Anda di halaman 1dari 10

UAS Hukum Ekonomi Internasional

Nama : Dama Banyu Natalesmana

Kelas : G

NPM : 171000065

1. Subjek-Subjek Hukum Ekonomi internasional

Subjek Hukum Ekonomi Internasional adalah pelaku ekonomi internasional yang secara hukum
memiliki hak dan kewajiban serta dapat dikenai sanksi jika melakukan pelanggaran terhadap Hukum
Ekonomi Internasional. Subjek Hukum Ekonomi Internasional dapat diklasifikasikan dalam lima
klasifikasi sebagai berikut:

• Negara

Sepanjang sejarah hukum ekonomi internasional, negara merupakan pemain utama dan terpenting
dalam dunia ekonomi internasional. Negara yang menjadi subjek Hukum Ekonomi Internasional
meliputi negara merdeka dan negara federasi. Idealnya dalam hal ini negara berkembang dan negara
terbelakang mendapat perlakuan khusus seperti tertera pada salah satu prinsip ekonomi. Namun yang
terjadi justru sebaliknya. Hal ini dikarenakan prinsip-prinsip yang mengatur one state one vote dalam
perekonomian internasional tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, dalam IMF dan IBRD, suara negara-
negara sekutu selalu menang.

• Individu

Secara umum, individu merupakan subjek dibalik setiap subjek ekonomi yang lain. Contohnya,
dalam perjanjian ekonomi antar negara, individu membuat kontrak perjanjian tersebut mewakili masing-
masing negaranya. Kedudukan individu sebagai Subjek Hukum Ekonomi Internasional sangat
bergantung pada isi perjanjian. Individu dalam Subjek Hukum Ekonomi Internasional juga dapat berupa
seorang investor yang melakukan penanaman modal di suatu perusahaan yang berada di negara lain di
mana investor tersebut bukan warga negara dari negara asal perusahaan tersebut.
• Perusahaan Multi-nasional

Seiring dengan berkembangnya perekonomian internasional, Perusahaan Multi-nasional yang


merupakan bagian dari Individu dalam Subjek Hukum Ekonomi Internasional semakin penting karena
memiliki personalitas yang terpisah. Menurut United Nations Commision on International Trade
Law (UNICITRAL), Perusahaan Multi-nasional adalah suatu badan yang melakukan transaksi ekonomi
di negara lain yang terpisah dengan negara di mana pusat kekuasaan dan pengambilan keputusannya
berada. Transaksi ekonomi yang dimaksud dalam hukum ini adalah yang dilakukan baik melalui afiliasi
bisnisnya maupun cabang atau anak perusahaannya.

• Organisasi Ekonomi Internasional

Organisasi ini berfungsi sebagai lembaga yang merumuskan peraturan dan memiliki kewenangan
untuk menjalankan peraturan tersebut. Saat ini, Organisasi Ekonomi Internasional memiliki peranan
yang sangat penting dalam perekomian internasional. Contoh organisasi ini adalah IMF, OPEC dan
WTO serta UNCTAD yang berada di bawah PBB.

2. Pengertian Bilateral dan Multilateral

a. Bilateral
Kerjasama Bilateral merupakan kerjasama antara 2 negara untuk mengatur kebijakan kedua belah
pihak dan melakukan kerjasama ekonomi, politik, pendidikan, Dan lain Lain.

Contohnya :

Kerjasama Indonesia dengan Brunei Darussalam

Kerjasama bilateral Indonesia dengan negara Brunei Darussalam terjadi dalam bidang Ekspor-
Impor. Indonesia mengekspor berbagai bahan seperti sayuran, buah- buahan, pakaian jadi dan
kendaraan ke Brunei. Indonesia jga mengirimkan tenaga pengajar ahli ke Brunei, sementara
Brunei sebagai negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia, mengekspor Minyak Bumi nya
ke Indonesia.

b. Multilateral

kerjasama yang dilakukan beberapa negara dimana jumlahnya lebih dari dua negara. Asal
negara anggota dalam kerjasama multilateral ini tidak dikhususkan. Artinya, anggotanya tidak
harus berasal dari wilayah tertentu. Sehingga dapat kita ketahui bahwa kerjasama multilateral
merupakan kerjasama yang dilakukan oleh banyak negara dan tidak ada persyaratan khusus
mengenai asal negara anggota.

Contohnya :

1) World Bank

World Bank atau Bank Dunia merupakan lembaga moneter dunia yang bergerak dalam
bidang keuangan pembangunan. World Bank menyediakan pinjaman uang kepada negara
anggotanya yang memerlukan dana untuk melakukan pembangunan di negara tersebut, demi
untuk meningkatkan kesejahteraan masyaraktnya.

2) IMF (International Monetary Fund)

Selanjutnya adalah IMF. Sama halnya dengan World Bank, IMF juga merupakan
organisasi yang bergerak dalam bidang moneter. Dalam bahasa Indonesia, IMF diartikan sebagai
Dana Moneter Internasional atau DMI. IMF bertujuan untuk mempererat kerjasama moneter
global, memperkuat kestabilan keuangan, mendorong perdagangan internasional, memperluas
lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

3. Globalisasi Ekonomi

Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan,


dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi
dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan
penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika
globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara
ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat.

Faktor penyebab terjaadinya globalisasi

1. Kebijakan negara untuk berhubungan dan menjalin kerja sama dengan negara lain.
2. Sistem ekonomi internasional
3. Adanya migrasi penduduk ke berbagai negara
4. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan transnasional

Penyebab meningkatnya globalisasi ada tiga faktor, yaitu:


a. Adanya Perubahan Politik Dunia
b. Munculnya Mekanisme Pemerintahan Internasional dan Regional
Mekanisme pemerintah internasional dan regional misalnya PBB dan Uni Eropa.
c. Munculnya Organisasi Antarpemerintah (Intergovernmental Organizations/IGOs) dan Organisasi
Non-pemerintah Internasional (Internasional Non-Governmental Organizations/INGOs)
Organisasi-organisasi internasional ini mendorong terjadinya komunikasi dan interaksi
antarpemerintah atau masyarakat antarnegara. Hal ini juga mendorong meningkatnya globalisasi
d. Adanya Aliran Informasi yang cepat dan luas
Kemajuan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi mendorong tiap-tiap individu bisa
berhubungan dengan cepat. Selain itu, kemajuan di bidang teknologi juga menbuat individu dapat
mengakses informasi dengan cepat, baik informasi dari dalam negeri maupun luar negeri
e. Berkembang Pesatnya Perusahaan-Perusahaan Transnasional.
Perusahaan transnasional atau transnational corporations (TNCs) adalah perusahaan yang
memproduksi barang atau jasa di lebih dari satu negara.
4. Hambatan Hambatan Kerjasama Internasional
a. Ancaman Ketidakstabilan Politik dan Keamanan
Ancaman ketidakstabilan politik dan keamanan antara lain adanya peperangan atau
konflik baik didalam, maupun diluar negara. Hal ini bisa mengganggu hubungan antara kedua
negara yang semula memiliki hubungan baik.
Misalnya Konflik yang terjadi di Venezuela, Konflik ini atau lebih tepatnya krisis yang terjadi di
Venezuela ini memang tidak banyak pihak yang mengetahuinya, karena memang konflik ini tidak
sebesar konflik antar korut-korsel, israel-palestina dan konflik-konflik lainya. Namun tetap saja
konflik ini menyebabkan turunya tingkat kesejahteraan yang dialami oleh masyarakatnya.
Konflik ini diduga kareana perekonomian negara tersebut yang menurun dan adanya beberapa
pihak politik yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk hal yang tidak baik, salah satunya
adalah kekuasaan.

b. Perbedaan Ideologi Negara

Perbedaan ideologi negara dapat menghambat kerja sama ekonomi, misalnya sebelum
menganut perekonomian terbuka, Cina adalah negara yang menutup diri terhadap kerja sama
dengan bangsa lain.

Dengan demikian, negara-negara lain tidak dapat menjalin kerja sama dengan Cina. Namun, saat
ini hampir tidak ada negara yang menutup diri terhadap kerja sama dengan negara lain.

c. Praktik-Praktik Perdagangan yang Cenderung Merugikan Negara Lain

Praktik perdagangan yang cenderung merugikan negara lain misalnya dumping, yaitu
menjual barang untuk ekspor dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga di
dalam negeri. Praktik ini dapat memperburuk hubungan antarnegara dan menghambat kerja sama
ekonomi.
5. Posisi Strategis Indonesia

Posisi strategis Indonesia, yang diuntungkan, menurut saya yaitu memanfaatkan


Perdagangan hasil Laut, baik itu tambang, hayati, maupun hewani. Mengingat bahwa Indonesia
adalah negara kepulaan, yang memiliki Luas perairan 2,7 juta km2, sehingga membuat Indonesia
Kaya akan sumber laut. Selain daripada perdagangan dari hasil laut, Indonesia juga dapat
memanfaatkan hasil pertanian, dikarnakan Struktur tanah yang di miliki Indonesia, sangatlah
subur. Adapun jalur perdagangan yang akan diuntungkan yaitu, perdagangan di wilayah ASEAN
dapat lebih menguntungkan, selain jaraknya dekat, berada dalam satu benua, ASEAN juga
memberikan Akses kepada Indonesia Untuk melakukan Kerjasama/Perdagangan Diwilayah
ASEAN.

6. WTO, World Bank, Dan IMF

Dunia saat ini sedang mengalami era globalisasi, termasuk dalam kegiatan perekonomian
di mana sistem ekonomi pasar bebas banyak digunakan oleh negara-negara di seluruh dunia.
Salah satu institusi yang sering dikaitkan dengan liberalisme ekonomi adalah WTO. World Trade
Organization (WTO) merupakan sebuah organisasi internasional yang mengatur negara-negara
anggotanya dalam hal melakukan perdagagan internasional. WTO memiliki aturan-aturan yang
bersifat mengikat bagi negara-negara anggotanya. Berkaitan dengan liberalisasi ekonomi, WTO –
bersama IMF dan World Bank- mempunyai peran yang cukup penting dalam mewujudkan sistem
kapitalisme pasar bebas dalam perekonomian dunia.

IMF sebagai pemilik modal yang sering memberikan pinjaman berupa utang kepada
negara-negara berkembang. Negara-negara kapitalis maju memanfaatkan institusi-institusi
tersebut sebagai instrumen untuk meraup keuntungan dari kegiatan perekonomian mereka dengan
negara-negara berkembang. Akibatnya, negara-negara berkembang sulit untuk maju ketika
melakukan kegiatan ekonominya karena mereka sangat bergantung pada negara-negara kapitalis
maju yang memiliki SDM dan teknologi moderen serta yang paling penting negara-negara maju
tersebut memiliki modal/kapital. Seperti pada kasus penerapan Structural Adjustmen Program
pada negara-negara Afrika, negara-negara Afrika dipaksa untuk memotong anggaran untuk
kesehatan, pendidikan serta sector palayanan sosial lainnya; melakukan privatisasi terhadap
perusahaan-perusahaan milik negara, menghapus semua aturan yang bertujuan untuk melindungi
produk-produk dalam negeri dan buruh lokal, serta membuka pasar bagi investasi asing.
7. Proses Penyelesaian Sengketa perdagangan Internasional

1. Negosiasi

Negosiasi adalah cara penyelesaian sengketa yang paling dasar dan yang paling tua
digunakan. Penyelesaian melalui negosiasi merupakan cara yang paling penting. Banyak sengketa
diselesaikan setiap hari oleh negosiasi ini tanpa adanya publisitas atau menarik perhatian publik.
Alasan utamanya adalah karena dengan cara ini, para pihak dapat mengawasi prosedur
penyelesaian sengketanya. Setiap penyelesaiannya pun didasarkan pada kesepakatan atau
consensus para pihak.

2. Mediasi

Mediasi adalah suatu cara penyelesaian melalui pihak ketiga. Ia bisa individu
(pengusaha) atau lembaga atau organisasi profesi atau dagang. Mediator ikut serta secara aktif
dalam proses negosiasi. Biasanya ia dengan kapasitasnya sebagai pihak yang netral berupa
mendamaikan para pihak dengan memberikan saran penyelesaian sengketa.

3. Konsiliasi

Konsiliasi memiliki kesamaan dengan mediasi. Kedua cara ini adalah melibatkan pihak
ketiga untuk menyelesaikan sengketanya secara damai. Konsiliasi dan mediasi sulit untuk
dibedakan.

4. Arbitrase

Arbitrase adalah penyerahan sengketa secara sukarela kepada pihak ketiga yang netral. Pihak
ketiga ini bisa individu, arbitrase terlembaga atau arbitrase sementara (ad hoc). Badan arbitrase
dewasa ini sudah semakin populer. Dewasa ini arbitrase semakin banyak digunakan dalam
menyelesaikan sengketa-sengketa dagang nasional maupun internasional.
8. RUU OMNIBUS LAW

Menurut saya, RUU Omnibus Law ini mampu mempermudah Pengusaha UMKM dan
Pengusaha Besar membuat usahanya dengan mudah. Hal Ini dikarnakan, Didalam RUU Omnibus
law, Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan birokrasi akan diperoleh degan mudah. Tetapi,
Omnibus Law Juga memiliki kekurangan, yaitu, Ombnibus law akan menciptakan Job Insecurity
Pasalnya, didalam rumusah UU Omnibus Law, Khususnya terkait dengan ketenagakerjaan, Tidak
disebutkan batasan Batasan mengenai Outsourching, dan juga Cuti. Sehingga, dapat
menimbulkan kondisi di mana perusahaan mendahulukan pegawai kontrak tanpa bisa menjadi
pegawai tetap dengan alasan, untuk memotong Biaya pengeluaran perusahaan. banyak pasal-pasal
lainnya di kluster ketenagakerjaan yang dilihat satu per satu justru menurut saya itu
kontraproduktif dan tidak mencerminkan hubungan industrial yang baik antar pengusaha dan
pekerja.

Pengaruhnya terhadap Investasi DiIndonesia.

Sebagaimana diketahui, RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja terbagi dalam 11 klaster yaitu

1) Penyederhanaan Perizinan, 2) Persyaratan Investasi, 3) Ketenagakerjaan, 4) Kemudahan,


Pemberdayaan, dan Perlindungan UMKM, 5) Kemudahan Berusaha, 6) Dukungan Riset dan
Inovasi, 7) Administrasi Pemerintahan, 8) Pengenaan Sanksi, 9) Pengadaan Lahan, 10) Investasi
dan Proyek Pemerintah, dan 11) Kawasan Ekonomi.

Dengan adanya penyederhanaan Perizinan,dan mudahnya mendapatkan persyaratan


pembentukan usaha, baik UMKM maupun perusahaan besar akan menyebabkan menaiknya
tingkat produktivitas barang. Dengan hal demikian, terjadi Diversifikasi barang produksi, apabila
tingkat produktivitas barang meningkat, maka akan mendorong suatu Investasi di Negara
Indonesia, selain daripada itu, dengan perizinan yang mudah didapat, investor tidak harus
menunggu lama kepastian dari pemerintah terkait izin usaha.
9. RUU Minerba terhadap Perekonomian.

UU Minerba dapat memberikan kepastian hukum dan kepastian investasi jangka panjang
baik bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Usaha Pertambangan Khusus
(IUPK) serta bagi pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara
(PKP2B) dan Kontrak Karya (KK) yang memenuhi persyaratan. UU ini juga menjamin
keseimbangan antara kepastian berusaha kepastian hukum dengan kepatuhan pengusaha dalam
melakukan kegiatan usahanya dengan menaati peraturan perundang-undangan di bidang
lingkungan hidup dan kewajiban terhadap penerimaan negara.

Adapun pemberian insentif jaminan kelangsungan kegiatan usaha perusahaan tambang


yang melakukan investasi untuk peningkatan nilai tambah (hilirisasi), pengembangan atau
pemanfaatan batubara dengan memberikan jaminan perpanjangan kegiatan usahanya. Sementara
itu pelaku usaha juga dituntut secara konsisten menerapkan good mining practices. Sehingga
dapat menarik pengusaha Tambang, untuk berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, terkait bagian Pemerintah Daerah dari hasil kegiatan pertambangan, jika
sebelumnya Pemerintah provinsi hanya mendapat bagian sebesar 1 persen melalui RUU
perubahan ini meningkat menjadi 1,5 persen. Keempat, adanya kewajiban bagi pemegang IUP
dan IUPK untuk menggunakan jalan pertambangan dalam pelaksanaanbkegiatan usaha
pertambangan. Jalan pertambangan tersebut dapat dibangun sendiri atau bekerjasama.

10. Menggerakan Roda perekonomian Internasional dan Indonesia saat waabah Pandemi.
Saat ini, kita mengetahui bahwa Covid-19 telah memerlemah ekonomi dunia. Ekonomi
Cina, negara besar yang ekonominya selalu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan dunia, telah
tumbuh di bawah 6 persen. Menurut OECD, pertumbuhan ekonomi dunia, yang sudah melemah
sejak 2019, akan semakin lemah, dari 2,9 persen ke 2,4 persen.

Transmisi penurunan pertumbuhan ekonomi dimulai dari penurunan impor yang


dibutuhkan ekspor dan perlambatan arus investasi asing jangka panjang yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi. Penurunan ekspor Indonesia sangat dipengaruhi oleh perlambatan
ekonomi Cina karena, selain sebagai negara tujuan utama ekspor nasional, Tiongkok adalah
salah satu importir terbesar dunia untuk primadona ekspor nasional, seperti minyak dan gas,
minyak sawit, serta karet alam.

Tekanan ekonomi dunia secara masif pada sisi pasokan. Inti dari sisi suplai adalah
produksi, dan inti dari produksi adalah sumber daya manusia. Dapat dibayangkan, ketika inti
dari inti pertumbuhan ekonomi, yaitu sumber daya manusia, terkena ancaman virus, seluruh
kegiatan ekonomi, dari pengolahan bahan mentah, produksi barang setengah jadi dan barang
jadi, jasa pengangkutan barang, investasi fisik, hingga mobilitas orang, akan menurun.
Teknologi kecerdasan buatan tidak mampu berjalan ketika the real intelligence, yaitu manusia,
tengah menghadapi masalah.

Covid-19 secara sekaligus menurunkan arus barang, jasa, dan orang. Dari sisi ekonomi,
apa yang harus dilakukan pertama kali jika ancaman virus ini dapat diatasi? Menurut saya adalah
investasi. Mengapa? Karena investasi mendorong aktivitas produksi, seperti ekspor, impor,
menyerap lapangan kerja, dan menciptakan arus perjalanan bisnis.

Saat jaringan produksi dunia kembali normal, Indonesia berpotensi menerima peralihan
investasi dunia, seperti untuk tekstil, pakaian, alas kaki, perhiasan, sepeda, suku cadang otomotif,
dan elektronik. Sebuah pelajaran berharga dari Covid-19 adalah Indonesia harus segera
meningkatkan kemampuan agar menjadi bagian besar dalam jaringan produksi dunia untuk
barang setengah jadi, industri hulu seperti kimia, dan mesin untuk industri hilir.

Peran pemerintah sangat penting untuk mendorong masuknya investasi yang mendukung
transformasi ekonomi nasional. Kontribusi nilai tambah manufaktur terhadap ekonomi nasional
diharapkan dapat kembali. Dengan sektor manufaktur berorientasi ekspor mampu tumbuh lebih
tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika sektor manufaktur mampu menjadi penggerak
pertumbuhan ekonomi dan sumber devisa, ekonomi nasional akan tumbuh lebih cepat dari rata-
rata pertumbuhan saat ini. Pada akhirnya, terpaan ini mengingatkan kita bahwa roda ekonomi
Indonesia harus terus berjalan maju.