Anda di halaman 1dari 3

I.

TUGAS JURNAL

Jurnal yang saya baca sangat menarik dengan tema bagaimana belanja online dapat
mempengaruhi Customers perceived value yang meningkatkan kepuasan dan kesetiaan
pelanggan terhadap pelayanan online store tersebut.

Dunia perdangan online saat ini telah menjadi pilihat yang sangat digandrungi oleh
masyarakat di Indonesia pada khususnya dan di seluruh dunia pada umumnya,
kemudahan mengakses, pilihan yang beraneka macam dan kemudahan dalam
bekomunikasi maupun dalam pembayaran menjadikan belanja online sebagai pilihan
untuk mengurangi mobilisasi konsumen dan mencari kenyamanan dan kemudahan
dalam berbelanja, menurut Brynjolsson dan smith, 2000 Belanja online dapat
menawarkan produk yang lebih besar dari pilihan, aksesibilitas dan kenyamanan tanpa
Batasan waktu dan ruang, pengertiian ini sangat luas bila dijabarkan satu persatu terkait
dengan kebebasan berbelanja online. Layanan dalam dunia belanja online dapat dibagi
menjadi tiga bagian tahap pertama yaitu Pada tahap pra-pembelian, pengecer online
harus fokus pada menarik konsumen dengan kualitas layanan elektronik, tahap kedua
yaitu tahap pembelian, pengecer online harus mengatasi faktor emosional, seperti
kepuasan pelanggan dan yang terakhir tahap ketiga yaitu tahap pasca pembelian,
faktor-faktor rasional seperti Customers perceived value memainkan peran penting
karena mereka dapat memperkuat hubungan di antara kepuasan dan loyalitas mereka.
Tiga tahapan diatas menjadi sangat penting dalam peningkatan kualitas dan hirarki
pelanggan.

Loiacono et al. (2000) mendirikan skala yang disebut WEBQUAL dengan 12 ukuran yang
dapat dijadikan pijakan untuk penyedia layanan belanja online pada tahap pra
penjualan, halaman penjualan yan komunikatif, deskripsi produk yang jelas, adanya
kepercayaan terkait produk yang ditawarkan, respon cepat, interaksi kdalam web atau
aplikasi yang mudah antara pembeli dan penjual, tampilan barang yan intuitif, menarik,
mengalir dan memiliki inovasi, menghadirkan komunikasi terpadu baik dalam proses
bisnis dalam pembelian maupun dalam proses subtitusi atau penukaran barang.

Kepuasan pelanggan menjadi tolak ukur utama dalam tahap selanjutnya dalam
membangun bisnis online yang sustainable, kepuasan pelanggan akan timbul dari
pengalaman pembelian sebelumnya yang dipengaruhi dari penjabaran ditahap pra
pembelian yang keseluruhan nya bersifat subjektif bergantung pada emosional
pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi indikator terkait dengan loyalitas terhadap apa
yang ditawarkan oleh situs atau bahkan terhadap aplikasi belanja online itu sendiri .
Dalam lingkungan online, bahkan jika konsumen puas dengan situs web tertentu,
mereka masih cenderung menemukan situs alternatif dan beralih ke situs lain. Karena
konsumen dapat dengan mudah membandingkan informasi dan menemukan situs web
lain itu menyediakan produk atau layanan serupa (Anderson dan Srinivasan, 2003;
Terblanche dan Boshoff, 2010), jadi Customers perceived value tidak dapat dipertahanka
secara absolut tanpa mempertahankan tahap pertama pada penjabaran diatas dan
selalu mempertimbangkan emosional pembeli.
Kepuasasn pelanggan menjadi nilai utama dalam mempertahankan kesetiaan pelanggan
terhadap suatu produk atau layanan, kepuasan itu sendiri lahir dari Customers perceived
value dan pelayanan yang baik melalui tahap pertama yang dijelaskan diatas, pada
tahap berikutnya akan timbul faktor emosional pada pelanggan itu sendiri sehingga
menghasilkan kepuasan berbelanja yang pada akhirnya menghadirkan suatu perilaku
yang menjadi tujuan penyelenggara layanan yaitu kesetiaan pelanggan.
Jurnal diatas sangat baik dalam penjabaran hal – hal yang menentukan loyalitas
pelanggan terhadap suatu produk yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan dan
Customers perceived value, ilmu tersebut dapat diterapkan dalam bisnis rumah sakit
yang menjual jasa sebagai produk utamanya dan obat atau alkes lain sebagai produk
pelengkapnya. Prinsip utamanya adalah dalam mencapai hirarki tertinggi pelanggan kita
harus masuk ke psikologis pelanggan sebagai penerima layanan yang kita jual dan
pengemasan layanan itu sendiri agar lebih menarik dan pemberian layanan agar sesuai
dengan apa yang ditawarkan sehingga Customers perceived value dapat dicapai. Efek
domino ini dapat menghadirkan konsep Customer Relationship Marketing yang sangat
menguntungkan untuk rumah sakit dikarenakan level hirarki pelanggan yang dapat
menjadi agen marketing bagi rumah sakit itu sendiri.
Insa allah saya dapat dipelajari dengan lebih baik lagi materi ini agar bias diaplikasikan
langsung ditempat saya bekerja.
Terimakasih
II. TUGAS MATERI

1. Customers perceive value perbandingan antara biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan
dengan manfaat dan promo yang ditawarkan oleh produk tersebut dan harapan atau
alternative lain yang dipikirkan oleh pelanggan. Perusahaan sangat penting memikirkan
dan mengjhadirkan CPV ini dikarenakan kebutuhan peningkatan kualitas dan loyalitas
pelanggan untuk mempertahankan sustainabilitas perusahaan.
2. Ide yang saya hadirkan adalah program ” customer after care yang berbasis syariah“
untuk pelanggan muslim, yaitu dengan cara mengirimkan pesan singkat bernad dakwah
untuk mensyukuri bahwa pasien telah pulang dari rumah skait dalam keadaan sehat,
bahwa kesehatan itu bukan hanya semata diperoleh dari pelayanan rumah sakit tapi
juga berkat ridho dari allah SWT.