Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN BEST PRACTICE

PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN


TAHUN 2019/2020

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING


BEORIENTASI HOTS MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK
PADA MATERI LUAS DAN VOLUME BENDA PUTAR
DI SMK NEGERI 2 KOTA MOJOKERTO
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Disusun Oleh:
SUHARTONO, S.Pd

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 2 KOTA MOJOKERTO
TAHUN 2019
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Best Practice yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Discovery


Learning Beorientasi Hots Melalui Pendekatan Saintifik Pada Materi Luas Dan Volume
Benda Putar Di SMK Negeri 2 Kota Mojokerto Tahun Pelajaran 2019/2020” yang disusun
oleh:

Nama : SUHARTONO, S.Pd


Asal Sekolah : SMK Negeri 2 Kota Mojokerto

Telah disetujui dan disahkan pada:


Hari : Jum’at
Tanggal : 13 Desember 2019

Kepala SMKN 2 Kota Mojokerto Guru Inti

SITI FATIMAH, S.Pd FAJAR DHILAMAYA, S.Pd


NIP. 19611104 198403 2 007 NIP. 19880827 201503 2 003
BIODATA PENULIS

Nama : SUHARTONO, S.Pd


Tempat, Tanggal Lahir :
NUPTK :
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : S1 Pendidikan Matematika
Unit Kerja : SMK Negeri 2 Kota Mojokerto
Alamat Unit Kerja : Jl. Raya Pulorejo Kecamatan Prajurit Kulon
Kota Mojokerto Provinsi Jawa Timur
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahNya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Best Practice ini tepat waktu. Laporan Best
Practice ini berisi pengalaman terbaik guru dalam menyelesaikan masalah-masalah selama
proses pemebalajaran yang berlangsung di kelas.

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah
membantu dan mendukung demi terselesaikannya laporan ini, kepada yang terhormat:

1. Siti Fatimah, S.Pd selaku Kepala Sekolah yang berkenan meluangkan waktu untuk
membimbing, mengarahkan, dan memberikan masukan dalam menyelesaikan laporan
Best Practice.
2. Orang tua, istri, dan anak penulis yang senantiasa mendo’akan dan mendukung.
3. Rekan-rekan Diklat PKP Matematika yang saling memberikan dukungan dan motivasi
dalam menyelesaikan laporan aktualisasi

Laporan Best Practice ini tentulah masih jauh dari sempurna, karena itu kritik dan
saran demi penyempurnaan laporan ini masih penulis harapkan.

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Lembar Persetujuan………………………………………………................ i
Kata Pengantar……………………………………………………............... ii
Daftar isi ............ iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………….
1.2 Jenis Kegiatan……………………………………………
1.3 Manfaat Kegiatan.................................…………………..

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN


2.1 Tujuan dan Sasaran……………………
2.2 Bahan / Materi Kegitan..................……
2.3 Metode / Cara Melaksanakan Kegiatan..........
2.4 Alat / Instrumen........
2.5 Waktu dan Tempat Kegiatan..........

BAB III HASIL KEGIATAN

BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI


3.1 Simpulan…………………………………………………...
3.2 Rekomendasi……………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………
LAMPIRAN………………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama ini, penulis
menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai
dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Ternyata, dalam praktiknya, penulis mengalami beberapa kesulitan seperti
materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain itu, penulis masih berfokus
pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan
demikian proses berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3
(aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS). Penulis juga jarang
menggunakan media pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan
anak-anak tampak tidak ceria.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diperoleh informasi bahwa (a)
siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan cara ceramah’ (b)
selain ceramah, metode yang selalu dilakukan guru adalah penugasan. Sebagian siswa
mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang hanya bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari buku
teks.
Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali keterampilan
berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang
berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model
pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL. PBL merupakan model
pembelajaran yang mengedepankan strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah dari
dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan
pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi
yang dipelajarinya. Dalam PBL siswa dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan
nyata dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual). Dengan kata lain, PBL membelajarkan
siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mencari dan menggunakan sumber
pembelajaran yang sesuai untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Setelah melaksanakan pembelajaran tematik terpadu dengan model PBL, penulis
menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan
pembelajaran sebelumnya. Ketika model PBL ini diterapkan pada kelas XII yang lain
ternyata proses dan hasil belalajar siswa sama baiknya. Praktik pembelajaran PBL yang
berhasil baik ini penulis simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik) pembelajaran
berorientasi HOTS dengan model PBL.

B. Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan best practice ini adalah kegiatan pembelajaran
di kelas XII pada materi Luas dan Volume Benda Putar.

C. Manfaat Kegiatan
Manfaat penulisan best practice ini adalah meningkatkan kompetensi siswa dalam
pembelajaran matematika pada materi luas dan volume benda putar yang berorientasi HOTS.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan Sasaran


Tujuan penulisan best practice ini adalah untuk mendeskripsikan praktik penulis dalam
menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills (HOTS).
Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas XII PS semester 1 di SMK
Negeri 2 Kota Mojokerto sebanyak 33 siswa.

B. Bahan/Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam best practice pembelajaran ini adalah materi kelas XII
yaitu luas dan volume benda putar.

Kompetensi Dasar
3.34 Menentukan luas permukaan dan volume benda putar dengan menggunakan
integral tertentu
4.34 Menyelesaikan masalah luas permukaan dan volume benda putar dengan
menggunakan integral tertentu

C. Cara Melaksanakan Kegiatan


Cara yang digunakan dalam pelaksanaan praktik baik ini adalah menerapkan
pembelajaran dengan model pembelajaran problem based learning (PBL).
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan praktik baik yang telah dilakukan
penulis.
1. Pemetaan KD
KD yang dipilih penulis adalah KD 3.34 dan KD 4.34
2. Analisis Target Kompetensi
Hasil analisis target kompetensinya sebagai berikut.
a. Menentukan luas permukaan benda putar dengan menggunakan integral tertentu
b. Menentukan volume benda putar dengan menggunakan integral tertentu
c. Menyelesaikan masalah luas permukaan benda putar dengan menggunakan
integral tertentu
d. Menyelesaikan masalah volume benda putar dengan menggunakan integral
tertentu

e. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetesi

IPK
3.34.1 Menentukan luas permukaan dengan menggunakan integral tertentu
3.34.2 Menentukan volume benda putar dengan menggunakan integral
tertentu
4.34.1 Menerapkan permasalahan aplikasi integral dalam kehidupan sehari-
hari.
4.34.2 Mempresentasikan aplikasi integral sesuai dengan tugas yang
diberikan

f. Pemilihan Model Pembelajaran


Model pembelajaran yang dipilih adalah problem based learning (PBL) .
g. Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran
Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan pembelajaran
yang dilakukan sesuai dengan sintak PBL.
Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan model
PBL.
Sintak Model Guru Siswa
Pembelajaran
Orientasi Masalah 1) Guru memberikan 1) Menyimak penjelasan
permasalahan guru dan menjawab
konstektual berupa pertanyaan guru.
bahan tayang yang
harus diamati peserta
didik
2) Guru bertanya apa yang
bisa dikomentari dari
bahan tayang
3) Guru bertanya apakah
bahan tayang termasuk
cara menghitung
permasalahan luas
permukaan
menggunakan integral
tertentu dan alasannya
4) Guru menyampaikan
tujuan materi pem-
belajaran hari itu adalah
menentukan
permasalahan luas
permukaan
menggunakan integral
tertentu.
Mengorganisasi 1) Guru membagi siswa
dalam beberapa
kelompok. Setiap
kelompok. Setiap
kelompok terdiri dari 45
orang.
2) Setiap kelompok
mengerjakan lembar
kerja yang telah
disiapkan oleh guru.
Membimbing 1) Guru membimbing
penyelidikan siswa menyelesaikan
tugasnya.
2) Guru memberi bantuan
atau menjawab
pertanyaan dari siswa
bila dibutuhkan.
Mengembangkan Mendampingi siswa dalam 1) Menyusun laporan
dan menyajikan mengembangkan dan hasil kerja kelompok.
laporan hasil karya menyajikan laporan hasil 2) Mempresentasikan
kerja. hasil kerjanya dalam
diskusi kelas.
3) Kelompok lain
memberikan tang-
gapan, mengajukan
pertanyaan, atau usul
terhadap hasil kerja
kelompok lain.
Menganalisis dan 1) Menganalisis dan 1) Menyimak penjelasan
mengevaluasi mengevaluasi hasil kerja guru.
proses pemecahan siswa. 2) Mengajukan
masalah. 2) Memberi penguatan hasil pertanyaan dan atau
belajar siswa. tanggapan bila belum
paham.

h. Penyusunan Perangkat Pembelajaran


Berdasarkan hasil kerja 1 higga 5 di atas kemudian disusun perangkat pembelajaran
meliputi RPP, bahan ajar, LK, dan instrumen penilaian. RPP disusun dengan
mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter (PPK), dan
kecakapan abad 21.

D. Media dan Instrumen


Media pembelajaran yang digunakan dalam best practice ini adalah LCD Projector,
Power Point dan Video Tayangan. Instrumen yang digunakan dalam best practice ini ada
2 macam yaitu (a) instrumen untuk mengamati proses pembelajaran berupa lembar
observasi dan (b) instrumen untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan (a)
tes tulis pilihan ganda dan uraian singkat.

E. Waktu dan Tempat Kegiatan


Praktik baik ini dilaksanakan pada tanggal 2 Desember tahun 2019 bertempat di kelas XII
PS 1 SMK Negeri 2 Kota Mojokerto.
BAB III
HASIL KEGIATAN

A. Hasil
Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik baik ini diuraikan sebagai berikut.
1. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran PBL
berlangsung aktif. Siswa menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk
mengajukan pertanyaan pada guru maupun temannya. Aktifitas pembelajaran yang
dirancang sesuai sintak PBL megharuskan siswa aktif selama proses pembelajaran.
2. Pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran PBL
meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer knowledge. Setelah
mengerjakan lembar kerja dalam kelompok, siswa dapat menentukan luas permukaan
benda putar menggunakan konsep integral.
3. Penerapan model pembelajaran PBL meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir
kritis. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan menanggapi
materi yang dibahas dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran sebelumnya yang
dilakukan penulis tanpa berorientasi HOTS suasana kelas cenderung sepi dan serius.
Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri untuk berlomba menyelesaikan tugas yang
diberikan guru. Fokus guru adalah bagaimana siswa dapat menyelesikan soal yang
disajikan; kurang peduli pada proses berpikir siswa. Tak hanya itu, materi pembelajaran
yang selama ini selalu disajikan dengan pola deduktif (diawali dengan ceramah teori
tentang materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasa), membuat siswa
cenderung menghapalkan teori. Pengetahuan yang diperoleh siswa adalah apa yang
diajarkan oleh guru.
Berbeda kondisinya dengan praktik baik pembelajaran tematik berorientasi HOTS
dengan menerapkan PBL ini. Dalam pembelajaran ini pemahaman siswa tentang
konsep benar-benar dibangun oleh siswa melalui pengamatan dan diskusi yang
menuntut kemampuan siswa untuk berpikir kritis.
4. Penerapan model pembelajaran PBL juga meningkatkan kemampuan siswa dalam
memecahkan masalah (problem solving). PBL yang diterapkan dengan menyajikan teks
tulis dan video berisi permasalahan kontekstual mampu mendorong siswa merumuskan
pemecahan masalah. Dengan menerapkan PBL, siswa diberi kesempatan terbuka untuk
mencari data, materi dari sumber lainnya.
B. Masalah yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar dengan
model PBL. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu
mengguakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri menghadapi
ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah.

C. Cara Mengatasi Masalah


Agar siswa yakin bahwa pembelajaran dengan PBL dapat membantu mereka lebih
menguasai materi pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa,
bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir
tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Pemahaman dan kesadaran akan
pentingnya HOTS akan membuat siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran.
Selain itu, kesadaran bahwa belajar bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan
membuat siswa mau belajar dengan HOTS.
Bab IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Pembelajaran dengan model pembelajaran PBL layak dijadikan praktik baik
pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam
melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan
cermat, pembelajaran dengan model pembelajaran PBL yang dilaksanakan tidak
sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan
kecakapan abad 21.

B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran tematik dengan model pembelajaran
problem based learning (PBL), berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.
1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku
guru, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan
latar belakang siswa, situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat
pembelajaran lebih bermakna.
2. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam
belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan
membantu siswa menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak
mudah lupa).
3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut
melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti
penyediaan sarana da prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis utuk
mendesiminasikan praktik baik ini akan menambah wawasan guru lain tentang
pembelajaran HOTS.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Lampiran 1 : Foto-foto kegiatan


Lampiran 2 : RPP
Lampiran 3 : Bahan Ajar
Lampiran 4 : LK
Lampiran 5 : Kisi-kisi soal piliha ganda dan uraia
Lampiran 6 : Soal, kunci, dan pedoman penyekoran
Lampiran 7 : Lembar observasi proses pembelajaran
Lampiran 8 : Kuesioner motivasi belajar siswa