Anda di halaman 1dari 11

PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, CABANG-

CABANG, PERKEMBANGAN DAN TOKOH-TOKOH


PSIKOLINGUISTIK

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikolinguistik


Dosen pengampu : Muji Zain Naufal, S.Pd.

Disusun oleh :
Andi Faizal NIM 1788201011
Cici Handini NIM 17882010
Vivi Nursafitri NIM 17882010

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


STKIP NAHDLATUL ULAMA INDRAMAYU
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan kepada


makhluk-Nya, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk
Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-
Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini dengan judul ”Pengertian, Ruang Lingkup, Cabang-cabang,
Perkembangan Dan Tokoh-tokoh Psikolinguistik”. Makalah ini diajukan untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan yang diempu oleh Bapak
dosen Muji Zain Naufal, S.Pd.

Dalam penyusunannya kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai


pihak, untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan yang begitu besar. Meskipun
kami berharap makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun pastinya
selalu ada kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran
pembaca agar makalah ini dapat lebih baik lagi.

Indramayu, 30 September 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Penulisan ............................................................ 1
B.Rumusan Masalah ....................................................................... 1
C.Tujuan Penulisan ......................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A. ................................................................................................... 3
B. ................................................................................................... 7

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .............................................................................. 12
B. Saran ......................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 13

ii
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang mempelajari tentang
pengungkapan rahasia dan gejala alam, meliputi asal usul alam semesta dengan
segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang
terjadi. Manusia memilki rasa ingin tahu terhadap alam hingga menyebabkan
diperolehnya pengetahuan dari alam semesta ini. Pengetahuan dari alam semesta
inilah yang nantinya akan berkembang dan menjadi dasar ilmu pengetahuan alam.
Dengan pengetahuan tersebut, informasi akan terus bertambah dan berkembang
dari masa ke masa, serta berkembang sesuai zamannya, sejalan dengan cara
berfikir dan alat bantu yang ada pada saat itu. Oleh karena itu, pengetahuan alam
sangat penting dalam kehidupan dan perkembangan zaman.
Sejalan dengan cara berfikir dan sifat manusia yang tidak pernah puas
dengan apa yang sudah diketahuinya, menjadikan ilmu pengetahuan menjadi
siklus yang akan terus berkembang. Munculnya istilah “metode ilmiah” tidak
lepas dari hal di atas. Dalam hal ini, metode ilmiah merupakan jembatan untuk
berkembangnya ilmu pengetahuan alam. Betapa pentingnya ilmu pengetahuan
alam dengan bantuan metode ilmiahnya menjadikan berbagai negara dan elemen-
elemen di dalamnya berlomba lomba untuk menjadi lebih baik lagi. Karena
berbeda zaman akan berbeda pula pengetahuan yang didapat serta bertambah pula
pengetahuan yang ada. Ilmu pengetahuan alam sangat berpengaruh pada segala
aspek dan segala bidang. Metode ilmiah menjadi suatu yang penting yang di
dalamnya terdapat langkah langkah operasional yang mendukung terciptanya
pengetahuan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana metode ilmiah sebagai dasar IPA?
2. Bagaimana perkembangan IPA klasik dan modern?
3. Apa saja ruang lingkup IPA?
C. Tujuan
1. Mengetahui metode ilmiah sebagai dasar IPA.
2. Mengatahui perkembangan IPA klasik dan modern.
3. Mengetahui ruang lingkup IPA.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Metode Ilmiah Sebagai Dasar IPA
1) Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari tentang
pengungkapan rahasia dan gejala alam, meliputi asal-usul alam semesta degan
segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang
terjadi.
Adapun syarat-syarat suatu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu
adalah sebagai berikut:
a) Logis
Pengetahuan tersebut masuk akal dan sesuai dengan kaidah-kaidah
ilmu pengetahuan.
b) Objektif
Pengetahuan yang didapat harus sesuai dengan objeknya dan
didukung oleh fakta empiris.
c) Metodik
Pegetahuan diperoleh dengan cara-cara tertentu yang teratur,
dirancang, diamati, dan dikontrol.
d) Sistematik
Pengetahuan disusun dalam satu sistem yang saling berkaitan dan
menjelaskan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
e) Universal
Pengetahuan berlaku untuk siapa saja dan di mana saja yaitu
dengan cara eksperimentasi yang sama akan diperoleh hasil yang sama.
Suatu pengetahuan dapat dikatakan benar apabila ada kesesuaian antara
pengetahuan dan objeknya. Untuk mencapai hal itu, tidak dapat terjadi secara
kebetulan melainkan harus melalui prosedur atau metode yang tepat, yakni
metode ilmiah. Dengan metode ilmiah, dapat diperoleh kebenaran yang
merupakan keputusan atas objek penelitian dan dirumuskan secara tertentu.

3
2) Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan suatu cara yang digunakan oleh para
ilmuwan untuk memecahkan suatu permasalahan, serta menggunakan
langkah-langkah yang sistematis, teratur, dan terkontrol.
Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
 Perumusan Masalah
Di dalam perumusan masalah akan di jabarkan mengenai
masalah yang akan di teliti. Biasanya menggunakan pernyataan
apa, mengapa ataupun bagaimana.
 Hipotesis
Di dalam hipotesis ini kita akan menentukan jawaban
sementara dari masalah yang telah di jabarkan pada perumusan
masalah. Hipotesis ini nantinya masih akan diuji beberapa kali
hingga teruji kebenarannya dan bisa di jadikan sebagai teori.
 Pengujian Hipotesis
Di dalam hal ini kita mencari fakta-fakta yang sesuai
dengan hipotesis yang telah dibuat agar dapat menentukan apakah
fakta-fakta tersebut mendukung hipotesis atau tidak.
 Kesimpulan
Langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan dari fakta –
fakta melalui analisis dari fakta untuk menentukan apakah
hipotesis yang diajukan diterima atau tidak.
B. Perkembangan IPA Klasik Dan Modern
1) IPA Klasik
Bila ditinjau dari pengertian klasik sendiri, maka dapat
diartikan bahwa yang klasik umumnya bersifat tradisional
berdasarkan pengalaman, kebiasaan, atau naluri semata. Meskipun
ada kreasi, namun merupakan tiruan dari keadaan alam sekitar.
IPA klasik secara umum, sebagai contoh digambarkan
pembuatan ragi tempe dan juga ragi tapis; meskipun hanya
berdasarkan pengalaman petani, namun tanpa disadari petani

4
tersebut telah berkecimpung dalam bidang mikrobiologi, mikologi,
dan tentu saja tidak lepas dari ilmu fisika yang mendasarinya.
Contoh lain, pembuatan gula kelapa merupakan proses fisika
bersama-sama kimia yang telah tinggi tingkatannya, juga
pembuatan terasi, ikan asin, rendang, dan telor asin adalah
merupakan karya IPA klasik. Petani pembuat/pengrajin sama sekali
tidak mengetahui proses yang terjadi dalam mewujudkan karyanya.
Demikian pula segala kegiatan yang merupakan larangan
berdasarkan kepercayaan. Dengan kata lain, dianggap tabu atau
pamili atau angker adalah merupakan usaha untuk
mempertahankan keseimbangan lingkungan, sebagai contoh tokek
tidak boleh dibunuh, ikan di suatu tempat angker tidak boleh
dimakan. Mereka tidak melakukan penelitian dan pengujian,
namun hanya berdasarkan pengalaman dari nenek moyangnya.
2) IPA Modern
IPA modern muncul berdasarkan penelitian maupun
pengujian dan telah diadakan pembaharuan yang dikaitkan dengan
berbagai disiplin ilmu yang ada. Proses canning, pengalengan ikan,
buah-buahan, dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fisika,
biologi, kimia, biokimia, dan sebagainya merupakan hasil
perkembangan IPA yang telah dinikmati oleh manusia.
Fisika modern merintis dimulainya IPA modern yang
dikaitkan dengan diketemukannya teori relativitas dan kuantum
yang menggambarkan sifat atom, inti, dan partikel lain molekul zat
padat. Sebagai contoh, teknologi nuklir merupakan teknologi
modern yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kedokteran,
trasnportasi, angkatan bersenjata, dan berbagai penelitian yang
berkaitan dengan disiplin ilmu yang lain.
IPA modern diperoleh atas dasar penelitian dengan
menggunakan metode ilmiah disertai pengujian berulang kali
sehingga diperoleh ilmu yang mantap, baik untuk terapan atau ilmu

5
murni. Banyak contoh kegiatan IPA modern, seperti pemanfaatan
energi matahari untuk kegiatan yang berkaitan dengan listrik untuk
transportasi, industri, rumah tangga adalah pemanfaatan foron
untuk menimbulkan aliran muatan listrik (elektron) karena
perbedaan panas, sehingga terbentuklah sel pembangkit listrik.
Tungku sinar matahari telah banyak digunakan yang hanya
berprinsip pada titik fokus lensa cekung. Dengan energi panas
bumi dapat diperoleh tenaga listrik. Dalam kaitannya dengan alam
lingkungan, untuk menciptakan suasana bersih timbul pemikiran
pemanfaatan sampah sisa organisme, seperti jerami, sisa tanam-
tanaman lain, dan kotoran hewan diproses dengan bantuan bakteri
dalam kondisi tertentu sehingga menghasilkan gas-gas yang
ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar. Proses
di atas sering disebut sebagai energi biogas.
Dengan demikian penggolongan IPA klasik dan IPA modern
sama sekali bukan berkaitan dengan waktu maupun klasifikasi
bidang ilmu. Penggolongan ini lebih mengacu kepada konsepsi
yaitu cara berpikir, cara memandang, dan cara menganalisis suatu
fenomena alam. Perkembangan ilmu yang sangat besar akhir-akhir
ini sangat ditunjang oleh perkembangan ilmu maupun perangkat
computer yang semakin cepat dan canggih.
C. Ruang Lingkup IPA
Ilmu pengetahuan alam dapat dibagi menjadi tiga bidang utama yaitu:
1. Ilmu Sosial dan Budaya; membahas hubungan antarmanusia sebagai
makhluk sosial, yang selanjutnya dibagi atas:
a) Psikologi, mempelajari proses mental dan tingkah laku.
b) Pendidikan, proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke
suatu tujuan.
c) Antropologi, mempelajari asal usul dan perkembangan jasmani,
sosial, kebudayaan dan tingkah laku sosial.

6
d) Etnologi, cabang dari studi antropologi yang dilihat dari aspek
sistem sosio-ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian
budaya.
e) Sejarah, pencatatan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada
suatu bangsa, negara atau individu.
f) Ekonomi, yang berhubungan dengan produksi, tukar menukar
barang produksi, pengolahan dalam lingkup rumah tangga, negara
atau perusahaan.
g) Sosiologi, studi tentang tingkah laku sosial, terutama tentang asal
usul organisasi, institusi, perkembangan masyarakat.
2. Ilmu Pengetahuan Alam, yang membahas tentang alam semesta
dengan semua isinya dan selanjutnya terbagi atas:
a) Fisika, mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan
perubahan yang bersifat sementara. Seperti: bunyi cahaya,
gelombang magnet, teknik kelistrikan, teknik nuklir
b) Kimia, mempelajari benda hidup dan tak hidup dari aspek sususan
materi dan perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar
dibagi kimia organik (protein, lemak) dan kimia anorganik (NaCl),
hasil dari ilmu ini dapat diciptakan seperti plastik, bahan peledak
c) Biologi, yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya.
Biologi memiliki beberapa cabang antara lain:
 Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan
 Zoologi ilmu yang mempelajrai tentang hewan
 Morfologi ilmu yang mempelajari tentang struktur luar makhluk
hidup
 Anatomi suatu studi tentang struktur dalam atau bentuk dalam
mahkhluk hidup
 Fisiologi studi tentang fungsi atau faal/organ bagian tubuh
makhluk hidup
 Sitologi ilmu yang mempelajari tentang sel secara mendalam

7
 Histologi studi tentang jaringan tubuh atau organ makhluk hidup
yang merupakan serentetan sel sejenis
 Palaentologi studi tentang makhluk hidup masa lalu

3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, studi tentang bumi sebagai


salah satu anggota tatasurya, dan ruang angkasa dengan benda angkasa
lainnya.
a) Geologi, yang membahas tentang struktur bumi. (yang bahasannya
meliputi dari ilmu kimia dan fisika) contoh dari ilmu ini petrologi
(batu-batuan), vukanologi (gempa bumi), mineralogi (bahan-bahan
mineral).
b) Astronomi, membahas benda-benda ruang angkasa dalam alam
semesta yang meliputi bintang, planet, satelit da lain-lainnya.
Manfaatnya dapat digunakan dalam navigasi, kalendar dan waktu.

Daftar Pustaka
Kuntarto, Eko. 2017. Memahami Konsepesi Psikolinguistik. Jambi:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Jambi.
Harras, Kholid A. & Andika Dutha Bachari. 2009. Dasar-dasar
Psikolinguistik. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Press.
Natsir, Nuraisa. 2017. Hubungan Psikolinguistik dalam Pemerolehan dan
Pembelajaran Bahasa. Jurnal. Makassar: Ilmu Administrasi, Sekolah Tinggi Ilmu
Administrasi YAPPI Makassar. Dikutip dari https://scholar.google.com/scholar?
cluster=5898628606425443105&hl=id&as_sdt=0,5&sciodt=0,5#d=gs_qabs&u=
%23p%3DISvyG3cj3FEJ
Rahayu, Harlina Budi. 2013. Psikolinguistik. Makalah. Semarang:
Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Dikutip dari
https://dewiedena.wordpress.com/2013/12/17/makalah-psikolinguistik/