Anda di halaman 1dari 6

 Resep 10

Disusun oleh:

Siti Khomaerah ( 17010061 )

Utari Damayanti ( 17010067 )

 DIALOG PASIEN DENGAN APOTEKER

Pada suatu hari seorang ibu bersama anaknya yang bernama Bagas (2 tahun) datang ke apotik ARA


FARMA membawa resep dari dokter yang berisi interhistin 5 dan scabimite cream 30g.

( Percakapan antara Apoteker dengan Pasien)

Ada seorang ibu datang ke apotek ARA FARMA dengan membawa resep.

APOTEKER : Selamat siang ibu, saya Siti Khomaerah apoteker yang bertugas di apotek ARA FARMA


ada yang bisa saya bantu?

IBU PASIEN : Iya mbak, saya mau menebus resep (Sambil menyerahkan resepnya).

APOTEKER : Saya lihat dulu ya resepnya. Baik, Saya mau konfirmasi resepnya atas nama anak bagas
umur 2 tahun ya?

IBU PASIEN : Iya mbak, untuk anak saya.

APOTEKER : Saya cek terlebih dahulu obatnya ya ibu, nanti saya panggil kembali. Oh iya
ibu, silahkan tunggu sebentar ya bu di ruang tunggu.

IBU PASIEN : Iya mbak

 (Kemudian apoteker menerima resep tersebut dan langsung menyiapkan obatnya dan
menyerahkan ke pasien )

APOTEKER : Pasien atas nama anak Bagas.

IBU PASIEN : Iya mbak (Ibu tersebut menghampiri apoteker).

APOTEKER : Ibu, ini obatnya sudah saya siapkan, apakah ibu ada waktu sebentar saya akan memberikan
konseling tentang obat ini.

1
IBU PASIEN : Kira - kira berapa lama ya mbak?

APOTEKER : ± 10-15 menit bu, bagaimana? Apakah ibu bisa?

IBU PASIEN : Iya mbak saya bisa.

APOTEKER : Baik bu mari ikut saya keruang konseling.

IBU PASIEN : Iya mbak, sebentar saya panggil anak saya dulu.

 (Ibu tersebut memanggil anaknya dan langsung menuju ruang konseling)

APOTEKER : Mari ibu adek, silahkan duduk.

IBU PASIEN :Iya mbak terimakasih.

APOTEKER : Mohon maaf ibu, apakah sebelumnya dokter sudah Menjelaskan tentang penyakit dan


pengobatan ini?

IBU PASIEN : Dokter hanya bilang kalau anak saya terkena infeksi kulit skabies yang disebabkan oleh


Tungau

APOTEKER : Apakah dokter sudah memberikan penjelasan cara pemakaian obatnya?

IBU PASIEN : dengan cara mengoleskan cream ke seluruh tubuh, didiamkan semalaman dan dilakukan
seminggu sekali.

APOTEKER : Baik ibu. Apakah yang diharapkan dokter setelah pemakaian obat tersebut?

IBU PASIEN : Untuk hal itu dokter tidak menyampaikan informasi apa-apa mbak.

APOTEKER : Baik bu. Kalau begitu saya akan menjelaskan sedikit tentang penyakit dan
obat yang dokter berikan ini. Jadi, dokter sudah memberitahu kalau adek bagas terkena infeksi kulit
skabies ya bu? Infeksi kulit skabies ini disebabkan oleh tungau yang menyebabkan rasa gatal yang hebat
terutama di Malam hari dan menimbulkan ruam.

IBU PASIEN : iya mbak kalau malam anak saya nangis susah tidur karena mengeluh gatal.

APOTEKER : Oh iya bu. Adek Bagas mengeluhkan gatal dan muncul ruam itu sejak kapan ya bu?

IBU PASIEN : Sejak 2 Hari yang lalu mbak, muncul ruam merah dan benjolan kecil-kecil disela jari-
jarinya. Kata orang tua saya itu kudis, bisa menular kemudian menyuruh saya untuk segera membawa
bagas menemui dokter.

APOTEKER : Iya ibu memang sebaiknya harus langsung diobati karena penyakit ini juga bisa menular.

IBU PASIEN : Cara penularannya itu bagaimana ya mbak?

APOTEKER : penyakit ini bisa menyebar secara langsung setelah bersentuhan, berbagi pakaian dan


berbagi alas tidur.

2
IBU PASIEN : Oh gitu ya mbak.

APOTEKER : Iya ibu begitu, Nah, untuk obat yang diresepkan dokter ini. Adek Bagas
mendapat 2 obat yaitu obat minum sirup interhistin diminum 3 Kali sehari 1 sendok teh atau 5 ml, setelah
makan. Obat minum ini untuk mengurangi rasa gatalnya. Sedangkan obat luarnya adalah scabimite cream
30g dioles tipis-tipis pada kulit dipakai selama 12-14 jam tidak boleh terkena air sekali selama 1 minggu.
Cara mengoleskan cream keseluruh tubuh termasuk wajah, leher, kulit kepala dan telinga hindari bagian
mata. Setelah 8-24 jam, obat dibilas dengan cara dicuci menggunakan sabun. Pengobatan dapat diulangi
setelah 1 minggu. Dianjurkan pengolesannya pada malam hari saja ya bu, digunakan sebelum nak
bagasnya tidur. Sebelumnya maaf bu untuk memastikan apakah anak ibu memiliki riwayat asma atau
alergi obat?

IBU PASIEN : tidak Ada mbak. oiya kenapa harus diulang setelah 1 minggu? Kenapa tidak dipakai setiap
hari saja?

APOTEKER : Jadi begini bu hal ini ditujukan untuk menghindari berulangnya atau kambuhnya penyakit
tersebut. Karena permethrine zat aktif dari salepnya hanya efektif untuk membasmi tungau dewasa dan
tidak efektif untuk telur - telurnya. Setelah 1 minggu diharapkan telur tersebut sudah menetas menjadi
tungau dan dapat efektif dihilangkan dengan pengulangan obat permethrine. Apabila salep permenthrine
digunakan melebihi dosis yang disarankan (misalnya dipakai terlalu sering/setiap hari) dikhawatirkan
malah akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan seperti iritasi kulit, rasa gatal atau bahkan
seperti terbakar. Untuk itu saran saya sebaiknya gunakan obat tersebut sesuai dengan instruksi dokter
yang memberikannya. Apabila ibu masih ragu atau timbul keluhan lain dengan pemakaian obat tersebut,
alangkah baiknya jika ibu berkonsultasi langsung ke dokternya. Jadi apabila ibu merasa nak bagas terlihat
sudah sembuh (tidak ada ruam Dan tidak gatal) setelah satu minggu pemakaian tetap harus dilakukan
pengulangan ya bu.

IBU PASIEN : Saya takut orang rumah juga tertular mba selain tidak melakukan kontak fisik langsung
dan tidak berbagi pakaian serta alas tidur lain apalagi ya mbak?

APOTEKER : kalau ibu takut orang rumah tertular juga sebagai pencegah cucilah semua pakaian,
handuk, dan sprei di dalam air panas dan jemur di bawah terik matahari. Jemur kasur di bawah terik
matahari juga. Sofa dan karpet di dalam rumah juga harus segera dibersihkan dan jangan lupa juga
menjaga kebersihan diri. Apabila keluarga yang lain tertular saran saya segera periksakan ke dokter bisa
jadi satu rumah akan diberikan obat sebagai pencegahan.

IBU PASIEN : Apakah ada efek samping dan pantangan buat anak selama mengonsumsi obatnya?

APOTEKER : Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi interhistin adalah mulut
kering, penglihatan kabur, konstipasi (sembelit), mual, muntah, diare, mudah berkeringat, tremor
(bergetar pada bagian tubuh), gangguan tidur, depresi, hipotensi (tekanan darah lebih rendah dari pada
batas normal). Untuk scabimite creamnya rasa terbakar dan tersengat yang ringan dan sementara,gatal,
eritema, ruam kulit. Tapi tidak usah khawatir bu efek samping ini tidak selalu terjadi, apabila ada tanda
efek samping tidak usah panik segera bawa nak bagas ke dokter. Obat interhistin dapat menyebabkan
mengantuk jadi sangat wajar jika nak bagas tertidur setelah mengonsumsi obatnya. Tidak ada pantangan

3
selama nak bagas tidak memiliki riwayat alergi, diusahakan nak bagas tidak menggaruk dibagian yang
gatalnya untuk mengurangi potensi penularannya.

IBU PASIEN : Lalu untuk penyimpanannya bagaimana?

APOTEKER : hindari dari cahaya matahari langsung, tidak disimpan di kulkas dan jauhkan dari
jangkauan anak-anak ya bu.

IBU PASIEN : Baik mbak, kalau seperti itu ternyata konseling tentang obat ini sangat bermanfaat ya
mbak buat saya sebagai orang awam. Banyak hal yang Saya tidak ketahui, mungkin bisa membuat proses
penyembuhannya bagas menjadi lama karna ketidaktauan saya.

APOTEKER : Iya bu memang itu tujuan dari konseling obat. Ada lagi yang ingin ditanyakan bu?

IBU PASIEN : tidak ada mbak.

APOTEKER : Baik bu, kalau begitu boleh Saya minta tolong Ibu untuk mengulang apa yang sudah Saya
sampaikan?

IBU PASIEN : Jadi anak saya terkena Infeksi kulit yang diakibatkan tungau. Diresepkan 2 obat oleh
dokter berupa obat minum inhistin dan obat luar scabimite cream. Obat minumnya diminum 3kali sehari
1 sendok teh atau 5 ml sesudah makan. scabimite cream 30g dioles tipis-tipis pada kulit dipakai selama
12-14 jam sekali selama 1 minggu. cara mengoleskan cream keseluruh tubuh termasuk wajah, leher, kulit
kepala dan telinga hindari daerah mata. Setelah 8-24 jam, obat dibilas dengan cara dicuci menggunakan
sabun. Pengobatan dapat diulangi setelah 1 minggu. Tetap dilakukan pengulangan walau sudah sembuh,
bila setelah mengonsumsi bagas tertidur itu wajar karena obatnya dapat menyebabkan mengantuk. Efek
samping tidak selalu terjadi, bila terjadi tidak usah panik segera bawa menemui dokter. Untuk
penyimpanannya jangan terkena Sinar matahari langsung, tidak disimpan di kulkas dan jauhkan dari
jangkauan anak-anak. Sebagai pencegah cucilah semua pakaian, handuk, dan sprei di dalam air panas dan
jemur di bawah terik matahari. Jemur kasur di bawah terik matahari juga. Sofa dan karpet di dalam rumah
juga harus segera dibersihkan dan jangan lupa juga menjaga kebersihan diri. Apabila keluarga yang lain
tertular saran saya segera periksakan ke dokter bisa jadi satu rumah akan diberikan obat sebagai
pencegahan. Benar begitu?

APOTEKER : Benar begitu bu, ada yang ingin ditanyakan lagi?

IBU PASIEN : Tidak Ada mbak

APOTEKER : Baiklah bu kalau sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, Saya cukupkan disini konselingnya
terima kasih telah bersedia saya beri konseling tentang obatnya ya bu. Bila ada yang ingin ditanyakan
mengenai obatnya ibu bisa kontak saya atau langsung ke apotek ARA FARMA. Nanti langsung saja
bayar obatnya di kasir ya bu. Semoga adek Bagas lekas sembuh ya bu.

IBU PASIEN : Baik mba, Saya juga terima kasih banyak untuk informasinya.

4
 Ibu E datang ke apotek membeli perban dan Betadine ( setelah di konfirmasi ternyata pasien
tersiram minyak goreng panas)

Pasien : Selamat sore mbak..

Apoteker : Selamat sore ibu, saya dengan apoteker Utari Damayanti yang bertanggung jawab di apotik
murah Farma ada yang bisa saya bantu Bu?

Pasien : Begini mbak, saya mau beli perban dan Betadine untuk luka bakar saya mba

Apoteker : Oh iya boleh ibu. Sebelumnya kalau ibu punya waktu sebentar, sekitar 10 - 15 menit untuk
saya jelaskan tentang penggunaan obat yang akan saya berikan

Pasien : Iya boleh mbak

Apoteker : sebelumnya moohon maaf ibu, dengan ibu siapa saya berbicara?

Pasien : Saya dengan ibu Ara mbak.

Apoteker : Oh iyaa, ibu Ara berapa umurnya sekarang?

Pasien : Saya sudah berumur 35 tahun mbak.

Apoteker : Kalau boleh saya tau, keluhan apa yang ibu rasakan saat ini?

Pasien : Begini mbak, kemaren setelah saya masak, saya kesiram minyak panas mba Lalu tangan saya
merah, kemudian setelah beberapa jam kulit saya melepuh.

Apoteker : Oh begitu, lalu bagaimana kondisi tangan ibu yang ibu rasakan saat ini?

Pasien : Tangan saya jadi panas trus agak bengkak dan nyeri sekali mbak..

Apoteker : Sudah diperiksakan sebelumnya ke dokter?

Pasien : Belum mbak, saya pikir karena lukanya cuma seperti ini jadi tidak harus ke dokter

Apoteker : sebelumnya apa ibu sudah beri penanganan pertama pada luka

Pasien : saat terkena minyak panas saya hanya cuci dengan air mengalir mba untuk meredakan nyerinya

Apoteker : Baik ibu, penanganan pertama ibu pada luka bakar sudah benar dan berdasarkan keluhan yang
ibu alami, saya merekomendasikan silver sulfadiazine 1%. Untuk mengganti Betadine dan perban ya bu
saya juga menyarankan untuk membeli rivanol bu

Pasien : Obatnya itu seperti apa yaa mbak?

5
Apoteker: Ini adalah obat salep yang membantu penyembuhan luka bakar dengan cara menghentikan dan
mencegah infeksi menyebar ke kulit di sekitarnya.

Meski dapat mengatasi luka bakar ringan penggunaan salep ini juga bisa menyebabkan area kulit yang
dioleskan sensitif terhadap sinar matahari. Jadi, disarankan untuk melindungi area luka bakar dari paparan
sinar matahari saat menggunakan salep silver sulfadiazine.

Pasien : oh begitu mba , cara penggunaan salepnya gimana ya mba langsung saya oleskan di lukanya aja?

Apoteker : cara penggunaan obatnya dengan cara mengoleskan salep diarea sekitar luka ,biasanya 2-3 kali
sehari ,tebal lapisan obat sekitar 1-2 mm . Luka harus ditutup dengan krim setiap saat. Perban dapat
diaplikasikan di atas krim, tapi hanya jika diperlukan. Jika ada bagian luka yang krimnya sudah terhapus,
segera oleskan kembali. Pengobatan biasanya berlanjut sampai luka benar-benar sembuh. Perban di
gunakan untuk mengkompers luka bakarnya ya Bu dengan cara mencelupkan perban di rivanol di
kompres selama 1-2 menit terus diulang hingga 10 kali agar lukanya benar benar bersih

Pasien : ada efek samping dari penggunaan obatnya ga mba

Apoteker: ada Bu seperti demam, nyeri tubuh, dan ruam tubuh merah tapi tidak semua mengalami efek
samping ini Bu

Pasien : oh gitu ya mba

Apoteker : baik Bu , apakah sudah mengerti dari penjelasan saya atau ada yang di tanyakan ?

Pasien : tidak ada mba

Apoteker : oh iya Bu untuk penyimpanan obatnya di sarankan di tempat yang tidak terkena sinar matahari
langsung ya Bu

Pasien : oh iya baik mba

Apoteker: jika ibu sudah mengerti apa boleh ibu mengulang apa yang sudah saya jelaskan tadi

Pasien : boleh mba, jadi saya di berikan salep sulfadiazine cara penggunaan obatnya dengan cara
mengoleskan salep diarea sekitar luka ,biasanya 2-3 kali sehari ,tebal lapisan obat sekitar 1-2 mm . Luka
harus ditutup dengan krim setiap saat. Perban dapat diaplikasikan di atas krim, tapi hanya jika diperlukan.
Jika ada bagian luka yang krimnya sudah terhapus, segera oleskan kembali. Di gunakan hingga benar
benar sembuh. Perban di gunakan untuk mengkompers luka bakarnya ya Bu dengan cara mencelupkan
perban di rivanol di kompres selama 1-2 menit terus diulang hingga 10 kali agar lukanya benar benar
bersih .obatnya juga di simpan di tempat yang tidak terkena Matahari langsung , benar begitu kan mba ?

Apoteker : benar begitu Bu, ada yang masih ingin di tanyakan ?

Pasien : tidak ada mba

Apoteker: baik Bu kalo begitu ini obatnya semoga lukanya lekas sembuh ya Bu.