Anda di halaman 1dari 9

KONSEP IMAN, ISLAM, DAN IHSAN

Kelompok 2:
Mahmud Abdul Karim
Muhammad Irhamsah
Roza Khairunnisa
Yola Novia Marshanda
IKI 2
PENGERTIAN IMAN
Kata iman berasal dari kata amana yang artinya percaya atau menerima. Iman
merupakan perwujudan dari satu kesatuan antara hati yang menerima kebenaran
ajaran islam. Iman adalah keyakinan dalam hati yang diucapkan oleh lisan dan
diwujudkan dalam amal perbuatan. Keyakinan tersebut meliputi 6 rukun iman yaitu,
iman kepada Allah, malaikat, kitab, nabi dan rasul, hari akhir, qada dan qadar.
Semua perkara ini menjadi dasar akidah atau kepercayaan orang islam yang di atas
dasar-dasar inilah dilaksanakannya amal dan ibadah. Ini karena, ulama-ulama hadis
dan feqh seperti imam Syafie, Imam Malik, dan Imam Ahmad telah mentakrifkan
iman sebagai “Pembenaran dengan hati, ikrar dengan lidah dan beramal dengan
sekelian rukun.” (Mustafa, 2009:91)
Dalil tentang iman :
“dan apa iman itu? Nabi menjawab, ‘iman ialah hendaknya kamu percaya kepada
Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Para Rasul-Nya, Hari akhir dan
ketentuan Allah, baik maupun buruknya sema dari Allah SWT.” (HR. Bukhari)
PENGERTIAN ISLAM
Islam berasal dari kata aslama yang artinya patuh, pasrah, menyerah diri atau
selamat. Sedangkan menurut istilah, islam ialah agama yang mengajarkan agar
manusia patuh dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Islam dijelaskan dengan
penjabaran 5 rukun islam. Kelima rukun tersebut merupakan amal lahiriah sebagai
perwujudan dari makna islam itu sendiri, yaitu kepasrahan sebagai makna islam
tidak hanya disimpan di dalam hati, melainkan diwujudkan lewat perbuatan nyata
yaitu kelima rukun islam tersebut.
Dalil tentang islam:
“Wahai Muhammad! Beritahukanlah kepadaku, apa itu islam? Nabi menjawab;
islam adalah hendaknya kamu bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan
bahwasanya aku adalah utusan Allah, hendaknya kamu mendirikan shalat,
menunaikan zakat, melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, dan melaksanakan
ibadah haji bagi orang yang mampu melaksanakannya”. (HR. Bukhari)
PENGGOLONGAN MANUSIA MENURUT ISLAM
• Muttaqi : orang yang takwa, yaitu orang yang takut, cinta, dan hormat kepada
Allah
• Mu’min : orang yang beriman, yaitu orang yang menyatakan pengikraran rukun
iman dengan lisan yang bertolak dari kalbu yang mendorong pengalaman
• Muslim : orang yang berislam, yaitu orang yang sumerah sadrah kepada
ketentuan Allah dengan sepenuh pengabdian
• Muhsin : Orang yang berbuat ihsan atau kebajikan yang diridhai oleh Allah SWT
PENGERTIAN IHSAN
Ihsan berasal dari kata ahsan-yuhsinu-ihsanan yang artinya kebaikan atau berbuat
baik, sedangkan menurut istilah, ihsan adalah berbakti dan mengabdikan diri
kepada Allah SWT. Atas dasar kesadaran dan keikhlasan. Ihsan merupakan cara
bagaimana seharusnya kita beribadah kepada Allah. Rasulullah mengajarkan agar
ibadah kita dilakukan dengan cara seolah kita berhadapan langsung dengan Allah
SWT.. Cara ini akan membawa ibadah kita kepada tingkat yang lebih dekat dengan
perasaan penuh harap, takut, khusyu’, ridho dan ikhlas kepada Allah.
Dalil tentang ihsan:
“Ihsan hendaknya kamu beribadah kepada Allah seolah olah kamu melihatnya, dan
jika kamu tidak dapat melihatnya, sesungguhnya dia melihat kamu.” (HR. Bukhari)
“Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah
kamu beribadah kecuali kepada Allah, dan kepada kedua orangtuamu berbuat
ihsanlah, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta
ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan
tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil
daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (QS. Al Baqarah:83)
Ihsan terbagi menjadi 4 macam:
a. Ihsan ‘alalahi (berbuat baik terhadap Allah) yaitu, dengan menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
b. Ihsan ‘ala nafsihi (berbuat baik bagi diri sendiri) yaitu, dengan melakukan suatu
perbuatan yang mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri, dan meninggalkan
perbuatan yang dapat mencelakakan diri.
c. Ihsan ‘ala ghairihi (berbuat baik terhadap orang lain) yaitu, dengan berbuat baik
kepada orang tua, keluarga, saudara, dan semua umat islam.
d. Ihsan ‘ala jami’il khalqi (berbuat baik kepada semua makhluk Allah) yakni,
perbuatan yang dapat mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan bagi alam
lingkungan, baik flora maupun fauna.
HUBUNGAN ANTARA IMAN, ISLAM, DAN IHSAN
Iman, islam, dan ihsan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Iman
adalah keyakinan yang menjadi dasar akidah, dengan keyakinan tersebut kemudian
dapat diwujudkan melalui pelaksanaan ke lima rukun islam. Sedangkan
pelaksanaan rukum islam itu sendiri dilakukan dengan cara ihsan, sebagai
pendekatan diri kepada Allah.
Iman menjadi asas akidah untuk umat islam dengan tumpuan dalam menjalankan
rukun-rukun yang ada. Islam juga merupakan manifestasi kepada iman dengan
melakukan amal ibadah berdasarkan kaidah dan cara yang telah ditetapkan.
Melakukan ibadah dengan ikhlas, tekun, dan bersungguh-sungguh karena
mengharapkan ridho Allah serta melakukan kebaikan yang berasaskan kepada
akhlak yang mulia termasuk ke dalam pelaksanaan ihsan.
DAFTAR PUSTAKA
• https://media-islam.or.id/2008/09/25/download-ebook-iman-islam-dan-ihsan/
• https://Jurnal.unpad.ac.id/ijas/article/view/15056
• https://www.penerbitzaman.com/celah/91/iman-islam-dan-ihsan
• https://muslim.or.id/425-islam-iman-ihsan.html
• https://www.bacaanmadani.com/2016/09/hubungan-iman-islam-dan-ihsan.html
• http://ichawkhoirunnisa.blogspot.com/2016/06/konsep-iman-islam-dan-ihsan.htm
l?m=1
“Malaikat Jibril mengajarkan Be careful not to forget Allah
5 rukun islam, 6 rukun iman, when things are going great.
dan 2 rukun ihsan(beribadah
seakan-akan kita melihat Be faithful and know that
Allah, atau jika tidak bisa Allah can take back just as
demikian maka yakinlah fast as He gives.
Allah melihat kita).”
(Hadist Arba’in An Nawawi)