Anda di halaman 1dari 3

RUMAH SAKIT UMUM

DAERAH

PERIKSA DALAM

H.DAMANHURI
BARABAI

Jl. Murakata 04 ' (0517)- No. Dokumen No. Revisi Halaman


41004-41118-41287 Fax.
(0517)41287
BARABAI 71314
DITETAPKAN OLEH
DIREKTUR RSUD H DAMANHURI
BARABAI

KEBIJAKAN 25 Sept 2017

dr.MUHAMMAD ASNAL, SpB, FInaCs


NIP : 19610119 198903 1 007

Adalah suatu tindakan pemeriksaan yang dilakukan melalui


I. PENGERTIAN :
vagina ibu untuk menegakkan penyakit / diagnose tertentu.

1.Untuk mendeteksi dini adanya komplikasi / penyulit.


2.Memantau jalannya persalinan, apakah masih fisiologis atau
sudah termasuk Patologis.
II. TUJUAN :
3.Memantau pembukaan servik.
4.Menilai penurunan bagian terendah dari janin.
5.Memantau keadaan ketuban sudah pecah atau masih utuh.
1. Dilakukan pada ibu yang sedang inpartu.
2. Dilakukan pada pasien dengan trauma pada daerah genital.
III. KEBIJAKAN :
3. Dilakukan pada pasien dengan indikasi khusus yang
mengharuskan dilakukan pemeriksaan itu.
1. Persiapan :
a. Sepasang sarung tangan steril.
b. Underpad.
c. Kapas yang sudah dibasahi air matang.
d. Selimut.
2. Cuci tangan 6 langkah.
3. Memberi penjelasan kepada ibu, apa yang akan
dikerjakan dan memberitahukan kemungkinan
ketidaknyamanan sementara sewaktu pemeriksaan di
lakukan.
4. Tutupi badan ibu dengan selimut.
5. Minta ibu berbaring terlentang dengan lutut ditekuk dan
paha dibentangkan (posisi dorsal recumbent)
6. Pasang underpad dibawah bokong ibu.
7. Gunakan sarung tangan steril saat melakukan
pemeriksaan.

IV. PROSEDUR 8. Gunakan kapas yang sudah dibasahi air matang untuk
melakukan vulva hygiene.
9. Periksa genitalia luar, perhatikan :
a. Perdarahan.
b. Cairan air ketuban, warna, bau, jumlah.
c. Mekonium, kental atau encer.
d. Bagian yang menumbung.
e. Lendir darah.
f. Perlukaan.
g. Massa (benjolan)
h. Varices
i. Edema
j. Haemorroid

Jika ada perdarahan pervaginam, jangan lakukan


pemeriksaan dalam.
10. Dengan hati-hati buka labia mayora dengan jari manis
dan ibu jari. Masukkan secara perlahan jari telunjuk
tangan kanan pemeriksa dengan hati-hati diikuti oleh
jari tengah. Saat kedua jari tersebut berada didalam
vagina, jangan dikeluarkan sampai selesai pemeriksaan.
11. Jika selaput ketuban belum pecah, jangan melakukan
tindakan amniotomi (memecahkan selaput ketuban).
Alasan tidak dilakukan amniotomi sebelum waktunya
dapat meningkatkan resiko infeksi terhadap ibu dan bayi
serta gawat janin.
12. Nilai vagina. Luka parut di vagina bisa memberikan
indikasi adanya riwayat robekan perineum atau tindakan
episiotomy sebelumnya.
13. Nilai pemeriksaan untuk menentukan :
a. Apakah serviks kaku atau tidak.
b. Apakah serviks sudah mendatar atau belum.
c. Nilai pembukaan dan penipisan servik.
d. Perkiraan pembukaan.
e. Ketuban + / -
f. Penurunan kepala, posisi UUK atau UUB.
g. Pastikan tidak teraba bagian kecil janin.
h. Nilai penurunan bagian terbawah janin.
i. Jika bagian terbawah adalah kepala, pastikan
penunjuknya. Raba ubun-ubun dan sutura janin
untuk menentukan penyusupan tulang kepala dan
atau tumpang tindihnya, dan apakah kepala janin
sesuai dengan diameter jalan lahir.

14. Setelah pemeriksaan lengkap, keluarkan kedua jari


pemeriksa dengan hati-hati, sambil meminta ibu untuk
menarik nafas panjang.
15. Mendekontaminasikan sarung tangan sebelum dibuang.
16. Cuci tangan.
17. Rapikan ibu dan alat-alat dikembalikan ke tempatnya.
 Ruang bersalin.
V. UNIT TERKAIT :
 Poli kandungan dan kebidanan.