Anda di halaman 1dari 38

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN.

S DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULAR :


HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAPAN KECAMATAN
BAB TAPAN KABUPATEN PESISIR
SELATAN TAHUN 2020

A. Pengkajian Keperawatan Keluarga


1. Data umum

a. Nama KK : Tn. S
b. Umur : 54 tahun
c. Pekerjaan : Pns
d. Pendidikan : S1
e. Alamat : Nagari Air Dingin
f. Komposisi Keluarga

N Nam Jk Hub Umur Pddk Status Imunisasi Ket


o a
BCG Polio DPT Hepatitis Campak
Dg
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
Kk

1 Ny.E P Istri 47 th S1 Lupa


2 An.L L Anak 25 th S1 V v v v v v V v v v v v

3 An.N P Anak 23 th S1 V v v v v v V v v v v v

4 An.S L Anak 14 th SD V v v v v v v v v v v v

5 An.B P Anak 14 th SD V v v v v v v v v v v V

g. Genogram

Tn.S Ny.E
Keterangan :

: Laki- laki
: Perempuan
: Laki-laki meninggal
: perempuan meninggal
: Klien
: Tinggal serumah
Kesimpulan : pada genogram di atas terdapat orang tua dari Klien (kakek) yang sudah meninggal dengan penyakit hipertensi,
klien ( Ny.E ) bersaudara ada 10 orang, terdiri 6 laki laki berumur dan 4 perempuan klien berumur 47 tahun. Kemudian yang
setara dengan orang tua klien yaitu orang tua Tn.S, ayah Tn.S beliau sudah meninggal dengan riwayat penyakit stroke dan Iu
Tn.S meningal saaat melahirkan adik bungsu Tn.S, beliau mempunyai anak 3 orang, terdiri dari 2 orang laki-laki dan 1 orang
perempuan,Tn.S menikah dengan Ny.E dan memiliki 4 orang anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan.

h. Tipe Keluarga

Keluarga Tipe keluarga Tn.S adalah Keluarga tradisional yaitu Keluarga inti, terdiri dari Tn.S (suami), Ny.E (istri), An.L
(anak), An.N (anak), An.S (anak) dan An.B (anak) yang tinggal serumah.
Kesimpulan: Keluarga Inti (Nuclear Family) yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak. Suku dan Bangsa

Keluarga Tn. S berasal dari suku minangkabau memiliki kebangsaan Indonesia.

i. Suku dan Bangsa

Keluarga Tn.S memiliki kebangsaan Indonesia dan suku Minangkabau. Suku minangkabau yang di anut oleh Tn.S yaitu nya

Sikumbang, dan suku yang di anut oleh Ny.E yaitu caniago, kalau di minangkabau suami dan istri tidak boleh menikah dalam

1 suku,dan menurut adat minangkabau, anak yang lahir dari pasangan suami istri itu, suku anak nya menurut suku Ibu, jadi

anak dari Tn.S dan Ny.E yaitu sukunya caniago, Semua anggota keluarga kalau berinteraksi dirumah memakai bahasa

minang, antara suami dan istri, suami dan istri ke anak, antara orang tua ke anak, begitu juga sebaliknya.

j. Agama

Keluarga Tn.S semuanya beragama islam. Kebiasaan keagamaan yang dilakukan oleh anggota keluarga Tn.S adalah

shalat 5 waktu, kadang kadang shalat berjamaah dirumah dan juga pergi ke Masjid. Setelah selesai shalat Maghrib lalu

membaca Al-Quran, kebiasan tersebut juga diikuti oleh Ny.E sebagai orang tua yang sering pergi ke Masjid pada setiap

waktu shalat Maghrib dan isya, setelah selesai shalat isya Ny.E pulang kerumah, setelah itu Ny.E selalu mengikuti kegiatan

keagamaan yang ada dikampungnya, contoh : Majlis Ta’lim 1 kali dalam 1 bulan.
Ny.E melaksanakan shalat kadang kadang berjamah bersama suami, dan anak anak ( An.L, An.N, An.S dan An.B ),

setelah shalat magrib juga melakukan kebiasaan membaca Al-Quran, dan kadang kadang juga melakukan puasa sunah pada

hari senin dan kamis.

Kesimpulan : Tidak ada masalah dalam agama, Tn.E dan Ny.E selalu mengingatkan anak anak untuk selalu taat

beribah.

k. Status Sosial dan ekonomi

Tn.S memiliki pekerjaan sebagai PNS, Tn.M memiliki penghasilan ± 4.000.000 Sedangkan istri bekerja sebagai PNS,

penghasilan istri yaitu ± 3.500.000, yang digunakan untuk keperluan (biaya pendidikan sekolan anak, belanja bahan

makanan, tagihan listrik dan keperluan lainnya ).

Tn. S mengatakan juga memiliki tabungan yang sewaktu – waktu dapat digunakan untuk berobat khususnya untuk

Ny.E. karena Tn.M bertanggung jawab untuk membiayai pengobatan keluarganya.

Pendapatan/bulan Pengeluaran/bulan
Penghasilan Tn.B : Rp 4.000.000,- Pendidikan anak: Rp 3.500.000,-
Penghasilan Ny.K : Rp 3.500.000,- Makan : Rp 2.800.000,-
Listrik : Rp 500.000,-
Lain-lain : Rp 500.000,-
Rp 7.500.000,- Rp 7.300.000,-
Kesimpulan : status social ekonomi keluarga Tn.S berada di kelas menengah keatas dengan keluarga sejahtera

tahap III dimana keluarga dapat memenuhi kebutuhan dasar, kebutuhan social psikologis, dan kebutuhan

pengembangan, namun belum dapat memberikan sumbangan maksimal terhadap masyarakat yang membutuhkan.

l. Aktivitas dan rekreasi

Pada Waktu senggang keluarga Tn.S Menghabiskan waktu nya dengan menonton TV bahkan kadang-kadang
membersihkan halaman rumah bersama-sama, kalau ada waktu libur keluarga Tn.S menghabiskan waktu pergi jalan jalan
dengan istri dan anak-anaknya kepantai dan terkadang Tn.S mengajak keluarganya pergi kekebun mereka, keluarga Tn.S
punya kesibukan masing masing, contoh anak yang pertama bekerja dikantor wali nagari dekat ruamh, anak ke 2 Kuliah di
Bukittinggi, anak ke 3 dan keempat sekolah di SMPN 1 tapan. Anggota keluarga Tn.S jarang berkumpul kumpul bersama
karena mempunyai kesibukan masing masing. Pada saat sekarang ini, semua anggota keluarga Tn.S berkumpul semua, karna
adanya wabah virus korona (Covid-19) yang mewajibkan untuk stay at home. Ini merupakan salah satu langkah untuk
mencegah terjadinya penyebaran virus korona. maka disaat itulah keluarga Tn.S sering berkumpul dan merasakan hangatnya
kekeluargaan dengan melakukan berbagai keguatan positif dirumah.
Kesimpulan : kurangnya waktu bersama Tn.S dengan keluarga karna semua anggota keluarga memiliki kesibukan
masing-masing, tapi karena situasi covid 19 keluarga merasakan kebersamaan d rumah dan melakukan berbagai kegiatan
positif dirumah.
2. Riwayat dan tahap perkembangan Keluarga

a. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Keluarga Tn.S memasuki tahap perkembangan keluarga ke VI yaitu keluarga dengan anak dewasa, karena anak pertama dari

Tn S dan Ny.E sudah berusia 25 tahun dan anak kedua sudah berusia 23 tahun atau sudah masuk usia dewasa, yang mana

nantinya An.L dan An.N tersebut akan meniggalkan rumah dan akan memulai kehidupan baru dengan keluarga kecilnya.

Tugasnya :

1) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar

2) Mempertahankan keintiman serta kesehatan

3) Membantu anak untuk mandiri sebagai keluarga baru di masyarakat

4) Mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima kepergian anaknya

5) Menata kembali fasilitas pada keluarga


6) Berperan sebagai suami-istri, kakek dan nenek

7) Menciptakan lingkungan rumah yang dapat menjadi contoh bagi anak - anaknya.

b. Tugas Perkembangan Keluarga Yang belumTerpenuhi

Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi yaitu mempertahankan kesehatan masing - masing anggota
keluarga, karena Ny.E masih sering sakit, dan keluarga juga belum mampu mengenal masalah kesehatan secara
keseluruhan.Tugas perkembangan yang belum terpenuhi lainnya yaitu menciptakan lingkungan rumah yang dapat menjadi
contoh bagi anak-anaknya, karena kondisi dan lingkungan rumah Tn.S terlihat masih kurang bersih. Upaya yang sudah Tn.S
lakukan adalah jika ada anggota keluarga yang sakit, di bawa ke pelayanan kesehatan terdekat serta membersihkan rumah bila
ada kesempatan atau waktu luang. Keluarga Tn.S saat waktu luang sering mendiskusikan mengenai sekolah dengan anaknya,
serta memberi kebebasan dalam batas tanggung jawab dan hal yang paling penting mengkomunikasikannya dengan dua arah.
Kesimpulan : kesiapan peningkatan proses keluarga yg sejahtera belum terpenuhi oleh keluarga

c. Riwayat kesehatan keluarga sekarang

1) Tn. S sebagai kepala keluarga,Tn.S belum pernah menderita penyakit yang terlalu parah, penyakit yang pernah di derita

Tn.S seperti diare, flu, batuk, dan demam biasa yang sembuh dengan rawat jalan dan tidak mempunyai masalah dengan

makan maupun kebutuhan dasar lainya.


2) Ny. E mengatakan menderita hipertensi sejak 4 tahun yang lalu merasa mual kepala terasa Sakit dan menjalar hingga ke

punggung, pusing,nafas sesak, dada terasa berdebar-debar dan sering terbangun pada malam hari. Ny. E tidak terlalu

menjaga pola makannya, tetapi Ny.E selalu beraktivitas dan rajin dalam segala hal. Pada saat pemeriksaan didapatkan

tekanan darah Ny. A yaitu TD : 170/90 mmHg, N : 92 x/m R : 23 x/m TB : 150 cm BB : 65 Kg.

3) An. L jarang sakit tidak mempunyai masalah dengan kesehatan,istirahat, makan,maupun kebutuhan dasar lainya

4) An. N jarang sakit tidak mempunyai masalah dengan kesehatan,istirahat, makan,maupun kebutuhan dasar lainya.

5) An. S jarang sakit tidak mempunyai masalah dengan kesehatan,istirahat, makan,maupun kebutuhan dasar lainya

6) An. B jarang sakit tidak mempunyai masalah dengan kesehatan,istirahat, makan,maupun kebutuhan dasar lainya.

Kesimpulan : di dalam keluarga inti tidak ada yang menderita penyakit menular, dan anggota keluarga yang lainnya juga tidak

ada juga yang menderita penyakit Hipertensi, hanya Ny.E yang baru menderita penyakit Hipertensi.

d. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya

Riwayat penyakit orang tua dari Tn.S adalah stroke , sendangkan orang tua dari Ny.E adalah D Hipertensi.
Ny. E mengatakan memiliki riwayat penyakit seperti Hipertensi. Ny. E menderita hipertensi ± 4 tahun yang lalu. Ny. S

pernah di rawat karena hipertensi. Ny.E mengatakan pola hidup kurang sehat, makanan nya tidak teratur dan juga sering

mengkonsumsi makanan yang bersantan dan berlemak.

Kesimpulan: Keluarga Tn.S yang lain tidak ada yang menderita penyakit Hipertensi

3. Pengkajian Lingkungan

a. Pengkajian Karakteristik Rumah

Keluarga memiliki rumah permanen dengan luas ± 8 x 24 m, yang terdapat 6 kamar yang mempunyai ruang tamu yang

tidak begitu luas, dapur yang terletak diruang belakang, keadaan ventilasi kurang bersih. Terdapat kain yang bergantungan di

setiap kamar, semua barang kurang tertata rapi. Untuk makan keluarga masih kurang menerapkan 4 sehat 5 sempurna, biasanya

Tn. S dan Ny. E makan bersama di dapur. Untuk kamar mandi dengan kondisi lantai keramik, memiliki wc jongkok dengan

jumlah 3 dalam kamar dan 2 di luar kamar. Keadaan salah satu wc kurang bersih karena jarang dipakai, jarak sapitank dari

rumah ± 15 meter. Keadaan Air minum bening, tidak berbau, bersih dari sumur gali kemudian rebus untuk meminumnya,
keluarga memiliki hewan ternak anjing, kucing dan ayam, keluarga memiliki perkarangan lingkungan yang tidak terlalu luas

dengan tanaman bunga dan buah-buahan serta toga di halaman rumah .Untuk sarana penerangan Ny. E menggunakan listrik.

DENAH RUMAH

Teras depan  

Ruang Tamu Kamar

Kamar

Teras samping
WC WC Ruang Keluarga

Kamar

WC
Ruang Keluarga

Kamar
Kamar

Kamar
WC    
Dapur WC

b. Karakteristik Tetangga dan Komunitas

Rumah Ny. E berada di wilayah Kelurahan yang mayoritas penduduk disekitarnya adalah petani, sarana jalan sudah di aspal,

sarana kesehatan di lingkungan tersebut berupa bidan desa dan puskesmas dan rumah sakit umum. Tetangga Ny. E mayoritas

keseluruhan beragama islam.

Pola interaksi masyarakatnya bagus,Biasanya jika ada tetangga yang akan mengadakan pesta atau acara lainnnya maka

anggota keluarga akan membantu tetangga dan ikut serta dalam acara yang diadakan. kemudian biasanya ada gotong royong

rutin desa dan juga menghadiri musyawarah bersama warga.

Kesimpulan : semua anggota keluarga Tn.S dengan masyarakat bagus cara komunikasinya.

c. Mobilitas Geografis Keluarga

Sebagai penduduk asli desa Tapan pesisir selatan, provinsi sumatera barat. Tn. S sekeluarga tinggal dan bekerja ditapan.

An.N berkuliah/ menuntut ilmu di Bukittinggi Sumatra Barat + 5 tahun-sekarang.


Kesimpulan: keluarga Tn.S asli penduduk Tapan pesisir selatan Hanya saja An.N menuntut ilmu di Bukittinggi Sumatra

Barat.

d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan komunitas

1) Tn. S bekerja dari pukul 07.15-14.15 dan pulangmya sering berkumpul dan berbincang-bincan dengan keluarga

2) Ny.E bekerja pukul 07.15-14.15 dan pulangmya sering berkumpul dan berbincang-bincan dengan keluarga.

3) An. L pukul 07.15-14.15 dan pulamgmya sering berkumpul dan berbincang-bincan dengan keluarga

4) An.N sedang kuliah melanjutkan studi profesi ners UFDK, pulang kerumah ketika libur

5) An. S berangkat sekolah jam 07.05-14.00 dan pulangnya pergi ngaji dan berkumpil dengan keluarga.

6) An. B berangkat sekolah jam 07.05-14.00 dan pulangnya pergi ngaji dan berkumpil dengan keluarga.

7) Interaksi keluarga dengan keluarga besar pada saat lebaran, acara pernikahan, khitanan dansekali berlibur bersama

keluarga besar dll.

8) Interaksi keluarga dengan komunitas/masyarakat pada saat pertemuan-pertemuan di Masjid, pengajian, gotong royong,
pernikahan, arisan, dll
Kesimpulan: tidak ada masalah antara keluarga dan komunitas.
e. Sistem Pendukung Keluarga

Ny. E memiliki tetangga yang peduli dengannya, Ny. E dan Tn. S memiliki BPJS/ASKES yang bisa digunakan untuk berobat.

Kluarga Tn.S mengatakan jika ada masalah mendiskusikannya dengan keluarga inti dan keluarga besar dengan komunikasi

terbuka satu sama lain. Jika ada anggota keluarga yang sakit dibawa ke Puskesmas atau Rumah sakit. Rumah keluarga Tn. S

tidak jauh dari Puskesmas dapat ditempuh dalam waktu + 15 menit dan rumah sakit ditempuh. Puskesmas dapat ditempuh + 7

menit dengan motor. Semua anggota keluarga memiliki kartu ASKES/BPJS untuk berobat.

Kesimpulan: tidak ada masalah di sistem pendukung keluarga, dan semua anggota keluarga memiliki kartu ASKES/BPJS.

4. Struktur Keluarga

a. Pola Komunikasi

Keluarga mengatakan komunikasi dua arah (feedback) dan bahasa yang dilakukan antar keluarga yakni menggunakan

bahasa minangkabau, ayah sebagai kepala keluarga yang memutuskan suatu masalah dan apabila ada masalah dilakukan

musyawarah dengan kepala dingin dan berkomunikasi dengan anggota kelurga yang jauh menggunakan handphone dengan

menelphone atan vidiocall.


Kesimpulan : tidak ada masalah pada pola komunikasi antar keluarga

b. Struktur kekuatan Keluarga

Keluarga mengatakan untuk mengambil keputusan dilakukan bersama-sama .Ny. E selalu memperhatikan makanan Tn. S

dan menjaga pola tidur Tn. S serta keempat anaknya.

Kesimpulan : tidak ada masalah dalam struktur kekuatan keluarga

c. Struktur Peran

1) Tn.S berperan sebagai kepala keluarga sekaligus sebagai suami bagi Ny.E, dan sebagai ayah bagi keempat anaknya Tn.S

berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung/pengayom, pemberi rasa aman bagi setiap anggota keluargadan juga

sebagai anggota masyarakat kelompok sosial tertentu, serta merupakan pengambil keputusan tertinggi dalam keluarganya.

2) Ny.E berperan sebagai istri bagi Tn.S, dan sebagai ibu bagi keempat anaknya berperan sebagai pengurus rumah tangga,

pengasuh, pendidik anak-anak, pelindung keluarga, dan juga sebagai pencari nafkah tambahan keluarga, serta sebagai

anggota masyarakat kelompok sosial tertentu.


3) An.L merupakan anak pertama dari 4 saudar yang berperan sebagai anak Tn.S dan Ny.E yang saat ini berusia 25 tahun. An.L

sebagai anak dan juga sebagai kakak dari 3 adiknya dan An.L juga sudah bekerja dan Sesekali memberi uang jajan kepada

adik-adiknya.

4) An.N merupakan anak kedua dari 4 bersaudara yang berperan sebagai anak Tn.S dan Ny.E yang saat ini sudah berusia 23

tahun. An.N berperan sebagai anak dari Tn.S, Adik bagi An.L dan sebagai kakak bagi Ans dan An.B. Peran An N sudah

dijalankan dengan baik walaupun belum sempurna.

5) An.S merupakan anak ke tiga dari 4 bersaudara yang berperan sebagai anak Tn.S dan Ny.E yang saat ini sudah berusia 14

tahun. An A berperan sebagai anak dan sebagai adik bagi An.L dan An.N.

6) An.B merupakan anak ke bungsu dari 4 bersaudara yang berperan sebagai anak Tn.S dan Ny.E yang saat ini sudah berusia

14 tahun. An.E berperan sebagai anak dan sebagai adik bagi ketiga kakaknya.

Kesimpulan : keluarga sudah bagus dalam menjalankan peran masing masing

d. Nilai dan Norma Keluarga


Tn. S mengatakan ia terbiasa menanamkan pada anaknya sikap hormat menghormati satu sama lain. Dimana Tn.S selalu

mengajarkan anaknya saling menghormati, menjaga sikap. Dan juga melarang anak perempuannya jika keluyuran dan keluar

malam.

Kesimpulan : penerapan untuk saling menghargai dan saling menghormati antar keluarga sudah bagus

5. Fungsi Keluarga

a. Fungsi Afektif

Keluarga Tn.S mengatakan berusaha memelihara keharmonisan antar anggota keluarga, saling menyayangi dan

menghormati, keluarga saling mendukung atas perbuatan baik atas yang dilakukan contohnya menolong orang,belajar dan

mengulang pelajaran dirumah bagi anak-anak, hubungan psikososial antar keluarga baik mereka saling menghargai satu sama

lain.

Tn.S dan Ny.E menanam ajaran agama islam pada anaknya sejak dari kecil. Tn.S dan Ny.E jarang menghukum anak

dengan membentak dan memukul anaknya. Tn.S mengatakan mengajarkan anak-anaknya untuk bersosialisasi dengan

masyarakat sekitarnya.
Kesimpulan : hubungan antar keluarga baik dan harmonis karena saling menyayangi.

b. Fungsi Sosialisasi

Keluarga mengatakan bersosialisasi dengan baik antar warga terutama tetangga, keluarga juga mengatakan interaksi antar

anggota keluarga dapat berjalan dengan baik. Keluarga mengatakan bersosialisasi dengan baik antar warga terutama tetangga,

keluarga juga mengatakan interaksi antar anggota keluarga dapat berjalan dengan baik.

Keluarga Tn.S tidak memiliki masalah dalam sosialisasi. Semua anggota keluarga mampu bersosialisasi dengan

masyarakat sekitar dan orang baru. Ini terlihat ketika ada kegiatan masyarakat seperti gotong royong bersama membersihkan

jalan dan masjid, dan pengajian yang di laksanakan di masjid terdekat Tn.S dan Ny.E tampak hadir dan mengikutinya.

Kesimpulan : cara bersosialisasi keluarga dan masyarakat sudah baik dan sellau menerapkan saling menghargai dan

menghormati.

c. Fungsi Perawatan Kesehatan

1) Praktik Diet keluarga

Ny. E mengatakan Diet yang dilakukan keluarga belum seimbang karna masih ada makan makanan yang kurang dari 4 sehat

5 sempurna.
2) Kebiasaan tidur dan istirahat

Ny. E mengatakan pola tidur keluarga sama denganorang pada umumnya teapi kadang-kadang tidurnya tidak nyenyak.

3) Kebiasaan olahraga

Keluarga jarang berolahraga karena merasa sibuk bekerja, dan Ny. E mengatakan melakukan pekerjaan rumah termaksuk

olahraga baginya.

4) Kebiasaan menggunakan obat-obatan

Ny. E mengatakan dia sekarang ketergantungan makan obat hipertensi resep dari dokter

5) Praktik perawatan gigi

Keluarga menggosok gigi 2x dalam satu hari agar terhindar dari gigi berlobang.

6) peran keluarga dalam praktik perawatan diri

Anggota keluarga saling mengingatkan kebiasaan mandi 2x dalam sehari. Dan menggosok gigi yang teratur setelah makan.

7) Sumber pembiayaan kesehatan keluarga

Anggota keluaga berobat menggunakan ASKES

d. Fungsi Reproduksi
Ny. E memiliki 4 orang anak yang belum menikah dan tinggal bersama dalam satu rumah dengan Ny. E.

e. Fungsi Ekonomi

Ny. E dan Tn. S termasuk keluarga yang sederhana. Tn. S mengatakan susah untuk menyisihkan uang untuk ditabung, di

tambah pula kebiasaan merokok Tn S dan An L.

6. Stres dan Koping Keluarga

a. Stres Jangka Pendek dan Panjang

Keluarga Tn.S mengatakan saat ini memiliki masalah keuangan seperti biasanya. dikarenakan adanya Covid-19 dan aktivitas

diluar rumah dibatasi oleh pemerintah Negara Indonesia Keluarga selalu berusaha merawat sebaik mungkin dan semampunya

serta berdoa kepada Tuhan agar sama - sama diberi kekuatan dan kesehatan yang baik.

Tn.S dan anak-anaknya mengatakan sangat ingin Ny.E sembuh dari penyakit yang dideritanya. Ny.E harus meminum obat

rutin setiap hari. Ny.E khawatir dengan dampak dari meminum obat rutin hipertensi tersebut. Ny.E mengatakan kurang

mengetahui bagaimana cara merawat hipertensi tersebut, dan ingin mengetahui perawatannya.
Kesimpulan: Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan, karena keluarga Tn.S dan anak-anak mengharapkan penyakit Ny.E cepat

sembuh, tetapi Ny.E jarang mengontrol makanannya.

b. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap Situasi/ Stresor

Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke Rumah Sakit dan puskesmas dengan petugas kesehatan.

Kesimpulan: kesiapan peningkatan manajemen kesehatan

c. Strategi Koping Konstruktif yang digunakan


Keluarga Tn.S mengatakan jika ada masalah selalu mendiskusikan bersama anggota keluarga sehingga masukkan keluarga
dapat membantu menyelesaikan masalah yang ada.
Kesimpulan: tidak ada masalah kesehatan
d. Strategi Adaptasi Disfungsional
Tn. B apabila merasakan pusing atau timbul gejala TD meningkat Tn. B meminum jus daun seledri atau rebusan bawang putih.
Kesimpulan: Kesiapan peningkatan manajemen kesehatan
7. Pemeriksaan Fisik

Tabel 3.2
Pemeriksaan Fisik
No Pemeriksaan Tn. S Ny. E An. L An. N An. S An. B

.
1. Tanda Vital TD : 110/80 TD: 170/90 TD : 120/80 TD : 100/80 TD : 110/80 TD : 110/80
mmHg mmHg mmHg mmHg mmHg mmHg
Nadi :88 x/i Nadi :92 x/i Nadi :88 x/i Nadi :82 x/i Nadi :89 x/i Nadi :87 x/i
RR : 21 x/i RR: 23 x/i RR : 22 x/i RR : 21 x/i RR : 20 x/i RR : 20 x/i
S: 36,7°C S: 36,8°C S: 36,6 °C S: 36,7°C S: 36,5°C S: 36,8°C
2. TB dan BB TB: 160 cm TB:155 cm TB:165 cm TB:157 cm TB:150 cm TB:151 cm

BB: 70 Kg BB:65 Kg BB:55 Kg BB:53 Kg BB:39 Kg BB:35 Kg


3. Kepala Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Rambut tidak Rambut Rambut Rambut Rambut Rambut
terdistribusi terdistribusi terdistribusi terdistribusi terdistribusi terdistribusi
merata, beruban, merata, tidak merata, tidak merata, tidak merata, tidak merata, tidak
kulit kepala beruban, kulit beruban, kulit beruban, kulit beruban, kulit beruban, kulit
bersih, kepala kepala bersih, kepala bersih, kepala bersih, kepala bersih, kepala bersih,
simetris, Lesi (-) kepala simetris, kepala simetris, kepala simetris, kepala simetris, kepala simetris,
Palpasi : Lesi (-) Lesi (-) Lesi (-) Lesi (-) Lesi (-)
Benjolan (-), Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi :
Nyeri(-) Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-),
Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-)
4. Mata Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva
ananemis, sklera ananemis, sklera ananemis, sklera ananemis, sklera ananemis, sklera ananemis, sklera
ikterik (-), ikterik (-), ikterik (-), ikterik (-), ikterik (-), ikterik (-), pupil
pupil+/+, lesi (-) pupil+/+, lesi (-) pupil +/+, lesi pupil +/+, lesi pupil +/+, lesi +/+, lesi (-)
Palpasi : Palpasi : (-) (-) (-) Palpasi :
Benjolan(-),Nye Benjolan(-), Palpasi : Palpasi : Palpasi : Benjolan(-),
ri(-) Nyeri(-) Benjolan(-), Benjolan(-), Benjolan(-), Nyeri(-)
Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-)
5. Hidung Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Mukosa lembab, Mukosa lembab, Mukosa lembab, Mukosa lembab, Mukosa lembab, Mukosa lembab,
pengeluaran pengeluaran pengeluaran pengeluaran pengeluaran pengeluaran
cairan atau cairan atau cairan atau cairan atau cairan atau cairan atau lender
lender (+), lesi lender (+), Lesi lender (+), lender (+), lender (+), (+), Lesi(-)
(-). (-) Lesi(-) Lesi(-) Lesi(-) Palpasi :
Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Benjolan (-),
Benjolan(-),Nye Benjolan(-),Nye Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Nyeri(-)
ri(-) ri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-)
6. Telinga Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
pembengkakan(- pembengkakan(- pembengkakan(- pembengkakan(- pembengkakan(- pembengkakan(-),
), pengeluaran ), pengeluaran ), pengeluaran ), pengeluaran ), pengeluaran pengeluaran
cairan(-), cairan(-), cairan(-), cairan(-), cairan(-), cairan(-),
Serumen(-), Serumen(-), Serumen(-), Serumen(-), Serumen(-), Serumen(-),
berdengung(-), berdengung(-), berdengung(-), berdengung(-), berdengung(-), berdengung(-),
Lesi (-) Lesi (-) Lesi (-) Lesi (-) Lesi (-) Lesi (-)
Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi :
Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-),
Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-)
7. Mulut dan Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, mukosa
Gigi
mukosa lembab, mukosa lembab, mukosa lembab, mukosa lembab, mukosa lembab, lembab,
pembengkakan(- pembengkakan(- pembengkakan(- pembengkakan(- pembengkakan(- pembengkakan(-),
), Gigi kuning, ), Gigi bersih, ), Gigi sedikit ), Gigi sedikit ), Gigi sedikit Gigi sedikit
kesulitan kesulitan kuning, kuning, kuning, kuning, kesulitan
menelan(-), lesi menelan(-), lesi kesulitan kesulitan kesulitan menelan(-), lesi
(-) (-) menelan(-), lesi menelan(-), lesi menelan(-), lesi (-)
Palpasi : Palpasi : (-) (-) (-) Palpasi :
Benjolan (-), Benjolan (-), Palpasi : Palpasi : Palpasi : Benjolan (-),
Nyeri(-) Nyeri(-) Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Nyeri(-)
Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-)
8. Leher Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
pembengkakan pembengkakan pembengkakan pembengkakan pembengkakan pembengkakan
kelenjar kelenjar tiroid kelenjar kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar tiroid(-),
tiroid(-), JVP (-), JVP (-), lesi tiroid(-), JVP (-), JVP (-), (-), JVP (-), JVP (-),
(-), (-) (-), Lesi (-) Lesi (-) Lesi (-)
Lesi (-) Palpasi : Lesi (-) Palpasi : Palpasi : Palpasi :
Palpasi : Benjolan (-), Palpasi : Benjolan(-),Nye Benjolan(-),Nye Benjolan(-),Nyeri
Benjolan(-),Nye Nyeri(-) Benjolan(-),Nye ri(-) ri(-) (-)
ri(-) ri(-)
9. Dada Jantung Jantung Jantung Jantung Jantung Jantung
Inspeksi: Dada Inspeksi : Dada Inspeksi: Dada Inspeksi: Dada Inspeksi: Dada Inspeksi: Dada
simetris, lesi (-) simetris, lesi (-) simetris, lesi (-) simetris, lesi (-) simetris, lesi (-) simetris, lesi (-)
Palpasi : Palpasi :
Benjolan (-), Palpasi : Benjolan (-), Palpasi : Palpasi : Palpasi :
Nyeri(-) Benjolan (-), Nyeri(-) Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-),
Nyeri (+) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-)
Perkusi : Perkusi :
Pekak pada area Perkusi : Pekak pada area Perkusi : Perkusi : Perkusi : Pekak
jantung Pekak pada area jantung Pekak pada area Pekak pada area pada area jantung
jantung jantung jantung
Auskultasi : Auskultasi :
Bunyi normal Auskultasi : Bunyi normal Auskultasi : Auskultasi :
S1 dan S2, tidak Bunyi normal S1 dan S2, tidak Bunyi normal Auskultasi : Bunyi normal S1
ada bunyi S1 dan S2, tidak ada bunyi S1 dan S2, tidak Bunyi normal dan S2, tidak ada
jantung ada bunyi jantung ada bunyi S1 dan S2, tidak bunyi jantung
tambahan, jantung tambahan, jantung ada bunyi tambahan,
murmur(-), tambahan, murmur(-), tambahan, jantung murmur(-),
Gallop(-) murmur(-), Gallop(-) murmur(-), tambahan, Gallop(-)
Gallop(-) Gallop(-) murmur(-),
Paru - Paru Paru - Paru Gallop(-)
Inspeksi : Dada Paru – Paru Inspeksi : Dada Paru - Paru Paru - Paru
simetris, Inspeksi : Dada simetris, Inspeksi : Dada Inspeksi : Dada
menggunakan simetris, menggunakan simetris, Paru - Paru simetris,
otot bantu menggunakan otot bantu nasfas menggunakan Inspeksi : Dada menggunakan
nasfas (-), lesi otot bantu nasfas (-), lesi (-) otot bantu nasfas simetris, otot bantu nasfas
(-) (+), lesi (-) (-), lesi (-) menggunakan (-), lesi (-)
Palpasi : otot bantu
Palpasi : Palpasi : Ekspansi nasfas (-), lesi
Ekspansi Ekspansi dinding dada Palpasi : (-) Palpasi :
dinding dada dinding dada simetris, Ekspansi Ekspansi dinding
simetris, simetris, Benjolan (-), dinding dada dada simetris,
Benjolan (-), Benjolan(-),Nye Nyeri(-), taktil simetris, Palpasi : Benjolan (-),
Nyeri(-), taktil ri(-) fremitus tidak Benjolan (-), Ekspansi Nyeri(-), taktil
fremitus tidak Perkusi : normal Nyeri(-), taktil dinding dada fremitus tidak
normal Sonor pada area Perkusi : fremitus tidak simetris, normal
Perkusi : paru - paru Sonor pada area normal Benjolan (-), Perkusi : Sonor
Sonor pada area Auskultasi : paru - paru Perkusi : Nyeri(-), taktil pada area paru -
paru - paru Bunyi nafas Auskultasi : Sonor pada area fremitus tidak paru
Auskultasi : bronko vesikuler Bunyi nafas paru - paru normal
Bunyi nafas wheezing(-/-), bronko vesikuler Perkusi :
bronko vesikuler krekle (-/-) wheezing (-/-), Auskultasi : Sonor pada area Auskultasi :
wheezing(-/-),kr krekle(-/-) Bunyi nafas paru - paru Bunyi nafas
ekle(-/-) bronko vesikuler bronko vesikuler
wheezing (-/-), wheezing (-/-),
krekle(-/-) Auskultasi : krekle(-/-)
Bunyi nafas
bronko vesikuler
wheezing (-/-),
krekle(-/-)

10. Abdomen Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :


Abdomen datar, Abdomen datar, Abdomen datar, Abdomen datar, Abdomen datar, Abdomen datar,
lesi (-) lesi (-) lesi (-) lesi (-) lesi (-) lesi (-)
Palpasi: Palpasi : Palpasi: Palpasi: Palpasi: Palpasi: Benjolan
Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), (-), Nyeri
Nyeri tekan(-), Nyeri tekan(-), Nyeri tekan(-), Nyeri tekan(-), Nyeri tekan(-), tekan(-), Nyeri
Nyeri ulu hati(-) Nyeri ulu hati(-) Nyeri ulu hati(-) Nyeri ulu hati(-) Nyeri ulu hati(-) ulu hati(-)
Perkusi : Perkusi : Perkusi : Perkusi : Perkusi : Perkusi :
Timpani pada Timpani pada Timpani pada Timpani pada Timpani pada Timpani pada
area abdomen area abdomen area abdomen area abdomen area abdomen area abdomen
Auskultasi : BU Auskultasi : BU Auskultasi : BU Auskultasi : BU Auskultasi : BU Auskultasi : BU
(+) (+) (+) (+) (+) (+)
11. Ekstremitas Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Edema(-), lesi Edema(-), lesi Edema(-), lesi Edema(-), lesi Edema(-), lesi Edema(-), lesi (-),
(-), rentang (-), rentang (-), rentang (-), rentang (-), rentang rentang gerak
gerak sempurna, gerak sempurna, gerak sempurna, gerak sempurna, gerak sempurna, sempurna,
kekuatan otot : kekuatan otot : kekuatan otot : kekuatan otot : kekuatan otot : kekuatan otot :

Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi :


Benjolan (-), Benjolan(-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-),
Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-) Nyeri(-)
Perkusi : Perkusi : Perkusi : Perkusi : Perkusi : Perkusi : Reflex
Reflex patella (+ Reflex patella (+ Reflex patella (+ Reflex patella (+ Reflex patella (+ patella (++/++)
+/++) +/++) +/++) +/++) +/++)
12. Kulit Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Warna
Warna sawo Warna sawo Warna sawo Warna sawo Warna sawo sawo matang,
matang, Lesi(-), matang, Lesi(-), matang, Lesi(-), matang, Lesi(-), matang, Lesi(-), Lesi(-), Tugor
Tugor kulit baik, Tugor kulit baik, Tugor kulit baik, Tugor kulit baik, Tugor kulit baik, kulit baik, kulit
kulit lembab kulit lembab kulit lembab kulit lembab kulit lembab lembab
Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi :
Benjolan (-), Benjolan(-),Nye Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (-),
Nyeri (-) ri(-), Nyeri (-) Nyeri (-) Nyeri (-) Nyeri (-)

Keluarga berharap Ny. N selalu diberi kesehatan dan semangat dalam menjalani hidup, dan Ny. N berharap anaknya semua
sukses dan jadi orang yang berguna. dan keluarga juga berharap pada petugas kesehatan untuk membantu mengatasi masalah
penyakit pada Ny. N.

Kesimpulan : Tidak ada masalah kesehatan


B. Diagnosa Keperawatan Keluarga

1. Data Fokus

Data Subjektif Data Objektif

- Ny. E mengatakan masih - Ny. E  tampak bingung tentang


kurang mengerti tentang penyakit hipertensi bahkan
penyakit hipertensi yang di komplikasi lebih lanjut.
alaminya - Ny. E  banyak bertanya tentang
- Ny. E  mengatakan tidak tahu penyakit hipertensi dan
mengapa dirinya bisa terkena bagaimana perawatannya
penyakit hipertensi, dia hanya - TTV :
menduga kalau hipertensi itu TD: 170/90 mmHg
di dapatnya dari ayahnya RR: 23 x/i
- Ny. E  mengatakan kurang Nadi :90 x/i
paham dengan kesehatannya S: 36,8°C
saat ini. - Ny. E  masih bingung dengan
- Ny. E  mengatakan kurang perawatannya dengan raut
tahu apakah macam-macam wajah / kening yang mengkerut
obat tradisonal yang lainnya dan pada saat ditanya pasien
yang bisa digunakan untuk hanya diam
penyakitnya. - Ny.E dan keluarganya jarang
- Ny. E  mengatakan saat memeriksakan kesehatan ke
tekanan darahnya pelayanan kesehatan
tinggi/penyakitnya kumat, - Makanan sehari hari keluarga
kepala terasa sakit hingga Tn S masih kurang dari 4 sehat
menjalar ke punggung dan 5 sempurna, dikarenakan
pandangan berkunang – penghasilan yang tidak menentu
kunang - Keluarga tampak bersemangat
- Ny. E  mengatakan pergi ke untuk mengelola masalah
puskesmas apabila sakit saja kesehatan dan pencegahannya
- Tn. S mengatakan untuk - Keluarga tampak antusias
makan sehari hari masih mendengarkan beberapa cara
kurang dari 4 sehat 5 sempurna perawatan yang disampaikan
- Ny. E  mengatakan sudah - Tn.S dan An.L tanpak merokok
menerapkan diet rendah garam dan minum kopi tiap hari
tetapi tensi Ny. M masih tinggi - Tn.S dan keluarga tampak tidak
sehingga Ny. M tidak tahu lagi membatsi makan yang akan
penyebab lainnya. dimakan sehari-hari serta suka
- Ny. E  mengatakan selama ini makan makan yang berlemak
memakan semua makanan dan bersantan
yang disukai dan tidak - Keluarga Tn.S hanya
mengerti dengan larangan memeriksa kesehatannya jika
terhadap makanan yang ada keluarga yang sakit saja.
meningkatkan penyakit - Keluarga Tn.S tampak
- Ny. E  mengatakan saat mengantungkan pakaiannya
tekanan darahnya digantungan belakang pintu
tinggi/penyakitnya kumat kamar
kepala terasa sakit hingga - Untuk limbah rumah tangga
menjalar ke punggung dan seperti sampah basah dan
pandangan berkunang - kering dibuang dan dibakar ± 4
kunang. meter dari rumah
- Ny. E  ingin mengetahui lebih - Keaadaan rumah dan
lanjut perawatan hipertensinya linkungganya kurang bersih,ada
dan cara mencegah agar anak sampah dedaunan didepan
anaknya tidak mengalami hal rumah dan belakang rumah
yang sama yang berserakan dan dibelakan
- Keluaga Tn.S mengatakan halaman rumah tumbuh rumput
ingin meningkatkanderajat liar
kesehatan dikeluarganya - Makanan sehari-hari keluarga
- Keluarga Tn.S mengatakan Tn.S masih kurang dari 4 sehat
ingin mengetahui lebih lanjut 5 sempurna
tentang cara perawatan
- Keluarga Tn.S mengatakan
kesehatan bagi seluruh anggota
jarang membersihkan rumah
keluarganya terutama pada
dan halamannya karena sibuk
Ny.E bekerja
- Keluarga Tn.S mengatakan
akan ingin mengurangi
konsumsi garam pada
makanan yang dimakannya
- Keluarga Tn.S mengatakan
akan mengupayakan,
pencegahan, dan perawatan
kesehatan untuk Ny.E dan
seluruh anggota keluarga
lainnya
- Keluarga mengatakan Ny.E
sering merasa cemas atau
khawatir dengan penyakit yang
dideritnya
- Keluarga mengatakan selalu
mengusaha untuk mengingat
Ny.E tidak terlalu banyak
melakukan pekerjaan
- keluarga Tn.S mengatakan
jarang sekali berolahraga
- Tn.S mengatakan tidak ada
membedakan makanan yang
memicu terjadinya hipertensi
- Keluarga Tn.S mengatakan
jarang membersihkan rumah
dan halaman karenah sibuk
berkerja
- Tn.S mengatakan tidak ada
anggota keluaga dengan
kebiasaan khusus sebelum
tidur
- Tn.S mengatakan tidak ada
batasan dalam menkonsumsi
makan yang dimakannya
sehari-hari. Dan Tn.S dan
An.L juga merokok dan suka
minum kopi tiap hari

2. Analisa Data

No Masalah
Data Fokus
. Keperawatan
1. DS: Ketidakefektifan
- Ny. E  mengatakan tidak tahu mengapa dirinya pemeliharaan
bisa terkena penyakit hipertensi, dia hanya kesehatan terhadap
menduga kalau hipertensi itu di dapatnya dari Ny.E dengan
ayahnya Hipertensi
- Ny.E mengatakan masih kurang mengerti
tentang penyakit hipertensi yang dialaminya
- Ny.E mengatakan kurang paham dengan
kesehatannya saat ini
- Ny. E mengatakan kurang tahu apakah macam-
macam obat tradisonal yang lainnya yang bisa
digunakan untuk penyakitnya.
- Ny. E mengatakan saat tekanan darahnya
tinggi/penyakitnya kumat, kepala terasa sakit
hingga menjalar ke punggung dan pandangan
berkunang – kunang
- Ny. E mengatakan pergi ke puskesmas apabila
sakit saja

DO:
- Ny.E dan keluarganya jarang memeriksakan
kesehatan ke pelayanan kesehatan
- Ny. D tampak bingung tentang penyakit
hipertensi.
- Ny. D banyak bertanya tentang penyakit
hipertensi bahkan komplikasi lebih lanjut
- TTV :
TD : 170/90 mmHg
Nadi :90 x/i
RR : 23 x/i
S: 36,8 °C

2. - Tn.S mengatakan tidak ada batasan dalam


Perilaku kesehatan
mengkonsumsi makanan yang dimakannya
cenderung beresiko
sehari-hari, dan Tn.S dan An.L juga terahadap keluaga
Tn.S
merokok serta suka minum kopi tiap hari
- Keluarga Tn.S mengatakan jarang sekali
berolahraga
- Tn.S mengatakan tidak ada anggota
keluarga dengan kebiasaan khusus sebelum
tidur.
- Keluarga Tn.S mengatakan jarang
membersihkan rumah dan halamannya
karena sibuk bekerja

DO:
- Tn.S dan An.L tampak merokok dan
minum kopi tiap hari
- Tn.S dan keluarga tidak membatasi
makanan yang akan dimakan sehari-hari
serta suka makan makanan yang berlemak
dan bersantan
- Keluarga Tn.S hanya memeriksakan
kesehatan ke pelayanan kesehatan jika ada
keluarga yang sakit saja
- Keluarga Tn.S tampak menggantungkan
pskainnya di gantungan belakang
pintukamarnya

- Keaadaan rumah dan linkungganya kurang


bersih,ada sampah dedaunan didepan
rumah dan belakang rumah yang
berserakan dan dibelakan halaman rumah
tumbuh rumput liar
- untuk limbah rumah tangganya seperti
sampah basah dan kering di buang dan
dibakar ± 4 meter dari rumah.
3. DS:
- Keluarga Tn.S mengatakan ingin Kesiapan
meningkatkan derajat kesehatan
peningkatan koping
- Keluarga Tn.S mengatakan akan
keluarga terhadap
mengupayakan pengobatan, pencegahan, dan
perawatan kesehatan untuk Ny.E serta keluarga Tn.S
anggota keluarga lainnya
- Keluarga Tn.S mengatakan ingin mengurangi
mengkonsumsi garam pada makanan yang
dimakannya
- Keluarga Tn.M mengatakan ingin mengetahui
lebih jauh cara perawatan kesehatan bagi
keluarganya terutama bagi Ny.N

DO :
- Tampak keluarga Tn.S bersemangat untuk
meningkatkan kesehatannya
- Keluarga Tn.S tampak antusias dengan
pembahasan mengenai peningkatan
kesehatannya
- keluarga Tn.S tampak bersemangat mengelola
masalah kesehatan dan pencegahanNYA
- TTV :
TD : 160/80 mmHg
Nadi :88 x/i
RR : 22 x/i
S: 36,6 °C

3. Prioritas Masalah
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pada Tn. dengan hipertensi
No Kriteria Score Bobot Nilai Pembenaran
1 Sifat Masalah : Keluarga kurang
Skala : mampu
 Tidak/ Kurang 3 1 3/3 x 1= 1 menjalankan
sehat/ Aktual prilaku hidup
 Ancaman 2 sehat
Kesehatan/ Resiko
 Keadaan Sejahtera/ 1
Potensial
2 Kemungkinan Masalah dapat
Masalah dapat diubah diubah sebagian
Skala : dengan
 Mudah 2 2 keinginan
 Sebagian 1 ½x2=1 keluarga untuk
 Tidak Dapat 0 mencapai
kesehatan yang
baik
3 Potensial Masalah Keinginan
untuk Dicegah keluarga untuk
Skala : mencari tahu
 Tinggi 3 1 3/3 x 1 = 1 perilaku hidup
 Cukup 2 sehat untuk
 Rendah 1 terhindar dari
penyakit cukup
baik
4 Menonjolnya Masalah Keluarga
Skala : menyadari
 Masalah berat, 2 2 2/2 x 1 = 1 masalah dan
harus segera menangani agar
ditangani masalah
 Ada masalah tetapi 1 keseehatan
tidak perlu dapat teratasi
ditangani
 Masalah tidak 0
dirasakan
JUMLAH 4

Kesiapan peningkatan manajemen kesehatan pada keluarga Tn.B


No Kriteria Score Bobot Nilai Pembenaran
1 Sifat Masalah : Keluarga kurang
Skala : mampu
 Tidak/ Kurang 3 1 3/3 x 1= 1 menjalankan
sehat/ Aktual prilaku hidup
 Ancaman 2 sehat
Kesehatan/ Resiko
 Keadaan Sejahtera/ 1
Potensial
2 Kemungkinan Masalah dapat
Masalah dapat diubah diubah sebagian
Skala : dengan
 Mudah 2 2 keinginan
 Sebagian 1 ½ x 2 = 1 keluarga untuk
 Tidak Dapat 0 mencapai
kesehatan yang
baik
3 Potensial Masalah Keinginan
untuk Dicegah keluarga untuk
Skala : mencari tahu
 Tinggi 3 1 3/3 x 1 = 1 perilaku hidup
 Cukup 2 sehat untuk
 Rendah 1 terhindar dari
penyakit cukup
baik
4 Menonjolnya Masalah Keluarga
Skala : menyadari
 Masalah berat, 2 2 2/2 x 1 = 1 masalah dan
harus segera menangani agar
ditangani masalah
 Ada masalah tetapi 1 keseehatan
tidak perlu dapat teratasi
ditangani
 Masalah tidak 0
dirasakan
JUMLAH 4