Anda di halaman 1dari 299

LAMPIRAN A

PERHITUNGAN NERACA MASSA

Kapasitas Produk : 50000 ton/tahun = 6313 kg/jam


Satuan Operasi : kg/jam
Kemurnian Produk (BSN,2009 ; Dence & Reeve, 1998)
Tabel LA-1 Kemurnian Produk Bleached Kraft Pulp
No. Keterangan Jumlah
1. Bilangan Kappa 5
2. Ekstraktif 0,3 %
3. Konsistensi Pulp 92 %
4. Noda 5 mm2/m2
5. Indeks sobek 8 nM m2/g
6. Indeks tarik 70 Nm/g

Pada perhitungan neraca massa total berlaku hukum konservasi (Reklaitis, 1983).
Untuk sistem tanpa reaksi
Neraca massa total : i input stream
Fi i output stream
Fi

Neraca massa komponen : i input stream


F i w ij i output stream
F i w ij

s
Untuk sistem dengan reaksi : N Out N in r s 1 s

A.1 GUDANG PENYIMPANAN (G-401)


Fungsi : Untuk menyimpan pulp yang telah dikeringkan

F37 G-401
Selulosa
Lignin
Ekstraktif
Air

Universitas Sumatera Utara


Neraca Massa Komponen
Alur 37
Bilangan Kappa pada bleach pulp adalah 5 (Dence & Reeve, 1996) maka kadar
lignin dalam pulp adalah:
% Lignin 0,147 x bil kappa (Kirk & Othner, 1987)
% Lignin 0,147 x 5 0,735
F 37 Lignin 0,735 % x 6313 kg jam 46,40 kg jam
Kandungan ekstraktif diklorometan pada bleached pulp adalah 0,3 % (BSN,2009),
maka:
F 37 Ekstraktif 0,3 % x6313 kg jam 18,94 kg jam
Karena komponen utama dalam pulp hanya berupa selulosa, lignin, dan ekstraktif
(Weilen, tanpa tahun), dengan demikian jumlah selulosa yang terdapat dalam pulp
adalah:
F 37 Selulosa 6313 - 46,40 - 18,94 kg jam 6247,66 kg jam
Konsistensi dari air dried bleached pulp adalah 92% = 0,92 maka air dalam pulp
dapat diperoleh dengan rumus (Anonim, 2009) sebagai berikut:

37 100 100
FAir m pulp kering x -1 6313 x 1 548,96 kg/jam
konsistensi 92
Tabel LA-2 Massa komponen pulp pada B-401 (kg/jam)
Komponen Alur 37
Lignin 46,40
Ekstraktif 18,94
Selulosa 6247,66
Air 548,96
Total 6861,96
Material balance 6861,96

Universitas Sumatera Utara


A.2 Rotary Dryer (RD-401)
Fungsi : Untuk mengeringkan pulp

F35
Uap air

F34 F36
Selulosa Selulosa
Lignin TD-401 Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air Air

Neraca Massa Total


F34 = F35 + F36
Neraca Massa Komponen
Alur 35
Tunnel dryer dapat mengilangkan air sebanyak 10% dari berat bahan (Riegel, 1998)
35 10%
FUap air x 6861,96 kg/jam 762,44kg jam
90%
Alur 36
F34 Selulosa = F36Selulosa = 6247,66 kg/jam
F34 Lignin = F36 Lignin = 46,40 kg/jam
F34 Ekstraktif = F36 Ekstraktif = 18,94 kg/jam
F34 Air = (548,96 + 762,44) kg/jam = 1311,40 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-3 Neraca Massa pada TD-401 (kg/jam)
Masuk Keluar
Komponen F34 F35 F36
Lignin 46,40 46,40
Ekstraktif 18,94 18,94
Selulosa 6247,66 6247,66
Air 1311,40 762,44 548,96
Total 7624,40 762,44 6861,96
Material balance 7624,40 7624,40

A.3 Compact Press (CP-401)


Fungsi : Untuk mengurangi kandungan air dalam pulp

F32 CP-401 F34


Selulosa Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air Air
F33 Air

Neraca Massa Total


F32 = F33 + F34
Neraca Massa Komponen
Alur 33
Compact press dapat menurunkan kadar air sebanyak 33% dari berat bahan
(Perry,1997).
32 33%
FAir x 7624,40 3755,30 kg jam
67%

Alur 32
F32 Selulosa = F34Selulosa = 6247,66 kg/jam
F32 Lignin = F34 Lignin = 46,40 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


F32 Ekstraktif = F34 Ekstraktif = 18,94 kg/jam
32
F Air = (1311,40 + 3755,30) kg/jam = 5066,70 kg/jam

Tabel LA-4 Neraca Massa pada CP-401 (kg/jam)


Masuk keluar
Komponen F32 F33 F34
Lignin 46,40 46,40
Ekstraktif 18,94 18,94
Selulosa 6247,66 6247,66
Air 5066,70 3755,30 1311,40
Total 11379,70 3755,30 7624,40
Material balance 11379,70 11379,70

TAHAP BLEACHING KLORIN DIOKSIDA

NaOH Air ClO2 Air HClO HClO3


F25 F24 F27 F30 F28

Tahap Bleaching Klorin


F23 Dioksida F32
Selulosa Selulosa
Lignin F31 Lignin
Ekstraktif Selulosa Ekstraktif
Air Lignin Air
Ektraktif
Air
Asam muconic ester
NaOH
NaCl

Universitas Sumatera Utara


Reaksi pada bleaching klorin dioksida (Svenson,2006) adalah sebagai berikut:
Reaksi oksidasi lignin:
R
R

+ 2ClO2 + HClO2 + HClO

COOCH3
OCH3
COOH
OH

Reaksi pembentukan klorat:


2ClO2 + H2O HClO2 + HClO3
Reaksi oksidasi klorit:
HOCl + 2HClO2 2ClO2 + H2O +HCl
Diketahui effisiensi washer adalah 98% (Riegel,1998)
31 2%
FLignin x 46,40kg jam 0,95 kg jam
98%
Diketahui dalam setiap gugus lignin terdapat sekitar 25 gugus lignin yang bisa
dioksidasi( Weilen, tanpa tahun) sehingga:
NLignin sisa = MassaLignin : (BMLignin sisa : gugus yang dapat teroksidasi)
= (46,40 + 0,95)kg/jam : (9700 kg/mol :25) kg/mol
= 0,12 kmol/jam
R
R

+ 2ClO2 + H 2O + HClO3 + HClO

COOCH3
OCH3
COOH
OH

Misalkan jumlah klorin dioksida yang terpakai untuk bleaching adalah x dan jumlah
klorin dioksida yang terpakai untuk pembentukan klorat x’ maka

Universitas Sumatera Utara


R
R

+ 2ClO2 + H2O + HClO2 + HClO

COOCH3
OCH3
COOH
OH

Awal : (0,12 + ½ x) ½ x ½x x - -
Bereaksi : ½ x ½x ½x ½x ½x ½x
S i sa : 0,12 ½x ½x ½x
2ClO + H2O HClO2 + HClO3
Awal : x’ - -
Bereaksi : x’ ½ x’ ½ x’ ½ x’ -
S i sa : - ½ x’ ½ x’
HClO + 2HClO2 2ClO2 + H2O + HCl
Awal : ½x ½ (x+x’)
Bereaksi : ¼ (x+x’) ½ (x+x’) ½ (x+x’) ¼ (x+x’) ¼ (x+x’) -

S i sa : ½ x – ¼ (x+x’) - ½ (x+x’) ¼ (x+x’) ¼ (x+x’)


Pada saat bleaching klorin dioksida, ClO2 habis terkonsumsi pada tahap bleaching
dimana 20%wt diantaranya berubah menjadi klorat sedangkan sisanya mengoksidasi
lignin (Dence & Reeve, 1998).
x’ = ¼ x
Jumlah klorin dioksida yang diperlukan = x + x’ – ½ (x+x’)
= ½ x + ½ (¼x) = 0,625 x
Alur 23
23 100
FSelulosa x 6247,66kg jam 6375,16kg jam
98
23 100
FEkstraktif x 18,94kg jam 19,33kg jam
98
Jumlah klorin dioksida yang dioksidasi untuk bleaching pulp adalah 0,6% dari
jumlah pulp (Smook, 1989).
BMClO2 = 67,5 kg/mol

Universitas Sumatera Utara


Jumlah klorin dioksida 0,6% 6247,66 1 2 x 0,12 .9700 18,94
0,625 x . 67,5 0,6% 6247,66 4850 x 1164 18,94
42,1875 x 37,486 29,1 x 6,98 0,1136
42,1875 x - 29,1x 44,58
x 3,41kmol jam
23
FLignin 1/2 x3,41 0,12 x 9700: 25 708,22kg jam
Jumlah Pulp 6375,16 19,33 707,44 kg jam 7102,71kg jam
Alur 27
F27ClO2 = 0,625 x 3,41 x 67,5 = 143,72 kg/jam
Alur 25
Diketahui jumlah NaOH yang diperlukan untuk bleaching klorin dioksida adalah
60% dari massa klorin dioksida yang digunakan (Dence & Reev, 1998).
F25NaOH = 60% x 143,72 kg/jam = 86,23 kg/jam
Alur 28
nHClO = ½ x – ¼ (x+x’)
= ½ , 3,41 kmol/jam – ¼ ( 3,41 + ¼ . 3,41) kmol/
= 0,64 kmol/jam
F28HClO = 0,64 kmol/jam x (1 + 35,5 + 16) kg/kmol
= 33,53 kg/jam
nHClO3 = ½ x’
= ½ ( ¼ x 3,41) kg/kmol = 0,43 kg/kmol
F28HClO3 = 0,43 kmol/jam x (1 + 35,5 + 48)
= 35,98 kg/jam
Alur 31
nHCl = ¼ (x + x’)
= ¼ (3,41 + ¼ . 3,41)
= 1,07 kmol/jam
nNaOH = massaNaOH : BMNaOH
= 86,23 : 40
= 2,16 kmol/jam

Universitas Sumatera Utara


NaOH + HCl NaCl + H2O
Awal 2,16 1,07
Reaksi 1,07 1,07 1,07 1,07 -
S i sa 1,09 1,09 1,09 1,09

F31NaOH = 1,09 kg/jam x 40 kg/kmol = 43,65 kg/jam


F31NaCl = 1,09 kg/jam x 58,5 kg,kmo = 62,28 kg/jam
F31Muconic acid ester = nMuconic acid ester x BMMuconic acid ester
= ½ x 3,41 kg/kmol x 420 kmol/jam
= 715,38 kg/jam
Untuk tahap bleaching klorin dioksida diperlukan konsistensi pulp 11% (Smook,
1989).
kg
7102,71
x 100%
jam
Air yang diperlukan - 7102,71kg jam
11%
57467,40kg jam

Air yang bereaksi 1 x x' BM air


4
1 3,41 1 4. 3,41 .18
4
19,18kg jam

Universitas Sumatera Utara


A.4 Rotary Washer- III (W-303)
Fungsi : Untuk membuang zat-zat terlarut yang tidak diinginkan yang terdapat
dalam pulp

F30
Air Proses

F29 WVF-03
W-303 F32
Selulosa Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Ekstraktif
31
Air F Air
NaOH Selulosa
Asam muconic ester Lignin
NaCl Ekstraktif
Air
NaOH
Naoh
Asam mucoric ester
NaCl

Neraca Massa Total


F29 + F30 = F31 + F32
Alur 29
Effisiensi Pencucian adalah 98% (European Commission, 2001)
100%
F29Selulosa = x 6247,66 kg jam 6375,16 kg jam
98%
100%
F29Lignin = x 46,40 kg jam 47,35 kg jam
98%
100%
F29Ekstraktif = x 18,94 kg jam 19,33 kg jam
98%
7102,71kg jam x 100%
F29Air = - 7102,71kg jam 57467,40kg jam
11%
F29NaOH = F31NaOH = 43,65 kg/jam
F29NaCl = F31NaCl = 62,28 kg/jam
F29Asam muconic ester = F31Asam muconic acid = 715,38 kg/jam
Alur 30
Perbandingan air pencuci dengan bahan yang masuk ke dalam washer adalah 2,5 : 1
(Perry, 1997)

Universitas Sumatera Utara


Jumlah bahan pada alur masuk
= ( 6375,16+47,35+19,33+57467,40+43,65+62,28+715,38)
= 64730,55 kg/jam
F30 = 2,5 x 64730,55 kg/jam = 161826,37 kg/jam
Alur 31
F31Air = (57467,40 + 161826,37 – 5066,70) = 214227,08 kg/jam
2%
F31Selulosa = x 6247,66kg jam 127,50kg jam
98%
2%
F31Lignin = x 46,40 kg jam 0,95kg jam
98%
2%
F31Ekstraktif = x 18,94 kg jam 0,39 kg jam
98%
Dari perhitungan tahap bleaching klorin dioksida diperoleh:
F31NaOH = 43,65 kg/jam
F31NaCl = 62,28 kg/jam
F31Asam muconic ester = 715,38 kg/jam

Tabel LA-5 Neraca Massa pada W-303 (kg/jam)


masuk Keluar
Komponen F29 F30 F31 F32
Lignin 47,35 0,95 46,40
Ekstraktif 19,33 0,39 18,94
Selulosa 6375,16 127,50 6247,66
Air 57467,40 161826,37 214227,08 5066,70
NaOH 43,65 43,65
NaCl 62,28 62,28
Muconic ester 715,38 715,38
Total 64730,55 161826,37 215177,22 11379,70
Material balance 226556,91 226556,90

Universitas Sumatera Utara


A.5 Reaktor Klorin Dioksida (R-303)
Fungsi : Sebagai tempat terjadinya proses bleaching dengan klorin dioksida
F28
HClO
HClO3

F26 F29
R-303
Selulosa F27 Selulosa
Lignin F27 Lignin
Ekstraktif ClO2 Ekstraktif
Air Air
NaOH NaOH
Asam muconic ester
ClO2

Neraca Massa Total


F26 + F27 = F28 + F29
Neraca Massa Komponen
Alur 26
F26Selulosa = F23Selulosa = 6375,16 kg/jam
F26Ekstraktif = F23Ekstraktif = 19,33 kg/jam
F26Lignin = F23Lignin = 708,22 kg/jam
F26Air = F29Air = 57467,40 kg/jam
F26NaOH = F25NaOH = 86,23 kg/jam
Alur 27
Dari perhitungan tahap bleaching klorin dioksida diperoleh:
F27ClO2 = 143,72 kg/jam
Alur 28
F28HClO = 33,53 kg/jam
F28HClO3 = 35,98 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-6 Neraca Massa pada R-303 (kg/jam)
masuk keluar
Komponen F26 F27 F28 F29
Lignin 708,22 47,35
Ekstraktif 19,33 19,33
Selulosa 6375,16 6375,16
Air 57467,40 57467,40
ClO2 143,72
HClO 33,53
HClO3 35,98
NaOH 86,23 43,65
NaCl 62,28
Asam muconic ester 715,38
Total 64656,35 143,72 69,52 64730,55
Material balance 64800,06 64800,06

A.6 MIXER – III (M-303)


Fungsi : Untuk mencampurkan pulp dengan NaOH sebelum proses bleaching
klorin dioksida.

F24 F25
Air NaOH

F23 M-303 F26


Selulosa Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air Air
NaOH

Neraca Massa Total


F23 + F24 + F25 = F26

Universitas Sumatera Utara


Alur 25
F25NaOH = F26NaOH = 86,23 kg/jam
Kelarutan NaOH dalam air adalah 1,11 x 10 kg/m (Wikipedia7, 2009),
-3 3

F24Air = 86,23 kg/jam : 1,11 x 10-3 kg/m3 x 1000 kg/m3


= 77,68 kg/jam
Alur 23
F23selulosa = F26selulosa = 6375,16 kg/jam
F23ekstraktif = F26ekstraktif = 19,33 kg/jam
F23lignin = F26lignin = 708,22 kg/jam
F23Air = (57467,40 – 77,68) kg/jam = 57389,72 kg/jam

Tabel LA-7 Neraca Massa pada M-303 (kg/jam)


masuk keluar
Komponen F23 F24 F25 F26
Lignin 708,22 708,22
Ekstraktif 19,33 19,33
Selulosa 6375,16 6375,16
Air 57389,72 77,68 57467,40
NaOH 86,23 86,23
Total 64492,43 77,68 86,23 64656,35
Material balance 64656,35 64656,35

Universitas Sumatera Utara


TAHAP EKSTRAKSI ALKALI

F17 F18 F21


NaOH Air Air

F16 Tahap Ekstraksi F23


Selulosa Alkali Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air Air
F22
Selulosa
Lignin
Ekstraktif
Air
NaOH
NaCl

Reaksi pada ekstraksi alkali (Runge, 1995) adalah sebagai berikut:


Reaksi pengaktifasian ulang lignin:

Cl R R

+ NaOH  NaCl + H2O +


OCH3 OCH3
OH OH
Alur 16
Effisiensi Pencucian adalah 98% (European Commission, 2001)
100%
F16Selulosa = x 6375,16kg jam 6505,27kg jam
98%
100%
FLignin = x 707,44 kg jam 721,88 kg jam
98%
NLignin = 721,88 kg/jam : 9700 kg/kmol = 0,07 kmol/jam
F16Lignin asam = 0,07 kmol/jam x 10612,5 kg/kmol = 790,66 kg/jam
100%
F16Ekstraktif = x 19,33 kg jam = 19,72 kg/jam
98%
Jumlah pulp = (6505,27 + 789,78 + 19,72) kg/jam = 7315,65 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Alur 17
Massa NaOH yang diperlukan untuk bleaching alkali adalah 3% dari berat pulp
kering (Dence & Reeve, 1996),
F17NaOH = 3% x 7315,65 kg/jam = 219,47 kg/jam
NNaOH = 219,47 kg/jam : 40 kg/kmol = 5,49 kg/jam
Alur 18
Kelarutan NaOH dalam air adalah 1,11 x 10-3 kg/m3 (Wikipedia7, 2009),
F18Air = 219,47 kg/jam : 1,11 x 10-3 kg/m3 x 1000 kg/m3
= 197,72 kg/jam
Alur 22
Karena derajat polimerisasi lignin = 25 (Wikipedia, 2009) maka
NLignin = 0,074 x 25 = 1,86 kmol/jam

Cl R R
+ NaOH  NaCl + H2O +
OCH3 OCH3
OH O
Awal : 1,86 5,49
Bereaksi : 1,86 1,86 1,86 1,86 1,86 -
S i sa : - 3,63 1,86 1,86 1,86
F22NaOH = 3,63 kmol/jam x 40 kg/kmol = 144,97 kg/jam
F22NaCl = 1,86 kmol/jam x 58,5 kg/kmol = 108,96 kg/jam
Konsistensi air untuk ekstraksi alkali adalah 10% (Smook, 1989) maka air yang
diperlukan adalah:
7314,77kg jam x100%
Air yang diperlukan = - 7314,77 65840,85kg/jam
10%
Air yang terbentuk dari reaksi = 1,86 kmol/jam x 18 kg/kmol
= 33,53 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


A.7 Rotary Washer - II (W-302)
Fungsi : Untuk membuang zat-zat terlarut yang tidak diinginkan yang terdapat
dalam pulp.

F21
Air proses

W-302
F20 F23
Selulosa Selulosa
Lignin F22 Lignin
Ekstraktif Selulosa Ekstraktif
NaOH Lignin Air
Air Ekstraktif
NaCl NaOH
Air
NaCl

Neraca Massa Total


F20 + F21 = F22 + F23
Alur 20
Effisiensi Pencucian adalah 98% (European Commission, 2001)
100%
F20Selulosa = x 6375,16kg jam 6505,27 kg jam
98%
100%
F20Lignin = x 708,22 kg jam 722,68 kg jam
98%
100%
F20Ekstraktif = x 19,33 kg jam 19,72kg jam
98%
F20Air = (65840,85+ 33,53) kg/jam = 65874,38 kg/jam
F20NaOH = F22NaOH = 144,97 kg/jam
F20NaCl = F22NaCl = 108,96 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Alur 21
Perbandingan air pencuci dengan bahan yang masuk ke dalam Washer adalah 2,5 : 1
(perry, 1998)
Jumlah bahan pada alur 20
= (6505,27 + 722,68 + 19,72 + 65874,38 + 144,97 + 108,96) kg/jam
= 73375,97 kg/jam
F21Air = 2,5 x 73375,97 kg/jam = 183439,93 kg/jam
Alur 22
2%
F22Selulosa = x 6375,16 kg jam 130,11kg jam
98%
2%
F22Lignin = x 707,44 kg jam 14,45 kg jam
98%
2%
F22Ekstraktif = x 19,33 kg jam 0,39 kg jam
98%
F22Air = (65874,38 + 183439,93 – 57389,72) kg/jam
= 191924,58 kg/jam
Dari perhitungan tahap ekstraksi alkali diperoleh:
F22NaOH = 144,97 kg/jam
F22NaCl = 108,96 kg/jam

Tabel LA-8 Neraca Massa pada W-302 (kg/jam)


Masuk keluar
Komponen F20 F21 F22 F23
Lignin 722,68 14,45 708,22
Ekstraktif 19,72 0,39 19,33
Selulosa 6505,27 130,11 6375,16
Air 65874,38 183439,93 191924,58 57389,72
NaOH 144,97 144,97
NaCl 108,96 108,96
Total 73375,97 183439,93 192323,46 64492,43
Material balance 256815,90 256815,90

Universitas Sumatera Utara


A.8 REAKTOR ALKALI (R-302)
Fungsi : Untuk mengaktivasi gugus-gugus penghalang pada lignin

R-302
19
F F20
Selulosa Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
NaOH NaOH
Air Air
NaCl

Neraca Massa Total


F19 = F20
Neraca Massa Komponen
Alur 19
F19Selulosa = F20Selulosa = 6505,27 kg/jam
F19Lignin asam = F16Lignin asam = 790,66 kg/jam
F19Ekstraktif = F20Ekstraktif = 19,72 kg/jam
F19NaOH = F17NaOH = 219,47 kg/jam
F19Air = (65874,38 – 33,53) = 65840,85 kg/jam

Tabel LA-9 Neraca Massa pada RA (kg/jam)


Masuk keluar
Komponen F19 F20
Lignin 722,68
lignin asam 790,66
Ekstraktif 19,72 19,72
Selulosa 6505,27 6505,27
Air 65840,85 65874,38
NaOH 219,47 144,97
NaCl 108,96
Total 73375,97 73375,97
Material balance 73375,97 73375,97

Universitas Sumatera Utara


A.9 MIXER-II (M-302)
Fungsi : Untuk mencampur pulp dengan NaOH

F17 F18
NaOH Air

F16 M-302 F19


Selulosa Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air Air
NaOH

Neraca Massa Total


F16 + F17 + F18 = F19

Neraca Massa Komponen


Alur 17
F17NaOH = F19NaOH = 219,47 kg/jam
Alur 18
F18Air = 197,72 kg/jam
Alur 16
Dari perhitungan tahap ekstraksi alkali diperoleh:
F16Selulosa = 6505,27 kg/jam
F16Lignin asam = 790,66 kg/jam
F16Ekstraktif = 19,72 kg/jam
F16Air = (65840,85 – 197,72) kg/jam = 65643,13 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-10 Neraca Massa pada M-302 (kg/jam)
masuk keluar
Komponen F16 F17 F18 F19
lignin asam 790,66 790,66
Ekstraktif 19,72 19,72
Selulosa 6505,27 6505,27
Air 65643,13 197,72 65840,85
NaOH 219,47 219,47
Total 72958,78 219,47 197,72 73375,97
Material balance 73375,97 73375,97

TAHAP BLEACHING LAKASE

F10
Laccase
F12 F14
F9 + H HBT Air
2
Air

F16
F8 Tahap Selulosa
Selulosa Bleaching lakase Lignin
Lignin Ekstraktif
Ekstraktif Air
Air F15
Selulosa
Lignin
Ekstraktif
Lakase
HBT
Air

Alur 8
Effisiensi Pencucian adalah 98% (European Commission, 2001)
100%
F8Selulosa = x 6505,27 kg jam 6638,03kg jam
98%

Universitas Sumatera Utara


100%
F8Ekstraktif = x 19,72 kg jam 20,12 kg jam
98%
100%
FLignin asam = x 790,66 kg jam 806,80 kg jam
98%
NLignin asam = 806,80 kg jam :10612,50kg mol 0,08 kg jam
Reaksi penguraian lignin dengan lakase:

Cu+ OH N
+
Cu
+ + + +
N
+ 2H + + O2
Cu N
OCH3
OH OH Cu+ OH

Awal : 0,08 + x n n
Bereaksi : x x x 2x x
S i sa : 0,08 - - 2x x

OCH3 Cu2+ OH N
2+
OO Cu
N
+ Cu2+ + + + H2 O
N
O OH Cu2+
H

Awal :
Bereaksi : x x x x
S i sa : x x x x
Berat molekul lakase adalah 70kDa (kilo Dalton) = 70000 Da = 70000 kg/kmol
Diketahui jumlah lakase yang dibutuhkan adalah 15% dari berat pulp kering dan
jumlah HBT yang dibutuhkan adalah 1% dari berat pulp kering (Viikari, 2002).
Jumlah lakase yang dibutuhkan
= (15% x (6638,03 + F8Lignin + 20,12) kg/jam) : 70000 kg/kmol
= 15% x (6638,03 + (0,08 + x) . 9700 + 20,12) kg/jam : 70000 kg/kmol

Universitas Sumatera Utara


= (0,016 + 0,02 x) kmol/jam
Derajat polimerisasi lignin adalah 25 (Wikipedia, 2009)
n – 100x = 0,5 n
(0,016 + 0,02 x) – 100x = 0,5 (0,016 + 0,02 x)
0,016 – 99,98 x = 0,008 + 0,01 x
0,008 = 99,99 x
x = 0,000079
F8Lignin = (0,08 + x) x 9700
= (0,08 + 0,000079) x 9700 = 738,19 kg/jam
Jumlah pulp = (6638,03 + 737,37 + 20,12) kg/jam
= 7396,35 kg/jam

Konsistensi pulp dari wash vakum filter adalah = 10% maka air dalam pulp dapat
diperoleh dengan rumus (Anonim, 2009) sebagai berikut:
100%
F8Air = x 7396,35 kg/jam – 7396,35 kg/jam
10%
F8Air = 66567,12 kg/jam

Alur 9
Konsistensi pulp yang diperlukan dalam bleaching lakase adalah 7% maka massa air
yang diperlukan adalah:
100%
= x 7396,35 kg/jam – 7396,35 kg/jam
7%
= 98265,79 kg/jam
F9Air = (98265,79 – 66567,12) kg/jam = 31698,63 kg/jam

Alur 10
Jumlah lakase yang dibutuhkan
F10Lakase = (0,016 + 0,02 x) kmol/jam
= (0,016 + 0,02 . 0,000079) kmol / jam . 70000 kg/kmol
= 1120,36 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Alur 11
Jumlah HBT yang diperlukan adalah 1% dari berat pulp (Viikari, 2002),
maka jumlah HBT adalah:
F11HBT = 1% x (7396,35)kg/jam
= 73,96 kg/jam

Alur 13
Jumlah lakase yang terkonversi pada saat bleaching lakase adalah 98% dan jumlah
HBT yang terkonversi adalah 52% ( Bajpai, 2006).
F13Lakase = 98% x F10Lakase = 1087,26 kg/jam
F13HBT = 52% x F12HBT = 38,46 kg/jam
Konsistensi yang diperlukan untuk bleaching lakase adalah 7% (Viikari, 2002) maka
air yang dalam pulp adalah:
100%
Jumlah air = x 7396,35 kg/jam – 7396,35 kg/jam
7%
= 98265,74 kg/jam

Air yang terbentuk = (1 x 0,000079 kmol/jam) x 18 kg/kmol


= 0,0014 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


A.10 Rotary Washer - I (W-301)
Fungsi : Untuk memisahkan zat-zat yang terlarut yang tidak diinginkan yang
terdapat dalam pulp

F14
Air

F13 W-301 F16


Selulosa Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Lakase F15 Air
HBT Selulosa
Air Lignin
Ekstraktif
Lakase
HBT
Air

Neraca Massa Total


F13 + F14 = F15 + F16

Neraca Massa Komponen


Alur 13
Effisiensi Pencucian adalah 98% (European Commission, 2001)
100%
F13Selulosa = x 6505,27 kg/jam = 6638,03 kg/jam
98%
100%
F13Lignin asam = x 790,66 kg/jam = 806,80 kg/jam
98%
100%
F13Ekstraktif = x 19,72 kg/jam = 20,12 kg/jam
98%
F13Air = (98254,77 + 0,0356)kg/jam = 98265,75 kg/jam
F13Lakase = 1087,26 kg/jam
F13HBT = 38,46 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Alur 14
Perbandingan air pencuci dengan bahan yang masuk ke dalam Washer adalah 2,5 : 1
(Perry, 1997),
Jumlah bahan pada alur 13
= (6638,03 + 806,80 + 20,12 + 98265,75 + 1087,26 + 38,46) kg/jam
= 106856,42 kg/jam
F14Air = 2,5 x 106856,42 kg/jam = 267141,05 kg/jam

Alur 15
2%
F15Selulosa = x 6505,27kg jam 132,76 kg jam
98%
2%
F15Lignin = x 790,66 kg jam 16,14 kg jam
98%
2%
F15Ekstraktif = x 19,72 kg jam 0,40 kg jam
98%
F15Air = (98265,75 + 267141,05 – 65643,13) kg/jam
= 299763,66 kg/jam
F15Lakase = 1087,26 kg/jam
F15HBT = 38,46 kg/jam
Alur 16
F16Selulosa = 6505,27 kg/jam
F16Lignin asam = 790,66 kg/jam
F16Ekstraktif = 19,72 kg/jam
F16Air = 65643,13 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-11 Neraca Massa pada W-301 (kg/jam)
masuk keluar
Komponen F13 F14 F15 F16
Lignin 806,80 16,14 790,66
Ekstraktif 20,12 0,40 19,72
Selulosa 6638,03 132,76 6505,27
Air 98265,75 267141,05 299763,66 65643,13
Lakase 1087,26 1087,26
HBT 38,46 38,46
Total 106856,42 267141,05 301038,69 72958,78
Material balance 373997,47 373997,47

A.11 REAKTOR LAKASE (R-301)


Fungsi : Sebagai tempat bleaching dengan menggunakan lakase

F12 R-301 F13


Selulosa Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Lakase Lakase
HBT HBT
Air Air

Neraca Massa Total


F12 = F13
F12Selulosa = F13Selulosa = 6638,03 kg/jam
F12Lignin asam = F8Lignin asam = 738,19 kg/jam
F12Ekstraktif = F13Ekstraktif = 20,12 kg/jam
F12Air = 98272,07 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


F12Lakase = Lakase yang diperlukan = 1120,36 kg/jam
F12HBT = HBT yang diperlukan = 73,96 kg/jam

Tabel LA-12 Neraca Massa pada R-301 (kg/jam)


Masuk keluar
Komponen F12 F13
Lignin 738,19 806,80
Ekstraktif 20,12 20,12
Selulosa 6638,03 6638,03
Air 98265,74 98265,75
Lakase 1120,36 1087,26
HBT 73,96 38,46
Total 106856,42 106856,42
Material balance 106856,42 106856,42

A.12 MIXER-I (M-301)


Fungsi : Untuk mencampurkan unbleached pulp dengan Lakase dan HBT

F9 F10 F11
Dari WVP-01 Air Lakase HBT Ke RL

Selulosa Selulosa
F8
Lignin F12
Lignin
Ekstraktif M-301 Ekstraktif
Selulosa
Selulosa Air
Air Lignin
NeLignin
raca Massa Total HCl
Ekstraktif
Ekstraktif
8 9 10 12 11 Air
Air F + F + F + F = F
Lakase
Air
Alur 8
F8Selulosa = F13Selulosa = 6638,03 kg/jam
F8Lignin asam = F12Lignin asam = 738,19 kg/jam
F8Ekstraktif = F13Ekstraktif = 20,12 kg/jam
F8Air = 66567,12 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Alur 9
F9Air = 31698,63 kg/jam

Alur 10
F10Lakase = 1120,36 kg/jam

Alur 11
F11HBT = 73,96 kg/jam

Alur 12
F12Selulosa = 6638,03 kg/jam
F12Lignin asam = 738,19 kg/jam
F12Ekstraktif = 20,12 kg/jam
F12Air = 98265,74 kg/jam
F12Lakase = 1120,36 kg/jam
F12HBT = 73,96 kg/jam

Tabel LA-13 Neraca Massa pada M-301 (kg/jam)


masuk keluar
Komponen F8 F9 F10 F11 F12
lignin asam 738,19 738,19
Ekstraktif 20,12 20,12
Selulosa 6638,03 6638,03
Air 66567,12 31698,63 98265,74
Lakase 1120,36 1120,36
HBT 73,96 73,96
Total 73963,46 31698,63 1120,36 73,96 106856,42
Material balance 106856,42 106856,42

Universitas Sumatera Utara


TAHAP PEMASAKAN

F2 F3 F6
Lindi Air Air
Putih

F1
Selulosa
Lignin F8
Tahap Pemasakan
Ekstraktif Selulosa
Lignin
Ekstraktif
F38 Air
Selulusa
Lignin
Ekstraktif
Air
Lindi Hitam

Reaksi yang terjadi dalam proses pemasakan yaitu ( Walker, 2006):


Na2S + H2O NaOH + NaSH
NaOH + Na2S + + Na2CO3 + Chip Na-org + S-org + Lignin + NaHS +
Air

Alur 4
Effisiensi pencucian di pressure diffuser adalah 99% (Smook, 2002), maka:
100%
F4Selulosa = x 6638,03 kg/jam = 6705,08 kg/jam
99%
100%
F4Lignin asam = x 738,19 kg/jam = 745,65 kg/jam
99%
100%
F4Ekstraktif = x 20,12 kg/jam = 20,33 kg/jam
99%
Dari reaksi antara chip dengan lindi putih ( NaOH, Na2S dan Na2CO3) diperoleh 50%
selulosa dan 5,63 % Lignin, 0,15 % Ekstraktif, 3,129 % NaOH, 8,493% Na2S,
16,092% Na2CO3, dan 16,5% air (anonim, 2009) maka :
Keseluruhan jumlah komponen yang terdapat dari yield yaitu :
(100% : 50%) x 6705,08 kg/jam = 13410,16 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


16,5%
Jumlah air yang dihasilkan = x 13410,16kg/jam = 2212,68 kg/jam
100%
Alur 3
Konsistensi pulp pada digester yaitu sebesar 10% maka
100%
x 13410,16 kg/jam – 13410,16 kg/jam = 120691,45 kg/jam
10%
F3Air = (120691,45 – 2212,68)kg/jam = 118478,77 kg/jam

4 3,129%
FNaOH x 13410,16kg/jam 419,60 kg/jam
100%
4 8,493%
FNa 2S
x 13410,16kg/jam 1138,92 kg/jam
100%
4 16,092%
FNa 2 CO3
x 13410,16kg/jam 2157,96 kg/jam
100%
F4Air = 120691,45 kg/jam

Alur 1
Efektif alkali yang diperlukan adalah sebesar 13 % dari kayu kering ( Walker, 2006 )
Jumlah NaOH = 419,60 kg/jam
Jumlah Na2S = 1138,92 kg/jam
Efektif Alkali NaOH 1/2 Na 2S
0,13 x berat kayu kering = 419,60 kg/jam + ½ x 1138,92 kg/jam
0,13 x berat kayu kering = 989,06 kg/jam
Berat kayu kering (BK) = 7608,20 kg/jam
Moisture content (MC) dalam kayu akasia mangium adalah sebesar 21,42 %
(Ouypornprasert W, 2005) maka :
(BB - BK)
MC x 100%
BB
(BB - 7608,20)
21,42 % x 100%
BB
21,42 x BB
BB - 7608,20
100
7608,20 BB - 0,2142BB
BB 9682,11kg/jam

Universitas Sumatera Utara


F1Chip = 7608,20 kg/jam
F1Air = (9682,11 – 7608,20) kg/jam = 2073,91 kg/jam

Alur 2
Perbandingan cairan pemasak dengan chip adalah sebesar 4 : 1 (Riegels, )
4
y x 7608,20 kg/jam 30432,81kg/jam
1
Lindi putih diperoleh dari alur 2 dan alur recovery dengan perbandingan 53 % F2 :
47% F57 (IKPP,2009)
F2Lindi Putih = 53% x 30432,81 kg/jam = 16129,39 kg/jam
Lindi putih terdiri dari 53% NaOH, 32% Na2S dan 15% Na2CO3 (Anonin,2009)
F2NaOH = 53 % x 16129,39 kg/jam = 8548,58 kg/jam
F2Na2S = 32% x 16129,39 kg/jam = 5161,41 kg/jam
F2Na2CO3 = 15% x 16129,39 kg/jam = 2419,41 kg/jam

Alur 5
F5NaOH = F2NaOH + F59 – F4NaOH = (8548,58 + 14303,42-- 419,60) kg/jam = 22432,40
kg/jam
F5Na2S = F2Na2S – F4Na2S = (5161,41 – 1138,92) kg/jam = 4022,48 kg/jam
F5Na2CO3 = F2Na2CO3 – F4Na2CO3 = (2419,41- 2157,96) kg/jam = 261,45 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


A.13 Pressure Diffuser (V-201)
Fungsi : Sebagai tempat pencucian pulp setelah dari digester dengan
menggunakan tekanan atmosfer dan suhu yang tinggi

F6
Air

F4
Selulosa
Lignin V-201 F7
Ekstraktif Selulosa
Air Lignin
NaOH Ekstraktif
Na2S Air
F38
Na2CO3 Selulosa
Lignin
Ekstraktif
Air
NaOH
Na2S
Na2CO3

Alur 4
Effisiensi pencucian di pressure diffuser adalah 99% (Smook, 2002), maka
unfortunately :
100%
F4Selulosa = x 6638,03 kg/jam = 6705,08 kg/jam
99%
100%
F4Lignin asam = x 738,19 kg/jam = 745,65 kg/jam
99%
100%
F4Ekstraktif = x 20,12 kg/jam = 20,33 kg/jam
99%
F4Air = 120691,45 kg/jam
4 3,129%
FNaOH x 13410,16kg/jam 419,60 kg/jam
100%
4 8,493%
FNa 2S
x 13410,16kg/jam 1138,92 kg/jam
100%
4 16,092%
FNa 2 CO3
x 13410,16kg/jam 2157,96 kg/jam
100%

Universitas Sumatera Utara


Alur 6
Perbandingan air pencuci dengan bahan yang masuk ke dalam Washer adalah 2,5 : 1
(Perry,1997)
Jumlah bahan pada alur 4
=(6705,08 + 745,65 + 20,33 + 120691,45 + 419,60 + 1138,92 + 2157,96) kg/jam
= 131879,00 kg/jam
F6Air = 2,5 x 131879,00 kg/jam = 329697,50 kg/jam

Alur 38
1%
F38Selulosa = x 6638,03kg jam 67,05 kg/jam
99%
1%
F38Lignin = x 738,19kg jam 7,46 kg jam
99%
1%
F38Ekstraktif = x 20,12kg jam 0,20 kg jam
99%
F38Air = (120691,45 + 3296957,50 – 66567,12) kg/jam
= 383821,83 kg/jam
4 3,129%
FNaOH x 13410,16kg/jam 419,60 kg/jam
100%
4 8,493%
FNa 2S
x 13410,16kg/jam 1138,92 kg/jam
100%
4 16,092%
FNa 2 CO3
x 13410,16kg/jam 2157,96 kg/jam
100%

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-14 Neraca Massa pada V-201 (kg/jam)
Masuk keluar
Komponen
F4 F6 F7 F38
lignin asam 745,65 738,19 7,46
Ekstraktif 20,33 20,12 0,20
Selulosa 6705,08 6638,03 67,05
Air 120691,45 329697,50 665567,12 383821,83
NaOH 419,60 419,60
Na2S 1138,92 1138,92
Na2CO3 2157,96 2157,96
Total 131879,00 329697,50 73963,46 387613,03
Material balance 461576,49 461576,49

A.14 Digester (R-101)


Fungsi : Sebagai tempat pemasakan chip dengan menggunakan cairan pemasak
berupa lindi putih.

F2
Lindi Putih
(NaOH + Na2S + Na2CO3
)
F4
F1 R-101 Selulosa
Chip
Lignin
Ekstraktif
F5 Air
F57 NaOH NaOH
NaOH Na2S Na2S
Na2CO3 Na2CO3

Universitas Sumatera Utara


Alur 1
F1Chip = 7608,20 kg/jam
F1Air = (9682,11 – 7608,20) kg/jam = 2073,91 kg/jam

Alur 2
F2NaOH = 53 % x 16129,39 kg/jam = 8548,58 kg/jam
F2Na2S = 32% x 16129,39 kg/jam = 5161,41 kg/jam
F2Na2CO3 = 15% x 16129,39 kg/jam = 2419,41 kg/jam

Alur 3
F3Air = (120691,44 – 2212,68)kg/jam = 118480,39 kg/jam

Alur 4
4 3,129%
FNaOH x 13410,16kg/jam 419,60 kg/jam
100%
4 8,493%
FNa 2S
x 13410,16kg/jam 1138,92 kg/jam
100%
4 16,092%
FNa 2 CO3
x 13410,16kg/jam 2157,96 kg/jam
100%
F4Air = 120691,44 kg/jam

Alur 5
F5NaOH = F2NaOH + F59 – F4NaOH = (8548,58 + 14303,42-- 419,60) kg/jam = 22432,40
kg/jam
F5Na2S = F2Na2S – F4Na2S = (5161,41 – 1138,92) kg/jam = 4022,48 kg/jam
F5Na2CO3 = F2Na2CO3 – F4Na2CO3 = (2419,41- 2157,96) kg/jam = 261,45 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-15 Neraca Massa pada R-101 (kg/jam)
masuk keluar
Komponen F1 F2 F3 F57 F4 F5
lignin asam 745,65
Eksrtaktif 20,33
Selulosa 6705,08
Air 2073,91 118480,39 120691,45
Chip 7608,20
NaOH 8548,58 14303,42 419,60 22432,40
Na2S 5161,41 1138,92 4022,48
Na2CO3 2419,41 2157,96 261,45
Total 9682,11 16129,39 118480,39 14303,42 131879,00 26716,32
Material balance 158594,49 158594,49

TAHAP RECOVERY
A.15 MIXER-4 (M-501)
Fungsi : Untuk mencampurkan lindi hitam yang diperoleh dari digester dan
diffuser washer.

F38
Selulosa
Lignin
Ekstraktif
Air
NaOH
Na2S
Na2CO3 F39
5
F Selulosa
NaOH M-501 Lignin
Na2S Ekstraktif
Na2CO3 Air
NaOH
Na2S
Na2CO3

Universitas Sumatera Utara


Neraca Massa Total
F5 + F38 = F39
Alur 5
F5NaOH = 22432,40 kg/jam
F5Na2S = 4022,48 kg/jam
F5Na2CO3 = 261,45 kg/jam
Alur 38
F38selulosa = 67,05 kg/jam
F38Lignin = 7,46 kg/jam
F38ekstaktif = 0,20 kg/jam
F38Air = 383821,83 kg/jam
F38NaOH = 419,60 kg/jam
F38Na2S = 1138,92 kg/jam
F38Na2CO3 = 2157,96 kg/jam

Tabel LA-16 Neraca Massa pada M-501 (kg/jam)


Masuk keluar
Komponen F5 F38 F39
Selulosa 67,05 67,05
Lignin 7,46 7,46
Ekstraktif 0,20 0,20
Air 383821,83 383821,83
NaOH 22432,40 419,60 22852,00
Na2S 4022,48 1138,92 5161,41
Na2CO3 261,45 2157,96 2419,41
Total 26716,32 387613,03 414329,35
Material balance 414329,35 414329,35

Universitas Sumatera Utara


A.16 Multiple Effect Evaporator
Fungsi : Untuk memekatkan lindi hitam

F39 F49
LH Encer E-501 – E-502 LH Pekat

F40 LH
F42 LH
F44LH
F46 LH
F48 LH

Masuk = keluar
F39 = F5 + F38
F39 = 26716,32 kg/jam + 387613,03 kg/jam
F39 = 414329,35 kg/jam
Kadar lindi hitam dalam umpan (WBL) = 13,5% ( TPL,2008)
Kadar produk dalam lindi hitam (HBL) = 72,6% (TPL,2008)
WBL
Produk x Laju alir umpan
HBL
13,5
Produk x 414329,35kg/jam
72,6
Produk 77044,71kg/jam
Kapasitas Evaporator = Laju aliran umpan – laju aliran produk
Kapasitas Evaporator = (414329,35 – 77044,71) kg/jam
Kapasitas Evaporator = 337284,64 kg/jam
Maka dapat diasumsikan jumlah air yang diuapkan pada evaporator adalah :
kapasitas evaporator 337284,64kg/jam
67456,93kg/jam
Jumlah efek (n) 5

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-17 Neraca Massa pada E-501 – E-505 (kg/jam)
Efek 1 Efek 2
Komponen masuk keluar masuk Keluar
F39 F40 F41 F41 F42 F43
Lindi hitam cair 414329,35 346872,42
Uap air 67456,93 67456,93
Lindi hitam pekat 346872,42 279415,50
Total
Material balance
Efek 3 Efek 4
masuk keluar masuk Keluar
Komponen F43 F44 F45 F45 F46 F47
Lindi hitam cair 279415,50 211958,57
Uap air 67456,93 67456,93
Lindi hitam pekat 211958,57 144501,64
Total
Material balance
Efek 5
komponen masuk keluar
F47 F48 F49
Lindi hitam cair 144501,64
Uap air 67456,93
Lindi hitam pekat 77044,7
Total
material balance

Tabel LA-18 Komposisi dasar penyusun lindi hitam (Dalam berat kering),
(Anonim,2009)
Komponen Berat
Selulosa 25,6 %
Lignin 51,9 %
Ekstraktif 0,5 %
NaOH 2,4 %
Na2CO3 9,2 %
Na2S 4,1 %
H2O 6,3 %

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-19 Komposisi komponen penyusun lindi hitam (Sixta, 2006) yaitu :
Komponen Komposisi (%)
K 1,8
Cl 0,5
S 4,6
Na 19,6
C 31,9
H 3,6
O 34,1
Komponen lain 3,9

A.17 Furnace (E-506)


Fungsi : Sebagai tempat pembakaran bahan organik dari dalam lindi hitam dan
mengubah komponen inorganik dari lindi hitam menjadi lindi hijau atau smelt,

F51
CO2
49 H2O F50
F Smelt tdd :
LH tdd : Na2CO3
Selulosa K2S
Lignin E-506 NaCl
Ekstraktif Na2S
Air Na2SO4
NaOH
Na2S
Na2CO3

Reaksi yang terjadi di dalam furnace ( Smook, 2002) yaitu :


1. Reaksi Oksidasi
CO + ½ O2 CO2
H2 + ½ O2 H2O
H2S + 3/2 O2 SO2 + H2O
SO2 + ½ O2 SO3
Na2S + 2O2 Na2SO4

Universitas Sumatera Utara


Na2CO3 + SO3 Na2SO4 + CO2
Na2S + 3/2 O2 + CO2 Na2CO3 + SO2
Na2SO3 + ½ O2 Na2SO4

2. Pengeringan
Organic + Panas Pyrolysis produk
Na2S + CO2 + H2O Na2CO3 + H2S
CH4 + H2O CO + 3H2
Na2O + CO2 Na2CO3
Na2O + H2O 2 NaOH

3. Reaksi Reduksi
Organic + Panas Pyrolysis produk
2C + O2 2 CO
CO + ½ O2 CO2
CO2 + C 2 CO
Na2SO4 + 2C Na2S + 2CO2
Na2SO4 + 4C Na2S + 4CO
Na2SO4 + C Na2O + SO2 + CO
H2 + ½ O2 H2O
C + H2O CO + H2
C + 2H2 CH4
Na2S + H2O Na2O + H2S

Alur 49
49 25,6
FSelulosa x 77044,71kg/jam 19723,45kg/jam
100
49 51,9
FLignin x 77044,71kg/jam 39986,21kg/jam
100
49 0,5
FEkstraktif x 77044,71kg/jam 385,22 kg/jam
100
6,3
F 49
Air x 77044,71kg/jam 4853,82kg/jam
100

Universitas Sumatera Utara


49 2,4
FNaOH x 77044,71kg/jam 1849,07 kg/jam
100
49 9,2
FNa2CO3 x 77044,71kg/jam 7088,11kg/jam
100
49 4,1
FNa2S x 77044,71kg/jam 3158,83kg/jam
100
Diasumsikan bahwa K dan Cl bereaksi sempurna menjadi K2S dan NaCl dalam
bentuk lelehan,
Komposisi K dalam lindi hitam adalah sekitar 1,8% maka jumlah K keseluruhan
adalah : 1,8 % x 77044,71 kg/jam = 1386,80 kg/jam dan ( berat molekul K = 39
kg/kmol ; S = 32 kg/kmol) maka jumlah ikatan S dalam K2S adalah :
32
S dalam K 2S 1386,80 kg/jam x 568,95 kg/jam
2 x 39
S dalam Lindi hitam = 4,6 % x 77044,71 kg/jam = 3544,06 kg/jam
Jadi jumlah S yang sisa yaitu = 3544,06 kg/jam – 568,95 kg/jam = 2975,11 kg/jam
Diketahui derajat reduksi dalam furnace yaitu sebesar 95% maka
Jumlah S = 95 % x 2975,11 kg/jam = 2826,36 kg/jam dalam bentuk Na2S
Jumlah S = (3544,06 – 568,95 – 2826,36) kg/jam = 148,76 kg/jam dalam bentuk
Na2SO4
Komposisi Na dalam lindi adalah 19,6 % maka jumlah Na keseluruhan adalah :
19,6 % x 77044,71 kg/jam = 15100,76 kg/jam dan ( berat molekul Na = 23 kg/kmol ;
S = 32 kg/kmol) maka jumlah ikatan Na dalam Na2S adalah :
2 x 23
Na dalam Na 2S 2826,36 kg/jam x 4062,89 kg/jam
32
2 x 23
Na dalam Na 2SO 4 148,76 kg/jam x 213,84 kg/jam
32
Cl dalam NaCl = 0,5% x 77044,71 kg/jam = 385,22 kg/jam
23
Na dalam NaCl 385,22 kg/jam x 249,58 kg/jam
35,5
Na dalam Na2CO3 = (15100,76 – 4062,89 – 213,84 – 249,58) kg/jam
= 10574,46 kg/jam
12
C dalam Na 2CO3 10574,46kg/jam x 2758,55kg/jam
2 x 23
C dalam lindi hitam = 35,8 % x 77044,71 kg/jam = 24577,26 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


C dalam CO2 = (24577,26 – 2758,55) kg/jam = 21818,71 kg/jam
Karbon dalam lindi hitam dioksidasi menjadi CO2 dan hidrogen dikonversikan
menjadi uap air, Maka jumlah oksigen yang dibutuhkan dapat dihitung dengan
menggunakan ikatan oksigen dalam karbonat, sulfat, uap air dan CO2 :
(3 x 16) (4x16) 16 (2 x16)
10574,46 x 213,84 x 2758,55x 21818,71x
(2 x 23) (2x32) (2 x1) 12
11034,22 297,51 22068,44 65539,37
98939,54
F50Na2CO3 = (10574,46 + 2758,55 + 11034,22) kg/jam = 24367,23 kg/jam
F50Na2S = (2826,36 + 4062,89) kg/jam = 6889,24 kg/jam
F50K2S = (1386,80 + 568,95) kg/jam = 1955,75 kg/jam
F50Na2SO4 = (152,57 + 219,32 + 305,14)kg/jam = 660,10 kg/jam
F50NaCl = (385,22 + 249,58) kg/jam = 634,81 kg/jam
Jumlah oksigen dalam lindi hitam = 34,1%x 77044,71 kg/jam = 26272,25 kg/jam
Jumlah oksigen yang harus tersedia dalam udara pembakar
= (98939,54 – 26272,25) kg/jam
= 72667,29 kg/jam
Dalam 26272,25 kg/jam oksigen harus tersedia 72667,29 kg/jam udara pembakar,
Diasumsikan udara berlebih sebesar 25% maka :
oksigen teoritis 72667,29
Jumlah udara teoritis 346034,72kg/jam
0,21 0,21
Jumlah udara yang diperlukan (1,25 x 346034,72kg/jam) 432543,40kg/jam
Diasumsikan 75% padatan lindi hitam, maka air dalam lindi hitam yaitu:
77044,71
- 77044,71 25681,57kg/jam
0,75
H dalam H2O = 3,6 % x 77044,71 kg/jam = 4961,68 kg/jam
F51Air = (25681,57 –4961,68) kg/jam = 20720,5 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-19 Neraca Massa pada E-506 (kg/jam)
Masuk Keluar
Komponen F49 F50 F51
lignin asam 39986,21
Ekstraktif 385,22
Selulosa 19723,45
Air 4853,82
Chip
NaOH 1849,07
Na2S 3158,83 6889,24
Na2CO3 7088,11 24367,23
NaCl 634,81
Na2SO4 660,10
Uap Air 20720,50
CO2 21818,71
K2S 1955,75
Total 77044,71 34507,13
Material balance 77044,71 77044,71

Universitas Sumatera Utara


A.18 Green Liquor Clarifier (CL-501)
Fungsi : Tempat pemisahan smelt yang masih berbentuk butiran yang
mengandung Na2S, K2S, Na2SO4, NaCl dengan Na2CO3 sebelum memasuki unit
recausticezing,

F50
Smelt tdd :
Na2S CL-501 F52
Na2CO3 Na2CO3
K2S
Na2SO4
NaCl F54
Na2S
K2S
Na2SO4
NaCl

Tabel LA-20 Neraca Massa pada CL-501 (kg/jam)


Masuk Keluar
Komponen F50 F53 F54
Na2S 6889,24 6889,24
Na2CO3 24367,23 24367,23
NaCl 634,81 634,81
Na2SO4 660,10 660,10
K2S 1955,75 1955,75
Total 34507,13 10139,90 24367,23
Material balance 34507,13 34507,13

Universitas Sumatera Utara


A.19 Recausticizer (R-501)
Fungsi : Sebagai tempat pembentukan NaOH

F55
F54
CaO
H2O

F56
R-501 NaOH
F53 CaCO3
Na2CO3 Na2CO3

Didalam smelt terdapat 78% soda ash (Anonim,2005) , maka


Soda ash = 78% x 24367,23 kg/jam = 19006,44 kg/jam
jumlah CaO yang diperlukan adalah = 19006,44 kg/jam x 0,53 = 10073,41 kg/jam
CaO + H2O Ca(OH)2
n CaO = 10073,41 kg/jam : 56,08 kg/kmol = 179,63 kmol/jam
m H2O = 1 x 179,63 x 18 = 3233,26 kg/jam
m Ca(OH)2 = 1 x 179,63 x 74,09 = 13308,48 kg/jam
Ca(OH)2 + Na2CO3 2NaOH + CaCO3
Massa NaOH = 2 x 179,63 x 40 = 14370,06 kg/jam
Massa CaCO3 = 1 x 179,63 x 100,09 = 17978,75 kg/jam
Massa Na2CO3 = 50,24 x 106 = 5325,10 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA-21 Neraca Massa pada R-501 (kg/jam)
Masuk keluar
Komponen F53 F54 F55 F56
Na2CO3 24367,23 5325,10
CaO 10073,41
H2O 3233,26
NaOH 14370,06
CaCO3 17978,75
Total 24367,23 3233,26 10073,41 37673,91
Material balance 37673,91 37673,91

A.20 White Liquor Clarifier (CL-502)


Fungsi : untuk memisahkan NaOH dari CaCO3 dan Na2CO3

F56
NaOH F57
CaCO3 CL-502 NaOH
Na2 CO3

F58
CaCO3
Na2 CO3

Tabel LA-22 Neraca Massa pada CL-502 (kg/jam)


Masuk keluar
Komponen F56 F57 F58
NaOH 14370,06 14370,06
Na2CO3 5325,10 5325,10
CaCO3 17978,75 17978,75
Total 37673,91 14370,06 23308,85
Material balance 37673,91 37673,91

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA ENERGI

Kapasitas produk : 10101 kg/jam


Basis perhitungan : 1 jam operasi
Temperatur referensi : 25oC = 298,15oK
Satuan operasi : kkal/jam
Neraca panas ini menggunakan rumus-rumus perhitungan sebagai berikut:
Untuk sistem yang melibatkan perubahan fasa persamaan yang digunakan adalah :
T2 Tb T2

CpdT Cp l dT ΔH Vl Cp v dT
T1 T1 Tb

Rumus untuk reaksi yang tidak diketahui stoikiometrinya (Reklaitis,1983):

LB.1 Perhitungan Kapasitas Panas


a) Data perhitungan Cp
Tabel LB-1 Nilai konstanta untuk ∫CpdT (J,oK) (Smith et.al., 2005; Reid et.al., 1977)
Fasa Komponen A 10-3B 10-6C 10-5D
ClO2 6,432 8,082 2,846 -
Gas CO2 3,457 1,045 - -1,157
Steam 3,470 1,45 - 0,121
Cair Air 8,712 1,25 -0,18 -
Padat NaOH 0,121 16,316 - 1,948

Cp = A + BT + CT2 + DT3 [J/mol K]


T2

Cpg dT = [A(T2–T1) + B/2(T22–T12) + C/3(T23–T13) + D/4(T24–T14) ]


T1

Universitas Sumatera Utara


b) Perhitungan Cp dengan menggunakan metode estimasi
Perhitungan estimasi kapasitas panas padatan dengan menggunakan hukum Kopp
(Perry & Green, 1999).

Dimana: N = Jumlah unsur dalam senyawa


nE = Jumlah kemunculan unsur E dalam senyawa
ΔE = Kontribusi unsur E
Tabel LB-2 Kontribusi unsur untuk estimasi kapasitas panas padatan (Perry & Green,
1999)
No. Unsur ΔE (kJ/kmoloK)
1. C 10,89
2. Cl 24,69
3. H 7,56
5. Na 26,19
6. O 13,42
7. S 12,36
8. K 20,79

1. Selulosa (C6H5O5)n = (C6H5O5)1000


Derajat polimerisasi selulosa ± 1000 (Weilen, tanpa tahun)
BM = 157000 kg/kmol
Struktur bangun:

C = 6 x 1000 x 10,89 = 65340


H = 5 x 1000 x 7,56 = 37800
O = 5 x 1000 x 13,42 = 67100 +
Total =170240

Maka Cp selulosa adalah = 170240 kJ/kmol.K = 40688,34 kkal/kmol.K

Universitas Sumatera Utara


2. Lignin
Derajat polimerisasi lignin ± 25 (Wikipedia3, 2009)
BM = 9700 kg/kmol
Struktur bangun (Weilen, tanpa tahun):

OH
O
OCH3

O O

HO
OH OCH3 n

C =20 x 25 x 10,89 = 5445


H =20 x 25 x 7,56 = 3780
O = 8 x 25 x 13,42 = 2684 +
Total =11909
Maka Cp lignin adalah = 11909 kJ/kmol.K = 2846,32 kkal/kmol.K

3. Ekstraktif (CH2Cl2)
BM = 85 kg/kmol
Struktur bangun (Wikipedia7, 2009):
C = 1 x 10,89 = 10,89
H = 2 x 7,56 = 15,12
Cl = 2 x 24,69 = 49,38 +
Total = 75,39
Maka Cp ekstraktif adalah = 75,39 kJ/kmol.K = 18,02 kkal/kmol.K

4. Lignin karbonil (R=O)


BM = 282 kg/kmol
Struktur bangun (Sonnenberg, 1996):
OH C =13 x 10,89 = 141,57
O
OCH3 H =14 x 7,56 = 105,84

O O O = 7 x 13,42 = 93,94 +
Total = 341,35
O
OH n

Universitas Sumatera Utara


Maka Cp lignin karbonil adalah = 341,25 kJ/kmol.K = 81,58 kkal/kmol.K

5. Lignin’
Derajat polimerisasi lignin ± 25 (Wikipedia3, 2009)
BM = 10612,5 kg/kmol
Struktur bangun (Dence & Reeve, 1996):
OH C =20 x 25 x 10,89 = 5445
O
OCH3 Cl = 1 x 25 x 24,69 = 617,25
H =21 x 25 x 7,56 = 3780
O OH
O = 8 x 25 x 13,42 = 2684 +
Cl
OH Total =12526,25
OH OCH3 n

Maka Cp lignin’ adalah = 12526,25 kJ/kmol.K = 2993,85 kkal/kmol.K

6. Natrium karbonat (Na2CO3)


BM = 106 kg/kmol
CpNaCO3 = 2 x CpNa + CpC + 3 x CpO
= 2 x 26,19 + 10,89 + 3 x 13,42
= 103,53 kJ/kmol.K = 24,74 kkal/kmol.K

7. Lakase (C6H2O2Cu4)194
BM = 70000 kg/kmol
Struktur bangun (Viikari & Lantto, 2002):

Cu+ OH
Cu+
Cu+
OH Cu+
C = 6 x 194 x 10,89 = 12675,96
O = 2 x 194 x 13,42 = 5206,96
H = 2 x 194 x 7,56 = 2933,28
Cu = 2 x 194 x 26,92 = 20889,92 +

Universitas Sumatera Utara


Total = 41706,12
Maka Cp lakase adalah = 41706,12 kJ/kmol.K = 9968 kkal/kmol.K

8. HBT (C6H5N3O)
BM = 135,12 kg/kmol
Struktur bangun (Viikari & Lantto, 2002):
N

N
N

OH
C = 6 x 10,89 = 65,34
O = 1 x 13,42 = 13,42
H = 5 x 7,56 = 37,8
N = 3 x 18,74 = 56,22 +
Total = 172,78
Maka Cp HBT adalah = 172,78 kJ/kmol.K = 41,29 kkal/kmol.K

9. HBT teroksidasi
BM = 119,12 kg/kmol
Struktur bangun (Viikari & Lantto, 2002):

N
N

H
C = 6 x 10,89 = 65,34
H = 5 x 7,56 = 37,8
N = 3 x 18,74 = 56,22 +
Total = 156,36

Universitas Sumatera Utara


Maka Cp HBT teroksidasi adalah = 156,36 kJ/kmol.K = 38,08 kkal/kmol.K

10. Natrium sulfida (Na2S)


BM = 78 kg/kmol
CpNa2S = 2 x CpNa + CpS
= 2 x 26,19 + 12,36
= 64,74 kJ/jam = 15,47 kkal/kmol.K

Perhitungan estimasi kapasitas panas cairan dengan menggunakan metode Missenard


(Reid et.al., 1977)
Tabel LB-3 Kontribusi gugus fungsi untuk estimasi Cp cairan (Reid et.al., 1977)
No. Gugus fungsi Cp (kkal/kmoloK)
1. -H 3,5
2. -CH3 9,95
3. -CH2- 6,75
4. -CH= 5,95
5. | 2,0
-C-
|
6. -O- 7,1
7. -CO- 10,4
8. -OH 10,5
9. -COO- 14,1
10. -COOH 18,8
11. -Cl 7,1

Universitas Sumatera Utara


11. Asam muconic ester (R-C7O4H7)
BM = 420 kg/kmol
Struktur bangun (Svenson, 2006):
-OH = 2 x 10,50 x 25 = 525,00
R
|
-C– =6x 2,00 x 25 = 300,00
COOCH3
COOH |
-CH2- = 2 x 6,75 x 25 = 337,50
-CH= = 9 x 5,95 x 25 = 1338,75
-CH3 = 2 x 9,95 x 25 = 497,50
- CO- = 2 x 10,40 x 25 = 520,00
-O- = 3 x 7,10 x 25 = 532,50
-COO- = 1 x 14,10 x 25 = 14,10
-COOH= 1 x 18,80 x 25 = 18,80 +
Total = 4084,15
Maka Cp Asam muconic ester adalah = 4084,15 kkal/kmol.K

Perhitungan estimasi kapasitas panas gas dengan menggunakan metode


kontribusi ikatan (Reid et.al., 1977)
Tabel LB-4 Kontribusi gugus fungsi untuk estimasi Cp gas (Reid et.al., 1977)
No. Gugus fungsi Cp (kkal/kmoloK)
1. O-Cl 5,5
2. O-H 2,7
3. O-O 4,9

12. Asam hipoklorit (HClO)


BM = 52,5 kg/kmol
CpHClO = (O-H) + (O-Cl)
= 2,7 + 5,5
= 8,2
Maka Cp Asam hipoklorit adalah = 8,2 kkal/kmol.K

Universitas Sumatera Utara


13. Asam klorit (HClO3)
BM = 84,5 kg/kmol
CpHClO = (O-H) + 3 x (O-Cl)
= 2,7 + 3 x 5,5
= 19,2
Maka Cp Asam klorit adalah = 19,2 kkal/kmol.K

LB.2 Data Panas Pelarutan untuk setiap senyawa


Tabel berikut adalah panas pelarutan yang dihasilkan oleh tiap senyawa:
Tabel LB-5 Panas pelarutan (Perry & Green, 1999)
Komponen ΔHpelarutan (kkal/kmol)
NaOH +10,18
Lakase -3,991
HBT -4,304

Universitas Sumatera Utara


LB.3 Perhitungan Estimasi Panas Pembentukan (∆Hf)
Perhitungan panas pembentukan (∆Hf) dilakukan dengan menggunakan
metode Joback (Perry & Green, 1999).
Tabel LB-6 Panas pembentukan tiap gugus fungsi (Perry & Green, 1999)
No. Gugus fungsi ∆Hf298(kJ/kmol)
1. -CH3 -76,45
2. -CH2- -26,80
3. -CH= 8,67
4. | 79,72
-C-
|
5. -O- -138,16
6. -CO- -33,22
7. -OH -208,04
8. -COO- -337,92
9. -COOH -426,72
10. =CH(N3) 340730
11. 1,4 benzenediol 8370

1. Selulosa (C6H5O5)n = (C6H5O5)1000


Derajat polimerisasi selulosa ± 1000 (Weilen, tanpa tahun)
Struktur bangun :

|
-C– = 6 x 1000 x 79,72 = 478320
|
-CH2- = 6 x 1000 x -26,80 = -1040200
-OH = 6 x 1000 x -208,04 = -1248240
- O- = 5 x 1000 x -138,16 = -690800
Total = -2500920
Jadi ∆HfSelulosa = -2500920 kJ/kmol = -597748,51 kkal/kmol

Universitas Sumatera Utara


2. Lignin
-OH = 3 x- 208,04 x 25 = -15603

OH
|
O
-C– = 6 x 79,72 x 25 = 11958
OCH3
|
O
O
-CH2- = 2 x -26,80 x 25 = -1340
-CH= = 9 x 8,67 x 25 = 1950,75
HO

OH OCH3 n
-CH3 = 2 x -76,45 x 25 = 3822,
- CO- = 2 x -33,22 x 25 = -1661
-O- = 3 x -138,16 x 25 = -10362 +
Total = -11234,75
Jadi ∆Hflignin = -11234,75 kJ/kmol = -2685,17 kkal/kmol

3. Ekstraktif
Perhitungan dengan menggunakan metode joback (Perry & Green, 1999).
∆Hflignin = 68,29 + HfCH2 + 2HfCl = 68,29 + (-20,64 ) + 2.( -71,55)
= -95,45 KJ/mol = -95450 kJ/kmol = - 22813,64 kkal/kmol

4. Lignin karbonil (R=O)


-OH = 2 x - 208,04 x 25 = 525
OH
O -CH2- = 2 x -26,80 x 25 = 337,5
OCH3 -CH= =5x 8,67 x 25 = 1083,75

O O -CH3 = 1 x -76,45 x 25 = -1911,25


|
O
-C– =2x 79,72 x 25 = 3986
OH n
|
- CO- = 2 x -33,22 x 25 = -1661
-COO = 1 x -337,92 x 25 = -8448
-O- = 2 x -138,16 x 25 = -6908 +
Total = -13858,5
Jadi ∆HfR=O = -13858,5 kJ/kmol = -3312,26 kkal/kmol

Universitas Sumatera Utara


5. Asam muconic ester
-OH = 2 x -208,04 x 25 = -10402
|
-C– =6x 79,72 x 25 = 11958
R |
-CH2- =2x -26,80 x 25 = -1340
COOCH3 -CH= =9x 8,67 x 25 = 1950,75
COOH
-CH3 =2x -76,45 x 25 = -3822,5
- CO- =2x -33,22 x 25 = -1661
-O- = 3 x -138,16 x 25 = -10362
-COO- = 1 x -337,92 x 25 = -8448
-COOH = 1 x -426,72 x 25 = -10668 +
Total = -32794,75
Jadi ∆HfMuconic acid ester = -32794,75 kJ/kmol = -7838,13 kkal/kmol

6. Lakase (1,4 benzenediol oxidase)

Cu+ OH
Cu+
Cu+
OH Cu+
1,4 benzenediol = 194 x 8,37 = 1623,78 kJ/mol = 1623780 J/mol
jadi ∆HfLakase = 1623780 kJ/kmol = 388092,73 kkal/kmol

7. HBT (Hydoroxybenzotraizole)
N

N
N

OH

Universitas Sumatera Utara


-CH= = 4 x 8,67 = 34,68

C
= 1 x 79,72 = 79,72
-OH = 1 x -208,04 = -208,04

=CH-N3 = 1 x 340730 = 340730


Jadi ∆HfHBT = 340636,36 kJ/kmol = 81414,04 kkal/kmol

8. HBT’ (H-benzotraizole)
N

N
N

H
-CH= = 4 x 8,67 = 34,68

C
= 1 x 79,72 = 79,72

=CH-N3 = 1 x 340730 = 340730


Total ∆HfHBT’ = 340844,4 kJ/kmol = 81463,76 kkal/kmol

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-7 Panas pembentukan senyawa lainnya (Maloney, 2007)
Komponen ∆Hf298(kkal/kmol)
CH2O - 10,86
HclO - 28,18
HClO3 - 23,4
H2O - 68,32
NaCl - 98,321
Na2CO3 - 269,46
NaOH -112,19
Na2S - 89,8
NaHS -1,49
ClO2 -24,7

LB.4 Perhitungan Neraca Energi


Pada perhitungan neraca energi ini diasumsikan bahwa selama operasi tidak
1
ada panas yang hilang.

B.1 DIGESTER (R-101)


Fungsi : Sebagai tempat pemasakan chip dengan menggunakan cairan pemasak
berupa lindi putih.

Saturated steam Lindi Putih


Air T= 180ºC (NaOH + Na2S + Na2CO3)
T= 28ºC
2 T = 30ºC
3
Selulosa
Chip R-101 Lignin
1 Ekstraktif
4
T = 30ºC Air
5 NaOH
57
Na2S
Na2CO3
NaOH NaOH Kondensat
Na S T = 165ºC
T =155 ºC 2 T =180°C
Na2CO3 P = 1020 kPa
T = 165ºC
T =81 ºC

Universitas Sumatera Utara


Reaksi chip dengan cairan pemasak yaitu (Lin, 1974; Anonim2, 2009) :
Chip + NaOH + Na2S + Na2CO3
R=O + (C6H5O5)1000 + CH2Cl + NaOH + Na2S + 2Na2CO3 + H2O
Rumus untuk reaksi yang tidak diketahui stoikiometrinya (Reklaitis,1983):

Tabel LB-8 Panas masuk pada Digester (R-101)

N Tj Q
Alur Komponen (K) (kkal/kmol)
(kmol/jam) (kkal/jam)
1 Chip 0,06 303,15 -623247,32 0 -23536,39
NaOH 213,71 303,15 -112,19 6,00 -22692,90
2 Na2S 66,17 303,15 -89,8 77,35 -823,84
Na2CO3 22,82 303,15 -269,46 123,70 -3326,92
3 Air 6582,24 301,15 -68,32 6,50 -406890,41
57 NaOH 357,59 428,15 -112,19 187,86 27057,98
Total panas masuk -430212,48

Tabel LB-9 Panas keluar pada Digester (R-101)


N Tj Q
Alur Komponen (K)
(kmol/jam) (kkal/kmol) (kkal/jam)
4 selulosa 0,04 438,15 -597748,51 5696367,6 217749,37
lignin' 0,07 438,15 -3312,26 11421,20 569,75
ekstraktif 0,24 438,15 -22813,64 2522,80 -4853,04
Air 6705,08 438,15 -68,32 306,08 1594217,41
NaOH 10,49 438,15 -112,19 205,04 973,99
Na2CO3 20,36 438,15 -89,8 3463,60 68684,30
Na2S 14,60 438,15 -269,46 2165,80 27689,60
5 NaOH 560,81 438,15 -112,19 205,04 52070,61
Na2S 51,57 438,15 -89,8 2165,80 107059,86
Na2CO3 2,47 438,15 -269,46 3463,60 7878,24
Total panas keluar 2072041,09

Pada temperatur 180oC dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 2502253,57 : 480,52
= 5207,39 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


B.2 Diffuser Washer (V-201)
Fungsi : Sebagai tempat pencucian pulp setelah dari digester dengan
menggunakan tekanan atmosfer dan suhu yang tinggi,

Saturated steam Air


T= 180ºC
T = 28ºC
6
Selulosa
Lignin
4 Selulosa
Ekstraktif V-201 7 Lignin
Air
Ekstraktif
NaOH
Air
Na2S Selulosa
Na2CO3 38 T = 170ºC
Lignin
T = 165ºC Ekstraktif
Kondensat Air
T= 180ºC NaOH
P = 1020 kPa Na2S
Na2CO3
T = 170 ºC

Tabel LB-10 Panas masuk pada Diffuser Washer (V-201)


Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)
Selulosa 0,04 438,15 5696367,60 243277,73
Lignin’ 0,07 438,15 419139,00 29424,41
Ekstraktif 0,24 438,15 2522,80 603,26
4 Air 6705,08 438,15 306,08 2052308,51
NaOH 10,49 438,15 205,04 2150,88
Na2S 14,60 438,15 2165,80 31624,15
Na2CO3 20,36 438,15 3463,60 70512,46
6 Air 18316,53 301,15 6,50 119123,97
Total panas masuk 2549025,38

Tabel LB-11 Panas keluar pada Diffuser Washer (V-201)


Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)
Selulosa 0,04 443,15 5899809,30 249446,56
7 Lignin asam 0,07 443,15 434108,25 304,75
Ekstraktif 0,24 443,15 2612,90 618,56

Universitas Sumatera Utara


Air 3698,17 443,15 317,11 1172728,31
Selulosa 0,0004 443,15 5899809,30 2519,66
Lignin asam 0,0007 443,15 434108,25 304,75
Ekstraktif -0,002 443,15 2612,90 6,25
38 Air 21323,44 443,15 317,11 6761877,92
NaOH 10,49 443,15 213,78 2242,52
Na2S 14,60 443,15 2243,15 32753,58
Na2CO3 20,36 443,15 3587,30 73030,76
Total panas keluar 8295833,64

Qsteam = (8295833,64 – 2549025,38) = 5746808,26 kkal/jam


Pada temperatur 180oC, dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 5746808,26 : 480,52
= 11959,56 kg/jam

B.3 Blow Tank (V-202)


Fungsi : Untuk Mendinginkan pulp sebelum memasuki tahap bleaching

Air pendingin
T = 28ºC

Selulosa
Selulosa
Lignin 7 V-202 8 Lignin
Ekstraktif
Ekstraktif
Air
Air
T = 170ºC Air pendingin T = 108ºC
Panas Masuk:
Bekas
T = 90°C

Tabel LB-12 Panas masuk pada Blow tank (V-301)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 443,15 5899809,30 249446,56
Lignin’ 0,07 443,15 434108,25 30170,52
7
Ekstraktif 0,24 443,15 2612,90 618,56
Air 3698,17 443,15 317,11 1172728,31
Total panas masuk 1452963,95

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-13 Panas keluar pada Blow tank (V-301)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 381,15 3377132,22 142786,65
Lignin’ 0,07 381,15 248489,55 17270,03
8
Ekstraktif 0,24 381,15 1495,66 354,07
Air 3698,17 381,15 180,83 668749,39
Total panas keluar 829160,14

(n.Cp.∆T)pulp = (n.Cp.∆T)air
(n.Cp.dT)pulp = 1452963,95 – 829160,14
= 623803,81 kkal/jam
Cpair (301,15 K) = 8,712T – 0,00125T2 –1,8 x 10-7T3
Cpair (301,15 K) = 2505,34 kkal/kmol.K
623803,81 = (n.Cp.∆T)air
nair = 623803,81 : {2505,34 x (363,15 – 301,15)} = 4,02 kmol/jam
mair = 4,02 x 18 = 72,29 kg/jam
Jadi massa air pendingin yang diperlukan adalah 72,29 kg/jam

B.4 MIXER-1 (M-301)


Fungsi : Untuk mencampurkan unbleached pulp dengan Lakase dan HBT

T = 30°C
T = 28°C Air Lakase
HBT T = 30°C
9 10
11
T= 108°C
88 12
Selulosa Selulosa
M-301 Lignin
Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air Air
Lakase
Air

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-14 Panas masuk pada Mixer-1 (M-301)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 381,15 3377132,22 142786,65
Lignin 0,07 381,15 248489,55 17270,03
8
Ekstraktif 0,24 381,15 1495,66 354,07
Air 3698,17 381,15 180,83 668749,39
9 Air 1761,03 301,15 6,50 11453,12
10 Lakase 0,02 303,15 49840 797,70
11 HBT 0,55 303,15 206,45 113,00
Total panas masuk 841523,97

Diketahui ΔH pelarutan lakase adalah -3,991 kkal/kmol (Perry & Green, 1999),
Qpelarutan = -3,991 x (1120,36 : 70000) = -0,06 kkal/jam
Diketahui ΔH pelarutan HBT adalah -4,304 kkal/kmol (Perry & Green, 1999),
Qpelarutan = -4,304 x (73,96 : 135,12) = -2,36 kkal/jam
T keluar diperoleh dengan metode trial and error yaitu :
Qpelarutan + Qmasuk = Qkeluar
{(-0,06 – 2,36) + 841523,97}= Qkeluar
841521,55 kkal/jam = Qkeluar

Qkeluar = N,
Sehingga diperoleh T keluar (Tj) adalah 85,15 ≈ 85oC

Tabel LB-15 Panas keluar pada Mixer-1 (M-301)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,06 358,15 2447453,51 103465,27
Lignin 0,11 358,15 180083,74 12514,11
Ekstraktif 0,37 358,15 1083,92 256,57
12
Air 8733,33 358,15 130,86 714331,08
Lakase 0,02 358,15 599587,41 9595,19
HBT 0,87 358,15 2483,64 1359,34
Total panas keluar 841521,55

Universitas Sumatera Utara


B.5 Reaktor Lakase (R-301)
Fungsi : Sebagai tempat berlangsungnya bleaching dengan menggunakan lakase

Air pendingin
T = 28°C
T = 85ºC T=65ºC
Selulosa 12 Selulosa
Lignin R-301
Lignin
Ekstraktif 13 Ekstraktif
Lakase Lakase
HBT HBT
Air Air
Air pendingin
bekas
T = 45°C
P = 1020 kPa

Reaksi chip dengan cairan pemasak yaitu (Viikari & Lantto, 2002) :
OCH3 Cu2+ OH
Cu+ OH
N N

Cu+
OO Cu2+
+ + N
+ 2H + + O2 +
N

Cu + +
N Cu2+ + + + H2O
OCH3 N
OH Cu+ O OH Cu2+
OH OH H

Lignin + lakase + HBT + 2H+ + O2 Lignin teroksidasi + lakase


teroksidasi + HBT + H2O
Untuk reaksi yang tidak diketahui stoikiometrinya, maka :

Tabel LB-16 Panas masuk pada reaktor lakase (R-301)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 358,15 -597748,51 2447453,51 78192,20
Lignin 0,07 358,15 -2685,17 180083,74 12327,49
Ekstraktif 0,24 358,15 -22813,64 1083,92 -5144,19
12
Air 5459,21 358,15 -68,32 130,86 341357,99
Lakase 0,02 358,15 388092,73 599587,41 15806,68
HBT 0,55 358,15 81414,04 2483,64 45924,65
Total panas masuk 488464,81

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-17 Panas keluar pada reaktor lakase (R-301)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 338,15 -597748,51 1627533,6 43539,77
Lignin 0,08 338,15 -3312,26 119754 8844,78
Ekstraktif 0,24 338,15 -22813,64 720,8 -5230,12
13
Air 5459,21 338,15 -68,32 86,91 101521,02
Lakase 0,02 338,15 388092,73 398720 12221,05
HBT 0,32 338,15 81463,76 1523,2 26794,51
Total panas keluar 187691,02

(n.Cp.∆T)pulp = (n.Cp.∆T)air
(n.Cp.dT)pulp = 88464,81 – 187691,02
= 300773,79 kkal/jam
Cpair (301,15 K) = 8,712T – 0,00125T2 –1,8 x 10-7T3
Cpair (301,15 K) = 2505,33 kkal/kmol.K
300773,79 = (n.Cp.∆T)air
nair = 300773,79 : {2505,33 x (318,15 – 301,15)} = 7,06 kmol/jam
mair = 7,06 x 18 = 127,12 kg/jam
Jadi massa air pendingin yang diperlukan adalah 127,12 kg/jam

B.6 Rotary Washer -1 (W-301)


Fungsi : Untuk memisahkan zat-zat yang dapat terlarut dalam air dari pulp

Air
T = 28ºC
14
T=65ºC 16
13 W-301 Selulosa
Selulosa Lignin
Lignin Ekstraktif
Ekstraktif Selulosa
Lignin Air
Lakase
HBT Ekstraktif
Air 15 Lakase
HBT
Air

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-18 Panas masuk pada Washer Vacumm Filter-1 (W-301)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 338,15 1627533,6 68812,84
Lignin 0,08 338,15 119754 9096,38
Ekstraktif 0,24 338,15 720,8 170,64
13
Air 5459,21 338,15 89,91 474494,12
Lakase 0,02 338,15 398720 6193,06
HBT 0,32 338,15 1523,2 491,81
14 Air 14841,17 301,15 6,50 96521,52
Total panas masuk 655780,36

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial and error yaitu

Qkeluar = N,
Sehingga diperoleh T keluar (Tj) adalah 39,2 ≈ 39oC

Tabel LB-19 Panas keluar pada Washer Vacuum Filter-1 (W-301)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,0008 312,15 578058,14 488,81
Lignin 0,001 312,15 42533,54 64,62
Ekstraktif 0,004 312,15 256 1,21
15
Air 16653,54 312,15 30,82 513275,43
Lakase 0,02 312,15 141615,10 2199,62
HBT 0,32 312,15 541 174,68
Selulosa 0,04 312,15 578058,14 23951,84
Lignin 0,07 312,15 42533,54 3166,20
16
Ekstraktif 0,23 312,15 256 59,39
Air 3646,84 312,15 30,82 112398,56
Total panas keluar 655780,36

Universitas Sumatera Utara


B.7 MIXER-2 (M-302)
Fungsi : Untuk mencampurkan pulp dengan NaOH

Air NaOH T = 30ºC


T = 28ºC
18 17

16
Selulosa M-302 Selulosa
Lignin 19 Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air Air
T = 39ºC NaOH

Tabel LB-20 Panas masuk pada Mixer-2 (M-302)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,04 312,15 578058,14 23951,84


Lignin asam 0,07 312,15 42533,54 3166,20
16
Ekstraktif 0,23 312,15 256 59,39
Air 3646,84 312,15 30,82 112398,56
17 NaOH 5,49 303,15 6 32,96
18 Air 10,98 301,15 6,50 71,44
Total panas masuk 139680,39

Diketahui ΔH pelarutan NaOH adalah +10,18 kkal/kmol (Perry&Green,1999)


Qpelarutan = 10,18 x (219,47 : 40) = 55,86 kkal/jam
Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial and error yaitu
Qpelarutan + Qmasuk = Qkeluar
55,86 + 139680,39 = Qkeluar
Qkeluar = 139736,25 kkal/mol

Qkeluar = N,
Sehingga diperoleh T keluar (Tj) adalah 39,18oC ≈ 39oC

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-21 Panas keluar pada Mixer-2 (M-302)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,04 312,15 576727,39 23905,11


Lignin 0,07 312,15 42435,62 3160,02
19 Ekstraktif 0,23 312,15 255,42 59,28
Air 3657,83 312,15 30,74 112516,98
NaOH 5,49 312,15 17,28 94,85
Total panas keluar 139736,25

B.8 REAKTOR ALKALI (R-302)


Fungsi : Untuk mengaktivasi lignin

Saturated steam
T = 180°C
T = 39ºC T = 75ºC
R-302
19 20
Selulosa Selulosa
Lignin Kondensat Lignin
Ekstraktif T = 180°C Ekstraktif
NaOH P = 1020 kPa NaOH
Air Air
NaCl

Reaksi pada ekstraksi alkali (Runge, 1995) adalah sebagai berikut:


Reaksi pengaktifasian ulang lignin:

Cl R R

+ NaOH  NaCl + H2O +


OCH3 OCH3
OH OH

Untuk reaksi yang tidak diketahui stoikiometrinya, maka :

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-22 Panas masuk pada Reaktor Alkali (R-302)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 312,15 -597748,51 576727,39 -862,50
Lignin’ 0,07 312,15 -3312,26 42435,62 2913,46
19 Ekstraktif 0,23 312,15 -22813,64 255,42 -5233,46
Air 3657,83 312,15 -68,32 30,74 -137385,62
NaOH 5,49 312,15 -112,19 17,28 -520,70
Total panas masuk -141099,83

Tabel LB-23 Panas keluar pada Reaktor Alkali (R-302)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 348,15 -597748,51 2034417 59528,12
Lignin 0,07 348,15 -3312,26 142316 10905,74
Ekstraktif 0,23 348,15 -22813,64 901 -5083,71
20
Air 3659,69 348,15 -112,19 108,71 -12724,76
NaOH 3,62 348,15 -112,19 64,45 -173,00
NaCl 1,86 348,15 -98,32 73,61 -46,01
Total panas keluar 52406,38


o
Pada temperatur 180 C dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 193495,22 : 480,52
= 402,68 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


B.9 Rotary Washer -2 (W-302)
Fungsi : Untuk membuang zat-zat terlarut yang terdapat dalam pulp

T = 28ºC
Air proses
21
T = 75ºC
W-302
23
20
Selulosa Selulosa
Lignin 22 Lignin
Ekstraktif Selulosa Ekstraktif
NaOH Lignin Air
Air Ekstraktif
NaCl NaOH
Air
NaCl

Tabel LB-24 Panas masuk pada Washer Vacuum Filter-2 (W-302)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,04 348,15 2034417 84295,73


Lignin 0,07 348,15 149692,5 11152,51
Ekstraktif 0,23 348,15 9 209,03
20
Air 3659,69 348,15 108,71 397855,60
NaOH 3,62 348,15 64,45 233,59
NaCl 1,86 348,15 73,61 137,12
21 Air 10191,10 301,15 3,59 36609,72
Total panas masuk 530493,31

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial and error yaitu

Sehingga diperoleh T keluar (Tj) adalah = 41,59oC ≈ 42oC

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-25 Panas keluar pada Washer Vacuum Filter-2 (W-302)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,0008 315,15 698499,86 559,45
Lignin 0,001 315,15 51395,65 74,02
Ekstraktif 0,004 315,15 309,35 1,39
22
Air 10662,48 315,15 37,24 383851,39
NaOH 3,62 315,15 21,03 73,59
NaCl 1,86 315,15 25,14 45,26
Selulosa 0,04 315,15 698499,86 27413,28
Lignin 0,07 315,15 51395,65 3626,84
23
Ekstraktif 0,23 315,15 309,35 67,98
Air 3188,32 315,15 37,24 114780,11
Total panas keluar 530493,31

B.10 Mixer-3 (M-303)


Fungsi : Untuk mencampurkan pulp dengan NaOH sebelum proses bleaching
klorin dioksida,

T = 28ºC Air NaOH T = 30ºC


24 25
23
T = 42ºC F26
M-303
Selulosa 26 Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air Air
NaOH

Tabel LB-26 Panas masuk pada Mixer-3 (M-303)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 315,15 698499,86 27413,28
Lignin 0,07 315,15 51395,65 3626,84
23
Ekstraktif 0,23 315,15 309,35 67,98
Air 3188,32 315,15 37,24 114780,11
24 Air 4,32 301,15 6,50 28,07
25 NaOH 2,16 303,15 6 12,95
Total panas masuk 145929,22

Universitas Sumatera Utara


Diketahui ΔH pelarutan NaOH adalah +10,18 kkal/kmol (Perry&Green, 1999)
Qpelarutan = 10,18 x (86,23 : 40) = 21,95 kkal/jam
T keluar diperoleh dengan metode trial and error yaitu :
Qpelarutan + Qmasuk = Qkeluar
21,95 + 145929,22 = Qkeluar
145951,17 kkal/jam = Qkeluar

Qkeluar = N.
Sehingga diperoleh T keluar (Tj) adalah 41,58oC ≈ 42oC

Tabel LB-27 Panas keluar pada Mixer-3 (M-303)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 315,15 697761,23 27387,75
Lignin 0,07 315,15 51341,30 3623,46
26 Ekstraktif 0,23 315,15 309,02 67,91
Air 3192,63 315,15 37,20 114828,31
NaOH 2,16 315,15 21 43,74
Total panas keluar 145951,17

B.11 Reaktor Klorin Dioksida (R-303)


Fungsi : Sebagai tempat terjadinya proses bleaching dengan klorin dioksida

Saturated steam HClO T = 70ºC


T = 180°C HClO3
27
26 29 T = 70ºC
R-303
Selulosa F27 Selulosa
Lignin Lignin
27
Ekstraktif ClO2 Ekstraktif
Kondensat
Air T = 180°C T = 30ºC Air
NaOH P = 1020 kPa NaOH
T = 42ºC Asam muconic ester
ClO2

Universitas Sumatera Utara


Reaksi pada bleaching klorin dioksida (Svenson,2006) adalah sebagai berikut:
R
R

+ H2O + 2ClO2 + HClO2 + HClO

COOCH3
OCH3
COOH
OH

Untuk reaksi yang tidak diketahui stoikiometrinya, maka :

Tabel LB-28 Panas masuk pada Reaktor Klorin Dioksida (R-303)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,04 315,15 -597748,51 697761,23 3115,49


Lignin 0,07 315,15 -3312,26 51341,30 3381,62
26 Ekstraktif 0,23 315,15 -22813,64 309,02 -5118,97
Air 3192,63 315,15 -68,32 37,20 -103292,42
NaOH 2,16 315,15 -112,19 21 -198,12
27 ClO2 2,13 303,15 -24,7 10,89 -29,39
Total panas masuk -102141,78

Tabel LB-29 Panas keluar pada Reaktor Klorin Dioksida (R-303)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 343,15 -28,18 369 50076,58
Lignin 0,004 343,15 -23,4 864 641,44
Ekstraktif 0,23 343,15 -597748,51 1830975,3 -5002,52
Air 3192,63 343,15 -3312,26 134723,25 94154,84
29 NaOH 1,09 343,15 -22813,64 810,9 -59,60
NaCl 0,92 343,15 -68,32 97,81 -29,63
Asam
muconic 1,703 343,15 -112,19 57,56 299691,40
ester
HClO 0,64 343,15 -98,32 66,20 217,69
28
HClO3 0,43 343,15 -7838,13 183786,75 357,95
Total panas keluar 440048,15

Universitas Sumatera Utara


Pada temperatur 180oC dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 542189,93 : 480,52
= 1128,34 kg/jam

B.12 Rotary Washer -3 (W-303)


Fungsi : Untuk memisahkan zat-zat yang dapat terlarut dalam air dari pulp

30 Air Proses T = 28°C


29 32
T = 70ºC W-303
Selulosa Selulosa
Lignin Lignin
Ekstraktif Ekstraktif
Air 31 Air
NaOH Selulosa
Asam muconic ester Lignin
NaCl Ekstraktif
Air
Naoh
Asam mucoric ester
NaCl

Tabel LB-30 Panas masuk pada Washer Vacuum Filter-3 (W-303)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)
Selulosa 0,04 343,15 1830975,3 74348,84
Lignin 0,004 343,15 134723,25 657,61
Ekstraktif 0,23 343,15 810,9 184,37
29 Air 3192,63 343,15 97,81 312275,57
NaOH 1,09 343,15 57,56 62,82
NaCl 0,92 343,15 66,20 61,08
Asam Muconic Ester 1,70 343,15 183786,75 313041,99
30 Air 8990,35 301,15 6,50 58469,96
Total panas masuk 759102,24

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial and error yaitu

Universitas Sumatera Utara


Qkeluar = N,
Sehingga diperoleh T keluar (Tj) adalah 46,64 ≈ 47oC

Tabel LB-31 Panas keluar pada Washer Vacuum Filter-3 (W-303)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,0008 320,15 880426,79 715,20


Lignin 0,00009 320,15 64781,84 6,33
Ekstraktif 0,004 320,15 389,92 1,77
31 Air 11901,50 320,15 46,96 559089,83
NaOH 1,09 320,15 26,69 29,14
NaCl 0,92 320,15 31,71 29,27
Asam Muconic Ester 1,70 320,15 88374,09 150565,91
Selulosa 0,04 320,15 880426,79 35044,86
Lignin 0,004 320,15 64781,84 309,97
32
Ekstraktif 0,22 320,15 389,92 86,90
Air 281,48 320,15 46,96 132223,06
Total panas keluar 759102,24

B.13 Rotary Dryer (TD-401)


Fungis : Untuk mengeringkan pulp

Superheated steam
Uap air T = 180 ºC
T =110 °C P = 101,325 kPa
T = 47ºC
Selulosa
35
Selulosa Lignin
34 36
Lignin TD-401 Ekstraktif
Ekstraktif Air
Air Kondensat T = 110ºC
T = 100 ºC
P = 101,325 kPa

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-32 Panas masuk pada Rotary Dryer (TD-401)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,04 320,15 880426,79 35044,86


Lignin 0,004 320,15 64781,84 309,97
34
Ekstraktif 0,22 320,15 389,92 86,90
Air 72,86 320,15 46,96 3422,48
Total panas masuk 38864,21

Tabel LB-33 Panas keluar pada Rotary Dryer (TD-401)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,04 383,15 3458508,9 137627,96


Lignin 0,004 383,15 254477,25 1217,31
36
Ekstraktif 0,22 383,15 1531,7 341,28
Air 30,50 383,15 185,21 5648,54
35 Steam 42,36 383,15 185,21 7845,19
Total panas keluar 152680,27

Qsteam = (152680,27 – 38864,21) kkal/jam


= 113816,06 kkal/jam
Pada temperatur 180oC, dan tekanan 101,325 kPa maka H superheated steam adalah
2829,81 kJ/kg = 675,88 kkal/kg dan pada temperatur 100oC, dan tekanan 101,325
kPa maka H = 2676,06 kJ/kg = 639,16 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 113816,06 : (675,88 + 639,16)
= 86,55 kg/jam

B.14 BLOW BOX (B-401)


Fungsi : Untuk menurunkan panas dalam produk

Udara pendingin
T =110 C o
o
T = 30oC
T = 30 C
Selulosa 37 Selulosa
B-401
Lignin Lignin
36
Ekstraktif Ekstraktif
T = 110°C
Air Air
Udara pendingin bekas

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-34 Panas masuk pada Blow Box (B-401)
Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,04 383,15 3458508,9 137627,96


Lignin 0,004 383,15 254477,25 1157,32
36
Ekstraktif 0,22 383,15 1531,7 341,28
Air 30,49 383,15 185,21 5648,54
Total panas masuk 144775,10

Tabel LB-35 Panas keluar pada Blow Box (B-401)


Alur Komponen N Tj Q
(kmol/jam) (K) (kkal/jam)

Selulosa 0,04 303,15 203441,7 8095,76


Lignin 0,004 303,15 14231,6 68,08
37
Ekstraktif 0,22 303,15 90,1 20,08
Air 30,49 303,15 10,84 330,62
Total panas keluar 8514,53

Qpulp = 144775,10 – 8514,53


= 136260,56 kkal/jam
Qpulp = Qudara
136260,56 = m.Cpudara.∆T
Kebutuhan udara pendingin =
= 29,784227.T – ½.T2.9,637661x 10-3 + 1/3.T3.4,57149 x 10-5
= 2550,75 kkal/kmol.K
Cpudara = 2550,76 kkal/kmol.K
Mudara = (136260,56 : 2550,76) = 53,42 kg/jam
Jadi massa udara pendingin yang diperlukan adalah 53,42 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


B.15 Mixer-4 (M-501)
Fungsi : untuk mencampurkan lindi hitam yang berasal dari digester dan diffuser
washer sebelum dipekatkan dalam evaporator

Selulosa
Lignin T = 170ºC
Ekstraktif
Air
NaOH
Na2S 38 Selulosa
Na2CO3 Lignin
39 Ekstraktif
NaOH T = 165ºC
Na2S Air
M-501 NaOH
Na2CO3 5
Na2S
Na2CO3

Tabel LB-36 Panas masuk pada Mixer-4 (M-501)


Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)
NaOH 560,81 438,15 205,03 114987,87
5 Na2S 51,57 438,15 2165,8 111690,86
Na2CO3 2,47 438,15 3463,6 8542,86
Selulosa 0,004 443,15 5899809,3 25196,62
Lignin 0,0007 443,15 412716,4 289,98
Ekstraktif 0,002 443,15 2612,9 6,25
38 Air 21323,43 443,15 317,11 6761877,92
NaOH 10,49 443,15 213,77 2242,52
Na2S 14,60 443,15 2243,15 32753,58
Na2CO3 20,36 443,15 3587,3 73030,77
Total panas masuk 7130619,24

Temperatur keluar diperoleh dengan cara trial and error yaitu

Qkeluar = N,
Sehingga diperoleh T keluar (Tj) adalah 168,27 ≈ 168 oC

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-37 Panas keluar pada Mixer-4 (M-501)
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)
Selulosa 0,0004 443,15 5851499,87 2524,38
Lignin 0,0007 443,15 409336,95 290,52
Ekstraktif 0,002 443,15 2591,50 6,26
39 Air 21323,44 443,15 314,49 6774652,12
NaOH 571,30 443,15 211,69 122402,52
Na2S 66,17 443,15 2224,78 148711,38
Na2CO3 22,82 443,15 3557,92 82032,06
Total panas keluar 7130619,24

B.16 Evaporator Multi Efek (E 501 – E 505)


Fungsi : Untuk memekatkan lindi hitam

saturated steam
T =1800C T = 168ºC
1020 kPa
I II III IV V
V
49 47 45 43 41 39
F47

T = 180 ºC T = 177 ºC T = 175 ºC T = 173 ºC T = 170 ºC


kondensat
T = 180°C
P = 1020 kPa

Kondisi operasi:
Tabel LB-38 Kondisi operasi evaporator
Evaporator T(ºC) P (atm)
1 180 6,14
2 177 2,51
3 175 1,90
4 173 1,41
5 170 0,96

Universitas Sumatera Utara


Konsistensi lindi setelah evaporasi adalah
%C = (414329,35 – 410683,25) : 414329,35 x 100% = 0,88%
Kandungan padatan dalam bahan yang dibakar dalam Furnace adalah 60% (Dahl,
1999) maka air yang harus diuapkan adalah:

Air = 2430,73 kg/jam


w1-ε = (410683,25 – 2430,73) kg/jam = 408252,52 kg/jam

Berikut adalah data untuk Evaporator Multiple-Effect Evaporator (Smook, 1989) dan
Panas laten untuk setiap suhu (Smith, 2005)

Tabel LB-39 Data Evaporator Multiple Effect Evaporator


Evaporator T(ºC) U (W/jam,m2, K) λ (kJ/kg)
1 180 2362,05 2155,9
2 177 2225,78 2179,4
3 175 2191,71 2204,55
4 173 1794,25 2230
5 170 1362,72 2259,6
wF = 414329,35 kg/jam
w = 408252,52 kg/jam : 5 = 81650,50 kg/jam
Karena steam yang diuapkan semakin lama semakin meningkat untuk setiap
efek maka :
Asumsi: w5 = 78464,11 kg/jam
Efek kelima = w4λ4 + wF,CF (tF-t4) = w5λ5

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-40 wF,CF,(tF-t4)
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)

Selulosa 0,0004 443,15 203441,7 86,88


Lignin 0,0007 443,15 14231,6 10,94
Ekstraktif 0,002 443,15 90,1 0,22
39 Air 21323,43 443,15 11,02 235145,43
NaOH 571,30 443,15 8,73 4991,12
Na2S 66,17 443,15 77,35 5118,39
Na2CO3 22,82 443,15 123,7 2823,40
Total 248176,39

Diperoleh: w4 = 82623,01 kg/jam


Pada temperatur 180oC dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 248176,39 : 480,52
= 516,48 kg/jam

Efek keempat = w3λ3 + (wF– w5) ,CF,(t4-t5) = w4λ4


Tabel LB-41 (wF –w5) ,CF,(t4-t5)
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)
Selulosa 0,0004 446,15 122065,02 52,13
Lignin 0,0007 446,15 8538,96 6,56
Ekstraktif 0,002 446,15 54,06 0,13
41 Air 21146,41 446,15 6,61 139982,14
NaOH 571,30 446,15 5,28 3021,41
Na2S 66,17 446,15 46,41 3071,04
Na2CO3 22,82 446,15 74,22 1694,04
Total 147827,45

Diperoleh: w3 = 83509,78 kg/jam


Pada temperatur 180oC dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 147827,45 : 480,52
= 307,64 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Efek ketiga = w2λ2 + (wF– w5-w4) ,CF,(t3-t4) = w3λ3
Tabel LB-42 (wF– w5-w4) ,CF,(t3-t4)
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)

Selulosa 0,0004 448,15 81376,68 34,75


Lignin 0,0007 448,15 5692,64 4,38
Ekstraktif 0,002 448,15 36,04 0,09
43 Air 20969,39 448,15 4,41 92567,51
NaOH 571,30 448,15 3,54 2025,41
Na2S 66,17 448,15 30,94 2047,36
Na2CO3 22,82 448,15 49,48 1129,36
Total 97808,86

Diperoleh: w2 = 84428,59 kg/jam


Pada temperatur 180oC dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 97808,86 : 480,52
= 203,55 kg/jam
Efek kedua = w1λ1 + (wF – w5 -w4-w3) ,CF,(t2-t3) = w2λ2
Tabel LB-42 (wF– w5-w4-w3) ,CF,(t2-t3)
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)
Selulosa 0,0004 450,15 81376,68 34,75
Lignin 0,0007 450,15 5692,64 4,38
Ekstraktif 0,002 450,15 36,04 0,08
45 Air 20792,37 450,15 4,41 91807,71
NaOH 571,30 450,15 3,56 2034,32
Na2S 66,17 450,15 30,94 2047,36
Na2CO3 22,82 450,15 49,48 1129,36
Total 97057,96

Diperoleh: w1 = 85303,87 kg/jam


Pada temperatur 180oC dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 97057,96 : 480,52
= 201,99 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Efek pertama = Wsλs + (wF– w5-w4-w3-w2) ,CF,(t1-t2) = w1λ1
Tabel LB-43 (wF– w5-w4-w3-w2) ,CF,(t1-t2)
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)

Selulosa 0,0004 453,15 122065,02 52,13


Lignin 0,0007 453,15 8538,96 6,56
Ekstraktif 0,02 453,15 54,06 0,13
47 Air 20615,35 453,15 6,62 136579,31
NaOH 571,30 453,15 5,37 3068,19
Na2S 66,17 453,15 46,41 3071,04
Na2CO3 22,82 453,15 74,22 1694,04
Total 144471,41

Diperoleh: WS = 86169,74 kg/jam


Pada temperatur 180oC dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 144471,41 : 480,52
= 300,66 kg/jam
w5 + w4 + w3 + w2 + w1 = w1-ε
78464,11 + 82623,01 + 83509,78 + 84428,59 + 85303,87 = 414329,35 kg/jam

B. 17 Furnace (B-501)
Fungsi : Sebagai tempat pembakaran bahan organik dari dalam lindi hitam dan
mengubah komponen inorganik dari lindi hitam menjadi lindi hijau. Pada
alat ini terdapat blow tank yang berfungsi untuk mendinginkan produk
sebelum memasuki tahap recovery selanjutnya

T = 1000°C
CO2 Air pendingin
H2O T = 30ºC

T = 180ºC 51 T = 1000°C
Selulosa 1 T = 150ºC
49 a Na2CO3
Lignin 50
Ekstraktif
B-501 V-501 K2S
Air NaCl
NaOH Na2S
50b
Na2S Na2SO4
Na2CO3 Air pendingin bekas
Bahan bakar
T = 90ºC

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-44 Panas masuk pada furnace (B-501)
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)

Selulosa 0,0004 453,15 6306692,7 2693,43


Lignin 0,0007 453,15 441179,6 339,14
Ekstraktif 0,002 453,15 2793,1 6,68
Air 20615,35 453,15 339,18 6992413,04
49
NaOH 571,30 453,15 231,54 132279,21
Na2S 66,17 453,15 2397,85 158670,20
Na2CO3 22,82 453,15 3834,7 87525,53
Total 7373927,22

Tabel LB-45 Panas keluar pada furnace (E-506)


Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)

Na2CO3 229,88 1273,15 24121,5 5545039,95


K2S 17,78 1273,15 16292,25 289668,86
50 NaCl 10,85 1273,15 6015,75 65279,12
Na2S 88,32 1273,15 15083,25 1332207,17
Na2SO4 4,65 1273,15 31980 148662,59
51 CO2 495,88 1273,15 3705 1837234,47
Uap air 1151,14 1273,15 2229,799567 2566809,21
Total 11784901,37

Tabel LB-46 Panas masuk pada Blow tank


Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)

Na2CO3 229,88 1273,15 24121,5 5545039,95


K2S 17,78 1273,15 16292,25 289668,86
50 NaCl 10,85 1273,15 6015,75 65279,12
Na2S 88,32 1273,15 15083,25 1332207,17
Na2SO4 4,65 1273,15 31980 148662,59
Total 7380857,69

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-47 Panas keluar pada Blow tank
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)

Na2CO3 229,88 423,15 3092,5 710902,56


K2S 17,78 423,15 2088,75 37137,03
50a NaCl 10,85 423,15 771,25 8369,12
Na2S 88,32 423,15 1933,75 170795,79
Na2SO4 4,65 423,15 4100 19059,31
Total 946263,81

(n.Cp.∆T)pulp = (n.Cp.∆T)air
(n.Cp.dT)pulp = 7380857,69 – 946263,81
= 6434593,89 kkal/jam
Cpair (301,15 K) = 8,712T – 0,00125T2 –1,8 x 10-7T3
Cpair (301,15 K) = 2505,34 kkal/kmol.K
6434593,89 = (n.Cp.∆T)air
nair = 6434593,89 : {2505,33 x (1273,15 – 423,15)} = 3,02 kmol/jam
mair = 3,02 x 18 = 54,39 kg/jam
Jadi massa air pendingin yang diperlukan adalah 145,96 kg/jam
(C6H5O5)1000 + 4750 O2  5000 CO2 + 2500 H2O
ΔHc = (5000 x -94,052) + (2500 x -68,32) - (-126347,99) = -514712,01 kkal
Lignin + 425 O2  500 CO2 + 250 H2O
ΔHc = (500 x -94,052) + (250 x -68,32) –(-2685,17) = -61420,83 kkal
CH2Cl + 1,25 O2  CO2 + ½ H2O + HCl
ΔHc = (-94,052) + (-68,32) + (- 39,85) – (-169,9) = -32,322 kkal
2NaOH + CO2  Na2(CO3) + H2O
ΔHc = (-269,46) + (13 x -94,052) –(2 x -101,96) –(-68,32) = -1627,74 kkal
Efisiensi furnace = 75 % (Biermann, 1996)

2K+ + S2- K2S (1)


2Na+ + S2- Na2S (2)
Na+ + Cl- NaCl (3)
Na2S + 3/2 O2 + CO2 Na2CO3 + SO2 (4)

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-45 Panas reaksi pada Furnace (E-506)
∆Hr ∆Hr
Reak
(298,15 K) (1000 K)
si
(kkal/kg)
1 -121,5 14166,75 10237,5 3807,75
2 -89,8 15083,25 11826,75 3166,70
3 -98,32 15502,5 14625 779,18
4 -156,54 33091,5 32891,62 43,30
Total 7796,93
r.∆Hreaksi (1273,15 K) = 9,55 kkal/jam

= (9,55 + 26855189,36 – 2350986,99 ) = 24710910,90 kkal/jam = 1,03 x 109 kJ/jam


dQ
m dT
bahan bakar yang diperlukan adalah (300 C)
1,19.109 kJ
2052,77 kg/jam
50400 kJ/kg

B.18 Recausticizer (R-501)


Fungsi : Sebagai tempat pembentukan NaOH

Superheated steam CaO H2O


T =180ºC T = 30ºC T = 30 ºC
P =1020 kPa
55 54
53 56 NaOH
R-501 CaCO3
Na2CO3 Na2CO3
T = 150 ºC T = 155 ºC
Kondensat
T = 180ºC
P = 1020 kPa

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB-46 Panas pada masuk Recausticizer (R-501)
Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)
53 Na2CO3 229,88 423,15 3087,50 709753,16
54 H2O 179,63 303,15 6,50 1168,22
55 CaO 179,88 301,15 51,10 9191,99
Total 720113,37

Tabel LB-47 Panas keluar pada Recausticizer (R-501)


Alur Komponen N Tj Q (kkal/jam)
(kmol/jam) (K)

Na2CO3 50,24 428,15 3211 161310,36


56 NaOH 359,25 428,15 187,85 67488,49
CaCO3 179,79 428,15 2568,80 461838,02
Total 690636,87

Reaksi yang terjadi pada recausticizer ( Biermann, 1996) :


CaO + H2O Ca(OH)2
Ca(OH)2 + Na2CO3 2NaOH + CaCO3

Tabel LB-48 Panas reaksi pada Recausticizer (R-501)


∆Hr ∆Hr
(298,15 K) (428,1
Reak
K)
si
(kkal/k
g)
1 -15,57 2782 1612,64 1153,7
9
2 113,58 2974,40 3398,20 -310,22
Total 843,57

r. ∆Hreaksi (428,15 K) = (50,24 - 229,88) x -310,22


r. ∆Hreaksi (428,15 K) = 55727,92 kkal/jam

dQ/dT = (55727,92 + 690636,87 – 720113,37) = 26251,42 kkal/jam

Universitas Sumatera Utara


Pada temperatur 180oC dan tekanan 1020 kPa, maka λ saturated steam adalah 2010,52
kJ/kg = 480,52 kkal/kg (Reklaitis,1983)
msteam = 26251,42 : 480,52
= 54,63 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI ALAT

Perhitungan densitas campuran (ρ)


(Reid et.al., 1987)
Perhitungan viskositas campuran (µ) (Reid et.al., 1987)

Dimana :
ρi = densitas tiap komponen
µi = viskositas tiap komponen
xi = fraksi massa dari tiap komponen

1. Gudang Penyimpanan chip (TT-101)


Fungsi : Menyimpan chip
Bentuk bangunan : Gedung berbentuk persegi-panjang ditutup atap
Bahan konstruksi : Beton kedap air
Jumlah : 10 unit
Kondisi Penyimpanan:
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Densitas chip = 155 kg/m3
Kebutuhan chip = 9682,11 kg/jam
Kebutuhan chip untuk 15 hari (m) = 3485560 kg
Volume chip = m/ρ
= 3485560 kg / 155 kg/m3 = 22487,48 m3
Volume chip = 22487,48 / 10 = 2248,75 m3
Perhitungan:
Untuk faktor keamanan gudang = 20 %, maka
Volume gudang (V) = (1 + 0,2) x 2248,75 m3 = 2698,50 m3
Gudang direncanakan berukuran: panjang (p) = lebar (l) = 2 x tinggi (t)
Volume gudang (V) = p x l x t = 2t x 2t x t = 4t3

Universitas Sumatera Utara


1
3
V
Tinggi gudang (t) = = 8,77 m
4
Panjang gudang = lebar gudang (l) = 2t = 2 x 8,77 m = 17,54 m

2. Tangki pencampuran (TT-102)


Fungsi : untuk melarutkan lindi putih yang terdiri dari NaOH, Na2S
dan Na2CO3
Bentuk : Silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Jenis Sambungan : Double welded butt joints
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA-240 grade M tipe 316
Kondisi Penyimpanan :
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Kebutuhan Natrium Hidroksida = 8548,58 kg/jam
Kebutuhan Natrium Sulfida = 5161,41 kg/jam
Kebutuhan Natrium Karbonat = 2419,41 kg/jam
Faktor Kelonggaran = 20%
Laju total massa umpan masuk (F) = 16129,39 kg/jam
Spesifik gravity lindi putih = 1,13
Densitas campuran = 1344,17 kg/m3
Viskositas campuran = 0,78 cp = 1,90 lb/ft.jam
Perhitungan:
Ukuran Tangki

Faktor kelonggaran = 20%


Volume tangki (Vt) = V1 1,2
= (11,99 1,2)
= 14,40 m3
Digunakan D : hs = 1 : 1 (Walas, 1990)
Volume silinder (Vs) = /4 x D2 x Hs = /4 D3

Universitas Sumatera Utara


Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 : 1,
sehingga:
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell & Young,1959)
Volume tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh
= /4 D2(1/6 D)
= /24 D3
Vt = Vs + Vh (Brownell & Young,1959)
Vt = ( /4 D3) + ( /24 D 3)
Vt = 7/24 D3

24 Vt 24 14,40
Diameter tangki (D) 3 3
7 7
= 2,51 m = 98,63 in
Jari-jari (R) = 2,51 / 2 = 1,25 m = 49,32 in
Tinggi silinder (Hs) = D = 2,51 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (11,99 / 14,40) x 2,51
= 2,09 m
Phidrostatik = ρ x g x Hc
= 1344,17 x 9,8 x 2,09 m
= 27500,58 N/m2 = 27,5 kPa = 3,99 psi
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Pmaks. = P operasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 3,99 psi + 25 psi
= 28,99 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (28,99)
= 34,79 psia
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 28,99 psi + 25 psi = 53,99 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 53,99 psi = 372,24 kPa

Universitas Sumatera Utara


Tebal dinding tangki (bagian silinder)
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi High Alloy Steel 316 (Peters
et.al.,2004), diperoleh data :
Joint efficiency (E) : 0,85
Allowable stress (S) : 128932,012 kPa
Corrosion Allowance (CA) : 0,00089 m/tahun
Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (dt) = (Peters et.al.,2004) dimana :


-

d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)


P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m) = D/2
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan
372,24 x 1,25
dt (0,00089x 10) 0,013 m
(128932,012 x 0,85) - (0,6 x 372,24)
Dipilih tebal silinder standar = 0,013 m = ½ in (Brownell & Young, 1959)
dengan 12 in < Di < 120 in.
Di rancangan = 98,63 in (memenuhi batas Di).
Tebal dinding head
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi High Alloy Steel 316 (Peters
et.al.,2004), diperoleh data :
Joint efficiency (E) : 0,85
Allowable stress (S) : 128932,012 kPa
Corrosion Allowance (CA) : 0,00089 m/tahun
Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (d) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana : d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)


P = tekanan desain (kPa)
D = diameter dalam tangki (m)

Universitas Sumatera Utara


S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan
372,24 x 2,50
d 0,00089 x 10 0,013 m
2 x 128932,012x 0,85 - 0,2 x 372,24
Dipilih tebal silinder standar = 0,013 m = ½ in (Brownell & Young,1959)
Straight - flange dan tinggi tutup
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar ½ in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 2 ½ in (Brownell&Young,1959)
hh : Di = 1 : 6 (Brownell&Young,1959)

Tinggi total tangki = hs + hh = 2,51 m + 0,42 m = 2,92 m


Penentuan pengaduk
Jenis pengaduk : Jenis turbin dengan 4 blade
Bahan konstruksi : Stainless steel
H : Tinggi cairan dalam tangki pencampuran
Dt : Diameter tangki pencampuran
Di : Diameter impeller
E : Jarak pengaduk dari dasar tangki
J : Lebar sekat
W : Lebar impeller
Dt/Di = 3 ; H/Di = 3,5 ; E/Di = 0,75 ; W/Di = 0,125 (McCabe et.al.,1999)
Di = 2,51 / 3 = 0,84 m
W = 0,125 x Di = 0,2 x 0,84 = 0,10 m
E = 0,75 x Di = 0,75 x 0,84 = 0,63 m
H = 3,5 x Di = 3,5 x 0,84 = 2,92 m
Tenaga pengaduk

Universitas Sumatera Utara


Dimana :
n : Putaran impeller = 60 rpm = 1 rps
Di : Diameter impeller
ρ : Densitas larutan
µ : Viscositas larutan

Dari figure 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis flat six blade open
turbine dengan 4 baffle, diperoleh Np = 2,5
Maka,
P Np N 3 Di 5 (Geankoplis, 1997)
= 1364,59 J/s
= 1,83 hp
Daya motor (Pm) = P / 0,8
= 1,8 / 0,8 = 2,29 hp

3. Tangki penyimpanan Na2S (TT-103)


Fungsi : untuk menyimpan Na2S
Bentuk : Silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Jenis Sambungan : Double welded butt joints
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA-240 grade M tipe 316 (18Cr-10Ni-2Mo)
Kondisi Penyimpanan:
T = 30oC
P = 1 atm
Kebutuhan Natrium Sulfida = 5161,41kg/jam
Faktor Kelonggaran = 20%
Densitas campuran = 1856 kg/m3
Viskositas campuran = 0,9 cp = 2,18 lb/ft.jam
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Jumlah = 18 unit

Universitas Sumatera Utara


Perhitungan:
Ukuran Tangki

V1 = 55,62 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki (Vt) = V1 1,2
= 55,62 1,2 = 66,74 m3
Digunakan D : hs =1:3
Volume silinder (Vs) = /4 x D2 x Hs = 3 /4 D3
Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 : 1,
sehingga:
Tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell & Young,1959)
Volume tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh
= /4 D2(1/6 D)
= /24 D3
Vt = Vs + Vh
Vt = (3 /4 D3) + ( /24 D3) (Brownell & Young,1959)
Vt = 19 /24 D3

19Vt 19 66,74
Diameter tangki (D) 3 3
7 7
= 2,99 m = 117,89 in
Jari-jari (R) = 1,50 m = 58,94 in
Tinggi silinder (Hs) = 3D = 8,98 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (55,62 / 66,74) x 8,98
= 7,49 m
Phidrostatik = ρ x g x Hc
= 1856 x 9,8 x 7,49 m
= 136161,38 Pa = 19,75 Psi
Pmaks. = P operasi + 25 psi (Walas, 1990)

Universitas Sumatera Utara


= 19,75 psi + 25 psi
= 44,75 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (44,75)
= 53,70 psia
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 44,75 psi + 25 psi = 69,75 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 69,75 psi = 480,90 kPa
Tebal dinding tangki (bagian silinder)
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi High Alloy Steel 316 (Peters
et.al.,2004), diperoleh data :
Joint efficiency (E) : 0,85
Allowable stress (S) : 18700 psia = 128.932,012 kPa
Corrosion Allowance (CA) : 0,035 in/tahun = 0,00089 m
Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (dt) = (Peters et.al.,2004) dimana :


-

d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)


P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m) = D/2
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan
480,90 x 1,50
dt (0,00089x 10) 0,016 m
(128932,012 x 0,85) - (0,6 x 480,90)
Dipilih tebal silinder standar = 0,016 m = 5/8 in (Brownell & Young, 1959)
Tebal dinding head
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi High Alloy Steel 316 (Peters
et.al.,2004), diperoleh data :
Joint efficiency (E) : 0,85
Allowable stress (S) : 128932,012 kPa

Universitas Sumatera Utara


Corrosion Allowance (CA) : 0,00089 m/tahun
Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (d) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana : d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)


P = tekanan desain (kPa)
D = diameter dalam tangki (m)
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan
480,90 x 2,99
d 0,00089 x 10 0,016 m
2 x 128.932,012 x 0,85 - 0,2 x435,51
Dipilih tebal silinder standar = 0,016 m = 5/8 in (Brownell & Young,1959)
dengan 12 in < Di < 126 in.
Di rancangan = 117,89 in (memenuhi batas Di).
Straight - flange dan tinggi tutup
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar ¾ in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 4 in (Brownell&Young,1959)
hh : Di = 1 : 6 (Brownell&Young,1959)

Tinggi total tangki = hs + hh = 8,98 m + 0,50 m = 9,48 m

4. Gudang penyimpanan NaOH (TT-104)


Fungsi : untuk menyimpan NaOH
Bahan Kontruksi : Beton Kedap Air
Bentuk : Gedung berbentuk persegi-panjang ditutup atap
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm

Universitas Sumatera Utara


Laju total massa umpan masuk (F) = (8548,58+219,47+86,23) kg/jam
= 8854,28 kg/jam
Densitas NaOH = 1040 kg/m3
Faktor Kelonggaran = 20%
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Jumlah = 30 unit
Perhitungan :
8854,28 15 24
Volume NaOH=
1040 30
=102,17 m3
Untuk faktor keamanan gudang = 20 %, maka
Volume gudang (V) = (1 + 0,2) x 102,17 m3 = 122,60 m3
Gudang direncanakan berukuran :
Tinggi (t) = 5 x lebar (l)
panjang (p) = lebar (l)
Volume gudang (V) = p x l x t = l x l x 5 l = 5 l3
1
3
V
Lebar gudang (l) = = 2,91 m
5
Panjang gudang (p) = lebar gudang (l) = 2,91 m
Tinggi gudang (t) = 14,53 m

5. Gudang penyimpanan Na2CO3 (TT-105)


Fungsi : untuk menyimpan Na2CO3
Bahan Kontruksi : Beton Kedap Air
Bentuk : Gedung berbentuk persegi-panjang ditutup atap
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Laju total massa umpan masuk (F) = 2419,41 kg/jam
Densitas Na2CO3 = 1327 kg/m3
Faktor Kelonggaran = 20%
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Jumlah = 30 unit

Universitas Sumatera Utara


Perhitungan :
2419,41 15 24
Volume Na2CO3 =
1327 30
= 21,88 m3
Untuk faktor keamanan gudang = 20 %, maka
Volume gudang (V) = (1 + 0,2) x 21,88 m3 = 26,25 m3
Gudang direncanakan berukuran :
Tinggi (t) = 5 x lebar (l)
panjang (p) = lebar (l)
Volume gudang (V) = p x l x t = l x l x 5 l = 5 l3
1
3
V
Lebar gudang (l) = = 1,74 m
5
Panjang gudang (p) = lebar gudang (l) = 1,74 m
Tinggi gudang (t) = 8,69 m

6. Gudang penyimpanan Lakase (TT-301)


Fungsi : untuk menyimpan lakase
Bahan Kontruksi : Beton Kedap Air
Bentuk : Gedung berbentuk persegi-panjang ditutup atap
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Laju total massa umpan masuk (F) = 1120,36 kg/jam
Densitas laccase = 1040 kg/m3
Faktor Kelonggaran = 20%
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Jumlah = 5 unit
Perhitungan :
1120,361 15 24
Volume Na2CO3 =
1040 5
= 78,78 m3
Untuk faktor keamanan gudang = 20 %, maka
Volume gudang (V) = (1 + 0,2) x 78,78 m3= 94,53 m3

Universitas Sumatera Utara


Gudang direncanakan berukuran :
Tinggi (t) = 2 x lebar (l)
panjang (p) = lebar (l)
Volume gudang (V) = p x l x t = l x l x 2 l = 2 l3
1
3
V
Lebar gudang (l) = = 3,62 m
2
Panjang gudang (p) = lebar gudang (l) = 3,62 m
Tinggi gudang (t) = 7,23 m

7. Tangki penyimpanan HBT (TT-302)


Fungsi : tempat menyimpan HBT
Bentuk : silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Jenis Sambungan : double welded butt joints
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : High Alloy Steel 316
Kondisi Penyimpanan:
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Faktor Kelonggaran = 20%
Laju total massa umpan masuk (F) = 73,96 kg/jam
Densitas HBT = 1065 kg/m3
Viskositas campuran = 0,78 cp
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Jumlah = 1 unit
Perhitungan:
Ukuran Tangki

V1 = 25 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki (Vt) = V1 1,2
= 25 1,2 = 30 m3

Universitas Sumatera Utara


Digunakan D : hs =1:1
Volume silinder (Vs) = /4 x D2 x 3 Hs = /4 D3
Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 : 1,
sehingga:
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell & Young,1959)
Volume tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh
= /4 D2(1/6 D)
= /24 D3
Vt = Vs + Vh (Brownell & Young,1959)
Vt = ( /4 D3) + ( /24 D 3)
Vt = 7/24 D3

24 Vt 24 30
Diameter tangki (D) 3 3
7 7
= 3,20 m = 125,97 in
Jari-jari (R) = 1,60 m = 62,99 in
Tinggi silinder (Hs) = D = 3,20 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (25 / 30) x 3,20
= 2,67 m
Phidrostatik = ρ x g x Hc
= 1065 x 9,8 x 2,67 m
= 27829,11 Pa = 4,04 Psi
Pmaks. = Phidrostatik + 25 psi (Walas, 1990)
= 4,04 psi + 25 psi
= 29,04 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (29,04)
= 34,84 psia
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 29,04 psi + 25 psi = 54,04 psi

Universitas Sumatera Utara


Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 54,04 psi = 372,57 kPa
Tebal dinding tangki (bagian silinder)
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi High Alloy Steel 316 (Peters
et.al., 2004), diperoleh data :
Joint efficiency (E) : 0,85
Allowable stress (S) : 18700 psia = 128.932,012 kPa
Corrosion Allowance (CA) : 0,030 in/tahun = 0,00076 m
Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (dt) = (Peters et.al.,2004) dimana :


-

d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)


P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m) = D/2
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan
372,57 x 1,60
dt (0,00086x10) 0,014 m
(128932,012 x 0,85) - (0,6 x 372,57)
Dipilih tebal silinder standar = 0,014 m = 5/8 in (Brownell & Young, 1959)
Tebal dinding head
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi High Alloy Steel 316 (Peters
et.al., 2004), diperoleh data :
Joint efficiency (E) : 0,85
Allowable stress (S) : 128.932,012 kPa
Corrosion Allowance (CA) : 0,00089 m/tahun
Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (d) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana : d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)


P = tekanan desain (kPa)
D = diameter dalam tangki (m)
S = Allowable working stress

Universitas Sumatera Utara


CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan
414,73 x 2,68
d 0,00089x 10 0,014 m
2 x 128.932,012 x 0,85 - 0,2 x 372,57
Dipilih tebal silinder standar = 0,014 m = 5/8 in (Brownell & Young,1959)
dengan 12 in < Di < 126 in.
Di rancangan = 125,97 in (memenuhi batas Di).
Straight - flange dan tinggi tutup
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 5/8 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 3 in (Brownell&Young,1959)
hh : Di = 1 : 4 (Brownell&Young,1959)

Tinggi total tangki = hs + hh = 3,20 m + 0,80 m = 4 m

8. Gudang penyimpanan ClO2 (TT-303)


Fungsi : untuk menyimpan ClO2
Bahan Kontruksi : Beton Kedap Air
Bentuk : Gedung berbentuk persegi-panjang ditutup atap
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Laju total massa umpan masuk (F) = 143,72 kg/jam
Densitas ClO2 = 3040 kg/m3
Faktor Kelonggaran = 20%
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Jumlah = 1 unit
Perhitungan :
143,72 15 24
Volume ClO2 =
1040 1
= 17,02 m3

Universitas Sumatera Utara


Untuk faktor keamanan gudang = 20 %, maka
Volume gudang (V) = (1 + 0,2) x 17,02 m3= 20,42 m3
Gudang direncanakan berukuran :
Tinggi (t) = 5 x lebar (l)
panjang (p) = lebar (l)
Volume gudang (V) = p x l x t = l x l x 2 l = 2 l3
1
3
V
Lebar gudang (l) = = 2,17 m
2
Panjang gudang (p) = lebar gudang (l) = 2,17 m
Tinggi gudang (t) = 4,34 m

9. Gudang penyimpanan CaO (TT-501)


Fungsi : tempat menyimpan CaO
Bahan Kontruksi : Beton Kedap Air
Bentuk : Gedung berbentuk persegi-panjang ditutup atap
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Laju total massa umpan masuk (F) = 10073,41 kg/jam
Densitas CaO = 3313 kg/m3
Faktor Kelonggaran = 20%
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Jumlah = 30 unit
Perhitungan :
10073,41x15x24
Volume CaO =
3313x30
= 36,49 m3
Untuk faktor keamanan gudang = 20 %, maka
Volume gudang (V) = (1 + 0,2) x 36,49 m3 = 43,78 m3
Gudang direncanakan berukuran :
Tinggi (t) = 2 x lebar (l)
panjang (p) = lebar (l)
Volume gudang (V) = p x l x t = l x l x 2 l = 2 l3

Universitas Sumatera Utara


1
3
V
Lebar gudang (l) = = 2,80 m
2
Panjang gudang (p) = lebar gudang (l) = 2,80 m
Tinggi gudang (t) = 5,60 m

10. Pompa Tangki Pencampuran lindi putih (J-101)


Fungsi : Memompa lindi putih dari tangki penyimpanan lindi
putih (TT-102) ke Digester (R-101)
Jenis : Centrifugal pump
Bahan konstruksi : carbon steel
Jumlah : 4 unit
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 16129,39 kg/jam = 9,88 lb/s
- Densitas campuran umpan = 1344,17 kg/m3 = 83,92 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cp = 0,0005 lb/ft.s
- Laju alir volumetrik (Q) = 0,12 ft3/s =0,0034 m3/s
- Tekanan masuk (P1) = 53,99 psi
- Tekanan keluar (P2) = 220,45 psi
Perhitungan:
Spesifikasi:
De = 0,363 (Q)0,45 (ρ)0,13 = 0,07 m ≈ 3 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 2,9 in = 0,24 ft = 0,07 m
Diameter Luar (OD) = 3,5 in = 0,29 ft = 0,09 m
2
Inside sectional area A = 0,046 ft
Kecepatan rata-rata, V:
2
V = Q/Ai = 0,12 ft3/s / 0,046 ft = 2,56 ft/s
NRe = VD/
= (83.92 .2,56. 0,24)/(0,0005)

Universitas Sumatera Utara


= 101203,07 (aliran turbulen)
Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 125014,98 dan ε/D = 0,000046 m / 0,07 m = 0,00062
diperoleh harga faktor fanning, f = 0,005 (Fig.2.10.3) (Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,24 ft = 3,14 ft
- 3 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,24 ft = 21,74 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,24 ft = 3,87 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,24 ft = 15,70 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 80 ft + 3,14 ft + 21,74 ft + 3,87 ft + 15,70 ft
= 131,70 ft

Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 285,65 + 0,28
= 295,92 ft.lbf/lbm

Universitas Sumatera Utara


Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 6,64 hp ≈ 7 hp

11. Pompa Mixer I (J-301)


Fungsi : memompa campuran pulp dari Mixer I (M-301) ke Reaktor
Lacasse (R-301)
Jenis : Positive displacement (Rotary Pump)
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi :
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 28oC
- Laju alir massa = 106856,42 kg/jam = 65,44 lbm/s
- Densitas campuran = 1015,49 kg/m3 = 63,40 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cP = 1,89 lbm/ft.jam
- Laju alir volumetric (Q) = 0,029 m2/s = 1,03 ft3/s
- tekanan masuk (P1) = 56,29 psi = 8105,76 lbf/ft2
- tekanan keluar (P2) = 64,69 psi = 9315,36 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 3 (Q)0,36 (μ)0,18 (Peters et.al., 2004)
De = 3 (1,03)0,40(1,89)0,20 = 3,40 in ≈ 31/2 in
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 3,364 in = 0,28 ft = 0,086 m
Diameter Luar (OD) = 4 in = 0,33 ft = 0,102 m
2
Inside sectional area A = 0,06170 ft
kecepatan rata-rata, V:
2
V = Q/Ai = 1,03 ft3/s / 0,06170 ft = 16,73 ft/s
NRe = VD/
= (63,40 .16,73. 0,28)/(1,89)

Universitas Sumatera Utara


= 157,51 (aliran laminar)
Asumsi NRe < 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 157,51 diperoleh harga faktor fanning, f = 0,15 (Fig.2.10.3)
(Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,28 ft = 3,64 ft
- 2 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 2 x 30 x 0,28 ft = 16,8 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,28 ft = 4,48 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,28 ft = 18,21 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 40 ft + 3,64 ft + 16,8 ft + 4,48 ft + 18,21 ft
= 83,13 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 19,08 + 232,74
= 222,79 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Universitas Sumatera Utara


Maka dipilih pompa dengan tenaga 33,07 hp ≈ 33,5 hp

12. Pompa Rotary washerI (J-302)


Fungsi : memompa campuran pulp dari Rotary washer I (W-301) ke
Mixer II (M-302)
Jenis : Positive displacement (Rotary Pump)
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi :
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 28oC
- Laju alir massa = 373997,47 kg/jam = 229,03 lbm/s
- Densitas campuran = 1015,49 kg/m3 = 63,40 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cP = 1,89 lbm/ft.h
- Laju alir volumetric (Q) = 0,102 m2/s = 3,61 ft3/s
- tekanan masuk (P1) = 14,69 psi = 2115,36 lbf/ft2
- tekanan keluar (P2) = 55,60 psi = 8006,40 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 3 (Q)0,36 (μ)0,18 (Peters et.al., 2004)
De = 5,34 in ≈ 5 in
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 4,813 in = 0,40 ft = 0,12 m
Diameter Luar (OD) = 5,563 in = 0,46 ft = 0,14 m
2
Inside sectional area A = 0,1263 ft
kecepatan rata-rata, V:
2
V = Q/Ai = 3,61 ft3/s / 0,1263 ft = 28,60 ft/s
NRe = VD/
= (63,40 .28,60. 0,40)/(1,89)
= 385,31 (aliran laminar)

Universitas Sumatera Utara


Asumsi NRe < 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 545566,07 diperoleh harga faktor fanning, f = 0,045 (Fig.2.10.3)
(Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,40 ft = 5,21ft
- 2 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 2 x 30 x 0,40 ft = 24,05 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,40 ft = 6,42 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,40 ft = 26,06 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 40 ft + 5,21 ft + 24,05 ft + 6,42 ft + 26,06 ft
= 101,74 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 92,92 + 145,20
= 248,12 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Universitas Sumatera Utara


Maka dipilih pompa dengan tenaga 129,16 hp ≈ 129,5 hp

13. Pompa Rotary Washer-II (J-303)


Fungsi : memompa campuran pulp dari Rotary Washer-II (W-302) ke
Mixer III (M-303)
Jenis : Positive displacement (Rotary Pump)
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel

Kondisi operasi :
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 28oC
- Laju alir massa = 256815,90 kg/jam = 157,27 lbm/s
- Densitas campuran = 1026,72 kg/m3 = 64,10 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cP = 1,89 lbm/ft.jam
- Laju alir volumetric (Q) = 2,45 ft3/s = 0,069 m3/s
- tekanan masuk (P1) = 14,69 psi = 2115,36 lbf/ft2
- tekanan keluar (P2) = 55,36 psi = 7971,84 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 3 (Q)0,36 (μ)0,18 = 4,65 in = 5 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 4,813 in = 0,40 ft = 0,122 m
Diameter Luar (OD) = 5,563 in = 0,46 ft = 0,141 m
2
Inside sectional area A = 0,1263 ft
Kecepatan rata-rata, V:
2
V = Q/Ai = 2,45 ft3/s / 0,1263 ft = 19,43 ft/s
NRe = VD/
= (64,10 .19,43. 0,40)/(1,89)
= 264,58 (aliran turbulen)

Universitas Sumatera Utara


Asumsi NRe < 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 264,58 diperoleh harga faktor fanning, f = 0,065 (Fig.2.10.3)
(Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,40 ft = 5,21 ft
- 2 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 2 x 30 x 0,40 ft = 24,06 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,40 ft = 6,42 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,40 ft = 26,06 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 40 ft + 5,21 ft + 24,06 ft + 6,42 ft + 26,06 ft
= 101,74 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 91,37 + 96,74
= 198,11 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Universitas Sumatera Utara


Maka dipilih pompa dengan tenaga 70,81 hp ≈ 71 hp

14. Pompa Mixer-III (J-304)


Fungsi : memompa campuran pulp dari Mixer-III (M-303) ke Reaktor
Klorin Dioksida (R-303)
Jenis : Positive displacement (Rotary Pump)
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel

Kondisi operasi :
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 28oC
- Laju alir massa = 64656,35 kg/jam = 395,88 lbm/s
- Densitas campuran = 1026,72 kg/m3 = 64,10 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cP = 1,89 lbm/ft.jam
- Laju alir volumetric (Q) = 6,18 ft3/s = 0,175 m3/s
- tekanan masuk (P1) = 55,36 psi = 7971,84 lbf/ft2
- tekanan keluar (P2) = 64,69 psi = 9315,36 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 3 (Q)0,36 (μ)0,18 = 6,48 in = 8 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 7,625 in = 0,63 ft = 0,194 m
Diameter Luar (OD) = 8,625 in = 0,72 ft = 0,22 m
2
Inside sectional area A = 0,3171 ft
Kecepatan rata-rata, V:
2
V = Q/Ai = 6,18 ft3/s / 0,3171 ft = 48,90 ft/s
NRe = VD/
= (64,10 .48,90. 0,64)/(1,89)
= 1055,11 (aliran turbulen)

Universitas Sumatera Utara


Asumsi NRe < 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 264,58 diperoleh harga faktor fanning, f = 0,015 (Fig.2.10.3)
(Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,64 ft = 8,26 ft
- 3 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,64 ft = 57,16 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,64 ft = 10,16 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,64 ft = 41,29 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 80 ft + 8,26 ft + 57,16 ft + 10,16 ft + 41,29 ft
= 196,87 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 20,96 + 27,41
= 58,37 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Universitas Sumatera Utara


Maka dipilih pompa dengan tenaga 52,52 hp ≈ 53 hp

15. Pompa Evaporator V (J-501)


Fungsi : memompa Lindi hitam dari Evaporator V (FE-505) ke
Evaporator IV (FE-504)
Jenis : Centrifugal pump
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 0,96 atm
- Temperatur = 99oC
- Laju alir massa = 414329,35 kg/jam = 253,73 lbm/s
- Densitas campuran umpan = 1175,20 kg/m3 = 73,37 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 1,12 cp = 0,00073 lb/ft.s
- Laju alir volumetrik (Q) = 0,098 m3/s = 3,46 ft3/s
- Tekanan masuk (P1) = 14,10 psi = 2031,58 lbf/ft2
- Tekanan keluar (P2) = 20,72 psi = 2983,88 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 0,363 (Q)0,45 ( )0,13 = 0,32 m = 12,59 in ≈ 14 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 12,5 in = 1,04 ft = 0,32 m
Diameter Luar (OD) = 14 in = 1,17 ft = 0,36 m
Inside sectional area (A) = 3,67 ft2
2
V = Q/Ai = 3,46 ft3/s / 3,67 ft = 0,94 ft/s
NRe = VD/
= (73,37 .0,94. 1,04)/(0,00073)
= 98303,25 (aliran turbulen)
Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)

Universitas Sumatera Utara


Pada NRe = 98303,25 dan ε/D = 0,000046 m / 1,04 m = 0,00015
diperoleh harga faktor fanning, f = 0,0045 (Fig.2.10.3) (Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 1,04 ft = 13,54 ft
- 3 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 1,04 ft = 93,71 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 1,04 ft = 16,66 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 1,04 ft = 67,68 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 40 ft + 13,54 ft + 93,71 ft + 16,66 ft + 67,68 ft
= 231,59 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 12,98 + 0,014
= 23 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 13,26 hp ≈ 13,5 hp

Universitas Sumatera Utara


16. Pompa Evaporator IV (J-502)
Fungsi : memompa Lindi hitam dari Evaporator IV (FE-504) ke
Evaporator III (FE-503)
Jenis : Centrifugal pump
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1,41 atm
- Temperatur = 110oC
- Laju alir massa = 346872,42 kg/jam = 212,42 lbm/s
- Densitas campuran umpan = 1175,20 kg/m3 = 73,37 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 2,32 cp = 0,0015 lb/ft.s
- Laju alir volumetrik (Q) = 0,082 m3/s = 2,9 ft3/s
- Tekanan masuk (P1) = 20,72 psi = 2983,88 lbf/ft2
- Tekanan keluar (P2) = 27,92 psi = 4020,83 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 0,363 (Q)0,45 ( )0,13 = 0,3 m = 11,62 in ≈ 12 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 11,376 in = 0,95 ft = 0,29 m
Diameter Luar (OD) = 12,750 in = 1,06 ft = 0,32 m
2
Inside sectional area A = 3,34 ft
2
V = Q/Ai = 2,9 ft3/s / 3,34 ft = 0,87 ft/s
NRe = VD/
= (73,37 .0,87. 0,95)/(0,0015)
= 39730,24 (aliran turbulen)
Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 39730,24 dan ε/D = 0,000046 m / 0,95 m = 0,000046
diperoleh harga faktor fanning, f = 0,0055 (Fig.2.10.3) (Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft

Universitas Sumatera Utara


- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,95 ft = 12,32 ft
- 3 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,95 ft = 85,29 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,95 ft = 15,16 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,95 ft = 61,6 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 40 ft + 12,32 ft + 85,29 ft + 15,16 ft + 61,6 ft
= 214,36 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 14,13 + 0,015
= 24,15 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 11,66 hp ≈ 12 hp

17. Pompa Evaporator III (J-503)


Fungsi : memompa Lindi hitam dari Evaporator III (FE-503) ke
Evaporator II (FE-502)

Universitas Sumatera Utara


Jenis : Centrifugal pump
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi :
- Tekanan = 1,90 atm
- Temperatur = 119oC
- Laju alir massa = 279415,5 kg/jam = 171,11 lbm/s
3
- Densitas campuran umpan = 1175,20 kg/m = 73,37 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 3,5 cp = 0,0023 lb/ft.s
- Laju alir volumetrik (Q) = 0,066 m3/s = 2,33 ft3/s
- Tekanan masuk (P1) = 27,92 psi = 4020,83 lbf/ft2
- Tekanan keluar (P2) = 36,89 psi = 5311,72 lbf/ft2
Spesifikasi:
- De = 0,363 (Q)0,45 ( )0,13 = 0,27 m = 10,55 in ≈12 in (Peters et.al., 2004)
- Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 11,376 in = 0,95 ft = 0,29 m
Diameter Luar (OD) = 12,750 in = 1,06 ft = 0,32 m
2
Inside sectional area A = 3,34 ft
2
V = Q/Ai = 2,33 ft3/s / 3,34 ft = 0,7 ft/s
NRe = VD/
= (73,37 .0,7. 0,95)/(0,0023)
= 21213,96 (aliran turbulen)
Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 21213,96 dan ε/D = 0,000046 m / 0,95 m = 0,000016 diperoleh
harga faktor fanning, f = 0,006 (Fig.2.10.3) (Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,95 ft = 12,32 ft
- 3 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)

Universitas Sumatera Utara


L3 = 3 x 30 x 0,95 ft = 85,29 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,95 ft = 15,16 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,95 ft = 61,6 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 40 ft + 12,32 ft + 85,29 ft + 15,16 ft + 61,6 ft
= 214,36 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 17,6 + 0,01
= 27,61 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 10,74 hp ≈ 11 hp

18. Pompa Evaporator II (J-504)


Fungsi : memompa Lindi hitam dari Evaporator II (FE-502) ke
Evaporator I (FE-501)
Jenis : Centrifugal pump
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel

Universitas Sumatera Utara


Kondisi operasi :
- Tekanan = 2,51 atm
- Temperatur = 128oC
- Laju alir massa = 211958,57 kg/jam = 129,80 lbm/s
- Densitas campuran umpan = 1175,20 kg/m3 = 73,37 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 3,7 cp = 0,0024 lb/ft.s
- Laju alir volumetrik (Q) = 0,05 m3/s = 1,77 ft3/s
- Tekanan masuk (P1) = 36,89 psi = 5311,72 lbf/ft2
- Tekanan keluar (P2) = 90,23 psi = 12993,12 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 0,363 (Q)0,45 ( )0,13 = 0,24 m = 9,31 in ≈ 10 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 9,564 in = 0,8 ft = 0,24 m
Diameter Luar (OD) = 10,750 in = 0,9 ft = 0,27 m
2
Inside sectional area A = 2,81 ft
2
V = Q/Ai = 1,77 ft3/s / 2,81 ft = 0,63 ft/s
NRe = VD/
= (73,37 .0,63. 0,8)/(0,0024)
= 15211,73 (aliran turbulen)
Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 15211,73 dan ε/D = 0,000046 m / 0,8 m = 0,0002 diperoleh harga
faktor fanning, f = 0,0063 (Fig.2.10.3) (Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,8 ft = 10,36 ft
- 3 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,8 ft = 71,70 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,8 ft = 12,75 ft

Universitas Sumatera Utara


- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,8 ft = 51,78 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 40 ft + 10,36 ft + 71,10 ft + 12,75 ft + 51,78 ft
= 186,59 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 104,70 + 0,009
= 114,71 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 33,84 hp ≈ 34 hp

19. Pompa Evaporator I (J-505)


Fungsi : memompa Lindi hitam dari Evaporator I (FE-501) ke Furnace
(B-501)
Jenis : Centrifugal pump
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi :
- Tekanan = 6,14 atm
- Temperatur = 136 oC

Universitas Sumatera Utara


- Laju alir massa = 144501,64 kg/jam = 88,49 lbm/s
- Densitas campuran umpan = 1175,20 kg/m3 = 73,37 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 4,1 cp = 0,0027 lb/ft.s
- Laju alir volumetrik (Q) = 0,034 m3/s = 1,20 ft3/s
- Tekanan masuk (P1) = 90,23 psi = 12993,12 lbf/ft2
- Tekanan keluar (P2) = 146,95 psi = 21162,80 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 0,363 (Q)0,45 ( )0,13 =0,2 m = 7,84 in ≈ 8 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 7,625 in = 0,64 ft = 0,19 m
Diameter Luar (OD) = 8,625 in = 0,72 ft = 0,22 m
2
Inside sectional area A = 0,3171 ft
2
V = Q/Ai = 1,20 ft3/s / 0,3171 ft = 3,80 ft/s
NRe = VD/
= (73,37 .3,80. 0,64)/(0,0027)
= 66119,38 (aliran turbulen)
Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 66119,38 dan ε/D = 0,000046 m / 0,64 m = 0,00023 diperoleh harga
faktor fanning, f = 0,005 (Fig.2.10.3) (Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,64 ft = 8,26 ft
- 3 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,64 ft = 57,17 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,64 ft = 10,16 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,64 ft = 41,29 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5

Universitas Sumatera Utara


= 40 ft + 8,26 ft + 57,17 ft + 10,16 ft + 41,29 ft
= 156,87 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 111,33 + 0,28
= 121,60 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 24,33 hp ≈ 24,5 hp

20. Pompa Lindi hijau Clarifier (GLC) (J-506)


Fungsi : memompa lindi hijau dari GLC (CL-501) ke Recausticizer
(R-501)
Jenis : Centrifugal pump
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 34507,13 kg/jam = 21,13 lbm/s
- Densitas campuran umpan = 1175,20 kg/m3 = 73,37 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 0,55 cp = 0,0003 lb/ft.s
- Laju alir volumetrik (Q) = 0,0081 m3/s = 0,28 ft3/s

Universitas Sumatera Utara


- Tekanan masuk (P1) = 34,57 psi = 4978,66 lbf/ft2
- Tekanan keluar (P2) = 64,69 psi = 9315,36 lbf/ft2
Spesifikasi:
De = 0,363 (Q)0,45 ( )0,13 = 0,11 m = 4,11 in ≈ 4 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 3,826 in = 0,32 ft = 0,09 m
Diameter Luar (OD) = 4,50 in = 0,38 ft = 0,11 m
2
Inside sectional area A = 0,07986 ft
Kecepatan rata-rata, V:
2
V = Q/Ai = 0,29 ft3/s / 0,07986 ft = 3,61 ft/s
NRe = VD/
= (73,37 .3,61. 0,32)/(0,0003)
= 234508,20 (aliran turbulen)
Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 234508,20 dan ε/D = 0,000046 m / 0,32 m = 0,0005
diperoleh harga faktor fanning, f = 0,007 (Fig.2.10.3) (Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,32 ft = 4,14 ft
- 3 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,32 ft = 28,68 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,32 ft = 5,1 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,32 ft = 20,72 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 80 ft + 4,14 ft + 28,68 ft + 5,1 ft + 20,72 ft
= 138,64 ft

Universitas Sumatera Utara


Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 59,11 + 0,61
= 69,72 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 3,51 hp ≈ 4 hp

21. Pompa Lindi Putih Clarifier (WLC) (J-507)


Fungsi : memompa lindi putih dari WLC (CL-502) ke Digester (R-
101)
Jenis : Centrifugal pump
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 37673,91 kg/jam = 23,07 lbm/s
3
- Densitas campuran umpan = 1040 kg/m = 64,93 lbm/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cp = 0,0005 lb/ft.s
- Laju alir volumetrik (Q) = 0,01 m3/s = 0,36 ft3/s
- Tekanan masuk (P1) = 33,13 psi = 4770,86 lbf/ft2
- Tekanan keluar (P2) = 184,20 psi = 31744,8 lbf/ft2

Universitas Sumatera Utara


Spesifikasi:
De = 0,363 (Q)0,45 ( )0,13 = 0,11 m = 4,45 in ≈ 5 in (Peters et.al., 2004)
Pipa (Geankoplis, 1997):
Schedule number = 80
Diameter Dalam (ID) = 4,813 in = 0,40 ft = 0,12 m
Diameter Luar (OD) = 5,563 in = 0,46 ft = 0,14 m
2
Inside sectional area A = 0,1263 ft
Kecepatan rata-rata, V:
2
V = Q/Ai = 0,36 ft3/s / 0,1263 ft = 2,81 ft/s
NRe = VD/
= (64,93 .2,81. 0,40)/(0,0005)
= 143600,13 (aliran turbulen)
Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Untuk pipa Commercial Steel, harga ε = 0,000046 m (Geankoplis, 1997)
Pada NRe = 143600,13 dan ε/D = 0,000046 m / 0,40 m = 0,0004
diperoleh harga faktor fanning, f = 0,0043 (Fig.2.10.3) (Geankoplis, 1997)
Instalasi pipa (Foust,1980) :
- Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D=13)
L2 = 1 x 13 x 0,40 ft = 5,21 ft
- 5 buah elbow standar 90oC (L/D = 30)
L3 = 5 x 30 x 0,40 ft = 60,14 ft
- 1 buah sharp edge entrance (K=0,5 ; L/D = 32)
L4 = 0,5 x 32 x 0,40 ft = 6,42 ft
- 1 buah sharp edge exit (K=1 ; L/D = 65)
L5 = 1 x 65 x 0,40 ft = 26,06 ft
L = L1 + L2 + L3 + L4+ L5
= 80 ft + 5,21 ft + 60,14 ft + 6,42 ft + 26,06 ft
= 177,83 ft
Faktor gesekan,

Universitas Sumatera Utara


Tinggi pemompaan, z = 10 ft

= 10 + 0 + 415,45 + 0,24
= 425,69 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 21,99 hp ≈ 22 hp

22. Mixer I (M-301)


Fungsi : Untuk mencampurkan unbleached pulp dengan lakase dan
HBT
Bentuk Kontruksi : Silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon Steel SA-285 Grade C
Jenis Sambungan : Double welded butt joints
Jumlah : 2 unit
Kondisi Operasi:
- Temperatur = 30oC
- Tekanan = 1 atm
- Faktor Kelonggaran = 20%
- Laju total massa umpan masuk (F) = 106856,42 kg/jam
- Densitas campuran = 1015,49 kg/m3 = 63,39 lb/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cp = 1,88 lb/ft.jam
- Laju volumetrik umpan (Q) = (106856,42/ 1015,49) m3/jam
= 105,23 m3/jam

Universitas Sumatera Utara


Perhitungan:
Ukuran Mixer
106856,42
Volume larutan (Vl) =
1015,49 2
= 52,61 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 52,61 1,2
= 63,14 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 1 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs =¼. D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga,
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell & Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh
Vt = (¼. D3) + ( /12 D3) (Brownell & Young,1959)
Vt = ( /3) D3

3.Vt 3 63,14
Diameter tangki (D) 3 3

= 3,92 m = 154,40 in
Jari-jari (R) = 3,92 / 2 = 1,96 m = 77,20 in
Tinggi silinder (Hs) =D = 3,92 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 3,92 m = 0,65 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 5,23 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x HT
= (52,61 / 63,14) x 5,23
= 4,36 m

Universitas Sumatera Utara


Phidrostatik = ρ x g x Hc
= 1015,49 x 9,8 x 4,36 m
= 43365,91 Pa = 43,37 kPa = 6,29 Psi
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 20 %
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 6,29 psi + 25 psi
= 31,29 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (31,29) = 37,55 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 31,29 psi + 25 psi = 56,29 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 56,29 psi = 388,10 kPa
Tebal dinding mixer (bagian silinder)
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
(Peters et.al., 2004), diperoleh data :
- Corrosion allowance (CA) : 0,02 in/tahun = 0,000805 m/tahun
- Allowable working stress (S) : 13700 psi = 94.458,2120 kPa
- Efisiensi sambungan (E) : 0,85
- Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

- Tebal silinder (dT) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana :
d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)
P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m) = D/2
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Universitas Sumatera Utara


Dipilih tebal silinder standar = 0,018 m = ¾ in (Brownell&Young,1959)
Tebal dinding head
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
(Peters et.al., 2004), diperoleh data :
- Corrosion allowance (CA) : 0,02 in/tahun = 0,000805 m/tahun
- Allowable working stress (S) : 13700 psi = 94.458,2120 kPa
- Efisiensi sambungan (E) : 0,85
- Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

- Tebal silinder (d) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana :
d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)
P = tekanan desain (kPa)
D = diameter dalam tangki (m)
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Dipilih tebal silinder standar = 0,018 m = ¾ in (Brownell&Young,1959)


Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar ¾ in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 4 in (Brownell&Young,1959)
Pengaduk (impeller)
Jenis : flat six blade open turbine (turbin datar enam daun)
Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps
Efisiensi motor = 80 % (Peters et.al., 2004)
Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :
Da : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
W : Da = 1 : 8 (Geankoplis, 1997)
C : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)

Universitas Sumatera Utara


Dt / J = 12 (Geankoplis, 1997)
dimana : Da = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
W = lebar daun pengaduk
C = jarak pengaduk dari dasar tangki
Jadi:
Diameter pengaduk (Da) = 1/3 Dt = 1/3 3,92 m = 1,31 m
Lebar daun pengaduk (W) = 1/8 Da = 1/8 1,31 m = 0,16 m
Tinggi pengaduk dari dasar (C) = 1/3 Dt = 1/3 3,92 m = 1,31 m
Lebar baffle (J) = 1/12 Dt = 1/12 3,92 m = 0,33 m
Daya untuk pengaduk
Da 2 N
Bilangan Reynold (NRe) =

1,31 2 1 1015,49
=
0,78
= 2213,86
Dari figure 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis flat six blade open
turbine dengan 4 baffle, diperoleh Np = 3.
Maka,
P Np N 3 Da 5 (Geankoplis, 1997)
= 11631,53 J/s
= 15,60 hp
Daya motor (Pm) = P / 0,8
= 15,60 / 0,8 = 19,50 hp

23. Mixer II (M-302)


Fungsi : Untuk mencampurkan unbleached pulp dengan NaOH
Bentuk Kontruksi : Silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon Steel SA-285 Grade C
Jenis Sambungan : Double welded butt joints
Jumlah : 2 unit

Universitas Sumatera Utara


Kondisi Operasi:
- Temperatur = 30oC
- Tekanan = 1 atm
- Faktor Kelonggaran = 20%
- Laju total massa umpan masuk (F) = 73375,97 kg/jam
- Densitas campuran = 1023,87 kg/m3 = 64,20 lb/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cp = 1,88 lb/ft.jam
- Laju volumetrik umpan (Q) = (73375,97/ 1023,87) m3/jam
= 71,35 m3/jam
Perhitungan:
Ukuran Mixer
73375,97
Volume larutan (Vl) =
1023,87 2
= 35,68 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 35,68 1,2
= 42,81 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 1 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs = ¼. D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga :
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell & Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh (Brownell & Young,1959)
Vt = (¼. D3) + ( /12 D3)
Vt =( /3) D3

3Vt 3 42,81
Diameter tangki (D) 3 3

= 3,45 m = 135,65 in

Universitas Sumatera Utara


Jari-jari (R) = 3,45/2 = 1,72 m = 67,82 in
Tinggi silinder (Hs) = D = 3,45 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/4 3,45 m = 0,57 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 4,59 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x HT
= (35,68 / 42,81) x 4,59
= 3,83 m
Phidrostatik = ρ x g x Hc
= 1023,87 x 9,8 x 3,83 m
= 38581,76 Pa = 38,58 kPa = 5,60 Psi
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 5,60 psi + 25 psi
= 30,60 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (30,60) = 36,72 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 30,60 psi + 25 psi = 55,60 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 55,60 psi = 383,32 kPa
Tebal dinding mixer (bagian silinder)
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
(Peters et.al., 2004), diperoleh data :
- Corrosion allowance (CA) : 0,000805 m/tahun
- Allowable working stress (S) : 94458,21 kPa
- Efisiensi sambungan (E) : 0,85
- Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun
- Tebal silinder (dT) = (Peters et.al., 2004) dimana :

d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)


P = tekanan desain (kPa)

Universitas Sumatera Utara


R = jari-jari dalam tangki (m) = D/2
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Dipilih tebal silinder standar = 0,016 m = ¾ in (Brownell&Young,1959)


Tebal dinding head
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
(Peters et.al., 2004), diperoleh data :
- Corrosion allowance (CA) : 0,000805 m/tahun
- Allowable working stress (S) : 94458,21 kPa
- Efisiensi sambungan (E) : 0,85
- Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

- Tebal silinder (d) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana :
d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)
P = tekanan desain (kPa)
D = diameter dalam tangki (m)
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Dipilih tebal silinder standar = 0,016 m = ¾ in (Brownell&Young,1959)


Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 5/8 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 3 ½ in (Brownell&Young,1959)
Pengaduk (impeller)

Universitas Sumatera Utara


Jenis : flat six blade open turbine (turbin datar enam daun)
Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps
Efisiensi motor = 80 % (Peters et.al., 2004)
Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :
Da : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
W : Da = 1 : 8 (Geankoplis, 1997)
C : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
Dt / J = 12 (Geankoplis, 1997)
dimana : Da = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
W = lebar daun pengaduk
C = jarak pengaduk dari dasar tangki
Jadi:
Diameter pengaduk (Da) = 1/3 Dt = 1/3 3,45 m = 1,15 m
Lebar daun pengaduk (W) = 1/8 Da = 1/8 1,15 m = 0,14 m
Tinggi pengaduk dari dasar (C) = 1/3 Dt = 1/3 3,45 m = 1,15 m
Lebar baffle (J) = 1/12 Dt = 1/12 3,45 m = 0,29 m
Daya untuk pengaduk
Da 2 N
Bilangan Reynold (NRe) =

1,15 2 1 1023,87
=
0,78
= 1730,39
Dari figure 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis flat six blade open
turbine dengan 4 baffle, diperoleh Np = 2,7
Maka,
P Np N 3 Da 5 (Geankoplis, 1997)
= 5548,20 J/s
= 7,44 hp
Daya motor (Pm) = P / 0,8
= 7,44 / 0,8 = 9,30 hp
24. Mixer III (M-303)

Universitas Sumatera Utara


Fungsi : Untuk mencampurkan unbleached pulp dengan NaOH sebelum
proses bleaching klorin dioksida
Bentuk Kontruksi : Silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon Steel SA-285 Grade C
Jenis Sambungan : Double welded butt joints
Jumlah : 2 unit
Kondisi Operasi:
- T = 30oC
- P = 1 atm
- Faktor Kelonggaran = 20%
- Laju total massa umpan masuk (F) = 64656,35 kg/jam
- Densitas campuran = 1026,70 kg/m3 = 64,09 lb/ft3
- Viskositas campuran = 0,78 cp = 1,88 lb/ft.jam
- Laju volumetrik umpan (Q) = (65656,35 / 1026,70) m3/jam
= 62,98 m3/jam
Perhitungan:
Ukuran Mixer
64656,35
Volume larutan (Vl) =
1026,70 2
= 31,49 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 31,49 1,2
3
= 37,79 m
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 1 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs = ¼. D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga,
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell & Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3

Universitas Sumatera Utara


Vt = Vs + Vh
Vt = (¼. D3) + ( /12 D3) (Brownell & Young,1959)
Vt = ( /3) D3

3 Vt 3 37,79
Diameter tangki (D) 3 3

= 3,31 m = 130,12 in
Jari-jari (R) = 3,31 / 2 = 1,65 m = 65,06 in
Tinggi silinder (Hs) =D = 1,65 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 1,65 m = 0,55 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 4,41 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x HT
= (31,49 / 37,79) x 4,41
= 3,67 m
Phidrostatik = ρ x g x Hc
= 1026,70 x 9,8 x 3,67 m
= 36948,54 Pa = 36,95 kPa = 5,36 Psi
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 5,36 psi + 25 psi
= 30,36 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (30,36) = 36,43 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 30,36 psi + 25 psi = 55,36 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 55,36 psi = 381,69 kPa

Tebal dinding mixer (bagian silinder)

Universitas Sumatera Utara


Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
(Peters et.al., 2004), diperoleh data :
- Corrosion allowance (CA) : 0,000805 m/tahun
- Allowable working stress (S) : 94458,21 kPa
- Efisiensi sambungan (E) : 0,85
- Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun
- Tebal silinder (dT) = (Peters et.al., 2004)

dimana :
d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)
P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m) = D/2
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Dipilih tebal silinder standar = 0,016 m = ¾ in (Brownell&Young,1959)


Tebal dinding head
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
(Peters et.al., 2004), diperoleh data :
- Corrosion allowance (CA) : 0,000805 m/tahun
- Allowable working stress (S) : 94458,21 kPa
- Efisiensi sambungan (E) : 0,85
- Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

- Tebal silinder (d) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana :
d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)
P = tekanan desain (kPa)
D = diameter dalam tangki (m)
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance

Universitas Sumatera Utara


n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Dipilih tebal silinder standar = 0,016 m = ¾ in (Brownell&Young,1959)


Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar ¾ in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 4 in (Brownell&Young,1959)
Pengaduk (impeller)
Jenis : flat six blade open turbine (turbin datar enam daun)
Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps
Efisiensi motor = 80 % (Peters et.al., 2004)
Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :
Da : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
W : Da = 1 : 8 (Geankoplis, 1997)
C : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
4 Baffle : Dt / J = 12 (Geankoplis, 1997)
dimana : Da = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
W = lebar daun pengaduk
C = jarak pengaduk dari dasar tangki
Jadi:
Diameter pengaduk (Da) = 1/3 Dt = 1/3 3,31 m = 1,10 m
Lebar daun pengaduk (W) = 1/8 Da = 1/8 1,10 m = 0,14 m
Tinggi pengaduk dari dasar (C) = 1/3 Dt = 1/3 3,31 m = 1,10 m
Lebar baffle (J) = 1/12 Dt = 1/12 3,31 m = 0,28 m
Daya untuk pengaduk
Da 2 N
Bilangan Reynold (NRe) =

1,10 2 1 1026,70
=
0,78

Universitas Sumatera Utara


= 1589,57
Dari figure 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis flat six blade open
turbine dengan 4 baffle, diperoleh Np = 2,6
Maka,
P Np N 3 Da 5 (Geankoplis, 1997)
= 4331,73 J/s
= 5,81 hp
Daya motor (Pm) = P / 0,8
= 5,81 / 0,8 = 7,5 hp

25. Mixer IV (M-501)


Fungsi : Mencampurkan lindi hitam yang berasal dari Digester
(R-101) dan Diffuser washer (V-201)
Bentuk Kontruksi : Silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon Steel SA-285 Grade C
Jenis Sambungan : Double welded butt joints
Jumlah : 8 unit
Kondisi operasi:
Temperatur = 81oC = 354,15 K
Tekanan operasi = 1 atm
Laju alir masuk = 414329,35 kg/jam
Densitas campuran = 1005,36 kg/m3
Viskositas campuran = 0,78 cp = 1,88 lb/ft.jam
Perhitungan:
Ukuran Mixer
414329,35
Volume larutan (Vl) =
1005,36 8
= 51,52 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 51,52 1,2
= 61,82 m3

Universitas Sumatera Utara


Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 1 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs = ¼. D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga, tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell & Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh
Vt = (¼. D3) + ( /12 D3) (Brownell & Young,1959)
Vt = ( /3) D3

3.Vt 3 61,82
Diameter tangki (D) 3 3

= 3,89 m = 153,32 in
Jari-jari (R) = 3,89 / 2 = 1,95 m = 76,66 in
Tinggi silinder (Hs) =D = 3,89 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 3,89 m = 0,65 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 5,19 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x HT
= (51,52 / 61,82) x 5,19
= 4,33 m
Phidrostatik = ρ x g x Hc
= 1005,36 x 9,8 x 4,33 m
= 42632,50 N/m2 = 42,63 kPa = 6,18 Psi
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 20 %
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 6,18 psi + 25 psi
= 31,18 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)

Universitas Sumatera Utara


= 1,2 (31,18) = 37,42 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 31,18 psi + 25 psi = 56,18 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 56,18 psi = 387,37 kPa
Tebal dinding mixer (bagian silinder)
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
(Peters et.al., 2004), diperoleh data :
- Corrosion allowance (CA) : 0,000805 m/tahun
- Allowable working stress (S) : 94458,21 kPa
- Efisiensi sambungan (E) : 0,85
- Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

- Tebal silinder (dT) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana :
d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)
P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m) = D/2
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Dipilih tebal silinder standar = ¾ in (Brownell&Young,1959)


Tebal dinding head
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
(Peters et.al., 2004), diperoleh data :
- Corrosion allowance (CA) : 0,000805 m/tahun
- Allowable working stress (S) : 94458,21 kPa
- Efisiensi sambungan (E) : 0,85
- Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

- Tebal silinder (d) = (Peters et.al., 2004)


-

dimana :

Universitas Sumatera Utara


d = tebal dinding tangki bagian silinder (m)
P = tekanan desain (kPa)
D = diameter dalam tangki (m)
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Dipilih tebal silinder standar = 0,02 m = ¾ in (Brownell&Young,1959)


Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar ¾ in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 4 in (Brownell&Young,1959)
Pengaduk (impeller)
Jenis : flat six blade open turbine (turbin datar enam daun)
Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps
Efisiensi motor = 80 % (Peters et.al., 2004)
Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :
Da : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
W : Da = 1 : 8 (Geankoplis, 1997)
C : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
4 Baffle : Dt / J = 12 (Geankoplis, 1997)
dimana :
Da = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
W = lebar daun pengaduk
C = jarak pengaduk dari dasar tangki
Jadi:
Diameter pengaduk (Da) = 1/3 Dt = 1/3 3,89 m = 1,30 m
Lebar daun pengaduk (W) = 1/8 Da = 1/8 1,30 m = 0,16 m
Tinggi pengaduk dari dasar (C) = 1/3 Dt = 1/3 3,89 m = 1,30 m

Universitas Sumatera Utara


Lebar baffle (J) = 1/12 Dt = 1/12 3,89 m = 0,32 m

Daya untuk pengaduk


Da 2 N
Bilangan Reynold (NRe) =

1,30 2 1 1005,36
=
0,78
= 2161,17
Dari figure 3.4-5 (Geankoplis, 1997), untuk pengaduk jenis flat six blade open
turbine dengan 4 baffle, diperoleh Np = 3
Maka,
P Np N 3 Da 5 (Geankoplis, 1997)
= 11117,70 J/s
= 14,91 hp
Daya motor (Pm) = P / 0,8
= 14,91 / 0,8 = 18,64 hp

26. Rotary Washer I (W-301)


Fungsi : untuk mencuci Pulp yang keluar dari Reaktor Lakase
Jenis : Continuous Rotary Drum Vacuum Filter
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi :
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 67oC
- Berat filtrat yang keluar = 301038,69 kg/jam = 663675,92 lbm/jam
- Berat cake yang dihasilkan dari filter (Wc) = 72958,78 kg/jam
= 160846,39 lbm/jam
- Densitas cake = 1023,90 kg/m3 = 63,92 lbm/ft3
- Densitas filtrat = 995,92 kg/m3 = 62,17 lbm/ft3
- Viskositas filtrat = 0,8937 x 10-3 Pa.s
- Kandungan air pada cake filter = 15%

Universitas Sumatera Utara


- Penurunan tekanan = 67 kPa (Geankoplis, 1997)
- Waktu siklus (tc) = 5 menit = 300 s
- Bagian filter yang tercelup (f) = 30%
Perhitungan:
Menghitung Luas Filter

(Geankoplis, 1997)

v Cx 0,015
0,778 x 0,778 x 6,3 x 10- 4 m3 s
tc Cs 18,84

A = 2,47 m3
Menghitung Diameter Filter
A = DH
H = 2D
A = D 2D

2,47
D= 0,63 m
2 * 3,14
D
R= = 0,31 m
2
H = 1,25 m

Menghitung waktu tinggal (t)


t = f x tc (Geankoplis, 1997)

Universitas Sumatera Utara


t = 0,3 x 300 = 90 s
Menghitung kecepatan putar

(Chopey, 2004)
dimana:
N = kecepatan putaran minimum
f = Bagian filter yang tercelup
tc = waktu filtrasi
Sehingga:

27. Rotary Washer II (W-302)


Fungsi : untuk mencuci Pulp yang keluar dari Reaktor alkali
Jenis : Continuous Rotary Drum Vacuum Filter
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 42,15oC
- Berat filtrat yang keluar = 192323,46 kg/jam = 424000,15 lbm/jam
- Berat cake yang dihasilkan dari filter (Wc) = 64492,43 kg/jam
= 142181,30 lbm/jam
- Densitas cake = 1026,72 kg/m3 = 64,09 lbm/ft3
- Densitas filtrat = 996,9 kg/m3 = 62,23 lbm/ft3
- Viskositas filtrat = 0,8937 x 10-3 Pa.s
- Volume filtrate =192323,46/996,9 = 192,92 m3/jam
- Massa dry cake = 5647,61
- Konsentrasi padatan masuk filter (Cs) = 29,27 kg/m3 slurry
= 1,83 lbm/ft3
- Kandungan air pada cake filter = 15%
- Penurunan tekanan = 67 kPa (Geankoplis, 1997)

Universitas Sumatera Utara


- Waktu siklus (tc) = 5 menit = 300 s
- Bagian filter yang tercelup (f) = 30%
Perhitungan:
Menghitung Luas Filter

(Geankoplis, 1997)

v Cx 0,022
0,778 x 0,778 x 5,84 x 10- 4 m3 s
tc Cs 29,27

A = 2,86 m3
Menghitung Diameter Filter
A = DH
H = 2D
A = D 2D

2,86
D= 0,68 m
2 * 3,14
D
R= = 0,34 m
2
H = 1,35 m
Menghitung waktu tinggal (t)
t = f x tc (Geankoplis, 1997)
t = 0,3 x 300 = 90 s
Menghitung kecepatan putar

Universitas Sumatera Utara


(Chopey, 2004)
dimana:
N = kecepatan putaran minimum
f = Bagian filter yang tercelup
tc = waktu filtrasi
Sehingga:

28. Rotary Washer III (W-303)


Fungsi : untuk mencuci Pulp yang keluar dari Reaktor klorin dioksida
Jenis : Continuous Rotary Drum Vacuum Filter
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 46,63oC
- Berat filtrat yang keluar = 215177,22 kg/jam = 474384,00 lbm/jam
- Berat cake yang dihasilkan dari filter (Wc) = 11379,7 kg/jam
= 25087,91 lbm/jam
3
- Densitas cake = 1171,33 kg/m = 73,12 lbm/ft3
- Densitas filtrat = 945,22 kg/m3 = 59 lbm/ft3
- Viskositas filtrat = 0,8937 x 10-3 Pa.s
- Kandungan air pada cake filter = 15%
- Penurunan tekanan = 67 kPa
- Waktu siklus (tc) = 5 menit = 300 s
- Bagian filter yang tercelup (f) = 30%

Perhitungan:
Menghitung Luas Filter

Universitas Sumatera Utara


(Geankoplis, 1997)

v Cx 0,027
0,778 x 0,778 x 7,8 x 10-4 m 3 s
tc Cs 27,16

A = 3,68 m3
Menghitung Diameter Filter
A = DH
H = 2D
A = D 2D

3,68
D= 0,77 m
2 * 3,14
D
R= = 0,38 m
2
H = 1,53 m
Menghitung waktu tinggal (t)
t = f x tc (Geankoplis, 1997)
t = 0,3 x 300 = 90 s
Menghitung kecepatan putar

(Chopey, 2004)
dimana:
N = kecepatan putaran minimum

Universitas Sumatera Utara


f = Bagian filter yang tercelup
tc = waktu filtrasi
Sehingga:

29. Compact Press (CP-401)


Fungsi : untuk mengurangi kadar air pada pulp
Jenis : Continuous Rotary Drum Vacuum Filter
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 46,63oC
- Berat filtrat yang keluar = 3755,30 kg/jam = 8279,01 lbm/jam
- Berat cake yang dihasilkan dari filter (Wc) = 7624,40 kg/jam
= 16808,91 lbm/jam
- Densitas cake = 1364,54 kg/m3 = 85,19 lbm/ft3
- Densitas filtrat = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbm/ft3
- Viskositas filtrat = 8,93 x 10-3 Pa.s
- Kandungan air pada cake filter = 15%
- Penurunan tekanan = 20 in Hg (McCabe, 1999)
- Waktu siklus (tc) = 5 menit = 300 s
- Bagian filter yang tercelup (f) = 30%
Perhitungan:
Menghitung Luas Filter

(Geankoplis, 1997)

Universitas Sumatera Utara


v Cx 0,54
0,778 x 0,778 x 2,5 x 10-4 m 3 s
tc Cs 1639,18

A = 9,40 m3
Menghitung Diameter Filter
A = DH
H = 2D
A = D 2D

9,40
D= 1,22 m
2 * 3,14
D
R= = 0,61 m
2
H = 2,45 m
Menghitung waktu tinggal (t)
t = f x tc (Geankoplis, 1997)
t = 0,3 x 300 = 90 s

Menghitung kecepatan putar

(Chopey, 2004)
dimana:
N = kecepatan putaran minimum
f = Bagian filter yang tercelup
tc = waktu filtrasi

Sehingga:

Universitas Sumatera Utara


30. Rotary Dryer(RD-401)
Fungsi : untuk mengeringkan bleached pulp yang keluar dari compact
press
Jenis : Countercurrent Rotary Dryer
Bahan kontruksi : Baja karbon SA-283 grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
- Temperatur udara masuk (TG1) = 30 oC = 303,15oF
- Temperatur steam keluar (TG2) = 100 oC = 212oF
- Laju alir steam (Gs) = 86,55 kg/jam = 190,81 lbm/jam
- Temperatur umpan masuk (TS1) = 46,6 oC = 115,8oF
- Temperatur produk keluar (TS2) = 110 oC = 230oF
- Laju alir produk (SS) = 6861,96 kg/jam = 15128,01 lbm/jam
-
Densitas campuran ( camp) = 1282,80 kg/m3 = 45,22 lb/ft3
Perhitungan:
a. Menentukan diameter rotary dryer
Range kecepatan rotary dryer = 200-1000 lb/ft2.jam (Perry,1999)
Diambil rate udara = 200 lb/ft2.jam
GS
A
Rate steam
190,81 lbm / jam
200 lb / ft 2 . jam
0,96 ft 2
Syarat diameter Rotary dryer adalah 1-10 ft
Ax 4
D

0,96 x 4
3,14
1,10 ft
b. Menghitung panjang rotary dryer

Universitas Sumatera Utara


Panjang silinder dryer = 4D
Diambil: L = 4D
L = 4 x 1,10
L = 4,41 ft
c. Menentukan jumlah putaran
v
N
xD
dimana:
v = kecepatan putaran linier = 30-150 ft/mnt
Diambil kecepatan putaran linier, v = 100 ft/mnt
v
N
xD
100
3,14 x1,10
28,89 rpm
Range: N x D = 25-35
N x D = 28,89 x 1,40 = 31,85 rpm (memenuhi)
d. Menghitung waktu lewatan
Hold-up = 3-12% volume total
Diambil hold-up = 3%
volume total 1 4 D 2 L
1 4 x3,14x(1,102 ) x 4,41
4,21 ft 3
Hold-up = 3% x 4,21 = 1,26
Hold up x camp
waktu lewa tan
SS
1,26 x 80,08
15128,01
0,006 jam 0,40 menit
e. Menghitung daya dryer
Range P = 0,5D2
P = 0,5 x 1,12
= 0,61 hP

Universitas Sumatera Utara


Maka digunakan gaya penggerak rotary dryer = 0,61 hP

31. Blow Box (B-401)


Fungsi : Untuk menurunkan temperatur lembaran bleached pulp
dengan udara
Bentuk : Box vertikal dengan tutup datar bagian atas
Bahan kontruksi : Carbon Steel SA-285 Grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi Penyimpanan:
- T udara masuk = 328,15 K
- T pulp masuk = 110oC = 383,15 K
- T pulp keluar = 30oC = 303,15 K
- Densitas = 996,22 kg/m3
- Laju alir massa = 6861,96 kg/jam
- = 2230 (kJ/kg)
- U = 1794,25 (W/jam.m2. K)
- Volume Blow Box = 6861,96 kg / 996,22 kg/m3
= 6,89 m3

Perhitungan:
-

Faktor keamanan = 20 %, maka


Volume Blow Box (V) = (1 + 0,2) x 6,89 m3 = 8,27 m3
Blow Box berukuran = panjang (p) = lebar (l) = 1,5 x tinggi (t)
Volume Blow Box (V) = p x l x t = 1,5t x 1,5t x t = 2,25t3
1
3
V
Tinggi Blow Box (t) = = 1,54 m
2,25
Panjang Blow Box = lebar gudang (l) = 1,5t = 1,5 x 1,54 m
= 2,31 m
32. Disk Chipper (DC-101)

Universitas Sumatera Utara


Fungsi : untuk memotong log kayu menjadi chip
Bahan Kontruksi : Baja
Bentuk : Piringan sebagai pisau pemotong
Jumlah : 1 unit yang terdiri dari 16 pisau pemotong
Kondisi Operasi : Tekanan = 1 atm
Temperatur = 30 C
Ukuran : Diameter piringan = 1200 mm
Ketebalan = 100 mm
Rotasi : 900 rpm
Kapasitas : 12000 kg/jam
Perhitungan daya :
Diperkirakan umpan log memiliki ukuran berkisar 150 mm, maka (Da) = 1500
mm. Pemecahan primer menggunakan disc chipper dengan ukuran produk yang
dihasilkan ukuran (Db) = 25 mm
R = Rasio
R = Da/ Db = 150/250 = 6
Daya yang digunakan adalah : (Peters et.al., 2004)
P = 5,5 ms . R
Kapasitas umpan untuk disc chipper adalah = 12000 kg/jam
dengan : ms = laju umpan (kg/jam)
Maka : P = 5,5 (12000).6
= 396000 W = 531,1 hp
Digunakan daya standar 531 hp.

33. Gudang Penyimpanan Produk (TT-108)


Fungsi : Untuk menyimpan pulp
Bahan Kontruksi : Beton Kedap Air
Bentuk : Balok
Jumlah : 4 unit
Kondisi Penyimpanan:
- T = 30oC
- P = 1 atm

Universitas Sumatera Utara


- Densitas produk = 602,22 kg/m3
- Jumlah produk = 6313 kg/jam
- Kebutuhan pulp untuk 15 hari (m) = 2272680 kg
Perhitungan:
Direncanakan kertas digulung dalam roller dengan berat 500 kg, maka:
Volume roller = 2272680 kg / 602,22 kg/m3 = 3773,84 m3

Diameter roller = 4 = 3,35 m

Tinggi roller = Diameter roller = 3,35 m


Banyak roller yang digunakan = 2272680 kg/500 kg = 4546 buah
Direncanakan tiap gudang berisi 2700 unit, maka:
Direncanakan roller disusun 30 unit ke depan dan ke kanan, maka:
Jumlah roller dalam 1 kolom = 2700/ (30 x 30) = 3 roller
Sehingga ukuran gudang yang digunakan:
Faktor kelonggaran = 30%
Tinggi gudang (t) = (1 + 0,3) x 3 x 3,35= 13,06 m
Panjang gudang (p) = (1 + 0,3) x 30 x 3,35 = 130,61 m
Lebar gudang (l) = (1 + 0,3) x 30 x 3,35 = 130,61 m

34. Conveyor I (C-101)


Fungsi : Mengangkut chip dari gudang penyimpanan chip (TT-101) ke
Digester (R-101)
Jenis : Flat belt on continuous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 9682,11 kg/jam = 2,69 kg/s
Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,58 m/mnt = 1,143 m/s

Universitas Sumatera Utara


- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
- Panjang horizontal = 300 m
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)
dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 2,69 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :
P = 0,07 x (2,69)0,63 x 7,62
= 0,99 kW = 1,74 hp

35. Conveyor II (C-102)


Fungsi : Mengangkut NaOH dari gudang penyimpanan NaOH
(TT-104) ke tangki pencampuran (TT-102)
Jenis : Flat belt on continuous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 8548,58 kg/jam = 2,38 kg/s
Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm

Universitas Sumatera Utara


- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
- Panjang horizontal = 300 m
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)
dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 13677,9 kg/jam = 3,79 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :
P = 0,07 x (2,38)0,63 x 7,62
= 0,92 kW = 1,23 hp

36. Conveyor III (C-103)


Fungsi : Mengangkut Na2CO3 dari gudang penyimpanan Na2CO3
(TT-105) ke tangki pencampuran (TT-102)
Jenis : Flat belt on continuous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 2419,41 kg/jam = 0,67 kg/s
Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
- Panjang horizontal = 300 m

Universitas Sumatera Utara


Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)
dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 3871,1 kg/jam = 1,07 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :
P = 0,07 x (0,67)0,63 x 7,62
= 0,42 kW = 0,56 hp

37. Conveyor IV (C-301)


Fungsi : Mengangkut lakase dari gudang penyimpanan lakase
(TT-301) ke mixer I (M-301)
Jenis : Flat belt on continuous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 1120,36 kg/jam = 0,31 kg/s
Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
- Panjang horizontal = 300 m
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)

Universitas Sumatera Utara


dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 1774,64 kg/jam = 0,49 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :
P = 0,07 x (0,31)0,63 x 7,62
= 0,07 kW = 0,09 hp

38. Conveyor V (C-302)


Fungsi : Mengangkut ClO2 dari gudang penyimpanan ClO2 (TT-303)
ke reaktor klorin dioksida (R-303)
Jenis : Flat belt on continuous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Jumlah : 3 unit
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 143,72kg/jam = 0,04 kg/s

Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
- Panjang horizontal = 300 m

Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):


P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)

Universitas Sumatera Utara


dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 77,23 kg/jam = 0,021 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :
P = 0,07 x (0,01)0,63 x 7,62
= 0,035 kW = 0,047 hp

39. Conveyor VI (C-401)


Fungsi : Mengangkut Pulp dari Compact Press (CP-401) ke Tunnel
Dryer (TD-401)
Jenis : Flat belt on continuous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 52oC
- Laju alir massa = 7624,40 kg/jam = 2,12 kg/s
Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
- Panjang horizontal = 300 m
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)

dimana:
P = daya (kW)

Universitas Sumatera Utara


m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 3,38 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :
P = 0,07 x (2,12)0,63 x 7,62
= 0,86 kW = 1,15 hp

40. Conveyor VII (C-402)


Fungsi : Mengangkut bleached pulp dari Tunnel Dryer (TD-401) ke
Blow Box (B-401)
Jenis : Flat belt on continous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 110oC
- Laju alir massa = 6861,96 kg/jam = 1,91 kg/s
- Densitas campuran umpan = 721,29 kg/m3
Untuk belt conveyor kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi (Perry & Green, 1999):
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
- Panjang horizontal = 300 m
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)
dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)

Universitas Sumatera Utara


m = 3,04 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :
P = 0,07 x (1,91)0,63 x 7,62
= 0,80 kW = 1,07 hp

41. Conveyor VIII (C-403)


Fungsi : Mengangkut bleached pulp Blow Box (B-401) Ke Gudang
penyimpanan produk (TT-108)
Jenis : Flat belt on continous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = 6861,96 kg/jam = 3,04 kg/s
Spesifikasi:
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
- Kecepatan Belt = 100 ft/mnt
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)
dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 3,04 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :

Universitas Sumatera Utara


P = 0,07 x (1,91)0,63 x 7,62
= 0,80 kW = 1,07 hp

42. Conveyor IX (C-501)


Fungsi : Mengangkut smelt dari Furnace (E-506) Ke Lindi hijau
Clarifier (CL-501)
Jenis : Centrifugal Dischare Screw
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa (W) = 34507,13 kg/jam = 9,59 kg/s
- Waktu pengangkutan (t) = 1 jam
- Penentuan kapasitas screw = W/t = 34507,13 /1 = 34507,13 kg/jam
- Faktor kelonggaran = 20%
- kapasitas conveyor = (1+0,2) x 34507,13 = 41408,56 kg/jam
Untuk kapasitas 34,51 ton/jam dipilih screw conveyor dengan spesifikasi sebagai
berikut :
- Tinggi conveyor = 12 in
- Ukuran conveyor = 16 in
- Jarak antar conveyor = 3 ½ in
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)
dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 9,59 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m

Maka :
P = 0,07 x (9,59)0,63 x 0,36

Universitas Sumatera Utara


= 0,10 kW = 0,14 hp

43. Conveyor X (C-502)


Fungsi : Mengangkut CaO tangki penyimpanan CaO (TT-501) ke
reaktor recausticizer (R-501)
Jenis : Flat belt on continous flow
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Kondisi operasi:
- Tekanan = 1 atm
- Temperatur = 30oC
- Laju alir massa = (10073,41/2) kg/jam = 5036,71kg/jam

Spesifikasi:
- Tinggi conveyor = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran conveyor = (6 x 4 x 4¼) in
- Jarak antar conveyor = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan conveyor = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 14 in = 0,356 m =35,6 cm
- Kecepatan Belt = 100 ft/mnt
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
P 0,07 m 0,63 ΔZ (Peters et.al., 2004)
dimana:
P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
∆Z = tinggi elevator (m)
m = 8058,95 kg/jam = 2,23 kg/s
∆z = 25 ft = 7,62 m
Maka :
P = 0,07 x (1,4)0,63 x 7,62
= 0,66 kW = 0,88 hp

Universitas Sumatera Utara


44. Digester (R-101)
Fungsi : tempat berlangsungnya pemasakan chip
Jenis : Reaktor tangki berpengaduk
Bentuk : silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Jumlah baffle : 4 buah
Bahan konstruksi : High Alloy Steel 316
Jumlah : 4 unit
Reaksi yang terjadi:
Reaksi yang terjadi dalam proses pemasakan yaitu ( Walker, 2006):
Na2S + H2O NaOH + NaSH
NaOH + Na2S + Na2CO3 + Chip Na-org + S-org + Lignin + NaHS + Air
Kondisi Operasi:
Temperatur = 165 oC = 343,15 K
Tekanan operasi = 10,8 atm = 158,71 psi
Laju alir massa = 158594,49 kg/jam
Waktu tinggal ( ) reaktor = 4 jam
Densitas campuran umpan= 1019,9 kg/m3= 63,67 lbm/ft3
Viscositas campuran = 0,89 cp = 0,0006 lb/ft.s
Perhitungan Dimensi Digester

Volume larutan, VL = 621,82 m3


Karena terdapat 4 unit maka VL = 155,46 m3
Volume reaktor, Vt = (1,2 .VL) = 1,2 (155,46) = 186,55 m3
Direncanakan : Hs : Di = 10 : 1
Hh : Di = 1 : 6
Dimana ; Hs = tinggi shell
Hh = tinggi head
Di = diameter dalam tangki

Universitas Sumatera Utara


Volume silinder tangki (Vs)

Volume alas dan tutup tangki (Vh)

(Peters, et.al., 2004)

Volume tangki (V)


V = Vs + Vh

Di = 2,84 m = 111,96 in = 9,33 ft


hs = 28,44 m

Tinggi total tangki = hs + 2hh = 28,44 m + (2 x 0,47) = 29,39 m


Tebal shell tangki

(Peters, et.al., 2004)


-

di mana:
ts = tebal shell (m)
P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m)
S = allowable stress (kPa)
E = joint efficiency
C = corrosion allowance (m/tahun)
n = umur alat (tahun)
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (155,50 / 186,60) x 28,44
= 23,70 m
Po = Tekanan operasi = 10,8 atm = 158,71 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 157,81 psi + 25 psi
= 183,71 psi
Faktor kelonggaran = 20 %

Universitas Sumatera Utara


Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (183,71) = 220,45 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 183,71 psi + 25 psi = 208,71 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 220,45 psi = 1519,96 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Stainless Steel SA-240 grade M tipe 316
- Allowable working stress (S) = 18.700 psia (Walas, 1990)
= 128.932,012 kPa
- Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
- Corossion allowance (C) = 0,35 in (Walas, 1990)
= 0,0089 m
Tebal shell tangki:

Tebal shell standar yang digunakan = 0,11 m = 4 1/4 (Brownell&Young, 1959)


Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 4 1/4 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 6 in (Brownell&Young,1959)
Tebal tutup dan alas tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup dan alas = 4 1/4 in. (Brownell&Young, 1959)
Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah steam (180oC) = 5207,39 kg/jam

Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal shell )


= 111,96 + 2 (4 1/4)
= 120,53 in
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 29,39 m = 1157,02 in = 96,42 ft
Asumsi jarak jaket = 5 in

Universitas Sumatera Utara


Diameter luar jaket (D2) = D1 + (2 x jarak jaket)
= 120,53 + ( 2 x 5 )
= 130,54 in
Luas laluan steam, A

A = 1,27 m2
Kecepatan superficial steam, v

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Carbon Steel Plate SA-285 grade C

Pdesain = 158,71 + 42,19 = 200,90 psi

= 4,21 in
Tebal jaket standar yang digunakan = 4 in (Brownell&Young, 1959)
dengan 48 in < D < 132 in.
D2 rancangan = 130,54 in (memenuhi batas D).
Perancangan Sistem Pengaduk
Jenis pengaduk : turbin impeller daun enam
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (Mc Cabe et.al., 1999), diperoleh :
Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 x 9,33 ft = 3,11 ft
E/Da = 1 ;E = 3,11 ft
L/Da = 1/4 ;L = 1/4 x 3,11 ft = 0,78 ft
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 3,11 ft = 0,62 ft
J/Dt = 1/12 ;J = 1/12 x 9,33 ft = 0,78 ft
Di mana:
Dt = diameter tangki

Universitas Sumatera Utara


Da = Diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/detik
Bilangan Reynold,

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


(Mc Cabe et.al., 1999)

= 6,59 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%

Maka dipilih daya motor dengan tenaga 8,5 hp

45. Diffuser Washer (V-201)


Fungsi : tempat pencucian pulp
Bentuk : Silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal bagian
atas yang dilengkapi 3 buah bola pencuci
Jenis Sambungan : Doubl-welded butt joint
Jumlah : 8 unit
Bahan konstruksi : High Alloy Steel 316
Kondisi Operasi:
Temperatur = 170 oC
Tekanan operasi = 1 atm
Laju alir massa = 461576,49 kg/jam
Waktu tinggal ( ) reaktor = 1 jam

Universitas Sumatera Utara


Densitas campuran umpan = 996,415 kg/m3= 62,20 lbm/ft3
Viskositas campuran = 0,78 cp = 1,88 lb/ft.jam
Perhitungan:
Ukuran Tangki
Volume larutan (Vl) = (461576,49/996,415) x 1 jam / 8
= 57,90 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 57,90 1,2
= 69,49 m3
D : hs =1:4
Volume silinder (Vs) = /4 x D2 x Hs = D3
Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 : 1,
sehingga:
Tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell & Young,1959)
Volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh x 2
= /4 D2(1/6 D) x 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh (Brownell & Young,1959)
Vt =( D3) + ( /12 D3)
Vt = 13 /12 D3

12Vt 12 69,49
Diameter tangki (D) 3 3
13 13
= 2,73 m = 107,62 in
Jari-jari (R) = 2,73 / 2 = 1,37 m = 53,81 in
Tinggi silinder (Hs) = 4.D = 10,93 m
Tinggi tangki (HT) = Hs + 2. Hh = 11,85 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (57,90/ 69,49) x 10,93
= 72,90 m
Poperasi = 14,69 psi

Universitas Sumatera Utara


Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 14,69 psi + 25 psi
= 39,69 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (39,69) = 47,63 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 39,69 psi + 25 psi = 64,69 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 64,69 psi = 328,38 kPa
Tebal dinding tangki (bagian silinder)
Direncanakan menggunakan bahan konstruksi High Alloy Steel 316 (Peters
et.al., 2004), diperoleh data :
Joint efficiency (E) : 0,85
Allowable stress (S) : 128932,012 kPa
Corrosion Allowance (CA) : 0,00089 m/tahun
Umur alat (n) direncanakan : 10 tahun

(Peters et.al., 2004)


-

dimana :
dt = tebal dinding tangki bagian silinder (m)
P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m) = D/2
S = Allowable working stress
CA = Corrosion allowance
n = umur alat yang direncanakan
E = efisiensi sambungan

Dipilih tebal silinder standar = 0,09 m =31/2 in (Brownell & Young, 1959)
Tebal tutup tangki (head)
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup atas = 3 1/2 in (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange

Universitas Sumatera Utara


Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 3 ½ in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 5 1/2 in (Brownell&Young,1959)
Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah steam (180oC) = 11959,56 kg/jam

Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal shell )


= 107,62 + 2 (3 1/2 )
= 114,95 in
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 11,84 m = 466,36 in = 38,86 ft
Asumsi jarak jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D2) = D1 + (2 x jarak jaket)
= 114,95 + ( 2 x 5 )
= 124,95 in
Luas laluan steam, A

A = 1,22 m2
Kecepatan superficial steam, v

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Carbon Steel Plate SA-285 grade C

Pdesain = 14,69 + 16,36 = 31,05 psi

= 3,61 in
Tebal jaket standar yang digunakan = 3 3/4 in (Brownell&Young, 1959)
dengan 34 in < D < 138 in.

Universitas Sumatera Utara


D2 rancangan = 124,95 in (memenuhi batas D).

Perhitungan bola pencuci


- Direncanakan penggunaan bola pencuci sebanyak 3 buah
- Jarak antara bola pencuci 1 m
Maka diameter bola pencuci (DF) =

Daya motor pencuci = 0,5 x (DF)2 = 0,5 x (3,83)2 = 7,80 hp

46. Blow tank (V-202)


Fungsi : menurunkan temperatur produk
Bentuk : Silinder horizontal dengan kedua tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon Steel SA-285 Grade C
Jenis Sambungan : Double welded butt joints
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur = 110oC = 383,15 K
Tekanan operasi = 1,5 atm
Laju alir masuk = 73963,46 kg/jam
Densitas campuran = 1023,78 kg/m3
Viskositas campuran = 0,78 cp = 1,88 lb/ft.jam
Laju alir volumetrik (Q) = 73963,46 kg/jam / 1023,78 kg/m3
= 72,25 m3/jam
Perhitungan:
Ukuran Blow Tank
Volume larutan (Vl) = 73963,46 kg/jam / 1023,78 kg/m3 x 1 jam
= 72,25 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 72,25 1,2
= 86,70 m3

Universitas Sumatera Utara


Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 5 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Ls = . D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga :
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell&Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh
Vt = ( D3) + ( /12 D3) (Brownell&Young,1959)

Vt = 4. /3 D3

3Vt 3 86,70
Diameter tangki (D) 3 3
4 4
= 2,75 m = 108,11 in
Jari-jari (R) = 2,75 / 2 = 1,37 m = 54,06 in
Tinggi silinder (Hs) = 5D = 13,73 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 2,75 m = 0,46 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 14,65 m = 48,05 ft
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (72,25 / 86,70) x 13,73
= 11,44 m
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 14,69 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 14,69 psi + 25 psi
= 39,69 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (39,69) = 47,64 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)

Universitas Sumatera Utara


= 39,69 psi + 25 psi = 64,69 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 64,69 psi = 328,43 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
- Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94458,2120 kPa
- Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
- Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Walas, 1990)
= 0,000508 m/tahun
Tebal shell tangki:

Tebal shell standar yang digunakan= 0,011 m = ½ in (Brownell&Young, 1959)


Tebal tutup dan alas tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup dan alas = ½ in. (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar ½ in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 3 in (Brownell&Young,1959)
Menghitung Jaket pendingin
Jumlah air pendingin (28oC) = 72,29 kg/jam

Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal shell )


= 108,11 + 2( ½ )
= 108,96 in
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 14,65 m = 576,60 in = 48,05 ft
Asumsi jarak jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D2) = D1 + (2 x jarak jaket)
= 108,96 + ( 2 x 5 )
= 118,96 in

Universitas Sumatera Utara


Luas laluan air pendingin, A

A = 1789,10 in2 = 1,15 m2


Kecepatan superficial air pendingin, v

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Carbon Steel Plate SA-285 grade C

Pdesain = 14,69+20,88 = 35,58 psi

= 0,36 in
Tebal jaket standar yang digunakan = in (Brownell&Young, 1959)
dengan 12 in < D < 120 in.
D2 rancangan = 118,96 in (memenuhi batas D).

47. Reaktor Klorin Dioksida (R-303)


Fungsi : tempat berlangsungnya ekstraksi alkali
Jenis : Reaktor tangki berpengaduk
Bentuk : silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Jumlah baffle : 4 buah
Bahan konstruksi : High Alloy Steel 316
Jumlah : 3 unit

Reaksi yang terjadi:

Universitas Sumatera Utara


R R

+ 2ClO2 + H2O + HClO2 + HClO


COOCH3
OCH3 COOH
OH

Reaksi pembentukan klorat (Sixta, 2006):


2ClO2 + H2O  HClO2 + HClO3
Reaksi oksidasi klorit:
HOCl + 2HClO2  2ClO2 + H2O +HCl
Kondisi Operasi:
Temperatur = 70 oC = 343,15 K
Tekanan operasi = 1 atm
Laju alir massa (FAO) = 64800,06 kg/jam
Waktu tinggal ( ) reaktor = 3 jam
Densitas campuran umpan = 1026,7 kg/m3= 64,09 lbm/ft3
Viskositas campuran = 0,78 cp = 0,0005 lb/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = 64800,06 kg/jam / (1026,7 kg/m3 x 3)
= 21,04 m3/jam
Perhitungan:
Ukuran Reaktor

Terdapat 3 reaktor maka V = (189,34/3) = 63,11 m3


Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = (V1 1,2)
= (63,11 1,2)
= 75,74 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 4 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs = D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga :

Universitas Sumatera Utara


tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell&Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh
Vt = ( D3) + ( /12 D3) (Brownell&Young,1959)
Vt = 13 /12 D3

12 Vt 12 75,74
Diameter tangki (D) 3 3
13. 13.
= 2,81 m = 110,76 in = 9,23 ft
Jari-jari (R) = 2,81 / 2 = 1,41 m = 55,38 in
Tinggi silinder (Hs) = 4.D = 11,25 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 2,81 m = 0,47 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 12,19 m = 40,00 ft
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (63,11 / 75,74) x 11,25
= 9,38 m
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 14,69 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 14,69 psi + 25 psi
= 39,69 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (39,69) = 47,64 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 39,69 psi + 25 psi = 64,69 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 64,69 psi = 328,43 kPa

Direncanakan bahan konstruksi Stainless Steel SA-240 grade M tipe 316


- Allowable working stress (S) = 18.700 psia (Walas, 1990)

Universitas Sumatera Utara


= 128.932,012 kPa
- Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
- Corossion allowance (C) = 0,35 in (Walas, 1990)
= 0,0089 m
Tebal shell tangki:

Tebal shell standar yang digunakan= 0,093 m = 33/4 in (Brownell&Young,


1959)
Tebal tutup dan alas tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup dan alas = 33/4 in. (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 33/4 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 56/8 in (Brownell&Young,1959)
Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah steam (180oC) = 1128,34 kg/jam

Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal shell )


= 110,76 + 2 (33/4)
= 118,10 in
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 12,19 m = 479,95 in = 40,00 ft
Asumsi jarak jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D2) = D1 + (2 x jarak jaket)
= 118,10 + ( 2 x 5 )
= 128,10 in

Luas laluan steam, A

Universitas Sumatera Utara


A = 1,25 m2
Kecepatan superficial steam, v

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Carbon Steel Plate SA-285 grade C

Pdesain = 14,69 + 17,36 = 32,05 psi

= 3,61 in
Tebal jaket standar yang digunakan = 33/4 in (Brownell&Young, 1959)
dengan 34 in < D < 138 in.
D2 rancangan = 128,10 in (memenuhi batas D).
Pengaduk (impeller)
Jenis : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps
Efisiensi motor = 80 % (Peters et.al., 2004)
Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :
Da : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
L : Da = 1 : 4 (Geankoplis, 1997)
W : Da = 1 : 5 (Walas, 1990)
C2 : Ht = 1 : 6 (Walas, 1990)
C1 : Ht = 1 : 3 (Walas, 1990)
4 Baffle : J : Dt = 1 : 12 (Walas, 1990)
Jarak pengaduk 1 dan 2 = ½ Ht (Walas, 1990)

dimana :

Universitas Sumatera Utara


Da = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
L = panjang blade pada turbin
W= lebar daun pengaduk
J = lebar baffle
C1 = jarak pengaduk dari atas tangki
C2 = jarak pengaduk dari dasar tangki
Jadi:
Diameter pengaduk (Da) = 1/3 Dt = 1/3 9,23 ft = 3,08 ft
Panjang blade pada turbin (L) = 1/4 x Da = 1/4 x 3,08 ft = 0,77 ft
Lebar daun pengaduk (W) = 1/5 Da = 1/5 3,08 ft = 0,62 ft
Lebar baffle (J) = 1/12 Dt = 1/12 9,23 ft = 0,77 ft
Daya untuk pengaduk
Da 2 N
Bilangan Reynold (NRe) =

3,08 2 1 64,09
=
0,0005
= 1157189,45
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
(Mc Cabe et.al., 1999)

= 6,29 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%

Maka dipilih daya motor dengan tenaga 8 hp

48. Reaktor Alkali (R-302)


Fungsi : tempat berlangsungnya ekstraksi alkali
Jenis : Reaktor tangki berpengaduk

Universitas Sumatera Utara


Bentuk : silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Jumlah baffle : 4 buah
Bahan konstruksi : High Alloy Steel 316
Jumlah : 2 unit
Reaksi yang terjadi (Sixta, 2006):

Cl R R
+ NaOH  NaCl + H2O +
OCH3 OCH3
OH OH
Kondisi Operasi:
Temperatur = 75 oC = 348,15 K
Tekanan operasi = 1 atm
Laju alir massa = 73375,97 kg/jam
Waktu tinggal ( ) reaktor = 2 jam (Smook, 1989)
Densitas campuran umpan= 1024,36 kg/m3
Viskositas campuran = 0,78 cp = 2,15 lb/ft.jam
Perhitungan :
Ukuran Reaktor

Karena terdapat 2 unit maka volum cairan = (143,26/2) m3 = 71,63


Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 71,63 1,2
= 85,96 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 4 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs = D3

Universitas Sumatera Utara


Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga :
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell&Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh (Brownell&Young,1959)
Vt =( D3) + ( /12 D3)
Vt = 13 /12 D3

12 Vt 12 85,96
Diameter tangki (D) 3 3
13 13.
= 2,93 m = 115,53 in
Jari-jari (R) = 2,93 / 2 = 1,47 m = 57,77 in
Tinggi silinder (Hs) = 4.D = 11,74 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 2,93 m = 0,49 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 12,72 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (71,63 / 85,96) x 11,74
= 9,78 m
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 14,69 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 14,69 psi + 25 psi
= 39,69 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (39,69) = 47,64 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 39,69 psi + 25 psi = 64,69 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 64,69 psi = 328,43 kPa

Universitas Sumatera Utara


Direncanakan bahan konstruksi Stainless Steel SA-240 grade M tipe 316
- Allowable working stress (S) = 18.700 psia (Walas, 1990)
= 128.932,012 kPa
- Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
- Corossion allowance (C) = 0,35 in (Walas, 1990)
= 0,0089 m
Tebal shell tangki:

Tebal shell standar yang digunakan= 0,093 m = 33/4 in (Brownell&Young,


1959)
Tebal tutup dan alas tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup dan alas = 33/4 in. (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 33/4 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 56/8 in (Brownell&Young,1959)
Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah steam (180oC) = 402,68 kg/jam

Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal shell )


= 115,53 + 2 (33/4)
= 122,89 in
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 12,72 m = 500,63 in = 41,72 ft
Asumsi jarak jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D2) = D1 + (2 x jarak jaket)
= 122,89 + ( 2 x 5 )
= 132,89 in

Universitas Sumatera Utara


Luas laluan steam, A

A = 1,30 m2
Kecepatan superficial steam, v

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Carbon Steel Plate SA-285 grade C

Pdesain = 14,69 + 18,08 = 32,78 psi

= 3,62 in
Tebal jaket standar yang digunakan = 33/4 in (Brownell&Young, 1959)
dengan 34 in < D < 138 in.
D2 rancangan = 132,89 in (memenuhi batas D).
Pengaduk (impeller)
Jenis : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps
Efisiensi motor = 80 % (Peters et.al., 2004)
Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :
Da : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
L : Da = 1 : 4 (Geankoplis, 1997)
W : Da = 1 : 5 (Walas, 1990)
C2 : Ht = 1 : 6 (Walas, 1990)
C1 : Ht = 1 : 3 (Walas, 1990)
4 Baffle : J : Dt = 1 : 12 (Walas, 1990)
Jarak pengaduk 1 dan 2 = ½ Ht (Walas, 1990)

Universitas Sumatera Utara


dimana :
Da = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
L = panjang blade pada turbin
W= lebar daun pengaduk
J = lebar baffle
Jadi:
Diameter pengaduk (Da) = 1/3 Dt = 1/3 9,63 ft = 3,21 ft
Panjang blade pada turbin (L) = 1/4 x Da = 1/4 x 3,21 ft = 0,80 ft
Lebar daun pengaduk (W) = 1/5 Da = 1/5 3,21 ft = 0,64 ft
Lebar baffle (J) = 1/12 Dt = 1/12 9,63 ft = 0,80 ft
Daya untuk pengaduk
Da 2 N
Bilangan Reynold (NRe) =

3,21 2 1 63,94
=
0,0005
= 1256202,87
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
(Mc Cabe et.al., 1999)

= 7,74 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%

Maka dipilih daya motor dengan tenaga 10 hp

49. Reaktor Lakase (R-301)


Fungsi : tempat berlangsungnya reaksi enzimatis
Jenis : Reaktor tangki berpengaduk
Bentuk : silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal

Universitas Sumatera Utara


Jenis pengaduk : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Jumlah baffle : 4 buah
Bahan konstruksi : High Alloy Steel 316
Jumlah : 3 unit
Reaksi yang terjadi (Viikari & Lantto, 2002) :
OCH3 Cu2+ OH
Cu+ OH
N N

Cu+
OO Cu2+
+ + N
+ 2H + + O2 +
N

Cu + +
N Cu2+ + + + H2O
OCH3 N
OH Cu+ O OH Cu2+
OH OH H

Kondisi Operasi:
Temperatur = 65 oC = 348,15 K
Tekanan operasi = 1 atm
Laju alir massa = 106856,42 kg/jam
Waktu tinggal ( ) reaktor = 3 jam (Viikari, 2002)
Densitas campuran umpan= 1015,49 kg/m3= 63,39 lbm/ft3
Viskositas campuran = 1,25 cp = 0,00084 lbs/ft
Perhitungan :
Ukuran Reaktor

Karena terdapat 3 unit maka v = (315,68/3) m3 = 105,23 m3


Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 105,23 1,2
= 126,27 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 4 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs = D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga :

Universitas Sumatera Utara


tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell&Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh (Brownell&Young,1959)
Vt =( D3) + ( /12 D3)
Vt = 13 /12 D3

12 Vt 12 126,27
Diameter tangki (D) 3 3
13. 13.
= 3,34 m = 131,33 in
Jari-jari (R) = 3,34 / 2 = 1,67 m = 65,67 in
Tinggi silinder (Hs) = 4.D = 13,34 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 3,34 m = 0,56 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 14,46 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (105,23 / 126,27) x 13,34
= 11,12 m
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 14,69 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 14,69 psi + 25 psi
= 39,69 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (39,69) = 47,63 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 39,69 psi + 25 psi = 64,69 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 64,69 psi = 328,43 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Stainless Steel SA-240 grade M tipe 316
- Allowable working stress (S) = 18.700 psia (Walas, 1990)
= 128932,012 kPa

Universitas Sumatera Utara


- Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
- Corossion allowance (C) = 0,35 in (Walas, 1990)
= 0,0089 m
Tebal shell tangki:

Tebal shell standar yang digunakan= 0,094 m = 33/4 in (Brownell&Young,


1959)
Tebal tutup dan alas tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup dan alas = 33/4 in (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 33/4 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 56/8 in (Brownell&Young,1959)
Menghitung Jaket pendingin
Jumlah air pendingin (28oC) = 127,12 kg/jam

Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal shell )


= 131,33 + 2(33/4)
= 138,74 in
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 14,46 m = 569,11 in = 47,43 ft
Asumsi jarak jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D2) = D1 + (2 x jarak jaket)
= 138,74 + ( 2 x 5 )
= 148,74 in
Luas laluan air pendingin, A

A = 2256,23 in2 = 1,46 m2

Universitas Sumatera Utara


Kecepatan superficial air pendingin, v

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Carbon Steel Plate SA-285 grade C

Pdesain = 14,69+ 20,44 = 35,13 psi

= 3,65 in
Tebal jaket standar yang digunakan = 33/4 in (Brownell&Young, 1959)
dengan 34 in < D < 138 in.
D1 rancangan = 138,73 in (memenuhi batas D).
Pengaduk (impeller)
Jenis : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps
Efisiensi motor = 80 % (Peters et.al., 2004)
Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :
Da : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
L : Da = 1 : 4 (Geankoplis, 1997)
W : Da = 1 : 5 (Walas, 1990)
C2 : Ht = 1 : 6 (Walas, 1990)
C1 : Ht = 1 : 3 (Walas, 1990)
4 Baffle : J : Dt = 1 : 12 (Walas, 1990)
Jarak pengaduk 1 dan 2 = ½ Ht (Walas, 1990)
dimana :
Da = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
L = panjang blade pada turbin

Universitas Sumatera Utara


W= lebar daun pengaduk
J = lebar baffle

Jadi:
Diameter pengaduk (Da) = 1/3 Dt = 1/3 10,94 ft = 3,65 ft
Panjang blade pada turbin (L) = 1/4 x Da = 1/4 x 3,65 ft = 0,91 ft
Lebar daun pengaduk (W) = 1/5 Da = 1/8 3,65 ft = 0,73 ft
Lebar baffle (J) = 1/12 Dt = 1/12 10,94 ft = 0,91 ft
Daya untuk pengaduk
Da 2 N
Bilangan Reynold (NRe) =

3,652 1 63,39
=
0,0008
= 1004191,54
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
(Mc Cabe et.al., 1999)

= 14,57 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%

Maka dipilih daya motor dengan tenaga 18,5 hp.

50. Reaktor Recauisticizer (R-501)


Fungsi : tempat berlangsungnya pembentukan NaOH
Jenis : Reaktor tangki berpengaduk
Bentuk : silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Jumlah baffle : 4 buah

Universitas Sumatera Utara


Bahan konstruksi : High Alloy Steel 316
Jumlah : 2 unit
Reaksi yang terjadi (Sixta,2006):
CaO + H2O Ca(OH)2
Ca(OH)2 + Na2CO3 2NaOH + CaCO3
Kondisi Operasi:
Temperatur = 65 oC = 348,15 K
Tekanan operasi = 1 atm
Laju alir massa = 37673,91 kg/jam
Waktu tinggal ( ) reaktor = 2 jam (Viikari & Lantto, 2002)
Densitas campuran umpan= 1539,94 kg/m3 = 96,13 lb/ft3
Viskositas campuran = 0,68 cp = 0,0004 lb/ft.s
Perhitungan :
Ukuran Reaktor

Karena terdapat 2 unit maka v = (48,93/2) m3 = 24,47


Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 24,47 1,2
= 29,36 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 2 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs = ½ D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga :
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell&Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh

Universitas Sumatera Utara


Vt = (½ D3) + ( /12 D3) (Brownell&Young,1959)
Vt = 7 /12 D3

12 Vt 12 29,36
Diameter tangki (D) 3 3
7. 7.
= 2,52 m = 99,26 in
Jari-jari (R) = 2,52 / 2 = 1,26 m = 49,63 in
Tinggi silinder (Hs) = 2.D = 5,04 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 2,52 m = 0,42 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 5,88 m
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (24,47 / 29,36) x 5,04
= 4,20 m
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 14,69 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 14,69 psi + 25 psi
= 39,69 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (39,69) = 47,63 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 39,69 psi + 25 psi = 64,69 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 64,69 psi = 328,43 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Stainless Steel SA-240 grade M tipe 316
- Allowable working stress (S) = 18.700 psia (Walas, 1990)
= 128.932,012 kPa
- Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
- Corossion allowance (C) = 0,35 in (Walas, 1990)
= 0,00089 m
Tebal shell tangki:

Universitas Sumatera Utara


Tebal shell standar yang digunakan= 0,09 m =33/4 in (Brownell&Young, 1959)
Tebal tutup dan alas tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup dan alas = 33/4 in. (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 56/8 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 56/8 in (Brownell&Young,1959)
Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah steam (180oC) = 54,63 kg/jam

Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal shell )


= 99,26 + 2 (33/4)
= 106,57 in
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 5,88 m = 231,62 in = 19,30 ft
Asumsi jarak jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D2) = D1 + (2 x jarak jaket)
= 106,57 + ( 2 x 5 )
= 116,57 in
Luas laluan steam, A

A = 1,13 m2
Kecepatan superficial steam, v

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Carbon Steel Plate SA-285 grade C

Universitas Sumatera Utara


Pdesain = 14,69 + 12,22 = 26,91 psi

= 3,58 in
Tebal jaket standar yang digunakan = 33/4 in (Brownell&Young, 1959)
dengan 34 in < D < 138 in.
D2 rancangan = 116,57 in (memenuhi batas D).
Pengaduk (impeller)
Jenis : flat 6 blade turbine (turbin datar enam daun)
Jumlah turbin : 1 buah
Kecepatan putaran (N) = 60 rpm = 1 rps
Efisiensi motor = 80 % (Peters et.al., 2004)
Pengaduk didesain dengan standar sebagai berikut :
Da : Dt = 1 : 3 (Geankoplis, 1997)
L : Da = 1 : 4 (Geankoplis, 1997)
W : Da = 1 : 5 (Walas, 1990)
4 Baffle : J : Dt = 1 : 12 (Walas, 1990)
Jarak pengaduk 1 dan 2 = ½ Ht (Walas, 1990)
dimana :
Da = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
L = panjang blade pada turbin
W= lebar daun pengaduk
J = lebar baffle
C1 = jarak pengaduk dari atas tangki
C2 = jarak pengaduk dari dasar tangki
Jadi:
Diameter pengaduk (Da) = 1/3 Dt = 1/3 8,27 ft = 2,76 ft
Panjang blade pada turbin (L) = 1/4 x Da = 1/4 x 2,76 ft = 0,69 ft

Universitas Sumatera Utara


Lebar daun pengaduk (W) = 1/5 Da = 1/5 2,76 ft = 0,55 ft
Lebar baffle (J) = 1/12 Dt = 1/12 8,95 ft = 0,69 ft

Daya untuk pengaduk


Da 2 N
Bilangan Reynold (NRe) =

2,762 1 96,13
=
0,0004
= 1599130,73
NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
(Mc Cabe et.al., 1999)

= 5,45 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%

Maka dipilih daya motor dengan tenaga 7 hp.

51. Lindi hijau Clarifier (CL-501)


Fungsi : Memisahkan endapan (flok-flok) yang terdapat dalam lindi hijau
sebelum mengalami proses recauticizing.
Tipe : External Solid Recirculation Clarifier
Bentuk : Circular desain
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C
Data:
Laju massa air (F1) = 34507,13 kg/jam
Densitas Campuran = 1175,20 kg/m3
Perhitungan:
Dari Metcalf & Eddy, 1984, diperoleh :

Universitas Sumatera Utara


Untuk clarifier tipe upflow (radial):
Kedalaman cairan = 3-10 m
Settling time = 1-3 jam
Dipilih : kedalaman cairan (H) = 5 m, waktu pengendapan = 2 jam
Diameter dan Tinggi clarifier
34507,13 kg / jam 2 jam
Volume cairan, V = 58,73 m3
1175,20 kg/m 3
V = 1/4 D2H
1/ 2
4V 1 / 2 4 58,73
D= ( ) 4,24 m
H 3,14 5
Maka, diameter clarifier = 4,24 m
Tinggi clarifier = 1,5 D = 6,36 m
Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik
Phid = xgxh
= 1175,2 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 5 m
= 57584,8 Pa = 57,5848 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 57,5848 kPa + 101,325 kPa = 158,90 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (158,90) = 238,38 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell & Young,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell & Young,1959)
Tebal shell tangki:
PD
t
2SE 1,2P
(238,37 kPa) (4,24 m)
2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(238,37kPa)
0,0073 m 0,29 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan =0,29 in + 1/8 in = 0,41 in
Desain torka yang diperlukan untuk operasi kontinu yang diperlukan untuk
pemutaran (turnable drive) :

Universitas Sumatera Utara


T, ft-lb = 0,25 D2LF (Perry & Green, 1999)
Faktor beban (Load Factor) : 30 lb/ft arm (untuk reaksi koagulasi sedimentasi )
Sehingga : T = 0,25 [(4,24m).(3,2808 ft/m) ]2.30
T = 1449,40 ft-lb
Daya Clarifier
P = 0,006 D2 (Ulrich, 1984)
dimana: P = daya yang dibutuhkan, kW
Sehingga,
P = 0,006 (4,24)2 = 0,108 kW = 0,145 Hp

52. Lindi Putih Clarifier (CL-502)


Fungsi : Memisahkan endapan (flok-flok) yang terdapat dalam white
liquor
Tipe : External Solid Recirculation Clarifier
Bentuk : Circular desain
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C
Data:
Laju massa air (F1) = 37673,91 kg/jam
Densitas Campuran = 1040 kg/m3
Perhitungan:
Dari Metcalf & Eddy, 1984, diperoleh :
Untuk clarifier tipe upflow (radial):
Kedalaman cairan = 3-10 m
Settling time = 1-3 jam
Dipilih : kedalaman cairan (H) = 5 m, waktu pengendapan = 2 jam
Diameter dan Tinggi clarifier
37673,91 kg / jam 2 jam
Volume cairan, V = 72,45 m3
1040 kg/m 3
V = 1/4 D2H
1/ 2
4V 1 / 2 4 72,45
D= ( ) 4,71 m
H 3,14 5

Universitas Sumatera Utara


Maka, diameter clarifier = 4,71 m
Tinggi clarifier = 1,5 D = 7,06 m
Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik
Phid = xgxl
= 1040 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 5 m
= 50960 Pa = 50,96 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 57,96 kPa + 101,325 kPa = 152,28 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (152,28) = 228,43 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell & Young,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell & Young,1959)
Tebal shell tangki:
PD
t
2SE 1,2P
(228,43kPa) (4,71 m)
2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(228,43kPa)
0,0077 m 0,30 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,30 in + 1/8 in = 0,43 in
Desain torka yang diperlukan untuk operasi kontinu yang diperlukan untuk
pemutaran (turnable drive) :
T, ft-lb = 0,25 D2LF (Perry & Green, 1999)
Faktor beban (Load Factor) : 30 lb/ft arm (untuk reaksi koagulasi sedimentasi)
Sehingga : T = 0,25 [(4,71 m).(3,2808 ft/m) ]2.30
T = 1788,13 ft-lb
Daya Clarifier
P = 0,006 D2 (Ulrich, 1984)
dimana: P = daya yang dibutuhkan, kW
Sehingga,
P = 0,006 (4,71)2 = 0,13 kW = 0,18 Hp

Universitas Sumatera Utara


53. Evaporator Multi Efek
Fungsi : Tempat memekatkan lindi hitam
Jenis : 5 buah tangki dengan tutup dan alas ellipsoidal yang
dilengkapi dengan koil pemanas
Bahan konstruksi : Carbon steel, SA-283, Grade C
Kondisi operasi:
Evaporator T(K) P (atm)
1 409 6,14
2 401 2,51
3 392 1,90
4 383 1,41
5 372 0,96
Perhitungan :
Ukuran Tangki
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = laju volumetrik umpan (νo) 1,2
=(414329,35 : 1003 : 5) 1,2
= 99,14 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 8 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2Hs = 2 D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga,
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell&Young,1959)
(Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh x 2
= /4 D2(1/6.D) x 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh (Brownell&Young,1979)
Vt = (2 D3) + ( /12 D3)
Vt = 25. /12 D3

12 Vt 12 99,14
Diameter tangki (D) 3 3
25. 25.
= 2,45 m = 97,43 in = 8,12 ft

Universitas Sumatera Utara


Jari-jari = 1,24 = 48,72 in
Tinggi silinder (Hs) = 8.D = 19,80 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 2,45 m = 0,41 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 20,62 m
Menghitung tekanan desain
Volume tangki = 99,14 m3
Volume cairan = 82,62 m3
Tinggi tangki = 20,62 m
volume cairan dalam tangki tinggi tangki
Tinggi cairan dalam tangki =
volume tangki

Tekanan hidrostatis =ρ g tinggi cairan dalam tangki


= 1003 9,8 17,19
= 169,04 kPa = 1,67 atm
Faktor keamanan untuk tekanan = 20%
Pdesain = 1,67 (1 + 0,5)
= 1,92 atm = 28,19 psi
Tebal dinding tangki (bagian silinder)
Faktor korosi (C) : 0,042 in/tahun
Allowable working stress (S) : 13700 lb/in2 (Brownell &Young,1979)
Efisiensi sambungan (E) : 0,85
Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun

(Peters et.al, 2004)

dimana :
d = tebal dinding tangki bagian silinder (in)
P = tekanan desain (psi)
R = jari-jari tangki (in) = D/2
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan

Universitas Sumatera Utara


Dipilih tebal silinder standar = in

Tebal dinding head (tutup tangki)


Dipilih tebal head standar sama dengan tebal dinding tangki = ½ in
Menghitung luas perpindahan panas
Evaporator T(ºC) U (W/jam.m2. K) λ (kJ/kg)
1 180 2362,05 2155,9
2 177 2225,78 2179,4
3 175 2191,71 2204,55
4 173 1794,25 2230
5 170 1362,72 2259,6

Ws = 86169,74 kg/jam
W1 = 85303,87 kg/jam
W2 = 84428,59 kg/jam
W3 = 83509,78 kg/jam
W4 = 82623,01 kg/jam
W5 = 78464,11 kg/jam
Untuk mencari luas penampang perpindahan panas digunakan rumus:

(Kern, 1965)

A1 = 71441,36 m2
A2 = 35340,23 m2
A3 = 42461,61 m2
A4 = 40884,82 m2
A5 = 25137,34 m2
Av = ∑Ai : 5 = 43053,07 m2
= 463394,76 ft2
Karena selisih antara luas perpindahan panas setiap efek tidak > dari 10% luas
perpindahan panas rata-rata maka rancangan dapat diterima.
Menghitung jumlah lilitan koil :
Dari Appendix tabel 10, hal.843 (Kern,1965) diperoleh :
tube OD 1 in BWG 12, memiliki surface per linft, ft2 (a1)= 0,2618 ft2/ft

Universitas Sumatera Utara


Luas permukaan lilitan koil (Ak) = .Dk.a1 = 6,68 ft2
Jumlah lilitan koil (n) = A / Ak = 69371 lilitan
Jarak antar lilitan koil (j) =2 D = 16,24 ft

54. Furnace (B-501)


Fungsi : Untuk membakar zat-zat organik yang terdapat dalam
campuran
Bentuk : rectangular furnace
Bahan konstruksi : refractory dengan tube terbuat dari bahan chrome-nickel
(25 % Cr, 20 % Ni, 0,35 – 0,45 % C grade HK-40)
Dan blow tank dari Carbon Steel SA-285 Grade C
Temperatur keluar = 150°C = 302°F
Efisiensi furnace = 75 % (Kern, 1965)
Perencanaan desain:
OD tube = 2 – 8 in (Riegel,1998)
Bahan konstruksi = chrome-nickel (25% Cr, 20% Ni, 0,35 – 0,45% C grade
HK-40) (Riegel,1998)
Panjang tube = 10 – 40 ft
Diambil:
OD tube = 2 in
Panjang tube = 10 ft
Centre to centre distance = 6 in
Luas permukaan /tube = 10 ft x x 2/12 ft = 5,23 ft2
Q = 7373927,22 kkal/jam = 29262106,97 Btu/jam
Jumlah tube, Nt

6
Acp per tube = x10 = 5 ft2
12
Total untuk single row refractory backed dari Fig. 19.11 Kern dengan rasio
dari centre to centre / OD = 6/2 = 3 diperoleh = 0,71.
Acp/tube = 5 ft2 x 0,71 = 3,55 ft2

Universitas Sumatera Utara


Acp = 3,55 ft2 x 60 = 213 ft2
Permukaan refractory
End walls = 2 x 10 x 20 = 400
Side walls = 20 x 10 = 200
Bridge walls = 7 x 10 = 70
Floor and arch= 2 x 10 x 10 = 200
AT = 870 ft2
AR = AT - Acp = 870 – 213 = 657 ft2
AR 657
= 2,5
αAcp 262,7
dimention ratio = 10 : 10 : 20 = 1 : 1 : 2
23
vol. furnace
L= 3

(Kern,1965)
23 23
10x10x 20 2000
L= 3 3 = 8,4 ft
PCO2 = 0,1084, PH2O = 0,1248
PCO2.L = 0,1048 x 8,4 = 0,9106
PH2O.L = 0,248 x 8,4 = 2,0832
Dari Fig 19.12 dan Fig 19.13, Kern diperoleh:
(q pada PCO2.L)TG = 11.000 Btu/jam.ft2
(q pada PCO2.L)ts = 8.000 Btu/jam.ft2
(q pada PH2O.L)TG = 18.500 Btu/jam.ft2
(q pada PH2O.L)ts = 12.500 Btu/jam.ft2
4
TG
(qb)TG = 0,173 b dan b = 1,00
100
(Kern,1965)
(qb)TG = 93.300
(qb)ts = 53.000
asumsi : % koreksi = 8 %
(Kern,1965)

Universitas Sumatera Utara


(qpadaP CO2 .L qpadaP H2O .L) T G (qpadaP CO2 .L qpadaP H2O .L) ts 100 %
εG
(q b ) T G (q b ) ts 100
(11.000 18.500) (8.000 12.500) 100 8
93.300 53.000 100

= 0,21
overall exchange factor :
AR
pada G = 0,21 dan = 2,312
αAcp
Dari Fig 19.15 Kern, diperoleh = 0,46
ΣQ 3613506,66
39902,74
αAcp 262,7x0,46
Oleh karena hasilnya mendekati asumsi (42.000) maka spesifikasi furnace ini
dapat diterima.
Ukuran Blow Tank
Volume larutan (Vl) = 34507,13 kg/jam / 1003 kg/m3 x 1 jam
= 34,40 m3
Faktor kelonggaran = 20%
Volume tangki = V1 1,2
= 34,40 1,2
= 41,29 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 2 : 1
Volume silinder (Vs) = /4 D2 Ls = /2 D3
Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor 2 : 1, sehingga :
tinggi head (Hh) = 1/6 D (Brownell&Young,1959)
volume 2 tutup (Vh) ellipsoidal = /4 D2Hh 2
= /4 D2(1/6 D) 2
= /12 D3
Vt = Vs + Vh
Vt = ( /2 D3) + ( /12 D3) (Brownell&Young,1959)
Vt = 7 /12 D3

Universitas Sumatera Utara


12 Vt 12 41,29
Diameter tangki (D) 3 3
7 7
= 2,83 m = 111,21 in
Jari-jari (R) = 2,83 / 2 = 1,41 m = 55,61 in
Tinggi silinder (Hs) =2 D = 5,65 m
Tinggi tutup ellipsoidal (Hh) = 1/6 D
= 1/6 2,83 m = 0,47 m
Tinggi Tangki (HT) = Hs + (Hh x 2) = 6,59 m = 21,62 ft
Tekanan design
Tinggi bahan dalam tangki (Hc) = (V1/ Vt) x Hs
= (34,40 / 41,29) x 5,65
= 4,71 m
Po = Tekanan operasi = 1 atm = 14,69 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 14,69 psi + 25 psi
= 39,69 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (39,69) = 47,64 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 39,69 psi + 25 psi = 64,69 psi
Diambil Pdesain dengan nilai terbesar, yakni 64,69 psi = 328,43 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-285 Grade C
- Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94458,2 kPa
- Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
- Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Walas, 1990)
= 0,000508 m/tahun
Tebal shell tangki:

Universitas Sumatera Utara


Tebal shell standar yang digunakan= 0,011 m = 7/16 in (Brownell&Young,
1959)
Tebal tutup dan alas tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Tebal tutup dan alas = 7/16 in (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 7/16 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 3 in (Brownell&Young,1959)

Menghitung Jaket pendingin


Jumlah air pendingin (28oC) = 54,39 kg/jam

Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal shell )


= 111,21 + 2(7/16 )
= 112,07 in
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 6,59 m = 259,49 in = 21,62 ft
Asumsi jarak jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D2) = D1 + (2 x jarak jaket)
= 112,07 + ( 2 x 5 )
= 122,07 in

Luas laluan air pendingin, A

A = 1837,95 in2 = 1,19 m2


Kecepatan superficial air pendingin, v

Tebal dinding jaket ( tj )


Bahan Carbon Steel Plate SA-285 grade C

Universitas Sumatera Utara


Pdesain = 14,69+ 8,97 = 23,66 psi

= 0,31 in
Tebal jaket standar yang digunakan = 7/16 in (Brownell&Young, 1959)
dengan 12 in < D < 120 in.
D2 rancangan = 111,21 in (memenuhi batas D).

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS

1. Screening (SC)
Fungsi : menyaring partikel-partikel padat yang besar
Jenis : Bar screen
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Stainless steel
Kondisi operasi:
Temperatur = 30°C
Densitas air ( ) = 995,647 kg/m3 (Perry&Green, 1999)
Laju alir massa (F) = 1101314,21 kg/jam

Dari Physical-Chemical Treatment of Water and Wastewater, ditentukan:


Ukuran bar:
Lebar = 5 mm
Tebal = 20 mm
Bar clear spacing = 20 mm
Slope = 30°
Direncanakan ukuran screening:
Panjang = 2m
Lebar = 2m
Misalkan, jumlah bar = x
Maka, 20x + 20 (x + 1) = 2000
40 x = 1980
x = 49,5 50 buah
Luas bukaan (A2) = 20 (50 + 1) (2000) = 2.040.000 mm2 = 2,04 m2

Universitas Sumatera Utara


Untuk pemurnian air sungai menggunakan bar screen, diperkirakan Cd = 0,6
dan 30% screen tersumbat.

-
= 0,00321 mm dari air
2m

20 mm

2m

20 mm

2. Bak Sedimentasi (BS)


Fungsi : untuk mengendapkan lumpur yang terikut dengan air.
Jumlah : 1 unit
Jenis : Grift Chamber Sedimentation
Aliran : Horizontal sepanjang bak sedimentasi
Bahan kontruksi : Beton kedap air
Data :
Temperatur = 30 C
Tekanan = 1 atm
Laju alir massa (F) = 1101314,21 kg/jam
Densitas air ( ) = 995,647 kg/m3 (Perry&Green, 1999)

Universitas Sumatera Utara


Desain Perancangan :
Bak dibuat dua persegi panjang untuk desain efektif (Kawamura, 1991)
Perhitungan ukuran tiap bak :
Kecepatan pengendapan 0,1 mm pasir adalah:
υo = 1,57 ft/min = 8 mm/s (Kawamura, 1991)
Desain diperkirakan menggunakan spesifikasi :
Kedalaman tangki = 12 ft
Lebar tangki = 1,75 ft
Kecepatan aliran

Desain panjang ideal bak : (Kawamura, 1991)

dengan : K = faktor keamanan = 1,5


h = kedalaman air efektif ( 10 – 16 ft); diambil 10 ft.
Maka : L = 1,5 (10 / 1,57) . 31
= 296,20 ft
Diambil panjang bak = 296,20 ft
Uji desain :

Desain diterima ,di mana t diizinkan 6 – 15 menit (Kawamura, 1991)

= 9,39 gpm/ft2
Desain diterima, di mana surface loading diizinkan diantara 4 – 10 gpm/ft2
(Kawamura, 1991).

Universitas Sumatera Utara


Headloss ( h); bak menggunakan gate valve, full open (16 in) :

3. Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP-01)


Fungsi : Membuat larutan alum [Al2(SO4)3] 30%
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–285 grade C
Jumlah : 2 unit
Data:
Kondisi pelarutan:
Temperatur = 30 C
Tekanan = 1 atm
Al2(SO4)3 yang digunakan = 50 ppm
Al2(SO4)3 yang digunakan berupa larutan 30 ( berat)
Laju massa Al2(SO4)3 = 55,06 kg/jam
Densitas Al2(SO4)3 30 = 1363 kg/m3 = 85,08 lb/ft3
Viskositas Al2(SO4)3 30 = 6,72 10-4 lb/ft detik (Othmer &Kirk, 1967)
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Faktor keamanan = 20
Perhitungan:
Ukuran Tangki :

Volume reaktor, Vs = 1,2 .VL = 1,2 (24,23) = 29,08 m3


Karena sistem pengadukan menggunakan turbin berdaun enam dengan
rancangan standar, maka tinggi larutan (HL) harus = Di
HL = Di

Universitas Sumatera Utara


Volume silinder tangki (Vs)

Tinggi cairan, HL = Di = 2,74 m = 107,89 in


Tinggi shell, hs = (29,08 / 24,23) x 2,74 = 3,28 m
Tebal Dinding Tangki

(Peters,et.al.,2004)
-

di mana:
ts = tebal shell (m)
P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m)
S = allowable stress (kPa)
E = joint efficiency
C = corrosion allowance (m/tahun)
n = umur alat (tahun)
PH = ρ x g x HL = 1363 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 2,74 m = 36,60 kPa
Tekanan udara luar = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 36,60 kPa + 101,325 kPa = 137,93 kPa = 20 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 20 psi + 25 psi
= 45 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (45) = 54 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 45 psi + 25 psi = 70 psi
Pdesain yang nilainya lebih besar adalah 70 psi = 482,66 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA–285 grade C

Universitas Sumatera Utara


Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,212 kPa
Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
- Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

= 0,023 m = 0,90 in
Tebal shell standar yang digunakan 0,90 in ≈ 1 in (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 1 in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 3 ½ in (Brownell&Young,1959)
Daya Pengaduk
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (Mc Cabe et.al., 1999), diperoleh :
Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 x 8,99 ft = 2,99 ft
E/Da =1 ;E = 2,99 ft
L/Da = 1/4 ;L = 1/4 x 2,99 ft = 0,74 ft
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 2,99 ft = 0,59 ft
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 8,99 ft = 0,74 ft
Di mana:
Dt = diameter tangki
Da = Diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle

Universitas Sumatera Utara


Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/detik
Bilangan Reynold,

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


(Mc Cabe et.al., 1999)

= 7,32 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%

Maka dipilih daya motor dengan tenaga 9,15 hp ≈ 9,5 hp.

4. Tangki Pelarutan Soda Abu (Na2CO3) (TP-02)


Fungsi : Membuat larutan soda abu (Na2CO3) 30%
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–285 grade C
Jumlah : 1 unit
Data :
Kondisi pelarutan :
Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm
Na2CO3 yang digunakan = 27 ppm
Na2CO3 yang digunakan berupa larutan 30 ( berat)
Laju massa Na2CO3 = 29,73 kg/jam
Densitas Na2CO3 30 = 1.327 kg/m3 = 82,84 lbm/ft3 (Perry & Green, 1999)
Viskositas soda abu ( ) = 0,5491 cP = 3,69 x 10-4 lbm/ft detik (Othmer, 1967)
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Faktor keamanan = 20

Universitas Sumatera Utara


Perhitungan:
Ukuran Tangki :

Volume reaktor, Vs = 1,2 .VL = 1,2 (26,88) = 32,26 m3


Karena sistem pengadukan menggunakan turbin berdaun enam dengan
rancangan standar, maka tinggi larutan (HL) harus = Di
HL = Di

Volume silinder tangki (Vs)

Tinggi cairan, HL = Di = 2,83 m = 111,69 in


Tinggi shell, hs = (32,26 / 26,88) x 2,83 = 3,40 m
Tebal Dinding Tangki

(Peters,et.al.,2004)
-

di mana:
ts = tebal shell (m)
P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m)
S = allowable stress (kPa)
E = joint efficiency
C = corrosion allowance (m/tahun)
n = umur alat (tahun)
PH = ρ x g x HL = 1327 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 2,83 m = 36,89 kPa
Tekanan udara luar = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 36,89 kPa + 101,325 kPa = 138,21 kPa = 20,04 psi

Universitas Sumatera Utara


Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 20,04 psi + 25 psi
= 45,04 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (45,04) = 54,05 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 45,04 psi + 25 psi = 70,04 psi
Pdesain yang nilainya lebih besar adalah 70,04 psi = 482,95 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA–285 grade C
Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,212 kPa
Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
- Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

= 0,023 m = 0,91 in
Tebal shell standar yang digunakan 0,91 in ≈ 1 in (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 1 in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 3 ½ in (Brownell&Young,1959)
Daya Pengaduk
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (Mc Cabe et.al., 1999), diperoleh :
Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 x 9,30 ft = 3,10 ft
E/Da =1 ;E = 3,10 ft

Universitas Sumatera Utara


L/Da = 1/4 ;L = 1/4 x 3,10 ft = 0,77 ft
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 3,10 ft = 0,62 ft
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 9,30 ft = 0,77 ft
Di mana:
Dt = diameter tangki
Da = Diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/detik
Bilangan Reynold,

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


(Mc Cabe et.al., 1999)

= 8,47 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%

Maka dipilih daya motor dengan tenaga 10,59 hp ≈ 11 hp

5. Tangki Pelarutan Kaporit (TP-03)


Fungsi : Membuat larutan kaporit [Ca(ClO)2]
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Stainless Steel SA-240 Grade S tipe 304
Data:
Temperatur = 30 C
Tekanan = 1 atm
Ca(ClO)2 yang digunakan = 2 ppm

Universitas Sumatera Utara


Ca(ClO)2 yang digunakan berupa larutan 70 ( berat)
Laju massa Ca(ClO)2 = 0,0017 kg/jam
Densitas Ca(ClO)2 70 = 1.272 kg/m3 = 79,40 lbm/ft3 (Perry & Green, 1999)
Kebutuhan perancangan = 120 hari
Faktor keamanan = 20
Perhitungan:
Ukuran Tangki :

Volume reaktor, Vs = 1,2 .VL = 1,2 (0,054) = 0,065 m3


Karena sistem pengadukan menggunakan turbin berdaun enam dengan
rancangan standar, maka tinggi larutan (HL) harus = Di
HL = Di

Volume silinder tangki (Vs)

Tinggi cairan, HL = Di = 0,41 m = 16,22 in


Tinggi shell, hs = (0,065 / 0,054) x 0,41 = 0,49 m
Tebal Dinding Tangki

(Peters,et.al.,2004)
-

di mana:
ts = tebal shell (m)
P = tekanan desain (kPa)
R = jari-jari dalam tangki (m)
S = allowable stress (kPa)
E = joint efficiency

Universitas Sumatera Utara


C = corrosion allowance (m/tahun)
n = umur alat (tahun)
PH = ρ x g x HL = 1272 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 0,41 m = 6,42 kPa
Tekanan udara luar = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 6,42 kPa + 101,325 kPa = 107,74 kPa = 15,62 psi
Pmaks. = Poperasi + 25 psi (Walas, 1990)
= 15,62 psi + 25 psi
= 40,62 psi
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesain = (1,2) (Pmaks.)
= 1,2 (40,62) = 48,75 psi
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 48,75 psi + 25 psi = 65,62 psi
Pdesain yang nilainya lebih besar adalah 65,62 psi = 452,48 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA–285 grade C
Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,212 kPa
Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
- Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

= 0,022 m = 0,88 in
Tebal shell standar yang digunakan = 0,88 in ≈ 1 in (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 1 in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 2 in (Brownell&Young,1959)

Universitas Sumatera Utara


Daya Pengaduk
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (Mc Cabe et.al., 1999), diperoleh :
Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 x 1,35 ft = 0,45 ft
E/Da =1 ;E = 0,45 ft
L/Da = 1/4 ;L = 1/4 x 0,45 ft = 0,11 ft
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 0,45 ft = 0,09 ft
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 1,35 ft = 0,11 ft
Di mana:
Dt = diameter tangki
Da = Diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/detik
Bilangan Reynold,

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


(Mc Cabe et.al., 1999)

= 0,00052 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%

Maka dipilih daya motor dengan tenaga 0,00065 hp ≈ 1 hp

Universitas Sumatera Utara


6. Menara Air/ Tangki Utilitas - 01 (TU-01)
Fungsi : Menampung air sementara dari Sand Filter (SF) untuk
didistribusikan
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-285 Grade C
Jumlah : 10 unit
Kondisi operasi:
Temperatur = 300C
Tekanan = 1 atm
Laju alir massa air = 1101314,21 kg/jam
Densitas air = 995,647 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
Kebutuhan perancangan = 6 jam
Faktor keamanan = 20
Perhitungan Ukuran Tangki:

Volume tangki, Vt = 1,2 2212,25 m3 = 2654,71 m3


Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 1 : 10

dari hasil perhitungan,


D = 6,55 m = 258,12 in
H = 65,56 m
Tebal Dinding Tangki

Tekanan hidrostatik
Phidrostatik = ρ x g x l = 995,647 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 65,56 m = 639,71 kPa =
107,47 Psi
Tekanan operasi, Po = 1 atm = 101,325 kPa

Universitas Sumatera Utara


Poperasi = 639,71 + 101,325 kPa = 741,04 kPa
Pmaks = 107,47 + 25 = 132,47 Psi
Faktor kelonggaran = 5 %.
Pdesign = (1,05) (132,47 kPa) = 139,10 kPa
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 139,10 psi + 25 psi = 157,47 psi
Pdesain yang nilainya lebih besar adalah 157,47 psi = 1085,77 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA–285 grade C
- Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,212 kPa
- Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
- Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
- Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

= 0,054 m = 2,14 in
Tebal shell standar yang digunakan 2,14 in ≈ 2 1/4 in (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 2 1/4 in, diperoleh panjang standar
untuk sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 4 in

7. Tangki Utilitas – 02 (TU-02)


Fungsi : Menampung air dari tangki utilitas 1 untuk keperluan air
domestik
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-285 Grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi : Temperatur = 30°C

Universitas Sumatera Utara


Tekanan = 1 atm
Data :
Laju alir massa air = 598,02 kg/jam
Densitas air = 995,647 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
Kebutuhan perancangan = 1 hari
Faktor keamanan tangki = 20%
Perhitungan Ukuran Tangki:

Volume tangki, Vt = 1,2 14,41 m3 = 17,29 m3


Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 2 : 3

dari hasil perhitungan,


D = 2,44 m = 96,42 in
H = 3,67 m
Tebal Dinding Tangki

Tekanan hidrostatik
Phidrostatik = ρ x g x l = 995,647 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 3,06 m = 29,86 kPa
Tekanan operasi, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 29,86 + 101,325 kPa = 131,19 kPa 19,02 Psi
Pmaks = 19,02 + 25 = 44,02 psi
Faktor kelonggaran = 5 %.
Pdesign = (1,05) (44,02 kPa) = 46,22 kPa
Pdesain = Pmaks. + 25 psi (Walas, 1990)
= 44,02 psi + 25 psi = 69,02 psi
Pdesain yang nilainya lebih besar adalah 69,02 psi = 475,93 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA–285 grade C

Universitas Sumatera Utara


Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,212 kPa
Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
- Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

= 0,022 m = 0,89 in
Tebal shell standar yang digunakan = 0,89 in ≈ 1 in (Brownell&Young, 1959)
Straight - flange
Dari Tabel 5.11, untuk tebal head sebesar 1 in, diperoleh panjang standar untuk
sf (straight - flange) untuk tangki bertutup elipsoidal adalah
sf = 3 in

8. Sand Filter (SF)


Fungsi : Menyaring partikel-partikel yang masih terbawa dalam air
yang keluar dari Clarifier (CL)
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-285, Grade C
Kondisi operasi:
Temperatur = 300C
Tekanan = 1 atm
Laju alir massa air = 1101314,21 kg/jam
Densitas air = 995,647 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
3
Densitas pasir = 2200 kg/m (Perry, 2007)
Sand filter dirancang untuk penampungan 1/4 jam operasi.

Universitas Sumatera Utara


Desain Sand Filter
a. Volume dan diameter tangki

Ditentukan diameter tangki, D = 9 m.


Dari bagian 7.2.4, tinggi bahan penyaring Ht = 0,6096 + 0,3175 + 0,1778
= 1,1049 m
Volume tangki:

Tinggi shell, hs = 4 x 496,89 ÷ (π x 92) = 7,81 m


b. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 9 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup D : H = 4 : 1
Tinggi tutup = ¼ x 9 m = 2,25 m
Tinggi tangki total = 7,81 + 2(2,25) = 12,31 m
c. Tebal shell dan tutup tangki

Phidrostatik = ×g×h
= 995,647 kg/m3 × 9,8 m/det2 × 6,85 m
= 66,83 kPa
Ppenyaring = ×g×l
= 2.200 kg/m3 × 9,8 m/det2 × 1,1049 m
= 23,82 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
PT = 66,83 kPa + 23,82 kPa + 101,325 kPa = 191,975 kPa
Pmaks = 191,975 + 25 x 6,89476 = 404,35 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) × (404,35) = 364,34 kPa

Universitas Sumatera Utara


Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA–285 grade C
Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,212 kPa
Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
- Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

= 0,02 m = 1,14 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1 ¼ in (Brownell&Young, 1959)
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal
tutup 1 ¼ in.

9. Clarifier (CL)
Fungsi : Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk karena
penambahan alum dan soda abu
Tipe : External Solid Recirculation Clarifier
Bentuk : Circular desain
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-285 Grade C
Jumlah : 5 unit
Kondisi operasi:
Temperatur = 300C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air (F1) = 1101314,21 kg/jam
Laju massa Al2(SO4)3 30% (F2) = 55,06 kg/jam
Laju massa Na2CO3 30% (F3) = 29,73 kg/jam
Laju massa total, m = 1101399,01 kg/jam
Densitas Al2(SO4)3 30% = 1363 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
Densitas Na2CO3 30% = 1327 kg/m3 (Perry & Green, 1999)

Universitas Sumatera Utara


Densitas air = 996,24 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
Reaksi koagulasi:
Al2(SO4)3 + 3 Na2CO3 + 3 H2O 2 Al(OH)3 + 3 Na2SO4 + 3CO2
Perhitungan:
Dari Metcalf & Eddy, 1984, diperoleh :
Untuk clarifier tipe upflow (radial):
Kedalaman air = 3-5 m
Settling time = 1-3 jam
Dipilih : kedalaman air (H) = 3 m, waktu pengendapan = 1 jam
Diameter dan Tinggi clarifier
Densitas larutan,

Faktor keamanan = 20%


Volume tangki, Vt = 1,2 x 221,10 m3 = 265,32 m3
V = 1/4 D2H
1/ 2
4V 1 / 2 4 265,32
D= ( ) 9,68 m
H 3,14 3
Diameter clarifier = 9,68 m
Tinggi clarifier = 1,5 D = 14,53 m
Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik
Phid = xgxl
= 996,26 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 3 m
= 29290 Pa = 29,29 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 29,29 kPa + 101,325 kPa = 130,61 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (130,61 kPa) = 137,14 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)

Universitas Sumatera Utara


Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
PD
t
2SE 1,2P
(137,14 kPa) (12,25 m)
2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(137,14 kPa)
0,012 m 0,47 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,47 in + 1/8 in = 0,59 in
Desain torka yang diperlukan untuk operasi kontinu yang diperlukan untuk
pemutaran (turnable drive) :
T, ft-lb = 0,25 D2 LF (Azad, 1976)
Faktor beban (Load Factor) : 30 lb/ft arm (untuk reaksi koagulasi sedimentasi )
Sehingga : T = 0,25 [12,25 (m).(3,2808 ft/m) ]2.30
T = 12114,15 ft-lb
Daya Clarifier
P = 0,006 D2 (Ulrich, 1984)
dimana: P = daya yang dibutuhkan, kW
Sehingga,
P = 0,006 (12,25)2 = 0,90 kW = 1,2 Hp

10. Penukar Kation/ Cation Exchanger (CE)


Fungsi : Mengikat kation yang terdapat dalam air umpan ketel
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Jumlah : 2 unit
Kondisi operasi:
Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 4888,67 kg/jam = 2,99 lbm/detik
Densitas air = 995,64 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
Densitas resin = 28 kg/ft3 = 0,7929 kg/m3 (Nalco, 1988)
Kebutuhan perancangan = 1 jam

Universitas Sumatera Utara


Faktor keamanan = 20%
Ukuran Cation Exchanger
Dari Tabel 12.4 (Nalco, 1979, hal. 12.18), untuk service flow = 21,61 gal/min
dengan 1 unit cation exchanger, diperoleh:
- Diameter penukar kation = 2 ft
- Luas penampang penukar kation = 4,91 ft2
- Jumlah penukar kation = 1 unit
- Tinggi resin dalam cation exchanger = 0,64 ft = 0,19 m
- Tinggi silinder = 1,2 0,64 ft = 0,76 ft = 0,23 m
- Diameter tutup = diameter tangki = 1,21 m
Rasio axis = 2 : 1 (Brownell & Young,1959)

Sehingga, tinggi cation exchanger = 0,23 + 2 x 0,30 = 0,84 m


Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik: Phid = ρ×g×h
= 995,64 kg/m3 × 9,8 m/det2 × 0,19 m
= 1,90 kPa
Tekanan resin : Pres = 0,7929 kg/m3 × 9,8 m/det2× 1,90 m
= 0,001 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
PT = 1,90 kPa + 101,32 kPa + 0,001 kPa = 103,22 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05) (103,22 kPa) = 108,39 kPa
Allowable working stress (S) = 13700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,21 kPa
Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

Universitas Sumatera Utara


= 0,0059 m = 0,23 in
Tebal shell standar yang digunakan = ¼ in (Brownell&Young, 1959)
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal
tutup ¼ in.

11. Penukar Anion (anion exchanger) (AE)


Fungsi : Mengikat anion yang terdapat dalam air umpan ketel
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-285 Grade C
Jumlah : 2 unit
Kondisi operasi :
Temperatur = 300C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 4888,67 kg/jam
Densitas air = 995,64 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
Densitas resin = 28 kg/ft3 = 0,7929 kg/m3 (Nalco, 1988)
Kebutuhan perancangan = 1 jam
Faktor keamanan = 20
Ukuran Anion Exchanger
Jumlah air yang diolah = 4888,67 kg/jam = 1297,08 gal/jam = 21,61 gal/min
Total kesadahan air = 35,37 kg/hari
Dari Tabel 12.4 (Nalco, 1979, hal. 12.18), untuk service flow = 21,61 gal/min
dengan 1 unit cation exchanger, diperoleh:
- Diameter penukar anion = 2 ft
- Luas penampang penukar anion = 4,91 ft2
- Jumlah penukar kation = 1 unit
- Tinggi resin dalam anion exchanger = 0,20 ft = 0,060 m
- Tinggi silinder = (1 + 0,2) 0,20 ft = 0,24 ft = 0,073 m
- Diameter tutup = diameter tangki = 2 ft = 0,60 m
Rasio axis = 2 : 1 (Brownell & Young,1959)

Universitas Sumatera Utara


Sehingga, tinggi cation exchanger = 0,073 + 2 x 0,30 = 0,37 m
Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik: Phid = ρ×g×h
= 995,64 kg/m3 × 9,8 m/det2 × 0,060 m
= 0,59 kPa
Tekanan resin : Pres = 0,7929 kg/m3 × 9,8 m/det2× 0,060 m
= 0,0004 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
PT = 0,59 kPa + 101,32 kPa + 0,0004 kPa = 101,92 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05) (101,92 kPa) = 107,01 kPa
Allowable working stress (S) = 13700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,21 kPa
Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

= 0,0054 m = 0,21 in
Tebal shell standar yang digunakan = ¼ in (Brownell&Young, 1959)
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal
tutup ¼ in.

12. Deaerator (DE)


Fungsi : Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan
ketel dan kondensat bekas
Bentuk : Silinder horizontal dengan tutup elipsoidal

Universitas Sumatera Utara


Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–285 Grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur = 90oC
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 4888,67 kg/jam
Densitas air = 965,32 kg/m3 (Perry & Green, 1999)
Kebutuhan perancangan = 1 hari
Faktor keamanan = 20
Perhitungan Ukuran Tangki

Volume tangki, Vt = 1,2 121,54 m3


= 145,85 m3
Diameter dan panjang tangki
Volume dinding tangki (Vs)

Direncanakan L : D = 3 : 1

Volume tutup tangki (Ve)

- Volume tangki(V)
V = Vs + 2Ve

Di = 3,81 m
L = 11,45 m

Universitas Sumatera Utara


Diameter dan tutup tangki
Diameter tutup = diameter tangki = 3,81 m
Rasio axis = 2 : 1 (Brownell & Young,1959)

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik:
Phid = ρ×g×h
= 965,32 kg/m3 × 9,8 m/det2 × 9,54 m
= 90,34 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
PT = 90,34 kPa + 101,325 kPa = 191,66 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05) (191,66 kPa) = 201,25 kPa
Direncanakan bahan konstruksi Carbon Steel SA–285 grade C
Allowable working stress (S) = 13.700 psia (Walas, 1990)
= 94.458,212 kPa
Joint efficiency (E) = 0,85 (Peters, et.al., 2004)
Corossion allowance (C) = 0,02 in/tahun (Perry&Green,1999)
= 0,000508 m/tahun
Umur alat = 10 tahun
Tebal shell tangki:

= 0,0098 m = 0,38 in
Tebal shell standar yang digunakan = ½ in (Brownell&Young, 1959)
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal
tutup ½ in.

Universitas Sumatera Utara


13. Ketel Uap I (KU-1)
Fungsi : menyediakan uap untuk keperluan proses
Jenis : water tube boiler
Bahan konstruksi : carbon steel
Data :
Uap jenuh : suhu 180 C tekanan 1020 kPa = 147,938 Psi
Kalor laten steam (H) = 768,76 kJ/kg = 330,50 Btu/lbm (Smith, 2005)
Kebutuhan uap = 4867,90 kg/jam
= 10731,86 lbm/jam

Menghitung Daya Ketel Uap : (Caplan, 1980)

di mana: P = daya boiler, hp


W = kebutuhan uap, lbm/jam
H = kalor laten steam, Btu/lbm
Maka,

Menghitung Jumlah Tube


Dari ASTM Boiler Code, permukaan bidang pemanas = 10 ft2/hp.
Luas permukaan perpindahan panas,
A = P 10 ft2/hp
= hp 10 ft2/hp
= 3900,30 ft2
Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi:
Panjang tube, L = 25 ft
Diameter tube 1 in
Luas permukaan pipa, a = 0,2618 ft2/ft (Kern, 1965)
Sehingga jumlah tube,

Jadi tube yang digunakan 596 buah.

Universitas Sumatera Utara


14. Ketel Uap II (KU-2)
Fungsi : menyediakan uap untuk keperluan proses
Jenis : fire tube boiler
Bahan konstruksi : carbon steel
Data :
Uap lewat jenuh : suhu 180 C tekanan 1020 kPa = 147,938 Psi
Kalor laten steam (H) = 763,06 kJ/kg = 328,05 Btu/lbm (Smith, 2005)
Kebutuhan uap = 86,55 kg/jam = 190,80 lbm/jam

Menghitung Daya Ketel Uap : (Caplan, 1980)

di mana: P = daya boiler, hp


W = kebutuhan uap, lbm/jam
H = kalor laten steam, Btu/lbm
Maka,

Menghitung Jumlah Tube


Dari ASTM Boiler Code, permukaan bidang pemanas = 10 ft2/hp.
Luas permukaan perpindahan panas,
A = P 10 ft2/hp
= 1,86 hp 10 ft2/hp
= 18,69 ft2
Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi:
Panjang tube, L = 25 ft
Diameter tube 1 in
Luas permukaan pipa, a = 0,2618 ft2/ft (Kern, 1965)
Sehingga jumlah tube,

Jadi tube yang digunakan 3 buah.

Universitas Sumatera Utara


15. Menara Pendingin Air /Water Cooling Tower (CT)
Fungsi : Mendinginkan air pendingin bekas dari temperatur 90 C
menjadi 30 C
Jenis : Mechanical Draft Cooling Tower
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–53 Grade B
Kondisi operasi:
Suhu air masuk menara (TL2) = 90 C = 194 F
Suhu air keluar menara (TL1) = 28 C = 82,4 F
Suhu udara (TG1) = 30 C = 86 F
Dari Gambar 9.3-2 Geankoplis (2003) diperoleh H = 0,025 kg uap air/kg udara
kering dan suhu bola basah, Tw = 27,5oC = 8,15oF
Dari Gambar 12-14, Perry, 1999, diperoleh konsentrasi air = 2,2 gal/ft2 menit
Densitas air (90 C) = 965,29 kg/m3 (Perry&Green, 1999)
Laju massa air pendingin bekas = 253,8 kg/jam
Laju volumetrik air pendingin = 253,8 / 965,29 = 0,26 m3/jam
Kapasitas air, Q = 0,26 m3/jam = 1,15 gal/menit
Faktor keamanan = 20%
Luas menara, A = 1,2 x (kapasitas air / konsentrasi air)
= 1,2 x (1,15 gal/menit) / (2,2 gal/ft2. menit) = 0,63 ft2

= 0,36 kg/s.m2
Perbandingan L : G direncanakan = 5 : 6
Sehingga laju alir gas tiap satuan luas (G) = 6/5 x 0,36 = 0,43 kg/s.m2
Perhitungan tinggi menara :
Dari Pers. 9.3-8, Geankoplis (2003):
Hy1 = (1,005 + 1,88 × 0,025).103 (28 – 0) + 2,501.106 (0,025)
= 91981 J/kg
Dari Pers. 10.5-2, Geankoplis (2003) diperoleh:
0,43 (Hy2 – 91981) = 0,36 (4,187.103).(90 - 30)
Hy2 = 308309,33 J/kg

Universitas Sumatera Utara


Garis operasi Garis kesetimbangan
900
800
700

Entalpi (j/kg).103
600
500
400
300
200
100
0
0 20 40 60 80 100
Suhu (°C)

Gambar LD.1 Grafik Entalpi dan Temperatur Cairan pada Cooling Tower (CT)
Dari (Geankoplis, 2003)

Tabel LD.1 Perhitungan Entalpi dalam Penentuan Tinggi Menara Pendingin


Hy(kJ/kg).103 Hy*(kJ/kg).103 1/(Hy*-Hy).10-6
91.981 250 6,32
130 375 4,08
165 460 3,38
200 550 2,85
235 630 2,53
270 727.01 2,18
308,309 825 1,93

Universitas Sumatera Utara


0.000007

0.000006

1/(hy*-hy) 0.000005

0.000004

0.000003 A
0.000002 B
0.000001 C
0
0 50000 100000 150000 200000 250000 300000 350000
Hy

Gambar LD.2 Kurva 1/(Hy*–Hy) terhadap Hy

Luas daerah di bawah kurva dari Hy = 68.511 sampai 173,186 pada Gambar
LD.2 : Luas total = LA + LB + LC

= 0,724

Estimasi kGa = 1,207.10-7 kg.mol /s.m3 (Geankoplis, 2003)

= 0,76 m ( 2,52 ft)


Diambil performance menara 90%, maka dari Gambar 12-15 (Perry&Green,
1999), diperoleh tenaga kipas 0,03 Hp/ft2.
Daya yang diperlukan = 0,03 Hp/ft2 0,63 ft2 = 0,018 hp
Digunakan daya standar 0,018 hp ≈ 1 hp

Universitas Sumatera Utara


16. Pompa Screening (PU-01)
Fungsi : memompa air dari sungai ke bak pengendapan
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 1101314,21 kg/jam = 674,43 lbm/s
densitas ( ) = 996,233 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,00058 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,30)0,45 (996,233)0,13
= 0,52 m = 20,61 in ≈ 22 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 22 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 10
Diameter dalam (ID) = 21,50 in = 1,79 ft = 0,54 m
Diameter luar (OD) = 22 in = 1,83 ft
Luas penampang dalam (at) = 5,63 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,54 = 0,00008.

Universitas Sumatera Utara


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 367151,89 dan ε/D =
0,00008, diperoleh f = 0,0039
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 1,79 = 23,28 ft
2 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 2 30 1,79 = 53,72 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 1,79 = 19,70 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 1,79 = 98,50 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 23,28 + 53,72 + 19,70 + 98,50
= 275,21 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

= 12 + 0 + 0 + 0,034
= 12,034 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Universitas Sumatera Utara


Maka dipilih pompa dengan tenaga 18,44 hp ≈ 19 hp.

17. Pompa Sedimentasi (PU-02)


Fungsi : Memompa air dari bak pengendapan (BS) ke clarifier (CL)
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 5
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 1101314,21 kg/jam = 674,43 lbm/s
densitas ( ) = 996,233 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,00058 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,30)0,45 (996,233)0,13
= 0,52 m = 20,61 in ≈ 22 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 22 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 10
Diameter dalam (ID) = 21,50 in = 1,79 ft = 0,54 m
Diameter luar (OD) = 22 in = 1,83 ft
Luas penampang dalam (at) = 5,63 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.

Universitas Sumatera Utara


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,54 = 0,00008.
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 367151,89 dan ε/D =
0,00008, diperoleh f = 0,0039
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 1,79 = 23,28 ft
2 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 2 30 1,79 = 53,72 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 1,79 = 19,70 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 1,79 = 98,50 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 23,28 + 53,72 + 19,70 + 98,50
= 275,21 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

= 12 + 0 + 0 + 0,034

Universitas Sumatera Utara


= 12,034 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 18,44 hp ≈ 19 hp.

18. Pompa Clarifier (PU-03)


Fungsi : Memompa air dari Clarifier (CL) ke Sand Filter (SF)
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 5
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 1101314,21 kg/jam = 674,43 lbm/s
densitas ( ) = 996,233 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,00058 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,30)0,45 (996,233)0,13
= 0,52 m = 20,61 in ≈ 22 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 22 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 10
Diameter dalam (ID) = 21,50 in = 1,79 ft = 0,54 m
Diameter luar (OD) = 22 in = 1,83 ft
Luas penampang dalam (at) = 5,63 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Universitas Sumatera Utara


Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,54 = 0,00008.
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 367151,89 dan ε/D =
0,00008, diperoleh f = 0,0039
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 1,79 = 23,28 ft
2 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 2 30 1,79 = 53,72 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 1,79 = 19,70 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 1,79 = 98,50 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 23,28 + 53,72 + 19,70 + 98,50
= 275,21 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

Universitas Sumatera Utara


= 12 + 0 + 0 + 0,034
= 12,034 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 18,44 hp ≈ 19 hp.

19. Pompa Sand Filter (PU-04)


Fungsi : Memompa air dari Sand Filter (SF) ke Tangki Utilitas 1
(TU-01)
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 10
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 10131,421/10 kg/jam = 67,44 lbm/s
densitas ( ) = 996,233 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,00058 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,30)0,45 (996,233)0,13
= 0,18 m = 7,31 in ≈ 8 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 8 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 80

Universitas Sumatera Utara


Diameter dalam (ID) = 7,625 in = 0,63 ft = 0,19 m
Diameter luar (OD) = 8,625 in = 0,71 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,31 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,63 = 0,00023.
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 236479,70 dan ε/D =
0,00023, diperoleh f = 0,006
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,63 = 8,25 ft
2 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 2 30 0,63 = 19,05 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,63 = 6,98 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,63 = 34,93 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 8,25 + 19,05 + 6,98 + 34,93
= 149,23 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

Universitas Sumatera Utara


= 12 + 0 + 0 + 0,26
= 12,26 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 1,88 hp ≈ 2 hp.

20. Pompa ke Cation Exchanger (PU-05)


Fungsi : Memompa air dari TU -01 ke cation exchanger
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 4888,67 kg/jam = 2,99 lbm/s
densitas ( ) = 996,23 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,0005 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,048)0,45 (62,19)0,13
= 1,8 in ≈ 2 in

Universitas Sumatera Utara


Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 2 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 1,939 in = 0,16 ft = 0,049 m
Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,19 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,020 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,049 = 0,0009
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 41375,47 dan ε/D =
0,0009, diperoleh f = 0,0042

Instalasi pipa :
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,16 = 2,09 ft
5 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 5 30 0,16 = 24,22 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,16 = 1,77 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,16 = 8,88 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 2,09 + 24,22 + 1,77 + 8,88
= 116,98 ft

Universitas Sumatera Utara


Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

= 12 + 0 + 0 + 0,27
= 12,27 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 0,83 hp ≈ 1 hp

21. Pompa ke Menara Pendingin Air (PU-06)


Fungsi : Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke Menara
Pendingin (CT)
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 253,8 kg/jam = 0,15 lbm/s
densitas ( ) = 996,23 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,0005 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Universitas Sumatera Utara


Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen
Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (002)0,45 (62,15)0,13
= 0,47 in ≈ 0,5 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 0,5 in (Brownell & Young, 1959)
Diameter dalam (ID) = 0,546 in = 0,045 ft = 0,013 m
Diameter luar (OD) = 0,840 in = 0,069 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,0016 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,045 = 0,0033
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 7560,81 dan ε/D =
0,0033, diperoleh f = 0,0025
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,045 = 0,59 ft
1 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 1 30 0,045 = 1,36 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,045 = 0,50 ft

Universitas Sumatera Utara


1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,045 = 2,50 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 0,59 + 1,36 + 0,50 + 2,50
= 84,95 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

= 12 + 0 + 0 + 0,17
= 12,17 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 0,0043 hp ≈ 1 hp

22. Pompa ke Tangki Utilitas 2 (PU-07)


Fungsi : Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke Tangki
Utilitas 2 (TU-02)
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 598,02 kg/jam = 0,3662 lbm/s

Universitas Sumatera Utara


densitas ( ) = 995,647 kg/m3 = 62,15 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8007 cP = 0,0006 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,2363 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,2363 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,0058)0,45 (62,15)0,13
= 0,017 m = 0,69 in ≈ 0,75 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 0,75 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 0,74 in = 0,061 ft = 0,018 m
Diameter luar (OD) = 1,05 in = 0,087 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,003 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,061 = 0,0024.
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 14373,67 dan ε/D =
0,0024, diperoleh f = 0,007.
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,061 = 0,801 ft
3 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)

Universitas Sumatera Utara


L3 = 3 30 0,061 = 5,54 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,061 = 0,67 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,061 = 3,39 ft
Panjang pipa total ( L) = 40 + 0,801+ 5,54 + 0,67 + 3,39
= 50,41 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

= 12 + 0 + 0 + 0,34
= 12,34 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 0,01 hp ≈ 1 hp.

23. Pompa Cation Exchanger (PU-8)


Fungsi : memompa air dari Cation Exchanger (CE) ke Anion
Exchanger (AE)
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1

Universitas Sumatera Utara


Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 4888,67 kg/jam = 2,99 lbm/s
densitas ( ) = 996,23 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,0005 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,048)0,45 (62,19)0,13
= 1,8 in ≈ 2 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 2 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 1,939 in = 0,16 ft = 0,049 m
Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,19 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,020 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,049 = 0,0009
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 41375,47 dan ε/D =
0,0009, diperoleh f = 0,0042

Universitas Sumatera Utara


Instalasi pipa :
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,16 = 2,09 ft
5 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 5 30 0,16 = 24,22 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,16 = 1,77 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,16 = 8,88 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 2,09 + 24,22 + 1,77 + 8,88
= 116,98 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

= 12 + 0 + 0 + 0,27
= 12,27 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 0,83 hp ≈ 1 hp

Universitas Sumatera Utara


24. Pompa Anion Exchanger (PU-9)
Fungsi : Memompa air dari Anion Exchanger (AE) ke Deaerator
(DE)
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 4888,67 kg/jam = 2,99 lbm/s
densitas ( ) = 996,23 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,0005 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,048)0,45 (62,19)0,13
= 1,8 in ≈ 2 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 2 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 1,939 in = 0,16 ft = 0,049 m
Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,19 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,020 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.

Universitas Sumatera Utara


ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,049 = 0,0009
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 41375,47 dan ε/D =
0,0009, diperoleh f = 0,0042

Instalasi pipa :
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,16 = 2,09 ft
5 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 5 30 0,16 = 24,22 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,16 = 1,77 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,16 = 8,88 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 2,09 + 24,22 + 1,77 + 8,88
= 116,98 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

= 12 + 0 + 0 + 0,27
= 12,27 ft.lbf/lbm

Universitas Sumatera Utara


Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 0,83 hp ≈ 1 hp

25. Pompa Domestik (PU-10)


Fungsi : memompa air dari Tangki Utilitas 2 (TU-02) ke kebutuhan
domestik
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 598,02 kg/jam = 0,3662 lbm/s
densitas ( ) = 995,647 kg/m3 = 62,15 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8007 cP = 0,0006 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,2363 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,2363 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,0058)0,45 (62,15)0,13
= 0,017 m = 0,69 in ≈ 0,75 in

Digunakan pipa dengan spesifikasi:


Ukuran pipa nominal = 0,75 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 0,74 in = 0,061 ft = 0,018 m
Diameter luar (OD) = 1,05 in = 0,087 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,003 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Universitas Sumatera Utara


Asumsi NRe > 2100 sudah benar.
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,061 = 0,0024.
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 14373,67 dan ε/D =
0,0024, diperoleh f = 0,007.
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus, L1 = 40 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,061 = 0,801 ft
3 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 3 30 0,061 = 5,54 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,061 = 0,67 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,061 = 3,39 ft
Panjang pipa total ( L) = 40 + 0,801+ 5,54 + 0,67 + 3,39
= 50,41 ft

Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

Universitas Sumatera Utara


= 12 + 0 + 0 + 0,34
= 12,34 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 0,01 hp ≈ 1 hp.

26. Pompa Menara Pendingin Air (PU-11)


Fungsi : memompa air pendingin dari Menara Pendingin Air (CT) ke
unit proses
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 28 C
laju alir massa (F) = 253,8 kg/jam = 0,15 lbm/s
densitas ( ) = 996,23 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,0005 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (002)0,45 (62,15)0,13
= 0,47 in ≈ 0,5 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 0,5 in (Brownell & Young, 1959)
Diameter dalam (ID) = 0,546 in = 0,045 ft = 0,013 m

Universitas Sumatera Utara


Diameter luar (OD) = 0,840 in = 0,069 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,0016 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,045 = 0,0033
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 7560,81 dan ε/D =
0,0033, diperoleh f = 0,0025
Instalasi pipa:
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,045 = 0,59 ft
1 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 1 30 0,045 = 1,36 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,045 = 0,50 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,045 = 2,50 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 0,59 + 1,36 + 0,50 + 2,50
= 84,95 ft
Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

Universitas Sumatera Utara


= 12 + 0 + 0 + 0,17
= 12,17 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 0,0043 hp ≈ 1 hp

27. Pompa Deaerator (PU-12)


Fungsi : Memompa air dari Tangki Deaerator (DE) ke Ketel Uap
(KU-1)
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : commercial steel
Kondisi operasi:
temperatur cairan = 30 C
laju alir massa (F) = 4888,67 kg/jam = 2,99 lbm/s
densitas ( ) = 996,23 kg/m3 = 62,19 lbm/ft3
viskositas ( ) = 0,8937 cP = 0,0005 lbm/ft s
tekanan masuk (P1) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2
tekanan keluar (P2) = 14,696 psi = 2.116,23 lbf/ft2

Asumsi NRe > 2100, aliran turbulen


Diameter optimum, Dopt = 0,363 Q0,45 0,13
(Peters et.al., 2004)
= 0,363 (0,048)0,45 (62,19)0,13
= 1,8 in ≈ 2 in

Universitas Sumatera Utara


Digunakan pipa dengan spesifikasi:
Ukuran pipa nominal = 2 in (Brownell & Young, 1959)
Schedule pipa = 80
Diameter dalam (ID) = 1,939 in = 0,16 ft = 0,049 m
Diameter luar (OD) = 2,375 in = 0,19 ft
Luas penampang dalam (at) = 0,020 ft2
Bahan konstruksi = commercial steel

Asumsi NRe > 2100 sudah benar.


Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk bahan pipa commercial steel
diperoleh ε = 4,6 x 10-5.
ε/D = 4,6 x 10-5 / 0,049 = 0,0009
Dari Fig. 2.10-3 (Geankoplis, 1997, hal. 94), untuk NRe = 41375,47 dan ε/D =
0,0009, diperoleh f = 0,0042

Instalasi pipa :
Panjang pipa lurus, L1 = 80 ft
1 buah gate valve fully open ; L/D = 13 (Appendix C–2a, Foust, 1980)
L2 = 1 13 0,16 = 2,09 ft
5 buah standard elbow 90 ; L/D = 30 ( Appendix C–2a, Foust, 1980)
L3 = 5 30 0,16 = 24,22 ft
1 buah sharp edge entrance ; K = 0,5 ; L/D = 22
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L4 = 0,5 22 0,16 = 1,77 ft
1 buah sharp edge exit K = 1,0 ; L/D = 55
(Appendix C–2c dan C–2d, Foust, 1980)
L5 = 1,0 55 0,16 = 8,88 ft
Panjang pipa total ( L) = 80 + 2,09 + 24,22 + 1,77 + 8,88
= 116,98 ft

Universitas Sumatera Utara


Faktor gesekan,

Tinggi pemompaan, z = 12 ft

= 12 + 0 + 0 + 0,27
= 12,27 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 (Peters et.al., 2004)

Maka dipilih pompa dengan tenaga 0,83 hp ≈ 1 hp

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI

Dalam rencana pra rancangan pabrik pulp digunakan asumsi sebagai berikut:
Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
Kapasitas maksimum adalah 50.000 ton/tahun.
Perhitungan didasarkan pada harga peralatan tiba di pabrik atau purchased-
equipment delivered (Peters et. al., 2004).
Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dollar terhadap rupiah adalah :
US$ 1 = Rp 9.500,- (BI, 2010).

1. Modal Investasi Tetap (Fixed Capital Investment)


1.1 Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)
1.1.1 Modal untuk Pembelian Tanah Lokasi Pabrik
Luas tanah seluruhnya = 23500 m2
Harga tanah pada lokasi pabrik berkisar Rp 250.000/m2. (www.riau.com,
2010).
Harga tanah seluruhnya = 23500 m2 Rp 250.000/m2 = Rp 5.875.000.000,-
Biaya perataan tanah diperkirakan 5%
Biaya perataan tanah = 1,05 x Rp 5.875.000.000,- = Rp 6.168.750.000,-
Maka modal untuk pembelian tanah (A) adalah Rp 6.168.750.000,-

Universitas Sumatera Utara


1.1.2 Harga Bangunan dan Sarana
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan. dan Sarana Lainnya

No Nama Bangunan Luas (m2) Harga (Rp/m2) Jumlah (Rp)


1 Pos jaga 20 100.000 2.000.000
2 Rumah timbangan 20 100.000 2.000.000
3 Parkir 300 100.000 30.000.000
4 Taman 300 50.000 15.000.000
5 Area bahan baku 2000 200.000 400.000.000
6 Ruang kontrol 100 3.500.000 350.000.000
7 Area proses 7000 2.000.000 14.000.000.000
8 Area produk 1500 1.200.000 1.800.000.000
9 Perkantoran 200 1.500.000 300.000.000
10 Laboratorium 100 1.700.000 170.000.000
11 Poliklinik 50 1.250.000 62.500.000
12 Kantin 50 1.250.000 62.500.000
13 Ruang Ibadah 50 1.500.000 75.000.000
14 Perpustakaan 50 1.500.000 75.000.000
15 Gudang peralatan 100 1.000.000 100.000.000
16 Bengkel 100 1.300.000 130.000.000
17 Unit pemadam kebakaran 100 1.250.000 125.000.000
18 Unit pengolahan air 2000 1.500.000 3.000.000.000
19 Pembangkit uap 400 2.000.000 800.000.000
20 Pembangkit listrik 500 2.000.000 1.000.000.000
21 Unit pengolahan limbah 300 1.200.000 360.000.000
22 Area Perluasan 2650 50.000 132.500.000
23 Jalan 2110 80.000 168.800.000
24 Perumahan 2500 1.500.000 3.750.000.000
25 Jarak antar bangunan 1000 50.000 50.000.000
TOTAL 23500 26.960.300.000
(www.property.com, 2010).
Harga bangunan saja = Rp 26.564.000.000,-
Harga sarana = Rp 396.300.000,-
Total biaya bangunan dan sarana (B) = Rp 26.960.300.000,-
1.1.3 Perincian Harga Peralatan
Harga peralatan yang di impor dapat ditentukan dengan menggunakan
m
X2 Ix
persamaan berikut : C x Cy (Peters et. al., 2004)
X1 Iy

dimana: Cx = harga alat pada tahun 2010

Universitas Sumatera Utara


Cy = harga alat pada tahun dan kapasitas yang tersedia
X1 = kapasitas alat yang tersedia
X2 = kapasitas alat yang diinginkan
Ix = indeks harga pada tahun 2010
Iy = indeks harga pada tahun yang tersedia
m = faktor eksponensial untuk kapasitas (tergantung jenis alat)
Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2010 digunakan metode regresi
koefisien korelasi:
n ΣX i Yi ΣX i ΣYi
r (Montgomery, 1992)
2 2 2 2
n ΣX i ΣX i n ΣYi ΣYi

Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift


Tahun Indeks
Xi.Yi Xi² Yi²
No. (Xi) (Yi)
1 1989 895 1780155 3956121 801025
2 1990 915 1820850 3960100 837225
3 1991 931 1853621 3964081 866761
4 1992 943 1878456 3968064 889249
5 1993 967 1927231 3972049 935089
6 1994 993 1980042 3976036 986049
7 1995 1028 2050860 3980025 1056784
8 1996 1039 2073844 3984016 1079521
9 1997 1057 2110829 3988009 1117249
10 1998 1062 2121876 3992004 1127844
11 1999 1068 2134932 3996001 1140624
12 2000 1089 2178000 4000000 1185921
13 2001 1094 2189094 4004001 1196836
14 2002 1103 2208206 4008004 1216609
Total 27937 14184 28307996 55748511 14436786

Sumber: Tabel 6-2. Peters et. al., 2004

Data : n = 14 ∑Xi = 27937 ∑Yi = 14184

Universitas Sumatera Utara


∑XiYi = 28307996 ∑Xi² = 55748511 ∑Yi² = 14436786

Dengan memasukkan harga-harga pada Tabel LE – 2. maka diperoleh harga


koefisien korelasi:
r = (14) . (28307996) – (27937)(14184)
[(14). (55748511) – (27937)²] x [(14)(14436786) – (14184)² ]½
≈ 0,98 = 1
Harga koefisien yang mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat hubungan
linier antar variabel X dan Y. sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah
persamaan regresi linier.

Persamaan umum regresi linier. Y = a + b X


dengan: Y = indeks harga pada tahun yang dicari (2010)
X = variabel tahun ke n – 1
a. b = tetapan persamaan regresi
Tetapan regresi ditentukan oleh : (Montgomery, 1992)
n ΣX i Yi ΣX i ΣYi
b 2 2
n ΣX i ΣX i

Yi. Xi 2 Xi. Xi.Yi


a
n. Xi 2 ( Xi) 2
Maka :
b = 14 .( 28307996) – (27937)(14184) = 53536
14. (55748511) – (27937)² 3185
= 16.8088
a = (14184)( 55748511) – (27937)(28307996) = - 103604228
14. (55748511) – (27937)² 3185
= -32528,8
Sehingga persamaan regresi liniernya adalah:
Y=a+b X
Y = 16,809X – 32528,8
Dengan demikian. harga indeks pada tahun 2010 adalah:
Y = 16,809(2010) – 32528,8
Y = 1257,29

Universitas Sumatera Utara


Perhitungan harga peralatan menggunakan adalah harga faktor eksponsial (m)
Marshall & Swift. Harga faktor eksponen ini beracuan pada Tabel 6-4. Peters et.al.,
2004. Untuk alat yang tidak tersedia. faktor eksponensialnya dianggap 0.6 (Peters et.
al., 2004).

Contoh perhitungan harga peralatan:


a. Tangki Penyimpanan Natrium Hidroksida (TK-103)
Kapasitas tangki . X2 = 822.54 m3. Dari Gambar LE.1 berikut. diperoleh
untuk harga kapasitas tangki (X1) 1 m³ adalah (Cy) US$ 6700. Dari Tabel 6-4. Peters
et.al.. 2004. faktor eksponen untuk tangki adalah (m) 0.49. Indeks harga pada tahun
2002 (Iy) 1103.

Gambar LE.1 Harga Peralatan untuk Tangki

Indeks harga tahun 2010 (Ix) adalah 1257.29. Maka estimasi harga tangki untuk (X2)
822.54 m3 adalah :
0 , 49
822,54 1257,29
Cx = US$ 6700 x
1 1103
Cx = US$ 204.814.96,-
Cx = Rp 1.945.742.209,-/unit

Universitas Sumatera Utara


Untuk harga alat impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai berikut:
- Biaya transportasi = 5

- Biaya asuransi = 1

- Bea masuk = 15

- PPn = 10

- PPh = 10

- Biaya gudang di pelabuhan = 0,5

- Biaya administrasi pelabuhan = 0,5

- Transportasi lokal = 0,5

- Biaya tak terduga = 0,5

Total = 43
Untuk harga alat non impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai
berikut:
- PPn = 10

- PPh = 10

- Transportasi lokal = 0,5

- Biaya tak terduga = 0,5

Total = 21

Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses


No. Kode Unit Ket*) Harga / Unit (Rp) Harga Total (Rp)
1 TT-101 10 I 51.979.673 519.796.728
2 TT-102 1 I 48.013.396 48.013.396
3 TT-103 18 I 101.792.092 1.832.257.654
4 TT-104 30 I 11,427,307 342.819.202
5 TT-105 30 I 5,369,785 161.093.557
6 TT-301 5 I 10,060,341 50.301.703
7 TT-302 1 I 68794578.65 68.794.579
8 TT-303 1 I 4748001.699 4.748.002
9 TT-501 30 I 6899357.915 206.980.737
10 J-101 4 NI 2,738,139 10.952.557

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses …….. (Lanjutan)
No. Kode Unit Ket*) Harga / Unit (Rp) Harga Total (Rp)
11 J-301 1 NI 7.406.236 7.406.236
12 J-302 1 NI 11.216.162 11.216.162
13 J-303 1 NI 9,858,854 9.858.854
14 J-304 1 NI 13.403.209 13,403,209
15 J-501 1 NI 8.301.797 8.301.797
16 J-502 1 NI 7.827.554 7.827.554
17 J-503 1 NI 7.286.467 7.286.467
18 J-504 1 NI 6.648.560 6.648.560
19 J-505 1 NI 5.854.038 5.854.038
20 J-506 1 NI 3.646.427 3.646.427
21 J-507 1 NI 3.909.016 3.909.016
22 M-301 2 I 247.658.964 495.317.928
23 M-302 2 I 204.720.800 409.441.601
24 M-303 2 I 192.583.682 385.167.364
25 M-501 8 I 245.108.301 1.960.866.407
26 W-301 1 I 168.657.268 168.657.268
27 W-302 1 I 181.218.658 181.218.658
28 W-303 1 I 205.044.906 205.044.906
29 CP-401 1 I 324.650.594 324.650.594
30 TD-401 1 NI 2.239.292 2.239.292
31 B-401 1 NI 50.385.979 50.385.979
32 DC-101 1 NI 157.753.139 157.753.139
33 TT-108 4 NI 17.442.200 69.768.801
34 C-101 1 NI 50.653.948 50.653.948
35 C-102 1 NI 50.653.948 50.653.948
36 C-103 1 NI 50.653.948 50.653.948
37 C-301 1 NI 50.653.948 50.653.948
38 C-302 3 NI 50.653.948 151.961.845
39 C-401 1 NI 50.653.948 50.653.948
40 C-402 1 NI 50.653.948 50.653.948
41 C-403 1 NI 50.653.948 50.653.948
42 C-501 1 NI 50.653.948 50.653.948
43 C-502 1 NI 50.653.948 50.653.948
44 R-101 4 I 3.036.128.546 12.144.514.185
45 V-201 8 I 815.000.901 6.520.007.206
46 V-202 1 I 593.043.790 593.043.790
47 R-301 3 I 2.440.073.533 7.320.220.600
48 R-302 2 I 1.967.346.247 3.934.692.493
49 R-303 3 I 1.832.723.640 5.498.170.919

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses …….. (Lanjutan)
No. Kode Unit Ket*) Harga / Unit (Rp) Harga Total (Rp)
50 R-501 2 I 1.077.998.613 2.155.997.225
51 CL-501 1 NI 157.357.335 157.357.335
52 CL-502 1 NI 168.840.207 168.840.207
53 FE-501 1 I 53.396.505 53.396.505
54 FE-502 1 I 36.512.797 36.512.797
55 FE-503 1 I 40.317.713 40.317.713
56 FE-504 1 I 39.502.083 39.502.083
57 FE-505 1 I 30.377.388 30.377.388
58 B-501 1 I 1,747.360.393 1.747.360.393
59 V-501 1 I 391.443.605 391.443.605
TOTAL 49.181.230.198
IMPOR 47.870.727.188
NON IMPOR 1.310.503.011

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan Limbah


No. Kode Alat Unit Ket Harga / Unit (Rp) Harga Total (Rp)
1 SC 1 I 68.946.437 68.946.437
2 BS 2 NI 20.000.000 40.000.000
3 CE 1 I 112.858.969 112.858.969
4 AE 1 I 112.858.969 112.858.969
5 CL 5 I 96.184.247 480.921.236
6 CT 1 I 639.419.713 639.419.713
7 DE 1 I 783.859.554 783.859.554
8 KU 1 1 I 265.845.271 265.845.271
9 KU 2 1 I 62.777.060 62.777.060
10 PU-01 1 NI 12.009.295 12.009.295
11 PU-02 5 NI 12.,009.295 60.046.475
12 PU-03 5 NI 12.009.295 60.046.475
13 PU-04 10 NI 5.617.169 56.171.693
14 PU-05 1 NI 1.828.384 1.828.384
15 PU-06 1 NI 760.238 760.238
16 PU-07 1 NI 998.682 998.682
17 PU-08 1 NI 1.828.384 1.828.384
18 PU-09 1 NI 1.828.384 1.828.384
19 PU-10 1 NI 998.682 998.682
20 PU-11 1 NI 760.238 760.238
21 PU-12 1 NI 1.828.384 1.828.384

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan Limbah.........(Lanjutan)
No. Kode Alat Unit Ket Harga / Unit (Rp) Harga Total (Rp)
22 SF 1 I 259.513.950 259.513.950
23 TP-01 2 I 28.230.256 56.460.512
24 TP-02 1 I 59.405.833 59.405.833
25 TP-03 1 I 2.837.338 2.837.338
26 TU-01 10 I 51.564.632 515.646.324
27 TU-02 1 I 4.376.260 4.376.260
28 Active Sludge 1 I 286.098.785 286.098.785
29 Bak penampungan 1 NI 14.760.000 14.760.000
30 Bak sedimentasi awal 1 NI 3.547.500 3.547.500
31 TS 1 I 70.387.722 70.387.722
32 Bak netralisasi 1 NI 315.000 315.000
Total 4.239.941.748
Impor 3.782.213.932
Non impor 457.727.815
Keterangan*) : I untuk peralatan impor. sedangkan N.I. untuk peralatan non impor.
Total harga peralatan tiba di lokasi pabrik (purchased-equipment delivered) adalah:
= 1,43 x (Rp 47.870.727.188,- + Rp 3.782.213.932,-)
+ 1,21 x (Rp 1.310.503.011,- + Rp 457.727.815,-)
= Rp 76.003.265.110,-

Biaya pemasangan diperkirakan 50 dari total harga peralatan (Peters et.al., 2004).
Biaya pemasangan = 0,50 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 38.001.632.550,-

Harga peralatan + Biaya pemasangan (C) =


= Rp 76.003.265.110,- + Rp 38.001.632.550,-
= Rp 114.004.897.651,-

1.1.4 Instrumentasi dan Alat Kontrol


Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 40 dari total harga
peralatan (Peters et.al., 2004).
Biaya instrumentasi dan alat kontrol (D) = 0,4 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 30.401.206.040,-

Universitas Sumatera Utara


1.1.5 Biaya Perpipaan
Diperkirakan biaya perpipaan 60 dari total harga peralatan (Peters et.al.,
2004).
Biaya perpipaan (E) = 0,6 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 45.601.959.061,-

1.1.6 Biaya Instalasi Listrik


Diperkirakan biaya instalasi listrik 20 dari total harga peralatan (Peters et.
al., 2004).
Biaya instalasi listrik (F) = 0,2 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 15.200.653.020,-

1.1.7 Biaya Insulasi


Diperkirakan biaya insulasi 55 dari total harga peralatan (Peters et.al.,
2004).
Biaya insulasi (G) = 0,55 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 41.081.795.805,-

1.1.8 Biaya Inventaris Kantor


Diperkirakan biaya inventaris kantor 5 dari total harga peralatan (Peters
et.al., 2004).
Biaya inventaris kantor (H) = 0,05 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 3.800.163.255,-

1.1.9 Biaya Perlengkapan Kebakaran dan Keamanan


Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan 5 dari total
harga peralatan (Peters et.al., 2004).
Biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan ( I )
= 0,05 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 3.800.163.255,-

Universitas Sumatera Utara


1.1.10 Sarana Transportasi
Untuk mempermudah pekerjaan. perusahaan memberi fasilitas sarana
transportasi ( J ) seperti pada tabel berikut

Tabel LE.5 Biaya Sarana Transportasi


No. Jenis Kendaraan Unit Tipe Harga/Unit (Rp) Harga total (Rp)
1 Mobil dewan 1 Corolla Altis 375.000.000 375.000.000
komisaris
2 Mobil Direktur 1 Fortuner 430.000.000 430.000.000
3 Mobil Manajer 4 Kijang Inova 200.000.000 800.000.000
4 Bus Karyawan 3 Bus 280.000.000 840.000.000
5 Mobil pemasan 3 Avanza 150.000.000 450.000.000
6 Truk 3 Truk 450.000.000 1.350.000.000
7 Mobil Pemadam 2 Truk Tangki 450.000.000 900.000.000
Kebakaran
Total 5.145.000.000

Total MITL = A + B + C + D + E + F + G + H + I + J
= Rp 406,889,885,739,-

1.2 Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL)


1.2.1 Pra Investasi
Diperkirakan 7 dari total harga peralatan (Peters et.al., 2004).
Pra Investasi (K) = 0,07 x Rp 76.003.265.110,-
= Rp 5.320.228.557,-

1.2.2 Biaya Engineering dan Supervisi


Diperkirakan 30 dari total harga peralatan (Peters et.al., 2004).
Biaya Engineering dan Supervisi (L) = 0,30 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 22.800.979.530,-

1.2.3 Biaya Legalitas


Diperkirakan 4 dari total harga peralatan (Peters et.al.. 2004).
Biaya Legalitas (M) = 0,04 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 3.040.130.604,-

Universitas Sumatera Utara


1.2.4 Biaya Kontraktor
Diperkirakan 30 dari total harga peralatan (Peters et.al., 2004).
Biaya Kontraktor (N) = 0,30 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 22.800.979.530,-

1.2.5 Biaya Tak Terduga


Diperkirakan 40 dari total harga peralatan (Peters et.al., 2004) .
Biaya Tak Terduga (O) = 0,40 Rp 76.003.265.110,-
= Rp 30.401.306.040,-

Total MITTL = K + L + M + N + O
= Rp 84.363.624.262,-

Total MIT = MITL + MITTL


= Rp 406.889.885.739,- + Rp 84.363.624.262,-
= Rp 491.253.510.001,-

2. Modal Kerja
Modal kerja dihitung untuk pengoperasian pabrik selama ½ bulan (= 15 hari).
2.1 Persediaan Bahan Baku
2.1.1 Bahan baku proses
1. Kayu Akasia mangium
Kebutuhan = 62,47 m3/jam
Harga = Rp 40.000/m3 (Anonim, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam/hari 62,47 m3/jam Rp 40.000 /m3
= Rp 899.499.252,-

2. Enzim Lakase
Kebutuhan = 1258,83 ltr/jam
Harga = Rp 5.000,-/ltr (JENA Biosience, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam/hari 1258,83 ltr/jam x Rp 5.000,-/ltr
= Rp 2.265.896.629,-

Universitas Sumatera Utara


3. HBT
Kebutuhan = 73,96 kg/jam
Harga = Rp 7.000,-/kg (Lab Depot INC, 2010)
Harga total = 90 hari 24 jam/hari 73,96 kg x Rp 7.000,-/kg
= Rp 186.379.200,-

4. Natrium hidroksida (NaOH)


Kebutuhan = 8854,28 kg/jam
Harga = Rp 3.600,-/kg (PT. Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari x 24 jam.hari x 8854,28 kg x Rp 3.600,-/kg
= Rp 11.475.146.880,-

5. Kalsium oksida (CaO)


Kebutuhan = 10073,41 kg/jam
Harga = Rp 1800,-/kg (PT. Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari x 24 jam x 10073,41 kg x Rp 1800,-/kg
= Rp 6.527.569.680,-

6. Klorin dioksida. ClO2


Kebutuhan = 143,72 kg/jam
Harga = Rp 4.800,-/kg (PT. Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam/hari 143,72 kg x Rp 4.800,-/kg
= Rp 248.348.160,-

7. Natrium sulfida (Na2S)


Kebutuhan = 5161,41 kg/jam
Harga = Rp 2.300,-/kg (PT. Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam/hari 5161,41 kg x Rp 2.300,-/kg
= Rp 4.237.647.480,-

8. Natrium karbonat (Na2CO3)


Kebutuhan = 2419,41 kg/jam
Harga = Rp 2.800,-/kg (CV. Rudang, 2010)

Universitas Sumatera Utara


Harga total = 15 hari 24 jam/hari 2419,41 kg x Rp 2.800,-/kg
= Rp 2,.438.765.280,-

2.1.2 Persediaan bahan baku utilitas


1. Alum (Al2(SO4)3)
Kebutuhan = 55,06 kg/jam
Harga = Rp 2.500 ,-/kg (PT. Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam/hari 55,06 kg/jam Rp 2.500,- /kg
= Rp 49.554.000,-

2. Soda abu (Na2CO3)


Kebutuhan = 29,73 kg/jam
Harga = Rp 3.500,-/kg (PT. Bratachem, 2010)
Harga total = 90 hari 24 jam/hari 47.64 kg/jam Rp Rp 3.500,-/kg
= Rp 37.459.800,-

3. Kaporit
Kebutuhan = 0.0017 kg/jam
Harga = Rp 15.000,-/kg (PT. Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam/hari 0.0017 kg/jam Rp 15.000,-/kg
= Rp 9.180,-

4. Asam sulfat (H2SO4)


Kebutuhan = 0,598 ltr /jam
Harga = Rp 35.000-/ltr (PT. Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam x 0,598 ltr/jam Rp 35.000,-/ltr
= Rp 7.534.800,-

5. Natrium hidroksida (NaOH)


Kebutuhan = 0,09 kg/jam
Harga = Rp 4.000,-/kg (PT.Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam 0,09 kg/jam Rp 4.000,-/kg
= Rp 129.600,-

Universitas Sumatera Utara


6. Asam Posfat (H3PO4)
Kebutuhan = 10,06 kg/jam
Harga = Rp 4.000,-/kg (PT.Bratachem, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam 10,06 kg/jam Rp 4.000,-/kg
= Rp 14.486.400,-

7. Solar
Kebutuhan = 165,03 ltr/jam
Harga solar untuk industri = Rp 6.300,-/liter (PT PERTAMINA, 2010)
Harga total = 15 hari 24 jam/hari 165,03 ltr/jam Rp 6.300,-/liter
= Rp 374.288.040,-

Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama ½ bulan (15
hari) adalah = Rp 28.798.714.381,-

2.2 Kas
2.2.2 Gaji Pegawai
Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai
Gaji/bulan Jumlah/bulan
No. Jabatan Jumlah (Rp) (Rp)
1 Dewan Komisaris 1 20.000.000 20.000.000
2 Direktur 1 25.000.000 25.000.000
3 Sekretaris 2 3.500.000 7.000.000
4 Staf ahli 5 8.000.000 40.000.000
5 Manajer Produksi 1 9.000.000 9.000.000
6 Manajer Teknik 1 9.000.000 9.000.000
7 Manajer Umum dan Keuangan 1 9.000.000 9.000.000
8 Manajer Pembelian dan Pemasaran 1 9.000.000 9.000.000
9 Kepala Seksi Proses 1 5.000.000 5.000.000
10 Kepala Seksi Laboratorium R&D 1 5.000.000 5.000.000
11 Kepala Seksi Utilitas 1 5.000.000 5.000.000
12 Kepala Seksi Listrik 1 5.000.000 5.000.000
13 Kepala Seksi Instrumentasi 1 5.000.000 5.000.000
14 Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik 1 5.000.000 5.000.000
15 Kepala Seksi Keuangan 1 5.000.000 5.000.000
16 Kepala Seksi Administrasi 1 5.000.000 5.000.000

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai…….. (lanjutan)
Gaji/bulan Jumlah/bulan
No. Jabatan Jumlah (Rp) (Rp)
17 Kepala Seksi Personalia 1 5.000.000 5.000.000
18 Kepala Seksi Humas 1 5.000.000 5.000.000
19 Kepala Seksi Keamanan 1 5.000.000 5.000.000
20 Kepala Seksi Pembelian 1 5.000.000 5.000.000
21 Kepala Seksi Penjualan 1 5.000.000 5.000.000
22 Kepala Seksi Gudang / Logistik 1 5.000.000 5.000.000
23 Karyawan Proses 24 3.500.000 84.000.000
24 Karyawan Laboratorium, R&D 5 2.500.000 12.500.000
25 Karyawan Utilitas 10 2.500.000 25.000.000
Karyawan Unit Pembangkit
26 Listrik 8 2.500.000 20.000.000
27 Karyawan Instrumentasi Pabrik 8 2.500.000 20.000.000
28 Karyawan Pemeliharaan Pabrik 8 2.500.000 20.000.000
29 Karyawan Bagian Keuangan 4 2.500.000 10.000.000
30 Karyawan Bagian Administrasi 3 2.500.000 7.500.000
31 Karyawan Bagian Personalia 3 2.500.000 7.500.000
32 Karyawan Bagian Humas 3 2.500.000 7.500.000
33 Karyawan Pembelian 6 2.500.000 15.000.000
34 Karyawan Penjualan / Pemasaran 6 2.500.000 15.000.000
35 Petugas Keamanan 12 1.800.000 21.600.000
36 Karyawan Gudang / Logistik 6 1.800.000 10.800.000
37 Dokter 1 3.500.000 3.500.000
38 Perawat 2 2.000.000 4.000.000
39 Petugas Kebersihan 8 1.800.000 14.400.000
40 Supir 6 1.800.000 10.800.000
150 Total 507.100.000

Total gaji pegawai selama 1 bulan = Rp 507.100.000,-


Total gaji pegawai selama ½ bulan = Rp 253.550.000,-

2.2.3 Biaya Administrasi Umum


Diperkirakan 15 dari gaji pegawai = 0,15 Rp 253.550.000,-
= Rp 38.032.500,-
2.2.3. Biaya Pemasaran
Diperkirakan 20 dari gaji pegawai = 0,2 Rp 253.550.000,-
= Rp 50.710.000,-

Universitas Sumatera Utara


2.2.4 Pajak Bumi dan Bangunan
Dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengacu kepada
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2000 Jo UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea
Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai berikut:
 Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan
(Pasal 2 ayat 1 UU No.20/00).
 Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (Pasal 6 ayat 1 UU
No.20/00).
 Tarif pajak ditetapkan sebesar 5% (Pasal 5 UU No.21/97).
 Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp
30.000.000,- (Pasal 7 ayat 1 UU No.21/97).
 Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikkan tarif pajak
dengan Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (Pasal 8 ayat 2 UU No.21/97).
Maka berdasarkan penjelasan di atas. perhitungan PBB ditetapkan sebagai berikut :

Wajib Pajak Pabrik BLEACHING PULP


Nilai Perolehan Objek Pajak
Tanah Rp 6.168.750.000,-
Bangunan Rp 26.960.300.000,-
Total NJOP Rp 33.129.050.000,-
Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (Rp 30.000.000,- ) -
Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak Rp 33.099.050.000,-
Pajak yang Terutang (5% x NPOPKP) Rp 1.654.952.500,-

Tabel LE.7 Perincian Biaya Kas


No. Jenis Biaya Jumlah (Rp)
1. Gaji Pegawai 253.550.000
2. Administrasi Umum 38.032.500
3. Pemasaran 50.710.000
4. Pajak Bumi dan Bangunan 1.654.952.500
Total 1.997.245.000
480.875.000

Universitas Sumatera Utara


2.3 Biaya Start – Up
Diperkirakan 8 dari Modal Investasi Tetap (Peters et.al., 2004).
Biaya Start up = 0,08 Rp 491.253.510.001,-
= Rp 39.300.280.800,-

2.4 Piutang Dagang


IP
PD HPT
12
dimana: PD = piutang dagang
IP = jangka waktu kredit yang diberikan (3 bulan)
HPT = hasil penjualan tahunan
Penjualan :
1. Harga jual Bleached Pulp = Rp 21.000.000,- / ton
(Balai Besar Pulp dan Kertas, 2010)
Produksi Bleached Pulp = 50.000 ton/tahun = 6,313 ton/jam
Hasil penjualan Bleached Pulp tahunan
= 6,313 ton/jam 24jam/hari 330 hari/tahun Rp 21.000.000,- / ton
= Rp 1.049.978.160.000.000,-
Hasil penjualan total tahunan Rp 1.049.978.160.000,-
0,5
Piutang Dagang = Rp 1.049.978.160.000,-
12
= Rp 43.749.090.000,-

Perincian modal kerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini:


Tabel LE.8 Perincian Modal Kerja
No. Jumlah (Rp)
1. Bahan baku proses dan utilitas 28.798.714.381
2. Kas 1.997.245.000
3. Start up 39.300.280.800
4. Piutang Dagang 43.749.090.000
113.845.330.181
Rp 122.387.600.236
Total Modal Investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja
= Rp 491.253.510.001,- + Rp 113.845.330.181,-
= Rp 605.098.840.182,-

Universitas Sumatera Utara


Modal ini berasal dari:
- Modal sendiri = 60 dari total modal investasi
= 0,6 Rp 605.098.840.182,-
= Rp 363.059.304.109,-

- Pinjaman dari Bank = 40 dari total modal investasi


= 0,4 Rp 605.098.840.182,-
= Rp 242.039.536.073,-

3. Biaya Produksi Total


3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
3.1.1 Gaji Tetap Karyawan
Gaji tetap karyawan terdiri dari gaji tetap tiap bulan ditambah 2 bulan gaji
yang diberikan sebagai tunjangan. sehingga (P)
Gaji total = (24 + 4) Rp 507.100.000,- = Rp 14.198.800.000,-

3.1.2 Bunga Pinjaman Bank


Bunga pinjaman bank adalah 12 % dari total pinjaman (Bank Mandiri, 2010).
Bunga bank (Q) = 0,12 Rp 242.039.536.073,-
= Rp 29.044.744.329,-

3.1.3 Depresiasi dan Amortisasi


Pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud yang mempunyai masa
manfaat lebih dari 1 (satu) tahun harus dibebankan sebagai biaya untuk
mendapatkan. menagih. dan memelihara penghasilan melalui penyusutan (Rusdji.
2004). Pada perancangan pabrik ini. dipakai metode garis lurus atau straight line
method. Dasar penyusutan menggunakan masa manfaat dan tarif penyusutan sesuai
dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2000 Pasal 11 ayat 6
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE.9 Aturan depresiasi sesuai UU Republik Indonesia No. 17 Tahun 2000
Kelompok Harta Masa Tarif
Beberapa Jenis Harta
Berwujud (tahun) (%)

I. Bukan Bangunan
4 25 Mesin kantor. perlengkapan. alat perangkat/
1.Kelompok 1
tools industri.
Mobil. truk kerja
8 12.5
2. Kelompok 2
Mesin industri kimia. mesin industri mesin
16 6.25
3. Kelompok 3

II. Bangunan
20 5 Bangunan sarana dan penunjang
Permanen

Sumber : Waluyo, 2000

Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol.

P L
D
n
dimana: D = depresiasi per tahun
P = harga awal peralatan
L = harga akhir peralatan
n = umur peralatan (tahun)

Tabel LE.10 Perhitungan Biaya Depresiasi sesuai UURI No. 17 Tahun 2000
No. Komponen Biaya (Rp) Umur Depresiasi
(tahun) (Rp)
1 Bangunan 26.960.300.000 20 1.348.015.000
2 Peralatan proses dan utilitas 114.004.897.651 16 7.125.306.103
3 Instrumentasi dan pengendalian 30.401.306.040 4 7.600.326.510
proses
4 Perpipaan 45.601.959.061 4 11.400.489.765
5 Instalasi Listrik 15.200.653.020 4 3.800.163.255
6 Insulasi 41.801.795.805 4 10.450.448.951
7 Inventaris kantor 3.800.163.255 4 950.040.814
8 Perlengkapan keamanan dan 3.800.163.255 4 950.040.814
kebakaran
9 Sarana transportasi 5.145.000.000 8 643.125.000
Total 44.267.956.212

Universitas Sumatera Utara


Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami
penyusutan yang disebut depresiasi. sedangkan modal investasi tetap tidak langsung
(MITTL) juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.

Pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya


yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun untuk mendapatkan.
menagih. dan memelihara penghasilan dapat dihitung dengan amortisasi dengan
menerapkan taat azas (UURI Pasal 11 ayat 1 No. Tahun 2000). Para Wajib Pajak
menggunakan tarif amortisasi untuk harta tidak berwujud dengan menggunakan masa
manfaat kelompok masa 4 (empat) tahun sesuai pendekatan prakiraan harta tak
berwujud yang dimaksud (Rusdji. 2004).

Untuk masa 4 tahun. maka biaya amortisasi adalah 25 dari MITTL. sehingga :
Biaya amortisasi = 0,25 Rp 84.363.624.262,-
= Rp 21.090.906.065,-

Total biaya depresiasi dan amortisasi (R)


= Rp 21.090.906.065,- + Rp 44.267.956.212,-
= Rp 65.358.862.278,-

3.1.4 Biaya Tetap Perawatan


1. Perawatan mesin dan alat-alat proses
Perawatan mesin dan peralatan dalam industri proses berkisar 2 sampai 20%.
diambil 10% dari harga peralatan terpasang di pabrik (Peters et.al., 2004).
Biaya perawatan mesin = 0,1 Rp 114.004.897.651,-
= Rp 11.400.489.765,-

2. Perawatan bangunan
Diperkirakan 10 dari harga bangunan (Peters et. al., 2004).
Perawatan bangunan = 0,1 Rp 26.960.300.000,-
= Rp 2.696.030.000,-

3. Perawatan kendaraan
Diperkirakan 10 dari harga kendaraan (Peters et. al., 2004).
Perawatan kenderaan = 0,1 Rp 5.145.000.000,-

Universitas Sumatera Utara


= Rp 514.500.000,-

4. Perawatan instrumentasi dan alat kontrol


Diperkirakan 10 dari harga instrumentasi dan alat kontrol (Peters et.al.,
2004).
Perawatan instrumen = 0,1 Rp 30.401.306.040,-
= Rp 3,040.130.604,-

5. Perawatan perpipaan
Diperkirakan 10 dari harga perpipaan (Peters et.al., 2004).
Perawatan perpipaan = 0,1 Rp 45.601.959.061,-
= Rp 4.560.195.906,-

6. Perawatan instalasi listrik


Diperkirakan 10 dari harga instalasi listrik (Peters et.al., 2004).
Perawatan listrik = 0,1 Rp 15.200.653.020,-
= Rp 1.520.065.302,-

7. Perawatan insulasi
Diperkirakan 10 dari harga insulasi (Peters et.al., 2004).
Perawatan insulasi = 0,1 Rp 41.801.795.805,-
= Rp 4.180.179.581,-

8. Perawatan inventaris kantor


Diperkirakan 10 dari harga inventaris kantor (Peters et.al., 2004).
Perawatan inventaris kantor = 0,1 Rp 3.800.163.255,-
= Rp 380.016.326,-

9. Perawatan perlengkapan kebakaran


Diperkirakan 10 dari harga perlengkapan kebakaran (Peters et.al., 2004).
Perawatan perlengkapan kebakaran = 0,1 Rp 3.800,163.255,-
= Rp 380.016.326,-
Total biaya perawatan (S) = Rp 28.671.623.809,-

Universitas Sumatera Utara


3.1.5 Biaya Tambahan Industri (Plant Overhead Cost)
Biaya tambahan industri ini diperkirakan 10 dari modal investasi tetap
(Peters et.al., 2004).
Plant Overhead Cost (T) = 0,1 x Rp 491.253.510.001,-
= Rp 49.125.351.000,-

3.1.6 Biaya Administrasi Umum


Biaya administrasi umum selama ½ bulan adalah Rp 38.032.500,-
Biaya administrasi umum selama 1 tahun (U) = 24 Rp 38.032.500,-
= Rp 912.780.000,-

3.1.7 Biaya Pemasaran dan Distribusi


Biaya pemasaran selama ½ bulan adalah Rp 50.710.000,-
Biaya pemasaran selama 1 tahun = 24 Rp 50.710.000,-
= Rp 1.217.040.000,-
Biaya distribusi diperkirakan 50 % dari biaya pemasaran. sehingga :
Biaya distribusi = 0,5 x Rp 1.217.040.000,-
= Rp 608.520.000,-
Biaya pemasaran dan distribusi (V) = Rp 1.825.560.000,-

3.1.8 Biaya Laboratorium, Penelitan dan Pengembangan


Diperkirakan 5 dari biaya tambahan industri (Peters et.al., 2004).
Biaya laboratorium (W) = 0,05 x Rp 49.125.351.000,-
= Rp 2.456.267.550,-

3.1.9 Hak Paten dan Royalti


Diperkirakan 1% dari modal investasi tetap (Peters et.al., 2004).
Biaya hak paten dan royalti (X) = 0,01 x Rp 491.253.510.001,-
= Rp 4.912.535.100,-

3.1.10 Biaya Asuransi


1. Biaya asuransi pabrik. adalah 3.1 permil dari modal investasi tetap
langsung (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia-AAJI, 2010).
= 0,0031 Rp 406.889.885.739,-

Universitas Sumatera Utara


= Rp 1.261.358.646,-

2. Biaya asuransi karyawan.


Premi asuransi = Rp 350.000,-/tenaga kerja (PT. Prudential
Life Assurance, 2010)
Maka biaya asuransi karyawan = 150 orang x Rp 350.000,-/orang
= Rp 52.500.000 ,-
Total biaya asuransi (Y) = Rp 1.313.858.646,-

3.1.11 Pajak Bumi dan Bangunan


Pajak Bumi dan Bangunan (Z) adalah Rp 1.654.952.500,-
Total Biaya Tetap (Fixed cost) =P + Q + R + S + T + U +V + W + X + Y + Z
= Rp 199.475.335.211,-

3.2 Variabel
3.2.1 Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per tahun
Biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 15 hari adalah
Rp 28.798.714.381,-

Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 1 tahun

= Rp 28.798,714.381,- x 330
15
= Rp 633.571.716.378,-

3.2.2 Biaya Variabel Tambahan


1. Perawatan dan Penanganan Lingkungan
Diperkirakan 10 dari biaya variabel bahan baku
Biaya perawatan lingkungan = 0,1 Rp 633.571.716.378,-
= Rp 63.357.171.638,-

2. Biaya Variabel Pemasaran dan Distribusi


Diperkirakan 1 dari biaya variabel bahan baku
Biaya variabel pemasaran = 0,01 Rp 633.571.716.378,-
= Rp 6.335.717.164,-

Universitas Sumatera Utara


Total biaya variabel tambahan = Rp 69.692.888.802,-

3.2.3 Biaya Variabel Lainnya


Diperkirakan 5 dari biaya variabel tambahan
= 0,05 Rp 69.692.888.802,-
= Rp 3.484.644.440,-

Total biaya variabel = Rp 706.749.249.620,-

Total biaya produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel


= Rp 199.475.335.211,- + Rp 706.749.249.620,-
= Rp 906,224.584.831,-

4 Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan


4.1 Laba Sebelum Pajak (Bruto)
Laba atas penjualan = total penjualan – total biaya produksi
= Rp 1.049.978.160.000,- - Rp 906.224.584.831,-
= Rp 143.753.575.169,-
Bonus perusahaan untuk karyawan 0,5% dari keuntungan perusahaan
= 0,005 x Rp 143.753.575.169,-
= Rp 718.767.876,-

Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UURI No. 17/00 Pasal 6
ayat 1 sehingga :
Laba sebelum pajak (bruto) = Rp 143.753.575.169,- + Rp 718.767.876,-
= Rp 144.472.343.045,-

4.2 Pajak Penghasilan


Berdasarkan UURI Nomor 36 Tahun 2008. Tentang Perubahan Keempat atas
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan. maka pajak
penghasilan yang harus dibayar adalah:

Universitas Sumatera Utara


Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah :
- 10 Rp 50.000.000 = Rp 5.000.000,-
- 15 (Rp 100.000.000 - Rp 50.000.000) = Rp 7.500.000,-
- 30 (Rp 144.472.343.045- Rp 100.000.000) = Rp 43.311.702.913,-
Total PPh = Rp 43.324.202.913,-

4.3 Laba setelah pajak


Laba setelah pajak = laba sebelum pajak – PPh
= Rp 144.472.343.045,- – Rp 43.324.202.913,-
= Rp 101.148.140.131,-

5 Analisa Aspek Ekonomi


5.1 Profit Margin (PM)
Laba sebelum pajak
PM = 100
total penjualan

Rp144.472.343.045,-
PM = x 100%
Rp 1.049.978.160.000,-
= 13,76%

5.2 Break Even Poin (BEP)


Biaya Tetap
BEP = 100
Total Penjualan Biaya Variabel

Rp 199.475.335.211,-
BEP = x 100%
Rp 1.049.978.160.000,- - Rp 706.749.249.620,-
= 58,12 %
Kapasitas produksi pada titik BEP = 58,12 % 50000 ton/tahun
= 29058,64 ton/tahun
Nilai penjualan pada titik BEP = 58,12 % x Rp 1.049.978.160.000,-
= Rp 610.218.833.835,-

5.3 Return on Investment (ROI)


Laba setelah pajak
ROI = 100
Total modal investasi

Universitas Sumatera Utara


Rp 101.148.140.131,-
ROI = x 100%
Rp 605.098.840.182,-
= 16,72 %

5.4 Pay Out Time (POT)


1
POT = x 1 tahun
0,1672
POT = 5,98 tahun

5.5 Return on Network (RON)


Laba setelah pajak
RON = 100
Modal sendiri

Rp 101.148.140.131,-
RON = x 100%
Rp 363.059.304.109,-
RON = 27,86 %

5.6 Internal Rate of Return (IRR)


Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut ―Cash Flow‖. Untuk
memperoleh cash flow diambil ketentuan sebagai berikut:
Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 tiap tahun
- Masa pembangunan disebut tahun ke nol
- Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun
- Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke – 10
- Cash flow adalah laba sesudah pajak ditambah penyusutan.
Dari Tabel LE.11. diperoleh nilai IRR = 30,91

Universitas Sumatera Utara


LE-28

Tabel LE.11 Data Perhitungan Internal Rate of Return (IRR)


Laba sebelum Laba Sesudah P/F pada PV pada i= 30 P/F pada PV pada i=
Thn Pajak Depresiasi Net Cash Flow
pajak pajak i= 30% % i= 31% 31%
- - -
0 - - - - 605,098,840,182 1 605,098,840,182 1 605,098,840,182

1 144,472,343,045 43,324,202,913 101,148,140,131 65,358,862,278 166,507,002,409 0.7692 128,082,309,545 0.7634 127,104,581,992

2 158,919,577,349 44,497,481,658 114,422,095,691 65,358,862,278 179,780,957,969 0.5917 106,379,265,071 0.5827 104,761,353,050

3 174,811,535,084 48,947,229,824 125,864,305,260 65,358,862,278 191,223,167,538 0.4552 87,038,310,213 0.4448 85,060,243,352

4 192,292,688,592 53,841,952,806 138,450,735,787 65,358,862,278 203,809,598,064 0.3501 71,359,405,506 0.3396 69,205,315,021

5 211,521,957,452 59,226,148,086 152,295,809,365 65,358,862,278 217,654,671,643 0.2693 58,620,731,240 0.2592 56,417,198,261

6 232,674,153,197 65,148,762,895 167,525,390,302 65,358,862,278 232,884,252,580 0.2072 48,248,077,059 0.1979 46,079,987,117

7 255,941,568,517 71,663,639,185 184,277,929,332 65,358,862,278 249,636,791,610 0.1594 39,783,695,862 0.1510 37,705,918,345

8 281,535,725,368 78,830,003,103 202,705,722,265 65,358,862,278 268,064,584,543 0.1226 32,861,896,413 0.1153 30,907,869,902

9 309,689,297,905 86,713,003,413 222,976,294,492 65,358,862,278 288,335,156,769 0.0943 27,189,888,615 0.0880 25,377,914,994

10 340,658,227,695 95,384,303,755 245,273,923,941 65,358,862,278 310,632,786,219 0.0725 22,532,727,731 0.0672 20,870,571,212


16,997,467,071 -1,607,886,936

IRR = 30,91 %

Universitas Sumatera Utara


Gambar LE.2 Grafik Break Event Point (BEP) Pabrik Pulp

Universitas Sumatera Utara