Anda di halaman 1dari 3

 nbacterial cystitis are caused by viruses (herpes simplex virus type 1 or type 2, BK

polyomavirus, cytomegalovirus, and adenovirus), chlamydia (Chlamydia


trachomatis), fungal infection (see Candiduria), or mycobacteria. Radang
panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi
pada organ reproduksi wanita, seperti serviks, rahim, dan ovarium.
Salah satu penyebab paling sering dari radang panggul adalah
infeksi bakteri akibat infeksi menular seksual. 
adang panggul paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar dari
vagina atau serviks (leher rahim) ke organ reproduksi yang lebih dalam, seperti
rahim, tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur).
Jenis bakteri yang sering menyebabkan radang panggul adalah bakteri penyebab
infeksi menular seksual, seperti Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae.
Selain bakteri, radang panggul juga bisa disebabkan oleh infeksi patogen lain,
seperti Mycoplasma genitalium, Trichomonas vaginalis, Garnella vaginalis, atau
Herpes simplex virus 2 (HSV-2).

Untuk dapat menegakan diagnosis PID (pelvic inflammatory disease) atau penyakit radang
panggul, CDC merekomendasikan satu atau lebih kriteria berikut ini harus ada pada
pemeriksaan pelvis:
 Nyeri gerak serviks (cervical motion tenderness)
 Nyeri tekan uterus
 Nyeri tekan adneksa
Kriteria tambahan seperti berikut dapat dipakai untuk menambah spesifisitas mendukung
diagnosis PID:
 Suhu oral >38.3 C
 Cairan serviks atau vagina tidak mukopurulen
 Leukosit dalam jumlah banyak pada pemeriksaan mikroskop sekret vagina dengan
cairan salin
 Kenaikan laju endap darah (LED)
 Protein reaktif-C meningkat
 Dokumentasi laboratorium infeksi serviks oleh gonorrhoeae atau C.trachomatis

Gejala Radang Panggul


Gejala dari radang panggul meliputi:

 Adanya nyeri di panggul dan perut bagian bawah;

 Terdapat keputihan dengan bau yang tidak sedap;

 Perdarahan abnormal yang keluar melalui Miss V, terutama saat melakukan


hubungan såeksual atau bisa juga terjadi diantara siklus menstruasi;

 Demam kadang sampai menggigil;


 Nyeri saat melakukan hubungan intim; dan

 Nyeri atau sulit dalam berkemih.

Tidak ada satu tes pun yang dapat secara akurat mendiagnosis penyakit radang panggul.
Sebaliknya, dokter Anda akan mengandalkan kombinasi temuan dari:

Riwayat kesehatan Anda. Dokter Anda kemungkinan akan bertanya tentang kebiasaan
seksual Anda, riwayat infeksi menular seksual dan metode pengendalian kelahiran.
Tanda dan gejala. Beri tahu dokter tentang gejala apa pun yang Anda alami, meskipun
ringan.
Pemeriksaan panggul. Selama pemeriksaan, dokter akan memeriksa daerah panggul Anda
apakah ada nyeri dan bengkak. Dokter Anda mungkin juga menggunakan cotton bud untuk
mengambil sampel cairan dari vagina dan serviks Anda. Sampel akan diuji di laboratorium
untuk tanda-tanda infeksi dan organisme seperti gonore dan klamidia.
Tes darah dan urin. Tes-tes ini dapat digunakan untuk menguji kehamilan, HIV atau infeksi
menular seksual lainnya, atau untuk mengukur jumlah sel darah putih atau penanda infeksi
atau peradangan lainnya.

 Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang ditandai dengan


rasa gatal di vagina dan keputihan. Keputihan yang dialami
penderita vaginitis ini berbau tidak sedap.
Gejala vaginitis sangat beragam, namun yang sering kali muncul adalah:

 Keputihan berwarna putih atau kuning kehijauan yang berbau tidak sedap


 Gatal di area vagina atau di sekitarnya, misalnya pada vulva atau labia
mayora.
 Kemerahan dan nyeri di sekitar vagina (vulvitis).
 Flek atau perdarahan dari vagina.
 Nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seks.

Diagnosis Pemeriksaan kadar asam dan basa vagina, atau disebut juga pH
vagina.

 Pemeriksaan bagian dalam vagina, untuk melihat tanda peradangan.


 Pemeriksaan sampel cairan vagina di laboratorium, untuk mengetahui
penyebab vaginitis.
 Pemeriksaan sampel jaringan.

 Uretritis terjadi ketika uretra yaitu saluran atau selang yang membawa
urine dari kandung kemih keluar dari tubuh, mengalami peradangan.
Uretritis biasanya ditandai oleh pembengkakan serta iritasi. Uretritis
dapat terjadi pada seluruh kalangan usia, baik pria maupun wanita.
Namun, wanita memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita
uretritis, dibandingkan pria. 

Gejala atau tanda utama dari uretritis adalah munculnya rasa sakit atau nyeri saat
buang air kecil. Selain itu, beberapa gejala lain uretritis yang sering ditemukan adalah:

 Merasa sering ingin buang air kecil


 Sering merasa kesulitan saat mulai buang air kecil
 Muncul rasa tidak nyaman berupa sensasi terbakar atau gatal, saat buang air
kecil
 Adanya darah dalam urine saat buang air kecil
 Adanya nanah atau cairan pada area genital atau kelamin, yang dapat berwarna
kuning, hijau, maupun cokelat
 Rasa nyeri atau sakit saat melakukan hubungan seksual
 Pada pria, dapat muncul rasa berat pada alat kelamin, atau yang disebut
sebagai orchalgia
 Pada wanita, biasanya gejala-gejala uretritis yang dirasakan akan semakin
memburuk dalam siklus menstruasi, dan muncul keputihan abnormal pada
vagina
 Nyeri di bagian panggul (pada wanita)
 Demam, meski jarang ditemukan
 Tubuh menjadi panas dingin atau meriang

 Tes urine (urinalisis) dan kultur urine, untuk mendeteksi keberadaan


bakteri Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis.
 Tes usap rektal atau vaginal (rectal swab atau vaginal swab), untuk
mendeteksi virus atau bakteri penyebab uretritis.
 Tes kehamilan, khusus wanita yang melakukan hubungan seksual
tanpapengaman.

 Uretritis gonore, yaitu jenis uretritis yang disebabkan oleh bakteri


penyebab gonore(Neisseria gonorrhoeae).
 Uretritis non-gonore, yaitu jenis uretritis yang disebabkan oleh faktor atau
bakteri lain. Sebagian besar uretritis non-gonore disebabkan oleh
bakteri chlamydia.