjang Badan (Cm)

Berat Badan menurut Tinggi Badan anak PEREMPUAN usia 2-5 tahun
Berat Badan (Kg)

Tinggi Badan (Cm)

MTBS – MODUL 2 – 2008 82


LATIHAN P

Dalam latihan ini, saudara akan melihat pada buku kumpulan foto dan berlatih
mengenali gejala dari anak dengan gizi buruk atau sangat kurus dan edema.

Bagian 1: Pelajari foto-foto nomor 50 sampai dengan 53.


Foto 50 Ini adalah contoh dari anak yang tampak sangat kurus.
Anak ini mempunyai pinggul kecil dan kaki kurus dibandingkan
dengan perutnya. Perhatikan bahwa masih ada lemak pada pipi
anak itu.
Foto 51 Ini adalah anak yang sama dengan foto 50 yang memperlihatkan
hilangnya lemak pada bokongnya.
Foto 52 Ini adalah anak yang sama dengan foto 50 yang memperlihatkan
lipatan-lipatan kulit ("celana baggy") yang disebabkan oleh
hilangnya lemak dari bokong. Tidak semua anak yang sangat
kurus mempunyai tanda ini. Ini adalah suatu tanda yang sangat
ekstrim.
Foto 53 Anak ini bengkak pada kedua kakinya.

Bagian 2: Sekarang lihat foto-foto nomor 54 sampai dengan 61. Beri tanda 
jika anak tampak sangat kurus. Lihat juga foto nomor 62 dan beri
tanda  jika anak bengkak pada kedua kakinya. Gunakan lembar
jawaban berikut.

Apakah anak tampak sangat kurus


YA TIDAK
Foto 54
Foto 55
Foto 56
Foto 57
Foto 58
Foto 59
Foto 60
Foto 61
Apakah anak bengkak pada kedua kakinya
YA TIDAK
Foto 62

Beritahu fasilitator jika sudah siap mendiskusikan jawaban saudara.

83 MTBS - MODUL 2 - 2008


8.0. MEMERIKSA ANEMIA.
Kekurangan zat besi pada makanan dapat mengakibatkan anemia. Anak dapat
juga menderita anemia sebagai akibat dari :
 Malaria yang dapat menghancurkan sel darah merah dengan cepat.
Anak-anak dapat menderita anemia jika mereka berulang kali menderita
malaria atau jika malaria tidak diobati dengan benar. Seringkali, anemia
pada anak-anak ini disebabkan oleh kekurangan gizi dan malaria.
 Parasit seperti cacing tambang atau cacing cambuk. Cacing ini dapat
menyebabkan kehilangan darah dari usus dan menyebabkan anemia.

8.1. MENILAI ANEMIA.

Kotak di bawah ini adalah bagian dari kolom PENILAIAN DAN KLASIFIKASI
yang menggambarkan cara menilai seorang anak untuk ANEMIA (Lihat Buku
Bagan halaman 8).

LIHAT :
 Lihat tanda kepucatan pada telapak tangan.
Apakah :
- Sangat pucat
- Agak pucat

LIHAT : Tanda kepucatan pada telapak tangan

Pucat biasanya terlihat pada kulit dan merupakan tanda anemia. Untuk melihat
apakah anak pucat, lihat telapak tangan anak. Buka tangan anak pelan-pelan,
sehingga kita dapat melihat telapak tangannya. Jangan menarik jari-jari
tangannya ke belakang, karena tangan akan terlihat lebih pucat akibat
terhalangnya aliran darah.
Bandingkan warna telapak tangan anak dengan telapak tangan saudara
sendiri atau anak yang lain. Jika kulit telapak tangan anak itu pucat, dikatakan
bahwa anak itu agak pucat. Jika kulit telapak tangan anak itu pucat sekali
sehingga kelihatan putih, dikatakan anak itu sangat pucat. Kepucatan bisa
juga di deteksi melalui konjungtiva, akan tetapi kepucatan pada telapak tangan
merupakan indikator yang lebih baik.dan lebih mudah memeriksanya.

Cara memeriksa kepucatan


8.2. KLASIFIKASI ANEMIA.

Ada tiga klasifikasi untuk Anemia :

 Telapak tangan sangat pucat ANEMIA BERAT

 Telapak tangan agak pucat ANEMIA


 Tidak ditemukan tanda-tanda
TIDAK ANEMIA
kepucatan pada telapak tangan

ANEMIA BERAT

Jika telapak tangan anak terlihat sangat pucat, klasifikasikan sebagai ANEMIA
BERAT.

ANEMIA

Jika telapak tangan anak terlihat agak pucat, klasifikasikan sebagai ANEMIA

TIDAK ANEMIA

Jika tidak ditemukan tanda-tanda kepucatan pada telapak tangan,


klasifikasikan sebagai TIDAK ANEMIA
LATIHAN Q
Dalam latihan ini, saudara akan melihat pada buku kumpulan foto dan berlatih
mengenali anak-anak dengan kepucatan pada telapak tangan.
Bagian 1:
Pelajari foto-foto nomor 41 sampai dengan 43b. Bacalah penjelasan di bawah
untuk setiap foto.

Foto 41 Kulit anak ini normal. Tidak pucat.


Foto 42a Tangan-tangan dalam foto ini adalah tangan dari
dua anak yang berbeda. Anak di sebelah kiri agak
pucat.
Foto 42b Anak di sebelah kanan tidak pucat.
Foto 43a Tangan-tangan dalam foto ini adalah tangan dari
dua anak yang berbeda. Anak di sebelah kiri tidak
pucat.
Foto 43b Anak di sebelah kanan sangat pucat.

Bagian 2:
Lihat foto-foto nomor 44 sampai dengan 49. Untuk setiap foto, beri tanda ( )
apakah anak sangat pucat, agak pucat atau tidak pucat. Gunakan lembar
jawaban berikut.

Apakah anak itu:


Sangat pucat Agak pucat Tidak pucat
Foto 44
Foto 45
Foto 46a
Foto 46b
Foto 47
Foto 48
Foto 49

Beritahu fasilitator jika sudah siap mendiskusikan jawaban saudara.


LATIHAN R
Baca studi kasus berikut ini. Catat gejala anak dan klasifikasinya dalam
Formulir Pencatatan. Lihatlah tabel klasifikasi pada Buku Bagan halaman 7.

Kasus 1: Rafli

Rafli, anak laki-laki umur 18 bulan, berat 7 kg, panjang badan 68 cm dan suhu
38.5°C. Ibu membawanya hari ini karena anak demam d an ada ruam.
Petugas kesehatan melihat Rafli kelihatan seperti tulang tertutup kulit, anak
bisa minum, tidak muntah, tidak kejang, sadar dan tidak letargis.
Ia tidak batuk atau sukar bernapas dan tidak diare.

Rafli tinggal di daerah risiko rendah malaria. Ibu membawa anak mengunjungi
keluarga yang tinggal di daerah risiko malaria tinggi sekitar 1 minggu yang lalu.

Anak demam selama 5 hari, mempuyai ruam kemerahan menyeluruh dan


matanya merah. Ia menderita campak. Lehernya tidak kaku dan tidak ada pilek.
Petugas kesehatan memeriksa gejala komplikasi campak. Anak tidak
mempunyai luka di mulut. Tidak ada nanah keluar dari matanya dan tidak ada
kekeruhan pada kornea. Tidak ada tanda perdarahan termasuk bintik
perdarahan di kulit, dan tidak ada tanda-tanda syok atau gejala DBD yang lain.

Rafli tidak mempunyai masalah telinga

Selanjutnya petugas memeriksa status gizi dan anemia. Rafli tampak sangat
kurus, tidak pucat, kedua kakinya tidak bengkak.

Pada pemeriksaan RDT hasilnya positif falsiparum.

Catat gejala Rafli dan klasifikasinya dalam Formulir Pencatatan berikut.


TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB kg PB / TB cm Suhu C

Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?


PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
Sudah berapa lama? Letargis atau rewel
tidak sadar
hari Gelisah atau
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
( anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu ≥ 37,5oC )
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi - Rendah - Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, tentukan daerah risiko sesuai tempat yang dikunjungi. Lakukan
Ambil sediaan darah: (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko) pemeriksaan SDM
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir. ATAU (mikroskopis)
Periksa mikroskopis darah jika sudah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh dan
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah ada perdarahan dari hidung  Perhatikan tanda-tanda syok:
atau gusi yang berat? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah anak muntah? dan nadi teraba lemah atau tak
Jika ya: teraba.
- Apakah sering?  Lihat adanya perdarahaan dari
- Apakah muntahnya berdarah hidung atau gusi yang berat
atau seperti kopi?  Lihat adanya bintik perdarahan di
 Apakah beraknya berwarna hitam? kulit (petekie)
 Apakah ada nyeri ulu hati atau anak Jika sedikit dan tak ada gejala lain
gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket.

PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


APAKAH ANAK MEMPUNYAI MASALAH TELINGA ? Ya Tidak
 Apakah ada nyeri telinga ?  Lihat adanya nanah / cairan
 Adakah nanah / cairan keluar dari keluar dari telinga.
telinga ?  Raba adanya pembengkakan
Jika ya, sudah berapa lama ? yang nyeri di belakang telinga.
hari

MEMERIKSA STATUS GIZI


 Lihat apakah anak tampak sangat kurus.
 Lihat adanya pembengkakan di kedua punggung kaki
 Tentukan berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan :
- BB / PB (TB) < -3 SD
- BB / PB (TB) ≥ -3 SD − < - 2 SD
- BB / PB (TB) - 2 SD − + 2 SD )

MEMERIKSA ANEMIA
 Lihat adanya kepucatan pada telapak tangan:
- Sangat pucat
- Agak pucat
MEMERIKSA STATUS IMUNISASI
(Lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini:)

BCG HB-0 HB-1 HB-2 HB-3


Imunisasi yang
diberikan hari ini:
DPT-1 DPT-2 DPT-3 Campak

Polio-1 Polio-2 Polio-3 Polio-4


. Apakah diberi
MEMERIKSA PEMBERIAN VIT. A Dibutuhkan vitamin A : vitamin A hari ini?
Ya Tidak
ya tidak

MENILAI MASALAH/KELUHAN LAIN

LAKUKAN PENILAIAN PEMBERIAN MAKAN jika anak KURUS atau


UMUR < 2 TAHUN dan tidak akan dirujuk segera
 Apakah ibu menyusui anak ini? Ya Tidak
Jika ya, berapa kali dalam 24 jam? kali
Apakah juga menyusui di malam hari? Ya Tidak
 Apakah anak mendapat makanan atau minuman lain?
Ya Tidak Jika ya, makanan atau minuman apa?

Berapa kali sehari? kali. Alat apa yang digunakan untuk memberi
makan/minum anak?

 Jika anak KURUS :


Berapa banyak makanan/minuman yang diberikan pada anak?

Apakah anak mendapat makanan tersendiri? Ya Tidak


Siapa yang memberi makan dan bagaimana caranya?

 Selama sakit ini apakah ada perubahan pemberian makan pada


anak? Ya Tidak Jika ya, bagaimana?

Nasihati kapan kembali segera


Kunjungan ulang : hari
Kasus 2 : Hasan

Hasan, anak laki-laki umur 37 bulan, berat badan 9.6 kg, tinggi badan 87 cm
dan suhu badan 37.5°C. Ia dibawa ibu ke klinik hari ini karena panas. Hasan
terus menangis dan menggosok telinganya.
Petugas tidak melihat tanda bahaya umum. Ia tidak batuk atau sukar
bernapas.
Ia tidak diare. Risiko malaria di daerah tersebut rendah. Tidak ada riwayat
perjalanan keluar daerah dalam 2 minggu terakhir. Demam Hasan sudah 3
hari. Ia tidak menderita campak dalam 3 bulan terakhir. Lehernya bergerak
dengan mudah. Hasan pilek dan tidak ada gejala yang mengarah ke campak.
Petugas memeriksa tanda perdarahan termasuk bintik perdarahan di kulit yang
ternyata tidak ada. Hasan tidak mengeluh nyeri ulu hati dan tidak gelisah serta
tidak ada tanda-tanda syok atau tanda-tanda lain dari DBD.
Petugas menanyakan apakah anak mempunyai masalah telinga. Ibu
mengatakan bahwa Hasan mengeluh nyeri telinga. Ibu juga melihat nanah
keluar dari telinga kira-kira selama 5 hari. Petugas melihat nanah keluar dari
telinga Hasan dan tidak menemukan pembengkakan yang nyeri di belakang
kedua telinga.
Selanjutnya, petugas kesehatan memeriksa status gizi dan anemia. Anak
terlihat kurus, tetapi tidak ceking. Ia tidak pucat. Tak ada pembengkakan pada
kedua kakinya. Petugas kesehatan menentukan berat badan menurut tinggi
badan.
Pada pemeriksaan RDT hasilnya negatif untuk semua plasmodium.
Catat gejala-gejala Hasan dan klasifikasinya dalam Formulir Pencatatan.

MTBS – MODUL 2 – 2008 90


TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : Berat badan : kg PB/TB cm Suhu C

Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?


PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
Sudah berapa lama? Letargis atau rewel
Gelisah atau tidak sadar
hari
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
( anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu ≥ 37,5oC )
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi - Rendah - Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, tentukan daerah risiko sesuai tempat yang dikunjungi. Lakukan
pemeriksaan SDM
Ambil sediaan darah: (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko)
(mikroskopis)
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir. ATAU
Periksa mikroskopis darah jika sudah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir.
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh dan
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah ada perdarahan dari hidung  Perhatikan tanda-tanda syok:
atau gusi yang berat? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah anak muntah? dan nadi teraba lemah atau tak
Jika ya: teraba.
- Apakah sering?  Lihat adanya perdarahaan dari
- Apakah muntahnya berdarah hidung atau gusi yang berat
atau seperti kopi?  Lihat adanya bintik perdarahan di
 Apakah beraknya berwarna hitam? kulit (petekie)
 Apakah ada nyeri ulu hati atau anak Jika sedikit dan tak ada gejala lain
gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket.
PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
APAKAH ANAK MEMPUNYAI MASALAH TELINGA ? Ya Tidak
 Apakah ada nyeri telinga ?  Lihat adanya nanah / cairan
 Adakah nanah / cairan keluar dari keluar dari telinga.
telinga ?  Raba adanya pembengkakan
Jika ya, sudah berapa lama ? yang nyeri di belakang telinga.
hari

MEMERIKSA STATUS GIZI


 Lihat apakah anak tampak sangat kurus.
 Lihat adanya pembengkakan di kedua punggung kaki
 Tentukan berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan :
- BB / PB (TB) < -3 SD
- BB / PB (TB) ≥ -3 SD − < - 2 SD
- BB / PB (TB) - 2 SD − + 2 SD )

MEMERIKSA ANEMIA
 Lihat adanya kepucatan pada telapak tangan:
- Sangat pucat?
- Agak pucat?
MEMERIKSA STATUS IMUNISASI
(Lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini:)
Imunisasi yang
diberikan hari ini:
BCG HB-0 HB-1 HB-2 HB-3

DPT-1 DPT-2 DPT-3 Campak

Polio-1 Polio-2 Polio-3 Polio-4


. Apakah diberi
MEMERIKSA PEMBERIAN VIT. A Dibutuhkan vitamin A : vitamin A hari ini?
Ya Tidak
ya tidak

MENILAI MASALAH/KELUHAN LAIN

LAKUKAN PENILAIAN PEMBERIAN MAKAN jika anak KURUS atau


UMUR < 2 TAHUN dan tidak akan dirujuk segera
 Apakah ibu menyusui anak ini? Ya Tidak
Jika ya, berapa kali dalam 24 jam? kali
Apakah juga menyusui di malam hari? Ya Tidak
 Apakah anak mendapat makanan atau minuman lain?
Ya Tidak Jika ya, makanan atau minuman apa?

Berapa kali sehari? kali. Alat apa yang digunakan untuk memberi
makan/minum anak?

 Jika anak KURUS :


Berapa banyak makanan/minuman yang diberikan pada anak?

Apakah anak mendapat makanan tersendiri? Ya Tidak


Siapa yang memberi makan dan bagaimana caranya?

 Selama sakit ini apakah ada perubahan pemberian makan pada


anak? Ya Tidak Jika ya, bagaimana?

Nasihati kapan kembali segera


Kunjungan ulang : hari
9.0 MEMERIKSA STATUS IMUNISASI ANAK
Periksa status imunisasi pada semua anak sakit. Apakah mereka sudah
mendapat semua imunisasi yang dianjurkan untuk umur mereka?

Sebelum diterbitkan SK Menkes yang terkini,terdapat jadwal pemberian


imunisasi yang sama untuk kelahiran di rumah maupun kelahiran di sarana
kesehatan dan vaksin yang dipakai terpisah antara vaksin DPT dan vaksin
Hepatitis B. Jadwal imunisasi tersebut adalah sebagai berikut:

UMUR JENIS IMUNISASI


0-7 hari HB-0
bulan BCG DPT-1 DPT-2 DPT-3HB-1Polio-2
Polio-1
JADWAL IMUNISASI bulan Campak
bulan HB-2 HB-3
Polio-3 Polio-4
bulan
9 bulan

Sesudah diterbitkannya SK Menkes RI nomor 1611/MENKES/SK/XI/2005


tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi, jadwal pemberian imunisasi
berbeda untuk kelahiran di rumah dan di sarana kesehatan, sedangkan vaksin
DPT dan Hepatitis B tercampur dalam satu suntikan yang disebut Combo,
sehingga pada modul ini terdapat soal latihan mengenai kedua kemungkinan
tersebut.

Jadwal terkini pemberian imunisasi bagi bayi yang lahir di rumah dan di sarana
pelayanan kesehatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

JADWAL IMUNISASI BAYI LAHIR DI RUMAH

UMUR JENIS VAKSIN TEMPAT


0-7 hari Hep B 0 Rumah
1 bulan BCG, Polio 1 Posyandu
2 bulan DPT/HB 1, Polio 2 Posyandu
3 bulan DPT/HB 2, Polio 3 Posyandu
4 bulan DPT/HB 3, Polio 4 Posyandu
9 bulan Campak Posyandu

JADWAL IMUNISASI BAYI LAHIR DI TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN


( RS / RB / Bidan Praktek )
UMUR TEMPAT
JENIS VAKSIN
0 bulan HepRS/RB/Bidan
B 0, BCG, Polio
RS/RB/Bidan
1 RS/RB/Bidan RS/RB/Bidan RS/RB/Bidan
bulan DPT/HB 1, Polio 2
bulan DPT/HB 2, Polio 3
bulan DPT/HB 3, Polio 4 Campak
9 bulan
Beri imunisasi sesuai umur anak. Jika anak mendapat imunisasi pada saat ia
terlalu muda untuk suatu jenis imunisasi tertentu, tubuh anak tidak dapat
melawan penyakit dengan baik. Jika anak tidak mendapat imunisasi saat ia
cukup umurnya, risikonya untuk mendapat penyakit akan bertambah.
Semua anak harus mendapat semua imunisasi lengkap sebelum ulang
tahunnya yang pertama. Pemberian imunisasi Hepatitis B (HB-0) diberikan
dengan uniject sebelum bayi berumur 7 hari oleh bidan desa pada saat
kunjungan neonatal yang pertama.
Jika anak belum mendapat jenis imunisasi tertentu pada umur yang
dianjurkan, beri imunisasi jika tidak ada kontra indikasi. Saudara tidak perlu
mengulanginya dari awal.
Jika seorang anak sudah berumur lebih dari 1 tahun dan belum melengkapi
imunisasinya, beri dosis sisanya setiap kali ada kesempatan dan tidak ada
kontra indikasi. Hal ini perlu dicatat tetapi tidak perlu dilaporkan.

Tentukan apakah anak masih perlu mendapat imunisasi :

PERIKSA umur anak


Bandingkan umur anak dengan jenis imunisasi yang seharusnya diterima
(periksa jadwal imunisasi).

TANYAKAN kepada ibu apakah anak mempunyai KMS atau Buku KIA
Jika YA, tanyakan apakah ibu membawa KMS / Buku KIA hari ini.
 Periksa catatan pemberian imunisasi pada KMS / Buku KIA.
 Bandingkan catatan imunisasi anak dengan jadwal imunisasi yang
dianjurkan. Tentukan apakah anak sudah mendapat semua imunisasi
yang dianjurkan untuk umurnya. Bila perlu tanyakan hal ini kepada ibu.
 Catat semua imunisasi yang sudah diterima anak dengan memberi tanda
 pada imunisasi yang sesuai pada formulir pencatatan. Bila mungkin,
tulis tanggal imunisasi yang diterima anak. Lingkari imunisasi apa saja
yang seharusnya diperlukan anak pada hari ini.
 Jika anak tidak dirujuk, jelaskan kepada ibu bahwa anak perlu mendapat
imunisasi pada hari itu.

Jika ibu mengatakan TIDAK MEMPUNYAI KMS / kartu imunisasi / buku KIA
atau tidak membawanya hari ini :
 Tanyakan kepada ibu imunisasi apa saja yang sudah diterima anaknya.
 Gunakan penilaian saudara untuk memutuskan apakah jawaban ibu
dapat dipercaya. Jika jawaban ibu meragukan, anak dianggap belum
mendapatkan imunisasi tersebut dan anjurkan ibu untuk mendapat
imunisasi yang diperlukan.
Pada masa lalu beberapa petugas kesehatan mengira bahwa sakit ringan
adalah suatu kontra indikasi untuk imunisasi (suatu alasan untuk tidak
memberikan imunisasi pada seorang anak).

Jika seorang anak datang untuk imunisasi sesuai jadwal pelayanan


imunisasi, jangan sampai anak tidak di imunisasi hanya karena anak
sakit ringan dan atau kurang gizi.

Menunda imunisasi berdasarkan alasan di atas adalah suatu kebiasaan yang


kurang baik.

Kontra Indikasi Imunisasi :

 Ada riwayat kejang, syok atau reaksi-reaksi lain setelah mendapatkan


DPT-1. Pada anak ini pemberian DPT-2 atau DPT-3 diganti dengan DT
 Anak yang sering kejang atau mempunyai kelainan neurologis yang
aktif, jangan diberi DPT.
 Anak dengan demam tinggi (38.50 C atau lebih)

Jika anak akan dirujuk, jangan memberi imunisasi sebelum dirujuk. Yang akan
melaksanakan imunisasi adalah petugas kesehatan di tempat rujukan dan hal
ini akan menghindari keterlambatan rujukan.

10.0. MEMERIKSA PEMBERIAN VITAMIN A

Vitamin A dapat diberikan sebagai supplemen atau pengobatan.


Untuk pemberian sebagai supplemen, periksa status pemberian vitamin A
pada semua anak yang berumur 6 bulan – 5 tahun. Bila sudah saatnya
mendapatkan vitamin A, berikan di klinik. Anjurkan untuk mendapatkan dosis
selanjutnya secara rutin setiap 6 bulan di Posyandu. Jangan lupa mencatatnya
dalam kolom vitamin A pada KMS anak. Tidak ada kontra indikasi untuk
pemberian vitamin A.

Gunakan jadwal pemberian vitamin A Nasional seperti di bawah ini.

JADWAL PEMBERIAN VITAMIN A ( suplementasi) :

Pemberian suplementasi rutin : setiap Pebruari dan Agustus.


- Umur 6 bulan sampai 11 bulan : 100.000 IU.
- Umur 12 bulan sampai 59 bulan : 200.000 IU.
Jika seorang anak belum mendapatkannya dalam 6 bulan terakhir,
berikanlah satu dosis.

Tersedia 2 macam kapsul vitamin A yaitu :


- 100.000 IU (kapsul berwarna biru) dan
- 200.000 IU (kapsul berwarna merah).
Pemberian vitamin A sebagai pengobatan diberikan pada hari ke 1, 2 dan 15
sesuai dengan status gizi anak dan kelainan pada mata seperti tertera di
bawah ini.

Pemberian Vitamin A untuk pengobatan


( dosis sesuai umur anak )

GEJALA Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 15


Sangat kurus V — —

Sangat kurus dan V V V


menderita Campak
Menderita Campak V — —

Menderita Campak dan


komplikasi pada mata V V V

Ada salah satu gejala


Xeroftalmia :
- Buta senja
- Bercak Bitot V V V
- Nanah / radang
- Kornea keruh
- Ulcus kornea

Dosis Vitamin A

UMUR DOSIS

50.000 IU
< 6 bulan
(½ kapsul biru)
100.000 IU
6 bulan -11 bulan
(kapsul biru)
200.000 IU
12 bulan-59 bulan
(kapsul merah)
LATIHAN S
Bagian 1: Pelajari informasi pada bagian 9.0 tentang kontra indikasi pada
imunisasi. Kemudian tentukan apakah ada kontra indikasi untuk setiap anak
berikut ini:
Imunisasi anak
hari ini
jika sudah Jangan diberi
Jika anak: waktunya imunisasi hari
untuk ini
imunisasi

Akan diobati dengan antibiotik di rumah.


Mempunyai infeksi kulit lokal.
Menderita kejang segera setelah DPT-1
dan memerlukan DPT-2 dan Polio-2 hari ini.
Mempunyai masalah jantung kronis.
Akan dirujuk untuk klasifikasi berat.
Mendapat ASI ekslusif.
Kakaknya mengalami kejang tahun lalu.
Kulitnya kuning pada waktu lahir.
Klasifikasi Kurus
Demam tinggi (38.50C), diperbolehkan
pulang.
Diklasifikasikan sebagai :
Batuk : BUKAN PNEUMONIA

Bagian 2 : Bacalah kasus-kasus berikut ini. Tentukan apakah anak


memerlukan imunisasi dan/atau vitamin A hari ini.

1. Lala umur 6 bulan. Tidak ada tanda bahaya umum. Diklasifikasikan


sebagai BATUK : BUKAN PNEUMONIA, status Gizi NORMAL dan TIDAK
ANEMIA.
Imunisasi yang sudah diberikan: BCG, DPT-1, DPT-2, Polio-1, Polio-2 dan
Hep.B-1. Imunisasi terakhir 6 minggu yang lalu adalah: Polio-2, DPT-2.
Belum pernah mendapat vitamin A.
a. Apakah Lala memerlukan imunisasi dan/ atau vitamin A hari ini?

Imunisasi : ya tidak . Jika ya, sebutkan:

Vitamin A : ya tidak Jika ya, dosis IU

b. Kapan ia harus datang lagi untuk imunisasi/vitamin A berikutnya?

2. Dahlan umur 3 bulan. Tak ada tanda bahaya umum, diklasifikasikan


DIARE TANPA DEHIDRASI dan ANEMIA. Tak ada klasifikasi lain.
Riwayat imunisasi : 4 minggu yang lalu mendapat BCG, DPT-1 dan Polio1.
Pada waktu berumur 5 hari mendapat imunisasi HB-1.
Belum pernah diberi vitamin A.

a. Apakah Dahlan memerlukan imunisasi dan/ atau vitamin A hari ini?

Imunisasi : ya tidak . Jika ya, sebutkan

Vitamin A : ya tidak Jika ya, dosis IU

b. Kapan ia harus datang lagi untuk imunisasi/vitamin A berikutnya?

3. Lintang, umur 9 bulan, suhu tubuh 37,8 0C. Tidak ada tanda-tanda
bahaya umum. Di klasifikasikan PNEUMONIA, MALARIA (falsiparum),
DEMAM : MUNGKIN BUKAN DBD dan status Gizi NORMAL.
Riwayat imunisasi : pernah mendapat HB-1, BCG, Polio-1 dan DPT-1.
Ketika berumur 7 bulan, ia mendapat Polio-2, DPT-2, belum pernah
mendapat vitamin A.

a. Apakah anak memerlukan imunisasi dan/atau vitamin A hari ini?

Imunisasi: ya tidak Jika ya, sebutkan:

Vitamin A: ya tidak Jika ya, dosis: IU

b. Kapan ia harus datang lagi untuk imunisasi / vitamin A berikutnya?

4. Tambunan umur 51 bulan, suhu tubuh 380C. Tak ada bahaya umum.
Diklasifikasikan BATUK : BUKAN PNEUMONIA, MALARIA (vivax/ovale),
DEMAM : MUNGKIN BUKAN DBD, status gizi NORMAL.
Riwayat imunisasi : telah mendapat BCG, Polio-1, Polio-2, Polio-3,Polio-4,
DPT-1, DPT-2, DPT-3, HB-1, HB-2, HB-3.
Vitamin A sudah diberikan 5 kali dan yang terakhir saat ia berusia 41 bulan.

a. Apakah anak memerlukan imunisasi dan/atau vitamin A hari ini?

Imunisasi : ya tidak . Jika ya, sebutkan :

Vitamin A : ya tidak . Jika ya, dosis IU

b. Kapan ia harus datang lagi untuk imunisasi / vitamin A berikutnya?.

5. Aldi berumur 7 bulan tidak ada tanda bahaya umum, di klasifikasikan


sebagai DIARE TANPA DEHIDRASI, status gizi NORMAL, dan TIDAK
ANEMIA. Imunisasi yang sudah diberikan :
BCG, Polio 1, Combo 1, Combo 2, Polio 2 dan Polio 3. Imunisasi terakhir
5 minggu yang lalu adalah Combo 2 dan Polio 3, sudah pernah mendapat
Vitamin A 2 minggu yang lalu

a. Apakah anak memerlukan imunisasi dan/atau vitamin A hari ini?

Imunisasi : ya tidak . Jika ya, sebutkan :

Vitamin A : ya tidak . Jika ya, dosis IU

b. Kapan ia harus datang lagi untuk imunisasi / vitamin A berikutnya?.

6. Alvin berumur 10 bulan, tidak ada tanda bahaya umum, diklasifikasikan


PNEMONIA, DIARE TANPA DEHIDRASI , status gizi NORMAL dan TIDAK
ANEMIA. Imunisasi yang sudah diberikan : BCG, Polio 1, Combo 1 dan
Polio 2 yang didapat lebih dari 4 minggu yang lalu. Alvin belum pernah
mendapat vitamin A

a. Apakah anak memerlukan imunisasi dan/atau vitamin A hari ini?

Imunisasi : ya tidak . Jika ya, sebutkan :

Vitamin A : ya tidak . Jika ya, dosis IU

b. Kapan ia harus datang lagi untuk imunisasi / vitamin A berikutnya?.


11.0 MENILAI MASALAH/ KELUHAN LAIN
Kotak terakhir pada bagan PENILAIAN mengingatkan saudara untuk menilai
masalah/keluhan lain yang mungkin ada pada anak tetapi tidak dapat
diklasifikasikan memakai bagan dari 4 keluhan utama, misalnya kencing
berdarah, hernia, gatal-gatal, sukar berak atau infeksi kulit.

Saudara mungkin melihat masalah-masalah lain selama melakukan


pemeriksaan. Periksa dan tangani masalah lain sesuai dengan pengetahuan
dan pengalaman serta kebijaksanaan tempat saudara bekerja. Rujuk anak itu
untuk masalah lain yang tidak dapat saudara tangani di klinik.

Mengingat masih banyaknya kasus tuberkulosis di Indonesia, saudara bisa


mencurigai seorang anak kemungkinan menderita tuberkulosis, jika
terdapat salah satu gejala di bawah ini:
 Terdapat kontak serumah dengan seorang penderita tuberkulosis aktif.
 Terdapat reaksi kemerahan dalam waktu 3 – 7 hari setelah penyuntikan
imunisasi BCG.
 Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas.
 Nafsu makan tidak ada atau berat badan tidak naik.
 Batuk lebih dari 21 hari (3 minggu).
 Terdapat beberapa benjolan di daerah leher.

Jika saudara mencurigai terdapat tuberkulosis, rujuklah anak.

* * * * *

Pada kotak terakhir dari kolom "Klasifikasi" ada peringatan penting sebagai
berikut :

PASTIKAN BAHWA SETIAP ANAK DENGAN TANDA BAHAYA UMUM


DIRUJUK setelah mendapatkan dosis pertama antibiotik atau tindakan
pra rujukan lainnya.

PENGECUALIAN : Upaya rehidrasi seorang anak dengan Rencana Terapi C


kemungkinan bisa menghilangkan tanda bahaya umum sehingga tidak lagi
memerlukan rujukan.

MTBS – MODUL 2 – 2008 100


LATIHAN T

Baca studi kasus dan berlatihlah menggunakan seluruh proses seperti yang
telah dijelaskan pada bagan PENILAIAN & KLASIFIKASI. Catat gejala dan
klasifikasi anak dalam formulir pencatatan untuk setiap latihan. Lihat bagan
saudara pada saat mengerjakan latihan tersebut.

Kasus 1 : Miranda.

Miranda, anak perempuan umur 4 bulan, berat badan 5,5 kg, panjang badan 59
cm dan suhu badan 38,0°C. Ia ada di klinik hari ini karena diare.

Ia tidak mempunyai tanda bahaya umum, tidak batuk atau sukar bernapas.
Menurut ibu, Miranda diare selama 2 hari dan ada darah dalam tinjanya. Anak
tidak gelisah atau rewel, sadar dan tidak letargis. Matanya tidak cekung, ia
minum secara normal dan tidak kelihatan haus. Kulitnya segera kembali jika
dicubit.

Selanjutnya petugas kesehatan memeriksa untuk demam. Tak ada risiko


malaria di daerah itu dan Miranda belum pernah bepergian sejak lahir. Anak
demam selama 2 hari, tidak menderita campak dalam 3 bulan terakhir.
Lehernya tidak kaku dan ia tidak pilek. Tidak ada gejala yang mengarah
campak atau DBD.

Miranda tidak mempunyai masalah telinga. Petugas kesehatan memeriksa


status gizi dan anemia. Miranda tidak sangat kurus. Tidak pucat dan tidak ada
pembengkakan pada kedua kaki.

Segera setelah lahir, anak mendapat imunisasi BCG, Polio-1 dan HB-1.
4 minggu yang lalu ia mendapat DPT-1 , Polio-2 dan HB-2

Catat gejala Miranda dan klasifikasinya dalam Formulir Pencatatan pada


halaman berikut.
TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB kg PB / TB cm Suhu C

Tanyakan: Anak ibu sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?


PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak. Apakah anak:
Sudah berapa lama? Letargis atau rewel
tidak sadar
hari Gelisah atau
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah matanya cekung?
 Beri anak minum. Apakah:
Tidak bisa minum atau malas minum
Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut. Apakah kembalinya:
Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
( anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu ≥ 37,5oC )
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi - Rendah - Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, tentukan daerah risiko sesuai tempat yang dikunjungi. Lakukan
Ambil sediaan darah: (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko) pemeriksaan SDM
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir. ATAU (mikroskopis)
Periksa mikroskopis darah jika sudah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir.
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh dan
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah keluar dari mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah ada perdarahan dari hidung  Perhatikan tanda-tanda syok:
atau gusi yang berat? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah anak muntah? dan nadi teraba lemah atau tak
Jika ya: teraba.
- Apakah sering?  Lihat adanya perdarahaan dari
- Apakah muntahnya berdarah hidung atau gusi yang berat
atau seperti kopi?  Lihat adanya bintik perdarahan di
 Apakah beraknya berwarna hitam? kulit (petekie)
 Apakah ada nyeri ulu hati atau anak Jika sedikit dan tak ada gejala lain
gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket.
PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
APAKAH ANAK MEMPUNYAI MASALAH TELINGA ? Ya Tidak
 Apakah ada nyeri telinga ?  Lihat adanya nanah / cairan
 Adakah nanah / cairan keluar dari keluar dari telinga.
telinga ?  Raba adanya pembengkakan
Jika ya, sudah berapa lama ? yang nyeri di belakang telinga.
hari

MEMERIKSA STATUS GIZI


 Lihat apakah anak tampak sangat kurus.
 Lihat adanya pembengkakan di kedua punggung kaki
 Tentukan berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan :
- BB/PB (TB) < -3 SD
- BB/PB (TB) ≥ -3 SD − < - 2 SD
- BB/PB (TB) - 2 SD − + 2 SD

MEMERIKSA ANEMIA
 Lihat adanya kepucatan pada telapak tangan:
- Sangat pucat?
- Agak pucat?
MEMERIKSA STATUS IMUNISASI
(Lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini:)

BCG HB-0 HB-1 HB-2 HB-3


Imunisasi yang
diberikan hari ini:
DPT-1 DPT-2 DPT-3 Campak

Polio-1 Polio-2 Polio-3 Polio-4


. Apakah diberi
MEMERIKSA PEMBERIAN VIT. A Dibutuhkan vitamin A : vitamin A hari ini?
Ya Tidak ya tidak

MENILAI MASALAH/KELUHAN LAIN

LAKUKAN PENILAIAN PEMBERIAN MAKAN jika anak KURUS atau


UMUR < 2 TAHUN dan tidak akan dirujuk segera
 Apakah ibu menyusui anak ini? Ya Tidak
Jika ya, berapa kali dalam 24 jam? kali
Apakah juga menyusui di malam hari? Ya Tidak
 Apakah anak mendapat makanan atau minuman lain?
Ya Tidak Jika ya, makanan atau minuman apa?

Berapa kali sehari? kali. Alat apa yang digunakan untuk memberi
makan/minum anak?

 Jika anak KURUS :


Berapa banyak makanan/minuman yang diberikan pada anak?

Apakah anak mendapat makanan tersendiri? Ya Tidak


Siapa yang memberi makan dan bagaimana caranya?

 Selama sakit ini apakah ada perubahan pemberian makan pada


anak? Ya Tidak Jika ya, bagaimana?

Nasihati kapan kembali segera


Kunjungan ulang : hari
Kasus 2 : Pradipta

Pradipta, anak laki-laki umur 7 bulan berat badan 4,5 kg, panjang badan 61 cm
dan suhu badan 37°C. Ibu membawa dia ke klinik kare na batuk. Ibu juga
khawatir karena anak kelihatan kurus.

Petugas kesehatan tidak menemukan tanda bahaya umum apapun.

Anak sudah batuk selama 4 hari. Petugas kesehatan menghitung napas 52


kali per menit. Dinding dada Pradipta tidak tertarik ke dalam, dan tidak ada
stridor pada waktu anak dalam keadaan tenang.

Pradipta tidak menderita diare dan tidak panas. Tidak ada masalah telinga.

Petugas kesehatan melihat bahwa Pradipta sangat kurus. Telapak tangan


tidak pucat dan kedua kaki tidak bengkak. Petugas kesehatan mengukur
Panjang Badan anak 59 cm.

Ia sudah mendapat BCG, Polio-1 , DPT-1 dan HB-1


Ia belum pernah mendapat kapsul vitamin A.

Catat gejala Pradipta dan klasifikasinya dalam Formulir Pencatatan pada


halaman berikut.
TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB : kg PB/TB cm Suhu : C

Tanyakan: Anak sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?


PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada kedalam
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak:
Sudah berapa lama? -- Letargis atau rewel
Gelisah atau tidak sadar
hari
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah mata cekung?
 Beri anak minum:
- Tidak bisa minum atau malas minum
- Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut, apakah kembalinya:
- Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
- Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
( anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu ≥ 37,5oC )
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi - Rendah - Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, tentukan daerah risiko sesuai tempat yang dikunjungi. Lakukan
Ambil sediaan darah: (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko) pemeriksaan SDM
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir. ATAU (mikroskopis)
Periksa mikroskopis darah jika sudah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh DAN
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah di mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah demam mendadak tinggi  Perhatikan tanda-tanda syok:
dan terus menerus? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah ada perdarahan dari hidung dan nadi sangat lemah atau tak
atau gusi yang berat? teraba.
 Apakah anak muntah?  Lihat adanya perdarahaan dari
Jika ya : hidung atau gusi yang berat
- Apakah sering?  Lihat adanya bintik perdarahan di
- Apakah berdarah/ seperti kopi? kulit (petekie)
 Apakah beraknya berwarna hitam? Jika sedikit dan tak ada tanda lain
 Apakah nyeri ulu hati atau gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket jika
mungkin.

PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


APAKAH ANAK MEMPUNYAI MASALAH TELINGA ? Ya Tidak
 Apakah ada nyeri telinga ?  Lihat adanya nanah / cairan
 Adakah nanah / cairan keluar dari keluar dari telinga.
telinga ?  Raba adanya pembengkakan
Jika ya, sudah berapa lama ? yang nyeri di belakang telinga.
hari

MEMERIKSA STATUS GIZI


 Lihat apakah anak tampak sangat kurus.
 Lihat adanya pembengkakan di kedua punggung kaki
 Tentukan berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan :
- BB/TB (PB) < -3 SD
- BB/TB (PB) ≥ -3 SD − < - 2 SD
- BB/TB (PB) -2 SD − + 2 SD

MEMERIKSA ANEMIA
 Lihat adanya kepucatan pada telapak tangan:
- Sangat pucat?
- Agak pucat?
MEMERIKSA STATUS IMUNISASI
(Lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini:)

BCG HB-0 HB-1 HB-2 HB-3


Imunisasi yang
diberikan hari
DPT-1 DPT-2 DPT-3 Campak ini:

Polio-1 Polio-2 Polio-3 Polio-4

. Apakah diberi
MEMERIKSA PEMBERIAN VIT. A Dibutuhkan vitamin A : vitamin A hari
Ya Tidak ini?
ya tidak

MENILAI MASALAH/KELUHAN LAIN


LAKUKAN PENILAIAN PEMBERIAN MAKAN, jika anak KURUS atau
UMUR < 2 TAHUN dan tidak akan dirujuk segera
 Apakah ibu menyusui anak ini? Ya Tidak
Jika ya, berapa kali dalam 24 jam? kali
Apakah menyusui juga di malam hari? Ya Tidak
 Apakah anak mendapat makanan atau minuman lain?
Ya Tidak Jika ya, makanan atau minuman apa?

Berapa kali sehari? kali. Alat apa yang digunakan untuk memberi
makan/minum anak?

 Jika anak KURUS :


Berapa banyak makanan/minuman yang diberikan pada anak?

Apakah anak mendapat makanan tersendiri? Ya Tidak


Siapa yang memberi makan dan bagaimana caranya?

 Selama sakit ini apakah ada perubahan pemberian makan pada


anak? Ya Tidak Jika ya, bagaimana?

Nasihati kapan kembali segera


Kunjungan ulang : hari

LATIHAN U

Dalam latihan dengan video ini, saudara akan melihat suatu demonstrasi cara
memeriksa seorang anak dengan masalah telinga dan cara memeriksa status
gizi dan anemia.
Saudara akan melihat suatu studi kasus.
Catat gejala anak dan klasifikasikan dalam Formulir Pencatatan pada halaman
berikut.
TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB : kg PB/TB cm Suhu : C

Tanyakan: Anak sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?


PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada kedalam
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak:
Sudah berapa lama? -- Letargis atau rewel
Gelisah atau tidak sadar
hari
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah mata cekung?
 Beri anak minum:
- Tidak bisa minum atau malas minum
- Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut, apakah kembalinya:
- Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
- Lambat?
APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak
Lakukan
( anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu ≥ 37,5oC )
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi - Rendah - Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, tentukan daerah risiko sesuai tempat yang dikunjungi. Lakukan
Ambil sediaan darah: (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko) pemeriksaan SDM
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir. ATAU (mikroskopis)
Periksa mikroskopis darah jika sudah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh DAN
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah di mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah demam mendadak tinggi  Perhatikan tanda-tanda syok:
dan terus menerus? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah ada perdarahan dari hidung dan nadi sangat lemah atau tak
atau gusi yang berat? teraba.
 Apakah anak muntah?  Lihat adanya perdarahaan dari
Jika ya : hidung atau gusi yang berat
- Apakah sering?  Lihat adanya bintik perdarahan di
- Apakah berdarah/ seperti kopi? kulit (petekie)
 Apakah beraknya berwarna hitam? Jika sedikit dan tak ada tanda lain
 Apakah nyeri ulu hati atau gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket jika
mungkin.

PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


APAKAH ANAK MEMPUNYAI MASALAH TELINGA ? Ya Tidak
 Apakah ada nyeri telinga ?  Lihat adanya nanah / cairan
 Adakah nanah / cairan keluar dari keluar dari telinga.
telinga ?  Raba adanya pembengkakan
Jika ya, sudah berapa lama ? yang nyeri di belakang telinga.
hari

MEMERIKSA STATUS GIZI


 Lihat apakah anak tampak sangat kurus.
 Lihat adanya pembengkakan di kedua punggung kaki
 Tentukan berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan :
- BB/TB (PB) < -3 SD
- BB/TB (PB) ≥ -3 SD − < - 2 SD
- BB/TB (PB) -2 SD − + 2 SD

MEMERIKSA ANEMIA
 Lihat adanya kepucatan pada telapak tangan:
- Sangat pucat?
- Agak pucat?
MEMERIKSA STATUS IMUNISASI
(Lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini:)

BCG HB-0 HB-1 HB-2 HB-3


Imunisasi yang
diberikan hari
DPT-1 DPT-2 DPT-3 Campak ini:

Polio-1 Polio-2 Polio-3 Polio-4


. Apakah diberi
MEMERIKSA PEMBERIAN VIT. A Dibutuhkan vitamin A : vitamin A hari
Ya Tidak ini?
ya tidak

MENILAI MASALAH/KELUHAN LAIN

LAKUKAN PENILAIAN PEMBERIAN MAKAN, jika anak KURUS atau


UMUR < 2 TAHUN dan tidak akan dirujuk segera
 Apakah ibu menyusui anak ini? Ya Tidak Jika ya, berapa kali dalam
24 jam? kali
Apakah menyusui juga di malam hari? Ya Tidak
 Apakah anak mendapat makanan atau minuman lain?
Ya Tidak Jika ya, makanan atau minuman apa?

Berapa kali sehari? kali. Alat apa yang digunakan untuk


memberi makan/minum anak?

 Jika anak KURUS :


Berapa banyak makanan/minuman yang diberikan pada anak?

Apakah anak mendapat makanan tersendiri? Ya Tidak Siapa yang memberi


makan dan bagaimana caranya?

 Selama sakit ini apakah ada perubahan pemberian makan pada


anak? Ya Tidak Jika ya, bagaimana?

Nasihati kapan kembali segera


Kunjungan ulang : hari

LATIHAN V

Dalam latihan video ini saudara akan mengamati studi kasus.


Catat gejala anak dan klasifikasikan dalam Formulir Pencatatan pada halaman
berikut ini.

MTBS – MODUL 2 – 2008 110


TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB : kg PB/TB cm Suhu : C

Tanyakan: Anak sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada kedalam
 Dengar adanya stridor
APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak
  Lihat keadaan umum anak:
Sudah berapa lama? -- Letargis atau rewel
tidak sadar
hari Gelisah atau
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah mata cekung?
 Beri anak minum:
- Tidak bisa minum atau malas minum
- Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut, apakah kembalinya:
- Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
- Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
( anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu ≥ 37,5oC )
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi - Rendah - Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, tentukan daerah risiko sesuai tempat yang dikunjungi. Lakukan
Ambil sediaan darah: (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko) pemeriksaan SDM
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir. ATAU (mikroskopis)
Periksa mikroskopis darah jika sudah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh DAN
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah di mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah demam mendadak tinggi  Perhatikan tanda-tanda syok:
dan terus menerus? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah ada perdarahan dari hidung dan nadi sangat lemah atau tak
atau gusi yang berat? teraba.
 Apakah anak muntah?  Lihat adanya perdarahaan dari
Jika ya : hidung atau gusi yang berat
- Apakah sering?  Lihat adanya bintik perdarahan di
- Apakah berdarah/ seperti kopi? kulit (petekie)
 Apakah beraknya berwarna hitam? Jika sedikit dan tak ada tanda lain
 Apakah nyeri ulu hati atau gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket jika
mungkin.

PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


APAKAH ANAK MEMPUNYAI MASALAH TELINGA ? Ya Tidak
 Apakah ada nyeri telinga ?  Lihat adanya nanah / cairan
 Adakah nanah / cairan keluar dari keluar dari telinga.
telinga ?  Raba adanya pembengkakan
Jika ya, sudah berapa lama ? yang nyeri di belakang telinga.
hari

MEMERIKSA STATUS GIZI


 Lihat apakah anak tampak sangat kurus.
 Lihat adanya pembengkakan di kedua punggung kaki
 Tentukan berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan :
- BB/TB (PB) < -3 SD
- BB/TB (PB) ≥ -3 SD − < - 2 SD
- BB/TB (PB) -2 SD − + 2 SD

MEMERIKSA ANEMIA
 Lihat adanya kepucatan pada telapak tangan:
- Sangat pucat?
- Agak pucat?
MEMERIKSA STATUS IMUNISASI
(Lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini:)

BCG HB-0 HB-1 HB-2 HB-3


Imunisasi yang
diberikan hari
DPT-1 DPT-2 DPT-3 Campak
ini:

Polio-1 Polio-2 Polio-3 Polio-4

. Apakah diberi
MEMERIKSA PEMBERIAN VIT. A Dibutuhkan vitamin A : vit A hari ini?
Ya Tidak ya tidak

MENILAI MASALAH/KELUHAN LAIN

LAKUKAN PENILAIAN PEMBERIAN MAKAN, jika anak KURUS atau


UMUR < 2 TAHUN dan tidak akan dirujuk segera
 Apakah ibu menyusui anak ini? Ya Tidak
Jika ya, berapa kali dalam 24 jam? kali
Apakah menyusui juga di malam hari? Ya Tidak
 Apakah anak mendapat makanan atau minuman lain?
Ya Tidak Jika ya, makanan atau minuman apa?

Berapa kali sehari? kali. Alat apa yang digunakan untuk memberi
makan/minum anak?

 Jika anak KURUS :


Berapa banyak makanan/minuman yang diberikan pada anak?

Apakah anak mendapat makanan tersendiri? Ya Tidak


Siapa yang memberi makan dan bagaimana caranya?

 Selama sakit ini apakah ada perubahan pemberian makan pada


anak? Ya Tidak Jika ya, bagaimana?

Nasihati kapan kembali segera


Kunjungan ulang : hari
LAMPIRAN

FORMULIR PENCATATAN MTBS

Untuk menilai dan mengklasifikasikan

ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

TATALAKSANA BALITA SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN


Tanggal kunjungan :
o
Nama anak : L / P Umur : BB : kg PB/TB cm Suhu : C

Tanyakan: Anak sakit apa ? Kunjungan pertama? Kunjungan ulang?

PENILAIAN (Lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


MEMERIKSA TANDA BAHAYA UMUM Ada tanda
Ingatlah
bahaya umum?
 Tidak bisa minum atau menyusu.  Letargis atau tidak sadar. untuk merujuk
Ya Tidak
 Memuntahkan semuanya. setiap anak
Ingatlah adanya
 Kejang. yang mempunyai
tanda bahaya
tanda bahaya
umum dalam
umum
menentukan
klasifikasi
APAKAH ANAK BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya Tidak
  Hitung napas dalam 1 menit.
Sudah berapa lama?
kali/menit. Napas cepat ?
hari  Lihat tarikan dinding dada kedalam
 Dengar adanya stridor

APAKAH ANAK DIARE? Ya Tidak


  Lihat keadaan umum anak:
Sudah berapa lama? -- Letargis atau rewel
Gelisah atau tidak sadar
hari
 Adakah darah dalam tinja ?
 Lihat apakah mata cekung?
 Beri anak minum:
- Tidak bisa minum atau malas minum
- Haus, minum dengan lahap
 Cubit kulit perut, apakah kembalinya:
- Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
- Lambat?

APAKAH ANAK DEMAM? Ya Tidak


Lakukan
( anamnesis ATAU teraba panas ATAU suhu ≥ 37,5oC )
pemeriksaan RDT
Tentukan Daerah Risiko Malaria : Tinggi - Rendah - Tanpa Risiko. Hasil : RDT (+) / (-
Jika Risiko Rendah atau Tanpa Risiko Malaria, tanyakan : )
Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 minggu terakhir?
Jika Ya, tentukan daerah risiko sesuai tempat yang dikunjungi. Lakukan
Ambil sediaan darah: (tidak dilakukan untuk daerah tanpa risiko) pemeriksaan SDM
Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hari terakhir. ATAU (mikroskopis)
Periksa mikroskopis darah jika sudah dilakukan RDT dalam 28 hari terakhir
 Sudah berapa lama anak demam?  Lihat dan raba adanya kaku kuduk
hari  Lihat adakah pilek
 Jika lebih dari 7 hari, apakah  Lihat tanda-tanda CAMPAK:
demam terjadi setiap hari? - Ruam kemerahan di kulit yang
 Apakah anak pernah mendapat anti menyeluruh DAN
malaria dalam 2 minggu terakhir? - Salah satu dari: batuk, pilek atau
 Apakah anak menderita campak mata merah
dalam 3 bulan terakhir?

Jika anak sakit campak saat ini atau  Lihat adanya luka di mulut.
dalam 3 bulan terakhir: Jika ya, apakah dalam atau luas?
 Lihat adakah nanah di mata
 Lihat adakah kekeruhan pada kornea

Klasifikasikan Demam Berdarah jika demam 2 hari sampai dengan 7 hari


 Apakah demam mendadak tinggi  Perhatikan tanda-tanda syok:
dan terus menerus? Ujung ekstremitas teraba dingin
 Apakah ada perdarahan dari hidung dan nadi sangat lemah atau tak
atau gusi yang berat? teraba.
 Apakah anak muntah?  Lihat adanya perdarahaan dari
Jika ya : hidung atau gusi yang berat
- Apakah sering?  Lihat adanya bintik perdarahan di
- Apakah berdarah/ seperti kopi? kulit (petekie)
 Apakah beraknya berwarna hitam? Jika sedikit dan tak ada tanda lain
 Apakah nyeri ulu hati atau gelisah? dari DBD, lakukan uji Torniket jika
mungkin.

PENILAIAN (lingkari semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN


APAKAH ANAK MEMPUNYAI MASALAH TELINGA ? Ya Tidak
 Apakah ada nyeri telinga ?  Lihat adanya nanah / cairan
 Adakah nanah / cairan keluar dari keluar dari telinga.
telinga ?  Raba adanya pembengkakan
Jika ya, sudah berapa lama ? yang nyeri di belakang telinga.
hari

MEMERIKSA STATUS GIZI


 Lihat apakah anak tampak sangat kurus.
 Lihat adanya pembengkakan di kedua punggung kaki
 Tentukan berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan :
- BB/TB (PB) < -3 SD
- BB/TB (PB) ≥ -3 SD − < - 2 SD
- BB/TB (PB) -2 SD − + 2 SD
MEMERIKSA ANEMIA
 Lihat adanya kepucatan pada telapak tangan:
- Sangat pucat?
- Agak pucat?
MEMERIKSA STATUS IMUNISASI
(Lingkari imunisasi yang dibutuhkan hari ini:)

BCG HB-0 HB-1 HB-2 HB-3


Imunisasi yang
diberikan hari
DPT-1 DPT-2 DPT-3 Campak
ini:

Polio-1 Polio-2 Polio-3 Polio-4

. Apakah diberi
MEMERIKSA PEMBERIAN VIT. A Dibutuhkan vitamin A : vit A hari ini?
Ya Tidak ya tidak

MENILAI MASALAH/KELUHAN LAIN

LAKUKAN PENILAIAN PEMBERIAN MAKAN, jika anak KURUS atau


UMUR < 2 TAHUN dan tidak akan dirujuk segera
 Apakah ibu menyusui anak ini? Ya Tidak
Jika ya, berapa kali dalam 24 jam? kali
Apakah menyusui juga di malam hari? Ya Tidak
 Apakah anak mendapat makanan atau minuman lain?
Ya Tidak Jika ya, makanan atau minuman apa?

Berapa kali sehari? kali. Alat apa yang digunakan untuk memberi
makan/minum anak?

 Jika anak KURUS :


Berapa banyak makanan/minuman yang diberikan pada anak?

Apakah anak mendapat makanan tersendiri? Ya Tidak


Siapa yang memberi makan dan bagaimana caranya?

 Selama sakit ini apakah ada perubahan pemberian makan pada


anak? Ya Tidak Jika ya, bagaimana?

Nasihati kapan kembali segera


Kunjungan ulang : hari