Anda di halaman 1dari 5

NAMA : RISMA IRA YANTI HAIDAR

NIM : 23175144A

TEORI : 2D

A. Bahan yang digunakan untuk pengujiaan batas mikroorganisme sediaan salep asiklovir
Jawab : 1. Salep Asiklovir mengandung tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0 % dari
jumlah yang tertera pada etiket , dalam dasar salep yang sesuai.

2. Baku pembanding asiklovir : tidak boleh dikeringkan lakukan penetapan kadar air secara
titrimetric pada waktu akan digunakan untuk analisis kuantitatif.

3. Guanin tidak lebih dari 2,0% lakukan penetapan dengan cara kromatografi cair kinerja tinggi.
4. Natrium Hidroksida 0,1 N
5. fase gerak : Asam asetat 0,02 M
6. suntikkan
7. gelatin
8. Media Soybean – casein Digest Broth
9. larutan dapar klorida

Uji fertilitas media

a). Jumlah maksimal koloni untuk di inokulasi ke dalam Soybean- casein Digest Broth = 100 koloni/Plate

Penyiapan sampel transdermal patches

b). pindahkan lembaran transdermal dalam wadah berisi pengencer yang mengandung Polisorbat 80p
atau lesitin dengan volume yang sesuai

penyiapan sampel sediaan berlemak

c). Larutkan atau encerkan sediaan yang akan diuji dalam isopropyl miristin steril yang akan disterilkan
dengan cara penyaringan.

pengujiaan mikroba spesifik staphylococcus aureus

1. Medium yang digunakan untuk seleksi dan subkultur media MSA pada suhu 30-35C selama 18-
24 jajm
2. Hasil interpretasi dari seleksi dan subkultur bewarna kuning dan putih sus dikelilingi zona kuning
atau menunjukkan adanya Staphylococus aureus. Dan berukuran 0,5-1,5 mikrometer.
Kontrol negative digunakan untuki membuktikkan verifikasi sesuai kondisi pengujian.
Kontrol negative digunakan pengenceran yang sesuai larutan uji agar tidak timbulnya
pertumbuhan mikroba.
Dapar fosfat dengan PH 7,2
Siapkan campuran air murni dan larutan dapar persediaan (800: 1v/v), kemudiaan sterilisasi.

B.) LEMBAR KERJA UJI POTENSI ANTIBIOTIK

Bahan yang digunakan untuk pengujian potensi antibiotic vankomisin

Penyiapan baku antibiotic vankomisin

a). pengenceran akhir antibiotic menggunakan larutan

b). kadar/ dosis tengah antibiotic yang digunakan adalah

Persiapan mikroorganisme

c). mikroorganisme uji yang digunakan adalah Bacillus subtilis

d). medium yg digunakan untuk penyiapan inokula menggunakan medium nomor

Desain penetapan

e).

f).
C. Lembar kerja uji efektivitas pengawet

Bahan :

1. Sediaan tetes mata


2. Larutan suspense inokula
3. Mikroba yang digunakan : - candida albicans
- Aspergilus Niger
- Escheria coli
- Staphylococus Aureus

1. Pengawet adalah zat antimikroba yg ditambahkan pada sediaan obat non steril untuk
melindungi sediaan terhadap kontaminasi mikroba yang dapat masuk secara tidak disengaja
atau setelah proses produksi.
2. Sebutkan persyaratan uji efektivitas pengawet untuk sediaan tetes telinga
- Menyiapkan media yang digunakan lalu tiap lima wadah bila volume sediaan tiap wadahnya
mencukupi dan sediaan ditusuk secara aseptic dengan cara jarum atau alat suntik melalui
tutup karet elastomeric.
- Melakukan inokulasi tiap wadah dengan satu inokula baku yg telah disiapkan dan diaduk.
Volume suspense inokula yg digunkan antara 0,5% dan 1,0% dan volume sediaan. Kadar
mikroba uji 1x10 5
- Kadar mikroba dalam inokula standart ditetapkan dengan metode lempeng total.
- Suhu 35 derajat

3. Suspense bakteri dan khamir harus digunakan dalam waktu 24 jam dari panen , tetapi untuk
kapang dapat disimpan pada lemari pendingin dalam waktu sampai 7 hari

4.
D. Lembar kerja uji pirogen

a.) Alat suntik , jarum dan alat gelas dibebaskan dari pyrogen dengan cara pemanasan pada
suhu 250 derajat selama tidak kurang dari 30 menit
b.) Larutan pengencerannya adalah injeksi NaCl 0,9 %
c.) 48 jam
d.) Suhu control dari masing masing kelinci ditetapkan Tidak lebih dari 30 menit
Lebih dari 1 derajat sebelum uji dilakukan dan suhu kontrol antara satu kelinci lainnya
tidak boleh lebih dari 10 ml Selama 10 menit

e.sediaan memenuhi syarat apabila tidak ada yang menunjukkan kenaikan suhu 0,5
derajat atau lebih bila dilakukan uji lanjut menggunkan 5 ekor kelinci lain maka sediaan
dianggap memenuhi syarat bila tidak lebih dari 3 dari 8 ekor masing-masing
menunjukkan ken aikan suhu 0,5 derajat atau lebih dan jumlah kenaikan suhu maks 8
kelinci tidak melebihi 3,3 derajat.

E.
F. PDA = POTATO DEXTROSE AGAR
MYA = MUELLER HINTON AGAR
SDA = SABOURAUND DEXTROSE AGAR