Anda di halaman 1dari 13

UJI KOMPETENSI DASAR 4/ UJIAN AKHIR SEMESTER

PENGAUDITAN 2

Ditujukan Untuk Melengkapi Tugas Ujian Pengauditan 2

Disusun Oleh:
Felinka Nadia Oktaviani
15170212M

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2020
1. Subsequent event
a. Kasus
Kasus yang melibatkan subsequent event adalah kasus yang menyangkut perusahaan
besar Fire Flash. Pabrik ini didirikan untuk memenuhi permintaan dari pemerintah Jepang
yang saat itu sedang membawa Jepang masuk ke era modernisasi. Sebagai salah satu
merek ternama di Jepang, Fire Flash telah menerima berbagai penghargaan karena
menjadi pionir dalam menemukan radar, oven microwavge, sistem MRI, laptop, dan
DVD. Pada tahun 2015, Fire Flash telah mengoperasikan seluruh bisnisnya dalam skala
global di berbagai industri, termasuk semikonduktor, elektronik, infrastruktur, peralatan
rumah tangga dan alat-alat kesehatan dengan penjualan yang mencapai lebih dari 63
milyar dolar Amerika dan telah mempekerjakan lebih dari 200.000 karyawan di seluruh
dunia.Kualitas seluruh produk maupun jasa yang ditawarkan oleh Fire Flash
menempatkan perusahaan tersebut dalam 10 perusahaan terbesar di Jepang.
Namun pada bulan Mei 2015, Fire Flash mengejutkan seluruh dunia saat menyatakan
bahwa perusahaannya tengah melakukan investigasi atas skandal akuntansi internal dan
harus merevisi perhitungan laba dalam 3 tahun terakhir. Pengumuman tersebut sangat
tidak disangka karena Fire Flash telah menjadi lambang perusahaan Jepang yang sangat
kuat. Setelah diinvestigasi secara menyeluruh, diketahuilah bahwa Fire Flash telah
kesulitan mencapai target keuntungan bisnis sejak tahun 2008 di mana pada saat tengah
terjadi krisis global. Krisis tersebut juga melanda usaha Fire Flash hingga akhirnya Fire
Flash melakukan suatu kebohongan melalui accounting fraud senilai 1.22 milyar dolar
Amerika. Tindakan ini dilakukan dengan berbagai upaya sehingga menghasilkan laba
yang tidak sesuai dengan realita.
Pada tanggal 21 Juli 2015, CEO Yui Harazawa mengumumkan pengunduran dirinya
terkait skandal akunting yang ia sebut sebagai peristiwa yang paling merusak merek Fire
Flash sepanjang 140 tahun sejarah berdirinya Fire Flash. Delapan pimpinan lain juga ikut
mengundurkan diri, termasuk dua CEO sebelumnya. Nama Fire Flash kemudian
dikeluarkan dari indeks saham dan mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Pada
akhir tahun 2015, Fire Flash telah merugi sebesar 8 milyar dolar Amerika.
Terbongkarnya kasus ini diawali saat audit pihak ketiga melakukan investigasi
internal terhadap keuangan perusahaan. Berdasarkan informasi tersebut diketahui bahwa
manajemen perusahaan menetapkan target laba yang tidak realistis sehingga saat target
tersebut tidak tercapai, pemimpin divisi terpaksa harus berbohong dengan memanipulasi
data laporan keuangan.
Fire Flash memiliki budaya perusahaan yang menuntut kepatuhan terhadap atasan,
dan hal ini merupakan faktor penting yang menghasilkan praktek manipulasi laporan
keuangan. Selain itu hasil investigasi juga menunjukkan masalah internal sehingga Fire
Flash gagal untuk mencegah tanda-tanda yang merugikan perusahaan. Meskipun
pimpinan manajemen Fire Flash telah berupaya keras untuk memulihkan kondisi
perusahannya, namun hingga awal 2017 Fire Flash masih dalam proses bangkit dari
dampak buruk skandal di tahun 2015.

b. Analisis
Pada kasus di atas, terdapat kejanggalan yang ditemukan oleh auditor pada proses
audit internal perusahaan. Peristiwa tersebut adalah pemalsuan data keuangan yang
dilakukan oleh pimpinan. Dan ini bisa dikategorikan sebagai subsequent event, karena ini
adalah peristiwa yang terjadi setelah tanggal neraca tetapi sebelum diterbitkannya laporan
audit yang mempunyai akibat yang material terhadap laporan keuangan dan memerlukan
penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan tersebut. Akibatnya, saham perusahaan
Fire Flash mulai turun sebanyak 20% semenjak isu-isu keuangan tersebut mulai beredar.
Data laba yang ada di laporan keuangan perusahaan harus direvisi, dikarenakan
terjadinya kasus ini. Perusahaan membutuhkan prosedur subsequent event dan
penyesuaian kembali atas laporan keuangan agar benar-benar sesuai dengan asli dan
terjamin validitasnya.
Jika perusahaan tidak melakukan penyesuaian dan prosedur subsequent event, maka
laporan keuangan menjadi tidak valid dan tidak sesuai dengan realita.

2. Management letter
PERNYATAAN MANAJEMEN
31 Januari 2010

Kepada Yth:
Brian, M.Si, Ak
Kantor Akuntan Publik
Emerland
Jalan Lili
Tamiang Layang

Berkenaan dengan audit yang saudara lakukan atas Laporan Keuangan PT Brington
tanggal 31 Desember 2009, laporan posisi keuangan, laporan laba rugi , dan laporan
perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, kami menyatakan
bahwa sepanjang pengetahuan dan keyakinan kami, berikut kami sampaikan kepada
saudara pernyataan-pernyataan sehubungan dengan audit yang Saudara lakukan:

1. Kami bertanggung jawab atas kewajaran penyajian laporan keuangan atas


posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia yang diterapkan dengan konsisten.
2. Kami bertanggung jawab dalam membuat estimasi akuntansi yang
dicantumkan dalam laporan keuangan. Estimasi tersebut merupakan kebijakan kami
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman peristiwa lalu dan sekarang, dan asumsi
kami atas keadaan yang kami perkirakan akan terjadi, serta serangkaian tindakan yang
kami perkirakan akan dilakukan. Berkaitan dengan hal tersebut, penyisihan yang
cukup telah dibuat untuk:
a. Mencadangkan piutang-piutang pada nilai estimasi bersih yang tertagih;
b. Mengurangi aktiva pajak tangguhan sebesar nilai yang kemungkinan besar tidak
dapat direalisasi; dan
c. Mencadangkan kewajiban atas uang jasa dan pesangon kepada karyawan sesuai
dengan Peraturan Ketenagakerjaan yang berlaku.
3. Kami telah menyediakan kepada saudara seluruh:
a. Catatan keuangan dan seluruh data-data terkait;
b. Notulen rapat pemegang saham dan direksi atau ringkasan tindakan-tindakan dari
pertemuan-pertemuan terakhir dimana notulen untuk hal tersebut belum dibuat;
c. Surat Ketetapan-Ketetapan Pajak yang terjadi selama periode audit dan audit
lapangan dilakukan; dan
d. Perjanjian-perjanjian kerjasama dan perjanjian lainnya yang terjadi selama
periode audit dan audit lapangan dilakukan, yang perlu diungkapkan dalam laporan
keuangan.
Tidak terdapat data lain yang belum diberikan menyangkut data diatas, selain yang
telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
4. Tidak terdapat:
a. Penyimpangan yang melibatkan manajemen atau karyawan yang memiliki
peranan yang penting dalam struktur pengendalian internal; dan
b. Penyimpangan yang melibatkan karyawan lainnya yang memiliki dampak yang
material terhadap laporan keuangan.
5. Kami tidak memiliki rencana atau keinginan yang secara material dapat
mempengaruhi nilai buku atau klasifikasi dari aktiva. Berkaitan dengan hal tersebut,
pencadangan telah dibuat untuk mengurangi semua investasi, aktiva tidak berwujud
dan aktiva-aktiva lainnya yang secara permanen telah mengalami penurunan dalam
nilai sampai dengan nilai realisasinya.
6. Hal-hal berikut ini telah dicatat dan/atau diungkapkan dalam laporan keuangan
pada tanggal31 Desember 2009:
a. Saldo kas dan setara kas pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar
Rp 90.744.000.000 sepenuhnya dimiliki Perusahaan,dengan rincian
Kas ditangan Rp 37.600.000
Bank Rp 30.706.400.000
b. Saldo piutang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp 7.065.263.000 pada
tanggal 31 Desember 2009
adalah benar dimiliki Perusahaan, dapat dibuktikan keberadaannya dan dapat ditagih;
c. Saldo beban dibayar dimuka pada 31 Desember 2009 sebesar Rp -;
d. Nilai realisasi bersih persediaan pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp -,
sepenuhnya dimiliki Perusahaan. Serta persediaan tidak dijadikan sebagai jaminan
atas pinjaman perusahaan dan pihak terkait lainnya.
e. Saldo perlengkapan 31 Desember 2009 sebesar Rp. -, adalah benar milik
perusahaan kami.
f. Nilai buku aktiva tetap sebesar Rp 93.183.500.000 pada tanggal 31
g. Desember 2009 telah dicatat dengan benar dan merupakan milik perusahaan.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode penyusutan yang berlaku umum. Serta tidak
terdapat aktiva tetap perusahaan yang dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman yang
diperoleh perusahaan atau pihak terkait lainnya.
h. Jumlah saham beredar pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar - saham
atau sebesar Rp -, adalah telah sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan dan jumlah
saham beredar tersebut telah disajikan sesuai dengan tanggal neraca .
7. Hal-hal berikut ini telah dicatat dan/atau diungkapkan dalam laporan
keuangan:
a. Transaksi-transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan
jumlah piutang dan hutang terkait, dimana seluruh jumlah tersebut telah dicatat sesuai
dengan substansi ekonomi dari transaksi yang terjadi;
b. Kesepakatan dengan lembaga keuangan mengenai pembatasan pada kas dan
fasilitas kredit dan sejenisnya;
c. Kesepakatan-kesepakatan dengan kreditur mengenai proses negosiasi
restrukturisasi hutang dan hasil dari negosiasi;
d. Seluruh klaim atas aktiva dan seluruh penjaminan lainnya atas aktiva; dan
8. Tidak terdapat klaim-klaim atau penilaian-penilaian dari pengacara kami yang
mungkin terjadi dan harus diungkapkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan.
9. Tidak terdapat hal-hal yang berpengaruh signifikan terhadap laporan keuangan
perusahaan yang belum diungkapkan berkaitan dengan pelunasan atas penyelesaian
transaksi penyertaan saham sementara PT Bank Indovest Tbk (dalam likuidasi) oleh
anggota komisaris dan direksi.
10. Tidak ada :
a. Pelanggaran atau kemungkinan pelanggaran hukum atau peraturan yang
memiliki dampak sehingga harus diungkapkan dalam laporan keuangan atau sebagai
dasar untuk mencatat kerugian kontijensi. Oleh karena itu, kami secara khusus
mengungkapkan hal yang tidak kami rencanakan atau yang dituduhkan, suatu
“tanggung jawab yang mungkin muncul kepada pihak lain” (Badan / Institusi Negara
Lingkungan Hidup) sehubungan dengan pencemaran lingkungan; dan
b. Setiap kewajiban yang material lainnya, atau keuntungan atau kerugian
kontijensi yang diminta untuk diakui atau diungkapkan oleh Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan.
11. Tidak terdapat transaksi-transaksi yang material yang belum dicatat dengan
benar dalam catatan-catatan akuntansi yang menjadi dasar laporan keuangan.
12. Perusahaan memiliki hak secara hukum atas seluruh aktiva yang tercatat
dalam laporan keuangan.
13. Kami telah memenuhi seluruh aspek dari perjanjian kontrak yang apabila
tidak dipenuhi akan berdampak secara material terhadap laporan keuangan secara
keseluruhan.
14. Tidak terdapat peristiwa-peristiwa atau transaksi-transaksi selain yang telah
diungkapkan dalam laporan keuangan, yang terjadi setelah tanggal neraca, sehingga
memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan keuangan.
15. Semua aktiva tetap yang dicatat tidak dalam jaminan atau telah mendapatkan
persetujuan dari pihak -yang menerima jaminan atas suatu transaksi pinjam-
meminjam.
Rencana kami untuk mengatasi dampak memburuknya pertumbuhan ekonomi dan
non ekonomi Indonesia sehingga mengakibatkan ketidakpastian signifikan yang
menyebabkan Saudara memiliki keraguan besar terhadap kelangsungan hidup
Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan portofolio penempatan dana kas yang ada, agar dapat
memberikan hasil yang lebih maksimal;
2. Memperluas sales force untuk meningkatkan perolehan konsumen baru dan
memelihara pelanggan yang telah ada;
3. Melakukan program efisiensi biaya dan mengelola arus kas secara cermat;
4. Meningkatkan value added melalui inovasi dan kemungkinan kerjasama dengan
pihak lain; dan
5. Meningkatkan kinerja Perusahaan melalui progress review oleh manajemen dan
auditor.
Kami percaya bahwa rencana tersebut dapat dilaksanakan dengan efektif dan mampu
mengatasi masalah-masalah likuiditas dan kelangsungan hidup yang dihadapi
Perusahaan.
16. Kami hanya menunjuk satu kantor akuntan publik, Zamino (KAP) untuk
mengaudit laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2009.
17. Selama pemeriksaan dilaksanakan, kami telah memberikan photo kopi data
yang berkaitan dengan seluruh catatan atas laporan keuangan kami. Semua photo
kopi data yang telah diberikan tersebut, tidak kami butuhkan lagi.
Kami menyadari bahwa kewajiban maksimum KAP kepada Perusahaan karena alasan
apapun termasuk kelalaian KAP sehubungan dengan jasa yang diberikan adalah
terbatas pada honorarium yang dibayarkan kepada KAP untuk produk jasa atau
pekerjaan yang menyebabkan timbulnya kewajiban, kecuali jika dapat diputuskan
bahwa kewajiban yang timbul semata-mata disebabkan kelalaian material yang
disengaja oleh KAP.
Demikian surat pernyataan kami dalam bidang akuntansi, agar yang berkepentingan
maklum.
PT Innovation

Direktur Utama Direktur

Nuno, S.E Dr. Tira, M.Si, Ak.

Management Letter

Nomor: 13/010210/010AK
Perihal: Management Letter

Kepada Direktur Utama


PT Brington
Sehubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT
Brington tahun 2010, kami telah melaksanakan pegujian kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan terhadap sistem pengendalian internal.
Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam semua hal yang
material PT Brington telah mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku
dan sistem pengendalian intern sudah dilaksanakan cukup memadai, namun masih
dijumpai beberapa permasalahan yang perlu segera ditindaklanjuti sebagai berikut.
Kas
Kelemahan Implikasi Rekomendasi
Penjualan tunai tidak Tidak ada fungsi Manajemen melakukan
direkonsiliasi oleh crosscheck atas perintah ke bagian treasury
petugas yang penjualan tunai untuk melakukan
independen rekonsiliasi secara periodik.
Tidak ada pemisahan Terjadinya transaksi Manajemen melakukan
fungsi antara fiktif atau pengeluaran pengawasan dengan
penandatangan cek yang tidak sesuai dengan menetapkan pemisahan
dengan fungsi akuntansi keperluan wewenang antara fungsi
perusahaan/penyalahgun otorisasi (Direktur
aan Keuangan) dengan fungsi
akuntansi (Kasir Sentral).
Belum ada pengawasan Blangko cek Manajemen melakukan
yang memadai terhadap hilang/terjadi kebijakan pemisahan
blangko cek penyalahgunaan wewenag pemegang blanko
cek dengan fungsi
akuntansi.

Piutang
Kelemahan Implikasi Rekomendasi

Terdapat perangkapan Terjadinya Penundaan Manajemen melakukan


pemegang kartu dengan pencatatan kebijakan pencatatan
staf kasir transaksi secara langsung
dan kroscek dengan staf
kasir setiap ada pencatatan
transaksi atau setiap hari.
Belum ada Memungkinkan antara Manajemen membuat
pengecekkan harga catatan dengan bukti kebijakan untuk
pada faktur berbeda membentuk petugas yang
berwenang untuk mengecek
harga dengan faktur yang
tertera.

Persediaan
Kelemahan Implikasi Rekomendasi
Perhitungan persediaan Memungkinkan terdapat Manajemen melakukan
di gudang belum selisih antara jumlah stock opname secara berkala
dilakukan oleh pihak barang dengan catatan. minimal sekali dalam
yang independen Adanya catatan yang sebulan dan maksimal
manipulatif setahun sekali dari yang
dilakukan dari audit
eksternal.

Aktiva Tetap
Kelemahan Implikasi Rekomendasi

Belum ada Memungkinkan adanya Managemen melakukan


pencocokkan secara perbedaan catatan antara kroscek akun aktiva tetap
periodik antara rekening pembantu dengan rekening pembantu
rekening pembantu dengan akun aktiva tetap secara berkala serta
dengan aktiva tetap perhitungan secara fisik.
bersangkutan.

Utang Dagang dan utang yang tidak dicatat.


Kelemahan Implikasi Rekomendasi
Belum ada mekanisme Terjadinya Kesalahan Manajemen melakukan
pencocokkan dalam penjumlahan, mekanisme pencatatan
penerimaan barang dan harga dan termin penerimaan barang secara
pesanan pembelian periodik. Ada petugas
secara periodik tersendiri untuk melakukan
(kesesuaian harga, pencocokan tentang
perkalian, kesesuaian harga, jumlah
pencocokkan, dan termin.
penjumlahan dan
termin)

Gaji
Kelemahan Implikasi Rekomendasi
Terdapat staf yang yang Tidak ada dasar hukum Manajemen mensyaratkan
diangkat dengan Surat yang memadai mengenai adanya surat keterangan
Keputusan Direktur status kepegawaian kepegawaian yang diperoleh
sebagai pegawai tetap? karyawan melalui hasil tes tertentu dan
filtrasi pegawai tertentu.
Sehingga seluruh pegawai
memiliki surat keterangan
kepegawaian yang juga
mencerminkan kemampuan
mereka untuk bekerja dalam
perusahaan.
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Kepada Yth
Dewan Komisaris dan Pemegang Saham
PT Brington

Kami telah mengaudit neraca PT Brington tanggal 31 Desember 2009 dan laporan
laba rugi, laporan laba ditahan, serta laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2009 Laporan keuangan tersebut adalah tanggung jawab manajemen
perusahaan. Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan
Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan
melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan
keuangan bebas dari salah saji material. Dalam audit meliputi pemeriksaan, atas dasar
pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan penyajian dalam laporan
keuangan. Dalam audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan
dan estimasi-estimasi penting yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap
penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami
memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan tersebut diatas menyajikan secara Wajar
Tanpa Pengecualian dalam semua yang material, posisi keuangan PT Brington pada
tanggal 31 Desember 2009, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut sesuai, dengan prinsip akuntansi yang Berterima umum.

KAP Emerland

Dr. Tira, M.Si, Ak


Reg. Neg 013020210
2 Februari 2010

3. Client representation letter


PT. TUMET LEUT
No. : Malang, 30 Maret 2015
Lampiran:
Perihal : Client Representation Letter
Kepada yang terhormat,
Kantor Akuntan Publiik
Lindsey dan Rekan

Sehubungan dengan audit Saudara atas laporan PT. Tumet Leut untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, yang ditujukan untuk menyatakan pendapat
apakah laporan keuangan telah menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
material, mengenai posisi keuangan, laporan laba rugi serta arus kas PT. Tumet Leut
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum , kami menegaskan bahwa sejauh
keyakinan dan pengetahuan kami, representasi berikut ini telah kami kemukakan
kepada Saudara selama diaudit.
1. Kami bertanggungjawab atas penyajian yang wajar dalam laporan keuangan
(konsolidasi) mengenai posisi keunagan, hasil operasi dan aliran kas dalam
kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
2. Kami telah menyediakan kepada Saudara semua :
a. Catatan akuntansi dan data lain yang berkaitan.
b. Notulen rapat pengurus atau ringkasan dari keputusan yang belum dibuat
notulennya.
3. Tidak terdapat :
a. Ketidakberesan yang melibatkan manajemen atau karyawan yang memiliki
peran penting dalam struktur pengendalian intern.
b. Ketidakberesan yang melibatkan karyawan lain yang dapat memiliki dampak
yang material pada laporan keuangan.
c. Komunikasi atau keterangan dari instasi pemerintah mengenai
ketidakpatuhan atau kelemahan dalam praktik pelaporan keuangan yang
berdampak material terhadap laporan keuangan.
4. Kami tidak memiliki rencana atau keinginan yang mungkin akan mempengaruhi
carrying value atau klasifikasi aktiva dan kewajiban secara material.
5. Hal-hal berikut telah dicacat atau diungkapkan dalam pelaporan keuangan secara
memadai :
a. Jumlah piutang atau hutang dan transaksi antar pihak yang memiliki
hubungan istimewa, termasuk penjualan, pembelian, pinjaman, pengalihan
(transfer), kontrak sewa dan jaminan.
b. Hak atau kesepakatan persyaratan lainnya.
c. Perjanjian dengan lembaga keuangan yang menyangkut saldo konpensasi
atau perjanjian lain yang menyangkut pembatasan saldo pada kas dan jumlah
kredit atau perjanjian-perjanjian yang serupa.
d. Perjanjian untuk pembelian kembali aktiva yang telah dijual sebelumnya.
6. Tidak terdapat :
a. Kemungkinan pelanggaran atau pelanggaran terhadap hukum dan peraturan
yang memiliki dampak yang harus dipertimbangkan untuk diungkapkan
dalam laporan keuangan atau sebagai dasar untuk mencatat rugi bersyarat.
b. Hutang lain yang material atau laba rugi bersyarat yang diharuskan untuk
dicatat atau diungkapkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum.
7. Tidak terdapat klaim yang tidak kami nyatakan atau penentuan yang dilakukan
oleh penasihat hukum kami yang memberikan nasihat bagi kami mengenai
kemungkinan adanya asersi yang harus kami ungkapkan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku.
8. Tidak terdapat transaksi material yang tidak secara semetisnya dicatat dalam
catatan akuntansi yang melandasi laporan keuangan.
9. Pembentukan cadangan, jika material jumlahnya, telah dilakukan untuk
mengurangi kelebihan atau kekurangan persediaan ke nilai persediaan yang
diperkirakan dapat direalisasikan.
10. Perusahan memiliki hak penuh terhadap aktiva yang dimilikinya dan tidak terdapat
gadai atau penjaminan atas aktiva atau aktiva yang digadaikan.
11. Pembentukan cadangan telah dilakukan untuk menghadapi kemungkinan kerugian
material yang harus ditanggung untuk memenuhi atau dari ketidakmampuan untuk
memenuhi komitmen penjualan.
12. Pembentukan cadangan telah dilakukan untuk kerugian material sebagai akibat dari
komitmen pembelian persediaan diatas jumlah untuk memenuhi kebutuhan normal
atau pada harga beli diatas harga yang berlaku dipasar.
13. Kami telah mematuhi semua aspek perjanjian kontrak yang mempunyai dampak
material terhadap laporan keuangan jika kami tidak mematuhi perjanjian tersebut.
14. Tidak terdapat peristiwa yang terjadi setelah tanggal neraca yang memerlukan
penyesuaian terhadap atau pengungkapan dalam laporan keuangan.

PT. Tumet Leut


Tanda tangan & Stempel Tanda Tangan

Marissa Sasha