Anda di halaman 1dari 5

MATERI PENDAMPINGAN

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK

DI DESA TURIREJO KEC. LAWANG KAB. MALANG

Oleh

MUCHAMMAD YUSRON AL KABIR

NIRM.04.01.19.341

PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

JURUSAN PERTANIAN

POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG

KEMENTERIAN PERTANIAN

2020
MATERI PENDAMPINGAN

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK

DESA TURIREJO KEC. LAWANG KAB. MALANG

BUDIDAYA

Budidaya merupakan kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya


hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat/hasil
panennya. Kegiatan budidaya dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani.

SAYURAN ORGANIK

Sayuran organik adalah hasil tanaman sayur yang di budidayakan yang


perawatan atau pemeliharaannya hanya menggunakan bahan – bahan organik
tanpa menggunakan bahan kimia. Sebagian orang mengklaim bahwa rasa sayur
organik lebih enak. Selain dari hal rasa, sayur organik juga dikatakan memiliki
kadar antioksidan, vitamin C, zat besi, dan seng yang lebih tinggi daripada sayur
non organik.

Kelebihan dari sayuran organik ini adalah :

1. Mengurangi asupan bahan kimia beracun yang masuk ke dalam


tubuh
2. Meningkatkan nutrisi bermanfaat bagi tubuh seperti, mineral, vitamin,
asam lemak esensial, dan antioksidan
3. Kelestarian lingkungan sekitar tetap terjaga
4. Sayuran dapat lebih tahan lama

Dalam pengendalian hama penyakit pada sayuran organik kita bisa


menggunakan pestisida nabati yang bisa kita buat sendiri dengan mencari bahan
– bahan yang sudah tersedia di alam bahkan di lingkungan sekitar kita.

PESTISIDA NABATI

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari


tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat
mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida ini tidak meninggalkan
residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat di buat
dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana.
Saat ini pestisida nabati mulai banyak diminati petani, hal tersebut disebabkan
oleh mahalnya harga pestisida kimia. Selain itu penyemprotan dengan
menggunakan pestisida kimia secara tidak bijaksana menyebabkan hama
menjadi kebal. Hal ini menyebabkan petani cenderung menggunakan dosis
pestisida yang lebih tinggi dan dilakukan berulang-ulang. Kondisi demikian dapat
menyebabkan pencemaran lingkungan.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah


tersebut adalah penggunaan pestisida nabati. Penggunaan pestisida nabati
selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, harganya relatif murah apabila
dibandingkan pestisida kimia. Pestisida nabati dapat dibuat dengan teknologi
sederhana oleh kelompok tani atau perorangan.

Pestisida nabati memeliki cara kerja yang sangat spesifik antara lain:

1. Memiliki aroma khas yang efektif untuk mengusir serangan hama


2. Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa
3. Menghambat nafsu makan serangga hama
4. Menghambat pergerakan hama
5. Membuat kemandulan pada srangga jantan
6. Menghambat reproduksi serangga betina
7. Menghambat perkembangan patogen penyakit

Berikut tanaman yang efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit


yang menyerang tanaman, antara lain:

1. Tembakau (Nicotiana tabacum)


Daun tembakau mengandung bahan aktif nikotin. Pestisida nabati
daun tembakau efektif untuk mengendalikam hama penghisap seperti
Aphis sp, walang sangit, penggerek batang.
2. Mimba (Azaradirachta indica)
Biji dan daun mimba mengandung bahan aktif Azaditachtin, Salanin,
Nimbenen, dan Mellantriol. Pestisida organik mimba efektif untuk
mengendalikan ulat, hama penghisap (kutu – kutuan), jamur, bakteri,
nematoda,dan sebagainya.
3. Pepaya (Carcia papaya)
Daun pepaya mengandung bahan aktif Papain. Pestisida nabati daun
pepaya efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap seperti
Aphis sp.
4. Gadung (Dioscorea hispida)
Umbi gadung mengandung bahan aktif Diosgenin, Steroid Saponin,
Alkoloid, dan Fenol. Pestisida nabati umbi gadung efektif untuk
mengendalikan ulat dan hama penghisap.
5. Mahoni (Swetenia mahagoni Jasq)
Dengan adanya kandungan senyawa Swetenia yang terdapat dalam
biji mahoni maka mahoni dapat digunakan sebagai penghambat hama
pada tanaman, karena senyawa tersebut mengandug racun.
6. Jeringau/ Dringo (Acorus calamus L )
Jeringau yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida hayati adalah
pada akarnya (rimpang), karena mengandung minyak atsiri. Rimpang
jeingau dapat digunakan dalam 2 bentuk, yaitu berbentuk tepung dan
minyak. Untuk membuat tepung, rimpang dlingo diiris-iris, dikeringkan,
lalu ditumbuk. Tumbuhan ini, terutama bagian rimpangnya
mengandung minyak yang dapat digunakan sebagai bahan
insektisida yang bekerja sebagai repellent (penolak
serangga), antifeedant (penurun nafsu makan), dan antifertilitas
/ chemosterilant (pemandul).

CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI

Alat dan bahan:

1. Tembakau 2 kg
2. Daun mimba 2 kg
3. Daun pepaya 2 kg
4. Gadung 2 kg
5. Biji mahoni 2 kg
6. Jeringau/ Dringo 2 kg
7. Air 50 liter
8. Drum
9. Pengaduk
10. Alat penumbuk
11. Penyaring

Cara kerja:

1. Siapkan alat dan bahan


2. Tumbuk tembakau, daun mimba, daun pepaya, gadung, biji mahoni,
dringo menggunakan alat tumbuk.
3. Setelah halus pindahkan bahan ke dalam drum
4. Tambahkan 50 liter air kemudian aduk
5. Pestisida nabati siap digunakan
6. Jika ingin mengaplikasikan pada tanaman, saring pestisida nabati
kemudian campurkan 250 ml cairan pekat dengan 15 liter air.
7. Pestisida siap di aplikasikan.