Anda di halaman 1dari 42

MAKALAH

RETURN ON INVESTED CAPITAL


Dalam Rangka Memenuhi Tugas Kelompok Mata Analisis & Penggunaan Pelaporan Keuangan

Dosen :
Irene Sukma Lestari Barus, S.E., M.Si.

Disusun Oleh :
Febriani Pratama Putri (0117101203)
M. Zulfi (0117101205)
M. Arga Devara (0117101206)

Kelas : E - Akuntansi S1

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2019
A. Pentingnya Pengembalian Atas Investasi Modal
Kinerja perusahaan dapat dianalisis dengan berbagai cara. Pertumbuhan pendapatan laba bersih,
dan aset merupakan ukuran kinerja yang biasa digunakan. Namun, tidak satu pun dari ukuran-
ukuran ini yang dapat digunakan secara terpisah sebagai ukuran kinerja perusahaan yang
komprehensif. Penyebabnya adalah saling keterkaitan antar ukuran ini dan keterkaitan
antaraktivitas usaha. Misalnya, peningkatan pendapatan hanya diinginkan jika dapat
meningkatkan laba. Hal yang sama juga berlalu untuk peningkatan volume penjualan. Untuk
menilai laba bersih, kita harus mengaitkannya dengan investasi modal. Misalnya, keuntungan
sebesar $1 juta akan dinilai berbeda jika investasi modal suatu perusahaan berjumlah sebesar $2
juta atau $200 juta.
Analisis kinerja perusahaan membutuhkan analisis bersama, di mana kita di menilai suatu
ukuran relatif terhadap ukuran lainnya. Hubungan antara laba dengat investasi modal, yang
disebut pengembalian atas investasi modal (return on invested capital-ROIC) atau pengembalian
atas investasi (return on investment-ROI), mungkin merupakan ukuran kinerja perusahaan yang
dikenal luas. Ukuran ini dapat membandingkan keberhasilan perusahaan atas pengelolaan
investasi modal. Ukuran ini juga memungkinkan kita menilai pengembalian perusahaan relatif
terhadap risiko investasi modal serta membandingkan pengembalian atas investasi modal dengan
pengembalian investasi alternatif. Obligasi permerintah memberikan pengembalan minimum
karena risikonya yang rendah. Investasi yang lebih riskan diharapkan dapat menghasilkan
perngembalian yang lebih tinggi. Analisis penigembalian atas investasi modal membandingkan
laba perusahaan atau ukuran kinerja lainnya terhadap tingkat dan sumber pendanaan perusahaan.
Analisis ini menentukan kemampuan perusahaan untük meraih keberhasilkan, memperoleh
pendanaan, membayar kreditor, dan memberikun imbalanı kepada pemilik. Pengembalian atas
investasi modal digunakan dalam berbagai area dalam analisis, termasuk (1) efektivitas
manajerial, (2) tingkat profitabilitas, serta (3) perencanaan dan pengendalian.

1. Mengukur Efektivitas Manajerial


Tingkat pengembalian atas investasi modal terutama bergantung pada keahlian, sumber
daya, kepintaran, dan motivasi manajemet. Manajemen bertanggung jawab atas aktivitas
usaha perusahaan. Mereka membuat keputusan pendanaan, investasi, dan perencanaan,
dan melaksanakan rencana operasi. Mereka memilih tindakan, strategi perencanaan, dan
melaksanakan rencana tersebut. Pengembalian atas investasi modal, terutama jika
dihitung selama periode waktu satu tahun atau lebih, merupakan ukuran efektivitas
manajerial yang relevan.

2. Mengukur Profitabilitas
Pengembalian atas investasi modal merupakan indikator penting atas kekuatan
perusahaan dalam jangka panjang. Angka ini menggunakan ukuran ringkasan utama dari
lapoiran laba rugi (laba) dan neraca (pendanaan) untuk menilai profitabilitas. Ukuran
profitabilitas ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ukuran kekuatan keuangan
jangka panjang lainnya atau solvabilitas yang hanya mengandalkan pos neraca (misalnya
rasio utang terhadap ckuitas). Angka ini dapat mengungkapkan pengembalian atas
investasi modal secara efektif dari berbagai perspektif kontributor pendanaan yang
berbeda (kreditor dan pemegang saham).

3. Ukuran untuk Perencanaan dan Pengendalian


Pengembalian atas investasi modal memiliki peran penting dalam perencanaan.
Penganggaran, koordinasi, evaluasi, dan pengendalian aktivitas usaha. Pengembalian ini
terdiri atas perghasilan (dan kerugian) yang diperoleh segmen atau divisi perusahaan.
Pengembalian segmen ini juga terdiri atas penghasilan yang diperoleh tiap lini produk,
proyek, dan komponen lain. Perusahaan yang dikelola dengan baik akcan mengendalikan
pengembalian yang diperoleh tiap pusat laba dan memberikan penghargaan bagi
manajernya atas hasil tersebut. Dalam mengevaluasi alternatif Investast, manajemen
menilai kinerja relatif terhadap taksiran pengembalian. Dari penilaian ini, diambil
keputusan strategis dan rencana tindakan bagi perusahaan.
B. Komponen Pengembalian Atas Investasi Modal
Menganalisis kinerja perusahaan dengan menggunakan pengembalian atas investasi modal
secara konsep sangat bagus dan menarik. Pengembalian atas investasi modal (return on invested
capital) dihitung sebagai berikut:
Laba
Investasi Modal
Namun, tidak ada kesepakatan yang menyeluruh mengenai perhitungan baik penyebut
maupun pembilang pada rumus ini. Perbedaan-perbedaan ini valid dan berasal dari perspektif
pengguna laporan keuangan yang berbeda-beda. Bagian ini menguraikan perbedaan ini dan
menjelaskan bagaimana penghitungan yang berbeda akan relevan untuk analisis atan pengguna
laporan keuangan yang berbeda Pembabasan akam dimulai dengan investasi modal, dan
dilanjutkan dengas pertimbangan atas laba.

1. Definisi Investasi Modal


Tidak ada ukaran universal atas investasi modal yang digunakan ntuk menghitung tingkat
pengembalian Ukuran investasi modal yang berbeda mencerminkan perspektif pengguna
laporan keuangan yang berbeda. Bagian ini akan menjabarkan berbagai ukuran investasi
modal dan menjelaskan relevansinya bagi interpretasi dsn pengguna laporan keuangan
yang berlainan.

a. Aset Operasi Bersih


Banyak analis memisahkan neraca dan laporan laba rugi menjadi komponen operasi dan
non-operasi dan menghitung pengembalian aset operasi bersih (return on net operating
assets-RNOA) sebagai ringkasan ukuran kinerja. Pembagian laporan keuangan menjadi
komponen operasi dan non-operasi mengikuti pandangan bahwa aktivitas operasi
merupakan aktivitas yang paling bertahan lama dan relevan untuk penentuan harga
saham.
Aktivitas operasi merupakan aktivitas inti perusahaan. Aktivitas ini melipali seluruh
aktivitas yang dibutuhkan untuk membawa produk atau jasa perusahaan ke pasar, serta
melayani kebutuhan para pelanggannya. Aktivitas operasi sangat penting artinya, dan
perusahaan harus mampu melakukannya dengan baik dalam jangka panjang jika inigin
dapat bertahan. Dalam laporan aha rugi, aktivitas operasi biasanya meliput penjualan,
harga pokok penjualan, dan beban penjualan, umum, serta administrasi (selling and
general and administration-SG&A). Di neraca, Aktivitas operasi diwakili oleh aset dan
kewajiban yang berhubungan dengan akun-akun laporan aba rugi di atas, seperti piutang
usaha, persediaan, aset tetap, utang usaha, dan beban yang masih harus dibayar (accrued
expenses).
Banyak perusahaan menginvestasikan kelebihan kas dalam aset ketangan misalnya
efek yang dapat diperdagangkan, serta menerima pengembalian yang biasanya dibukukan
dalam laporan laba rugi sebugai laba "lain-lain”. Sama halnya dengan beban bunga yang
terjadi akibat perusahaan meminjam uang melalui utang jangka pendek maupun jangka
panjang. Meskipun manajemen atas portofolio investasi yang efektif dan melakukan
pinjaman yang bijaksana dapat menguntungkan laba, pendapatan dan beban non-operasi
ini dianggap sebagai tambahan dari aktivitas aperasi inti suatu usaha. Aktbatnya,
pengembalian atas investasi dan beban pinjaman mumnya tidak memiliki dampak yang
besar pada nilai perusahaan, kecuali jika jumlahnya sangat besar.
Pendekatan yang kita lakukan adalah menganalisis perusahaan berikut dimensi
operasi/non-operasi ini, dengan pengembalian aset operasi bersih (return on net
operating assets-RNOA) sebagai ringkasan ukuran kinerja. RNOA yang akan dilihat
lebih mendalam nanti, didefinisikan sebagai laba operasi bersih setelah pajak (net
operating profit after tax-NOPAT) dibagi rata-rata aset operasi bersih (ret operating
assets-NOA).
Lebih spesifik lagi, aset operasi terdiri atas total aset dikurangi aset keuangan seperti
investasi dalam cfek yang dapat diperdagangkan. Kewajiban operasi terdiri atas total
kewajiban dikarangi utang yang dikenakan bunga Aset operasi dikurangi kewaiban
operasi menghasilkan aset operasi bersih (net operating assets-NOA) uran laba yang
dapat dibandingkan aset operasi bersih adalah asset operasi bersih setelah pajak (net
operating profit after tax-NOPAT), yang sama dengan pendapatan dikurangi beban
operasi seperti harga pokok penjualan, beban SG&A dan pajak (NOPAT mengecualikan
laba investasi dan beban bunga). Pembahasan tentang komposisi dari baik NOA maupun
NOPAT akan dibahas secara lebih mendalam di bagian lain dalam bab ini. RNOA untuk
beberapa perusahaan terpilih disajikan dalam grafik margin.
b. Modal Ekuitas Biasa
Pengembalian ekuitas biasa (return on commmon eqity ROCE) dinyatakan sebagai laba
bersih dikurangi dividen saham preferen dibagi rata-rata ekuitas biasa. Ekuitas biasa sama
dengan total ekuitas pemegang saham dikurangi saham preferen. Saham preferen
dikeluarkan dari perhitungan karena, dari sudut Pandang pemegang saham biasa, saham
preferen memiliki klaim tetap atas aser bersih dan arus ka perusahaan, sama seperti utang
Ekuitas hiasa dapat juga dinyatakn sebagai total aset dikurangi otang dan sahan preferen.
Proporsi utang dan pendanaan ekuit atas aset merupakan keputusan struktur mods! yang
harus diambil setiap perasahaan, Jumlah ekuitas dalam struktur modal, atau jumlah
ekuitas yang digunakan dalam perhitungan pengembalian atas merupakan fungsi dari
sampai sejauh mana perusahaan didanai dengan utang (dimana lebih banyak utarng
berarti lebih sedikit ekuitas). Pembilang (laba bersih) akan dipengaruhi oleh jumlah beban
bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan atas utangnya. Seperti yang akan dibabas
lebih lanjut di bavwah ini, pengembalian ekuitas biasa menunjukkan baik pengembalian
aset operasi bersih seperti yang telah dibahas di atas maupun dampak leverage keuangan
(penggunaan utang ekuitás dalam struktur modal). Laba bersih terhadap ekuitas biasa
untuk beberapa perusahaan terpilih disajikan dalam grafik margin. ekuitas

c. Menghitung Investasi Modal Suatu Periode


Tanpa melihat definisi investasi modal, kita membandingkan pengembalian untuk satu
periode dengan dasar investasinya. Investasi modal untuk suatu periode umumnya
dihitung menggunakan rata rata modal yang tersedia bagi perusahaan selama periode
tersebut. Angka rata-rata digunakan untuk mencerminkan perubahan investasi modal
yang terjadi selama periode. Metode yang paling umum digunakan adalah menambahkan
saldo awai dan akhir tahur inveatasi modal lalu dibagi dua. Kita harus berhati-hatl dalam
nielakukan perata-rataan Beberapa perusahaan di industri tertentu memilih tahun "alami"
daripada tahun kalender usaha. Misalnya, dalam industri ritel tahun usaha alami berakhir
ketika angka persediaan dan penjualan rendah (misalnya, 31 Januari setelah musim
liburan). Dalam kasus ini, merata ratakan awal dan akhir tahun menghasilkan angka
investasi modal yang terendah selama periode bukannya rata-rata. Metode yang lebih
akurat adalah dengan merat ratakan jumlah interim-misalnya, menambahkan jumlah
investasi modal tiap akhir keterankuartal dan membaginya dengan 4

2. Penyesuaian atas Investasi Modal dan Laba


Analisis pengembalian atas investasi modal menggunakan angka laporan keuangan
sebagai titik awal. Seperti yang telah dibahas di beberapa bab sebelumnya, banyak angka
akuntansi meminta penyesuaian analitis. Beberapa angka yang tidak dilaporkan di dalam
laporan keuangan juga perlu diperhitungkan. Beberapa penyesuaian, seperti yang
berhubungan dengan persediaan, memengaruhi pembilang maupun penyebut
pengembalian investasi modal, sehingga mengurangi pengaruhnya. Apapun dampaknya,
analisis pengembalian atas investasi modal seharus menggunakan angka laporan
keuangan yang telah disesuaikan secara wajar seperti yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya

3. Menghitung Pengembalian Investasi Modal


Bagian ini akan menerapkan pembahasan sebelumnya dalam analisis pengembalian atas
investasimodal. Akan diberikan ilustrasi penggunaan laba naupun investasi modal yang
berbeda dalam penghitungan pengembalian atas investasi modal. Untuk tuiuan ini,
digunakan laporan keuangan Excell Corporation yang disajikan kembali pada Tampilan
8.1 dan 8.2. Pengembalian atas investasi modal dihitung untuk tahun ke9 dan dibulatkan
ke angka jutaan lerdekat
EXCELL CORPORATION
Laporan Laba Rugi untuk Tahun yang Berakhir prcla Tanggal 31 Desember, Tahun Ke-B dan Tahun Ke-9
(dalam ribuan 5) Tahun Ke-8 Tahun Ke-9
Penjualan $ 1.782.254 $ 1.636.298
Harga pokok penjualan dan beban operasi 1.473.293 1.782.254
Laba operasi 163.005 183.575
Beban bunga 21.825 20.843
Laba sebelum pajak 141.180 162.732
Beban pajak 52.237 58.584
Laba bersih $ 88.943 $ 104.148
a. Pengembalian atas Aset Operasi Bersih
Pengemballian atas aset operasi bersih (return on net operating assets-RNOA) dihitung
sebagai berikut:
Laba operasi bersih setelah (Net operaating profits after tax−NOPAT )
RNOA=
Rata−rata aset operasi bersih( Average net operating assets−NOA)
Penyebut rumus di atas, aset operasi bersih (net operating assets-NOA), sama dengan
aset operasi dikurangi kewajiban operasi Aset dan kewajiban operasi adalah Los yang
dibutuhkan untuk menjalankan usaha perusahaan, dan melputi kas, Prutang usaha,
persediaan, beban dibayar di maka, aset pajak tangguhan, aset tetap, dan investast jangka
panjang yang terkait dengan akuisisi strategis (seperti investasi, metode ekutitas,
goodwill, dan aset tak berwujud). Yang kemudian dilawankan dengan aset operasi ini
adalah kewajiban operasi bersih, seperti utang usaha dan beban yang harus dibayar serta
kewajiban operasi jangka panjang, seperti pensiun dan kewaiban purnakarya lainnya
(other postretirement-OPEB) serta kewajiban pajak tangguhan
Aset non-operasi meliputi investasi dalam efek yang dapat diperdagangkan, investasi
ekuitas non-strategis, dan investasi dalam operasi yang dihentikan sebelum dijual.
Kewajiban non-operasi meliputi obligasi dan kewajiban jangka panjang lain yang
dikenakan bunga, serta bagian tidak lancar sewa guna usaha modal. Kewajiban keuangan
bersih (net financial obligations-NFO) sama dengan kewajiban non- operasi dikurangi
aset non-operasi (kewajiban disebutkan pertama kali untuk menghasilkan angka positif
karena kebanyakan jumlah kewajiban keuangan perusahaan lebih besar dari aset
keuangannya).
Perbedaan antara aktivitas operasi dan non-operasi dirangkum dalam penyajian umum
neraca seperti berikut ini
NERACA
Aset operasi OA Kewajiban Keuangan * FL
Dikurang kewajiban operasi (OL) Dikurangi aset keunagan (FA)
Kewajiban keuangan bersih NFO
Ekuitas pemegang saham** SE
Aset operasi bersih NOA Pendanaan bersih NFO+SE***
*termasuk saham preferen
**tidak termasuk saham preferen
***NOA = NFO + SE

EXCELL CORPORATION
Neraca
31 Desember, Tahun Ke-8 dan Tahun Ke-9
(dalam ribuan $) Tahun Ke-8 Tahun Ke-9
Aset
Kas $ 115.397 $ 71.546
Efek yang dapat diperdagangkan 38.008 43.854
Piutang usaha, bersih 177.538 182.859
Perssediaan 204.362 256.838
Total aset lancar 535.305 555.097
Investasi dalam anak perusahaan yang tidak 33.728 62.390
dikonsolidasi 5.931 56.997
Efek yang dapat diperdagangkan 1.539.221 1.633.458
Aset tetap, bersih 6.550 6.550
Goodwill 1.585.430 1.759.395
Total aset jangka panjang $2.120.735 $2.314.492
Total aset

Kewajiban $ 7.850 . $ 13.734


Wesel bayar 138.662 155.482
Utang usaha 24.370 13.256
Utang pajak 30.440 33.822
Bagian lancar utang jangka panjang 201.322 216.294
Total kewajiban lancar 507.329 473.507
Utang jangka panjang 743.779 852.237
Pensiun dan kewajiban OPEB 1.251.108 1.325.744
Total kewajiban jangka panjang
Ekuitas 413.783 413.783
Saham biasa 19.208 19.208
Tambahan modal disetor 436.752 540.901
Laba ditahan (201.438) (201.438)
Saham diperoleh kembali 668.305 772.454
Total ekuitas pemegang saham $ 2.120.735 $ 2.314.492
Total kewaiban dan ekuitas

Karena persamaan akuntansi penyatakan bhwa Aset = Kewajiban + Ekuitas, kita juga
dapat menyatakan neraca dengan identitas berdasarkan operasi dan non-opersasi sebagai
berikut:

Aset operasi bersih (NOA) = Kewajiban keuangan bersih (NFO) + Ekuitas pemegang saham
(SE)

Untuk Excell Corporation, aset operasi bersih (NOA) sama dengan total aset dikurangi
aset non-operasi, seperti investasi jangka pendek dan jangka panjang dalam efek yang
dapat diperdagangkan. Kewajiban operasi sama dengan total keajiban dikurangi
kewajiban non-operasi, seperti wesek bayar pada bank, bagian lancar kewajiban jangka
penjang, dan kewajiban jangka panjang. Aset operasi bersih (NOA) untuk tahu ke-8 dan
ke-9 dihitung sebagai berikut.
Tahun Ke-8 Tahun Ke-9
Kas $ 115.397 $ 71.546
Piutang usaha besih 177.538 182.859
Persediaan 204.362 256.838
Investasi dalam anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi 33.728 62.390
Aset tetap, bersih 1.539.221 1.633.458
Goodwill 6.550 6.550
Utang usaha (138.662) (155.482)
Utang pajak (24.370) (13.256)
Pensiun dan kewajiban OPEB (743.779) (852.237)
Aset operasi bersih $ 1.169.985 $ 1.192.666
Investasi dalam anak perusahan yang tidak dikonsolidasi berhubungan dengan investasi
metode ekuitas dan telah dibahas. Investasi ini dianggap sebagai investasi strategis
sehingga diperlakukan sebagai aset operasi. Goodwill juga diperlakukan sebagai aset
operasi, sepanjang investasi tersebut masih bersifat dan diamsumsikan strategis (kecuali
jika kenyataannya berkata lain). Investasi dalam operasi yang dihentikan diperlaukan
sebgai non-operasi karena unit usaha itu tidak lagi memberikan kontribusi pada laba
operasi perusahaan.
Kewajiban keuangan bersih sama dengan kewajiban keungan seperti wesel dan utang
serta utang dividen (tidak disajikan pada contoh ini), dikurangi aset keuagan seperti
investasi jangka pendek dan jangka panjang dalam efek yang dapat diperdagangkan.
Untuk Excell, NFO untuk tahun ke-8 dan ke-9 dihitung sebagai berikut.
Tahun Ke -8 Tahun Ke-9
Wesel bayar $ 7.850 $ 13.734
Bagian lancar utang jangka panjang 30.440 33.822
Utang jangka panjang 507.329 473.507
Efek yang dapat diperdagangkan – lancar (38.008) (43.854)
Efek yang dapat diperdagangkan – tidak lancar (5.931) (56.997)
Kewwajiban keuanganbersih $ 501.680 $ 420.212

Terakhir, NOA = NFO + SE


NOA = NFO + SE
Tahun ke-8 $1.169.985 = $501.680 + $668.305
Tahun ke-9 $1.192.666 = $420.212 + $772.454

Pembilang rumus RNOA, laba operasi bersih setelah pajak (net operating profit after
tax-NOPAT), adalah laba setelah pajak yang dihasilkan dari aset operasi bersih
Perbedaan antara aktivitas operasi dan non-operasi dirangkum dalam penyajian umum
laporan laba rugi berikut ini.
LAPORAN LABA RUGI
Pendapatan OR
operasi….............................. (OE)
Beban operasi .........................................
Beban pajak operasi (TAX)
................................ (SHLD)
Cadangan pajak... ................................... (TE)
Perlindungan pajak atas bunga OI
...............
Beban pajak operasi................................ (INTX)
Laba operasi…........................................ INTR
Beban keuangan bersih SHLD
........................... (NFE)
Beban bunga (NI)
...........................................
Pendapatan bunga
...................................
Perlindungan pajak atas
bunga…............
Beban keuangan
bersih............................
Laba bersih .............................................
*Termasuk dividen saham preferen.

Laba operasi termasuk penjualan dikurangi harga pokok penjualan (cost of goods sold--
COGS), beban operasi (operating expense-OE), seperti beban penjuala umum, dan
administrasi (selling, general, and administrative-SG&A), serta pajak penghasilan. Beban
pajak operasi memiliki dua komponen, yaitu cadangan pajak dikurangi perlindungan
pajak. Perlindungan pajak atas bunga mengacu pada pengurangan laba kena pajak (dan
akibatnya, beban pajak) yang timbul dari beban bunga yang dapat dikurangkan.
Perlindungan pajak atas bunga mengurangi tarif pajak efektif (beban pajak/laba sebelum
pajak) yang diterapkan pada baik laba operasi sebelum pajak maupun pendapatan dan
beban non-operasi. Pos-pos yang dikeluarkan dari NOPAT termasuk pendapatan dan
beban bunga, pendapatan dividen, keuntungan dan kerugian investasi non-operasi, serta
laba atau rugi dari operasi yang dihentikan (semua dihitung setelah dikurangi pajak).

Khususnya, NOPAT dihitung sebagai berikut.


NOPAT =(Penjualan−Beban Operasi) x ¿
Untuk Excell, berikut NOPAT untuk tahun ke-8 dan ke-9
Tarif pajak efektif NOPAT
Tahun ke-8 $52.237/$141.180 = 37% $163.005 x (1-379%) =
Tahun ke-9 $58.584/$162.732 = 36 % $102.693
$183.575 x (1-36 %) =
$117.488

Pengembalian atas aset operasi bersih (RNOA) Excell untuk tahun ke-9 sama dengan:
RNOA = NOPAT/Rata-rata NOA
= $117.488/(($1.169.985+$1.192.666) ÷ 2)
= 9,95%

b. Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham Biasa


Pengembalian atas ekuitas biasa umumnya hanya memperhitungkan ekuitas pemegang
saham biasa dari seluruh investasi modal. Pengembalian atas ekuitas biasa Excell
Corporation untuk tahun ke- 9 dihitung sebagai berikut:
Laba bersih−Deviden saham preferen
Rata−rata ekuitas pemegang saham biasa
$ 104.148−$ 0
=14,46 %
($ 668.305+5772.454)/2
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ROCE terdiri atas dua komponen:
pengembalian operasi (RNOA) dan pengembalian non-operasi (dampak positit atau
negatif dari leverage keuangan). Pada kasus ini, tingkat pengembalian atas ekuitas
pemegang saham biasa Excell yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengembalian
atas aset operasi bersih mencerminkan dampak leverage keuangan yang menguntungkan.
C. Menganalisis Pengembalian Atas Aset Operasi Bersih
Pengembalian investasi modal berguna dalam evaluasi manajemen, analisis profitabilitas,
serta perencanaan dan pengendalian. Penggunaan pengembalian atas investasi modal untuk
tugas-tugas di atas menuntut pemahaman menyeluruh atas pengukuran pengembalian ini. Ini
karena pengukuran pengembalian mengandung komponen yang berpotensi untuk
menyumbangkan pemahaman atas kinerja perusahaan. Bagian ini akan membahas pengembalian
tersebut ketika investasi modal dilihat dari sudut pandang operasi, biasanya disebut sebagai
pengembalian atas asset operasi bersih (return on net operasing assets - RNOA).

1. Pemisahan Pengembalian atas Aset Operasi Bersih

Kita dapat memisahkan pengembalian ini menjadi komponen yang bermakna secara
relative terhadap penjualan. Pemisahan pengembalian atas asset operasi bersih adalah :

RNOA = margin laba operasi bersih x Perputaran asset operasi bersih

NOPAT NOPAT Penjualan


= x
Rata−Rata NOA Penjualan Rata−Rata NOA

Hubungan NOPAT dengan penjualan disebut margin laba operasi bersih (net operating
profit margin) atau cukup disebut margin NOPAT. Angka ini mengukur profitabilitas
operasi perusahaan relatif terhadap penjualan. Hubungan penjualan dengan aset operasi
bersih disebut perputaran aset operasi bersih (net operating asset turnover) atau cukup
disebut perputaran NOA dan mengukur kefektifan perusahaan dalam menghasilkan
penjualan dari aset operasi bersih. Pemisahan ini akan menyorot peranan tiap-tiap
komponen, baik itu margin NOPAT maupun perputaran NOA dalam
menentukan besaranya RNOA. Keduanya merupakan pengukuran yang
bermanfaat untuk mendapatkan pemahaman atas profitabilitas suatu
perusahaan. Tampilan 8.3 akan menguraikan komponen utama yang
menentukan tingkat pengembalian atas aset operasi bersih. Tingkat analisis
pertama berfokus pada interaksi antara margin NOPA T dan perputaran
NOA. Tingkat kedua menyoroti faktor-faktor penting lain yang menentukan margin
laba dan asset.

Tampilan 8.3

a. Dampak Leverage Operasi


Aset operasi bersih (net operating asstes – NOA) dikurangi oleh kenaikan kewajiban
operasi, yang kemudian menaikkan perputaran aset operasi bersih. Karena kenaikan
kewajiban operasi tidak memengaruhi NOPAT, RNOA juga akan naik. Dampak
kewajiban operasi terlihat dalam alternative persamaan RNOA berikut ini :
Dimana OA adalah asset operasi kotor dan OLLEV (kewajiban rata-rata/Rata-rata NOA)
adalah rasio leverage kewajiban operasi. Karena OLLEV memiliki nilai positif, kenaikan
OLLEV akan meningkatkan RNOA.
Pemikiran di balik persamaan diatas adalah kewajiban operasi umunya tidak
menimbulkan biaya jika digunakan secara tepat. Misalnya, kenaikan utang melalui
penundaan pembayaran memungkinkan perusahaan menggunakan modal pemasok
dengan tanoa biaya atau biaya yang rendah sepanjang pembayaran tersebut tidak ditunda
terlalu lama. (Namun pada satu titik, pemasok, setelah menyadari penggunaan modal
akan menaikkan biaya [di mana pitang, suatu aset yang tidak memberikan hasil, menjadi
lebih tinggi] akan memberikan harga yang lebih tinggi atas barang atau jasanya atau
justru tidak menjualnya sama sekali.) secara tidak langsung, perusahaan mendapat
keuntungan dari penggunaan modal pemasoknya. Ini menghindari kebutuhan untuk
mendanai aset operasinya dengan utang atau modal ekuitas yang mahal.

2. Hubungan antara Margin Laba dan Perputaran Aset


Hubungan antara margin NOPAT dan perputaran NOA diilustrasikan pada Tampilan
8.4. sesuai definisinya, RNOA sama dengan margin NOPAT (dalam persen)
dikalikan dengan perputaran NOA. PT. X memperoleh RNOA sebesar 10% dengan
margin NOPAT yang relatif tinggi dan perputaran NOA yang rendah. Sebaliknya, PT.Z
memperoleh RNOA yang sama, tetapi dengan margin NOPAT yang rendah dan
perputaran NOA yang tinggi. Margin dan perputaran PT.Y ada di antara kedua
perusahaan di atas, atau PT.Y memiliki RNOA 10% dengan margin NOPAT setengah
dari PT.X dan perputaran asset dua kali lipat PT. X. Tampilan ini menunjukkan terdapat
berbagai kombinasi margin laba dan perputaran aset yang akan menghasilkan RNOA sebesar
10%.
Tampilan 8.4
Analisis pengembalian atas aset Operasi Bersih

PT X PT Y PT Z
$ $ $
Penjualan 5.000.000 10.000.000 10.000.000
$
NOPAT 5.00.000 $ 500.000 $ 100.000
$ $ $
NOA 5.000.000 5.000.000 1.000.000
Margin NOPAT 10% 5% 1%
Perputaran NOA 1 2 10
Pengembalian atas aset operasi bersih 10% 10% 10%

Karena RNOA merupakan fungsi dari margin dan perputaran, dapat dilakukan
analisis kemampuan perusahaan dengan meningkatkan margin laba sambil menahan
perputaran tetap konstan atau sebaliknya. Namun, meningkatnya margin laba dengan
manaikkan harga jual akan berdampak pada unit terjual. Pengurangan beban operasi
(pemasaran) untuk meningkatkan profitabil itas juga bias anya akan
berdampak pada permintaan atas produk. H arga jual, pemasaran, litbang,
produksi, dan sejumlah area usaha lainnya harus dikelola dengan efektif untuk
memaksimalkan RNOA.

Kita dapat menggeneralisasi analisis pengembalian pada Tampilan 8.4 untuk


menunjukkan rentang kemungkinan kombinasi margin laba dan perputaran aset yang
menghasilkan pengembalian aset konstan (garis dalam grafik di Tampilan 8.5).
Tampilan 8.5 menggambarkan hubungan antara margin NOPAT (sumbu horizontal) dan
perputaran NOA (sumbu vertikal). Kurva yang digambarkan pada tampilan ini
menggambarkan seluruh kombinasi margin NOPAT dan perputaran NOA yang
menghasilkan RNOA konstan. Kemiringan kurva dari sudut kiri atas yang mewakili margin
NOPAT yang tendah dan perputaran NOA yang tinggi ke arah sudut kanan bawah yang
mencerminkan Taba NOPAT yang tinggi dan perputaran NOA yang rendah. Data PT X dan
PT Y (dari Tampilan 8.4) dipetakan pada Tampilan 8,5-masing-masing sebagai titik-titik X
dan Y. Sisa titik antara A hingga P merupakan kombinasi margin NOPAT dan perputaran
NOA perusahaan lain. Menggambarkan grafik tingkat pengembalian dari perusahaan pada
satu industri di sekitar kurva pengembalian atas aset konstan merupakan metode yang
berguna untuk membandingkan profitabilitas. Lebih penting lagi, grafik ini engungkapkan
hubungan antara margin NOPAT dengan perputaran NOA dalam tmenentukan RNOA dan
sangat bermanfaat untuk analisis perusahaan.
Memisahkan pengembalian atas aset operasi bersih seperti terlihat pada lampilan 8.5
memberikan pemahaman dalam menilai tindakan strategis perusahaan untuk meningkatkan
pengembalian. Misalnya, PT B dan C harus berkonsentrasi eperbaiki profitabilitas. Selain
itu, asumsikan industri yang disajikan pada Tampilan 8.5 memiliki margin NOPAT dan
perputaran NOA yang cukup mewakili, bukti menyarankan bahwa PT P harus memusatkan
perhatian pada perbaikan perputaran NOA sementara PT A perlu memusatkan perhatian
pada peningkatan margin NOPAT. Perusahaan lain seperti H dan I perlu berkonsentrasi pada
baik margin NOPAT maupun perputaran NOA.
Analisis pengembalian atas aset dapat mengungkapkan pemahaman tambahan satas
aktivitas strategis. Sebagai contoh, perhatikan dua perusahaan berikut pada industri yang
sama dengan RNOA yang identik.
PT AA PT BB
$
$ 20.000.00
Penjualan 1.000.000 0
$ $
Laba 100.000 100.000
$ $
10.000.00 10.000.00
Aset 0 0
Margin NOPAT 10% 0,5%
Perputaran NOA 0,1 2,0
Pengembalian atas aset operasi
bersih 1% 1%

RNOA kedua perusahaan terlihat buruk. Namun, tindakan koreksi strategis untuk tia
perusahaan berbeda. Analisis terhadap kasus tersebut harus mengevaluasi kemungkinag
keberhasilan manajerial dan faktor lain dalam memperbaiki kinerja. Khususnya, PT AA
memiliki margin NOPAT 10% , sementara margin PT BB jauh lebih rendah. Di lain pihak,
satu dolar yang diinvestasikan dalam aset PT AA akan menghasilkan penjualan sebesar
$0,10, sementara PT BB menghasilkan penjualan sebesar $2 untuk setiap dolar yang
diinvestasikan. Karena itu, salah satu bagian dari analisis akan memusata perhatian pada aset
PT AA dan mempertanyakan: Mengapa perputarannya begitu rendah? Apakah hasil dari aset
ini sangat kecil atau tidak ada sama sekali? Apakah ada aset yang tidak digunakan yang
harus dilepas (dijual)? Apakah aset digunakan secar tidak efisien atau tidak efektif? PT AA
diharapkan dapat mencapai perbaikan secara cepat dengan berkonsentrasi pada peningkatan
perputaran (dengan meningkatkan penjualan, mengurangi investasi, atau keduanya).
Mungkin lebih sulit bagi PT AA untuk meningkatkan margin laba melebihi angka industri.
PT BB menghadapi skenario yang berbeda. Analisis menyarankan agar P BB
memusatkan perhatian untuk meningkatkan margin laba yang rendah. Alasa rendahnya
margin laba ini beragam, tetapi sering kali disebabkan oleh peralatan at metode produksi
yang tidak efisien, lini produk yang tidak menguntungkan, kelebihan kapasitas dengan biaya
tetap yang tinggi, atau beban penjualan dan administrasi yang sangat besar. Perusahaan
dengan margin laba yang rendah sering kali menemukan bahwa perubahan selera dan
teknologi membutuhkan penambahan investasi pada aset untuk mendanai penjualan. Ini
menunjukkan balıwa untuk mempertahankan pengembalian atas aset, perusahaan harus
meningkatkan margin labanya karena jika tidak, maka produksinya tidak lagi akan
menghasilkan uang.
Terdapat kecenderungan untuk melihat margin laba yang tinggi sebagai tanda ineria
operasi yang baik. Namun, kita perlu menekankan arti penting pengembalian atas investasi
modal (apa pun definisinya) sebagai pengujían profitabilitas utama. Suatu supermarket akan
cukup puas dengan margin NOPAT sebesar 1% hingga 2% karena tingginya perputaran aset
yang disebabkan oleh investasi aset yang relatif rendah. Begitu juga toko diskon yang
menerima margin NOPAT yang rendah untuk memperoleh perputaran aset yang tinggi
(terutama persediaan). Sebaliknya, industri padat modal-seperti industri baja, kimia, dan
otomotif-yang memiliki investasi aset yang tinggi perputaran NOA yang rendah, harus
memperoleh margin NOPAT yang lebih tinggi agar dapat berhasil. Tampilan 8.6
menggambarkan hubungan antara margin NOPAT dan perputaran NOA beberapa industri
secara grafik. Kurva pengembalian atas aset sebesar 10,3 % pada Tampilan 8.6 digunakan
karena angka tersebut merupakan nilai median untuk perusahaan publik.
Harus diingat bahwa analisis pengembalian untuk satu tahun memiliki potensi kesalahan.
Sifat siklus dari beberapa industri menyebabkan perubahan pada margin laba di mana laba
pada beberapa tahun dapat menjadi sangat tinggi, sementara tidak pada tahun lainnya.
Perusahaan harus dianalisis dengan menggunakan pengembalian yang dihitung selama
beberapa tahun dan satu siklus usaha penuh.

a. Pemisahan Margin Laba


Margin Laba operasi (OPM) didefenisikan sebagai :

Margin laba operasi merupakan fungsi dari harga jual per unit produk produk atau jasa
dibandingkan dengan biaya per unit yang dikeluarkan untuk membawa produk atau jasa
tersebut ke pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan setelah penjualan. Untuk tujuan
analisis, margin laba sebelum pajak (profit margin–PM) dapat dipisahkan menjadi beberapa
komponen :
PM sebelum pajak = PM penjualan sebelum pajak + PM sebelum pajak lainnya.
PM penjualan sebelum pajak = (margin kotor÷penjualan) – (beban penjualan÷penjualan) –
(beban administrasi÷penjualan) – (litbang÷penjualan).
PM sebelum pajak lainnya = (laba ekuitas÷penjualan)  ± (Pos khusus/Penjuala)  ± …

Beberapa hal penting dalam analisa profitabilitas :


1. Laba Kotor (Gross Profit)
Laba kotor (atau margin kotor) diukur dari pendapata Analisis Laporan Keuangan 158
persentase laba kotor) yang dihitung dari laba kotor dibagi dengan penjualan, Laba kotor
atau persentase laba kotor adalah ukuran kinerja utama. Seluruh biaya lain harus ditutup
oleh laba kotor, dan setiap laba yang diperoleh merupakan saldo yang tersisa setelah
biaya-biaya tersebut. Laba kotor juga harus cukup besar untwk mendanai pengeluaran
bersifat diskresi penting yang berorientasi pada masa depan, seperti penelitian dan
pengembangan, pemasaran, serta iklan. Laba kotor berbeda beda untuk setiap industri dan
bergantung pada faktor-faktor, seperti persaingan dan perbedaan faktor produksi (tingkat
upah produksi, biaya bahan baku, tingkt investasi modal, dan sejenisnya).
Menganalisis perubahan penjualan dan harga pokok penjualan akan berguite dalam
mengidentifikasi pendorong utama laba kotor. Perubahan laba kotor serinr kali didapat
dari salah satu atau kombinasi perubahan berikut ini:
 Kenaikan (penurunan) volume penjualan
 Kenaikan (penurunan) harga jual unit
 Kenaikan (penurunan) biaya per unit
Menginterpretasikan hasil analisis perubahanlabakotormeminta diidentifikasikanny
faktor-faktor utama yang bertanggung jawab atas perubahan tersebut. Terlebih lagi kita
sering memperluas analisis menjadi lebih terpusat pada aktivitas strategis untuk
memulihkan atau memperbaiki laba kotor (melalui volume, harga, atau biayal, Misalnya,
jika kita mengatakan alasan penurunan laba kotor adalah penuruna harga jual sehingga
mencerminkan adanya kapasitas berlebih dalam industri dan pemotongan harga, maka
analisis atas perusahaan akan pesimistis mengingat kurangnya kemungkinan respons
strategis yang dimiliki manajemen. Akan tes jika alasan penurunan laba kotor adalah
kenaikan biaya per unit, maka analisis kita lebih optimistix dalam menghasilkan beragam
kemungkinan respons strategis manajemen.
Ketika menginterpretasikan harga pokok penjualan dan laba kotor, khususna untuk
analisis komparatif, kemungkinan distorsi yang timbul akibat metode akuntansi perlu
diperhatikan. Meskipun hal ini berlaku bagi semua analisis iaya artinya semakin penting
dalam akuntansi persediaan dan penyusutan (ingat kembali bahwa beban penyusutan
yang terkait dengan peralatan produksi merupakn komponen dari harga pokok penjualan).
Kedua pos ini mendapat perhatian khusus karena mencerminkan biaya yang biasanya
berjumlah substansial dan menjadi subick dari pengukuran yang dapat sangat dipengaruhi
oleh berbagai alternatif metode akuntansi.

2. Beban Penjualan (Selling expenses)


Pentingnya hubungan antara beban penjualana dan pendapatan bervariasi untuk tiap
industry dan perusahaan. Di beberapa perusahaan tertentu, beban penjualan terutama
komisi yang sangat bersifat variable, sementara di perusahaan lain sebagian besar bersifat
tetap. Analisis kita harus mencoba untuk membedakan komponen variabel dan tetap ini,
di mana sclanjutnya dapat dianalisis secara relatif terhadap pendapatan. Ketika beban
penjualan sebagai persentase dari pendapatan menunjukkan adanya kenaikan, kita
hendaknya memusatkan perhatian pada kenaikan beban penjualan yang menghasilkan
kenaikan pendapatan. Setelah tingkat beban penjualan tertentu, kenaikan pendapatan
marginal akan semakin rendah. Ini bisa disebabkan aleh saturasi pasar, loyalitas merek,
atau kenaikan beban di wilayah baru. Kita perlu membedakan antara persentase beban
penjualan terhadap pendapatan untuk pelanggan baru vs. lama. Hal ini akan berdampak
pada peramalan profitabilitas. Aka perusahaan harus menurunkan beban penjualannya
secara substansial untuk mehingkatkan penjualan, maka profitabilitas perusahaan tersebut
akan terbatas atau bisa menurun.
Beberapa beban promosipenjualan tertentu, khususnya periklanan, menghasilkan manfaat
sekarang dan masa depan. Mengukur manfaat masa depan yang diberikan oleh beban ini
sangatlah sulit. Pengeluaran untuk aktivitas pemasaran yang diarahkan ntuk masa depan
bersifat sangat diskresi, dan analisis harus mempertimbangkan tren pengeluaran ini dari
tahun ke tahun. Selain memengaruhi penjualan masa depan, pengeluaran ini juga
memberikan pandangan tentang kecenderungan manajemen untuk "mengelola" laba yang
dilaporkan.

3. Beban Umum dan Administrasi (General and Administrative Expenses)


Sebagian hesar beban umum dan administrasi bersifat tetap, kebanyakan karena beban ini
meliputi pos-pos seperti gaji dan sewa. Beban ini memiliki kecenderungan untuk naik,
khususnya pada masa yang menguntungkan. Ketika menganalisis beban ini, kita harus
mengarahkan perhatian kita pada baik tren maupun persentasenya terhadap pendapatan

b. Pemisahan Perputaran Aset


Ukuran standar perputaran asset untuk menentukan pengembalian atas asset adalah :

Evaluasi lebih lanjut mengenai perubahan komponen pada tingkat perputaran. Setiap
aset dapat berguna dalam analisis suatu perusahaan. Bagian ini akan melihat perputaran aset
untuk komponen akun aset dan akun kewajiban.
Perputaran aset mengukur intensitas pemanfaatan aset oleh perusahaan. Ukuran utilisasi
aset yang paling relevan adalah penjualan karena penjualan pada dasarnya adalah laba. Pada
kasus khusus seperti perusahaan yang baru berdiri, analisis Perputaran harus menyadari
bahwa sebagian besar aset digunakan untuk aktivitas aha di masa depan. Masalah pasokan
atau tersendatnya pekerjaan yang tidak lazim ga merupakan kondisi yang memengaruhi
utilisasi serta menuntur evaluasi dan wterpretasi khusus. Bagian ini menguraikan berbagai
analisis yang digunakan untuk memisahkan perputaran aset.
Umumnya, tingkat perputaran mencerminkan produktivitas relatif tiap aset, atau tingkat
volume penjualan yang kita peroleh dari setiap dolar yang diinvestasikan dalam satu aset
tertentu. Jika semua hal dianggap sama, tingkat perputaran aset yang lebih tinggi akan lebih
disukai daripada lebih rendah (hal yang sebaliknya berlaku untuk kewajiban). Namun,
generalisasi ini harus dilihat secara cermat.
Kita dapat meningkatkan tingkat perputaran dengan menurunkan investasi dalam a
tetapi ini bisa jadi kontraproduktif. Kita lihat misalnya, jika kita memilih mengurangi jumlah
kredit yang kita berikan kepada pelanggan. Pada satu titik, kita akan kehilangan penjualan,
dan setiap manfaat yang diperoleh dari tingkat piutang yang lebih rendah akan ditutupi oleh
penurunan penjualan. Argumentasi yang sama berlaku pula untuk persediaan. Kita
membutuhkan tingkat persediaan tertentu unty mendukung tingkat penjualan saat ini. Jika
tingkat itu mengalami penurunan, kita menghadapi risiko kehabisan barang dan kehilangan
penjualan. Jadi, investasi dalan aset harus dioptimalkan, dan tidak selalu harus
diminimalkan.

Perputaran Piutang Usaha Tingkat perputaran piutang usaha didefenisikan sebagai


berikut :

Piutang merupakan asset yang harus didanai oleh biaya modal. Selain itu piutang
memiliki resiko penagihan dan membutuhkan overhead tambahan dalam bentuk bagian
kredit dan penagihan. Dari sudut pandang ini, mengurangi tingkat piutang akan mengurangi
biaya tersebut. Akan tetapi, jika kita mengurangi terlalu banyak melalui kebijakan kredit
yang terlalu ketat dampaknya akan merugikan penjualan. Oleh karena itu piutang harus bisa
dikelolah secara efektif.
Pandangan alternatif dari perputaran piutang usaha adalah periode penagihan rata-rata
yang dihitung dari :

Periode penagihan rata-rata = piutang usaha/hari penjualan rata-rata


Ukuran ini mencerminkan lamanya piutang usaha belum tertagih secara rata-rata.
Umumnya, semakin rendah tingkat periode penagihan rata-rata.

Perputaran Persediaan (Inventory Turnover). Tingkat perputaran persediaan dapat


dihitung sebagai berikut :
Rasio ini menggunakan HPP sebagai ukuran volume penjualan karena penyebutnya,
persediaan dilaporkan berdasarkan harga perolehan bukan harga pasar. Oleh karena itu, baik
pembilang maupun penyebut diukur pada harga perolehannya. Penurunan rasio perputaran
persediaan sering kali mengindikasikan bahwa produk perusahaan tidak kompetitif, mungkin
karena ketinggalan zaman atau teknologi. Selain itu, persediaan membutuhkan biaya sebagai
logistik, pencurian dan sejenisnya. Perusahaan menginginkan persediaan dalam jumlah
mencukupi untuk memenuhi tuntutan pelanggan tanpa kehabisan persediaan dan tidak lebih.
Seperti periode penagihan rata-rata, pandangan alternative tingkat perputaran persediaan
adalah :
Rata-rata jumlah hari dalam persediaan = Persediaan ÷ Rata-rata hari harga pokok
penjualan
Rata-rata jumlah hari dalam persediaan memberikan indikasi tentang rentang waktu
persediaan tersedia untuk dijual. Untuk mencapai jumlah hari rata-rata dalam persediaan
sesedikit mungkin, kita dapat meminimalkan bahan baku melalui teknik manajemen
produksi, seperti pengiriman just-in-time, atau pengurangan persediaan dalam proses melalui
penggunaan proses produksi secara efisien yang menghilangkan bottleneck. Selain itu,
perusahaan ingin meminimalkan persediaan barang jadi dengan sebisa mungkin melakukan
produksi berdasarkan pesanan bukan perkiraan permintaan. Alat manajemen ini akan
meningkatkan perputaran persediaan dan mengurangi jumlah rata-rata dalam persediaan.

Perputaran Aset Operasi jangka Panjang. Perputaran asset operasi jangka panjang
dihitung sebagai berikut :
Industri padar modal seperti perusahaan manufaktur membutuhkan investasi besar dalam
asset jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan ini memiliki perputaran asset operasi
jangka panjang yang lebih rendah dibandingkan perusahaan yang tidak padat modal seperti
perusahaan jasa. Aset operasi jangka panjang harus didanal oleh sejumlah biaya modal.
Tambahan lagi, aset tersebut harus diasuransikan dan dipelihara. Kemudian, karena investasi
modal merupakan sumber daya yang terbatas, setiap dolar yang diinvestasikan dalam aset
operasi jangka panjang akan berarti berkurangnya satu dolar yang dapat diinvestasikan
dalam aset yang dapat menghasilkan laba lebih cepat. Karena alasan ini, perusahaan ingin
meminimalkan investasi dalam aset operasi jangka panjang yang diperlukan untuk
memperoleh satu dolar penjualan.
Tingkat perputaran aset operasi jangka panjang dapat ditingkatkan dengan
meningkatkan pembilang melalui kenaikan produksi (penjualan) atau dengan mengurangi
penyebut. Mengurangi aset operasi jangka panjang adalah proses yang sulit. selain
melakukan pelepasan aset yang kurang dimanfaatkan, banyak perusahaan telah mencoba
untuk mengurangi investasinya dalam aset operasi jangka panjang dengan jalan
mengakuisisinya berikut perusahaan lain. Aliansi perusahaan, joint venture, dan entitas
bertujuan khusus (dibahas pada Bab 3) adalah beberapa teknik yang digunakan secara efektif
untuk mengurangi investasi dalam aset operasi jangka panjang.

Perputaran Utang Usaha (Accounts Payable Turnover), Aset operasi lancar seperti
persediaan sebagian besar didanai oleh utang usaha. Utang ini biasanya mewakili pendanaan
bebas bunga sehingga lebih murah daripada menggunakan uang yang dipinjam untuk
mendanai pembelian persediaan atau produksi. Karena itu, perusahaan sebisa mungkin
menggunakan kredit perdagangan. Ini disebut leaning on the trade. Tingkat perputaran
utang usaha dihitung sebagai berikut :

Seperti persediaan, utang dilaporkan berdasarkan harga perolehan, bukannya harga


pasar. Jadi, agar konsisten dengan penyebutnya, harga pokok penjualan (bukannya
penjualan) digunakan sebagai pembilang. Jika semua hal lain dianggap sama, perusahaan
lebih memilih untuk memanfaatkan sumber pendanaan murah in sebanyak mungkin
sehingga memiliki tingkat perputaran utang usaha yang rend (artinya tingkat utang yang
tinggi). Menurunkan tingkat perputaran utang usaha dapat dicapai dengan menunda
pembayaran kepada pemasok, di mana penunda pembayaran ini dapat mengganggu
hubungan dengan pemasok jika digunak secara berlebihan. Oleh sebab itu, utang harus
dikelola secara cermat.

Rasio yang sama dengan perputaran utang usaha adalah rata-rata jumlah hari utang
belum dibayar yang dihitung dari:

Jumlah hari rata-rata utang belum dibayar = Utang usaha/Jumlah hari rata-
rata harga pokok penjualan

Tingkat perputaran utang usaha yang rendah akan sama dengan jumlah hari rata- rata
utang belum dibayar yang tinggi.

Perputaran Modal Kerja Operasi Bersih (Net Operating Working Capital Turnover),
Modal Kerja operasi bersih sama dengan asset operasi lancar dikurangi kewajiban operasi
lancar.
Modal kerja operasi bersih merupakan aset yang harus didanai sama halnya seperti aset yang
lain. Akibatnya, perusahaan ingin mengoptimalkan investasi dalam aset ini. Tingkat
perputaran modal kerja operasi dihitung sebagai berikut:

Jika semua hal lain dianggap sama, perusahaan umumnya menginginkan tingkat perputaran
modal kerja operasi bersih yang lebih tinggi daripada lebih rendah karena perputaran modal
kerja operasi yang lebih tinggi mencerminkan investasi dalam modal kerja yang lebih kecil
untuk setiap dolar penjualan. Modal kerja operasi bersih berputar lebih cepat jika piutang
dan persediaan juga berputar lebih cepat dan ia juga berputar lebih cepat ketika perusahaan
menggunakan kredit perdagang (ketika utang berputar lebih lambat). Jadi, perputaran modal
kerja operasi bersih akan membaik sebagai akibat dari ketepatan manajemen komponen-
komponen.
D. ANALISIS PENGEMBALIAN ATAS EKUITAS BIASA
Pengembalian atas ekuitas saham biasa (return on common shareholder’s equity-ROCE)
atau cukup pengembalian atas ekuitas biasa merupakan hal yang sangat diminati pemegang
saham perusahaan. Kreditor biasanya menerima pengembalian dalam jumlah tetap atas
pendanaannya. Pemegang preferen biasanya menerima dividen dalam jumlah tetap. Namun,
pemegang saham biasa tidak dijanjikan pengembalian atau menerima pengembalian dalam
jumlah tetap. Pemegang saham ini memiliki klaim atas laba residu suatu perusahaan hanya
setelah seluruh sumber pendanaan lainnya dilunasi. Karena itu, pengembalian atas ekuitas
pemegang saham sangat penting artinya pemegang saham biasa. Hubungan antara pengembalian
atas ekuitas pemegang saham dan pengembalian atas aset operasi bersih juga penting karena
memndukung analisis keberhasilan perusahaan dengan leverage keuangan. ROCE memegang
peranan kunci dalam penilaian ekuitas.
1. Pemisahan Pengembalian atas Ekuitas Biasa
Pengembalian atas aset operasi bersih, pemisahan ROCE ke dalam beberrapa komponen
terutama berguna untuk tujuan analisis. Ingatlan bhawa ROCE dihitung sebagai berikut:
Laba bersih−Dividensaham preferen
Rata−rata ekuitas pemegang saham biasa

ROCE = RNOA+ (LEVX Spread)

Di mana RNOA adalah pengembalian atas aset operasi bersih, seperti yang telah
didefinisikan di atas, dan variabel kedua (LEV x Spread) merupakan dampak leverage
keuangan. Komponen pertama dampak leverage keuangan adalah tingkat leverage keuangan
(LEV), yang diakur oleh jumlah relatif kewajiban keuangan bersih dan ekuitas pemegang
saham yang digunakan oleh perusahaan untuk mendanai aset operasi bersihnya, Komponen
kedua adalah spread, yaitu RNOA dikurangi pengembalian keuangan bersih (net financial
return-NFR), di mana NFR adalah rata-rata pengembalian bersih atas kewajiban dan aset
keuangan (non-operasi). NFR dihitung dari beban keuangan bersih (net financial expense-
NFE) dibagi dengan rata-rata kewajiban keuangan bersih (net financial obligations-NFO)
yang belum jatuh tempo sepanjang tahun. Sama halnya seperti NFO yang memasukkan
kewajiban yang dikenakan bunga, dan dikurangi efek yang dapat diperdagangkn dan aset
non-operasi lainnya (seperti operasi yang dihentikan dan investasi non- strategis lain),
demikian pula NFE yang memasukkan beban bunga, dikurangi pengembalian investasi atas
efek yang dapat diperdagangkan. Selanjutnya, sama seperti NFO yang bisa memiliki nilai
positif (lebih banyak kewajiban non-operas daripada aset non-operasi) atau negatif (lebih
banyak aset non-operasi daripada kewajiban non-operasi), begitu pula NFE bisa positif
(lebih besar beban bungs daripada pengembalian investasi) atau negatif (lebih besar
pengembalian investa daripada beban bunga). Variabel-variabel yang digunakan dalam
persamaan di atas dapat didefinisikan sebagai berikut.
Variabel Definisi
LEV (leverage keuangan) Rata-rata NFO/Rata-rata ekuitas
NFO(kewajiban keuangan bersih) Kewajiban yang dikenakan bunga dikurangi
efek yang dapat diperdagangkan dan aset non-
operasi lainnya (atau NOA-Ekuitas)
Spread RNOA-NFR
NFR (tingkat keuangan bersih) NFE/Rata-rata NFO
NFE (beban keuangan bersih) Beban bunga dikurangi pengembailian
investasi untuk aset non-operasi

Dampak leverage keuangan (LEV) atas ROE dapat dirangkum sebagai berikut: leverage
keuangan akan menaikkan ROE sepanjang spread positif. Sederhananya, jika sebuah
perusahaan dapat mendapatkan pengembalian atas-aset operasi bersih yang lebih tinggi
daripada biaya utang yang mendanai aset tersebut, kelebihan pengembaliannya akan
memberikan keuntungan kepada para pemegang sahamnya. Jika semua hal sama, maka
pemegang saham lebih baik terus menggunakan utang berbiaya rendah dalam perluasan
perusahaan daripada mendanai perluasan tersebut dengan modal ekuitas yang biayanya lebih
tinggi (tentu saja hanya sampai pada suatu tingkat tertentu karena penerbitan utang secara
terus menerus akan berisiko).
ROCE terdiri atas komponen operasi (RNOA) dan komponen non-operasi (1EV x Spread).
Pembedaan antara operasi dan non operasi ini penting karena beberapa alasan berikut.
 Banyaknya perusahaan yang memberikan barang dan jasa kepada pelanggan sebagai
usaha utamanya. Disinilah letak diperlukannya keahlian. Meskipun divisi keuangan
perusahaan memiliki karyawan yang sangat kompeten, perusahaan tersebut harus ahli
dalam kompetensi intinya, dan bukannya memiliki kinerja operasi yang buruk yang
ditutupi oleh kinerja keuangan yang baik.
 Aktivitas operasi memiliki dampak jangla panjang dan paling nyata pada nilai
perusahaan. Penelitian membuktikan bahwa peningkatan harga saham karena laba
operasi jauh lebih tinggi daripada karena laba keuangan.
 Meskipun kenaikan ROE dapat diperoleh perusahaan melalui penggunaan leverage
keuangan secara bijaksana, pembayaran utang (pokok dan bunga) adalah kewajiban
kontraktual yang harus dipenuhi. Karena itu, menambah utang akan meningkatkan
risiko gagal bayar jika arus kas mengalami penurunan, dan gagal bayar dapat
memberikan konselcuensi yang berbahaya bagi perusahaan, termasuk kebangkrutan.
Karena alasan di atas, para analis sangat memperhitungkan proporsi ROCE yang dineroleh
dari aktivitas operasi dan kenaikan leverage keuangan.
Permisahan komponen ROCE untuk Excell Corporation pada tahun ke-9 adalah sehagai
berikut.

RNOA..................................................................................9,95% (dari halaman 149)


($ 501.68+ $ 420.212)/2
LEV (Rata-rata NFO/Rata-rata SE).....................................0,64 =
($ 668.305+ $ 772.454)/2
NFR (NFE/Rata-rata NFO...................................................2,90% =

$ 20.843 ×( 1−0,36)
($ 501.68+ $ 420.212)/2
Spread (RNOA-NFR...........................................................7,05% = (9,95%-2,90%)
ROCE (RNOA+[LEVxSpread])..........................................14,46% = 9,95% +
(0,64x7,05%)

ROCE menggunakan definisi standar adalah 14,46%, yang dihitung dari

$ 20.843 ×(1−0,36)
seperti di atas, Untuk Excell Corporation, ROCE sebesar 69%
($ 501.68+ $ 420.212)/2
(9,95%/14,46 % ) diperoleh dari aktivitas operasi (RNOA). Rata-rata perusahaan publik
adalah 84% ( Nissim dan Penman, 2001). Karena itu, Excell lebih banyak mengandalkan
pada aktivitas non-operasi daripada biasanya untuk mencapai tingkat ROCE sekarang.
Pengembalian atas aktivitas non-operasi merupakan fungsi dari tingkat leverage keuangan
dan spread. Tingkat leverage keuangan biasanya berada di bawah kendali perusahaan.
Perusahaan dapat menentukan proporsi relatif utang dan ekuitas dalam struktur modal dan
jumlah likuiditas (kelebihan kas yang diinvestasikan dalam efek Yang dapat
diperdagangkan) yang dipertahankannya.

Spread merupakan fungsi dari tingkat bunga atas utang dan pengembalian vestasi. Kedua
faktor ini dapat dilihat secara terpisah sebagai berikut:

NFE/NFO = (tingkat bunga x FL/NFO)-(Pengembalian atas aset keuangan x FA/NFO)

Di mana FL dan FA masing-masing adalah kewajiban keuangan (financial liabilities) dan


aset keuangan (financial assets). Kebanyakan perusahaan meminjam uang dengan tingkat
bunga tetap (atau memanfaatkan swap dan instrumen derivatif lainnya untuk mengonversi
pinjaman dengan tingkat mengambang menjadi tetap), Oleh karena itu, bagian tingkat bunga
NFE kemungkinan akan tetap. Namun, bagian pengembal iavestasi kemungkinan akan
berfluktuasi sesuai dengan pergerakan pasar modal Bertambahnya spread yang terjadi
karena booming pasar tidak akan dipertahankin, dan kenaikan ROCE tidak mendapat bobot
yang besar dalam analisis, berbeda dengan kenaikan yang diakibatkan oleh pengembalian
operasi yang lebih persisten.

2. Menghitung Pengembalian atas Investasi Modal


Bagian berikut mengaplikasikan analisis pengembalian atas investasi modal un Iaporan
keuangan Campbell Soup Company yang disajikan di Lampiran A.
a. Pengembalian atas Aset Operasi Bersih (RNOA)
Aset operasi bersih (NOA) Campbell Soup Company untuk tahun ke- 11 dan 10 dihitung
sebagai berikut (dalam jutaan $).

ASET OPERASI BERSIH (NOA) CAMPBELL SOUP


Tahun Ke-11
Tahun Ke-10

Kas......................................................................................... $ 178,9 $ 80,7


Piutang usaha........................................................................ 527,4 624,5
Persediaan............................................................................. 706,7 819,8
Beban dibayar di muka.......................................................... 92,7 118,0
Aset Tetap............................................................................. 1.790,4 1.717,7
Aset tak berwujud................................................................. 435,5 383,4
Aset lain-lain........................................................................ 404,6 349,0
Utang usaha......................................................................... (482,4) (525,2)
Kewajiban yang masih harus dibayar................................... (408,7) (491,9)
Utang pajak.......................................................................... (67,7) (46,4)
Kewajiban lain-lain............................................................... (305,5) (319,9)
Aset operasi bersih............................... .............................. $ 2.872,4 $ 2.709,7

Kewajiban keuangan bersih perusahaan dihitung sebagai berikut (dalam jutaan $).

KEWAJIBAN KEUANGAN BERSIH (NFO) CAMPBELL SOUP

Tahun Ke-11
Tahun Ke-10

Wesel bayar........................................................................... $ 288,2 $ 2 02,3


Utang dividen........ ................................................................ 37,0 32,3
Utang jangka panj ............................................................... 772,6 805,8
Efek yang dapat diperdagangkan........................................... (12,8) (22,5)
Kewajiban keuangan bersih................................................... $ 1.079,0 $ 1.017,9

Identitas akuntansi operasi adalah sebagai berikut (dalam jutaan $)

Aset operasi Kewajiban Ekuitas


bersih (NOA) = Keuangan bersih +
pemegang saham
(NFO) (SE)

Tahun ke-11................................2.872,4 = 1.079,0 + 1.793,4


Tahun ke-10........ .......................2.709,7 = 1.017,9 + 1.691,8

Laba operasi bersih setelah pajak (NOPAT) Campbell Soup dihitung sebagai berikut (dalam
jutaan $):

Tarif pajak efektif.....................................39,8% = $265,9/$667,4


NOPAT....................................................$460,4 = ($6.204,1-$4.095,5-$956,2-$306,7-$56,3-$0,8-
$26,2+$2,4x(1-39,8%)

Pengembalian atas aset operasi bersih (RNOA) Campbell Soup untuk tahun ke-11 adalah sebesar
(dalam jutaan $):
$ 460,4
=16,5 %
($ 2.872,4+ $ 2.709,7)/2

b. Pemisahan Pengembalian atas Aset Operasi Bersih


Kita dapat memisahkan pengembalian atas aset operasi bersih (RNOA) Campbell untuk
tahun ke-11 menjadi komponen margin laba operasi dan perputaran aset operasi bersihnya:

Pengembalian aset operasi bersih = Margin laba operasi x Perputaran aset operasi bersih

NOPAT Penjualan
¿ x
Penjualan Rata−rata aktiva operasi bersih

$ 460,4 $ 6.204,1
16,5 %= x =7,42%x2 ,22
$ 6.204,1 ($ 2.872,4+ $ 2.709,7)/2
c. Pengembalian atas Ekuitas Biasa
Pengembalian atas ekuitas pemegang saham biasa Campbell Soup untuk tahun ke-11
dihitung sebagai berikut (dalam juataan $ dan referensi ke pos laporan keuangan Campbell
yang relevan):
Laba bersih−Dividen saham preferen
ROCE=
Rata−rataekuitas biasa

$ 401,5−$ 0
¿ =23 %
[ ( $ 1.793,4 )+ ( $ 1.691,8 ) ] /2

d. Pemisahan Pengembalian atas Ekuitas Biasa


ROCE Campbell Soup yang dihitung sebagai fungsi dari RNOA, leverage keuangan, dan
spread adalah sebagai berikut (dalam jutaan $):
RNOA 16,5% (perhitungan di atas)
LEV 0,6% = [($1.079,0+$1.017,9)/2]/[($1.793,4+$1.691,8)/2]
NFR 5,6% = ($460,4-$401,5)/ [($1.079,0+$1.017,9)/2]
Spread 10,9% = 16,5%-5,6%
ROCE 23% = 16,5% + (0,60% x 10,9%)

Lebih lanjut, RNOA Campbell Soup dipisahkan menjadi komponen margin dan
perputarannya sebagai berikut (dalam jutaan $).

RNOA = Margin NOPAT/Penjualan + Perputaran NOA (Penjualan/Rata-rata


NOA)

7,4% 2,22
16,5% = ($460,4/$6.204,1) + $6.204,1/([2.872,4+$2.709,7]/2)

Analisis tingkat ketiga melanjutkan dengan perhitungan pendapatan individual dan pos
beban sebagai persentase terhadap penjualan. Laporan laba ukuran sama (common size)
untuk tahun ke-11 adalah sebagai berikut.
Laporan Laba Rugi Common Size
Campbell Soup Company Tahun ke-11

Penjualan................................................................................................. 100%
Harga Pokok Penjualan............................................................................ 66,0
Laba kotor................................................................................................ 34,0
Beban pemasaran & penjualan............................................................... 15,4
Beban administrasi.................................................................................. 4,9
Beban penelitian & pengembangan........................................................ 0,9
Laba operasi............................................................................................ 12,8
Beban bunga........................................................................................... 1,9
Pendapatan bunga.................................................................................. -0,4
Kerugian valuta asing.............................................................................. 0,0
Beban lain-lain......................................................................................... 0,4
Pos khusus............................................................................................... 0,0
10,9
Pendapatan ekuitas di afiliasi.................................................................. 0,0
Hak minoritas atas laba........................................................................... -0,1
Laba sebelum pajak................................................................................. 10,8
Beban pajak............................................................................................. 4,3
Laba bersih.............................................................................................. 6,5%

Tingkat perputaran untuk setiap aset juga dihitung sebagai berikut (dalam jutaan $):

Perputaran piutang usaha (penjualan/Rata-rata piutang usaha)................................................10,77 ᵃ


Rata-rata periode penagihan (piutang usaha/rata-rata hari penjualan).....................................31,03ᵇ
Perputaran persediaan (harga pokok penjualan/rata-rata persediaan)..................................... 5,37ᶜ
Jumlah hari rata-rata dalam persediaan (persediaan/rata-rata hari harga pokok penjualan)....62,98ᵈ
Perputaran aset operasi jangka panjang (penjualan/rata-rata aset operasi jangka panjang)..... 2,44ᵉ

ᵃ($6.204,1/([$572,4+$624,5]/2))
ᵇ($572,4/([$6.204,1/365]))
ᶜ($4.095,5/([$706,7+$819,8])/2)
ᵈ($706,7/($4.095,5/365))
ᵉ($6.204,1/([$1.709,4+$435,5+$404,6]+[$1.717,7+$383,4+$349,0])/2)

Analisis komparatif rasio-rasio di atas antarwaktu akan dilakukan dalam bagian analisis
pengembalian atas investasi modal untuk bab Kasus Komprehensif. Pengukuran analisis
pengembalian atas investasi modal antarwaktu sering kali akan mengungkapkan kinerja
perusahaan. Jika ROCE turun, kita perlu mengidentifikasi komponen yang menyebabkan
penurunan tersebut agar dapat menilai kinerja perusahaan di masa lalu dan masa depan
secara lebih baik. Kemudian, kita juga dapat menilai area-area dengan potensi perbaikan
ROCE terbesar dan kemungkinan perusahaan dapat melakukan strategi itu dengan sukses.
Misalnya, jika leverage tidak mampu memberikan peningkatan, maka analisis kita akan
memusatkan perhatian pada margin laba operasi dan perputaran aset operasi bersih.
Analisis strategi perusahaan dan potensi perbaikan ga tergantung pada kondisi industri dan
perekonomian. Kita membutuhkan jawaban untuk pertanyaan seperti: Apakah margin laba
operasi tinggi atau rendah jika dibandingkan dengan industri? Apakah potensi perbaikan
perputaran aset operasi bersih dalam industri ini? Mengevaluasi pengembalian
menggunakan pendekatan terstruktur yang dibahas pada bab ini dan
menginterpretasikannya ke dalam konteks yang tepat akan sangat membantu analisis.

3. Menilai Pertumbuhan Ekuitas Biasa


a. Tingkat Pertumbuhan Ekuitas
Kita dapat menilai tingkat pertumbuhan ekuitas biasa perusahaan melalui reten laba.
Analisis ini menekankan pertumbuhan ekuitas tanpa pendanaan eksternal Untuk menilai
pertumbuhan ekuitas, diasumsikan retensi laba dan pembayaran dividen yang konstan
dari waktu ke waktu: Tingkat pertumbuhan ekuitas dihitung sebagai berikut:
laba bersih−deviden saham preferen−deviden saham biasa
Tingkat Pertumbuhan Ekuitas=
rata−rata ekuitas biasa
Tingkat pertumbuhan ekuitas Campbell Soup untuk tahun ke-11 dengan menggunakan
laporan keuangan yang disajikan kembali pada Lampiran A adalah sebagai berikut:
$ 401,5−$ 0−$ 142,2
14,9 %=
( $ 1.793,4+ $ 1.691,8)÷ 2

Ukuran ini menunjukkan bahwa Campbell Soup dapat tumbuh 14,9% per tahun tanpa
meningkatkan tingkat pendanaannya sekarang dan tingkat profitabilitas serta dividen
saham biasa saat ini diasumsikan tidak berubah.

b. Tingkat Pertumbuhan Ekuitas yang Dapat Dipertahankan


Tingkat pertumbuhan ekuitas yang dapat dipertahankan (sustainable equity growth
rate), atau cukup pertumbuhan ekuitas yang dapat dipertahankan, mengakui bahwa
pertumbuhan internal perusahaan bergantung pada retensi laba dan pengembalian yang
diperoleh dari laba yang ditahan. Khususnya, tingkat pertumbuhan ekuitas yang dapat
dipertahankan dihitung sebagai:
Tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan=¿ROCE x (1-Tingkat pembayaran)
Untuk Camphell Soup Company, tingkat pembayaran dividen antuk tahun ke-11 adalah
35% ($142.2/$401,5), Kemudian, tingkat pertumbuhan ekaitas Campbell Soup untuk
tahun ke-11 dapat dihitung sebagai:
14,95% = 23 % x (1-035)
Dalam mengestimasikan tingkat pertumbuhan ekuitas masa depan, disarankan untuk
merata-ratalcan (atau mengaku) tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan selama
beberapa tahun terakhir Kita juga harus mengakui potensi perubahan retensi Jaba dan
ramalan ROCE.

E. LAMPIRAN: TANTANGAN PERUSAHAAN YANG TERDIVERSIFIKASI


Analisis laporan keuangan perusahaan yang terdiversifikasi harus memisahkan dan
menginterpretasikan dampak setiap segmen bisnis perusahaan sebagai satu kesatuan. Ini
merupakan tugas yang menantang karena segimen atau divisi yang berbeda dapat memilils
beragam tingkat profitabilitas, risiko, dan kesempatan pertumbuhan. Kondisi tersebut menjadi
alasan penting mengapa analisis membutuhkan informasi yang cukup detail berdasarkan segmen
usaha. Evaluasi, proyeksi, dan penilaian laba mengharuskan informast ini dipisah ke segmen-
segmen yang memiliki karakteristik variabilitas, pertumbuhan, dan risiko yang sama. Komposisi
aset dan persyaratan perndanaan segmen sering kali bervariasi dan menuntut arialisis secara
terpisah. Kreditor akan tertarik untuk mengetahui segmen yang memberikan kas dan segmen
yang menggunakannya. Bagaimana kondisi aktivitas fnvestasi dan pendanaan, ukuran dan
profitabilitas segmen, dan kinerja manajemen segmen akan memberikan informasi penting. Bab
11 akan menunjukkan bahwa peramalan berdasarkan segmen akan berguna dalam peramalan
laba.

1. PELAPORAN BERDASARKAN SEGMEN


Informasi yang dilaporkan untuk hasil operasi dan posisi keuangan berdasarkan segmen dapat
bervariasi. Pengungkapan penuh akan memberikan laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus
kas yang terperinci untuk setiap segmen penting. Namun, dalam praktiknya, pengungkapan
penuh berdasarkan segmen jarang ditemukan karena adanya kesulitan dalam memisahkan
segmen dan keengganan manajemen untuk mengeluarkan informasi yang dapat mengganggu
posisi persainganinya.
Badan regulasi menciptakan persyaratan pelaporan bagi segmen industri, aktivitas
internasional, penjualan ekspor, dan pelanggan utama. Pengevaluasian risiko dan
pengembalian merupakan sasaran utama analisis laporan keuangan, dan pengungkapan
segmen dalam evaluasi ini memiliki nilai dalam praktiknya. Analisis perusahaan yang
beroperasi lintas segmen industri atau wilayah geografis-yang sering kali memiliki tingkat
profitabilitas, risiko, dan pertumbuhan yang berbeda- akan dibantu oleh data berdasarkan
segmen. Data ini membantu menganalisis ketidakpastian yang memengaruhi waktu dan
jumlah arus kas masuk dan arus kas keluar yang diperkirakan.

Pada praktiknya, segmen dikatalcan signitikan jika penjualannya, laba rugi operasinya, atau
aset yang dapat diidentifikasikan besarnya 10% atau lebih dan gabungan jumlab seluruh
segmen operasi perusahaan. Untuk memastilcan segmen ini memiliki bagian yang substansial
dalam operasi perusahaan, gabungan penjualan seluruh segmen yang dilaporkan harus paling
sedikit sebesar 75% dari gabungan penjualan perusahaan. Untuk setiap segmen perusahaan
harus melaporkan intormau keuangan tahunan tertentu (lihat SFAS 131), termasuk: (1)
penjualan-Balk ke segmen lain maupun pelanggan eksternal; (2) laba operasi-pendapatan
dikurang beban operasi: (3) aset yang dapat diidentifikasi; (4) beban atau mantast bunga dan
pajak; (5) keuntungan dan kerugian pos khusus; dan (6) beban penysutan, deplesi, dan
amortisasi. Tambahan lagi, jika perusahaun memperoleh 10% atau leb pendapatannya dari
penjualan kepada satu pelanggan, pendapatan dari pelanggm tersebut harus dilaporkan. SEC
juga mewajiblkan uraian naratif usaha perusahaan berdasarkan segmen operasi, seperti
informasi tentang persaingan, ketergantungan pelanggan, produk dan Jasa utama, pesanan,
sumber dan ketersediaan bahan bak hak paten, biaya penelitian dan pengembangan, jumlah
karyawan, dan sifat musiman Laporan Keuangan usahanya.

2. DAMPAK ANALISIS LAPORAN SEGMEN


Perusahaan yang terdiversifikasi. dan hilangnya identitas anak perusahaan dalan laporan
keuangan konsolidasi, menciptakan masalah bagi analisis. Meskipun informasi segmen
tersedia, analisis harus berhati-hati dalam menggunakan infotmast ini untuk uji profitabilitas.
Semakin spesifik dan terperinci informasi segmen maka akan semakin bergantung pada
alokasi pendapatan dan beban akuntand Alokasi biaya umum seperti yang dipraktikkan dalam
akuntansi internal serine kali didasarkan atas konsep keadilan, kewajaran, dan apakah ia dapat
diterima oleh manajer. Konsep ini tidak terlalu relevan dengan analisis profitabilitas. Alokasi
beban bersama sering kali bersifat subjektif dan keakuratan serta validitasnya terbatas
Contohnya adalah biaya penelitian dan pengembangan, beban promosi, biaya iklan, bunga,
biaya pensiun, pajak penghasilan daerah dan pusat, serta biaya umum dan administrasi. Belum
ada prinsip pengalokasian atau pemindahan biaya antarsegmen yang diterima umum.
Keterbatasan ini harus disadari ketika kita menggunakan laporan segmen.
Laporan segmen merupakan dan harus dianalisis sebagai suatu informas "lunak"-informasi
yang menjadi subjek manipulasi dan preinterpretasi manajemen. Informasi ini harus
diperlakukan bersifat tidak pasti, dan kesimpulan yang berdasarkan data ini harus menjadi
subjek verifikasi alternatif. Walaupun begitu, das berdasarkan segmen yang didukung oleh
bukti alternatif dapat sangat bermana bagi analisis. Khususnya, data berdasarkan segmen
dapat membantu analisis tentang hal-hal berikut.
 Pertumbuhan penjualan sering merupakan akibat dari satu atau lebih faktor termasuk: (1)
perubahan harga, (2) perubahan volume, (3) akuisisi/divestasi, dan (4) perubahan ailai
tukar Bagian Diskusi dan Analisis Manajemen suatu perusahaan bsany memberikan
informasi tentang penyebab pertumbuhan penjualan.
 Pertumbuhan aset. Analisis tren aset yang dapat dlidentifikasi berdasarkan segmen
merupakan analisis yang relevan dengan analisis profitabilitas Membandingkan
pengeluaran modal mengungkapkan segmen yang sedang mengalami pertumbuhan "ril.
Ketika menganalisis laporan segmen geugrafis, kita harus mewaspadai perubahan ai tukar
valuta asing yang dapat memengaruhi angka laporan secara dengan penyusutan dapat
signifikan.
 Profitabilitas. Ukuran laba operasi terhadap penjualan dan laba operasi terhadap aset yang
dapat diidentifikasi berdasarkan segmen berguna dalam menganalisis profitabilitas.
Akibat keterbatasan data laba segmen, analisis hendaknya memusatkan perhatian pada
tren daripada tingkat absolut.