Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

“ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DEWASA DENGAN


MASALAH ANEMIA PADA KEHAMILAN”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga

Dosen Pengampu : Nurhayati, S.ST, M.Pd

Disusun oleh :

ANNISA APRIL LIANA P07220118068

POLTEKKES KEMENKES KALIMANTAN TIMUR


PRODI D-III KEPERAWATAN KELAS BALIKPAPAN
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarukatuh

Segala puja dan puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, karena hanya
dengan rahmat-Nya lah, saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Asuhan Keperawatan Keluarga Dewasa dengan Masalah Anemia Pada
Kehamilan” ini, untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Keluarga yang
diampu oleh Ibu Nurhayati, S.ST, M.Pd.

Terimakasih saya haturkan kepada berbagai pihak yang telah membantu saya
dalam menyelesaikan makalah ini, yang mana tidak dapat saya sebutkan satu per
satu.

Akhir kata, tiada gading yang tak retak, makalah ini tentu masih jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan
dalam upaya untuk menuju perbaikan. Terimakasih.

Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarukatuh

Balikpapan, 21 Mei 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman depan
Kata Pengantar………………………………………………………. i
Daftar Isi…………………………………………………………….. ii
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang………………………………………………. 1
B. Rumusan Masalah…………………………………………… 1
C. Tujuan Penulisan…………………………………………….. 1
D. Manfaat Penulisan…………………………………………… 1

Bab II. Pembahasan

A. Konsep Dasar Penyakit


1. Pengertian……………………………………………….. 2
2. Etiologi………………………………………………….. 2
3. Klasifikasi………………………………………………. 4
4. Pathway…………………………………………………. 5
5. Manifestasi Klinis………………………………………. 6
6. Pemeriksaan Penunjang………………………………… 6
B. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian………………………………………………. 7
2. Diagnosa Keperawatan……………………………….. ... 8
3. Intervensi Keperawatan………………………………… 9

Bab III. Penutup

A. Kesimpulan…………………………………………………... 12

Daftar Pustaka…………………………………………………………. 13

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama
bagi kelompok wanita usia reproduksi (WUS). Menurut WHO secara global
prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41, 8 %. Salah
satu penyebab anemia pada kehamilan yaitu paritas dan umur ibu. Penelitian ini
menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja
UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten OKU pada periode Agustus –
Oktober 2017 didapatan sampel berjumlah 277 orang.
Petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan
memberikan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi tablet zat besi yang
tepat, makan makanan yang mengandung sumber zat besi, dan pentingnya vitamin
C untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana asuhan keperawatan keluarga dewasa dengan masalah anemia
pada kehamilan ?

C. Tujuan Penulisan
Untuk memahami asuhan keperawatan keluarga dewasa dengan masalah
anemia pada kehamilan.

D. Manfaat Penulisan
Memahami asuhan keperawatan keluarga dewasa dengan masalah anemia
pada kehamilan.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Penyakit

1. Pengertian
Anemia adalah kadar hemoglobin yang lebih rendah dari 11 g/dL pada
trimester pertama dan ketiga, dan kurang dari 10,5 g/dL pada trimester kedua.
(Cunningham,2009).Anemia adalah suatu defisiensi sel darah merah baik secara
kualitas maupun kuantitas, yang menyebabkan penurunan kadar oksigen yang
tersedia dalam darah untuk proses metabolik.(Wylie,2010).
Anemia kehamilan disebut “potensial danger to mother and child” atau
anemia potensial membahayakan ibu dan anak. (Manuaba, 2007). Wanita hamil
biasanya sering mengeluh, sering letih, kepala pusing, sesak nafas, wajah pucat
dan berbagai macam keluhan lainnya. Semua keluhan tersebut merupakan indikasi
bahwa wanita hamil tersebut sedang menderita anemia pada masa kehamilan.

2. Etiologi

Penyebab anemia umumnya adalah kurang gizi, kurang zat besi,


kehilangan darah saat persalinan yang lalu, dan penyakit-penyakit kronik
(Mochtar, 2004).
Dalam kehamilan penurunan kadar hemoglobin yang dijumpai selama
kehamilan disebabkan oleh karena dalam kehamilan keperluan zat makanan
bertambah dan terjadinya perubahan-perubahan dalam darah, misalnya
penambahan volume plasma yang relatif lebih besar daripada penambahan massa
hemoglobin dan volume sel darah merah. Darah bertambah banyak dalam
kehamilan yang lazim disebut hidrema atau hipervolemia. Namun bertambahnya
sel-sel darah adalah kurang jika dibandingkan dengan bertambahnya plasma
sehingga terjadi pengenceran darah. Dimana pertambahan tersebut adalah pasma
30%, seldarah 18 %, dan hemoglobin 19%. Pengenceran darah dianggap sebagai
penyesuaian diri secara fisiologi dalam ehamilan dan bermanfaat bagi wanita

2
hamil tersebut. Pengenceran ini meringankan beban jantung yang harus bekerja
lebih berat dalam masa hamil, karena sebagai akibat hipervolemia tersebut,,
keluaran jantung (cardiac output) juga meningkat. Kerja jantung ini lebih ringan
apabila viskositas darah rendah. Resistensi perifer berkurang pula sehingga
tekanan darah tidak naik (Wiknjosastro, 2005).
Selama hamil volume darah meningat 50% dari 4 ke 6 L, volume plasma
meningkat sedikti menyebabkan penurunan konsentrasi Hb dan nilai hematokrit.
Penurunan ini lebih kecil pada ibu hamil yang mengkonsumsi zat besi. Kenaikan
volume darah berfungsi untuk memenuhi kebutuhan perfus dari uteroplasenta.
Ketidakseimbangan antara kecepatan penambahan plasma dan penambahan
eritrosit ke dalam sirkulasi ibu biasanya memuncak pada trimester kedua (Smith
et al 2010).
Wanita hamil cenderung terkena anemia pada triwulan III karena pada
masa ini janin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai
persediaan bulan pertama setelah lahir. Faktor-faktor yang mempengaruhi
kejadian anemia pada ibu hamil adalah:

a. Umur ibu
Ibu hamil yang berumur kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun yaitu
74% menderita anemia dan ibu hamil yang berumur 20-35 tahun yaitu 50,5%
menderita anemia. Faktor umur merupakan faktor kejadian anemia pada ibu
hamil.umur seorang ibu berkaitan dengan alat-alat reproduksi wanita. Umur
reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun. Kehamilan diusia
<20 tahun dan diatas 35 tahun dapat menyebabkan anemia karena pada
kehamilan diusia <20 tahun secara biologis belum optimal emosinya
cendrung labil, mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami
keguncangan yang mengakibatan kurangnnya perhatian terhadap pemenuhan
kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya. Sedangkan pada usia >35 tahun
terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai
penyakit yang seing menimpa diusi ini. Hasil penelitian didapatkan bahwa
umur ibu pada saat hamil sangat berpengaruh terhadap kejadian anemia
(Amirudin dan Wahyuddin, 2004

3
b. Paritas
Paritas adalah jumlah anak yang telah dilahiran oleh seorang ibu baik lahir
hidup maupun lahir mati. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai
resiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak
memperhatikan kebutuhan nutrisi. Karena selama hamil zat-zat gizi akan
terbai untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya. (Djalimus dan Herlina,
2008)
c. Jarak kehamilan
Jarak kelahiran yang terlalu dekat dapat menyebabkan terjadinya anemia. Hal
ini dikarenakan kondisi ibu masih belum pulih dan pemenuhan kebutuhan zat
gizi belum optimal, sudah harus memenuhi kebutuhan nutrisi janin yang
dikandung. ( Wiknjosastro, 2005)
d. Pendidikan
Pada beberapa pengamatan menunjukkan bahwa kebanyakan anemia yang
diderita masyarakat adalah karena kekurangan gizi banyak di jumpai daerah
pedesaan dengan malnutrisi atau kekurangan gizi. Kehamilan dan persalinan
dengan jarak yanng berdekatan, dan ibu hamil dengan pendidikan dan tingkat
sosial ekonomi rendah. ( Amirudin dan Herlina 2004)

3. Klasifikasi
a. Anemia defisiensi besi (kekurangan zat besi)
b. Anemia megaloblastik (kekurangan vitamin B12)
c. Anemia hemolitik (pemecah sel-sel darah lebih cepat dari pembentukan)
d. Anemia hipoplastik (gangguan pembentukan sel-sel darah)

4
4. Pathway

Defisit
pengetahuan

Defisit nutrisi
Perfusi perifer
tidak efektif

Intoleransi aktifitas

5
5. Manifestasi Klinis

Pada gejala awal biasanya tidak ada atau tidak spesifik (misalnya : kelelahan,
kelemahan, pusing, dispnea ringan dengan tenaga).Gejala dan tanda lain
termasuk pucat dan jika terjadi anemia berat, akan terjadi takikardi atau hipotensi.
(Bobak,2005) Banyak gejala anemia selama kehamilan juga mungkin dialami
bahkan jika tidak anemia meliputi : Merasa lelah atau letih,stress meningkat,kulit
pucat progresif, denyut jantung cepat,sesak nafas,konsentrasi terganggu.
( Proverawati,2010)

6.     Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan Hemoglobin (Hb)
Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan
pravelensi anemia (Nyoman, 2002). Keuntungan metode pemeriksaan Hb adalah
mudah, sederhana dan penting bila kekurangan besi tinggi, seperti pada kehamilan
sedangkan keterbatasan pemerisaan Hb adalah spesifitasnya kurang yaitu sekitar
65-99% dan sensitifitasnya 80-90% (Riswan,2003).
Anemia pada ibu hamil berdasarkan pemeriksaan dan pengawasan Hb dengan
Sahli dapat digpolong kan berdasarkan beratringannya terbagi menjadi, anemia
berat jika Hb 7gr%, anemia sedang jika kadar Hb antara 7 sampai 8gr% dan bila
aneia ringan jika kadar Hb antara 9 sampai 10gr% (Manuaba ,2001).
Metode yang paling sering digunaan dilaboratorium dan paling sederhana
adalah metode sahli dan sampai saat ini baik di puskesmas maupun di beberapa
Rumah Sakit. Pada metode sahli, hemoglobin dihidrolisis dibentuk dengan HCL
menjadi forroheme oleh oksigen yang ada diudara diosidasi menjadi ferriheme
yang segera bereaksi dengan ion CL membentuk Ferrihemechlorid yang juga
disebut hematin atau hemin yang berwarna coklat. Warna yang terbentuk ini
dibandingkan dengan warna standard, karena membandingan pengamatan dengan
mata secara langsung tanpa menggunakan alat, maa subjektivitas hasil
pemeriksaan sangat berpengaruh hasil pembacaan (Supariasa, dkk, 2001)

6
B. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a. Identitas klien
b. Keluhan utama
Kelelahan dan kelemahan umum dapat merupakan satu-satunya gejala
penurunan kapasitas pengangkutan oksigen. Keluhan utama meliputi letih,
lesu, lemah, lelah , pandangan berkunang-kunang
c. Riwayat kesehatan
1.) Riwayat kesehatan sekarang
Pengumpulan data yang dilakukan untuk menentukan sebab dari
anemia, yang nantinya membantu dalam membuat rencana tindakan
terhadap klien. Ini bisa berupa kronologi terjadinya penyakit tersebut
sehingga nantinya bisa ditentukan apa yang terjadi. Pada pasien
anemia masa kehamilan, pasien bisa mengeluhkan pusing, lelah, dll.
2.) Riwayat kesehatan dahulu
Pada pengkajian ini ditemukan kemungkinan penyebab anemia.
Penyakit-penyakit tertentu seperti infeksi dapat memungkinkan
terjadinya anemia.
3.) Riwayat kesehatan sekarang
Penyakit keluarga yang berhubungan dengan penyakit darah
merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya anemia yang
cenderung diturunkan secara genetik.
d. Pemeriksaan fisik
1.) Aktivitas-istirahat
Gejala : keletihan, kelemahan, malaise umum
Tanda : takikardia/ takipnae.
2.) Integritas ego
Gejala : keyakinanan agama/budaya mempengaruhi pilihan
pengobatan, misalnya penolakan transfusi darah.
Tanda : depresi.

7
3.) Makanan/cairan
Gejala : penurunan masukan diet, masukan diet protein hewani
rendah/masukan produk sereal tinggi (DB).
4.) Neurosensori
Gejala : sakit kepala, berdenyut, pusing, vertigo, tinnitus, ketidak
mampuan berkonsentrasi
e. Pemeriksaan penunjang
1.) Hitung kada Hb dalam darah
2.) Jumlah darah rutin. Sampel darah yang diambil di lengan dinilai untuk
darah hitungan. Anemia terdeteksi jika tingkat hemoglobin lebih
rendah daripada normal.
3.) Feritin . Jika tingkat darah feritin rendah menunjukkan rendah zat besi
dalam tubuh dan membantu mendeteksi anemia kekurangan zat besi..
4.) Analisis sumsum tulang untuk mendeteksi sel dewasa terlalu banyak
seperti yang terlihat dalam aplastic anemia atau kanker darah.
Kurangnya besi dalam sumsum tulang juga menunjuk ke arah anemia
kekurangan besi

2. Diagnosa Keperawatan
a. Perfusi perifer tidak efektif b.d penurunan konsentrasi hemoglobin
b. Defisit nutrisi b.d faktor psikologis (keengganan untuk makan)
c. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dengan
kebutuhan oksigen
d. Defisit pengetahuan tentang anemia pada kehamilan b.d kurang terpapar
informasi

8
3. Intervensi Keperawatan

Masalah Keperawatan Tujuan dan kriteria hasil intervensi


Perfusi perifer tidak Setelah dilakukan Perawatan sirkulasi
efektif b.d penurunan tindakan keperawatan 1. Identifikasi faktor
konsentrasi hemoglobin selama 1x24 jam, resiko gangguan
diharapkan tingkat sirkulasi
perfusi perifer 2. Hindari
meningkat. Kriteria hasil: pemasangan infus
1. Edema perifer 1 atau pengambilan
2. Nyeri ekstremitas darah di area
1 keterbatasan
3. Kram otot 1 perfusi
4. Kelemahan otot 1 3. Anjurkan berhenti
merokok
4. Informasikan
tanda gejala
darurat yang
harus dilaporkan
b. Defisit nutrisi b.d Setelah dilakukan Manajemen nutrisi
faktor psikologis tindakan keperawatan 1. Identifikasi status
(keengganan untuk selama 2x24 jam, nutrisi
makan) diharapkan tingkat status 2. Sajikan makanan
nutrisi membaik. secara menarik
Kriteria hasil : dan suhu yang
1. Tekanan darah sesuai
sistolik membaik 3. Anjurkan klien
2. Frekuensi nadi duduk, jika
membaik mampu
4. Kolaborasi
dengan ahli gizi
untuk
menentukan

9
jumlah kalori dan
jenis nutrient
yang dibutuhkan
Intoleransi aktivitas b.d Setelah dilakukan Manajemen energy
ketidakseimbangan tindakan keperawatan 1. Monitor kelelahan
antara suplai dengan selama 2x24 jam, fisik dan
kebutuhan oksigen diharapkan toleransi emosional
aktivitas meningkat. 2. Sediakan
Kriteria hasil : lingkungan yang
1. Keluhan lelah nyaman dan
menurun rendah stimulus
2. Dyspnea saat 3. Anjurkan tirah
lelah menurun baring
4. Kolaborasi
dengan ahli gizi
tentang cara
meningkatkan
asupan energi
Defisit pengetahuan Setelah dilakukan Edukasi kesehatan :
tentang anemia pada tindakan keperawatan 1. Identifikasi
kehamilan b.d kurang selama 1x24 jam, faktor-faktor yang
terpapar informasi diharapkan tingkat dapat
pengetahuan meningkat. meningkatkan dan
Kriteria hasil : menurunkan
1. Pertanyaan motivasi perilaku
tentang masalah hidup bersih dan
yang dihadapi sehat
menurun 2. Sediakan materi
2. Persepsi yang dan media
keliru tentang pendidikan
masalah yang kesehatan
dihdapi menurun 3. Berikan
kesempatan untuk

10
bertanya
4. Jelaskan faktor
resiko yang dapat
berpengaruh bagi
kesehatan.

BAB III

PENUTUP

11
A. Kesimpulan

Anemia adalah kadar hemoglobin yang lebih rendah dari 11 g/dL pada
trimester pertama dan ketiga, dan kurang dari 10,5 g/dL pada trimester kedua.
(Cunningham,2009).Anemia adalah suatu defisiensi sel darah merah baik secara
kualitas maupun kuantitas, yang menyebabkan penurunan kadar oksigen yang
tersedia dalam darah untuk proses metabolik.(Wylie,2010).
Anemia kehamilan disebut “potensial danger to mother and child” atau
anemia potensial membahayakan ibu dan anak. (Manuaba, 2007). Wanita hamil
biasanya sering mengeluh, sering letih, kepala pusing, sesak nafas, wajah pucat
dan berbagai macam keluhan lainnya. Semua keluhan tersebut merupakan indikasi
bahwa wanita hamil tersebut sedang menderita anemia pada masa kehamilan.
Penyebab anemia umumnya adalah kurang gizi, kurang zat besi, kehilangan
darah saat persalinan yang lalu, dan penyakit-penyakit kronik (Mochtar, 2004).
Dalam kehamilan penurunan kadar hemoglobin yang dijumpai selama
kehamilan disebabkan oleh karena dalam kehamilan keperluan zat makanan
bertambah dan terjadinya perubahan-perubahan dalam darah, misalnya
penambahan volume plasma yang relatif lebih besar daripada penambahan massa
hemoglobin dan volume sel darah merah.

DAFTAR PUSTAKA

12
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.
Penerbit : Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Jakarta
Selatan.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2016. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia.
Penerbit : Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Jakarta
Selatan.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2016. Standar Luaran Keperawatan Indonesia.
Penerbit : Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Jakarta
Selatan.

https://kaper13a.blogspot.com/2016/10/asuhan-keperawatan-anemia-pada-
kehamilan.html

13