Anda di halaman 1dari 19

11 APRIL 2020

MAZMUR 46: 1

"Allah itu bagi kita tempat


perlindungan dan kekuatan,
sebagai penolong dalam
kesesakan sangat terbukti"
🎼 Ya Tuhan tiap jam
Di suka duka ku
Jikalau Tuhan jauh
Percuma hidupku
Setiap jam ya Tuhan
Dikau ku perlukan
Ku datang juru selamat
Berkatilah🎵
Saat Sabtu Sunyi ini, mari kita berdoa untuk perkembangan Covid19 di Indonesia
dan dunia kembali. Sama dengan para murid bersembunyi dengan cara
berkumpul sambil berdoa, kita pun dalam keheningan berdoa bagi pemulihan
Indonesia dan dunia dari pandemi Covid 19.
Per tanggal 10 April 2020 Pkl.12.00
WIB, ada 3512 kasus positif yang
terungkap dari tes PCR/swab test
yang dilakukan, di seluruh Indonesia.
Terjadi kenaikan kasus sebanyak 219
yang merupakan hasil dari
peningkatan pemeriksaan dengan
menggunakan tes PCR.
Mari bersyukur untuk 282 orang diantaranya yang sudah dinyatakan sembuh (ada peningkatan
30 orang dari jumlah tanggal 9 April) dan berdoa untuk 306 pasien positif yang meninggal
(meningkat 26 orang dari tanggal 9 April). Berdoa juga untuk kapasitas fasilitas kesehatan dan
tenaga medis yang harus berpacu dengan penyebaran kasus ini karena penderita positif Covid19
sekarang sudah ada di seluruh propinsi di Indonesia (34 propinsi), di mana per tanggal 9 April lalu
terdapat 1 kasus baru di NTT dan di Gorontalo. Tingkat fatalitas kasus di Indonesia adalah 8,71%
dan tingkat kesembuhan sebesar 7,6% banyak pihak yang menilai jumlah ini masih jauh dari
kenyataan karena tindakan preventif kita sangat kurang saat Covid19 belum dinyatakan resmi ada
di Indonesia oleh pemerintah, serta keterbatasan jumlah dan akses untuk mendapat alat tes PCR
yang lebih akurat pada awal wabah ini merebak, dan sebenarnya masih terjadi sampai sekarang,
walaupun sudah sangat menurun keterbatasannya.
Sementara itu di dunia, menurut data WHO per 9 April pkl 12.00 malam, pandemi ini
telah tersebar ke 211 negara, dengan jumlah kasus 1.479.168 kasus positif dan
87.987 pasien meninggal dunia. Tingkat fatalitas kasus bulan ini meningkat dari 2-3%
pada bulan Februari-Maret, menjadi 5,95% per tanggal 10 April ini (data berdasarkan
WHO diunduh pada 10 April 2020 jam 18.30). Jika dibandingkan dengan tingkat
fatalitas kematian akibat virus SARS-COV tahun 2002 yang mencapai angka 11%,
kematian akibat virus SARS-COV2 penyebab Covid19 ini masih lebih rendah. Tetapi
penyebarannya sangat cepat karena jumlah penderita sangat besar dan sangat
tersebar dibanding SARS yang hanya tersebar di 17 negara dengan jumlah penderita
positif hanya 8422.
Mari berdoa, campur tangan Tuhan meredam penyebaran yang lebih cepat
di seluruh Indonesia dan dunia, mencegah peningkatan jumlah penderita
positif dan tingkat fatalitas yang meninggi.
Di tengah besarnya tambahan belanja

dan pembiayaan APBN 2020,

sebenarnya ada tantangan besar yang

dihadapi pemerintah untuk

menyediakan tambahan ini. Diperkirakan

defisit anggaran tahun 2020 sebesar 852

trilyun rupiah, atau 5,07% dari Produk

Domestik Bruto (nilai pasar semua

barang dan jasa yang diproduksi oleh

suatu negara pada periode tertentu)


PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. Ini

berarti melewati ambang batas aman defisit anggaran suatu negara. Tentu

pemerintah harus mencari cara agar keuangan negara tetap aman. Meskipun IMF dan

Bank Dunia memprediksi Indonesia adalah satu dari tiga negara Asia yang masih

mampu mencapai pertumbuhan ekonomi positif di sepanjang 2020, namun

pemerintah tentu harus mencari jalan agar prediksi itu tetap tercapai.
Mari berdoa agar langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, yaitu
mengkombinasikan kebijakan penanganan dan stimulus ekonomi yang besar dapat
berjalan dengan baik. Menkeu Sri Mulyani menakankan bahwa langkah yang
dilakukan semua negara biasanya terkait dengan instrumen fiskal, apakah itu
memberikan insentif pajak atau tax break. Mari berdoa untuk Febrio Kacaribu,
Alumni POSA FE UI 1996 selaku Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian
Keuangan, diberi hikmat Tuhan untuk membuat kebijakan-kebijakan yang tepat
dalam situasi pandemi Covid19 yang berdampak sangat besar terhadap
perekonomian Indonesia.
Mulai tanggal 10 April, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diberlakukan
selama 14 hari di DKI Jakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.33
Tahun 2020 sanksi yang ditetapkan untuk mereka yang melanggar PSBB ini adalah
maksimal 1 tahun penjara atau denda maksimal 100 juta rupiah.
Mari berdoa agar penetapan sanksi yang keras ini menolong tumbuh dan
terjaganya kedisiplinan di DKI Jakarta. Tuhan kiranya juga menggerakkan hati setiap
orang di Jabodetabek yang beraktifitas dari dan ke Jakarta dapat mengatur
aktifitasnya. Mari berdoa juga agar seluruh penduduk Jakarta benar-benar disiplin
untuk #dirumahaja, termasuk untuk tidak berolah raga di luar rumah. Jakarta
adalah epicenter Covid19 di Indonesia, bahkan kasus pertama di NTT yang dialami
seorang polisi pun terjadi karena kepergiannya ke Jakarta. Maka mari kita berdoa
agar PSBB ini benar-benar bisa menolong pengurangan kasus positif Covid19 di
Indonesia.
Di Sabtu sunyi ini, mari berdoa secara khusus buat orang-orang dan prosedur
pemakaman para pasien tersangka dan positif Covid19.

• Di beberapa tempat, sudah terjadi penolakan terhadap penguburan jenasah


mereka, bahkan sekalipun yang meninggal itu adalah tenaga medis yang terinfeksi
karena menangani pasien Covid19 seperti kasus jenasah perawat yang terinfeksi
dari pasiennya di Jawa Tengah. (sumber: CNN Indonesia)
• Terkadang juga terjadi, keluarga tidak sempat tahu apakah keluarganya yang
meninggal sudah terkena Covid19, entah karena tidak sempat dites, atau dites tapi
hanya rapid test yang sebenarnya tidak bisa dilakukan hanya satu kali, atau hasil
swab/PCR test belum keluar, dan seringkali hasilnya tidak diperoleh jika
penderitanya sudah meninggal sebelum hasil tes keluar. Terkadang terjadi
ketidakwaspadaan karena ketidaktahuan keluarga atau ada keluarga yang tidak
memberi tahu/belum tahu bahwa keluarganya yang meninggal adalah penderita
Covid19, sehingga terjadi kerumunan saat jenasah disemayamkan dan dikebumikan
• Kekacauan seperti ini terkadang berdampak pada proses penguburan, dan tentunya
berdampak sekaligus pada akurasi data yang dimiliki pemerintah. (Sumber: IDN
Times) Banyak pihak yang meragukan data pemerintah belum sesuai kondisi di
lapangan. Hal ini juga berdampak pada petugas penguburan, apalagi terjadi
lonjakan penguburan dengan prosedur bagi pasien positif Covid19. Meskipun
mereka sudah diedukasi bahwa jenasah tidak menularkan Covid19, namun para
petugas gali kubur ini mempunyai beban ketakutan dari para pengantar yang
biasanya adalah orang-orang terdekat dari penderita yang meninggal.
Mari berdoa bagi para petugas makam ini, juga bagi masyarakat umum agar
memberi hati yang terbuka dan berbelas kasih bagi keluarga yang kehilangan
anggota keluarganya karena Covid19.
MAZMUR 46: 10
"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!
Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa,
ditinggikan di bumi!"