Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PENDAHULUAN

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI DAN VIRIOLOGI FARMASI


JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PANCASAKTI
MAKASSAR 2020

Oleh:
KELOMPOK V (LIMA)

ANGGOTA KELOMPOK :
NURMILA
IMELDA STEFANI UNAWEKLA
ESTERLINA RIKHA SIMORI
SITI MUNIFAH I'NAN
SELVIYANTI
WIDYA
PETRONELA BOLENG
JATA HERFIAN
THITA MEYLANI AHMAD
LINDA ARLITA
SONIA ARFANNY
HARTINA ISMAIL
DIAN EKA WATII

ASISTEN LAB : MUTHMAINNAH.,S. Farm

(no 17-20)

17.Alasan perbedaan masa inkubasi pada medium NA dan PDA !


18.Alasan kenapa jamur terapinya lebih lama dibandingkan bakteri !
19.Perbedaan Antibiotik dan antibiotika !
20.Perbedaan eukoariotik dan prokariotik !

Penyelesaian :
17.Alasan perbedaan masa inkubasi pada medium NA dan PDA !
Jawab:
Karena medium NA (Nutrient Agar) sebagai Media yang digunakan dalam peremajaan bakteri,sedangkan medium
PDA (Potato Dextrose Agar) sebagai media yang digunakan untuk peremajaan jamur.Lama waktu inkubasi bakteri
berbeda dengan jamur. Waktu inkubasi
bakteri yang digunakan dalam peremajaan umumnya adalah 24 jam (Pelczar dan Chan, 2008), sedangkan pada
jamur umumnya 5 sampai 7 hari (Wijayanti, 2003).

18.Alasan kenapa jamur terapinya lebih lama dibandingkan bakteri !


Semua fungi memiliki dinding yang kaku (rigid) yang menjaga keutuhan bentuknya. Dinding sel tersebut
berupa lapisan karbohidrat yaitu rantai panjang polisakarida dan ditambah glikoprotein serta lipid. Dinding
sel berperan penting selama infeksi, komponennya melekat pada sel inang dan memprovokasi respon
radang. Dinding sel fungi tidak dapat dihancurkan oleh inang tetapi akan memicu respon imun seluler
sehingga timbul antibodi spesifik yang berguna untuk diagnostik. Bebrapa fungi memiliki dinding sel dengan
zat tambahan melanin yang diduga berperan sebagai salah satu faktor virulen.Selain dalam bentuk vegetatif,
fungi dapat membentuk spora untuk meningkatkan daya survival. Spora resisten terhadap berbagai bahan
kimia dan kondisi fisik lingkungan yang ekstrem dan selalu siap menjadi vegetatif pada saat lingkungan
sesuai. Spora dapat terbentuk pada fase reproduksi seksual maupun aseksual. Spora aseksual berupa mitotic
progeny disebut mitospores yang secara genetik memiliki ciri identik
JENIS OBAT ANTIJAMUR
Obat-obat antijamur berdasarkan target kerja dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu antijamur yang
bekerja pada membran sel jamur, asam nukleat jamur dan dinding sel jamur serta ada satu antijamur yang
tidak termasuk dalam ketiga kelompok besar di atas yaitu griseofulvin yang bekerja pada mikrotubulus jamur.

1.Antijamur yang bekerja pada membran sel jamur


Polyenes. Obat antijamur golongan polyene antara lain
amfoterisin B dan nistatin. Obat ini berinteraksi dengan sterol pada membran sel (ergosterol) untuk
membentuk saluran sepanjang membran, sehingga menyebabkan kebocoran sel dan berujung pada kematian
sel jamur
2.Antijamur yang bekerja pada asam nukleat jamur
Flusitosin (5-fluorocytosine) merupakan pirimidin yang telah mengalami fluorinisasi. Flusitosin masuk ke
dalam sel jamur dengan bantuan enzim cytosine permease, yang selanjutnya mengalami perubahan
intrasitoplasmik menjadi 5-fluourasil . Tahap selanjutnya 5-fluourasil diubah menjadi 2 bentuk aktif yaitu 5-
fluorouridine triphosphate yang menghambat sintesis RNA, dan 5-fluorodeoxyuridine monophosphate yang
menghambat thymidylate synthetase dan akhirnya menghambat pembentukan deoxythymidine triphosphate
yang diperlukan untuk sintesis DNA.
3.Antijamur yang bekerja pada dinding sel jamur
Dinding sel jamur mengandung mannoprotein, chitin serta alfa, dan beta-glucans yang berperan penting
sebagai proteksi, menjaga morfologi sel dan rigiditas sel, metabolisme, pertukaran ion dan filtrasi, ekspresi
antigenik, interaksi primer dengan pejamu dan pertahanan
terhadap fungsi sistem imunitas selular pejamu. Komposisi ini tidak selalu ditemukan pada organisme yang
lain, namun memberikan beberapa keuntungan selektif dan toksik dibandingkan mekanisme kerja obat-obat
antijamur lain. Contoh obat golongan ini adalah echinocandins yang bekerja dengan menghambat sintesis β-
glucan dinding sel jamur.6 Produk echinocandins yang telah disetujui penggunaannya antara lain :
caspofungin, micafungin dan anidulafungin.

Penentuan suseptibilitas in vitro terhadap antijamur masih tertinggal dibandingkan dengan obat-obat anti-
bakterial, terutama karena variasi antar laboratorium dan kurangnya pemeriksaan suseptibilitas yang
terstandarisasi.Memahami resistensi obat antijamur sangat penting sebagai dasar untuk mengembangkan
strategi profilaksis dan pengobatan yang efektif agar dapat menghindari masalah akibat jamur resisten.

19.Perbedaan Antibiotik dan antibiotika !


ANTIBIOTIK adalah suatu senyawa organic yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang dapat menghambat
atau atau mematikan mikroorganisme lain (bakteri penyebab penyakit). (Mikrajuddin,2007)
ANTIBIOTIKA adalah bahan penolong terapeutik yang tidak ternilai harganya. Digunakan sebagai perlindungan
profilaktik pada asien yang secara medis membahayakan, dan pada keadaan khusus, suatu perawatan tambahan
infeksi periaplikal akut atau infeksi periodontal. (Grossman,1988)

20.Perbedaan eukoariotik dan prokariotik !


Organisme prokariotik: organisme yang tidak memiliki membran nukleus, dan kelengkapan organel sel sederhana
jumlah kromosom hanya satu ,Sedangkan Organisme Eukariotik: organisme yang sudah memiliki membran nukleus
dan organel sel lengkap .jumlah kromosom lebih dari satu.
Sel prokariotik: sel ini memiliki materi genetic berupa DNA yang tidak dibungkus membrane inti (Diah Aryulina,
dkk.2006:5)
Sel eukariotik: materi genetic (DNA) berada didalam inti sel yang dibungkus oleh membrane inti (Diah Aryulina,
dkk.2006:6)