Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jenis Tumor Jinak Ginekologi

2.1.1 Benign Cystic Teratoma Ini Semua Buat gak Usah Banyak
banyak, dibuat tingkat rekurensi nya
2.1.2 Germ Cell Tumor aja
2.1.3 Fibroma

2.1.4 Cystadenoma

Tumor jinak ovarium kebanyakan 50% berasal dari epitel dan dari jenis epitel
tumor tipe mucinous adalah tipe terbanyak kedua sekitar 8-10 % dari tumor ovarium.
Frekuensi terjadinya bergantung kepada usia. Jarang terjadi pada anak-anak dan
jarang terjadi sebelum masa pubertas. Tumor mucinous adalah tumor epitel kedua
yang paling umum. Secara makroskopis, mereka dapat mencapai ukuran besar.
Namun, ukuran masif saja bukanlah tanda keganasan. Tujuh puluh tujuh hingga 87%
dari semua neoplasma mukosa jinak. Tumor mucinous biasanya kistik, dengan 76%
bersifat multilokular dan 24% unilokular. Hanya sekitar 10% dari tumor mukosa
bilateral yang tidak termasuk penyebaran metastasis ke ovarium kontralateral.19

Ada beberapa kasus yang pernah dilaporkan mengenai tumor jinak mucinous
cystadenomas yang memiliki angka kekambuhan yang tinggi khususnya pada kista
yang berukuran besar, multi-loculated. 20,21 Tumor mucinous kebanyakan adalah kistik
dengan 76% multilocular dan 24% unilocular, dan hanya sekitar 10% bilateral yang
tidak termasuk metastase ke ovarium yang kontralateral.21 Terdapat beberapa kasus
yang pernah dilaporkan tumor jinak mucinous yang berulang.

Karena sebagian besar tumor muscinous terdiri dari sel-sel tipe endoserviks,
mereka umumnya diterima sebagai mullerian. Namun, studi histologis telah
menunjukkan bahwa beberapa di antaranya adalah teratoma gastrointestinal
monodermal yang berasal dari sel germinal. Menurut beberapa penelitian
ultrastruktural, cistadenoma jinak terdiri dari sel-sel tipe endoserviks saja atau
campuran sel-sel tipe endoservikal dan sel tipe usus. Semua laporan patologi untuk
kasus ini hanya mengungkapkan sel-sel tipe endoserviks. Ada kemungkinan bahwa
kekambuhan lebih sering terjadi pada cystadenoma mucinous dengan campuran dua
jenis sel.21

Bagaimanapun juga, perubahan ke keganasan dijumpai pada 0,17% sampai


3% kasus. Pada kasus seperti itu, diperlukan tatalaksana yang berbeda dari kasus
jinak. Pada penelitian yang dilakukan oleh Mori et al. melaporkan bahwa
kemungkinan perubahan MCT menjadi ganas lebih tinggi pada usia diatas 40 tahun
dan pada kasus dengan serum SCCAg yang melebihi 2,5 ng/ml. Bagaimanapun juga,
germ cell tumors tidak bisa dibedakan dengan tumor epithelial sebelum tindakan
operasi, maka penanda tumor seperti CA-125 tetapi harus menjadi evaluasi
preoperasi. Dan pada penelitian yang dilakukan oleh Park et al juga mendapatkan
kebanyakan MCT terjadi pada usia reproduksi, dimana perubahan ke arah ganas
terjadi pada pasien yang lebih tua. Faktor resiko perubahan ke arah ganas pada MCT
yaitu:30

 peningkatan kadar CA-125


 pasien yang berusia lanjut
 Ukuran tumor yang besar
 Status postmenopausal
 Lamanya MCT pada rongga pelvik dan terpapar dengan karsinogen
Demikian pula, terapi adjuvant yang sesuai untuk keganasan yang timbul
pada MCT belum dinilai secara sistemik. Beberapa laporan menunjukkan bahwa
paclitaxel adalah obat yang efektif untuk kanker ovarium lanjut dan SCC serviks.
Oleh karena itu, paclitaxel semakin banyak digunakan untuk manajemen SCC yang
timbul pada MCT ovarium. Namun, kemoterapi dapat menyebabkan morbiditas yang
lebih besar, serta banyak efek samping. Sementara itu, penggunaan yodium-131
sebagai modalitas pengobatan ajuvan pada struma ovarii ganas masih kontroversial
karena kurangnya penelitian.22

Ini Semua Buat gak Usah Banyak


2.1.5 Stromal Tumor banyak, dibuat tingkat rekurensi nya
aja
2.2 Borderline Ovarian Tumor

2.2.1 Borderline Ovarian Tumor Mucinous

2.2.1.1 Insidensi (Dibanyakin)

2.2.1.2 Faktor Resiko dan Etiologi

2.2.1.3 Gejala

2.2.1.4 Staging-FIGO

2.2.1.5 Penatalaksanaan

2.2.1.6 Prognosis dan Rekurensi

2.2.2 Borderline Ovarian Tumor Serous

2.2.2.1 Insidensi (Dibanyakin)

2.2.2.2 Faktor Resiko dan Etiologi

2.2.2.3 Gejala

2.2.2.4 Staging-FIGO

2.2.2.5 Penatalaksanaan

2.2.2.6 Prognosis dan Rekurensi

19. Hart WR. Pathology of malignant and borderline (low malignant potential) epithelial
tumors of ovary. In: Coppleson M, Monaghan JM, Morrow CP, Tattersall MHN (eds).
Gynecologic Oncology, 2nd edn, Vol. 2. London: Churchill Livingstone, 1992; 863–887.

20. El –Agwany, AS. Recurrent Bilateral Mucinous Cystadenoma: Laparoscopic Ovarian


Cystectomy With Review of Literature. Indian Journal of Surgical Oncology (June 2018)
9(2):146–149

21. Baksu, B, Akyol, A, Davas, I, Yazgan, A, Ozgul, J, Tanik, C. Recurrent Mucinous


Cystadenomain 1 20 year-old woman: Was Hysterectomy inevitable?. J. Obstet. Gynaecol.
Res. Vol. 32, No. 6: 615–618, December 2006

22. Park, CH, Jung, MH, Ji, YI. Risk Factors for Malignant Transformation of Mature Cystic
Teratoma. Obstet Gynecol Sci 2015;58(6):475-480
30. Park, CH, Jung, MH, Ji, YI. Risk Factors for Malignant Transformation of Mature Cystic
Teratoma. Obstet Gynecol Sci 2015;58(6):475-480