Anda di halaman 1dari 2

Nama : Rizqi Rahma Fitri

NPM : 192FF05124

KRITERIA PENGGUNAAN OBAT

Nama Obat Glibenklamid


Mekanisme Kerja Meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas
Indikasi Diabetes mellitus tipe 2
Dosis Dosis awal : 2,5 – 5 mg/ hari, dapat ditingkatkan 2,5 mg dengan interval 1
minggu berdasarkan respon pasien, maks : 20 mg/ hari.

Efek Samping Obat Hipoglikemia, penurunan berat badan, mual, muntah, diare, konstipasi,
gangguan fungsi hati, reaksi hipersensitivitas, dan gangguan darah
Kontraindikasi Pasien dengan gangguan hati, gagal ginjal, porfiria, ketoasidosis,
kehamilan, dan menyusui
Interaksi Obat - Glibenklamid – Rifampisin (Mayor)
Rifampisin merupakan induktor enzim CYP2C9, dimana glibenklamid
sebagai substratnya. Induksi P-glikoprotein juga berperan dalam interaksi
ini. Sehingga rifampisin menurunkan efek glibenklamid.
- Glibenklamid – Diklofenak (Moderat)
Diklofenak bisa menurunkan klirens dari sulfonilurea sehingga akan
meningkatkan efek dari glibenklamid, akibatnya adalah terjadi keadaan
hipoglikemia. Oleh karena itu, perlu dilakukan monitoring kadar glukosa
darah pasien (DeRuiter, 2003)
- Glibenklamid – Simvastatin (Moderat)
Simvastatin akan meningkatkan Cmax dan nilai AUC dari glibenklamid
sebesar 20% (Stockley’s Drug Interactions Eight Edition, 2008).
- Glibenklamid – Bosentan
Terjadi peningkatan toksisitas hati jika bosentan diberikan bersama
dengan glibenklamid. Glibenclamide mengurangi kadar plasma bosentan,
dan bosentan mengurangi kadar glibenclamide dalam plasma (Stockley,
2010: hal 586).

Nama Obat Metformin


Mekanisme Kerja Mengurangi produksi glukosa hati dan memperbaiki pengambilan glukosa
di jaringan perifer
Indikasi Diabetes mellitus tipe 2
Dosis Tablet 500 mg 1 tab 3x/hari. Tablet 850 mg 1 tab 2x/hari. Tablet 1 g
2x/hari. Maksimal: 3 g/ hari. Terapi kombinasi: 1 tab 500 mg/ ½ - 850 mg,
dapat ditingkatkan denga interval 1 minggu
Efek Samping Obat Mual, muntah, nyeri perut, rasa logam, defisiensi vitamin B12, asidosis
laktat, pruritus, urtikaria, hepatitis
Kontraindikasi Pasien dengan gangguan hati, gagal ginjal (GFR <30 ml/ menit/ 1,73 m 2),
infark miokard, hipoksemia, ketoasidosis, kehamilan, dan menyusui
Interaksi Obat - Metformin – Furosemid (moderat)
Furosemid akan meningkatkan kadar metformin di dalam darah sehingga
menyebabkan hipoglikemia, sedangkan metformin dapat menurunkan
kadar furosemid. Namun peningkatan kadar metformin dapat
meningkatkan risiko asidosis laktat.
- Metformin – Ranitidin
Terjadi interaksi farmakokinetik pada sistem ekskresi sehingga ranitidin
dapat meningkatkan efek metformin yang menimbulkan resiko
hipoglikemia
- Metformin – Captopril
Captopril meningkatkan efek metformin sehingga dapat menimbulkan
hipoglikemia