Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Pengkajian

Pengkajian komunitas yang dilakukan Salah satu pulau kecil yang ada di kabupaten Sembari hilir
dilakukan oleh perawat komunitas yang melihat data yang menunjukkan angka penyakit diare hang
begitu tinggi mencapai angka 1/4 jumlah penduduk disana serta penyakit skabies dan kekurangan gizi
banyak di alami oleh balita terutama usia 1-3 tahun. Dari hasil pengkajian di dapatkan data mengenai
sejarah wilayah, pendapata ekonomi perhari penduduk, bangunan yang terdapat di daerah sembari hilir
serta data lainnya yang bisa di kumpulkan agar dapat menemukan permasalahan dan dapat melanjutkan
proses keperawatan berikutnya, menimbang pengkajian merupakan awal dari proses keperawatan
engkajian menurut Gartinah, dkk (2014:32) adalah mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk
mengevaluasi keadaan pasien. Pengkajian lanjut Gartinah merupakan langka pertama untuk
mengumpulkan semua informasi yang akurat dari sumber yang berkaitan dengan kondisi pasien,
Gartinah, dkk (2014:33). Banyak data yang belum terjadi oleh perawat komunitas seperti data data
jumlah penduduk, data subsistem juga banyak yang belum terkaji.

Diagnosa keperawatan komunitas pada kasus diare berdasarkan kasus dibab 3 didapatkan 2 masalah
yaitu ketidak efektifan pemeliharaan kesehatan dan defisiensi kesehatan komunitas hal ini dapat di
tegakkan berdasarkan data dari pengkajian yan menunjukkan angka diare yang tinggi serta di susul data
defisiensi kesehatan komunitas di wilayah sembari hilir tersebut seperti menderita skabies dan
kekurangan gizi yang sering terjadi tetapi belum ada persetase angka yang menunjukkan jumlah pasti
masyarakat terkena penyakit skabies dan kekurangan gizi pada anak balita terutama usia 1-3 tahun.
Diagnosa keperawatan sangat perlu di tegakan dan di cocokkan dengan data yang di temukan di
pengkajian agar bisa melanjutkan proses keperawatan tahap perencanaan. Karena diagnosa sangat
mempengaruhi proses keperawatan berikut nya. Diagnosis keperawatan melibatkan proses berpikir
kompleks tentang data yang dikumpulkan dari klien, keluarga, rekam medik, dan pemberi pelayanan
kesehatan yang lain (Ambarwati dan Wulandari. 2010.48).

Perencanaan keperawatan dalam kasus seperti keyakinan kesehatan, keyakinan kesehatan yang
dirasakan, orientasi kesehatan, derajat kesehatan masyarakat serta partisipasi tim kesehatan dalam
keluarga dan dukungan sosial yang di butuhkan oleh masyarakat. Perencanaan adalah kategori dari
perilaku keperawatan dimana tujuan yang berpusat pada klien dan hasil yang diperkirakan ditetapkan
dan intervensi keperawatan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut (Ambarwati dan Wulandari.
2010:86). Perencanaan yang di rencana kan menurut kelompok sudah sesuai dengan diagnosa
keperawatan komunitas yang telah di tampilkan sehingga bisa dilanjutkan proses keperawatan berikut
nya.

Implementasi keperawatan pada kasus diare ini sudah di lakukan memanajamen kasus, memberikan
pendidikan kesehatan terkait penyakit diare serta pencegahan diare kepada masyarakat, dilakukan
pengembangan program seperti yang sudah ada, salah satunya target MDGs adalah menurunkan angka
kematian yg diakibatkan oleh penyakit diare disini perawatan bisa melakukan pengembangan dari
program-program yang sudah ada, begitupun dengan program kesehatan lainnya.
Pelaksanaan/implementasi keperawatan merupakan tahap proses keperawatan dimana perawat
memberikan intervensi keperawatan langsung dan tidak langsung terhadap klien (Potter & Perry.
2016).

Evaluasi keperawatan komunitas Evaluasi merupakan langka proses keperawatan yang memungkinkan
perawat untuk menentukan apakah intervensi keperawatan telah berhasil meningkatkan kondisi klien
(Potter & Perry. 2016). Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah proses keperawatan berhasil
atau tidak nya sehingga sangat perlu di lakukan