Anda di halaman 1dari 4

CONTOH BENTUK-BENTUK RISIKO OPERASIONAL DAN CARA

MENGATASINYA

No. Bentuk Risiko Operasional Contoh Risiko Cara Mengatasi


1. Risiko pada komputer Faktor masuknya virus Mem-back up secara
berkala data-data dan
informasi.
Hilangnya data-data penting Membuat 2 salinan.
Hacker Menyediakan alat deteksi
untuk melindungi dan
yang mencurigakan dalam
mengakses file dan basis
data

2. Kerusakan maintenance Kerusakan pada mesin Mendatangkan tenaga ahli


pabrik untuk memperbaiki
kerusakan
Kerusakan karena Menggunakan penguat
erosi/keropos fibre (untuk menambal
lubang yang sukar)
3. Kecelakaan kerja Karyawan yang terluka Alat harus dalam keadaan
karena kurang baik dalam baik dan siap digunakan
menggunakan alat
Kebakaran Pekerja harus teliti dalam
mengamankan aliran
listrik sebelum bekerja
Kejatuhan barang Harus menggnakan alat
pengaman dan
penyelamatan
4. Kesalahan dalam pembukuan Kebanjiran/kebakaran Ditulis secara manual atau
secara manual dicatat pada umumnya
dikertas.
5. Kesalahan pembelian barang Lecetnya sedikit pada Menjualnya dengan harga
dan tidak ada kesepakatan barang yang lebih murah dari
bahwa barang yang dibeli harga yang dibeli.
dapat ditukar kembali
6. Pegawai Outsourcing Ketergantungan pada tenaga Membutuhkan sumber
kerja daya manusia tambahan
untuk menyelesaikan
pekerjaan.
Pendapatan yang terbatas

7. Globalisasi dalam konsep Masyarakat yang konsumtif Membuat anggaran


dan produk sebelum uang
dibelanjakan dan
mengedepankan
kebutuhan daripada
keinginan.
Persaingan teknologi Harus sering mengupdate
system teknologi guna
menerapkan standar
internasional.
TUGAS RANGKUMAN MATERI YAMINAH

BAB 3 RISIKO SUKU BUNGA

1. Definisi Risiko Suku Bunga


Risiko suku bunga adalah yang dialami akibat dari perubahan suku bunga
yang terjadi di pasaran yang mampu memberi pengaruh bagi pendapatan
perusahaan. Adapun pengertian risiko suku bunga menurut Mashud Ali adalah
terjadi sebagai akibat dari terdapatnya mismatched atas maturities pada interest
rate related products di sisi aktiva dan pasiva neraca bank.
2. Risiko pada Situasi Suku Bunga dan Saham
Maka kita dapat memberikan suatu garis penegasan dalam konteks manajemen
risiko, yaitu:
a. Pada saat suku bunga mengalami kenaikan dan harga saham di pasar (market price)
mengalami penurunan, maka investor akan cenderung memindahkan dananya dari
saham ke deposito (time deposit).
b. Pada saat kondisi pasar saham mengalami kenaikan atau bergairah maka investor
cenderung akan memindahkan dananya yang tersmpan di deposito (time deposit) ke
saham.
c. Investor adalah mereka yang memiliki karakteristik “penghindar risiko”, dan
menyukai keuntungan yang suistainable (berkelanjutan).
3. Dampak Perubahan Suku Bunga Bagi Perusahaan
Menurut Mamduh M. Hanafi perubahan tingkat bunga bisa menyebakan
perusahaan menghadapi dua tipe risiko, yaitu:
a. Risiko perubahan pendapatan: pendapatan bersih (hasil investasi dikurangi biaya)
berubah yaitu berkurang dari yang diharapkan.
b. Risiko perubahan nilai pasar berubah karena perubahan tingkat bunga, yaitu
berubah karena lebih kecil (turun nilainya).
1. Risiko Membawa Dagangan (Carry Trade)
Risiko carry trade adalah bentuk perilaku investor dalam melakukan investasi
dengan cara meminjam dana dari suatu negara yang memiliki tingkat suku bunga
yang rendah dan selanjutnya membawa dana tersebut untuk diinvestasikan atau
ditanamkan pada negara yang memiliki tingkat suku bunga tinggi, dengan harapan
akan memperoleh selisih keuntungan di sana.
Persoalannya adalah jika suku bunga kembali ke posisi normal atau rendah
maka dana yang berasal dari carry trade tersebut akan ditarik kembali untuk
dibawa ke tempat asalnya. Kasus carry trade ini hampir memiliki kesamaan dengan
hot money (arus dana asing jangka pendek).