Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“Pendampingan Kader Remaja Karang Taruna Dalam Pencegahan Covid-19 Dengan GERMAS,
Dan Pelatihan Pembuatan Sabun Antiseptik Serta Masker Mandiri
di Desa Binaan Jomblang Kec. Jepon Kab. Blora"

PRODI DIII KEPERAWATAN BLORA


POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Topik : Pendampingan Kader Remaja Karang Taruna


Dalam Pencegahan Covid-19 Dengan GERMAS
Pokok Bahasan : Pencegahan Covid-19
Sasaran : Karang Taruna Desa Binaan Jomblang
Kec. Jepon Blora
Hari/Tanggal :
Alokasi Waktu : 30 Menit
Jam :
Tempat :
Metode : Ceramah dan Tanya jawab
Media : PPT
Pemberi Materi :

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Terbentuknya kader remaja karang taruna yang efektif dalam
pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang GERMAS, mampu
membuat Sabun Antiseptik Serta Masker Mandiri dalam Pencegahan
Covid-19, di desa Jomblang Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.

2. Tujuan Khusus
1) Peserta memahami tentang pentingnya GERMAS dalam Pencegahan
Covid-19
2) Peserta megetahui peran karang taruna dalam Pencegahan Covid-19
3) Peserta megetahui tentang definisi Covid-19
4) Peserta megetahui tentang penyebab Covid-19
5) Peserta megetahui tentang tanda dan gejala Covid-19
6) Peserta megetahui tentang diagnosis Covid-19
7) Peserta megetahui tentang karakteristik epidemiologi Covid-19
8) Peserta megetahui tentang penanganan perawatan Covid-19
9) Peserta dapat mendemonstrasikan pembuatan sabun antiseptik
secara mandiri untuk pencegahan Covid-19
10) Peserta dapat mendemonstrasikan pembuatan masker secara
mandiri untuk pencegahan Covid-19
B. Materi Bahasan
a. Menyebutkan pentingnya GERMAS dalam Pencegahan Covid-19
b. Menyebutkan peran karang taruna dalam Pencegahan Covid-19
c. Menyebutkan definisi Covid-19
d. Menyebutkan penyebab Covid-19
e. Menyebutkan tanda dan gejala Covid-19
f. Menyebutkan diagnosis Covid-19
g. Menyebutkan karakteristik epidemiologi Covid-19
h. Menyebutkan penanganan perawatan Covid-19

i. Dapat mendemonstrasikan pembuatan sabun antiseptik secara


mandiri untuk pencegahan Covid-19
j. Dapat mendemonstrasikan pembuatan masker secara mandiri untuk
pencegahan Covid-19

C. Proses Belajar Mengajar


Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode Media
Kegiatan
Pembukaan 5 Menit 1. Mengucapkan Salam 1. Menjawab salam Ceramah Ppt
Pembuka dan 2. Mendengarkan
memperkenalkan diri 3. Menjawab
2. Menjelaskan topic dan pertanyaan yang di
tujuan penyuluhan ujikan penyaji
3. Menggali pengetahuan
mengenai covid 19
4. Melakukan kontrak waktu
dengan peserta
5. Melakukan kontrak bahasa
yang akan digunakan
selama penyuluhan
berlangsung

Pelaksanaan 20 Menit 1. Menjelaskan isi materi 1. Mendengarkan Cerama Ppt dan


penyuluhan dan dan demonstr
a) Pentingnya memperhatikan asi
2. Mengajukan Tanya
GERMAS dalam pertanyaan bila jawab
Pencegahan Covid- tidak mengerti

19
b) Peran karang
taruna dalam
Pencegahan Covid-
19
c) Definisi Covid-19
d) Penyebab Covid-19
e) Tanda dan gejala
Covid-19
f) Diagnosis Covid-19
g) Karakteristik
epidemiologi Covid-
19
h) Penanganan
perawatan Covid-
19
i) Mendemonstrasika
n pembuatan sabun
antiseptik secara
mandiri untuk
pencegahan Covid-
19
j) Mendemonstrasika
n pembuatan
masker secara
mandiri untuk
pencegahan Covid-
19

2. Memberi kesempatan
pada peserta untuk
bertanya jika ada yang
kurang jelas

Penutup 5 menit 1. Mengevaluasi 1. Memperhatikan Ceramah Ppt


pengetahuan peserta dan menjawab dan
setelah diberikan pertanyaan Tanya
penyuluhan 2. Menjawab salam jawab
2. Memberikan pujian.
3. Salam Penutup

D. Materi : Terlampir
E. Metode: Ceramah, & Tanya Jawab
F. Media : Ppt
G. Sumber : Hanifa Wiknjosastro. Ilmu Kebidanan. Edisi 3. Jakarta:
Yayasan Nina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 1997
Derek Liewellyn-Jones. Fundamentals of Obstetry ang Gynaecology. Edisi 6.
Syney; 1994
Refarat Mioma Uteri. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Jakarta
H. Evaluasi
a. Evaluasi Terstruktur
 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan
saat penyuluhan
 Pelaksanaan penyuluhan sesuai yang telah dirumuskan pada SAP
 Kesiapan penyuluh termasuk persiapan modul dan media yang
digunakan
 Kesiapan peserta meliputi kesiapan menerima penyuluhan

b. Evaluasi Proses
 Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
 Peserta tidak meninggalkan tempat penyuluhan
 Peserta mengajukan pertanyaan sesuai dengan materi yang
disampaikan penyuluh
 Penyuluh menjelaskan atau menyampaikan materi dengan jelas dan
dengan suasana yang rileks

c. Evaluasi
Sebanyak 70% peserta dapat menjawab benar pertanyaan mengenai covid-
19

LAMPIRAN MATERI
COVID 19

A. Pentingnya GERMAS dalam pencegahan covid 19


Di tengah ancaman mewabahnya Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
mengimbau masyarakat untuk semakin sering menerapkan Germas (gerakan
masyarakat hidup sehat) dan meninggalkan kebiasaan dan perilaku yang kurang
menyehatkan. Salah satu langkah Germas yang paling sederhana untuk
menangkal Covid-19 adalah membiasakan mencuci tangan menggunakan
sabun.Hal itu harus dilakukan karena Covid-19 menular lewat droplet dan bisa
keluar dari mulut orang yang sakit ke benda-benda yang berada di sekitarnya.
Benda-benda seperti pegangan pintu, kursi, meja atau bagian dari transportasi
publik bisa dipegang oleh banyak orang yang memindahkan virus tersebut. Virus
yang bagiannya memiliki lapisan lemak akan terganggu detergen saat mencuci
tangan dan merusak susunannya dan membuatnya mati, kata dr Erlina Burhan.
Selain mencuci tangan, langkah Germas yang bisa dilakukan untuk mencegah
Covid-19 juga adalah makan dengan gizi seimbang serta rajin berolahraga.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan tubuh
dengan meminum air putih 8 gelas setiap harinya. Beristirahat dengan cukup juga
disarankan untuk dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Merokok juga tidak
disarankan untuk dilakukan karena dapat mengurangi ketahanan tubuh. Selain
itu, saat menikmati makanan bergizi masyarakat diminta untuk selalu
mengonsumsi makanan yang sudah dimasak dengan sempurna dan matang.
Persiapan makanan itu juga harus dilakukan dengan higienis. Yang perlu diingat
adalah masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi daging hewan yang
berpotensi memiliki corona di dalam tubuhnya seperti kelelawar buah dan
trenggiling.
B. Peran karang taruna dalam pencegahan covid 19
Kader kesehatan adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh dan dari masyarakat
serta bertugas mengembangkan masyarakat (Depkes, 2005). Sementara menurut
Zulkifli (2003) bahwa kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan
ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela mengelola posyandu.

Kader remaja karang taruna selain bisa juga sebagai kader kesehatan di
posyandu remaja, juga dapat berkiprah dalam siaga bencana atau sering disebut
Indonesian Youth on Disaster Risk Reduction yang fokus pada Pengurangan Risiko
Bencana akan bersama-sama meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya
memberdayakan generasi muda, agar aktif terlibat dalam kegiatan GERMAS
serta pengurangan risiko bencana. Karang Taruna Siaga Bencana diharapkan
dapat mengarahkan generasi muda untuk melakukan kegiatan yang positif dan
bermanfaat bagi orang lain.
Dalam meningkatkan kapasitas generasi muda / remaja melalui Manajemen
Risiko Bencana Berbasis Komunitas, maka perlu pelibatan secara aktif para
remaja karang taruna dalam menanggulangi bencana Covid-19, kegiatan ini
diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pemuda dan peran aktif dalam
membantu pemerintah mencegah dan mengatasi bencana covid-19 di lingkup
desa atau kelurahan. Kegiatan yang bisa dilakukan karang taruna tentu banyak
sekali diantaranya: pembuatan posko siaga bencana, sosialisasi dan penyuluhan,
pembuatan masker mandiri, pembuatan desinfektan, pembuatan sabun
antiseptik, hand sanitizer, pembuatan leaflet, penyemprotan desinfektan, dan
lain-lain.
C. Definisi covid 19
Penyakit koronavirus 2019 atau coronavirus disease 2019, disingkat COVID-
19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis
koronavirus (WHO, 2020). Penyakit ini mengakibatkan pandemi koronavirus
2019–2020 (Gorbalenya, Alexander E. (2020). Penderita COVID-19 dapat
mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Sakit tenggorokan,
pilek, atau bersin-bersin lebih jarang ditemukan. Pada penderita yang paling
rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan
(Hui DS, et All, 2020)

D. Penyebab covid 19
Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-
CoV-2 atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2). Virus ini menyebar
melalui percikan (droplets) dari saluran pernapasan yang dikeluarkan saat sedang batuk
atau bersin CDC, 2020). Sebuah penelitian di jepang sedang mempelajari kemungkinan
penularan dapat terjadi melalui microdroplets yang melayang-layang di udara (WHO,
2020).
Gambar 2.1 Virus Corona penyebab COVID-19

E. Tanda dan gejala covid 19

Orang-orang yang terinfeksi mungkin memiliki gejala ringan, seperti


demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Pada beberapa kejadian juga ditemukan
penderita Covid19 bersifat asimtomatik. Gejala diare atau infeksi saluran napas
atas (misalnya bersin, pilek, dan sakit tenggorokan) lebih jarang ditemukan.
Kasus dapat berkembang menjadi pneumonia berat, kegagalan multiorgan, dan
kematian (Hessen, Margaret Trexler (2020).
Masa inkubasi diperkirakan antara 1–14 hari oleh Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO)[12] dan 2–14 hari oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
Amerika Serikat (CDC).[17] Tinjauan WHO terhadap 55.924 kasus terkonfirmasi
di Tiongkok mengindikasikan tanda dan gejala klinis berikut (WHO, 2020):
Gambar 2.2: Gejala COVID-19

F. Diagnosis Covid 19

Gambar 2.3: Kit uji laboratorium CDC untuk COVID-19


WHO telah menerbitkan beberapa protokol pengujian untuk penyakit ini.
Pengujian menggunakan reaksi berantai polimerase transkripsi-balik secara waktu
nyata (rRT-PCR). Spesimen untuk pengujian dapat berupa usap pernapasan atau
sampel dahak. Pada umumnya, hasil pengujian dapat diketahui dalam beberapa
jam hingga 2 hari. Ilmuwan Tiongkok telah mengisolasi galur koronavirus dan
menerbitkan sekuens genetika sehingga laboratorium di seluruh dunia dapat
mengembangkan uji PCR secara independen untuk mendeteksi infeksi oleh virus
(Hui, Ds, et all, 2020)

G. Karakteristik Epidemilogi covid 19


Orang dalam pemantauan (ODP), adalah seseorang yang mengalami gejala demam
(≥38°C) atau memiliki riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia. Selain itu seseorang yang
memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul
gejala juga dikategorikan sebagai dalam pemantauan.
Pasien dalam pengawasan (PDP) adalah seseorang yang mengalami memiliki riwayat
perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala-gejala COVID-
19 dan seseorang yang mengalami gejala- gejala, antara lain: demam (>38°C); batuk, pilek, dan
radang tenggorokan, pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan/atau
gambaran radiologis; serta pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh
(immunocompromised) karena gejala dan tanda menjadi tidak jelas. PDP juga merupakan
Seseorang dengan demam>38°C atau ada riwayat demam ATAU ISPA ringan sampai berat DAN
pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki salah satu dari paparan berikut: Riwayat
kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang
berhubungan dengan pasien konfirmasi COVID-19, memiliki riwayat perjalanan ke Provinsi Hubei,
memiliki sejarah kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan pada 14 hari terakhir ke
Provinsi Hubei.

H. Penanganan Perawatan covid 19


1. Terapi umum Dalam kondisi umum, istirahatkan pasien di tempat tidur, tingkatkan terapi
suportif, dan pastikan nutrisi yang cukup. Jaga keseimbangan air dan elektrolit untuk
memelihara stabilitas kondisi internal. Hal yang paling penting awasi dengan cermat tanda
vital, saturasi oksigen, dan sebagainya.
2. Lokasi yang sesuai dengan tingkat keparahan penyakit Kasus terduga dan terkonfirmasi harus
diisolasi dan ditangani di rumah sakit rujukan dengan kondisi isolasi yang efektif dan yang
protektif. Kasus harus ditangani di ruangan terpisah, sedangkan kasus terkonfirmasi dapat
diterima dalam satu bangsal (ward) yang sama. Sedangkan untuk kasus-kasus kritis harus
segera dirujuk ke ICU.

I. Mendemonstrasikan pembuatan sabun antiseptik secara mandiri


Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah, Gampang!

Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah

Kamu termasuk yang kehabisan hand sanitizer? Tenang, kamu bisa membuat
sendiri antiseptik alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat.
Seperti dikutip dari welnessmama, berikut ini cara membuat hand sanitizer
sendiri.

Bahan-bahan:

160 ml alkohol 70%


10 tetes tea tree essential oil
10 tetes minyak essential lavender
1/4 cup aloe vera gel
1/2 sendok teh minyak vitamin E (opsional)
1 botol spray plastik atau kaca ukuran kecil

Cara membuat hand sanitizer:

- Campurkan aloe vera gel, minyak vitamin E dan alkohol 70% di mangkuk kecil.
- Tambahkan campuran tersebut dengan minyak essential lavender dan tea tree
essential oil.
- Gunakan pipet untuk memasukkan campuran semua bahan-bahan tersebut ke
botol plastik atau kaca.
- Kocok isi botol. Hand sanitizer buatan sendiri siap digunakan.
Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah, Foto: ilustrasi/thinkstock

Formula dari hand sanitizer alami yang dibuat sendiri di rumah ini mirip dengan
hand sanitizer yang dijual di toko. Kandungan alkohol 70% yang ada di dalam
hand sanitizer bisa membunuh sebagian besar bakteri dan beberapa virus.
Sedangkan formula aloe vera dan vitamin E bermanfaat untuk melembabkan
kulit. Dan minyak essential seperti tea tree serta lavender memiliki kandungan
antibakteri.

Yang perlu kamu ingat dalam penggunaan hand sanitizer ini, gunakanlah
secukupnya. Hand sanitizer sebenarnya hanyalah alternatif darurat saat kamu
tidak bisa cuci tangan memakai sabun. Sumber Eny Kartikawati (2020). Cara
Membuat hand Sanitizer di Rumah, Gampang !, https://wolipop.detik.com/health,
diakses 20 Mei 2020.

J. Mendemonstrasikan pembuatan masker secara mandiri

Berikut ini beberapa cara mudah membuat masker kain sendiri tanpa dijahit
seperti dilihat dari Youtube DIY Nikol & Alexandra. Bahan yang digunakan bisa
disesuaikan dengan yang kamu inginkan.

Cara Pertama Membuat Masker Kain:

1. Lipat bagian atas dan bagian bawah bahan atau kain yang akan digunakan.
2. Lipat lagi bahan hingga menjadi persegi panjang.
3. Pasangkan karet gelang di kedua sisi masker kain.
4. Tidak perlu dijahit, masker kain buatan sendiri siap dipakai.
Tutorial DIY
masker Foto: Youtube DIY Nikol & Alexandra

Cara Kedua Membuat Masker Kain:

1. Lipat bahan atau kain yang akan digunakan seperti lipatan untuk membentuk
kipas.
2. Lakukan sebanyak tiga kali hingga terlihat menyerupai bentuk masker bedah.
3. Rekatkan bagian ujungnya menggunakan staples.
4. Pasangkan karet gelang lalu rekatkan kembali menggunakan staples.
5. Masker kain siap digunakan.

Tutorial DIY masker Foto: Youtube DIY Nikol & Alexandra


Cara Ketiga Membuat Masker Kain:

1. Jika menggunakan kertas saring kopi, potong bagian ujung kertas


menggunakan gunting.
2. Buat menjadi lapisan ganda.
3. Potong dan sesuaikan hingga membentuk seperti layaknya masker kain
penutup wajah.
4. Lubangi bagian kiri dan kanan masker kain menggunakan cutter.
5. Masukkan tali karet ke bagian yang sudah dilubangi lalu ikat.
6. Putar bagian yang terikat hingga mendekati lubang lalu rekatkan
menggunakan isolasi.
7. Masker kain buatan sendiri siap untuk dipakai.

Tutoria
l DIY masker Foto: Youtube DIY Nikol & Alexandra
Cara Keempat Membuat Masker Kain:

1. Jika menggunakan bahan stocking maka kamu bisa memotong bagian


ujungnya.
2. Lipat dua, lalu potong kembali. Sesuaikan dengan panjang yang kamu
inginkan.
3. Masukkan salah satu sisi ke bagian dalam bahan sehingga bahan tersebut
jadi memiliki dua lapisan.
4. Tidak perlu digunting dan cukup diregangkan lalu gunakan untuk menutupi
hidung dan mulut. Masker kain dari stocking pun siap dipakai.

Tutorial DIY masker Foto: Youtube DIY Nikol & Alexandra

Sumber: Vina Oktiani (2020). 4 Cara Bikin Masker Kain Sendiri Tanpa Dijahit, Bisa Cegah
Corona,
https://wolipop.detik.com/health, diakses 20 Mei 2020.
DAFTAR HADIR
PENYULUHAN COVID-19
DI DESA JOMBLANG KEC. JEPON BLORA

NO NAMA ALAMAT TTD